cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
UPAYA MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE STORYTELLING PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Hutami, Selistia; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

An attitude of responsibility should be instilled from an early age because an attitude of responsibility will emerge and develop through direction and guidance from adults. Like in PAUD Miftahul Huda, there are still children who do not understand their responsibilities, for example, children are not able to complete the tasks given by the teacher and children do not want to tidy up the toys they have used. Therefore, through the storytelling method, the researcher tries to increase the responsible attitude towards children. The research method used was Classroom Action Research where the research was conducted in 2 cycles, namely the action cycle I and cycle II. Data collection techniques are in the form of observation and documentation techniques after the data has been collected then analyzed using qualitative descriptive analysis. In the initial conditions, children who have not developed (BB) are 50% and develop according to expectations (BSH) 25%, after the action in cycle I there is an increase, namely 33% developing according to expectations (BSH) and 25% developing very well (BSB), in the second cycle of action, the results were further increased, namely that there were no more children who had not developed but turned into 50% very well developed (BSB), of course, this was all following what was expected. Thus it can be concluded that using the storytelling method can increase the responsible attitude of children.Sikap tanggung jawab sebaiknya ditanamkan sejak dini, karena sikap tanggung jawab akan muncul dan berkembang melalui arahan dan bimbingan dari orang dewasa. Seperti di PAUD Miftahul Huda, masih ada anak yang belum mengerti  akan tanggung  jawab misalnya anak belum mampu menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan anak tidak mau membereskan kembali mainan yang sudah digunakannya. Maka dari itu dengan melalui metode story tellingpeneliti mencoba untuk meningkatkan sikap tanggung jawab pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dimana penelitian dilakukan  dengan 2 siklus yaitu tindakan siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi dan dokumentasi, setelah data terkumpul lalu dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pada kondisi awal, anak yang belum berkembang (BB) sebanyak 50% dan berkembang sesuai harapan (BSH) 25%, setelah adanya tindakan pada siklus I ada peningkatan yaitu 33% berkembang sesuai harapan (BSH) dan 25% berkembang sangat baik (BSB), pada tindakan siklus II hasilnya lebih meningkat yaitu tidak ada lagi anak yang belum berkembang namun berubah menjadi 50% berkembang sangat baik (BSB), tentunya ini semua sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode story tellingdapat meningkatkan sikap tanggung jawab pada anak.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN TUTUP BOTOL PINTAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI Inih Kartinih; Sri Nurhayati; Rita Nurunnisa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Children are children given by God who must be looked after and developed potential,  one aspect of early childhood development is the cognitive aspect. Cognitive is the intellectual ability of the child in thinking, knowing, and solving problems, the ability of symbols that symbolize the number of objects. Developing cognitive abilities can be done through the introduction of simple counting concepts. In learning to count in early childhood, children learn to connect real objects with mathematical symbols. One of the real objects is the smart bottle cap board medium. Based on the results of observations due to the learning that relies on the child's worksheet, the lack of stimulus and learning not by using real objects and less interesting, so researchers conducted a study to find out how teachers are trying to improve early childhood counting skills with smart bottle cap board media with qualitative descriptive research methods. The study subjects were 11 people, consisting of 5 girls, 6 boys, and 1 classroom teacher in Khaerunnisa Kindergarten. The data collection technique carried out in this study is observation, with technical analysis using qualitative data analysis techniques. Based on observations that researchers conducted during three meetings, it was obtained that the ability to count early childhood through the medium of smart bottle cap boards can be improved. Children become happy in counting learning.Anak merupakan titipan yang diberikan oleh Tuhan yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya, salah satu aspek perkembangan anak usia dini adalah aspek kognitif. Kognitif yaitu kemampuan intelektual anak dalam berpikir, mengetahui dan memecahkan  masalah, kemampuan simbol yang melambangkan banyaknya benda. Untuk mengembangkan kemampuan kognitif dapat dilakukan melalui pengenalan konsep berhitung sederhana. Dalam pembelajaran berhitung pada anak usia dini, anak belajar menghubungkan objek nyata dengan simbol matematis. Salah satu objek nyata tersebut yakni dengan media papan tutup botol pintar. Berdasarkan hasil pengamatan, karena pembelajaran yang mengandalkan lembar kerja anak, kurangnya stimulus dan pembelajaran belum menggunakan objek nyata dan kurang menarik, sehingga peneliti melakukan penelitian  untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini  dengan media papan tutup botol pintar dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yakni 11 orang, terdiri dari 5 orang anak perempuan, 6 orang anak laki-laki dan 1 orang guru kelas di TK Khaerunnisa. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni observasi, dengan teknis analisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan maka diperoleh hasil bahwa kemampuan berhitung anak usia dini melalui media papan tutup botol pintar dapat meningkat. Anak menjadi senang dalam pembelajaran berhitung.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN AKTIF Pujiastuti, Esti; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

This research is motivated by the lack of children’s ability to recognize their abilities. Children still seem to have difficulty expressing their abilities and socializing with their teachers and friends. Therefore, we need an interesting lesson to be able to foster children's self-confidence. This research was conducted to explain active play activities in fostering self-confidence in early childhood. This study used a qualitative descriptive method. The research subjects were 10 children aged 5-6 years from group B Kober Kota Al Hidayah SSI. Data collection techniques were used in this study by conducting observations and interviews. Data analysis includes data reduction activities, data display, and conclusion. The results showed that through active activities, children's self-confidence could be stimulated properly according to their developmental stages. With this active play activity, children can freely express their abilities from the beginning to the end, and dare to carry out activities in learning without having to force the child. In addition, this active play activity also makes learning more fun, and children are more enthusiastic in carrying out learning activities. This results in the learning process running optimally and children's self-confidence increases.Penelitian ini dilatar belakangidengankurangnya anak dalam hal mengenal kemampuan dirinya.Anak terlihat masih sulit mengekspresikan kemampuannya dan bersosialisasi bersama guru dan teman-temannya. Oleh sebab itu, diperlukan suatu pembelajaran yang menarik untukdapatmenumbuhkan rasa percaya diri anak. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan kegiatanbermain aktif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 Tahun berjumlah 10 orang dari kelompok B Kober Kota Al Hidayah SSI. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan observasi dan wawancara. Analisis data meliputi aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melaluikegiatan aktifkepercayaaan dirianak dapat terstimulasi dengan baik sesuai tahapan perkembangannya. Dengan kegiatan bermain aktif ini membuat anak dengan bebas mengekspresikan kemampuannya mulai dari kegiatan awal sampai akhir, dan berani melakukan kegiatan yang ada dalam pembelajarantanpa harus memaksakan anak.  Selain itu, tindakan bermain aktif ini juga membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan anak lebih antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran berjalan secara optimal dan rasa percaya diri anak meningkat. 
KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN IMAJINATIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Wiwin Winarti; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

It is important for children to have an imaginative ability because it is related to their ability to think. Imaginative ability needs to be developed in order to help children to produce new ideas dan creativity. It is still found that many children are confused about how to express what they feel, experienced, and what creation they will make. The researcher conducted a study related to this problem to improve children’s imaginative ability by doing freehand drawing activity. A descriptive qualitative method is used in this study in order to describe the implementation of freehand drawing activity to improve children’s imaginative ability. Data collection techniques used were the observation of freehand drawing activities and interviews of the principal and the teacher. Data analysis was carried out since before researchers conducted research, while in the field and after completion in the field by reducing and presenting data obtained. The result of this study showed that freehand drawing can be a stimulus to improve children’s imaginative ability so it can help them to produce a new idea and make them more creative. According to the result of this study, it is concluded that freehand drawing activity can improve children’s imaginative ability because children enjoy it and they are also free to express their ideas and imagination.Anak harus memiliki kemampuan imajinatif karena hal ini berkaitan dengan kreativitas dan kemampuan berpikirnya. Kemampuan imajinatif perlu dikembangkan karena membantu anak untuk menghasilkan ide-ide baru dan kreativitasnya. Masih banyak ditemukan anak yang terlihat bingung ketika diminta untuk mengekspresikan apa yang dirasakan, apa yang pernah dialami serta apa yang akan dibuatnya melalui sebuah karyanya. Terkait dengan permasalahan ini maka peneliti melakukan penelitian implementasi kegiatan menggambar bebas terhadap perkembangan kemampuan imajinatif. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan menggambar bebas untuk meningkatkan kemampuan imajinatif anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan sejak sebelum, selama dan setelah selesai penelitian di lapangan dengan mereduksi dan menyajikan data tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas dapat dijadikan stimulus untuk meningkatkan kemampuan imajinatif anak sehingga dapat membantunya untuk menghasilkan ide baru dan menjadikannya lebih kreatif. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan menggambar bebas dapat meningkatkan kemampuan imajinatif anak karena menggambar disukai anak dan mereka bebas mengekspresikan ide dan imajinasinya.
ANALISIS PERMAINAN LEGO DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK USIA DINI Inah Hayati; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Cognitive is one of the competencies that must be possessed and developed by early childhood. The most important part of cognitive is logical thinking, based on the results of data analysis of previous studies conducted by Sri, Nuzul, and Erlita (2017) and Kartini and Indria (2018) show the situation of the level that is still low in terms of logical thinking ability. This certainly needs to get a good stimulus, one of which is the method of using lego games as an effort in the development of cognitive abilities related to logical thinking in children. The purpose of this article is to find out the lego game in developing children's logical thinking abilities. The method used is the study of literature as a first step in preparing a research framework for obtaining secondary data in the field. The data collection technique is the documentation method based on the published papers and research results. Data analysis using bibliographic annotations (annotated bibliography). The sample in this study was a study entitled "Playing Legos Improves Cognitive Development in Preschool Children (4-5 years)", and a study entitled "The Effect of Lego Learning Media for Increasing Early Childhood Creativity". The results of the research after reading a number of articles and research results that have been published, it can be concluded that there was a significant development of children's logical thinking by applying the lego play method. With lego games, it is hoped that the success of children's logical thinking will be more successful and the teachers will be more varied in conducting learning activities.Kognitif merupakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh anak. Bagian terpenting dari kognitif adalah berpikir logis, Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang dilakukan oleh Utami, Qur’aniati, Kusuma (2017) dan Kartini dan Indria (2018) menunjukan situasi tingkatan yang masih rendah dalam kemampuan berfikir logis. Hal ini perlu mendapat stimulus yang baik, salah satunya dengan metode penggunaan permainan lego. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui permainan lego dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur sebagai langkah awal dalam mempersiapkan kerangka penelitian untuk mendapatkan data sekunder di lapangan. Teknik pengumpulan data yaitu metode dokumentasi berdasarkan pada karya tulis dan hasil penelitian yang sudah dipublikasikan. Analisis data menggunakan anotasi bibliografi.Sampel dalam penelitian ini adalah penelitian yang berjudul “Bermain Lego Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah (4-5 tahun)”,dan penelitian yang berjudul “Pengaruh Media Pembelajaran Lego Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini”. Hasil penelitian setelah membaca beberapa artikel dan hasil penelitian yang telah dipublikasikan maka dapat disimpulkan terjadi perkembangan yang signifikan terhadap berpikir logis anak dengan diterapkannya metode bermain lego. Dengan permainan lego diharapkan keberhasilan berpikir logis anak akan semakin berhasil dan para guru akan lebih bervariasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran. 
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ENGMOSAR PADA KELOMPOK USIA 5-6 TAHUN Novi Eliyansah; Muhammad Kosim Sirodjudin; Rohmalina rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Gross motor development is a change or development that requires the involvement of large muscles in a part of the body to carry out bodily or physical activities that are supported by maturation. While Engmosar is a kind of game that stimulates gross motor skills with the media of banners illustrating the soles of the feet and hands as well as several boxes with attractive color designs, this game is more dominant to do the crank movement. This research was conducted in group B Play Group Darul Umamah Rahayu Village, Margaasih District, with 15 subjects being studied. This research uses a qualitative descriptive method with the aim of the research is to find out the increase in children's gross motor development through learning that is packaged through engmosar games. Data collection techniques used by researchers in this study are using observation techniques as the main method, documentation as a supporting method, and interviews are used to clarify the results of gross motor observation through the game Engmosar. Analysis of the data used is through the stage of data reduction, data presentation, and drawing conclusions or data verification. The results showed that there was an increase in gross motor development of children in group B Darul Umamah Play Group after being stimulated through engmosar games.Perkembangan motorik kasar adalah perubahan atau perkembangan yang membutuhkan keterlibatan otot-otot besar pada bagian tubuh untuk melakukan kegiatan tubuh atau fisik yang ditunjang dengan kematangan (maturation). Sedangkan engmosar adalah sejenis permainan yang merangsang motorik kasar dengan media spanduk bergambar telapak kaki dan tangan serta beberapa kotak dengan desain warna yang menarik, permainan ini lebih dominan melakukan gerakan engkle. Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok B Kelompok Bermain darul Umamah Desa Rahayu Kecamatan Margaasih, dengan jumlah subjek yang diteliti sebanyak 15 anak. Penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peningkatan terhadap perkembangan motorik kasar anak  melalui pembelajaran yang dikemas melalui permainan engmosar. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi sebagai metode pokok,  dokumentasi sebagai metode penunjang dan wawancara digunakan untuk klarifikasi dari hasil observasi motorik kasar melalui permainan engmosar. Analisis data yang digunakan yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan perkembangan motorik kasar anak kelompok B Kelompok Bermain Darul Umamah setelah diberikan stimulasi melalui permainan engmosar.
KEGIATAN SENAM ICE BREAKING DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI Yeni Maryani; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

This study aims to determine the process of implementing ice-breaking gymnastics activities in the development of early childhood kinesthetic intelligence. Ice-breaking gymnastics activities are carried out when the activities line up. The duration of ice-breaking gymnastics activities is only 3-5 minutes so that the children are enthusiastic to participate in these activities. The implementation of ice breaking gymnastics is done routinely to train the gross motor stimulation of children in the development of early childhood kinesthetic intelligence. This research uses descriptive qualitative research methods. The subjects in this study are group B students. The data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Based on the results of the thematic analysis and discussion, it can be concluded that the ability of children's kinesthetic intelligence can be improved through ice-breaking gymnastics activities, through these gymnastics activities can stimulate the intellectual abilities of body movements, and can train their physical abilities through ice-breaking gymnastics with simple movements that are easy to imitate, does not drain energy and contains elements of joy and joy accompanied by songs and musicPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan  senam ice breakingdalam pengembangan kecerdasan kinestetik anak usia dini.Kegiatan senam ice breakingini dilakukan pada saat kegiatan berbaris.Durasi kegiatan senam ice breakinghanya 3-5 menit sehingga anak-anak antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut.Pelaksanaan senam ice breakingini dilakukan secara rutin agar melatih stimulasi motorik kasar anak dalam pengembangan kecerdasan kinestetik anak usia dini.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tematik. Subjek dalam penelitian ini siswa kelompok B dan dua Guru kelas. Teknik pengumpulan data ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data tematik  dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kecerdasan  kinestetik anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan senam ice breaking, melalui kegiatan senam ini dapat menstimulasi kemampuan kecerdasan gerak tubuh, serta dapat melatih kemampuan fisiknya  melalui senamice breaking dengan gerakan-gerakan sederhana yang mudah ditirukan, tidak menguras energi  serta mengandung unsur kegembiraan dan keceriaan dengan di iringi oleh lagu dan musik.
PENERAPAN METODE STORY TELLING DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA EKSPRESIF Mariam, Euis; Lestari, Ririn Hunafa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Human language skills aim to communicate with other humans. Therefore, language has important rules in human life, including early childhood. Language development is very important in early childhood education, so one of the methods of learning is the storytelling method. Learning through storytelling can develop expressive abilities in early childhood. This study aims to determine the extent of early childhood language development in developing expressive language skills in early childhood. This research uses descriptive qualitative research methods. The data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation with thematic data analysis techniques. The results showed that the existence of the storytelling method in Kober At-tauhid shows the development of expressive language in children, especially the ability to speak through role-playing through hand puppets applied in Kober At-Tauhid. The child becomes active in responding to the information provided by the teacher and the child is able to answer questions based on the knowledge and experience gained while listening environment.Kemampuan bahasa yang dimiliki manusia bertujuan untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Oleh karena itu,bahasa memiliki peraturan penting dalam kehidupan manusia termasuk salah satunya adalah anak usia dini.Perkembangan bahasa sangat penting dalam pendidikan usia anak dini, maka salah satu metode dalam pembelajarannya adalah metode storytelling.Pembelajaran melalui storytellingdapat mengembangkan kemampuan ekpresifanak usia dini.Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bahasa anak usia dini   dalam  mengembangkan kemampuan bahasa ekpresif pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitiandeskriptif  kualitatif.Adapun  teknik pengumpulan data   dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasidengan teknik analisi data tematik.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan adanya metode story telling di Kober At-tauhid maka terlihat  perkembangan bahasa ekspresif  pada anak terutama kemampuan berbicara melalui bermain peran melalui boneka tanganyang diterapkan di Kober At Tauhid. Anak menjadi aktif dalam merespon informasi yang diberikan guru dan anak mampu menjawab pertanyaan yang didasari pada pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh saat mendengarkan.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBELAJARAN MONTESSORI Rohmah, Pia Sani Sadiatu; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Writing this article aims to determine how to increase children's independence through the Montessori learning method. This article uses the literature study method for initial preparation in developing a research framework in obtaining data in the field. The data collection technique uses the documentation method on the results of research and published papers. Data analysis using bibliographic annotations. The sample in this study is a study entitled "Increasing the Independence of Children through Learning the Montessori Method" and research entitled "The Implementation of the Montessori Method Approach in Forming Independent Character in Early Childhood". Montessori learning methods, by applying the Montessori learning method can be used as an alternative to improve the attitude of independence in children. The results of this study through learning the Montessori method can provide freedom and opportunities to develop children's independence with simple things according to children's needs such as buttoning their clothes, wearing their shoes, learning to learn the order and regularity, for example from the start taking materials from the shelf or table by themselves. , after finishing the child puts the materials back in their original place.Penulisan Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemandirian anakmelalaui metode pembelajaran Montessori. Artikel ini menggunakan metode studi literature untuk persiapan awal dalam menyusun kerangka penelitian dalam memperoleh data di lapangan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi pada hasil penelitian dan karyatulis yang telah dipublikasi. Analisis data menggunakan anotasi bibliografi. Sampel dalam penelitian ini yaitu penelitian yang berjudul “Meningkatkan Kemandirian Anak melaluiPembelajaran Metode Montessori ” dan penelitian yang berjudul “Implementasi Pendekatan Metode Montessori Dalam Membentuk Karakter Mandiri Pada Anak Usia Dini”.Hasil analisis data penelitian sebelumnya dapat disimpulkan terjadi perkembangan yang signifikan terhadapditerapkannya metode pembelajaran Montessori, dengan menerapkan metode pembelajaran Montessori dapat dijadikan alternative untuk meningkatkan sikap kemandirian pada anak.Hasil dari penelitian ini melalui pembelajaran metode Montessori mampu memberikan kebebasan dan kesempatan mengembangkan kemandirian anak dengan hal yang sederhana sesuai dengan kebutuhan anak seperti mengancingkan baju sendiri, memakai sepatu sendiri, belajarmempelajariurutan dan keteraturan contohnya dari awal mengambil sendiri bahan-bahan yang ada dirak ataumeja, setelah selesai anak menyimpan kembali bahan-bahan tersebut ketempat semula. 
PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN SAINS MENCAMPUR WARNA BERBANTU PLAYDOUGH Cahyani, Repti Adelya; Mulyana, Edi Hendri; Sumardi, Sumardi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This research is motivated by debates found in the field, discussing with the difficulty of children to recognize numbers. The purpose of this study is to provide care for children to have the ability to recognize numbers. The method used in this study is a Single Case Experiment Design, a single case research design for testing the effect of the treatment of science games mixing colors aided by playdough. The subjects of this study were three children who participated 5 years in Group A TAAM Asy-Syifa Kawalu District, Tasikmalaya City. Data collection techniques used in this study are observation and documentation. Data analysis in this design focuses on individual data rather than group data. In analyzing the research data of the One Experimental Case design there are three main things, namely making graphics, using descriptive statistics, and visual analysis. The results of this study increased children in recognizing numbers after being given 3x treatment by researchers: The initial ability of children to recognize an average figure of 29.6%. While the difficulty of children in knowing the average rate of 70.4% with a high category (Not yet Developed); The ability of children to recognize numbers when done an average of 42.6%. While the difficulty of children in knowing the average number is 61.1% in the medium category (Start Developing); The final score averaged 96.2%. While the level of difficulty of children an average of 3.7% with a low category (Very Good Development).Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan dilapangan, berkaitan dengan kesulitan anak mengenal angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan treatment kepada anak agar anak memiliki peningkatan kemampuan dalam mengenal angka. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Single Case Experimental Design, merupakan desain eksperimen kasus tunggal untuk mengevaluasi efek suatu perlakukan berupa permainan sains mencampur warna berbantu playdough. Subjek penelitian ini tiga orang anak berusia 5 tahun di Kelompok A TAAM Asy-Syifa Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data pada desain ini terfokus pada data individu dari pada data kelompok. Dalam menganalisis data penelitian desain Single Case Experimental ada tiga hal utama yakni pembuatan grafik, penggunaan statistika deskriptif, dan analisis visual. Hasil dari penelitian ini anak mengalami peningkatan dalam  mengenal angka setelah diberikan 3x treatment oleh peneliti: Kemampuan awal anak mengenal angka rata-rata 29,6%. Sedangkan kesulitan anak mengenal angka rata-rata 70,4% dengan kategori tinggi (Belum Berkembang); Kemampuan anak mengenal angka saat dilakukan intervensi rata-rata 42,6%. Sedangkan kesulitan anak mengenal angka rata-rata 61,1% dengan kategori sedang (Mulai Berkembang); Kemampuan akhir anak mengenal angka rata-rata 96,2%. Sedangkan kesulitan anak mengenal angka rata-rata 3,7% dengan kategori rendah (Berkembang Sangat Baik).

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue