cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Menilik Arti Kebebasan Manusia (Semiotika Iklan IM3 Ooredoo Versi Kebebasan Itu Bernama #FreedomInternet) Gabriella, Gabriella; Sukendro, Gregorius Genep
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27637

Abstract

Advertising which is a form of communication between companies and their people today has used a strategy to be easily understood by the audience, namely by inserting messages that are close to society such as the theme of human freedom. Although human freedom has been attached, its existence is still being fought for by human. One of the advertisements with the theme of human freedom that aired on Youtube was an ad from IM3 Ooredoo entitled Kebebasan Itu Bernama #FreedomInternet. The purpose of this research is to find out the meaning of human freedom in IM3 Ooredoo's advertisement namely Kebebasan Itu Bernama #FreedomInternet. This research uses theories and concepts of advertising, new media, social reality, existentialism, types of human freedom, and semiotics. The method used is a qualitative approach with a critical paradigm and the semiotic analysis method of Charles Sanders Peirce. Data collection is carried out by observation, documentation, and literature study. The result of this study is that human freedom is not absolute because there are still things that limit it, and there are also scenes that include physical, psychological, and moral freedom in the advertisement. Iklan yang merupakan bentuk komunikasi antara perusahaan dengan masyarakatnya di zaman sekarang telah menggunakan strategi agar mudah dimengerti khalayak, yaitu dengan menyisipkan pesan yang dekat dengan masyarakat seperti tema kebebasan manusia. Meskipun kebebasan manusia sejatinya telah melekat, keberadaannya masih terus diperjuangkan manusia. Salah satu iklan dengan tema kebebasan manusia yang ditayangkan di Youtube adalah iklan dari IM3 Ooredoo berjudul Kebebasan Itu Bernama #FreedomInternet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna kebebasan manusia dalam iklan IM3 Ooredoo versi Kebebasan Itu Bernama #FreedomInternet. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep periklanan, media baru, realitas sosial, eksistensialisme, jenis kebebasan manusia, dan semiotika. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis dan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah kebebasan manusia tidak bersifat absolut karena masih ada hal yang membatasinya, serta terdapat juga adegan yang meliputi kebebasan fisik, psikologis, dan moral dalam iklan tersebut.
Analisis Peran Humas dalam Meningkatkan Citra Perusahaan di Media Sosial Instagram Yosef, Juan; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27639

Abstract

Image is one of the most important things that a company needs to build and maintain. For parties outside the company, the image is built with the aim that the company can be received positively by society. On the other hand, companies also need to build a good image of their company. Building a company image is the main task of Public Relations. In today's era of globalization, technology and information are becoming increasingly sophisticated, and there is no doubt that humans, the internet and social media coexist. The reason is, people themselves can easily get what they want through social media, especially Instagram. On this occasion, large companies such as Telkom Indonesia also took advantage of these technological advances by using the Instagram account @telkomindonesia to improve the company's image. This research aims to determine the role of Telkom Indonesia's public relations in improving its good image through social media managed on Instagram. This research approach is qualitative with a case study methodology and uses data collection techniques through observation, interviews, documentation and also literature reviews. This research shows that Telkom Indonesia has utilized and used technological developments properly to build a positive image through their Instagram social media account. Citra merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dibangun dan juga dipelihara oleh suatu perusahaan. Bagi pihak luar perusahaan, citra dibangun dengan tujuan agar perusahaan tersebut dapat diterima secara positif oleh masyarakat. Di sisi lain, perusahaan juga perlu membangun suatu citra yang baik pada perusahaannya. Membangun citra perusahaan merupakan tugas utama Humas. Di era globalisasi sekarang ini, teknologi dan informasi menjadi semakin canggih, dan tidak ada keraguan bahwa manusia, internet, dan media sosial hidup berdampingan. Pasalnya, masyarakat sendiri bisa dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya melalui media sosial, khususnya Instagram. Pada kesempatan ini, perusahaan besar seperti Telkom Indonesia juga memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan menggunakan akun Instagram @telkomindonesia untuk meningkatkan citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas Telkom Indonesia dalam meningkatkan citra yang baik melalui media sosial yang dikelola di Instagram. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan metodologi studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan juga tinjauan pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa Telkom Indonesia telah memanfaatkan dan menggunakan perkembangan teknologi dengan semestinya untuk membangun citra positif melalui akun media sosial Instagram yang mereka miliki.
Pengaruh Brand Trust dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Produk Kecantikan Harifin, Michelle Gracella; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27641

Abstract

The cosmetics industry in Indonesia is growing rapidly, but behind this success, the local beauty industry also faces a number of challenges that should not be ignored. A clear example of this challenge can be seen in the case of the quality of one of Looke Cosmetics' products, which received negative attention from consumers on social media. The purpose of this study is to understand and determine the extent to which brand trust and brand awareness influence the purchase decision of the Looke Cosmetics brand. A quantitative approach was used in this study with data collection techniques using a questionnaire with 100 respondents. The data was analyzed using multiple linear analysis methods, coefficient of determination, t-test and f-test. The results of regression analysis show that both have a positive contribution to purchase decisions, where brand awareness has a greater impact than brand trust, expressed in the regression model Y = 8.286 + 0.189X1 + 0.401X2. The results also showed that brand trust and brand awareness together have an influence of 45.9% on the purchase decision of Looke Cosmetics products, while the remaining 54.1% comes from other components. This confirms that both variables have a significant impact on purchase decisions. Industri kosmetik di Indonesia sedang berkembang pesat, namun dibalik kesuksesan tersebut, industri kecantikan lokal juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak boleh diabaikan. Contoh nyata dari tantangan ini dapat ditemukan dalam kasus kualitas salah satu produk Looke Cosmetics yang mendapat sorotan negatif dari para konsumen di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui sejauh mana brand trust dan brand awareness mempengaruhi keputusan pembelian brand Looke Cosmetics. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan responden sebanyak 100. Analisis data menggunakan metode analisis linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji f. Hasil dari analisis regresi menunjukkan bahwa keduanya memberikan kontribusi positif terhadap keputusan pembelian, dimana brand awareness memiliki dampak yang lebih besar daripada brand trust, dinyatakan dalam model regresi Y =  8,286 + 0,189X1 + 0,401X2. Hasil penelitian juga menemukan bahwa brand trust dan brand awareness bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 45,9% terhadap keputusan pembelian produk Looke Cosmetics, sedangkan 54,1% sisanya dari komponen lainnya. Hal ini menegaskan bahwa kedua variabel memiliki dampak yang substansial terhadap keputusan pembelian.
Mengembangkan Konten Menarik Sebagai Strategi Branding @Folkative Viriyaputra, Kevin; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27651

Abstract

In the era of social media, it is very easy for us to share various things via Kit's social media accounts, which is also what Folkative's social media accounts do. When discussing social media in this research, researchers want to focus on Instagram, which is one of the most common or widely used social media. Folkative is an online media platform that operates in the field of using the social network Instagram as a medium for transmitting information. New media, which includes the emergence of computer, digital or network technology and communication at the beginning of the 21st century, is called new media or new media. Technology almost always described as new media, especially digital, which often has the characteristics of being tractable, compact, networked, impartial, and interactive. The Folkative Instagram account is intended as an Instagram account to provide information specifically to the younger generation z. This research aims to analyze Folkative's social media using Analisa.io software. The approach used is a qualitative approach using social media content analysis as a data collection method. The research object is branding and the research subject is Folkative's Instagram account. The research results show that Folkative's branding strategy as an information medium can present interesting content, because the language is easy to understand and the information conveyed by Folkative is very concise and clear which is attractive to generation z. Di era media sosial sangat mudah untuk kita berbagi berbagai hal lewat akun media sosial kit itu juga yang di lakukan akun media sosial Folkative. Ketika membahas media sosial dalam penelitian ini, peneliti ingin fokus pada.Instagram adalah salah satu platform media sosial yang paling digandrungi generasi saat ini. Folkative merupakan platform media online  yang bergerak di bidang penggunaan jejaring sosial Instagram sebagai media transmisi informasi.Media baru, yang mencakup munculnya teknologi dan komunikasi komputer, digital atau jaringan pada awal abad ke-21, disebut dengan istilah yaitu new media atau media baru.Teknologi hampir selalu digambarkan sebagai media baru, khususnya digital, yang seringkali memiliki ciri khas penurut, padat, berjejaring, tidak memihak, dan interaktif. Akun Instagram Folkative dimaksudkan sebagai akun Instagram untuk memberikan informasi secara khusus kepada  generasi muda z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa media sosial Folkative menggunakan software Analisa.io, Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengunakan analisis isi media sosial sebagai metode pengambilan data. Objek penelitan adalah branding dan subjek penelitian nya adalah akun Instagram Folkative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding Folkative sebagai media informasi dapat menyajikan konten-konten yang menarik, karena bahasa yang mudah di mengerti dan juga penyampaian informasi yang disampaikan oleh Folkative singat padat dan jelas yang menarik untuk generasi z.
Analisis Persepsi Konsumen dan Citra Merek Belanja Online di Floralclothing Priscilla, Cherise; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27652

Abstract

Floralclothing is an online shop that was founded in 2019 and operates in the world of fashion. This research aims to determine consumer perceptions of product quality, style and values ​​that have been associated with Floralclothing in the context of online shopping. This research was conducted using a qualitative research approach. The theory used in this research is the S-O-R Theory (Stimulus, Organism, Response). The results of this research show that the use of e-commerce platforms is accompanied by responses, assessments or reviews, both positive and negative, from consumers as product buyers which will then stimulate other consumers' decisions. If the communicant or consumer can understand the stimulus or message, then accept and respond to it, then there is an intention in making a decision to purchase Floralclothing products so that this will indirectly make the consumer's perception positive and the Floralclothing brand image will increase. Communication in marketing is carried out by Floralclothing to establish a harmonious relationship with consumers so that Floralclothing 's brand image also increases and consumer perceptions become positive. Communication is very important to be applied by companies or online businesses because of positive communication to customers, consumer perceptions and improving brand image and customer loyalty. Floralclothing merupakan sebuah online shop yang berdiri sejak tahun 2019 dan bergerak di dunia fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas produk, gaya, dan nilai-nilai yang telah diasosiasikan Floralclothing dalam konteks belanja online. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teori yg digunakan dalam penelitian ini adalah Teori S-O-R (Stimulus, Organism, Response). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan platform e-commerce berdampingan dengan adanya tanggapan, penilaian atau review baik itu positif maupun negatif dari konsumen selaku pembeli produk yang kemudian akan menstimuli keputusan konsumen lainnya. Apabila komunikan atau konsumen dapat memahami stimulus atau pesan tersebut, kemudian menerima dan meresponnya, maka ada niat dalam mengambil keputusan pembelian produk Floralclothing sehingga secara tidak langsung akan membuat persepsi konsumen menjadi positif serta citra merek Floralclothing meningkat. Komunikasi begitu penting diterapkan oleh perusahaan atau pelaku bisnis online karena adanya komunikasi positif kepada kosnumen, persepsi konsumen dan meningkatkan citra merek (brand image) serta loyalitas pelanggan.
Optimalisasi Brand Exposure Kopi Lokal melalui Micro Influencer: Studi Kasus Kopimin Carolina, Christine Vonny; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27655

Abstract

Coffee is one of Indonesia's plantation products that is in demand by local and foreign people. This is a fairly big business opportunity for people who want to operate in the copy sector, one of which is Kopimin. In its development as a local coffee, Kopimin needs more effort to show the existence of its brand to the public. In this case, Kopimin uses micro influencers to develop brand exposure for Kopimin local coffee. The aim of this research is to find out and explain the use of micro influencers carried out by Kopimin in developing brand exposure for local coffee. In this research, the author used a qualitative approach. This research uses several supporting concepts, namely brand exposure, micro influencers, and social media. The primary data in writing this thesis are observations and in-depth interviews with micro influencers who collaborate with Kopimin and the owners of Kopimin. Secondary data in this research includes documentation and internet sources related to research. The results of this research are that local micro influencers have an advantage in building public trust because they are considered to have original information about local products. Although the collaboration showed a significant increase in engagement on social media. The micro influencers used by Kopimin do not have long-term effects. Therefore, internal efforts are still needed to provide long-term effects, including maintaining product quality and continuing to carry out independent promotional strategies. Kopi adalah salah satu produk perkebunan Indonesia yang diminati masyarakat lokal maupun mancanegara. Hal ini menjadi peluang bisnis yang cukup besar bagi masyarakat yang ingin bergerak di bidang kopian, salah satunya adalah Kopimin. Dalam perkembangannya sebagai kopi lokal, Kopimin membutuhkan usaha lebih untuk menunjukkan keberadaan mereknya kepada masyarakat. dalam hal ini Kopimin menggunakan micro influencer dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal Kopimin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemanfaatan micro influencer yang dilakukan oleh Kopimin dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep penunjang yaitu brand exposure, micro influencer, dan media sosial. Data primer dalam penulisan skripsi ini yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan micro influencer yang bekerjasama dengan Kopimin dan pemilik Kopimin. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi dokumentasi dan sumber internet terkait penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan micro influencer lokal memiliki keunggulan dalam membangun kepercayaan masyarakat karena dianggap memiliki informasi orisinil mengenai produk lokal. Meskipun kolaborasinya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam engagement di media sosial. Micro influencer yang digunakan oleh Kopimin tidak memiliki efek jangka panjang. Maka dari itu tetap diperlukan upaya internal untuk memberi efek jangka, termasuk menjaga kualitas produk dan tetap melakukan strategi promosi mandiri.
Cyber Public Relations, Corporate Social Responsibility, dan Citra Produk Pakaian Erigo Heryanto, Rio; Erdiansyah, Rezi
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27657

Abstract

Erigo is one of the Indonesian products that sells a wide range of products in the clothing industry sector. A Public Relations practitioner who uses the internet in carrying out his duties is called Cyber Public Relations. The task of a Public Relations is not only to establish good relationships with business partners, but as a good Public Relations is able to design social programs called Corporate Social Responsibility to get a good image in the community. The purpose of this study was to determine the effect of Cyber Public Relations, Corporate Social Responsibility and Erigo product image. This research was conducted using quantitative and data collection methods using surveys to collect data by distributing questionnaires via google form. The population in the study were individuals who had bought or used Erigo products and were at least 17 years old. The sampling technique used purposive sampling by identifying specific identities for research purposes, the sample used amounted to 112. Based on the results of the study, it shows that Cyber Public Relations has no effect on image, Corporate Social Responsibility affects image, Cyber Public Relations, Corporate Social Responsibility have an influence on Erigo's image by 25.9%. Erigo merupakan salah satu produk Indonesia yang menjual berbagai macam produk pada sektor industri pakaian. Seorang praktisi Public Relations yang menggunakan internet dalam menjalankan tugasnya disebut dengan Cyber Public Relations. Tugas dari seorang Public Relations tidak hanya menjalin hubungan yang baik dengan rekan bisnis, tetapi sebagai Public Relations yang baik mampu merancang program sosial yang disebut dengan penerapan tanggung jawab sosial perusahaan bertujuan untuk memperoleh reputasi yang positif di kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Cyber Public Relations, Corporate Social Responsibility dan citra produk Erigo. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan data menggunakan survei untuk menghimpun informasi, dilakukan dengan mendistribusikan survei menggunakan formulir google. Populasi pada penelitian ini adalah individu yang pernah membeli atau menggunakan produk Erigo dan minimal usia 17 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan mengidentifikasi identitas – identitas khusus untuk tujuan penelitian, sampel yang digunakan berjumlah 112. Data peneliti yang diperoleh diuji dengan aplikasi IBM SPSS versi 29. Berdasarkan hasil menunjukkan Cyber Public Relations tidak memiliki pengaruh pada citra, Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap citra, Cyber Public Relations, Corporate Social Responsibility mempunyai pengaruh pada citra Erigo sebesar 25,9%.
Analisis Personal Branding dalam Meningkatkan Brand Awareness di TikTok Kusuma, Vinessa Irene; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27658

Abstract

In the era of digitalization, the internet, and social media are not only used for communication but have a big impact in various fields. One of the social media platforms that is currently developing very rapidly is TikTok where users can enjoy and make short videos. Every content creator on social media who wants to create content must have personal branding so that it can adapt to other people's perceptions and build trust with the audience. The purpose of this research is to find out how Erika Richardo's personal branding on Tiktok attracts Brand Awareness By.Painters. The theoretical concepts used are the eight forms of personal branding according to Peter Montoya, namely, specialization, leadership, personality, difference, visibility, unity, steadfastness, and good name. Qualitative research methods were used in this research. Data collection was carried out using observation and interview techniques with 5 research respondents. The research results obtained were that to become a content creator you need to understand the concept of personal branding. From the 8 concepts explained by Peter Montoya, it was found that Erika applied 7 concepts in creating her content. Di era digitalisasi, internet dan media sosial tidak hanya digunakan untuk sebatas berkomunikasi melainkan memiliki dampak besar di berbagai bidang.Salah satu platform media sosial yang saat ini berkembang begitu pesat adalah TikTok dimana penggunanya dapat menikmati dan membuat video singkat. Setiap konten kreator di media sosial yang ingin membuat sebuah konten harus memiliki personal branding agar dapat menyesuaikan persepsi orang lain dan membangun kepercayaan kepada khalayak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Personal Branding Erika Richardo di Tiktok dalam menarik Brand Awareness by.painters. Konsep teori yang digunakan yaitu delapan pembentuk personal branding menurut Peter Montoya yaitu, spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan 5 responden penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu menjadi seorang konten kreator perlu memahami adanya konsep personal branding dari 8 konsep yang dipaparkan oleh Peter Montoya ditemukan bahwa Erika menerapkan 7 konsep personal branding di dalam pembuatan kontennya.
Strategi Kampanye PR Muscle First dalam Mengembangkan Brand Awareness Melalui KOL Putri, Edsa Estella Amrikasari; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27670

Abstract

In the current digital era, Public Relations faces the demand to adapt its approach to engage with the public effectively. Utilizing Key Opinion Leaders (KOL) to reach audiences via social media isn't novel in this era. PT Unggulan Bugar Indonesia - Muscle First recognizes the significance of effective strategies to maintain a competitive edge in the market. This study aims to understand how the Public Relations campaign strategy through Muscle First's Key Opinion Leader (KOL) from 2021 to 2023 contributes to developing brand awareness. The research incorporates Public Communication theories like Marketing Public Relations and Public Relations Campaign Strategy. Employing a qualitative approach through a case study method, data collection involves in-depth interviews, observations, document review, and literature review. The research findings outline Muscle First's Public Relations campaign strategy, involving stages such as research, planning, execution, and evaluation following The Nine Steps of Strategic Public Relations. Muscle First utilizes KOLs as a medium to disseminate monthly campaign messages, forming the Muscle First Team. This team, comprised of ordinary individuals, influences the general audience and fosters closeness with consumers. Memasuki era digital, peran Public Relations dituntut untuk beradaptasi dalam usahanya melakukan pendekatan dengan publik. Menggunakan Key Opinion Leader (KOL) dalam menjangkau audiens bagi suatu brand di media sosial bukanlah hal yang baru di era digital ini. PT Unggulan Bugar Indonesia - Muscle First, menyadari pentingnya strategi yang efektif dalam mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi kampanye Public Relations melalui Key Opinion Leader (KOL) Muscle First periode 2021 – 2023 dalam mengembangkan brand awareness. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Publik dengan konsep Marketing Public Relations dan Strategi Kampanye Public Relations. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa strategi kampanye Public Relations yang dilaksanakan oleh Muscle First dalam meningkatkan brand awareness meliputi beberapa tahapan yaitu riset, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi seperti yang dipaparkan pada The Nine Steps of Strategic Public Relations. Dalam risetnya, Muscle First menggunakan media online seperti Hootsuite dan Populix. Muscle First memanfaatkan KOL dengan menjadi medium penyebaran pesan kampanye yang dilaksanakan Muscle First tiap bulannya. KOL yang digunakan oleh Muscle First dalam kampanye yang dijalankannya dibentuk menjadi sebuah tim yaitu Muscle First Team. Tim tersebut terdiri dari orang biasa yang dapat memberikan influence kepada khalayak umum dan memberikan rasa kedekatan kepada konsumen.
Influencer dalam Meningkatkan Brand Awareness pada Media Sosial Vadiyanur, Alda; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27673

Abstract

Instagram is a social media platform that can function for uploading photos and videos. The enthusiasm of Instagram users has created a concept known as influencers. An influencer has a persona that they intentionally present to the public, creating their own personal narrative, and enabling interaction between other users and the influencer in cyberspace. Brand awareness is an important thing needed by a brand to expand consumer reach and ultimately encourage purchases. Quantitative survey method is the method of this research. The distribution of questionnaires was carried out using a respondent determination technique, namely simple random sampling from 100 respondents. The aim of this research is to find out whether influencer Tasya Farasya can influence brand awareness of Bene Fiber products on Instagram @beneofficialid. Techniques for analyzing data include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression tests, and hypothesis testing. Based on the results obtained in the research, it was found that the influencer Tasya Farasya and the brand awareness of the Instagram account @beneofficialid did not have a significant influence. Instagram merupakan platform media sosial yang dapat berfungsi untuk mengunggah foto juga video. Antusiasme pengguna Instagram telah menciptakan konsep yang dikenal sebagai influencer. Seorang influencer memiliki persona yang mereka tampilkan secara sengaja kepada publik, menciptakan narasi pribadi mereka sendiri, dan memungkinkan interaksi antara pengguna lain dan influencer di dunia maya. Kesadaran merek atau brand awareness adalah hal penting yang dibutuhkan oleh suatu merek untuk memperluas jangkauan konsumen dan akhirnya mendorong pembelian. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei merupakan metode penelitian ini. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan teknik penentuan responden yaitu simple random sampling dari 100 responden. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah influencer Tasya Farasya dapat memengaruhi brand awarenessproduk Bene Fiber di Instagram @beneofficialid. Teknik dalam menganalisis data yaitu meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian, ditemukan bahwa influencer Tasya Farasya dan kesadaran merek akun Instagram @beneofficialid tidak memiliki pengaruh yang signifikan.