cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Pemanfaatan Instagram @stylistmode.id sebagai Media Branding UMKM Stylistmode Khumara, Ratna Dela; Loisa, Riris
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27678

Abstract

Social media management is currently a crucial aspect in marketing strategies, especially for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Along with technological developments and consumer trends, the use of social media by MSMEs can be a key driver in strengthening brand identity and increasing visibility in the market. The purpose of this study is to find out how to manage MSME Instagram social media (@stylistmode.id) in building brand image. The research method used is qualitative descriptive research with data collection methods in the form of interviews and observations. Data validity techniques with member check techniques. The results showed that Brand Temata Agency in social media management is carried out by the social media team through several stages, including: Planning, Management, Implementation and Team Performance Evaluation. Instagram brand image Stylistmode.id based on followers, namely Logo and Visual Design, Values and Mission, Quality of Products or Services, interaction with customers, visual consistency and messaging, and customer experience that can bring word of mouth. With this approach, MSMEs can effectively build a strong brand image on social media platforms, have a positive impact on customer interactions, and increase consumer trust in an increasingly wide market reach Pengelolaan media sosial saat ini menjadi aspek yang krusial dalam strategi pemasaran, khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seiring dengan perkembangan teknologi dan tren konsumen, penggunaan media sosial oleh UMKM dapat menjadi pendorong utama dalam memperkuat identitas merek dan meningkatkan visibilitas di pasar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara pengelolaan media social instagram  UMKM (@stylistmode.id) dalam membangun brand image. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data dengan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Temata Agency dalam pengelolaan social media dilakukan oleh tim social media melalui beberapa tahapan, di antaranya: Perencanaan, Pengelolaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Kinerja Tim. Brand image instagram @stylistmode.id dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti logo dan desain visual, nilai dan misi, kualitas produk atau layanan, interaksi dengan pelanggan, konsistensi visual dan pesan, serta pengalaman pelanggan yang dapat memunculkan word of mouth. Dengan pendekatan ini, UMKM dapat secara ampuh membangun citra merek yang kuat di platformmedia sosial, memberikan dampak positif pada interaksi pelanggan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam jangkauan pasar yang semakin luas
Pemanfaatan Media Sosial TikTok dalam Membangun Citra Lembaga Sensor Film (LSF) RI Kusmayani, Zakia Syahlail; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27680

Abstract

Lembaga Sensor Film RI (LSF RI) yang termasuk salah satu lembaga tertua di Indonesia memiliki tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilah dan memilih tontonan karena tidak semua tayangan membawa dampak yang positif untuk ditonton. Peran LSF RI disini untuk mendampingi dan memberikan himbauan kepada masyarakat melalui media sosial Tiktok dengan bantuan cyber PR LSF RI. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam secara tatap muka dan secara daring, serta menggunakan observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Serta menggunakan beberapa teori dalam penelitian ini, yaitu teori komunikasi publik, cyber public relations, strategi Public Relations, citra, media sosial, dan Tiktok. Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara dari suatu lembaga yang ingin memberikan informasi dan juga edukasinya terkait peran serta tujuan mereka kepada masyarakat, dengan strategi mereka atas program yang dimilikinya. Hasil temuan dari penelitian ini, yaitu LSF RI melakukan strategi pendekatan kepada masyarakat oleh tim cyber PR dalam mengedukasi dan memberikan informasinya kepada masyarakat dengan konten-konten menarik dan informatif yang mereka unggah di platform Tiktok, serta mengembangkan program mereka dalam mengingatkan masyarakat untuk melakukan budaya sensor mandiri dalam menonton suatu konten atau tayangan guna melindungi diri sendiri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dibawa oleh suatu tayangan. Dalam hal tersebut LSF RI selalu menyematkan ajakan budaya sensor mandiri ini didalam setiap konten-kontennya terutama saat dengan public figure. Indonesia has a goal to remind people of the importance of sorting and choosing the spectacle because not all shows bring a positive impact to watch. The role of LSF RI is here to assist and give an appeal to the community through Tiktok social media with the help of LSF RI's cyber PR. In this study using descriptive qualitative approach by using in-depth face-to-face and online interviews, as well as using observation, documentation and literature studies. As well as using several theories in this study, namely the theory of public communication, cyber public relations, public Relations strategy, image, social media, and Tiktok. This study describes how an institution that wants to provide information and education related to their role and goals to the community, with their strategy for the program. The findings of this study, namely LSF RI carried out an approach strategy to the community by the cyber PR team in educating and providing information to the public with interesting and informative content that they upload on the Tiktok platform, and developing their program in reminding the public to carry out a culture of self-censorship in watching content or shows in order to protect themselves and their families from the negative influence brought by a show. In this case, LSF RI always embeds this independent censorship culture invitation in every content, especially when with public figures.
Pola Komunikasi RUBI Community dalam Membangun Konektivitas antara Brand dan Konsumen Qothrunnada, Rana; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27686

Abstract

The discussion regarding brand communities is an interesting research subject to research. Basically, a community consists of certain brands in common, users gather to form a group as a place to share stories and help solve problems about the products they use. Every activity where they share stories about the brands they use will shape the way of interaction and communication between group members. The aim of this research is to identify communication patterns for the Avoskin beauty brand in increasing brand engagement through the RUBI community. This research uses groupthink theory which was born from the thoughts of Irvin L. Janis. Based on the results obtained in this research, there is a wheel communication pattern implemented by the community. The wheel communication pattern can be an effective strategy for creating community engagement with a brand. Placing the brand in a central position to interact and build strong relationships with community members. Pembahasan mengenai komunitas merek adalah subjek penelitian yang menarik untuk diteliti. Pada dasarnya, komunitas terdiri dari kesamaan merek tertentu, para penggunanya berkumpul membentuk suatu kelompok sebagai tempat untuk berbagi cerita dan membantu menyelesaikan masalah tentang produk yang mereka gunakan. Setiap aktivitas di mana mereka berbagi cerita tentang merek yang mereka gunakan akan membentuk cara interaksi dan komunikasi antar anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola komunikasi beauty brand Avoskin dalam meningkatkan brand engagement melalui komunitas RUBI. Penelitian ini menggunakan teori groupthink yang terlahir dari pemikiran Irvin L. Janis. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat pola komunikasi roda (wheel) yang diterapkan oleh komunitas. Pola komunikasi roda dapat menjadi strategi yang efektif untuk menciptakan keterlibatan komunitas dengan merek. Menempatkan merek berada di posisi sentral untuk berinteraksi dan membangun hubungan yang kuat dengan anggota komunitas.
Pemanfaatan TikTok Sebagai Sarana Strategi Komunikasi Branding Universitas Tarumanagara Pasanea, Debora Natalia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27689

Abstract

The increasing number of universities in Indonesia has led to higher competition between universities to attract the attention of prospective students. Therefore, it is important for a university to maintain its reputation by implementing personal branding. This research discusses on the personal branding strategy of a private university through social media. This research studied on Untar's personal branding strategy through @untarjakarta TikTok account. The methodology used in this research is qualitative methodology with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The theories used are public communication theory, personal branding concept, and employer branding. After conducting the research process, it can be concluded that Untar Public Relations utilizes TikTok @untarjakarta social media to build an impression or branding to the public. This strategy is done by using six personal branding concepts, namely specialization, personality, difference, appearance, unity, and constancy. In order to build an honest and credible reputation to the public, Untar Public Relations uses real and active students as talents on @untarjakarta TikTok account. Peningkatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia, menyebabkan semakin tingginya persaingan antara perguruan tinggi untuk menarik perhatian calon mahasiswa. Sehingga penting bagi sebuah perguruan tinggi untuk mempertahankan reputasi dengan melakukan personal branding. Penelitian ini membahas bagaimana strategi personal branding perguruan tinggi swasta melalui media sosial. Peneliti mengambil studi pada strategi personal branding Untar melalui TikTok @untarjakarta. Metodologi yang digunakan peneliti adalah metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan adalah teori komunikasi publik, konsep personal branding, dan employer branding. Setelah melakukan proses penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa Humas Untar memanfaatkan media sosial TikTok @untarjakarta guna membangun kesan atau branding di mata publik. Strategi ini dilakukan Humas Untar dengan menggunakan enam konsep personal branding, yaitu spesialisasi, kepribadian, perbedaan, kenampakan, kesatuan, dan keteguhan. Guna membangun reputasi yang jujur dan kredibel terhadap publik, Humas Untar menggunakan mahasiswa asli dan aktif sebagai talent dalam TikTok @untarjakarta.
Strategi Komunikasi Pemanfaatan Key Opinion Leader dalam Meningkatkan Brand Awareness di Media Sosial Dharmawan, Michelle Ruth; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27691

Abstract

Brand Miss Daisy as a newcomer in the self-care and health industry in Indonesia consistently uses marketing communication strategies through opinion leaders on social media Instagram and TikTok. The purpose of this research is to find out and analyze whether the marketing communication strategy using Key Opinion Leader since the beginning of 2022 until now has succeeded in attracting consumer buying interest. Also to find out what challenges Miss Daisy faced from the beginning of planning to implementation. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The theories used are marketing communication theory, social media marketing theory, key opinion leader theory and brand awareness theory. The data collection technique was obtained through in-depth interviews with resource persons, both internal Miss Daisy and external resource persons. The data obtained from the research was analyzed using data analysis techniques and source triangulation. The research shows that marketing strategies using Key Opinion Leaders are closely related to content; it is this KOL content that will play a role in increasing consumer awareness of the brand and attracting their buying interest. Brand Miss Daisy sebagai pendatang baru dalam industri perawatan diri dan kesehatan di Indonesia secara konsisten menggunakan strategi komunikasi pemasaran melalui pemimpin opini di media sosial Instagram dan TikTok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apakah strategi komunikasi pemasaran menggunakan Key Opinion Leader sejak awal tahun 2022 hingga sekarang berhasil menarik minat beli konsumen. Juga untuk mengetahui tantangan apa yang dihadapi Miss Daisy sedari awal perencanaan hingga implementasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi pemasaran, teori pemasaran media sosial, teori key opinion leader dan teori brand awareness. Untuk teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para narasumber, baik internal Miss Daisy sampai narasumber eksternal. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data dan triangulasi sumber. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran menggunakan Key Opinion Leader erat kaitannya dengan konten; konten KOL inilah yang akan berperan dalam meningkatkan kesadaran konsumen tentang merek dan menarik minat beli mereka.
Membangun Personal Branding di Linkedin: Perspektif Generasi Z dalam Pencarian Kerja Rahmawati, Fanneza; Wijaya, Lina Sinatra
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.31791

Abstract

Generation Z is a generation that grows up with technology. Along with the rapid development of technology, everything has been modernized, as well as in the career world that currently has taken advantage of LinkedIn. Generation z must be able to compete in using LinkedIn by showing strong personal branding. This is because the fierce competition for jobs makes every individual must be able to compete to get a job they want. Thus, before entering the world of career, the thing that must be done by generation z is to prepare as best as possible. The same thing was also done by students of Satya Wacana Christian University (UKSW) who are classified as generation z. Students take advantage of linkedin social media to prepare for their careers. This research aims to find out personal branding on Linkedin social media in the view of generation Z to find a job. This study uses a descriptive qualitative method to obtain data through interviews with 10 resource persons from various faculties and departments at UKSW. The results of the study show that UKSW final semester students have understood that content creation on linkedin must be in accordance with the personal branding criteria, namely Authenticity, Integrity, Consistency, Specialization, Authority, Distinctiveness, Relevant, Visibility, Persistence, Goodwill and Performance. With this strategy, it can increase the opportunity to get a job during existing competition. Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh bersama dengan teknologi. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi menjadikan semua hal mengalami modernisasi, begitu pula dalam dunia karir yang saat ini telah memanfaatkan linkedin. Generasi z harus mampu bersaing dalam menggunakan linkedin dengan memperlihatkan personal branding yang kuat. Hal ini dikarenakan ketatnya persaingan kerja menjadikan setiap individu harus mampu bersaing untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang diinginkan. Dengan demikian sebelum terjun ke dunia karir, hal yang harus di lakukan oleh generasi z yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Hal serupa juga turut dilakukan oleh mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang tergolong kedalam generasi z. Mahasiswa memanfaatkan media social linkedin untuk mempersiapkan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal branding pada media social Linkedin dalam pandangan generasi Z untuk mencari pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh data melalui wawancara terhadap 10 narasumber yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan di UKSW. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya mahasiswa semester akhir UKSW telah  memahami bahwa dalam pembuatan konten di linkedin harus sesuai dengan kriteria personal branding yaitu Authenticity, Integrity, Consistency, Specialization, Authority, Distinctiveness, Relevant, Visibility, Persistence, Goodwill dan Performance. Dengan adanya strategi tersebut, dapat memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan yang ada.
Analisis Manajemen Krisis Humas Perumda Air Minum Kota Surakarta dalam Polemik Pengelolaan Mata Air Cokro Dewi, Gracelia Audriana; Vanel, Zon
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.31890

Abstract

Human existence is inseparable from its dependence on water. As an essential element of life, water has gradually evolved into an economic asset with significant social and political impacts. Disparities in natural resource management often lead to conflicts due to differences in interpretation and distribution policies. This is evident in the conflict between Perumda Air Minum Kota Surakarta and Klaten Regency over the management of the Cokro spring. This study aims to identify and describe the crisis management efforts by the Public Relations department of Regional Drinking Water Company of Surakarta City in this conflict, focusing on the supporting and hindering factors. The research employs an exploratory and descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The findings reveal that negotiation was the primary method used to address the crisis. The process involved four stages: preparation, sharing, bargaining, and closure. Regional Drinking Water Company of Surakarta City adopted a collaborative negotiation strategy, offering a Corporate Social Responsibility program to benefit the Cokro village community. Despite undergoing various conflict resolution stages such as negotiation, conciliation, mediation, and arbitration, the conflict remains unresolved due to challenges like administrative differences, policy discrepancies, and conflicting interests. Eksistensi manusia tidak dapat terpisah dari ketergantungan terhadap air. Sebagai salah satu elemen esensial kehidupan, air secara bertahap telah berkembang menjadi aset ekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap aspek sosial serta politik. Kesenjangan pengelolaan sumber daya alam sering kali memicu konflik akibat perbedaan interpretasi dan kebijakan distribusi. Hal tersebut terlihat pada konflik yang terjadi pada Perumda Air Minum Kota Surakarta dengan Kabupaten Klaten mengenai pengelolaan mata air Cokro. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan manajemen krisis yang dilakukan Humas Perumda Air Minum Kota Surakarta dalam konflik pengelolaan mata air Cokro, termasuk faktor pendukung dan penghambat pada proses tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif eksploratif dan deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian memaparkan bahwa dalam penyelesaian krisis dipergunakan negosiasi. Proses negosiasi yang dilakukan menerapkan 4 tahapan yaitu, tahap persiapan, berbagi, tawar menawar dan penutup. Dalam proses negosiasi, Perumda Air Minum Kota Surakarta mengadopsi strategi negosiasi collaborative, dengan memberikan program Corporate Social Responsibility sebagai bentuk alternative dan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Cokro. Setelah melalui berbagai tahapan resolusi konflik, seperti negosiasi, konsiliasi, mediasi, dan arbitrase, resolusi konflik ini belum mencapai final karena tantangan seperti perbedaan administratif, kebijakan, dan kepentingan kontradiktif.
Cover Vol. 8 No. 2 Irena, Lydia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.32113

Abstract

Cover Vol. 8 No. 2
Back Matters Vol. 8 No. 2 Irena, Lydia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.32114

Abstract

Back Matters Vol. 8 No. 2
Front Matters Vol 8 No 2 Irena, Lydia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.32181

Abstract

Front Matters Vol 8 No 2