cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL PENA EDUKASI
Published by Smart Education
ISSN : 24070769     EISSN : 25494694     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pena Edukasi (JPE) adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
MODIF (Modul Digital Flipbook) Berbasis Multi Representasi untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Materi Gerak Lurus Tiaroh Tiaroh; Rudi Haryadi; Yuvita Oktarisa
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i1.2538

Abstract

Abstract: This research was motivated because many students still struggle with reading graphic or pictorial questions. In addition, the low scientific literacy, according to the PISA score, is also the background of this research. This study aimed to determine the level of feasibility, practicality and effectiveness of the digital flipbook module based on multi-representation to improve the scientific literacy skills of grade XI students in straight motion material. This R&D research uses the ADDIE model. This research was completed with a final percentage result of 80.9%, which was categorized as feasible. This research was conducted through five stages: analysis, design, and development. Implementation and evaluation. The validation of material experts obtained results of 81.8% with a very feasible category, media validation of 84.1% with a very feasible category, validation of question instruments of 78.7% with a viable category, N-Gain of 84.5% with a very effective category, and student responses of 75.6% with a practical category.Keywords: module; multi-representation; scientific literacy. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya peserta didik yang masih kesulitan saat membaca soal grafik maupun bergambar. Selain itu, rendahnya literasi sains menurut skor PISA juga menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tingkat kelayakan, kepraktisan serta keefektifan dari modul digital flipbook berbasis multi representasi untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI pada materi gerak lurus. Metode pada penelitian ini menggunakan desain R&D dengan model ADDIE. Penelitian ini telah selesai dikembangkan dengan hasil akhir persentase rata-rata sebesar 80,9% yang dikategorikan layak. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan. Implementasi, dan evaluasi. Persentase uji kelayakan diperoleh hasil sebesar 81,8% dengan kategori sangat layak, validasi media sebesar 84,1% dengan kategori sangat layak, validasi instrumen soal sebesar 78,7% dengan kategori layak, persentase keefektifan berdasarkan skor N-Gain sebesar 84,5% dengan kategori sangat efektif, dan persentase kepraktisan dari hasil respon siswa sebesar 75,6% dengan kategori praktis.Kata kunci: literasi sains; modul; multi representasi. 
Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup Menggunakan Model Inquiry Berbantu Media Digital Sri Dhini Febriani; Anisa Lutfiah Imanillah; Anisha Mutiara; Nisa Sugiharti; Moh Hafidhull Ullum; Rana Gustian Nugraha
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.2575

Abstract

Abstract: Learning Natural and Social Sciences (IPAS) on the topic of special characteristics of living things requires students’ active involvement through inquiry and direct experience. However, classroom practices are often dominated by lecture-based instruction with limited use of engaging learning media, resulting in low student achievement. This study aimed to improve IPAS learning outcomes through the implementation of an inquiry learning model supported by digital media for sixth-grade students at MI Babakan Kondang. The research employed a quantitative approach using a Classroom Action Research design conducted in two cycles. The participants were 11 students. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and questionnaires, and analyzed using descriptive statistical techniques. The results indicated that the mean pre-test score of 56.36 increased to 90.9 in Cycle I and 88.18 in Cycle II. Learning mastery improved from 0% at the initial stage to 90.91% in Cycle I and reached 100% in Cycle II. These findings demonstrate that inquiry-based learning supported by digital media is effective in improving IPAS learning outcomes and enhancing student engagement.Keywords: digital media; inquiry; learning outcomes Abstrak: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi ciri-ciri khusus makhluk hidup menuntut keterlibatan aktif siswa melalui proses penyelidikan dan pengalaman langsung. Praktik pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi metode ceramah dan minim pemanfaatan media pembelajaran yang menarik sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran inkuiri berbantu media digital pada siswa kelas VI MI Babakan Kondang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 56,36 meningkat menjadi 90,9 pada siklus I dan 88,18 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 0% pada tahap awal menjadi 90,91% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri yang didukung media digital efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS serta mendorong keterlibatan aktif siswa.Kata Kunci: media digital; inkuiri; hasil belajar 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Fitria Sawal; Frahmawati Bumulo; Ardiansyah Ardiansyah
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.2628

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajara Ekonomi Kelas XI Di SMA Negeri 2 Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini mengunakan metode pendekan kuantitatif kolerasional dengan jumlah sampel 80 orang siswa, teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kusioner, dokumentasi serta teknik analisis data pada penelitian mengunakan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajara Ekonomi Kelas XI Di SMA Negeri 2 Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Nilai koefesiensi determinasi dari analisis regresi yang diperoleh adalah 0,675. Atau sebesar 67,5%. Sedangkan sisanya 32,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. This study aims to analyze the effect of implementing the Student Facilitator and Explaining Learning Model on Student’s Learning Outcomes in Economics Subject for Grade XI at SMA Negeri 2 Dumoga, Bolaang Mongondow Regency’’. This study uses a correlational quantitative approach with a sampel size of 80 students. The data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation, while data analysis employs simple linear regression.The results indicte a positive and significant effect of implementing the Student Facilitator and Explaining Learning model on students’ learning outcomes in Economics subject for Grade XI at SMA Negeri 2 Dumoga, Bolaang Mongondow Regency. The coefficiemt of determination obtained from regression analysis is 0.675 or 67.5% while the remaining 32.5% arrected by other variables examined in this study.   
Strategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Perundungan (Bullying) Pada Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Nishfatul Lailiyah; Mukhoiyaroh Mukhoiyaroh; M. Bahri Musthofa
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.2635

Abstract

Kekerasan di kalangan anak usia sekolah, khususnya perundungan (bullying), menjadi masalah serius yang mengancam tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi perundungan (bullying), seperti membuat peraturan kelas bersama, memberikan sanksi mendidik, memberikan penghargaan positif dan pemantauan intensif. Selain itu, guru memberikan konseling, nasihat, dan mediasi antara pelaku dan korban untuk saling memaafkan. Guru juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pelajaran dan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Maka dari itu, madrasah perlu meningkatkan layanan bimbingan dan konseling dengan melibatkan konselor profesional serta memperkuat pendidikan nilai-nilai karakter untuk mencegah perundungan (bullying). Pengawasan terhadap perilaku siswa harus diperkuat, termasuk di luar kelas. Kolaborasi intens antara guru, orang tua, dan pihak sekolah juga penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa.
Peningkatan Keterampilan Membuat Kolase melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Moh. Erwin Budiana
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i1.2876

Abstract

Abstract: Developing Cultural Arts and Crafts (SBDP) skills can improve students' abilities in various aspects of art and culture, and hone creativity through learning activities. This study aims to strengthen collage-making skills through project-based learning for SD Negeri 07 Dobo fourth-grade students. The research method used is classroom action research (PTK) with a descriptive qualitative approach. The results showed that students' activities in making collages significantly increased each cycle. Implementing project-based learning improved students' skills and creativity in creating collages. Based on the study's results, it can be concluded that project-based learning can improve collage making skills in SBDP learning.Keywords: Project-based learning; collage. Abstrak: Pengembangan keterampilan Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek seni dan budaya, serta mengasah kreativitas melalui aktivitas pembelajaran. Pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membuat kolase melalui pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas IV SD Negeri 07 Dobo. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam membuat kolase menunjukkan peningkatan yang signifikan di setiap siklusnya. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek terbukti mampu meningkatkan keterampilan serta kreativitas siswa dalam membuat kolase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan membuat kolase dalam pembelajaran SBDP.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek; kolase.
Perspektif Mahasiswa PPG Prajabatan Terhadap Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Belajar Siswa Mawardi Mawardi
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.2891

Abstract

Abstract: This study aims to explore the perspectives of Pre-service Teacher Professional Education Program (PPG) students on the implementation of differentiated instruction as a strategy to meet students’ learning needs. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews and documentation. The respondents consisted of four PPG pre-service students from the 2024 cohort, representing different subject areas, selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using a qualitative thematic approach with Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction to extract essential information, data display in thematic categories, and conclusion drawing with iterative verification. The findings reveal that most students hold positive perceptions of the concept and urgency of differentiated instruction in creating an inclusive learning environment. However, the respondents also highlighted several challenges in its implementation, such as limited time, insufficient resources, and a lack of technical understanding of differentiation strategies. The study concludes that more intensive training and mentoring programs are needed for pre-service teachers to effectively implement differentiated instruction in Indonesian schools.Keywords:  differentiated learning; Pre-service Teacher Professional Education Program; student learning needs Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi sebagai strategi pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari empat orang mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2024 dari bidang studi berbeda, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis tematik kualitatif model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pemahaman yang positif terhadap konsep dan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Namun para responden juga mengungkapkan berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, serta kurangnya pemahaman mendalam terkait teknik-teknik diferensiasi. Simpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif bagi calon guru agar mereka mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif di lingkungan pendidikan Indonesia.Kata kunci: kebutuhan belajar siswa; pembelajaran berdiferensiasi; PPG Prajabatan
Critical Thinking in Biology Teacher Candidates: Hots and Influencing Factors Sendy Putra Pradana; Muhammad Khoirul Antony; Ahmad Naharuddin Ramadhan; Advend Sri Rizky Sianturi
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.2934

Abstract

This study aims to analyze the critical thinking skills of students in the Biology Education Study Program at Pattimura University in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions related to modern biotechnology. A descriptive research method was employed, utilizing a test instrument and unstructured interviews to identify factors influencing student performance. The measured critical thinking indicators include clarification, assessment, inference, and strategy. The analysis results indicate that the average student score was 72.5, categorized as "good." Students demonstrated strong abilities in clarification (78), assessment (81), and strategy (70) but encountered difficulties in inference (61). The score variation, with a standard deviation of 11.95, reflects differences in students' proficiency levels. Factors affecting these results include academic background, experience in scientific argumentation, and access to learning resources. The findings highlight the need to strengthen inference skills through discussion-based learning, case studies, and problem-based learning strategies. Enhancing critical thinking skills is expected to better prepare students for challenges in the educational field and enable them to guide learners in developing analytical thinking abilities.
Pengelolaan Kelas dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Bahasa Indonesia Idham Panji Sujiwo; Nuhyal Ulia
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.3037

Abstract

Abstract: Classroom management is an essential competency that teachers must possess to create an effective and conducive learning process. This study describes the classroom management strategies implemented by pre-service teachers of the Indonesian Language Education Program during their Field Experience Practice (PPL) at SD Negeri Muktiharjo Lor. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the pre-service teachers applied various classroom management strategies, such as physical classroom arrangement, time management, effective communication strategies, and positive discipline. These approaches successfully created an interactive and enjoyable classroom atmosphere, enhancing student engagement in the learning process. The findings conclude that classroom management skills possessed by pre-service teachers significantly contribute to the improvement of Indonesian language learning quality at the elementary school level.Keywords:  classroom management; Field Experience Practice; pre-service PPG.      Abstrak: Pengelolaan kelas merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan bidang studi Bahasa Indonesia selama melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SD Negeri Muktiharjo Lor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PPG menerapkan beberapa strategi pengelolaan kelas, seperti pengaturan fisik ruang kelas, manajemen waktu, strategi komunikasi yang efektif, serta penerapan disiplin positif. Pendekatan-pendekatan tersebut mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan sehingga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan pengelolaan kelas yang dimiliki oleh calon guru berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.Kata kunci: pengelolaan kelas; PPG prajabatan; PPL. 
Pengaruh Model Pembelajaran PjBL Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Ditinjau dari Gaya Belajar Imaniar Salwa Nabila; Dewi Azizah; Muhammad Najibufahmi
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.3232

Abstract

Abstract: This research is motivated by the tendency of vocational high school (SMK) students to experience difficulties in understanding mathematical concepts. Understanding mathematical concepts is an activity of comprehending and interpreting a concept to solve mathematical problems. The purpose of this study is to measure the mathematical concept understanding ability of SMK students using the Project-Based Learning (PjBL) model compared to the Problem-Based Learning (PBL) model, viewed from the perspective of learning styles. To achieve this, an experimental method was used with a quasi-experimental design in the form of a posttest-only control design. Data were collected using test instruments and questionnaires, and the data analysis technique used was two-way Anova. This study shows that: (1) The PjBL model results in better concept understanding ability than the PBL model in the topic of statistics; (2) There are differences in the effects of auditory, visual, and kinesthetic learning styles on concept understanding ability; (3) There is an interaction between learning models and learning styles on the mathematical concept understanding ability. It is concluded that the PjBL learning model has a significant effect on the mathematical concept understanding ability of vocational high school students when viewed from their learning styles.          Keywords: conceptual understanding; learning styles; PjBL; vocational high school students Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan dari siswa SMK mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika. Pemahaman konsep matematika merupakan aktivitas dalam memahami dan menafsirkan suatu konsep untuk menyelesaikan persoalan matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan model Problem-Based Learning (PBL) yang ditinjau dari gaya belajar. Untuk keperluan tersebut, digunakan metode eksperimen dengan design yang digunakan adalah quasi experimental design berjenis posttest only control design. Data diperoleh menggunakan intrumen tes dan angket, dan teknik analisis data yang digunakan adalah Anava dua jalur. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model PjBL menghasilkan kemampuan pemahaman konsep yang lebih baik daripada model PBL pada materi Statistika; (2) Terdapat perbedaan efek antara gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik terhadap kemampuan pemahaman konsep; (3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran PjBL terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika yang ditinjau dari gaya belajar siswa SMK.  Kata kunci: gaya belajar; pemahaman konsep; PjBL; siswa SMK
Relevansi dan Tantangan Konseling Realita dalam Layanan Bimbingan Multikultural: Tinjauan Literatur Agung Nugroho; Budi Purwoko; Bakhrudin Habsy
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i2.3367

Abstract

Abstract: Reality Counseling is one of the key approaches in guidance and counseling that emphasizes personal responsibility, conscious choice, and concrete actions to fulfill individuals’ basic psychological needs. This study aims to explore the fundamental concepts of Reality Counseling, examine its relevance in contemporary counseling practices, and identify the challenges of its implementation in multicultural contexts. The research employed a literature review method by analyzing scholarly sources, including journals, books, and conference proceedings published within the last five years. The findings indicate that Reality Counseling effectively enhances clients’ self-awareness, decision-making ability, and sense of personal responsibility. However, its application faces several obstacles, particularly cultural value differences, social norms, and clients’ readiness to accept personal accountability. Therefore, counselors are expected to develop cultural sensitivity, intercultural communication skills, and adaptive intervention strategies that align with the unique characteristics of their clients. Overall, this study affirms that Reality Counseling remains relevant in multicultural counseling services when applied contextually, flexibly, and supported by the counselor’s multicultural competence.Keywords: reality counseling, responsibility, multicultural, guidance and counselingAbstrak: Konseling Realita merupakan salah satu pendekatan penting dalam bidang bimbingan dan konseling yang berfokus pada tanggung jawab pribadi, pilihan sadar, serta tindakan nyata untuk memenuhi kebutuhan dasar psikologis individu. Kajian ini bertujuan menelusuri konsep dasar Konseling Realita, meninjau relevansinya dalam praktik konseling masa kini, serta mengidentifikasi tantangan penerapannya pada konteks masyarakat yang beragam secara budaya. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan prosiding yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu membantu konseli meningkatkan kesadaran diri, mengambil keputusan secara lebih rasional, serta mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap pilihan hidupnya. Meski demikian, praktik konseling ini tidak terlepas dari hambatan, terutama perbedaan nilai budaya, norma sosial, dan kesiapan konseli dalam menerima tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, konselor dituntut memiliki sensitivitas budaya, keterampilan komunikasi lintas budaya, serta kemampuan menyesuaikan strategi intervensi agar sesuai dengan karakteristik masing-masing konseli. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa Konseling Realita tetap relevan di tengah keberagaman budaya, asalkan diterapkan secara kontekstual, fleksibel, dan didukung oleh kompetensi multikultural yang memadai dari konselor.Kata Kunci: konseling realita, tanggung jawab, multikultural, bimbingan dan konseling