cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
PENGARUH DIMENSI KELENGKUNGAN SUDU TURBIN AIR CROSS FLOW TERHADAP ALIRAN AIR Ulil Absor, Muhammad Iqbal Iszuddin; Susanto, Edy
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.258

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan pertumbuhan penduduk. Turbin cross flow merupakan jenis turbin air yang banyak digunakan untuk menghasilkan listrik karena membutuhkan debit dan tinggi jatuh air rendah serta efisiensi yang mencapai 82%. Faktor yang dapat mempengaruhi kerja turbin cross flow adalah aliran air yang mengenai turbin. Pada penelitian ini menggunakan metode pengujian simulasi aliran menggunakan software solidwork. Turbin yang digunakan adalah turbin cross flow tipe T14 dengan jari-jari luar 0,3 m. Variasi dimensi kelengkungan turbin yang digunakan adalah 0,04 m, 0,05 m, 0,06 m dan 0,07 m. Didapat bahawa kecepatan rata-rata air dari kelengkungan sudu 0,04 m ke 0,07 mengalami penurunan sebesar 5,5 %. Namun, nilai dari intensitas turbulensi rata-rata air nilainya berbanding lurus dengan nilai kelengkungan sudu turbin. Nilai intensitas turbulensi rata-rata air dari kelengkungan sudu 0,05 m ke 0,06 mengalami kenaikan sebesar 4,18 %.
ANALISA PEMECAHAN BEBAN PADA PENYULANG SUBARU GARDU INDUK KENTEN PALEMBANG UNTUK MENURUNKAN JATUH TEGANGAN Azis, Abdul; Wijayanti, Linda; Mulyadi, Melisa
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.275

Abstract

Jatuh tegangan pada jaringan tegangan menengah merupakan suatu kondisi jumlah tegangan yang disalurkan tidak sama dengan tegangan yang diterima. Jatuh tegangan juga dipengaruhi oleh arus yang mengalir dan nilai resistansi dan reaktansi penghantar. Penyulang Subaru merupakan salah satu penyulang pada Gardu Induk Kenten yang mempunyai beban besar sehingga saat beban puncak, jatuh tegangannya cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa jatuh tegangan pada Penyulang Subaru, ditinjau dari sebelum pemecahan beban dan setelah pemecahan beban pada saat beban puncak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode topologi jaringan. Hasil penelitian adalah sebelum pemecahan beban, jatuh tegangan 3 fasa pada Penyulang Subaru adalah 287,3229 V atau 1,4154%. Setelah pemecahan beban, jatuh tegangan 3 fasa pada Penyulang Subaru menjadi 109,1823 V atau 0,5300%, dan jatuh tegangan 3 fasa pada Penyulang Chevrolet menjadi 109,2697 V atau 0,5308%.
FISIBILITAS HOT GAS BY PASS INJECTION R290 KE SALURAN SUCTION UNTUK MENINGKATKAN KINERJA REFRIGERATOR Darussalam, Miftakhul Gravita; Mutaqin, Faisal Lutfi; Prasetyo, Ega Adi; Berman, Ega Taqwali
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.284

Abstract

Refrigerator adalah sebuah alat yang digunakan untuk melepaskan panas dari suatu benda atau ruangan. Sistem refrigerasi pada kulkas bekerja dengan memanfaatkan siklus pendinginan yang melibatkan komponen-komponen seperti kompresor, kondensor, ekspansi, dan evaporator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peningkatan kinerja pada refrigerator domestik yang menggunakan metode hot gas bypass injection ke saluran suction. Penelitian ini dilakukan dengan mengalirkan refrigeran dari saluran discharge ke saluran suction yang di atur menggunakan sebuah valve yang di kontrol dengan kondisi valve terbuka sebesar 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini menghasilkan peningkatan Coefficient of Performance (CoP) sebesar 4,5% dan mempermudah kerja kompresor serta daya listrik yang dibutuhkan refrigerator.
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG TARAKAN PT PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SUKARAMI Martadinata, Muhammad Rian; Azis, Abdul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.285

Abstract

Keandalan sistem tenaga listrik mengggambarkan suatu ukuran tingkat ketersediaan tenaga listrik dari sistem konsumen. Keandalan dapat dinyatakan dengan seberapa seringnya sistem tenaga listrik mengalami pemadaman, berapa lama durasi pemadaman terjadi dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sistem dari pemadaman sampai ke kondisi normal. Indeks keandalan yang biasa digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Tarakan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Sukarami. Hasil penelitian adalah Nilai SAIFI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 14 kali/tahun, belum memenuhi standar nilai SAIFI dalam SPLN 68-2 : 1986 yaitu 3,2 kali/tahun dan IEEE Std 1366™-2003 yaitu 1,45 kali/tahun. Nilai SAIDI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 32,1361 jam/tahun, belum memenuhi standar nilai SAIDI dalam SPLN 68-2 : 1986 yaitu 21 jam/tahun dan IEEE Std 1366™-2003 yaitu 2,3 jam/tahun. Nilai CAIDI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 2,2954 jam/kali, belum memenuhi standar nilai CAIDI dalam IEEE Std 1366™-2003 yaitu 1,47 jam/kali. Nilai ASAI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 99,63% sudah baik, karena kemampuan seluruh Penyulang Tarakan untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2022 di atas 99,00%. Nilai ASUI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 0,37% sudah baik, karena ketidakmampuan seluruh Penyulang Tarakan untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2022 di bawah 1,00.
EVALUASI DAN PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE PADA KAWASAN KELURAHAN DELAPAN ILIR KECAMATAN ILIR TIMUR TIGA KOTA PALEMBANG (STUDI KASUS: KAWASAN JALAN RADIAL DAN LORONG NANGKA) sahbar, robi; Sapta, Sapta; Rajela, Amelia
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan merencanakan ulang kapasitas dari saluran drainase pada Kawasan Jalan Radial dan Kawasan Lorong Nangka Kelurahan Delapan Ilir Kecamatan Ilir Timur Tiga Kota Palembang, dimana setiap tahunnya selalu terjadi banjir karena disebabkan tingginya curah hujan dengan durasi cukup lama dan tidak mampunya saluran untuk menampung air dalam jumlah banyak karena adanya sampah dan sedimentasi. Dalam perencanaan ulang ini menggunakan analisis debit banjir rancangan dengan kala ulang 5, 10, dan 20 tahun. Data curah hujan harian di diperoleh dari BMKG Stasiun Kenten Kota Palembang dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2022, sedangkan identifikasi saluran (panjang, lebar, lebar, kemiringan dan akar permasalahan terjadinya banjir) didapat dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan, survey dan interview dengan warga yang ada di kawasan tersebut. Hasil evaluasi didapatkan bahwa kapasitas tampungan existing (QKap) lebih kecil dari pada debit banjir rancangan (QRanc), yaitu : pada Kawasan Jalan Radial dengan kala ulang 5 tahun QKap : 2,540 m3/det < QRanc : 2,691 m3/det, kala ulang 10 tahun QKap : 2,540 m3/det < QRanc : 2,969 m3/det, kala ulang 20 tahun QKap : 2,540 m3/det < QRanc : 3,198 m3/det dan pada Kawasan Lorong Nangka kala ulang 5 tahun QKap : 1,315 m3/det < QRanc : 2,876 m3/det, kala ulang 10 tahun QKap : 1,315 m3/det < QRanc : 3,173m3/det, kala ulang 20 tahun QKap : 1,315 m3/det < QRanc : 3,418 m3/det, sehingga diperlukan perencanaan ulang dengan cara coba-coba, yaitu mencoba merencanakan lebar dan tinggi saluran sehingga didapatkan kapasitas tampungan yang cukup optimal. Kata Kunci: Evaluasi, Banjir, Saluran, Kapasitas Tampungan, Kala Ulang
PENGARUH PERBEDAAN LUAS PERMUKAAN LUBANG FILTRASI ALAT PENJERNIH AIR BIO-MULTIFILTER TERHADAP pH DAN TDS Nindito, Dwi Anung; Radha'ah, Fatimatur; Jaya, Allan Restu
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.288

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada kebutuhan air bersih, baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitas. Permasalahan air baku di permukiman sekitar lahan gambut yang tidak terjangkau PDAM adalah kandungan keasaman dan tingkat kekeruhan air yang tinggi akibat sedimentasi sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolah air dengan sistem sederhana yang bisa diterapkan di masyarakat perdesaan, antara lain penjernih air berjenis filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alat penjernih air berjenis filtrasi (multifilter) dengan memvariasi luas permukaan lubang filtrasi, sehingga diketahui seberapa besar pengaruhnya terhadap parameter keasaman (pH) dan Total Dissolved Solids (TDS). Metode eksperimental dilakukan menggunakan penjernih air bio-multifilter dengan memvariasi luas permukaan filtrasi yang berbeda, yaitu 25%, 50% dan 75% terhadap luas permukaan total. Dimensi penjernih air berukuran 2R/3, R dan 4R/3, dengan R adalah jari-jari ketebalan lapis filtrasi. Media filter yang digunakan adalah karang jahe, batu zeolit dan bio filter serat ijuk yang diujikan dengan kerapatan media filter yang konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penjernih air bio-multifilter yang paling optimal dalam menaikkan derajat keasaman (pH) adalah penjernih air berukuran jari-jari 4R/3 yang memiliki luas permukaan lubang filtrasi sebesar 75%, dengan kenaikan sebesar 36,28%. Penjernih air berukuran jari-jari 2R/3 yang memiliki luas permukaan lubang filtrasi sebesar 50% mampu menstabilkan nilai TDS, dengan kenaikan kadar TDS sebesar 11,11%. Luas permukaan lubang filtrasi memengaruhi kinerja alat penjernih air bio-multifilter untuk menaikkan pH dan menstabilkan TDS. Kata kunci : TDS, pH, Filtrasi, Penjernih Air
ANALISA TAHANAN PENTANAHAN GARDU DISTRIBUSI PADA PENYULANG TARAKAN PT PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SUKARAMI Maryati, Sri; Azis, Abdul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.289

Abstract

Sistem pentanahan berfungsi sebagai penghubung yang mengamankan sistem, peralatan, dan instalasi listrik dengan tanah, melindungi manusia dari sengatan listrik, serta menjaga komponen instalasi dari tegangan atau arus yang tidak normal. Sebagai bagian esensial dari sistem tenaga listrik, gardu distribusi memastikan perlindungan bagi komponen-komponen seperti lightning arrester, body transformator, netral transformator, dan body PHB-TR. Tujuan dari penelitian adalah melakukan pengukuran dan perhitungan tahanan pentanahan Gardu Distribusi PC 0074, PC 0088, dan PC 0340 pada Penyulang Tarakan PT PLN (Persero) ULP Sukarami. Sistem pentanahan gardu distribusi pada Penyulang Tarakan menggunakan elektroda tunggal yang ditanam vertikal atau tegak lurus. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0074 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 4,61 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 3,85 Ω, dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 3,73 Ω. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0088 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 3,48 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 3,54 Ω dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 4,96 Ω. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0340 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 2,95 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 4,14 Ω, dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 4,74 Ω. Dari hasil pengukuran yang didapatkan, nilai tahanan pentanahan pada Gardu Distribusi PC 0074, PC 0088 dan PC 0340 pada Penyulang Tarakan sesuai dengan standar PUIL 2011 yaitu < 5 Ω. Namun, hasil pengukuran menunjukkan nilai yang berbeda-beda pada ketiga gardu tersebut, yang disebabkan oleh faktor suhu tanah, kadar mineral, dan kondisi elektroda saat pengukuran. Terdapat perbedaan hasil pengukuran dan perhitungan tahanan pentanahan disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakakuratan dalam menentukan tahanan jenis tanah, panjang dan kedalaman elektroda, diameter elektroda, kondisi tanah saat pengukuran, kehadiran logam dalam tanah, serta metode pengukuran yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, penting mempertimbangkan semua faktor ini dan menggunakan metode pengukuran yang tepat serta melakukan pengukuran dalam kondisi tanah yang sesuai. Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dapat membantu memperoleh hasil pengukuran yang lebih konsisten dan dapat diandalkan. Kata Kunci: Tahanan, Pentanahan, Gardu Distribusi
PERHITUNGAN OTTV DAN WWR BERDASARKAN SNI 6389:2020 TERHADAP DUA BANGUNAN EKSISTING YANG BERBEDA ORIENTASI (Studi Kasus: Rumah Tinggal Type 80) sapta, sapta; Aminuddin, K.M.; Farlianti, Sari
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i2.293

Abstract

Panas matahari yang masuk ke dalam bangunan gedung melalui konduksi panas pada dinding masif dan radiasi matahari melalui bukaan/jendela dikenal dengan nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV). Nilai OTTV pada bangunan diakibatkan adanya heat conduction through walls, heat conduction through windows dan solar heat gain through windows. Selain konduksi panas dan sinar matahari langsung, orientasi bangunan juga mempengaruhi dari pada nilai OTTV, bangunan yang orientasinya kearah utara-selatan tentunya berbeda dengan bangunan yang orientasinya timur-barat kondisi ini tentunya banyak terjadi terutama di kawasan perumahan atau komplek. Pada studi kasus ini dilakukan perhitungan OTTV pada bangunan Type 80 dua lantai, di mana bangunan pertama menghadap ke arah utara dan bangunan kedua menghadap ke arah selatan, di mana kedua bangunan saling membelakangi satu sama lain. Metode yang digunakan yaitu melakukan perhitungan OTTV terhadap bangunan eksisting berdasarkan SNI 6389-2020, dan dengan menyamakan penggunaan material dan wall windows ratio (WWR). Dari hasil perhitungan didapatkan WWR sebesar 10,60% untuk kedua gedung, untuk bangunan pertama yang menghadap ke arah utara nilai OTTV sebesar 19,46 W/m2, sedangkan bangunan kedua yang menghadap ke arah selatan nilia OTTV nya sebesar 16,94 W/m2 lebih rendah dari bangunan pertama sebesar 2,52 W/m2. Dapat disimpulkan dari studi kasus ini bangunan yang menghadap arah selatan lebih rendah OTTV daripada bangunan yang menghadap kearah utara sebesar +12,95%. Orientasi bangunan, nilai OTTV dan WWR telah memenuhi batasan yang telah diberikan dalam SNI 6389:2020, yaitu bangunan sisi panjang menghadap ke sumbu timur-barat dengan kemiringan < 15%. Kata kunci: OTTV, WWR, dinding masif
PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA CAMPURAN BETON GEOPOLIMER: REVIEW KINERJA Farlianti, Sari; Hasyim, Saloma; Aminuddin, K.M.; Sapta, Sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i2.297

Abstract

Paper ini mengkaji literatur terkini dalam 5 tahun terakhir tentang penggunaan abu sekam padi (ASP) pada campuran beton geopolimer sebagai bahan tambahan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja beton dan ketahanannya terhadap lingkungan. Abu pekam padi merupakan material pozzolan alami yang kaya akan kandungan silika, di mana melalui reaksi alkali dengan silika dapat memperkuat struktur beton geopolymer. Metode yang digunakan dalam paper ini meliputi penelusuran pustaka secara komprehensif pada database ilmiah seperti ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar, dengan kata kunci "geopolymer concrete using rice husk ash". Jurnal-jurnal yang relevan dipilih berdasarkan kontribusi pada tiga aspek utama: (1) pengaruh abu sekam padi terhadap kekuatan mekanis beton geopolymer, dan (2) ketahanan terhadap paparan suhu tinggi. Dari hasil review menunjukkan bahwa abu sekam padi, yang kaya akan kandungan silika, memiliki peran penting dalam meningkatkan kekuatan tekan beton geopolymer dan ketahanannya terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Beberapa studi menemukan bahwa penambahan abu sekam padi 5% hingga 20% berat total campuran dapat meningkatkan kekuatan tekan dan mengurangi keretakan akibat suhu tinggi. Selain itu, karakterisasi abu sekam padi menunjukkan ukuran partikel mikro dan distribusi silika yang optimal untuk reaksi geopolymerisasi. Kesimpulan ini mengindikasikan potensi besar abu sekam padi dalam aplikasi beton geopolymer ramah lingkungan. Kata kunci : Geopolymer concrete, abu sekam padi, kinerja beton geopolimer.
PREDIKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH (STUDI KASUS KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR DAN SUKARAMI PALEMBANG) noviarti, delli; Fauzar, Deri Atmelandi; Riwayati, RR. Susi; Rajela, Amelia
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i2.298

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Pemenuhan kebutuhan akan air bersih adalah salah satu kewajiban pemerintah bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperediksi kebutuhan air bersih di Kecamatan Alang – Alang Lebar dan Kecamatan Sukarami. Metode penelitian ini adalah dengan memprediksi kebutuhan akan air bersih sampai dengan tahun 2035. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data jumlah penduduk dan data infrastruktur di 2 Kecamatan yang diteliti. Analisis pertambahan jumlah penduduk dilakukan dengan menggunakan mentode aritmatika. Data primer didapatkan dari hasil wawancara dengan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan wilayah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Berdasarkan data sekunder, saat ini PDAM yang melayani Kecamatan Alang –Alang Lebar dan Sukarami hanya memiliki kapasitas pelayanan 250 L/dtk. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan total kebutuhan air bersih pada tahun 2035 adalah 743,55 L/dtk. Dibandungkan dengan kapasitas produksi sekarang yang hanya mencapai 250 L/det, maka jumlah kapasitas produksi harus dinaikan sebanyak 493,55 L/dtk agar masyarakat tidak kekurangan air bersih. Untuk itu PT. Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) selaku penyedia harus menambah jumlah kapasitas produksi. Kata kunci : Penyediaan Air Bersih, Kapasitas Produksi Air, Prediksi Air Bersih