cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Pengembangan modul berbantuan augmented reality (AR) berbasis inquiry based learning di kelas IV sekolah dasar: Modul Pembelajaran di Kelas IV sekolah dasar Rianti Fransiska; Muhammad Rijal Wahid Muharram; Rosarina Giyartini
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19445

Abstract

Pembelajaran pasca pandemi membawa dampak pada perubahan aktivitas pembelajaran yang biasa dilaksanakan secara luring kini beradaptasi menjadi pembelajaran blended (luring dan daring). Pembelajaran daring memungkinkan adanya aktivitas pembelajaran antara pendidik dan peserta didik yang dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Salah satu tren media pembelajaran yang dapat diterapkan adalah teknologi media augmented reality (AR). Inovasi dalam bidang pendidikan baru-baru ini memunculkan sumber belajar bagi peserta didik, salah satunya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat diakses peserta didik di mana saja dan kapan saja. Dampak kemajuan teknologi tentunya juga memberikan ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk lebih mandiri dan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman belajarnya. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan produk pengembangan modul berbantuan augmented reality (AR) berbasis inquiry based learning di kelas IV sekolah dasar yang sudah menerapkan kurikulum merdeka dengan muatan IPAS bab 2 wujud zat dan perubahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan menerapkan model ADDIE. Uji coba produk yang dilaksanakan di dua sekolah. Hasil validasi ahli bahan ajar modul mendapat 100% kategori sangat layak, ahli model pembelajaran mendapat 99% kategori sangat layak dan ahli media pembelajaran digital mendapat 90% kategori sangat layak.
Penggunaan metode jarimatika untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian peserta didik kelas III SD Della Rosaline; Yusuf Suryana; Muhammad Rijal Wahid Muharram
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung perkalian peserta didik kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini berfokus pada penggunaan Jarimatika untuk membantu peserta didik dalam menyelesaikan soal perkalian. Hal ini didasari oleh kondisi faktual dimana peserta didik belum mampu mengerjakan perkalian bilangan dan juga metode pembelajaran yang diterapkan monoton membuat pembelajaran matematika terasa sulit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperimen berupa nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan metode jarimatika, sedangkan kelas kontrol tanpa menggunakan metode jarimatika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berhitung perkalian peserta didik yang dapat dilihat dari hasil uji N-Gain. Berdasarkan hasil uji N-Gain, nilai rata-rata N-gain Score untuk kelas eksperimen sebesar 68,9012 atau 69% dimana 69% termasuk kedalam kategori cukup efektif. Sedangkan nilai rata-rata N-gain Score pada kelas kontrol sebesar 35,4188 atau 35% dimana 35% termasuk kedalam kategori tidak efektif. Kemudian dilakukan uji-t terhadap data N-gain Score, diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Hal tersebut menunjukan bahwa 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berhitung perkalian peserta didik yang memperoleh pembelajaran menggunakan metode jarimatika lebih tinggi daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan metode jarimatika.
Analisis pelaksanaan asesmen portofolio di kelas V sekolah dasar Nisa Apriliani Apriliani; Ghullam Hamdu; Agnestasia Ramadhani Putri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19478

Abstract

The purpose of this research is to reveal and describe the implementation of portfolio assessments carried out by teachers in the learning process. Based on the literature review, this research is motivated by the suboptimal implementation of portfolio assessment. This study was conducted at SD Negeri Indihiang, with VC class teachers as participants. The study utilized a descriptive analysis method with a qualitative approach. Data were collected using interview guidelines and documentation. The study’s findings revealed several steps in compiling portfolio assessments that were not carried out: (1) the teachers did not hold regular meetings to reflect on student performance results. This is due to the teacher's difficulties in managing time to meet the demands of learning objectives; (2) the teachers did not provide continuous feedback on student work, as there was no because selection process based on criteria; and (3) during the assessment stage, the teacher still does not use the scoring rubric, thereby unable to enforce the assessment criteria on performance results. This is due to the teachers inability to develop an assessment rubric.
Analisis miskonsepsi siswa kelas V pada materi sifat dan perubahan wujud benda di SDN 1 Nagarawangi Linda Safitri Indriyani Safitri; Ghullam Hamdu; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19480

Abstract

In learning science, the concept is the goal of learning science itself. At the elementary school level students' understanding of science concepts is still low. It is important for educators to instill the correct concepts in students, because the concepts taught in elementary schools will become the basis for students' thinking and will underlie students' thinking at the next level. The purpose of this study was to find out the misconceptions experienced by fifth grade students regarding the concept of the nature and changes in the shape of objects. The object studied was fifth grade students at SDN 1 Nagarawangi. Data collection was carried out by administering tests and interviews to fifth grade students. This research used a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were obtained through diagnostic tests and interviews, then the data obtained was analyzed. Data analysis techniques used qualitative data analysis with the model from Milles and Huberman by means of data reduction, data presentation, as well as conclusions and verification of research data. The results obtained are that there are students who experience misconceptions about the concept of nature and changes in the form of objects in class V. The cause of this misconception is that it occurs because of students' associative thinking, the context that students get, wrong intuition and the way teachers teach.
E-modul permainan tradisional gobak sodor bermuatan karakter di sekolah dasar Tantri Dwi Lestari; Syarip Hidayat; Nana Ganda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19498

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan e-modul permainan tradisional permainan tradisional gobak sodor bermuatan karakter untuk siswa sekolah dasar. Model penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan menggunakan Langkah-langkah penelitian ripe ADDIE, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini melibatkankan guru yang berasal dari salah satu sekolah dasar di Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon sebagai informan untuk analisis kebutuhan, tiga validator e-modul yang terdiri dari satu orang validator ahli media, satu orang validator ahli pedagogik, dan ahli pendidikan karakter. Validasi e-modul ini menggunakan skala 1-4 untuk penilaiannya, secara keseluruhan e-modul yamg telah dikembangkan mendapatkan hasil penilaian kategori sangat layak dengan presentase rata-rata 88,83% pada validasi ahli pedagogik, dan presentase rata-rata 90,1% dengan kategori sangat layak pada validasi ahli media, dan memperoleh rata-rata presentase 66,67 dengan kategori cukup layak pada validasi ahli pendidikan karakter. Sehingga berdasarkan hasil validasi ahli e-modul ini layak digunakan dengan revisi. Penelitian ini dilakukan dengan dua kali uji coba dengan jumlah responden 26 siswa dalam satu rombel. Kata Kunci: E-modul, Permainan Tradisional, Pendidikan karakter
Pendidikan karakter; pembentukan cinta tanah air dan kreativitas peserta didik melalui program parktik membatik jumputan di sekolah dasar Farah Oktaviana; Syarip Hidayat; Ahmad Mulyadiprana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19499

Abstract

Abstract The activities of the batik jumputan practice program have an important role, especially in the development of character education which is included in the character of love for the homeland and creativity of students in elementary schools. The holding of batik learning in schools that aims to preserve the local wisdom of batik products in the form of cultural arts learning where students can develop their talent interests can be seen from the knowledge, skills, and attitudes in students. The process of learning activities for batik practice is so that students know and understand how the steps of making batik from beginning to end and can develop creative ideas that arise to determine the desired motives of students. The focus of this research also aims to find out how to plan, implement, apply and evaluate both supporting and inhibiting factors in the development of the character of love for the homeland and creativity of students through the practice of batik jumputan. The subjects in this study were teachers and grade 5 students totaling 20 people. However, there are 4 students who are observed specifically to be described according to the characters developed in the practice of batik jumputan. Data collection is carried out through interviews, observations, questionnaires, and documentation techniques. The approach used from this research is a qualitative approach with a descriptive method which explains what happens in the field. Based on the results of trials or observations made, it shows that the character of love for the homeland and creativity of students are quite developed and understand ideally through the practice program of batik jumputan. The feasibility results of the trial obtained the percentage obtained through the student questionnaire were 89.6% with the criteria of "very good". Therefore, from the questionnaire, the response of students in this trial got an average result of 85% (Very Good). Keywords: Character Education, Jumputan Batik, art and culture Abstrak Kegiatan program praktik membatik jumputan mempunyai peranan penting khususnya pada pengembangan pendidikan karakter yang termasuk dalam karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik di sekolah dasar. Diadakannya pembelajaran membatik di sekolah yang bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal produk batik dalam bentuk pembelajaran seni budaya yang dimana peserta didik dapat mengembangkan minat bakat yang dimilikinya dapat dilihat dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam diri peserta didik. Proses kegiatan pembelajaran praktik membatik jumputan ini agar peserta didik mengetahui dan memahami bagaimana langkah-langkah pembuatan batik dari awal sampai dengan akhir serta bisa mengembangkan ide kreatif yang muncul untuk menentukan motif yang diinginkan peserta didik. Pada fokus penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, penerapan dan evaluasi baik dari faktor pendukung dan penghambat pada pengembangan karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik melalui praktik membatik jumputan. Subjek pada penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas 5 yang berjumlah 20 orang. Namun ada 4 peserta didik yang diamati secara khusus untuk dideskripsikan sesuai dengan karakter yang dikembangkan dalam kegiatan praktik membatik jumputan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan dari penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode yang diambil deskriptif yang dimana menjelaskan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil uji coba atau pengamatan yang lakukan menunjukkan bahwa karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik cukup berkembang dan memahami secara ideal melalui program praktik membatik jumputan. Hasil presentase yang diperoleh melalui angket peserta didik 89,6% dengan kriteri “sangat baik”. Maka dari angket respon peserta didik pada uji coba ini mendapatkan hasil rata-rata 85% (Sangat Baik). Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Membatik Jumputan, Seni Budaya
Pengembangan media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di sekolah dasar Laela Nur Fauziah; Syarip Hidayat; Asep Nuryadin
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19528

Abstract

Abstract This research is motivated by the low innovation of Civics learning media so that the essence of learning media is not maximized, as seen from the lack of knowledge and the provision of the character of responsibility to be based on Pancasila values ​​for students. So that from these problems, the author seeks to develop animated video media with the character of responsibility on the material of Pancasila values ​​in elementary schools. This learning media was developed using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. Data collection techniques in this study included observation, interviews, document analysis, expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The results of the validation for experts obtained an average rating of 94% from material experts in the very appropriate category, 92% from media experts in the very feasible category, and 96% from pedagogic experts in the very feasible category. Based on this, the developed learning media meets the requirements for use in learning activities. This is evidenced by the results of students' suspension of learning media in the trials of phases I and II obtaining results of 92.53% and 95.14% with very good criteria. Based on the results of expert validation and student response questionnaires, it can be concluded that animated video media with characters responsible for material Pancasila values ​​in elementary schools is appropriate for use in learning activities. Keywords: Learning Media Development, Animation Video, Responsible Character Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya inovasi media pembelajaran PPKn sehingga penyampaian esensi media pembelajaran belum maksimal, terlihat dari rendahnya pengetahuan dan penanaman karakter tanggung jawab berlandaskan nilai-nilai pancasila pada peserta didik. Sehingga dari permasalahan tersebut, penulis berupaya untuk mengembangkan media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di Sekolah Dasar. Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan metode Research and Depelopment (R&D) dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, analisis dokumen, angket validasi ahli, dan angket respon peserta didik. Hasil validasi kepada para ahli mendapat rata-rata penilaian 94% dari ahli materi dengan kategori sangat layak, 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak, dan 96% dari ahli pedagogik dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hal ini, media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi syarat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran pada uji coba tahap I dan II mendapatkan hasil 92.53% dan 95.14% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan angket respon peserta didik, maka dapat disimpulkan bahwa media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di Sekolah Dasar layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Video Animasi, Karakter Tanggung Jawab
Peningkatan kerjasama dan hasil belajar menggunakan model problem based learning pada siswa kelas III SD Ajeng Wuri Puspita Lusia; Rusmawan; Dianing Kurniastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kerjasama dan hasil belajar siswa kelas III SD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar bagi siswa kelas III SD melalui penerapan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD. Instrumen yang digunakan tes dan non tes. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar dan lembar observasi untuk mengamati kerjasama siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata kerjasama siswa mengalami peningkatan dari 54 dalam kategori rendah menjadi 67 pada siklus I dalam kategori tinggi, dan meningkat kembali menjadi 74 dalam kategori tinggi pada siklus II. Peningkatan terjadi pula pada hasil belajar siswa dari persentase ketuntasan klasikal dari 38% meningkat menjadi 54% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 85% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa.
Penggunaan model make a match berbantuan media pembelajaran flashcard untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 di sekolah dasar Erta Alvani; Agus Muharam; Hisny Fajrussalam
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19576

Abstract

Abstrak Dalam kemampuan membaca siswa harus menguasai dua kemampuan tersebut yaitu, membaca nyaring dan membaca dalam hati. Salah satu kemampuan yang harus dikuasai dalam membaca adalah kemampuan membaca permulaa. Berdasarkan hasil data yang didapatkan sebelum dilakukan penelitian yang diperoleh dari guru dan siswa kelas I UPTD SDN 8 Nagrikaler, bahwa kemampuan membaca permulaan siswa tergolong rendah. Maka peneliti mencoba menggunakan model make a match berbantuan media pembelajaran flashcard dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian Kurt Lewin melalui 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD SDN 8 Nagrikaler dengan subjek penelitian 26 siswa. Terdapat peningkatan pada kemampuan membaca permulaan pada siswa setelah diterapkannya model make a match berbantuan media pembelajaran flashcard. Hal ini ditunjukkan oleh hasil aktivitas dan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar kemampuan membaca permulaan pada siklus I diperoleh 70% dan siswa masih ada yang belum memperoleh nilai tuntas KKM. Siklus II diperoleh nilai rata-rata meningkat menjadi 92% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 24 siswa. Dengan demikian penggunaan model make a match berbantuan media pembelajaran flashacrd dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I Sekolah Dasar. Kata Kunci: Make a Macth, Membaca Permulaan, Flashcard
Penggunaan model pembelajaran children learning in science untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep macam- macam gaya dalam pelajaran IPA siswa kelas IV sekolah dasar Trisnawati Demaris; Anugrah Ramadhan Firdaus; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19602

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep macam-macam gaya dalam pelajaran IPA sangatlah penting, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep macam-macam gaya dalam pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Children Learning in science (CLIS) pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Kesulitan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsepnya, dan kesulitan guru dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep macam-macam gaya dalam pelajaran IPA siswa kelas IV SD. Subjek dalam penelitian berjumlah 30 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Mix Method dengan desain Sequential Explanatory dimana pengumpulan datanya secara kuantitatif terlebih dahulu kemudian diikuti oleh pengumpulan data secara kualitatif. Untuk mendapatkan data kuantitafif diperoleh dari hasil pretest dan posttest sedangkan untuk data kualitatif diperoleh dari angket, wawancara dan observasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Children Learning in science (CLIS) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep macam-macam gaya dalam pelajaran IPA siswa kelas IV SD ini berhasil karena adanya peningkatan yang dapat dilihat dari N-Gain Score dimana nilai rata-rata N-Gain Score 0,605 dengan kriteria peningkatan berada pada ranah sedang. Kesulitan siswa dalam penelitian ini adalah menyelesaikan soal tes pada indikator menarik simpulan sedangkan kesulitan guru adalah tidak mudah bagi guru untuk mendorong siswa dalam menyusun sebuah konsep.