cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Tinjauan Literatur: Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik Terhadap Pelayanan Kesehatan Cahyani, Mustika Bagus; Syafanny, Lutfiah Dwi Amanda; Kamil, Syifa' Salma Aulia; Mukharama, Kusnul Aula; Sutha, Diah Wijayanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.648

Abstract

Rekam Medis Berbasis Elektronik telah dipergunakan di banyak sekali negara salah satunya Indonesia dalam peningkatan aktivitas pelayanan kesehatan, RME tersebut menjadi peran yang berperan penting dalam tercapainya proses pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran RME yang sudah diterapkan di berbagai negara dan di Indonesia. Metode yang digunakan tinjauan literatur dengan jenis narrative review. Pencarian tinjauan literatur ini menggunakan Google Scholar dan Pubmed, serta menggunakan terbitan pada tahun 2013–2022. Kata kunci yang digunakan adalah Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik. Hasil penelusuran didapatkan 10 artikel diantaranya 5 artikel nasional dan 5 artikel internasional. Hasil dari tinjauan literatur bahwa Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik dapat digunakan dalam peningkatan mutu, pendukung alat bukti hukum, meminimalkan ketidaklengkapan dalam pengisian rekam medis pasien, dan RME sebagai bentuk pendukung kepuasan pengguna dalam membantu layanan kesehatan. Kesimpulannya, masih ada beberapa kendala dalam penggunan RME di fasilitas pelayanan kesehatan dan diharapkan RME dapat meningkatkan pada mutu pelayanan kesehatan dimasa mendatang.
Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap DPJP tentang Standar dan Desain Formulir Resume Medis di RSIA Malebu Husada Makassar Tita Ardianti; Nurmalasari, Mieke; Hosizah; Zuama, Witri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.652

Abstract

Desain formulir sangat berperan penting untuk pengisian dan kelengkapan informasi data, oleh karena itu formulir harus dirancang dan dibuat sebaik-baiknya supaya menghasilkan data yang tepat. Pengetahuan sangat memungkinkan terjadinya perubahan sikap. Berdasarkan temuan yang didapatkan penulis saat observasi awal, formulir resume medis sudah terdapat variabel diagnosa tetapi tidak dibedakan variabel diagnosa utama dan diagnosa sekunder. Dokter tidak membedakan penulisan diagnosa utama dan diagnosa sekunder, hal ini dapat menyebabkan kesalahan penentuan kondisi utama dan berdampak pada pengklaiman dan pelaporan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang standar resume medis dengan sikap DPJP pada desain formulir resume medis di RSIA Malebu Husada Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan uji analisis korelasi pearson product moment. Penelitian dilakukan di RSIA Malebu Husada Makassar. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 12 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang tentang standar resume medis terkait sikap DPJP pada desain formulir rekam medis di RSIA Malebu Husada Makassar dengan p-value = 0,3333 > 0,05.
Manfaat Dan Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Pada Rumah Sakit Swasta Dan Rumah Sakit Pemerintah Nurwito, Bagus Satrio
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.664

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem komputer yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan melalui jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi dengan tujuan mendapatkan informasi dengan cepat, tepat, dan akurat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SIMRS berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan, utamanya di Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review berdasarkan kata kunci “sistem informasi manajemen rumah sakit”, “efektivitas penerapan sistem informasi”, dan “efisiensi layanan kesehatan”. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem informasi dapat meningkatkan efektivitas kinerja rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi berbasis manajemen bisnis proses, otomatisasi alur pelayanan, peningkatan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas teknologi untuk mencapai efisiensi pelayanan kesehatan.
Gambaran Waktu Tunggu Pada Pelayanan Rawat Jalan dan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta BPJS di RSU Prasetya Bunda Tasikmalaya Andi Suhenda; Anjani, Santi Puspa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.666

Abstract

Background: Service waiting time is the time a person takes to receive health services from registration to entering the doctor's examination room. The availability of services, identified by the short patient waiting time, is one of the characteristics of the quality of health services, the quality of health services refers to the dimensions of the quality of health services, which in turn results in patient satisfaction. Research Methods: This type of research is quantitative research with a descriptive approach to the sampling technique used, namely Incidental Sampling. The total population is 30,075 and the number of samples in this study is 100 respondents calculated using the slovin formula. Research Results: The results of the research on waiting time in outpatient services as many as 86 respondents (86%) were in accordance with the standards and as many as 14 respondents (14%) did not comply with the standards. The results showed that patient satisfaction out of 100 respondents to outpatient services in general, all service dimensions were included in the satisfaction category, with the percentage of patients who were satisfied as many as 84 respondents (84%) and patients who were dissatisfied as many as 16 respondents (16 %). Conclusion: The waiting time for outpatient services is more in accordance with the standards, and for the patient satisfaction of BPJS participants in outpatient services, in general, the patients are satisfied. Keywords: Patient Satisfaction, Outpatient, Waiting Time.
Hubungan Kelengkapan Resume Medis Dengan Ketepatan Waktu Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rsud Arjawinangun Tahun 2024 Nur'Aeni, Nunung; Suhartini; Totok Subiyanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.703

Abstract

Instalasi rekam medis harus menyelenggarakan rekam medis dengan benar, lengkap dan tepat, termasuk dalam kelengkapan pengisian resume medis dan pengembalian rekam medis. Mengingat pentingnya kelengkapan resume medis dalam memberikan informasi yang lengkap dan akurat untuk menjamin kontinuitas pelayanan medis serta pengembalian rekam medis yang tepat untuk kelancaran pengolahan data medis di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kelengkapan Resume Medis Dengan Ketepatan Waktu Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pengumpulan data melalui telaah dokumen dengan teknik random sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari 296 sample dokumen rekam medis rawat inap pada bulan januari 2024 menunjukkan bahwa: Rata-rata kelengkapan pengisian resume medis yang lengkap 205 (69%) dan tidak lengkap 91 (31%), pengembalian rekam medis yang tepat waktu 26.4 (26.4%) dan tidak tepat waktu 218 (73.6%). Hasil dari uji Chi Square didapatkan P Value 0,672 > 0,05. Kelengkapan resume medis tidak ada hubungan yang signifikan dengan ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Perlu adanya sosialisasi agar petugas kesehatan melaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur. Kata kunci: Kelengkapan, ketepatan, rekam medis
Persepsi Kemanfaatan dan Kemudahan Terhadap Perilaku Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berbasis Website Di RSIA Kemang Medical Care Jakarta Widodo, Agus Widodo; Hosizah; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.746

Abstract

SIMRS merupakan kumpulan mekanisme pengolah data terpadu agar siap digunakan untuk kebutuhan pengelolaan rumah sakit dalam menjalankan sistem informasi. RSIA Kemang Medical Care Jakarta sudah menggunakan SIMRS sejak bulan Maret 2023 yang semula masih menggunakan sistem aplikasi menjadi berbasis website. Untuk mengetahui apakah SIMRS berjalan efektif dan efisien. Maka diperlukan suatu persepsi, tujuan persepsi ini diperlukan untuk menerima suatu sistem informasi yang didapatkan dari perilaku penggunaan di rumah sakit. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan dan kemudahan sistem informasi berbasis website terhadap perilaku penggunaan di RSIA Kemang Medical Care. Penelitian ini dilakukan di RSIA Kemang Medical Care Jakarta. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 100 responden dengan sampel sebesar 100 pengguna dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner google form. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa persepsi kemanfaatan dan kemudahan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku penggunaan SIMRS dengan nilai signifikansi < 0.05 dan nilai determinasi sebesar 0.508 (50.8%).
Analisis Faktor – Faktor Yang Memepengaruhi Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali Sri Sugiarsi; Sri Mulyono; Trismianto Asmo Sutrisno; Nur'aini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.762

Abstract

Mengingat pentingnya rekam medis elektronik (RME) dalam menentukan kualitas data dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien dan merupakan dasar dalam transformasi digital kesehatan untuk mengintegrasikan data kesehatan dalam suatu big data nasional maka perlu dilakukan suatu evaluasi yang dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam implementasi RME di Rumah Sakit Pandan Arang Bayolali. Metode penelitian ini adalah survey dengan pendekatan cross sectional. Sebagai sampel penelitian adalah seluruh pengguna rekam medis elektronik sebesar 85 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Analisis menggunakan bantuan software SmartPLS vers1. Hasil penelitian: Kualitas informasi terhadap kepuasan informasi memiliki nilai koefisien jalur 0,55, t-value 7,88 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Kepuasan informasi terhadap harapan kinerja memiliki nilai koefisien jalur 0,23, t-value 2,32 > t-table (1,66), dan p–value 0,02 < 0,05; Pengaruh sosial terhadap harapan kinerja memiliki nilai koefisien jalur 0,338, t-value 2,97 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Harapan kinerja terhadap sikap memiliki nilai koefisien jalur 0,73, t-value 10,24 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05. Sikap terhadap kepuasan keseluruhan memiliki nilai koefisien jalur 0,89, t- value 16,35 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Kepuasan keseluruhan terhadap manfaat bersih memiliki nilai koefisien jalur 0,48, t-value 2,27 > t-table (1,66), dan p–value 0,02 < 0,05. Simpulan: Dalam sisi pasien dan pengguna bahwa manfaat penerapan RME- SIMRS sudah diterima tetapi manfaat penerapan RME -SIMRS dari sisi manajemen masih belum maksimal.
Faktor-Faktor Penyebab Pending Klaim Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Pusat Pertamina Meiningtyas, Ayu; Cahya Maulina, Fresty
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.660

Abstract

Health financing is an important part in the implementation of the National Health Insurance (JKN), pending claims will cause late payment of claims from BPJS Health to hospitals and harm the hospital's finances and result in delays in paying for medical services for doctors and other health care services. Several factors that cause pending claims are the accuracy of the diagnosis code, the completeness of the medical resume, the completeness of the medical support reports and the completeness of the claim file. This study was conducted to analyze the relationship of each independent variable to the dependent variable. This research is a quantitative research using a cross sectional design. The population in this study were 294 claim files for national health insurance participants with a sample size of 170 files. Data was collected using a checklist sheet, with data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that as many as 40% of pending claim files with the percentage of each independent variable coding accuracy of 87.6%, completeness of medical resumes 95.3%, completeness of medical support 92.3% and completeness of administrative files 84.7%.
Evaluasi Penerapan Aplikasi Medinfras Pada Rawat Inap Dengan Menggunakan Metode Technology Acceptance Model Di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta Utara Saarah, Saarah Salsabila Putri Yadita; Rezal, Muhammad
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.694

Abstract

Evaluasi merupakan usaha nyata untuk mengetahui kondisi sebenarnya suatu penyelenggaraan sistem informasi elektronik dalam mengukur segala attribute dari sistem. Evaluasi dilakukan untuk mendefinisikan seberapa baik pengembangan aplikasi Medinfras di rawat inap dapat beroperasi pada organisasi yang menerapkannya. Metode yang digunakan dalam evaluasi ini Technology Acceptance Model (TAM) yaitu merupakan teori sistem informasi untuk mensimulasikan bagaimana pengguna bisa menerima dan memanfaatkan teknologi yang telah di sediakan. Evaluasi RME mempertimbangkan tiga aspek yaitu aspek kebermanfaatan (perceived usefulness), aspek kemudahan (perceived ease of use), dan aspek minat (attitude toward behavior), sehingga akan mendapakan hasil yang objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aplikasi Medinfras pada rawat inap menggunakan metode Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta Utara. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknologi sangat diterima oleh petugas, dengan 84,4% dari 54 responden menyatakan Persepsi Kemanfaatan yang baik. Kemudahan Pengguna dinilai baik oleh 60,9% dari 39 responden, sementara 39,1% menyatakan penilaian yang tidak baik. Sikap Terhadap Penggunaan teknologi untuk pengembangan dinilai baik oleh 93,8% dari 60 responden.Top of FormBottom of Form Dapat disimpulkan bahwa evaluasi penerapan terhadap penggunaan aplikasi Medinfras pada rawat inap memberikan manfaat bagi petugas meliputi peningkatan produktifitas dalam melakukan pekerjaan, memudahkan pekerjaan petugas yang meliputi fitur-fitur dalam aplikasi ini tidak asing saat dicoba, kemudahan dalam pengoperasian dan kemudahan dalam memahami fungsi sistem, membantu melakukan pekerjaan petugas dan memberikan kenyamanan terhadap penggunaan.
Analisis Hambatan Implementasi Telemedicine dengan Metode UTAUT di RSU Queen Latifa Yogyakarta Sari Dewi, Tika; Prayuki, Rindi; Riyadi, Sujono
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.712

Abstract

Analisis hambatan implementasi telemedicine menggunakan metode UTAUT penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan teknologi. Dengan menganalisis hambatan seperti ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi fasilitasi, minat perilsku dan perilaku pengguna pemangku kepentingan dapat mengatasi kendala dan merencanakan strategi yang efektif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil atau bagi mereka dengan keterbatasan mobilitas. Tujuan Penelitian ini adalah mengeksplorasi analisis hambatan terkait implementasi telemedicine dengan metode UTAUT di RSU Queen Latifa Yogyakarta. Metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, menggunakan wawancara semi terstruktur terhadap 6 orang informan, analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam performance expectancy terdapat hambatan yaitu kualitas gambar rendah, kriteria pengambilan gambar, pelayanan konsultasi/edukasi, kendala komunikasi, kendala penegakan diagnosis dan kendala pemberian terapi. Dalam effort expectancy tidak terdapat hambatan melainkan kemudahan aplikasi konsutasi zoom dan whatsapp call. Dalam social influence tidak terdapat hambatan melainkan dukungan interprofesional kesehatan dan dukungan manajerial. Pada facilitating condition yaitu, kendala kinerja sistem, kendala infrastruktur, penegeluaran biaya, promosi terbatas, kendala pelatihan, belum ada regulasi, akses layanan, belum tercover asuransi dan kendala jadwal konsultasi. Pada behavioral intention yaitu minat petugas rendah, resistensi petugas dan resistensi pasien. Pada use behavior yaitu pengalaman petugas rendah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah implemtasi telemedicine di RSU Queen Latifa Yogyakarta masih menghadapi banyak hambatan berdasarkan variabel-variabel UTAUT