cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PERMAINAN TRADIOSIONAL Cucun Kurniawati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Traditional games are games that contain cultural values. In essence it is an ancestral inheritance that mush be preserved. Social abilities of children aged 4-6 years in PAUD AL IKHLAS are still lacking. Therefore this study aims 1) to find out planning to improve social abilities of early childhood through games of Oray-orayan, Sondah , Galah Asin, 2) to find out the implementation process and 3) To find out the resultsof increasing social abilities of early childhood trough traditional game media. The research method in this study uses a qualitative descriptive method using observation and interview techniques in the field. The method aims to be able to provide data about increasing childrens social abilities through traditional play. The results of this study researchers can find out the planning of learning implementation the refers to the curriculum. Know the prosess of implementing traditional games, and know the results of increasing children’s social abilities can be increased. This is indicated by the presence of children who begin to obey the rules, can work together, can communicate, and solve problems.Permainan tradisional yaitu salah satu permainan kaulinan dari daerah Jawa Barat yang didalamnya terdapat nilai-nilai budaya, dan merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaanya (Ni Nyoman D., 2014) Kemampuan sosial anak pra sekolah 4-6 tahun di KOBER AL-IKHLAS masih kurang. Berdasarkan kondisi yang peneliti lihat seacara langsung maka penelitian ini bertujuan 1) Untuk  mengetahui perencanaan meningkatkan kemampuan sosial anak dalam bermain Oray-orayan, Sondah dan Galah Asin,  2) agar peneliti mengetahui proses pelaksaaannya 3) Dan untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan sosial anak melalui media permainan tradisional. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Deskriftif Kualitatif menggunakan tekhnik Observasi lapangan dan wawancara dengan sampel penelitian sebanyak 10 orang siswa ( Sugiyono, 2013:205) Metode tersebut bertujuan agar dapat memberikan gambaran data tentang peningkatan kemampuan social yang dimiliki anak melalui permainan tradisional. Hasil dari penelitian ini Peneliti dapat mengetahui perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013, Mengetahui proses pelaksanaan permainan tradisional, dan mengetahui hasil dari peningkatan kemampuan sosial anak dapat meningkat. Hal ini ditandai dengan adanya anak yang mulai dapat mentaati aturan, dapat bekerjasama, dapat berkomunikasi, dan dapat memecahkan masalah.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL DI PAUD MELATI 04 PADASUKA Fitri Virgianti; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

Audiovisual media in language learning is appropriate to improve language skills. With the very rapid progress in education or teaching, it helps the learning phase that takes place, in the progress of this information children can get to know various things, especially with language development. With the hope that students from PAUD Melati 04 will find it easier to respond, understand, motivate, and add vocabulary to children's language. This exploration uses the PTK (classroom action research) method. The subject of the study was group B children of 13 people using pre-cycles, cycle I, and cycle II. Data collection techniques were obtained through observation, reflection, and planning. And the data analysis used is descriptive data. From the results of the discussion, it can be summarized or summarized that children's ability in language through audio-visual gets satisfying results. This language proficiency can increase positive responses for children and add a lot of vocabulary to the figure of individuals aged 5-6 years. From the results obtained from the learning process, namely in pre-cycle 6%, in the first cycle 15% while in the second cycle 60%. From all this, it can be obtained that language skills through audiovisual media are very good at preschoolers.Media audio visual dalam pembelajaran bahasa tepat dilakukan guna menigkatkan kemampuan dalam berbahasa. Dengan adanya kemajuan yang sangat pesat dalam pendidikan ataupun pengajaran sangat membantu  tahap belajar yang berlangsung, in kemajuan informasi ini anak dapat mengenal berbagai hal khusunya dengan perkembangan bahasa. Dengan harapan murid dari PAUD Melati 04 semakin mudah untuk merespon, memahami, memotivasi dan menambah kosa kata bahasa anak. Eksplorasi ini memakai metode PTK (classroom action research). subjek penelitiannya anak kelompok B yang berjumlah 13 orang dengan menggunakan prasiklus, siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, refleksi dan perencanaan. Dan data analisis yang dipakai yaitu dengan data deskriptif. Dari hasil pembahasan dapat diringkas maupun dirangkum bahwa kemampuan anak dalam berbahasa melalui audio visual mendapatkan hasil yang memuaskan. Kemahiran bahasa ini dapat meningkatkan respon yang positif untuk anak dan menambah kosakata yang banyak untuk sosok individu usia 5-6 tahun. Dari hasil yang didapat dari proses pembelajaran yaitu pada prasiklus 6%, siklus I  15 % sedangkan di siklus II  60 %. Dari semua ini dapat diperoleh bahwa kemampuan berbahasa yang melalui media audio visual sangat baik pada anak prasekolah. 
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SAINS DI SENTRA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK B Taopik Rahman; Edi Hendri Mulyana; Esi Destri Fathirahmah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

This research is based on the limitations of learning media in natural materials centers. Science game media as an alternative learning media according to children's characteristics. The purpose of this study was to produce a product for the development of science game media at the center of natural ingredients in group B on children's learning outcomes. This research uses a development-based method, namely the McKenney & Reeves EDR (Educational Design Research) model with three stages: 1) analysis and exploration, 2) product design development, and 3) product evaluation and reflection. The technique of collecting data by conducting interviews, observation, and questionnaires. The data analysis uses data reduction, display data, and conclusion drawing / verification. The effectiveness of the product in the phase 1 trial, most of the children responded positively to the effectiveness of learning outcomes with an average percentage of 82.86%. Then make revisions related to recommendations from teachers to correct deficiencies in these products so that they become more optimal. After that, the phase 2 trial was conducted again, with most children giving a positive response to the effectiveness of children's learning outcomes with an average percentage of 95.59%. Based on these results, seen from the percentage of the results of the first and second stage trials, it increased by 11% and showed that the development of science game media in natural materials centers in group B was feasible to be used in the learning process. Penelitian ini didasari oleh keterbatasan media pembelajaran di sentra bahan alam. Media permainan sains sebagai alternatif media pembelajaran sesuai karakteristik anak. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk pengembangan media permainan sains di sentra bahan alam pada kelompok B terhadap hasil belajar anak. Penelitian ini menggunakan metode berbasis pengembangan yaitu EDR (Educational Design Research)model McKenney & Reeves dengan tiga tahap: 1) analisis dan eksplorasi, 2) pengembangan desain produk, serta 3) evaluasi dan refleksi produk. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dan angket/kuisioner. Adapun analisis datanya menggunakandata reduction(mengorganisir data), data display(membuat uraian terperinci), dan conclusion drawing/verification(melakukan interpretasi dan kesimpulan). Keefektifitasan produk pada uji coba tahap 1, sebagian besar anak memberikan respon positif efektifitas hasil belajar dengan rata-rata persentase 82,86%. Kemudian melakukan revisi terkait rekomendasi dari guru untuk memperbaiki kekurangan produk tersebut supaya menjadi lebih optimal. Setelah itu dilakukan lagi uji coba tahap 2, dengan sebagian besar anak memberikan respon positif efektifitas hasil belajar anak dengan rata-rata persentase 95,59%. Berdasarkan hasil tersebut, dilihat dari persentase hasil uji coba tahap 1 dan 2 meningkat sebesar 11% dan menunjukan bahwa pengembangan media permainan sains di sentra bahan alam pada kelompok B layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PENERAPAN SENI MOZAIK DENGAN MEDIA KERTAS WARNA Suwarti Suwarti; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

One of the aspects of art development in children's development is creativity, enabling each child to develop all their potential and abilities. Creativity is part of art, which is a way of generating new ideas. Mosaic art is an image or shape that is deliberately cut into pieces, then arranged by being affixed to a plane by applying glue. Based on the results of the observations, it was found that children's creativity skills had not yet appeared well, due to the lack of stimulus and learning that relied more on worksheets, coloring pictures so that researchers conducted research through the application of mosaic art with colored paper media with classroom action research methods. The research subjects were 20 children in the 5-6 year age group at PAUD Nurul Hikmah. The data collection technique used in this study is observation, for technical data analysis in this study using qualitative data analysis. Based on the research, it was found that 80% of children's creativity was increased through the application of mosaic art which was given with colored paper media with scissors and free-tearing techniques so that children were interested and happy with these activities.Aspek perkembangan seni yang ada dalam perkembangan anak salah satunya kreativitas, memungkinkan setiap anak mengembangkan segala potensi dan kemampuannya. Kreativitas bagian dari seni, dimana  merupakan suatu cara  menghasilkan ide-ide baru. Seni Mozaik merupakan gambar  atau bentuk yang sengaja  dibuat dengan dipotong-potong, kemudian disusun dengan ditempelkan pada sebuah bidang dengan cara diberi lem. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kemampuan kretaivitas anak masih belum muncul dengan baik, karena kurangnya stimulus dan pembelajaran yang lebih mengandalkan lembar kerja, mewarnai gambar sehingga peneliti melakukan penelitian melalui penerapan seni mozaik dengan media kertas warna dengan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yakni 20 orang anak kelompok usia 5-6 tahun di PAUD Nurul Hikmah. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, untuk teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil 80% bahwa kreativitas anak meningkat melalui penerapan seni mozaik yang diberikan dengan media kertas warna dengan teknik gunting dan sobek bebas, agar anak tertarik dan  senang dengan kegiatan tersebut.
Pembelajaran Sains Dengan Pendekatan Saintifik Pada Anak Usia Dini Ratu Trisna Delsah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Learning science in early childhood is needed according to the times that always changes is a challenge for children for the future, according to the child's life cant be separated from the phenomenon of science as a benchmark for the child to take action and solve the problems of science as process rain, the rainbow and the advent of technology such as computers in this technological age. The times will change according to the needs of people who will come so that we may not only take advantage of technological tools such as computers alone but that will come will be required child who requires creativity and reasoning in the process and create a product that would require knowledge that is global scientific knowledge capable analyze, troubleshoot and consistency can be maintained in the running life. So it is very important for the introduction of science in early childhood because they are in the golden age or golden age so that more stimulated then it will increase the power of reason are still active and required educators to encourage the process goldenly. The method used is descriptive or review literature. the kind of research in writing this article refers to the description of previous research with a review of the literature and other sources such as books, journals, etc. Techniques collection of data on the writing of this article is to review the literature.Pembelajaran sains pada anak usia dini sangat dibutuhkan sesuai perkembangan zaman yang selalu terjadi perubahan yang menjadi tantangan bagi anak untu masa yang akan datang, sesuai dengan kehidupan anak tidak terlepas dari fenomena sains sebagai tolak ukur anak dalam mengambil tindakan serta mengatasi permasalahan sains seperti prioses terjadinya hujan, pelangi serta munculnya teknologi seperti komputer pada zaman teknologi ini. Perkembangan zaman akan berganti sesuai kebutuhan manusia yang akan datang sehingga tidak mungkin kita hanya memanfaatkan alat teknologi seperti komputer saja tetapi yang akan datang akan dibutuhkan anak yang menuntut kreativitas serta penalaran dalam melakukan proses dan membuat produk yang akan membutuhkan pengetahuan yang global yaitu pengetahuan sains yang mampu menganalisa, memecahkan masalah serta konsistensi yang mampu dipertahankan dalam menjalankan kehidupan. Sehingga sangat penting untuk pengenalan sains pada anak usia dini karena mereka berada pada masa golden age atau masa keemasan sehingga semakin distimulus maka akan meningkat daya nalar yang masih belum aktif dan dibutuhkan pendidik yang mampu mendorong proses keemasan tersebuti. Metode penelitian yang digunakan yaitu mendeskriptifkan atau review literatur.Jenis penelitian pada penulisan artikel ini mengacu pada pendeskripsian penelitian sebelumnya dengan review literatur dan sumber lainnya seperti buku, journal dll.Teknik pengumpulan data pada penulisan artikel ini yaitu dengan review
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAHFIDZ ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK AL-IKHLASH CIKAWUNG KABUPATEN BANDUNG BARAT Masatu Badriyah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

This study aims to determine the process of implementing ice-breaking gymnastics activities in the development of early childhood kinesthetic intelligence. Ice-breaking gymnastics activities are carried out when the activities line up. The duration of ice-breaking gymnastics activities is only 3-5 minutes so that the children are enthusiastic to participate in these activities. The implementation of ice-breaking gymnastics is done routinely to train the gross motor stimulation of children in the development of early childhood kinesthetic intelligence. This research uses descriptive qualitative research methods. The subjects in this study are group B students. The data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Based on the results of the thematic analysis and discussion, it can be concluded that the ability of children's kinesthetic intelligence can be improved through ice-breaking gymnastics activities, through these gymnastics activities can stimulate the intellectual abilities of body movements, and can train their physical abilities through ice-breaking gymnastics with simple movements that are easy to imitate, does not drain energy and contains elements of joy and joy accompanied by songs and music.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tahfidz anak usia 5-6 tahun dan hasil pembelajaran tahfidz di TK Al-Ikhlash Cikawung Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tujuan pembelajaran tahfidz alquran di TK Al-Ikhlash Cikawung, yaitu: agar peserta didik mampu menghafal alquran dengan baik dan benar sesuai ketentuan kaidah ilmu tajwid, dapat minimal menghafal surat pendek dari yang sudah ditentukan yaitu juz 30, untuk dapat membimbing peserta didik supaya mencintai, menghafal alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran tahfidz Alquran, yaitu dengan menggunakan metode talaqqi, takrir, bin nazar dan membaca terjemahnya terlebih dahulu untuk mempermudah. Materi pembelajaran tahfidz Alquran ini yaitu menghafal minimal surat-surat pendek seperti surat Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlash dan Al-Lahab. Adapun evaluasi yang dilakukan yaitu dengan evaluasi pekanan, semester dan akhir tahun.
PENERAPAN KETERAMPILAN BERMAIN MUSIK ANGKLUNG DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MUSIKAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Qoyum, Azmi; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Every child has an expert in playing diverse music,  diversity which is the intelligence given by Allah SWT. Musical intelligence is an intelligence that needs to be developed since childhood. The purpose of this article is to find out the activities of children in improving musical intelligence through angklung music playing skills in PAUD institutions, namely TK Islam An-Nisa. This research uses a descriptive qualitative method by collecting information about problems in the child and school environment. So the researchers described how the learning process and focused on the learners. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. The subjects in the study consisted of principals, teachers, angklung trainers, and 23 female students.  Analysis techniques in this research using interactive analysis, namely using data collection, data reduction, presentation of data and final results will be described clearly and validly. The results of research on the development of children's musical intelligence can be concluded that from the first meeting to the next meeting with the application of a development playing angklung music can increase the musical intelligence of children in group A in An-Nisa Islamic Kindergarten. Seen at the time when children can create a work of art through musical instruments angklung.Setiap anak mempunyai keahlian dalam bermain musik yang beragam, keberagaman yang merupakan kecerdasan yang diberi oleh Allah SWT. Kecerdasan musikal menjadi kecerdasan yang perlu dikembangkan sejak kecil. Adapun tujuan dalam artikel ini untuk mengetahui aktivitas anak dalam meningkatkan kecerdasan musikal melalui keterampilan bermain musik angklung di lembaga PAUD yaitu TK Islam An-Nisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan informasi tentang permasalahan yang ada dalam lingkungan anak dan sekolah. Maka peneliti mendeskriptifkan bagaimana proses pembelajarannya dan fokus ke peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, pelatih angklung dan anak berjumlah 23 orang peserta didik perempuan. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis interaktif, yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta hasil akhir akan dideskriptifkan dengan jelas dan valid. Hasil penelitian perkembangan kecerdasan musikal anak dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan pertama ke pertemuan selanjutnya dengan penerapan keterampilan bermain musik angklung dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak pada kelompok A di TK Islam An-Nisa. Terlihat pada saat anak dapat menciptakan suatu karya seni melalui alat musik angklung.
UPAYA MELATIH KEMANDIRIAN PADA ANAK BERDASARKAN ORANG TUA YANG BEKERJA Oktavika Dewi Rukmandari; Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This study aims to examine the use of early childhood education of non-formal education, namely the family in the efforts of parents in practicing independence in children. The subject of this research is one of the working parents. The research method used is descriptive qualitative. Data collection is done by observation, interviews, documentation and results of field notes. The data analysis technique used refers to the concept of Miles and Hubberman while the qualitative data analysis is carried out interactively and continuously to the point where saturated data is collected without the acquisition of new data or information. The process of data analysis adds data reduction, data presentation and conclusions and verification is given. Checking the validity of the data is done by triangulating the data. The findings of the research show parents instill an independent attitude to children through a simple way of accustoming children to carry out daily activities together by minimizing assistance from adults. In conclusion, independence must be achieved directly by the child through exercise or stimulation provided by parents.Penelitian ini  bertujuan untuk mencermati pemanfaatan pendidikan paud non formal yaitu keluarga dalam upaya orang tua dalam melatih kemandirian pada anak. Subyek penelitian ini salah satu orang tua yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakanan merujuk pada konsep Miles dan Hubberman dimana analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan bekelanjutan secara terus menerus hingga data jenuh yang ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Proses analisis data  meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pemeriksaan  keabsahan data dilakukan dengan  triangulasi data. Temuan hasil penelitian menujukkan bahwa orang tua menanamkan sikap mandiri kepada anak melalui berbagai cara sederhana yaitu membiasakan anak untuk melakukan aktivitas sehari-harinya sendiri dengan meminimaliris bantuan dari orang dewasa. Kesimpulannya bahwa kemandirian harus diraih secara langsung oleh anak melalui latihan atau stimulasi yang diberikan oleh orang tua.
PEMBELAJARAN COOKING CLASS MELALUI METODE STEAM UNTUK MENINGKATKAN ASUPAN GIZI PADA ANAK USIA DINI Hotnida Gultom; Muhammad Kosim Sirodjudin; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

The study in this study is about the condition of malnutrition in children is a situation where children who lack nutrient intake from food nutrients such as protein, fat, carbohydrates, vitamins, can cause various diseases. The purpose of this study is to examine and find out about the application of cooking class learning with the STEAM method to increase nutrient intake in early childhood. This research method is qualitative descriptive. The subjects of this study were children of group B, amounting to 16 people from TK Kartika X-4. where the researchers' data collection techniques through observation, interviews, and data analysis documentation used are descriptive qualitative. The results of this study found that early childhood after carrying out cooking class learning activities through the STEAM method there were significant changes, where children experienced an increase in nutritional intake by consuming healthy and nutritious food, and having knowledge about healthy food so that young children grow and develop as fast as possible. optimal. and cooking class learning is interesting learning fun and foster children's thinking more critical, creative, and innovative.Kajian dalam penelitian ini adalah mengenai keadaan gizi yang kurang pada anak merupakan suatu keadaan dimana  anak yang kekurangan asupan zat gizi yang berasal dari nutrisi makanan seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah dan mengetahui tentang penerapan pembelajaran cooking class dengan metode STEAM untuk meningkatkan asupan gizi pada anak usia dini. Metode penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Adapun Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 16 orang TK Kartika X-4. dimana teknik pengumpulan data peneliti melalui    observasi,wawancara dan dokumentasi analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif . Hasil dari penelitian ini  didapat bahwa anak usia dini setelah melaksanakan kegiatanpembelajaran cooking classmelalui metode STEAMterdapat perubahan yang signifikan, dimana anak mengalami peningkatan asupan gizi dengan mengkomsumsi makanan sehat dan bernutrisi, Serta memiliki pengetahuan tentang makanan sehat sehingga anak usia dini bertumbuh dan berkembang secata optimal. dan pembelajaran cooking class ini menjadi pembelajan yang menarik menyenangkan serta menumbukan pola pikir anak lebih kritis,kreatif dan inovatif.
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ORAY-ORAYAN PADA KELOMPOK B DI TK NURUL-HUDA Siti Fatimah; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Children aged 5-6 years have different abilities in interacting with peers, adults, schools, or the environment. The children in Nurul-Huda Kindergarten are already good at socializing and can fulfill their responsibilities, some are not fully developed. Thus, the problems faced by children in the social-emotional field must get a stimulus that suits their needs. Therefore, the researcher made an increase to improve social-emotional skills through the traditional oray-orayan game. This study used classroom action research consisting of 2 cycles. Subjects in this study amounted to 15 children with vulnerable ages of 5-6 years. Analysis of the data used in this study using qualitative descriptive analysis. Qualitative data were obtained from the use of student activity observation sheets which took place using the oray-orayan game. The data was collected using research techniques such as interviews, observation, and documentation. The results of the study show that there is an increase in emotional social skills through traditional oray-orayan games in group B at TK Nurul-Huda. Previously, the children showed impatience in waiting their turn, couldn't keep quiet, and were quiet, became better than the teacher just using the learning material that was delivered as usual.Anak yang berumur 5-6 tahun memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam  berinteraksi  dengan  teman  seumurannya,  orang  dewasa,  sekolah atau lingkungan. Keadaan anak di TK Nurul-Huda ada yang sudah  pintar bersosialisasi dan sudah dapat  memenuhi tanggung jawabnya,  ada juga yang belum sepenuhnya berkembang. Dengan demikian,  permasalahan yang dihadapi anak  dalam  bidang  sosial  emosional harus mendapatkan stimulus yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu Peneliti melakukan peningkatan dalam upaya meningkatkan keterampilann sosial emosional melalui permainan tradisional  oray-orayan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan rentan usia 5-6 Tahun. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari penggunaan lembar observasi aktivitas “siswa yang berlangsung dengan menggunakan permainan oray-orayan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil dari penelitian metunjukan bahwa adanya peningkatan keterampilan sosial emosional melalui permainan tradisional  oray-orayan pada kelompok B di TK Nurul-Huda. Yang sebelumnya anak-anak menunjukan sikap tidak sabar dalam  menunggu giliran,  tidak bisa diam,  dan yang pendiam , menjadi  lebih baik dari pada guru hanya menggunakan materi pembelajaran yang disampaikan seperti biasa.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue