cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Analisis tingkat pendidikan guru terhadap penceahan kekerasan seksual pada anak Fanny Fadila Noer Rahmawati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19101

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan guru dalam hubungannya dengan pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan mengumpulkan dan menganalisis penelitian-penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumnya.Hasil dari analisis literature review ini menunjukkan bahwa pendidikan guru memiliki peran yang penting dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. Guru yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih sadar akan tanda-tanda kekerasan seksual pada anak, mampu mengenali dan mengatasi situasi yang berpotensi berbahaya, serta memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai strategi pencegahan yang efektif.Namun demikian, artikel ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan tingkat pendidikan guru terkait pencegahan kekerasan seksual pada anak. Beberapa kendala tersebut termasuk keterbatasan akses terhadap pelatihan dan sumber daya yang relevan, kurangnya waktu dan dukungan dalam mengintegrasikan isu-isu kekerasan seksual dalam kurikulum, serta kurangnya pemahaman dan kesadaran yang memadai di kalangan guru mengenai pentingnya peran mereka dalam pencegahan kekerasan seksual.Dalam rangka meningkatkan pencegahan kekerasan seksual pada anak, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi guru, termasuk pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan isu-isu kekerasan seksual, serta pendekatan yang holistik dalam melibatkan stakeholder terkait, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan meningkatkan tingkat pendidikan guru, diharapkan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak dapat menjadi efektif dan berkelanjutan.
Analisis miskonsepsi materi konsep cahaya dan sifatnya pada siswa kelas IV SDN 1 Nagarawangi Lutfi Sri Wulandari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19107

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas banyaknya permasalah yang muncul pada proses pembelajaran namun masih kurang diperhatikan dan digali lebih dalam lagi oleh guru seperti munculnya miskonsepsi pada siswa ketika pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali miskonsepsi siswa pada materi konsep cahaya dan sifatnya, serta mencari faktor penyebab terjadinya miskonsepsi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan menggunakn teknik tes, wawancara diagnostik dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yakni: 1) Pengumpulan data (data collection), 2) reduksi data (data reduction), 3) penyajian data (data display), dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil temuan dalam penelitian ini yaitu miskonsepsi siswa kelas IV pada konsep cahaya mencapai 43%, konsep cahaya merambat lurus mencapai 33%, konsep pemantulan cahaya mencapai 43%, konsep pembiasan cahaya mencapai 11%, konsep cahaya menembus benda bening mencapai 70%, dan miskonsepsi pada konsep cahaya dapat diuraikan mencapai 25%.
Penggunaan model pembelajaran kooperatif think-talk-write (TTW) terhadap keterampilan menulis teks prosedur Revita Salsabila; Dian Indihadi; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19115

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang belum mampu menulis teks prosedur dengan baik dan benar. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya variasi model pembelajaran ketika kegiatan menulis sehingga peserta didik kurang menyukai pembelajaran menulis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data dengan pemberian tugas menulis teks prosedur. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas III SDN Cibanjaran, dengan rincian kelas III-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas III-B sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 20 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0.001 yang berarti < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TTW dengan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran TTW ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik kelas III sekolah dasar.
Analisis dampak media sosial tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar SDN 1 Rancapaku Kabupaten Tasikmalaya Rendi Rizki Sutisna; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19131

Abstract

AbstractResponding to technological developments in the midst of the development of the globalization era, especially the social media Tiktok, based on research which states that stating that technology is a tool where to help and facilitate human communication with other humans, technology pushes humans to be more advanced than previous civilizations, with advances in technology, several social media have emerged which helps to facilitate one's communication with others easily. Of course, Tuktok technology and social media and other media have positive and negative impacts. Analysis of the impact of Tiktok social media on the polite character of elementary school students. This study aims to describe how the impact of Tiktok social media has on the polite character of elementary school students in one of the elementary schools in Tasikmalaya Regency. While the approach taken is descriptive qualitative using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The objects of this study were the parents of students and Class VI students at SDN 1 Rancapaku, and the data collection procedures used were structured interviews and documentation. From the research conducted, the following results were obtained: The impact of Tiktok social media on the polite behavior of students, there were more negative impacts such as students lacking in caring for the environment, playing more cellphones than socializing with the environment. Students also don't care about other people, get together to discuss viral things on social media Tik tok and make videos together and dance together. Elementary school students are of course very prone to being influenced by the environment, not to mention elementary school students are not able to distinguish between good and bad, students who use Tiktok for the reason that they are only looking for entertainment, to fill their free time. This is of course a worrying thing for the character of children's manners and children's behavior. Therefore, it is necessary to supervise parents, teachers towards students in using Tiktok social media, so that the child's polite character is maintained with morality, ethics and noble character. Keywords: Tiktok social media, students, elementary school. AbstrakMerespon perkembangan teknologi ditengah perkembagan zaman globalisasi terkkhusus media sosial Tiktok berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa Menyatakan bahwa Teknologi merupakan satu alat dimana untuk membantu serta mempermudah komunikasi manusia dengan manusia lainya, teknologi mendorong manusia lebih maju dari perdaban sebelumnya, dengan kemajuan tektologi maka muncul beberapa media sosial yang memmabantu untuk mempermudah komunikasi seseorang dengan orang lain dengan mudah. Tentunya Teknologi maupun media sosial Tuktok serta media lainya mempunyai dampak positif dan negatif . Analisis dampak mendia sosial Tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana dampak media sosial Tiktok terhadap karakter sopan sanun peserta didik  sekolah dasar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan pendekatan yang dilakukan yaitu kualitaif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah orang tua siswa dan siswa  Kelas VI SDN 1 Rancapaku, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasii. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak media sosial Tiktok terhadap perilaku sopan santun peserta didik, lebih banyak terlihat dampak negatif seperti siswa kurang dalam kurang peduli terhadap lingkungan, lebih banyak memainkan HP daripada bersosialisasi dengan lingkungan. Siswa juga kurang peduli terhadap orang lain, berkumpul membahas hal-hal viral yang ada di media sosial tik tok dan membuat video bersama dan berjoget bersama. Peserta didik sekolah dasar tentunya sangat tentan terpanguruh oleh lingkungan, belum lagi peserta didik sekolah dasar belum mampu membedakan yang mana yang baik dan buruk, peserta didik yang menggunakan Tiktok dengan alasan hanya mencari hiburan, mengisi waktu luang saja. Hal ini tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi karakter sopan santun anak dan perilaku anak. Oleh karena itu diperlukannya pengawasan bagi orang tua, guru terhadap peserta didik dalam menggunakan media sosial Tiktok, agar karakter sopan santun anak terjaga bermoral, beretika dan berahlak mulia.  Kata Kunci: Medis sosial Tiktok, Peserta didik, Sekolah dasar. 
Analisis kesulitan belajar membaca permulaan pada anak usia 7 tahun Rifa Fauziah; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19134

Abstract

Membaca permulaan adalah proses membaca tahap awal untuk menguasai kemampuan melek huruf, supaya anak mampu melafalkan, mengubah lambang tertulis menjadi bunyi yang bermakna. Meskipun saat ini masih banyak anak yang menunjukkan kesulitan belajar membaca permulaan. Penyebab kesulitan ini yaitu kurangnya perhatian dan motivasi dari orang tua dan lingkungan sekitar anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan mendeskripsikan atau menjelaskan tentang kesulitan belajar membaca permulaan pada anak usia 7 Tahun di Desa Indrajaya Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami oleh siswa ada dua, yaitu kurang mengenal simbol huruf (vokal dan konsonan) dan sulit menggabungkan huruf menjadi kata. Hal tersebut diperkuat dengan adanya wawancara, bahwa faktor penyebab anak belum bisa membaca yaitu terjadi kesalahan atau kurang motivasi dan bimbingan belajar di lingkungan rumahnya sehingga pada saat di lembaga pendidikan anak merasa berat untuk menjalani proses membaca. Kemampuan anak dalam belajar membaca permulaan sangat penting dan sangat berpengaruh pada kemampuan membaca tahap selanjutnya. Dalam setiap pembelajaran pasti ada kesulitan yang dihadapi oleh anak, namun hal tersebut menjadi tugas penting bagi guru, orang tua dan orang dewasa disekitar anak untuk memberikan motivasi dan bimbingan supaya anak mendapatkan setiap haknya untuk menjalakan tugas perkembangannya.
Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi keberagaman kelas II SDN Gedongtengen M. Ihsan Hidayatulloh; Rusmawan; Dianing Kurniastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19148

Abstract

Pendidikan saat ini dituntut menciptakan sebuah pendidikan yang memerdekakan peserta didik. Namun fakta di lapangan saat ini masih banyak guru yang mengajar dengan cara cara konvensional. Upaya yang dapat dilakukan guru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan model problem based learning (PBL) dapat diterapkan sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Untuk itu penelitian ini memfokuskan tentang bagaimana pengaruh model problem based learning terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik tes dan non tes. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas II A SDN Gedongtengen. Hasil rata-rata keaktifan peserta didik dari pra siklus ke siklus I mengalami kenaikan nilai keaktifan sebesar 16,37%, sedangkan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 16,01%. Kemudian hasil belajar peserta didik dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 4,45 dan peningkatan klasikal sebesar 27,28 %. Kemudian dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata 6,29 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 22,72%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan model problem based learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik
Penggunaan model cooperative script pada pembelajaran teks prosedur Chintia Faradila Putri; Dian Indrihadi; Yusuf Suryana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19186

Abstract

Menulis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menuangkan pemikiran. Salah satu contoh teks yang dibuat untuk menuangkan pemikiran yaitu teks prosedur. Dalam melakukan suatu penulisan tentunya terdapat berbagai model penulisan yang bisa kita gunakan. Penelitian kali ini dibuat untuk mengetahui perbedaan apa yang terdapat pada kemampuan pembelajaran teks prosedur setelah menerapkan dan sebelum menerapkan model pembelajaran cooperative script. Metode yang dipilih oleh penulis dalam menyusun penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Dari penelitian kita temukan hasil bahwa model cooperative script memberikan pengaruh yang besar terhadap peningkatan kemampuan pembelajaran teks prosedur. Sehingga bisa kita tarik kesimpulan bahwa terdapat terdapat perbedaan pada kemampuan pembelajaran penulisan teks sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran cooperative script.
Penggunaan media pop-up book untuk meningkatkan hasil belajar PKn di sekolah dasar Elan; Yusuf Suryana; Mita Safitri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian literatur tentang penggunaan media pop-up book untuk meningkatkan hasil belajar PKn di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Tahapan penelitian dilakukan mulai dari pengumpulan artikel, reduksi artikel, display artikel, pembahasan, dan kesimpulan. Sumber data penelitian berupa artikel-artikel jurnal nasional dalam 10 tahun terakhir (2019-2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 artikel didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan topik judul. Penggunaan media  pop-up book untuk meningkatkan hasil belajar PKn di Sekolah Dasar pada pelaksanaannya sudah sesuai dengan teori-teori yang dijadikan rujukan.  Penggunaan media pop-up book untuk meningkatkan hasil belajar PKn di Sekolah Dasar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di Sekolah Dasar. 
Keterampilan menulis teks deskripsi melalui media gambar lambang negara di sekolah dasar Sifa Hilmia Utami; Dian Indrihadi; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19240

Abstract

The research was conducted to determine the skills of writing descriptive text through the medium of images of state symbols for elementary school students. The purpose of this study was to describe the influence of media images of state symbols on the skills of writing descriptive texts for class III elementary school students. The research method used in this research is descriptive quantitative. This descriptive-statistical quantitative research uses a pre-experiment research design aimed at making observations in structured research similar to experiments. The results of the study showed that media images of state symbols had an influence on the writing skills of class III students' description texts. This research was conducted in three stages including testing students' writing results before being given treatment (pretest), giving treatment, and testing students' writing results after being given treatment in the form of media images of national symbols. The sample in this study were 17 students. Of the 17 students, 16 students experienced an increase in their skills in writing descriptive text. While 1 person has the same value in both the pretest and posttest.Penelitian dilakukan untuk mengetahui keterampilan menulis teks deskripsi melalui media gambar lambang negara kelas rendah Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh media gambar lambang negara terhadap keterampilan menulis teks deskripsi kelas III Sekolah Dasar. metode penelitian yang diginakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif statustik deskriptif ini mengginakan desain penelitian Pre-experiment bertujuan untuk melakukan pengamatan pada penelitian terstruktur yang mirip dengan eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa media gambar lambang negara memiliki pengaruh terhadap keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik kelas III. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan diantaranya menguji hasil tulisan peserta didik sebelum diberikan perlakuan (pretest), pemberian perlakuan, dan menguji hasil tulisan peserta didik setelah diberikan perlakuan berupa media gambar lambang negara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 peserta didik. Dari 17 peserta didik, sebanyak 16 peserta didik mengalami peningkatan dalam keterampilan menulis teks deskripsi. Sementara 1 orang memiliki nilai yang sama baik dalam pretest maupun posttest.
Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi peserta didik di sekolah dasar Gina Oktaviani; Dian Indihadi; Yusuf Suryana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian literatur tentang penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi peserta didik di sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Tahapan penelitian dilakukan mulai dari pengumpulan artikel, reduksi artikel, display artikel, pembahasan, dan kesimpulan. Sumber data penelitian berupa artikel-artikel ilmiah dari jurnal nasional yang terbit pada tahun 2014-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 artikel didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan topik judul. Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi peserta didik di sekolah dasar pada pelaksanaannya sudah sesuai dengan teori-teori yang dijadikan rujukan. Penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks narasi di sekolah dasar.