cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Analisis Keberhasilan Implementasi SIMRS UOBK RSUD Besuki Dengan Model Human Organization Technology (Hot)-Fit Qowimah, Siti Sajdatul; Putra, Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.724

Abstract

Sistem informasi manajemen rumah sakit mencakup pelaporan, jaringan koordinasi, dan prosedur administrasi untuk menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Selama implementasi, muncul beberapa masalah seperti data pasien tidak lengkap, kurangnya tanggung jawab dan disiplin pengumpulan data, rendahnya dukungan organisasi, kesalahan sistem yang tidak terkait data pendukung, tidak adanya pelaporan real-time, dan kurangnya prosedur operasi standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan SIMRS Khanza menggunakan model HOT-Fit dengan menggunakan metodologi survei analisis kuantitatif dengan 117 pengguna SIMRS Khanza sebagai sampel. Uji statistik yang digunakan adalah Analisis Structural Equation Model (SEM) untuk menguji pengaruh antar variabel. Penelitian menemukan bahwa kualitas sistem dan layanan berada dalam kategori baik. Sementara itu, kualitas informasi memiliki kategori netral. Penggunaan sistem dan kepuasan dengan penggunaan berada dalam kategori yang baik. Organisasi memiliki kategori netral, dan laba bersih memiliki kategori yang baik. Hasil uji menunjukkan bahwa aspek teknologi dan manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap net benefit, sementara aspek organisasi tidak berpengaruh signifikan.
Evaluasi RME Rawat Jalan Menggunakan Metode EUCS di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Wijayanti, Rossalina Adi; Rohman, Nur Cholis Abdul; Rachmawati, Ervina; Rahagiyanto, Angga
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.728

Abstract

Obstacles were found in the development of RME at Ngudi Waluyo Wlingi Regional Hospital, namely that there were registration form items that were not used, x-ray results sometimes did not appear resulting in doctors looking at the printed results, and there was no RME user manual. This study aims to evaluate outpatient RME using the EUCS method. This research is a quantitative descriptive study using the end-user computing satisfaction method. The total sample was 54 respondents using the Lemeshow formula. The data collection technique is by distributing questionnaires. User satisfaction analysis, namely the results of respondents' answers, is calculated for each variable, namely content, accuracy, format, timeliness, ease of use. The results are compared between expectations and the reality received by the user. Users are very satisfied if reality is greater than expectations. Users are satisfied if reality is the same as expectations. Users are dissatisfied if expectations are greater than reality. The research results showed that 38.89% of respondents were dissatisfied with content, 37.04% of respondents were dissatisfied with accuracy, 27.78% of respondents were dissatisfied with format, 29.63% of respondents were dissatisfied with timeliness, there were 42, 59% of respondents were not satisfied with ease of use. The suggestions given are for Ngudi Waluyo Wlingi Regional Hospital to review the output produced by RME, add validation warnings when input duplication occurs, develop the RME interface, and create a manual book for using RME.
Tinjauan Pelaksanaan General Consent Rawat Inap Pasien Tahanan di Rumah Sakit X Jawa Barat Rifki Muhammad Fazrul Sani; Ida Sugiarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.675

Abstract

General consent merupakan formulir persetujuan umum yang diperoleh pasien terkait pelayanan kesehatan yang akan diberikan. Studi pendahuluan pasien tahanan tidak mendapatkan penjelasan atau informasi general consent saat mendaftar di pendaftaran rawat inap Rumah Sakit X Jawa Barat. Pentingnya general consent terkait dengan hak pasien, termasuk pasien tahanan sesuai dengan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian informasi general consent rawat inap, faktor pendukung pelaksanaan general consent rawat inap pasien tahanan dan faktor penghambat pelaksanaan general consent rawat inap pasien tahanan. Jenis penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Pengumpulan data wawancara mendalam dengan informan 5 orang. Hasil penelitian petugas pendaftaran menjadi kesulitan untuk menjelaskan general consent karena pasien tahanan diantar oleh penyidik dan lebih fokus ke penjagaan pasien tahanan sedangkan keluarga pasien tidak ada.
Analisis Kendala Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap di RSUD Majenang Chaesya Isnaeni Putri; Agya Osadawedya Hakim; Arum Astika Sari; Gunawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.671

Abstract

Klaim BPJS adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya melalui proses verifikasi oleh verifikator BPJS Kesehatan. Apabila dari hasil verifikasi ditemukan adanya berkas yang tidak lengkap maka akan dinyatakan sebagai pending klaim. Di RSUD Majenang terdapat pending klaim sejumlah 371 (13,8%) berkas pada periode Triwulan III Tahun 2023. Jumlah tersebut cukup besar dan dapat terjadi karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala pengajuan klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap di RSUD Majenang ditinjau dari faktor 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian ditemukan penyebab pending klaim terbanyak terkait kelengkapan berkas penunjang sejumlah 156 (42%) berkas. Kendala dalam pengajuan klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap yang ditinjau dari faktor 5M yaitu: faktor man: ketidaktelitian petugas dalam melakukan proses pengajuan klaim dan perbedaan persepsi antar DPJP, material: kekurangan berkas persyaratan pengajuan klaim, method: belum adanya SPO terkait pengajuan klaim, machine: belum diterapkan bridging system dan penurunan kinerja komputer, dan money: tidak terdapat kendala.
IMPLEMENTASI PENDAFTARAN ONLINE PASIEN RAWAT JALAN DI RSAU DR. M. MUNIR MALANG Achmad Jaelani Rusdi; Febrisari Putri Ramadani; Nadhya Arie Twungga Dewi Murcahayaning Wulan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.672

Abstract

Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Munir Abdulrachman Saleh Malang merupakan Rumah Sakit Kelas D milik TNI AU yang berlokasi di Provinsi Malang, tepatnya Kabupaten Pakis. Rekam medis elektronik saat ini digunakan sebagai wujud transformasi sistem layanan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 ditegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia wajib menyelenggarakan rekam medis elektronik paling lambat pada bulan Desember 2023. Sayangnya, penggunaan rekam medis elektronik belum sepenuhnya tersebar luas di fasilitas kesehatan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi pendaftaran pasien rawat jalan RSAU secara online. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan salah satu petugas rekam medis di RSAU. Hasil studi menunjukkan bahwa adanya perancangan pencatatan pendaftaran online pasien rawat jalan di RSAU dr. M. Munir Lanud Abdulrachman Saleh Malang dapat mengurangi resiko adanya kesalahan memasukkan data pasien yang akan di daftarkan pada hari itu. Hasil pengujian aplikasi yang disusun dan dibuat secara keseluruhan berjalan dengan lancar atau berhasil digunakan sesuai dengan apa yang telah diharapkan. Kata Kunci : Google Spreadsheet, Pendaftaran Pasien, Rekam Medis Elektronik.
Akurasi Pengodean Injury dan External Causes Berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM di Rumah Sakit Jasa Kartini Ika Kartika; Ari Sukawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.676

Abstract

Pengodean diagnosis penyakit akurat merupakan hal yang penting. Dalam konteks kasus cedera, ICD-10 memerlukan penggunaan digit ke-4 dan ke-5 untuk menunjukan lokasi dan aktivitas saat terjadi cedera. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Jasa Kartini menunjukan bahwa 80% pada rekam medis tidak akurat dalam pengodean injury dan 100% kode external causes tidak akurat. Hal ini disebabkan karena belum diadakan pelatihan kodefikasi petugas koder terkait pengodean injury dan external causes. Penelitian ini bertujuan mengetahui akurasi pengodean injury dan external causes berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM di Rumah Sakit Jasa Kartini. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi 77 rekam medis data Triwulan IV 2023. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data observasi. Analisis data univariat. Akurasi kode diagnosis injury sebagian besar tidak akurat 66,2% dan 33,8% akurat. Akurasi kode external causes 100% tidak akurat. Akurasi kode tindakan sebanyak 83,08% akurat. Ketidakakuratan pengodean tersebut sebagian besar disebabkan oleh kondisi fracture yang tidak menerapkan kode digit kelima untuk menentukan fracture closed atau open. Sementara ketidakakuratan kode external causes disebabkan karena tidak dilakukan pengodean.
Tingkat Pengetahuan PMIK tentang Resume Medis dan Personal Health Record (PHR) Masyfufah, Lilis; Retnowati Prihandini; Bambang Nudji; Titin Wahyuni; Nadhila Listiawan; Maylina Surya Wirawati Pribadi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.679

Abstract

Resume medis adalah rangkuman dari keseluruhan riwayat perawatan pasien di suatu fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga data resume medis harus lengkap dan akurat. Adanya resume medis ini sangat berguna bagi pasien, maupun fasyankes untuk melacak riwayat kesehatan pasien khususnya apabila pasien menggunakan jaminan kesehatan. Salah satu fungsi lain dari pemanfaatan resume medis adalah dalam bentuk Personal Health Record (PHR) yang berisis sekelompok informasi atau catatan medis seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripsikan tingkat pengetahuan PMIK terhadap resume medis dan PHR. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang menjelaskan suatu kondisi secara objektif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat untuk mempresentasikan dan mendeskripsikan objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan PMIK mengenai resume medis dan PHR berada pada tingkat Penerapan dengan nilai 43,3% dan 33,3%. PMIK telah mampu menerapkan pengisian resume medis dan melaksanakan PHR dalam kegiatan di bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan PMIK mengenai resume medis dan PHR berada pada tingkat penerapan dengan karakteristik laki-laki, berusia 17-25 tahun, dan bekerja di RS swasta. Perlu lebih lanjut ditingkatkan pengetahuannya sehingga lebih kompeten dalam pengoperasionalan khususnya pada PHR sehingga lebih bebas dalam mengaplikasikan dan membuat analisis.
Kesesuaian Pelaksanaan Visum et Repertum dalam Pelepasan Informasi Medis di RSU X Bandung : Conformity of Visum et Repertum Implementation in the Release of Medical Information at X Bandung Hospital Destiana, Dina; Sugiarti, Ida
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.684

Abstract

Visum et Repertum is a written statement by a physician concerning a medical examination of a person, whether alive or dead, or a human body, given at the official request of the investigator, in the form of a conclusion and interpretation, made under an oath in the interests of justice. Visum et Repertum has an important role to play in assisting the judge in deciding a case. The aim of this study is to find out the compatibility of the implementation of Visum et Repertum in the release of medical information at X Hospital. The research uses the mixed method that combines quantitative methods with descriptive design and qualitative method with the design of case studies. The sample of this study is a form of Visum et Repertum of 374 forms with sampling of the total sample and the subject is two medical records officers. Data collection using observation sheets and interview guidelines. The results of the research showed the suitability of the implementation of the production of the Visum et Repertum is 85,04%. There are some problems faced by the officers in the execution of the manufacture of the visa et repertum. Officers are expected to be able to correct the implementation of inappropriate procedures so that their services can be performed to the maximum.
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Ibu Bersalin Pasien Umum di Rumah Sakit Emhaka Tahun 2023-2024 Palar, Maria Catherina; Siswati; Dina Sonia; Nanda Aula Rumana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.687

Abstract

Pengodean dalam pengolahan informasi rekam medis adalah suatu kegiatan atau proses pemberian kode klasifikasi klinis berdasarkan The International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD). Salah satu elemen dalam kualitas pengodean adalah validity atau ketepatan kode yang diberikan. Kode pada kasus persalinan terdiri dari kode kondisi ibu (O10-O75, O98-O99), metode persalinan (O80-O84), dan outcome of delivery (Z37.-). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran ketepatan kode diagnosis ibu bersalin pada pasien umum di Rumah Sakit Emhaka Kota Bekasi tahun 2023 - 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Dari 41 berkas rekam medis ibu bersalin pasien umum yang dianalisis, didapatkan persentase ketidaktepatan kode kondisi ibu sebesar 75,61%, ketidaktepatan kode metode persalinan sebesar 78,05%, dan ketidaktepatan kode outcome of delivery sebesar 65,85%. Ditinjau dari faktor manajemen 5M (Man, Money, Materials, Machines, Methods), penyebab ketidaktepatan kode yang terjadi ada pada faktor man, money, materials, dan methods. Perlu adanya pembaharuan peraturan yang dijadikan dasar pembuatan kebijakan, pelaksanaan review, pengembangan, evaluasi dan monitoring terhadap SPO yang ada, pengembangan petugas rekam medis melalui pelatihan, serta peninjauan kembali distribusi beban kerja petugas.
Analisis Efisiensi Rawat Inap di RS Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2023 Eresha, Widya; Muhammad Rezal; Nanda Aula Rumana; Dina Sonia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.689

Abstract

Unit rawat inap adalah salah satu pelayanan yang diberikan dalam rumah sakit. Unit rawat inap dalam sebuah rumah sakit sangat penting dan diharapkan memberikan kontribusi terbaik terhadap peningkatan status kesehatan di masyarakat. Salah satu cara untuk mengoptimalkan pelayanan di instalasi rawat inap adalah dengan meningkatkan pelayanan dengan efisien. Efisiensi adalah salah satu indikator kinerja yang secara teoritis menentukan kinerja organisasi secara keseluruhan pada rumah sakit. Efisiensi pelayanan rawat inap menggunakan teori Barber-Johnson merupakan salah satu syarat penilaian oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi pengelolaan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih menggunakan teori Barber-Johnson pada tahun 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode campuran. Hasil indikator parameter BOR, TOI, BTO, dan ALOS banyak yang tidak memenuhi capaian standar ideal, maka hasil Grafik Barber-Johnson pada masing-masing kelas rawat inap tidak berada pada daerah efisien. Sebaiknya Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih terus memperhatikan dan mengevaluasi nilai indikator masing-masing parameter, agar nilai tersebut berada dalam batas ideal dan tingkat efisiensi pengelolaan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih menjadi lebih tinggi.