Articles
189 Documents
Pengaruh Kunjungan Rumah terhadap Indeks Keluarga Sehat (IKS) dan Tingkat Kemandirian Keluarga
Haris Haris;
Lily Herawati;
Norhasanah Norhasanah;
Irmawati Irmawati
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v3i2.28779
Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK) merupakan program untuk pencapaian status kesehatan keluarga di Indonesia dalam tiga indikator yaitu sehat, pra sehat atau tidak sehat. Pelaksanaan PISPK diawali dari pendataan hingga menentukan rencana tindak lanjut. Melihat urgensi PISPK tersebut maka diperlukan intervensi berkelanjutan dan menjadi program yang terintegrasi dengan program-program di Puskesmas. Kegiatan ini mengintegrasikan PISPK dengan Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) melalui kunjungan rumah. Tujuan yang diinginkan adalah untuk menganalisis pengaruh kunjungan rumah terhadap indeks keluarga sehat dan tingkat kemandirian keluarga. Kegiatan ini dilakukan di daerah binaan yang merupakan kegiatan kemitraan puskesmas dengan institusi pendidikan. Terdapat tiga tahapan dalam kegiatan ini meliputi penyamaan persepsi di kalangan petugas di puskesmas, penyusunan dan sosialisasi asuhan keperatan keluarga. Tahap pelaksanaan meliputi kunjungan rumah sebanyak 2-4 kali dan melaksanaan kegiatan lintas program dan tahap evaluasi meliputi melakukan pendataan ulang dan mengalisa data tersebut. Kepala keluarga yang menjadi responden dalam kegiatan ini berjumlah 23 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji kompatif dua kelompok berpasangan dengan skala non parametric. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan p-value 0.008 untuk perbedasan indeks keluarga sehat dan 0.000 untuk tingkat kemandirian keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kunjungan rumah melalui pemberian asuhan keperawatan keluarga dan pemberian edukasi dalam keluarga memberikan perubahan pada indeks keluarga sehat dan tingkat kemandirian keluarga. Kedepannya diharapkan kegiatan kunjungan rumah menjadi kegiatan prioritas Puskesmas untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kata kunci : Indeks Keluarga Sehat, kemandirian keluarga, perkesmas.
Implementasi Model Pemberdayaan Segitiga Kerjasama pada Pengelolaan Posbindu PTM
Hotma - Rumahorbo;
Nandang Ahmad Waluya;
Tarjuman Tarjuman
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.32645
Peningkatan kejadian penyakit tidak menular(PTM) seperti diabetes dan hipertensi menjadi ancaman terhadap upaya menurunkan angka kematian akibat jantung dan stroke. PTM dapat dicegah melalui deteksi dini faktor risiko dan pengelolaannya secara efektif. Posbindu PTM sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengenal dan belajar bersama membangun perilaku hidup sehat sebagai upaya mengendalikan PTM. Belum optimalnya pengelolaan Posbindu PTM Kemuning dan Tanjung di Kota Cimahi menjadi latarbelakang kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM). Tujuan PPM adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang DM dan hipertensi dan keterampilan kader dalam melakukan skrining faktor risiko DM dan Hipertensi dengan implementasi model segitiga kerjasama (SESAMA). Metoda yang digunakan adalah pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan kader dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan. Sasaran kegiatan adalah 20 orang kader di posbindu PTM Kemuning dan Tanjung. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 15.56 poin dengan p: 0.00, peningkatan ketrampilan sebesar 9.70 poin dengan p: 0.00 dan sebagian besar kader menyatakan semakin memiliki rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas . Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, sebanyak 65 warga di Posbindu Kemuning dan 82 warga di Posbindu Tanjung mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh kader. Hasil pemeriksaan ditindaklanjuti dengan penyuluhan kesehatan dan olahraga bersama kader dan warga. Direkomendasikan agar pelaksanaan Posbindu PTM paska kegiatan PPM dapat dimonitoring oleh puskesmas Cimahi Utara dan kegiatan PPM serupa dapat diterapkan di Posbindu PTM lainnya di Kota Cimahi.Kata kunci: Kader, ketrampilan, pemberdayaan, pengetahuan, posbindu.
The Effects of Brain Gym and Coloring Pictures on Cognitive Functions of the Elderly
Lilik Pranata;
Aniska Indah Fari;
Sri Indaryati
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30018
Elderly phase is the final process of human age in growth and development. Aging is a change that impacts physical and cognitive functions. The decrease of cognitive functions can interfere with all activities of the elderly. The objective of this research is to investigate the effects of brain gym and coloring pictures on the cognitive functions of the elderly. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test without a control group. Purposive sampling was applied to select the respondents at an elderly nursing home. The total sample was 30 respondents that included 15 respondents of the brain gym intervention group and 15 respondents of the coloring picture intervention group. The results showed that there was no significant difference in cognitive function before and after the intervention given to the coloring picture group with the p-value 0.414> α (0.05). Meanwhile, there was a significant difference in cognitive function before and after the intervention given to the brain gym group with the p-value 0.025 <α (0.05). The management of nursing home should provide the brain gym activities to improve the cognitive functions of the elderly.Keywords: The elderly, brain gym, coloring pictures.
Development Audiovisual Health Education Media for Self Management of Hypertension Patients
Larasati Dyah Pertiwi;
Shobirun Shobirun;
Nina Indriyawati
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.30225
Complications of hypertension disease can be prevented by health promotion through the health education of hypertension self-management by using audiovisual media adapted to the development of information technology. However, hipertensive self management audiovisual is still very rarely found and used. This research aims to develop audiovisual health educational media for self management of hypertensive patients. This research used R&D (Research and Development) method with ADDIE model. The subject of this study was 3 experts for validation testing and 10 random respondents for a limited trial to determine product eligibility. The analysis of the data used the quantitative descriptive data by calculating the presentation of the media assessment score and qualitative descriptive data by recapitulating suggestions and comments for media revision. The resulting media was a video with a duration of 11 minutes and 28 seconds. The result of study that validated by experts was 80% (proper category) in material aspect, 78.3% (feasible category) in the content aspect and 89.2% (decent category) in display aspect. From the pilot study on 10 respondents found that display aspect was 95.4%, the content of material aspect was 93.5% and the understanding aspect was 95% with the very feasible category. The results showed that the audiovisual media about self-management for hypertension patients got a decent category as a media for health education. This media can be used for health education in hypertension patients but need for further research to test the media in proper hypertension groups.Keywords: Audiovisual, Health Education, Hypertension, Media Development, Self-management
Pendidikan Kesehatan Berbasis Daring Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis: Hipertensi dan Manajemen Non-Farmakologi di Masa Pandemi Covid-19
Sidik Maulana;
Tuti Pahria
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.33072
Hipertensi merupakan penyakit kronis memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia sehingga memerlukan upaya kontrol tekanan darah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dan fasilitas kesehatan primer bersama pasien dalam kontrol hipertensi adalah dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Selama pandemi COVID-19 yang membatasi kegiatan langsung membuat PROLANIS ditunda atau tidak berjalan dan memungkinkan pasien tidak dapat mengontrol hipertensinya. Oleh karena itu, diperlukan edukasi terkait bagaimana melakukan PROLANIS dan manajemen non-farmakologi seperti diet DASH dan teknis relaksasi nafas dalam, sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan dirumah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan (penkes) secara virtual di Fakultas Keperawatan Unpad untuk meningkatkan pengetahuan PROLANIS dan Diet Approach to Stop Hypertension (DASH) dalam upaya kontrol hipertensi selama masa pandemi COVID-19. Peserta pada kegiatan ini adalah 58 orang. Hasil pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait hipertensi secara keseluruhan (p< 0.001). Secara signifikan pendidikan kesehatan ini mengubah pengetahuan teknik relaksasi nafas dalam (p= 0.001). Sedangkan perubahan tidak signifikan terlihat pada pengetahuan hipertensi (p= 0.070), pengetahuan PROLANIS (p= 0.533), dan pengetahuan diet DASH (p= 0.135). Kegiatan pendidikan kesehatan terkait hipertensi diharapkan dapat dilanjutkan di berbagai tempat baik oleh akademisi maupun praktisi kesehatan di fasilitas kesehatan secara daring.Kata kunci: Diet DASH, hipertensi, pendidikan kesehatan, PROLANIS, teknik relaksasi nafas dalam.
Diabetic Self-Management Education – Effect on Self-Management Care of Type-2 Diabetic Patients
Imelda Rahmayunia Kartika;
Aria Wahyuni;
Nur Fitra Dewi
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.30239
A common problem of a person with diabetes mellitus was the lack of discipline in implementation of their daily self-care management. Diabetes Self-Management Education (DSME) was a system to help diabetes patients manage their activities to improve their health. DSME is the process which can improve the knowledge, skill, and ability of diabetes self-care. This study aimed to determine the effect of using diabetes self-management education (DSME) intervention and how it affected patients’ self-care management. This research was quasi experiment with one group pretest-posttest among patients with type-2 diabetes. There were 30 participants assigned by using purposive sampling into DSME intervention. Four sessions of DSME were conducted to the participants using illustrative media/fliers. The data were collected by questionnaires of Diabetes Self-Care Management. Then, it was analyzed by using paired t-test. The results showed that self-care management of the respondents before the intervention was 28.8 and it increased to 35.3 after the intervention (mean different=6.5). There were differences in the self-care score before and after the intervention (p=0.001). This study has limited time to do DSME. But, in four sessions, we have tried to explain more about diabetes interactively. Then, better to assess the type-2 diabetes patients with qualitative method or mixed with more participants included for the future researchers. This research was adopting a DSME to found significant improvements in the self-care management in type-2 diabetes mellitus patient. This demonstrates that DSME intervention can be such clinical importance in care of type-2 diabetes mellitus patient.Keywords: Diabetes self-management education, self-care management, type-2 diabetes patients.
The Effectiveness of Horticultural Occupational Therapy to Improve The Quality of Life in Schizophrenic Patients
Supiatun Supiatun;
Aulia Iskandarsyah;
Efri Widianti
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.34584
Schizophrenia is the most common mental disorder and is a serious problem in the world. Therapies that use natural systems such as horticultural occupational therapy, have been carried out in the implementation of mental health for centuries. However, in Indonesia, there is no scientific study of its effect on the quality of life (QOL) of those suffering from this illness. The research objective was to determine the effect of horticultural occupational therapy on improving the quality of life in schizophreniac patients at Muhammad Sani Hospital, Karimun district. The research was a quasi-experiment with two group pre-post tests. A total of 28 respondents were selected using the convenience sampling technique, then divided into intervention and control groups. Quality of life values was measured with WHOQOL-BREF, while the bivariate analysis used paired and independent t-tests. The result was a significant difference in the value within the intervention group at p = 0.000 (p <0.05), but there was none in the control at p = 0.189 (p> 0.05). For the independent t- test analysis, p-value physical and social domains were 0.001 (p <0.05) and 0.000 (p <0.05) respectively. This means that there was a significant difference in QOL in the two domains. Conclusion. Horticultural occupational therapy was effective in improving the quality of life in the patients, therefore, it becomes important to apply the results.Keywords: Horticultural occupational therapy, life quality, schizophrenia.
Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan dalam Deteksi Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan melalui Pelatihan Penggunaan Meteran Deteksi Risiko Stunting
Demsa Simbolon;
Beatrix Soi;
Ina Debora Ratu Ludji
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.32111
Prevalensi stunting di Indonesia masih termasuk masalah kesehatan masyarakat yang berat bahkan serius untuk ditanggulangi. Kader kesehatan berperan penting dalam menurunkan prevalensi stunting melalui deteksi risiko stunting dan pendidikan gizi dan kesehatan kepada ibu balita saat kegiatan Posyandu. Hasil beberapa penelitian menemukanpengetahuan, sikap dan keterampilan kader dalam deteksi risiko stunting masih kurang, sehingga perlu dilakukukan pemberdayaan kader melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan kemampuan kader keehatan dalam deteksi stunting memalui pelatihan penggunaan meteran deteksi stunting yang dilaksanakan di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) Propinsi NTT dan Bengkulu Utara (BU) Propinsi Bengkulu. PKM menggunakan metode pelatihan selama 3 hari pada 20 kader. 30 anak yang terdeksi berisiko stunting kemudian dilakukan pendampingan gizi dan kesehatan selama 5 bulan oleh kader bersama tenaga kesehatan puskesmas. Pelatihan dilaksanakan tanggal 15-17 Juni 2019 di Kabupaten BU dan tanggal 17-19 Mei 2019 di Kabupaten TTS. Evaluasi keberhasilan pelatihan dengan melakukan pengukuran pengetahuan dan sikap kader menggunakan uji statistik independent t test dan paired t test, pengukuran kemampuan deteksi dengan observasi. Hasil pelatihan menunjukan terjadi peningkatan skor pengetahuan 19,36 point (p=0,0001), peningkatan skor sikap sebesar 20,17 point (p=0,0001) dan peningkatan kemampuan kader mendeteksi stunting pada anak 6-24 bulan. Kader terlatih perlu terus diberdayakan dengan melibatkan dalam kegiatan kunjungan rumah dan kegiatan posyandu untuk aktif melakukan deteksi risiko stunting serta mengikutsertakan dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan-pelatihan terkait pencegatan stunting.Kata kunci: Kader, pelatihan pengetahuan, sikap, keterampilan, stunting.
The Relationship between Nurse's Characteristics and Motivation with the Implementation of International Patient Safety Goal
Nurhanifah Nurhanifah;
Hajjul Kamil;
Syahrul Syahrul;
Marlina Marlina;
Dewi Marianthi
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.34665
Patient safety is a mandatory requirement that must be implemented in all hospitals and is one of the efforts in implementing International Patient Safety Goals (IPSG). The study aims to determine the relationship between nurses' characteristics and motivation with the implementation of IPSG in Inpatient Rooms at Aceh Government Hospital. This study was a quantitative study with cross-sectional study design. The total samples were 122 nurses which were selected through a simple random sampling method. Data was collected using a questionnaire consisted of respondent's characteristics, the implementation of IPSG, and motivation aspect using The Unified Motivation Scales (UMS). Data were analyzed using descriptive statistical tests and nonparametric inferential statistical tests; chi-square and logistic regression test. This study found that there was no relationship between age, gender, marital status with the implementation of IPSG. Education, employment status, length of work, and motivation have relations with IPSG. Education with odds ratio = 33.469 and the need for achievement with odds ratio = 9.669 were the sub-variables that were significantly related to the implementation of IPSG in Inpatient Rooms at Aceh Government Hospital. Base on the result, it can be concluded that the nurses' characteristics of education and the need for achievement were the most significant predictors related to the implementation of IPSG in the Inpatient Rooms at Aceh Government Hospital. Implementing IPSG in the Aceh Hospital Inpatient Room can be continuously improved by always motivating nurses, providing rewards, and encouraging an attitude of need for achievement, affiliation and need for power.Keywords: Implementation, IPSG, Motivation, Nurse.
Pendidikan Kesehatan dan Skrining Tumbuh Kembang Balita
Siti Yuyun Rahayu Fitri;
Sri Hartati Pratiwi;
Endah Yuniarti
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mkk.v4i2.28287
Masyarakat yang memiliki kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan merupakan kelompok yang berisiko untuk memiliki masalah dalam hal pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk mengevaluasi tingkat pertumbuhan dan perkembangan perlu diidentifikasi kemungkinan adanya potensi masalah dalam aspek tumbuh kembang tersebut. Masyarakat perlu dipersiapkan pula untuk dapat secara mandiri melakukan pemantauan dan stimulasi pertumbuhan perkembangan anak untuk diterapkan dalam pola pengasuhan anak sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakt (PPM) ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat melakukan pemantauan dan menstimulasi tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemeriksaan atau skrining tumbuh kembang balita dan Pendidikan kesehatan pada kader kesehatan dan para ibu yang memiliki balita tentang stimulasi tumbuh kembang balitan di desa Cintaratu Kec. Parigi Kab. Pangandaran. Metode kegiatan berupa layanan skrining pertumbuhan menggunakan Z score dan skrining perkembangan menggunakan format KPSP berupa aplikasi android, serta Pendidikan kesehatan tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan anak pada ibu yang memiliki anak balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar balita menunjukkan tingkat pertumbuhan yang normal (95%), tingkat perkembangan yang sesuai (77,5%), dan pengetahuan ibu tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan hasil yang baik. Hasil skrining tumbuh kembang anak ini tetap perlu diwaspadai pada masa-masa selanjutnya karena perubahan lingkungan baik fisik maupun mental akan selalu terjadi, oleh karena itu pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkala. Kader yang telah mendapatkan Pendidikan kesehatan dapat berperan untuk mengoptimalkan posyandu untuk menjaga keberlanjutan program pemantauan dan perkembangan balita di desa Cintaratu.Kata kunci: Balita, skrining, tumbuh kembang.