cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
IMPLEMENTASI METODE BERMAIN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B Ratna Hafizah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This research is motivated by the lack of attention to aspects of social development and the presence of some undeveloped indicators in children. The results of preliminary observations indicate that the social development of children is not well developed. According to Piaget (1965), children's social skills will increase when they interact with their friends. This study aims to determine the planning of the use of cooperative play methods in enhancing early childhood social development, the implementation of cooperative play in enhancing children's social development in RA Az-zahra, the results of using cooperative play methods in enhancing social development in children in RA Az-zahra. This research uses quantitative descriptive methods. The subjects in this study were group B children aged 5-6 years, totaling 10 children. Data collection techniques were obtained through observation, interviews, and documentation. The analysis used is descriptive statistical analysis. This descriptive statistical analysis technique uses the presentation of data in tabular and graphical form. The results showed that cooperative play can be seen with the increasing number of indicators shown by children after carrying out cooperative play activities including children already willing to cooperate, please help, respect others, be empathetic, and share.Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya perhatian pada aspek perkembangan sosial, dan adanya beberapa indikator yang belum berkembang pada anak. Hasil observasi awal menunjukkan perkembangan sosial anak belum berkembang dengan baik. Menurut Piaget (1965) keterampilan sosial anak-anak akan meningkat ketika mereka berinteraksi dengan teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan penggunaan metode bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial anak usia dini, pelaksanaan bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial anak di RA Az-zahra, hasil penggunaan metode bermain kooperatif dalam meningkatkan perkembangan sosial pada anak di RA Az-zahra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak kelompok B yang berusia 5-6 tahun yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Teknik analisis statistik deskriptif ini menggunakan penyajian data dalam bentuk tabel,dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain kooperatif dapat dilihat dengan meningkatnya beberapa indikator yang ditunjukkan oleh anak setelah melaksanakan kegiatan bermain kooperatif antara lain anak sudah mau bekerjasama, tolong menolong, menghargai orang lain, bersikap empati, dan berbagi.
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BIG BOOK DI PAUD NURUL IMAN USIA 5-6 TAHUN Fitri Suryaningsih; Ronny Mugara; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

The purpose of this study was to examine the development of children's language through the method of storytelling using big book media. The reason for the research is to find out the extent of the results of the improvement of children's language development through storytelling with the big book media. The study population in PAUD Nurul Iman Naringgul. The subjects of the study were group B aged 5-6 years totaling 15 children consisting of 6 boys and 9 girls. The method used is Classroom Action Research. Data collection techniques using observations in the form of observation checklist sheets.Data analysis using quantitative descriptive. The results showed that there was an improvement in language development through the method of storytelling with the BSB pre-action category of 0% or no children developed in this phase, the first cycle was 7% or 1 person and the second cycle was 80% or 12 people. From the data, the conclusion is that the method of storytelling can improve children's language development where they can arrange words into a sentence, develop vocabulary, and understand with other people's words or what others have explained.Tujuan penelitian ini untuk menelaah perkembangan bahasa anak melalui metode bercerita menggunakan media big book. Alasan dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hasil peningkatan perkembangan bahasa anak melalui metode bercerita dengan media big book. Populasi penelitian di PAUD Nurul Iman Naringgul. Subyek penelitian adalah kelompok B usia 5-6 tahun berjumlah 15 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 9  perempuan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi berupa lembar observasi chek list. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan perkembangan bahasa melalui metode bercerita dengankategori BSB pratindakan 0% atau tidak ada anak yang berkembang dalam fase ini, siklus I 7%  atau 1 orang dan siklus II 80% atau 12 orang. Dari data tersebut kesimpulannya adalah metode bercerita dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak yang mana mereka dapat menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat, mengembangkan perbendaharaan kata, dan mengerti dengan ucapan orang lain atau apa yang telah dijelaskan orang lain.
PEMBELAJARAN MEDIA VISUAL PERMAINAN KELERENG ANAK USIA DINI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA KELOMPOK B Intan Wulansari; Enceng Mulyana; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Basic data from the results of the initial study shows that the conditions in the field in the aspect of fine motor skills in children aged 5-6 years are still low. Proven children when participating in learning activities there are still many children who are less active in fine motor development. One of them is the evidence that there are some children who have not been able to hold a pencil properly and correctly according to the rules. The game of marbles is very good as a learning medium in developing fine motor skills. The purpose of this study is none other than wanting to know the use of marbles game media in developing fine motor skills in children aged 5-6 years TK TK 1.This research is included in the CAR, which is carried out through the stages of planning, implementation, observation, reflection and The subjects of this study were children aged 5-6 years, TK BBM 1 with a total of 20 children. Data collection techniques by observation and interview. While the data are analyzed by descriptive statistics. Based on the data obtained, the results obtained in the first meeting or cycle I amounted to 44%, and in the second meeting amounted to 55%. Whereas in the second cycle at the first meeting 83% of the data was obtained, and at the second meeting the data obtained was 94%.Thus it can be concluded that in the game marbles can grow and develop fine motor skills in children between the ages of 5-6 years TK BBM 1. Dasar hasil data penelitian studi awal yang menunjukkan kondisi dilapangan dalam aspek kemampuan motorik halus pada anak-anak yang berusia antara 5-6 tahun masih rendah. Terbukti ada anak ketika mengikuti kegiatan dalam belajar masih banyak anak yang kurang aktif dalam perkembangan motorik halus. Salah satunya bukti tersebut ada beberapa anak yang belum mampu memegang pensil yang baik dan benar sesuai dengan aturannya.Permainan kelereng sangatlah baik untuk dijadikan media pembelajaran dalam menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus. Maksud penelitian ini tiada lain adalah ingin mengetahui pemanfaatan media permainan kelereng dalam menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus pada anak-anak yang berusia 5-6 tahun TK BBM 1. Penelitian ini termasuk kedalam Penelitian Tindakan Kelas  (PTK), yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan subjek penelitian ini adalah anak yang berusia antara 5-6 tahun TK BBM 1 yang berjumlah 20 orang anak.Teknik pengumpulan datanya dengan cara observasi dan wawancara. Sedangkan datanya yang dianalisis dengan cara statistik deskriptif. Berdasarkan datanya yang diperoleh maka hasil yang didapat dalam pertemuan kesatu atau siklus I sebesar 44%, dan di pertemuan yang kedua sebesar 55%. Sedangkan di siklus ke II pada pertemuan kesatu didapatkan data 83%, dan di pertemuan keduanya data yang didapat sebesar 94%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dalam permainan kelereng dapat menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus pada anak-anak antara usia 5-6 tahun TK BBM 1. 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA KELOMPOK B KOBER ALAMANDA Rilla Martilava; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

The ability to think symbolically is an aspect that must be developed. In order for this development to be optimal, it requires the right approach. Realistic mathematics learning is an approach that can be given to children in improving symbolic thinking skills, in which utilizing objects or situations around the child, this approach combines learning with the child's daily life. The purpose of this study was to determine realistic mathematics learning in improving children's symbolic thinking skills. The method used in this research is classroom action research, there are 2 cycles, consisting of 4 stages, namely planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The object of this research is the children of group B Kober Alamanda, amounting to 16 children, 7 girls, 9 boys. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative methods. The results of the study were in the initial condition the child's symbolic thinking ability was 43.75%, then the first cycle experienced 62.5% progress. Then cycle II becomes 75%. From the results of this study, it can be concluded that the use of realistic mathematics learning can improve the symbolic thinking skills of Group B in Kober Alamanda.Kemampuan berpikir simbolik merupakan aspek yang harus dikembangkan.Agar perkembangan tersebut optimal,maka membutuhkan pendekatan yang tepat. Pembelajaran matematika realistik sebagai salah satu pendekatan yang dapat diberikan kepada anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik,yang didalamnya memanfaatkan benda atau situasi yang ada disekeliling anak,pendekatan ini menggabungkanpembelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pembelajaran matematika realistik dalammeningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas, terdapat 2 siklus,di dalamnya terdiri4 tahapanyaituperencanaan, tindakan,observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupainterview, observasi dan dokumentasi. Objekdalam penelitian ini yaitu anak kelompok B Kober Alamanda yang berjumlah 16 anak, 7 anak perempuan,9 anak laki-laki. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Adapun hasil penelitian yaitu pada kondisi awal kemampuan berpikir simbolik anak 43,75% selanjutnya siklus I mengalami progress 62,5%. Lalu siklus II menjadi 75%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik kelompok B di Kober Alamanda. 
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KOBER ALAMANDA MELALUI METODE BERCERITA Yani Setiani; Enceng Mulyana; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Listening is a process of listening actively and creatively to get the information conveyed orally. The ability to listen in Kober Alamanda based on observations is still very low, it can be seen from children who do not pay attention to the teacher when giving assignments, children are absorbed in their activities, when teachers ask children not to answer, do not understand the two commands given simultaneously, it is difficult to understand the story presented, Efforts to improve listening skills can be done by the method of storytelling. The purpose of this study was to determine the implementation of the method of storytelling to improve listening skills in children. This study uses classroom action research (CAR) with the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The population in the study was 20 children aged 4-5 years and 2 teachers as subjects. In collecting data used observation and interviews. The analysis used is the Miles & Huberman approach with data reduction activities, data presentation, conclusions. Based on data analysis the results obtained in the first cycle of the meeting I amounted to 35%, then the second cycle meeting II increased to 50%. In cycle II the first meeting obtained 70% results, in the second cycle the second meeting the data rose to 95%. Seeing these it can be concluded that the method of storytelling can improve listening skills in children in Kober Alamanda.Menyimak merupakan suatu proses dalam mendengarkan secara aktif dan kreatif guna mendapatkan informasi yang disampaikan secara lisan. Kemampuan menyimak di Kober Alamanda berdasarkan hasil pengamatan masih sangat rendah hal ini terlihat dari anak yang tidak memperhatikan guru ketika memberikan tugas, anak asyik sendiri dengan kegiatannya, ketika guru bertanya anak tidak menjawab, belum mengerti dua perintah yang diberikan secara bersamaan, sulit memahami cerita yang disajikan.Upaya dalam meningkatkan kemampuan menyimak  dapat dilakukan dengan metode bercerita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi dari metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Jumlah populasi dalam pemelitian adalah sebanyak 20 orang anak dan 2 orang guru sebagai subjek. Dalam pemgumpulan data digunakan observasi dan wawancara. Analisis yang digunakan yaitu pendekatan Miles & Huberman dengan kegiatan reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Berdasarkan analisa data diperoleh hasil pada siklus I pertemuan I sebesar 35%, selanjutnya siklus I pertemuan II meningkat hingga 50%. Pada siklus II pertemuan I didapatkan hasil 70%, pada siklus II pertemuan II data naik hingga 95%. Melihat data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak di Kober Alamanda.
UPAYA MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LITERASI DALAM KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI MELALUI APLIKASI PAINT DI TK SUMUR BANDUNG Eulis Ulan Sari; Andrisyah Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Literacy is the ability to read and write as an indicator of developmental achievement including the ability to read, write or recognize characters. Literacy in English literacy comes from the Latin littera (letter) which means that it involves mastery of writing systems. Literacy development is language and thinking with the core of reading to writing and writing activities carried out by a person to make optimal use of various good sources. Paint applications are used to develop early childhood learning so that children are more eager to start literacy learning and children will not be bored when learning takes place because paint applications are very liked by children. This study uses a qualitative descriptive method, which is a study by collecting data or information about the problems in Kindergarten Sumur Bandung. The data needed is in the form of primary data and secondary data. The analysis used in this research is content analysis. The data obtained by primary data and secondary data were narrated descriptively in a thematic way. This article describes paint applications where paints are specially designed to teach certain learning through the application of testing children's abilities as well as testing children's abilities. Based on observations, it has been described that literacy using paint applications can stimulate children.Literasi adalah merupakan kemampuan membaca dan menulis sebagai salah satu indikator pencapain perkembangan yang meliputi kemampuan membaca , menulis atau mengenal aksara. Literasi yang dalam bahasa inggrisnya literacyberasal dari bahasa latin littera(huruf) yang pengertiannya melibatkan penguasaan sistem-sistem dalam tulisan. Pengembangan literasi adalah berbahasa dan berpikir dengan inti kegiatan membaca berpikir dan menulis yang di lakukan oleh seseorang dalam rangka memanfaatkan secara optimal dari berbagai sumber yang diperoleh.Aplikasi paintdigunakan untuk mengembangkan pembelajaran peserta didik agar anak lebih bersemangat untuk memulai pembelajaran literasi dan  Anak tidak akan merasa jenuh saat pembelajaran berlangsung karena aplikasi paintsangat di sukai oleh anak.Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian dengan cara mengumpulkandata atauinformasi mengenai permasalahandi TK Sumur Bandung. Data yang dibutuhkan berupa data primer maupun data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk analisis isi. Data yang diperoleh data primer dan data sekunder dinarasikan secara deskriptif dengan cara pengkodean secara tematik.Artikel ini menjelaskan tentang aplikasi paintMengenalkan Literasi Anak pada Kemampuan Kognitif Melalui Aplikasi paint  pada kegiatan anak tidak hanya dilakukan di sekolah melainkan dapat dilakukan kegiatan edukasi bersama keluarga di rumah.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL Pradinda, Restu; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

Speaking skills can be said to be one of the important basic aspects needed by a child. Speaking is a part of the development of spoken language. Through talking children can convey opinions, ideas and information to others. Therefore, speaking skills with the ability to express opinions or ideas that a person has are closely related to one another. Appropriate stimulation will improve speaking skills in children. This stimulation uses audio visual media. The use of audio visual media is done by way of children watching a video and then asked to retell it and also asked to tell stories with their own imagination. The study was conducted to improve speaking skills in children with descriptive qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation and interviews and data analysis techniques used are thematic analysis. This study involved 22 students in the 5-6 years age range at Kindergarten Plus Al-Karomah. The results of this study explain that through speaking skills in children aged 5-6 years their development increases.Keterampilan berbicara dapat dikatakan salah satu aspek dasar penting yang diperlukan oleh seorang anak. Berbicara merupakan suatu bagian dari perkembangan bahasa lisan. Melalui berbicara anak dapat menyampaikan pendapat, ide maupun informasi kepada orang lain. Maka dari itu, keterampilan berbicara dengan kemampuan menyampaikan pendapat ataupun ide yang dimiliki seseorang sangat berkaitan satu sama lain. Stimulasi yang tepat akan meningkatkan keterampilan berbicara pada anak Stimulasi ini menggunakan media audio visual. Penggunaan media audio visual dilakukan dengan cara anak menonton sebuah video lalu diminta untuk menceritakan nya kembali dan juga diminta untuk bercerita dengan imajinasi nya sendiri. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada anak dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Penelitian ini melibatkan 22 orang siswa dengan rentang usia 5-6 tahun di TK Plus Al-Karomah. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa melalui keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun perkembangannya meningkat,
PERAN ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA TERHADAP MEMBACA ANAK USIA DINI Amelia, Mia; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Some parents have children who can read is their pride, because through reading children will be easier to follow learning in elementary schools later. But the ability of children will not be achieved if it is not supported by the guidance of parents in teaching their children at home, because the intensity of teacher guidance at school is very little. The purpose of this study was to determine how much parental involvement in language development towards reading in early childhood. This research uses the Classroom Action Research method conducted in Group B TKQ Yaa Bunayya Karawang Regency by using data analysis conducted during the study from beginning to end through the stages of planning, implementing, observing, and reflecting on data, the data obtained during learning is processed using percentage techniques. Data collection techniques are done by observation, interview, and documentation. The subjects of this study were eight children, consisting of two girls and six boys. The results showed that the role of parents in improving language development towards reading in early childhood in Cycle II increased very high by 86%.Sebagian orang tua mempunyai anak yang bisa membaca adalah kebanggan sendiri, karena melalui membaca anak akan lebih mudah dalam mengikuti pembelajaran di Sekolah Dasar nanti. Namun  kemampuan anak tidak akan tercapai jika tidak di tunjang dengan bimbingan orang tua dalam mengajarkan anaknya di rumah, karena intensitas bimbingan guru di sekolah sangatlah sedikit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar keterlibatan orang tua dalam perkembangan bahasa terhadap membaca pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di Kelompok B TKQ Yaa Bunayya Kabupaten Karawang dengan menggunakan analisis data yaitu analisis kuantitatif yang dilakukan  selama penelitian dari awal sampai akhir  melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi data, data yang diperoleh selama pembelajaran diolah dengan teknik persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah delapan orang anak, terdiri atas dua perempuan dan enam laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan perkembangan bahasa terhadap membaca pada anak usia dini pada Siklus II meningkat sangat tinggi sebesar 86%.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN Natasya, Melinda Atika; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the increase in creative thinking skills in early childhood through computer-based learning media for group B children aged 5-6 years. Creative thinking is the ability to see various possible solutions to a problem. In research, the method used is descriptive qualitative, data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. The subjects in the study consisted of the principal, teachers, and KB students of Raudhatul Hikmah group B aged 5-6 years, totaling 15 children, consisting of 4 boys and 6 girls. Improvement research data on the creative thinking aspects of children will be analyzed using an interactive analysis model, namely using data collection, data reduction, data presentation, and the final results will be described clearly and validly. From the results obtained during the study, it shows that computer-based learning media can help in developing creative thinking skills in early childhood, this can be seen from the development of children who always show positive changes in every stimulation given through computer-based learning media. So it can be concluded that computer-based learning media can stimulate early childhood in creative thinking and computer-based learning media provide interesting and innovative learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada anak usia dini melalui media pembelajaran berbasis komputer pada anak kelompok B usia 5-6 tahun. Berpikir kreatif adalah suatu kemampuan dalam melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaiaan dari suatu masalah. Dalam penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumetasi. Subjek dalam penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru dan anak  didik KB Raudhatul Hikmah kelompok B usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak, terdiri dari 4 anak laki -laki dan 6 anak perempuan. Data penelitian peningkatan pada aspek berpikir kreatif anak akan dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif, yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta hasil akhir akan dideskriptifkan dengan jelas dan valid. Dari hasil yang didapatkan selama penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis komputer mampu membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif anak usia dini, hal ini dilihat dari perkembangan anak yang selalu menunjukan perubahan positif disetiap stimulasi yang diberikan melalui media pembelajaran berbasis komputer. Sehingga dapat disimpukan bahwasannya media pembelajaran berbasis komputer mampu menstimulasi anak usia dini dalam berpikir kreatif dan media pembelajaran berbasis komputer memberikan pembelajaran yang manarik dan berinovasi.
PENGARUH PERMAINAN MAZE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ermi Nurlaela; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood is an individual who is in a period of very rapid growth and development, proper stimulation needs to be given at this time so that children can develop all aspects of their development optimally. One of them is the cognitive aspect of the scope of the child's symbolic thinking ability. Because with the ability to think symbolically, children can develop the ability to think about an object even though the object is not in front of them. To improve symbolic thinking skills in early childhood cannot be separated from the role of an educator. The indica- tors of symbolic thinking in children aged 5–6 years are: children are able to count by mention- ing the number symbols 1–10, children are able to count using number symbols, children are able to match numbers according to number symbols, children are able to recognize various kinds of letter symbols, as well as children able to describe various kinds of objects in the form of pictures and writing. In this study, researchers used the Library Research method or the usual literature study, where researchers obtained information from several sources. The researcher used the technique of collecting data by using documentation techniques and using data analy- sis, namely the content analysis method. The results of this study, in accordance with the find- ings that the researchers got, through the maze game the child's symbolic thinking ability can be optimally stimulated. By creating an attractive and fun classroom atmosphere for students.Anak usia dini merupakan individu yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, stimulasi yang tepat perlu di berikan pada masa ini agar anak dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangannya secara optimal. Salah satunya yaitu aspek kognitif dalam lingkup kemampuan berpikir simbolik anak. Karena dengan kemampuan berpikir simbolik, anak dapat mengembangkan kemampuan berpikur mengenai suatu benda meskipun benda tersebut tidak ada dihadapannya. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini tidak terlepas dari peranan seorang pendidik. Adapun Indikator berpikir simbolik pada anak usia 5–6 tahun yaitu: anak mampu berhitung dengan menyebutkan lambang bilangan 1–10, anak mampu berhitung dengan menggunakan lambang bilangan, anak mampu mencocokkan angka sesuai lambang bilangan, anak mampu mengenal berbagai macam lambang huruf , serta anak mampu menggambarkan berbagai macam benda baik berbentuk gambar maupun tulisan.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Library Researchatau yang biasa dengan studi kepustakaan dimana peneliti mendapatkan informasi dari beberapa sumber. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokumentasi dan menggunakan analisis data yaitu metode analisa isi (content analysis).Hasil dari penelitian  ini, sesuai dengan temuan-temuan yang peneliti dapatkan, melalui permainan maze kemampuan berpikir simbolik anak dapat terstimulus dengan optimal. Dengan menciptakan suasana kelas yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue