cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK MELALUI SIKAP TOLERANSI Lia Marlina; Arifah A Riyanto; Rita Nurrunnisa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an increasingly modern era, it seems very important for parents or educators in an educational institution to always teach something good starting from an early age. When the child is in the environment around the child can and is used to getting used to himself so that he always behaves well. One of the good behaviors that should be introduced and taught to children is tolerance behavior. Tolerance behavior itself is an act of accepting gracefully what it gets in addition to that tolerance is a behavior that always appreciates things starting from small ones. The purpose of this research is to find out how to improve children's spiritual intelligence through tolerant behavior. The method used by researchers in this study is to use the library research method or the usual literature study where the author gets information from several sources such as journals and books related to the research title. The data collection technique that the writer uses in this research is the documentation technique and the type of data analysis method that I use here is the content analysis method. The result of the research that has been done is the importance of introducing and implementing a tolerance attitude towards children from an early age. Tolerance is one of the things that can stimulate spiritual development in children, although there are still many ways. By providing an understanding of tolerance as early as possible, children will get used to accepting everything with what is obtained.Di zaman yang semakin modern, bagi orangtua ataupun pendidik di suatu lembaga pendidikan rasanya sangat penting untuk senantiasa mengajarkan sesuatu yang baik dimulai sejak mereka berusia dini. Ketika anak berada di lingkungan sekitar anak bisa dan terbiasa untuk membiasakan dirinya agar senantiasa berperilaku yang baik . Salah satu dari  perilaku baik yang seharusnya dikenalkan serta diajarkan kepada  anak yaitu perilaku toleransi.  Perilaku  toleransi itu sendiri merupakan suatu perbuatan menerima dengan lapang dada apa yang diperoleh dirinya selain itu juga toleransi merupakan suatu perilaku yang senantiasa menghargai hal-hal dimulai dari yang sifatnya kecil. Tujuan dengan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kecerdasan spiritual anak melalui perilaku toleransi. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode library research atau yang biasa dengan studi kepustakaan dimana penulis mendapatkan informasi dari beberapa sumber seperti jurnal dan buku yang berkaitan dengan judul penelitian. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan jenis metode analisis data  yang penulis gunakan di sini adalah metode analisis isi (content analysis).  Hasil dari penelitian yang telah dilakukan  merupakan pentingnya pengenalan dan penerapan sikap toleransi kepada anak sejak dini. Sikap toleransitermasuk kedalam salah satu hal yang bisa menstimulus perkembangan spiritual pada anak meskipn masih banyak caranya. Dengan memberikan pemahaman tentang sikap toleransi sedini mungkin akan embuat anak terbiasa menerima segala sesuatu dengan lapang apa yang didapatkan.
PENGARUH PEMBELAJARAN LITERASI SAINS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA KELOMPOK B DI TK PLUS AL HIKMAH Aryani Sri Handayani; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

The purpose of this study was to describe the effect of scientific literacy learning on logical thinking skills in group b at TK Plus Al Hikmah. The research method used is descriptive quantitative. The subjects of this study were the class teachers and students of group B TK Plus Al Hikmah, totaling 23 students. The data sources in this study were informants consisting of managers, educators, and students at TK Plus Al Hikmah. Sources of data were also obtained from annual programs until daily programs, data obtained from TK Plus Al Hikmah when researchers conducted interviews and field observations. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of the study were 1) scenarios and implementation of science literacy learning, 2) the response of group B kindergarten teachers and students to science literacy learning, and 3) the obstacles experienced by group B kindergarten children in participating in science literacy learning. The results of this study have reached the expected indicators, using scientific literacy learning can improve the logical thinking skills of early childhood.
PEMBELAJARAN SENI RUPA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MEWARNAI Heni Heryani; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Learning fine arts is one of the lessons that children like because this learning is easy and also in harmony with the potential feelings that exist in children. One of the activities of learning this art is coloring. Coloring is the activity of putting colors or dyes (crayons) on an image. Through coloring activities, it is hoped that children can develop their imagination so that their creative abilities will be more developed. Creativity or creativity that is owned by a person has a level according to the level of development. In this study, researchers used a qualitative approach with descriptive methods carried out using field observation techniques and interviews with a study sample of 15 children. Data analysis using data reduction, data display, and conclusions. The purpose of the researcher using this method is to get a picture of the development of children's creativity, especially in children aged 5-6 years through coloring activities. The results obtained were an increase in the achievement of children's development values in art learning between before and after coloring activities. This can be seen at the end of the research or the 6th meeting, their development value increased from starting to develop (MB) until finally, the value of their development reached very well (BSB). So that it can be concluded that through coloring activities, children's creativity becomes more developed.Pembelajaran seni rupa merupakan salah satu pembelajaran yangsangatdisukai oleh anak-anak, karena pembelajaran ini mudah dan jugaselarasdenganpotensi rasa yang ada dalamdirianak.Salah satu kegiatan dari pembelajaran seni ini adalah mewarnai.Mewarnai merupakan suatu kegiatan membubuhkan warna atau pewarna (krayon) pada suatu gambar.Melalui kegiatan mewarnai, diharapkan anak dapat mengembangkan imajinasinya, sehingga kemampuan kreativitasnya akan lebih berkembang. Kreativitasataudayacipta yang dimilikiseseorangmempunyaitingkatansesuaidengan tingkatperkembangannya.Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptifyang dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan dan wawancara dengan sampel penelitian sebanyak 15 oranganak.Analisis data menggunakanreduksi data, display data,dan kesimpulan.Tujuanpeneliti menggunakan metode tersebut adalah untuk mendapatkangambaran tentang perkembangankreativitasanakterutama pada anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan mewarnai.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu adanya peningkatanpencapaian nilai perkembangananak dalam pembelajaran seniantara sebelum dan sesudah melakukan kegiatan mewarnai. Hal tersebut terlihatpada akhir penelitian,nilai perkembangan mereka meningkat dari mulai berkembang (MB)sampai akhirnya nilai perkembangannyamencapaiberkembang sangat baik (BSB).Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa melalui kegiatan mewarnai kreativitas anak menjadi lebih berkembang.
PENERAPAN METODE READ ALOUD DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA KELOMPOK A DI PAUD AL-MUTHAHHIR Trisca Purnamasari; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

This study aims to arouse children's reading interest because there has not been a penchant for reading and there are not many teachers who are literate about children's reading interests and are too focused on children's reading results because of the demands of parents who also want their children to be able to read without knowing the child is happy. or forced. So that they get used to reading books with pleasure without any element of coercion. Researchers tried to examine children's reading interests by using the Read Aloud method or reading books aloud by the teacher by selecting the right books according to their age. This study used a qualitative descriptive study, namely the data collected in the form of words or narratives and not in the form of numbers (Sudarwan, 2002). In collecting this data, the researcher made direct observations using interview, observation, and documentation study methods. The object of this research was 8 children. The data analysis used includes data reduction, data presentation, conclusion/verification. The results of this study will describe how the Read Aloud method is applied to the reading interest of group A children in Kober Al-Muthahhir.Penelitian ini bertujuan untuk membangkitkan minat membacadikarenakan belum munculnya kegemaran akan membaca dan belum banyak pengajar yang melek akan minat membaca anak, dan terlalu fokus pada hasil membaca anak karena tuntutan orang tua juga yang ingin anak-anaknya bisa membaca tanpa mengetahui anak tersebut merasa senang atau terpaksa.Agar mereka terbiasa membaca buku dengan rasa senang tanpa ada unsur paksaan. Peneliti mencoba meneliti minat baca anak dengan menggunakan metode Read Aloud atau membacakan buku secara nyaring oleh guru dengan pemilihan buku yang tepat sesuai usia mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatifyaitudata yang dikumpulkannya berupa kata-kata atau narasi dan bukan dalam bentuk angka-angka (Sudarwan, 2002). Dalam pengumpulan data ini, peneliti melakukan pengamatan langsung dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Objek penelitian ini berjumlah 8 anak. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan / verifikasi. Hasil dari penelitian ini akan dideskripsikan bagaimana penerapan metode Read Aloudtersebut pada minat baca anakkelompok A di Kober Al-Muthahhir.
PEMAHAMAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PARENTING DI KELOMPOK A PAUD USWATUN HASANAH Siti Patonah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

This study aims to analyze the understanding of balanced nutrition in early childhood through parenting activities. Ineffective parenting styles lead to a lack of understanding of balanced nutrition in early childhood. The study population was PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. The research subjects were group A with 13 children consisting of 6 boys and 7 girls. The method used is Classroom Action Research (PTK). Data analysis using quantitative descriptive. Data collection techniques used observation, interviews and documentation carried out in the field during the study using the steps of data reduction, presentation and verification. The results showed an increase in understanding of balanced nutrition in children through parenting activities with the category of BSB, the results of pre-cycle 0% (0 people), cycle I 15% (2 people), cycle II 77% (10 people). From these data, it can be concluded that parenting activities can increase understanding of children's balanced nutrition, they can distinguish which foods contain nutrition and which are not, and cooperation appears to be seen between parents and children in every activity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman gizi seimbang pada anak usia dini melalui kegiatan parenting. Pola asuh yang kurang efektif menyebabkan kurangnya pemahaman gizi seimbang pada anak usia dini. Populasi penelitian adalah PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. Subyek penelitian yakni kelompok A dengan jumlah 13 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dilapangan selama penelitian berlangsung dengan menggunakan langkah-langkah reduksi, penyajian  dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman gizi seimbang anak melalui kegiatan parenting dengan kategori BSB hasil prasiklus 0% (0 orang), siklus I 15% (2 orang), siklus II 77% (10 orang). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan yakni dengan kegiatan parentingdapat meningkatkan pemahaman gizi seimbang anak, mereka bisa membedakan mana makanan yang mengandung gizi dan mana yang tidak, dan kerjasama tampak terlihat antara orangtua dan anak dalam setiap kegiatan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI DENGAN METODE BERNYANYI PADA KELOMPOK A DI TK AL- MUAWANAH Jiah Tajiah; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

 There is a research result that in the group of A TK Al-Muawanah is still low in language proficiency especially in children aged 4-5 years. To learn more about improving the proficiency of the researcher using the singing method by guessing the song, guess the voice/sound so that the child can reveal the language through the song. Thus, researchers here take action with the form of class action research (PTK) developed by Kemmis and Mc. Taggart. Researchers use observation data collection, interview tests and documentation. The data analysis technique used by the researchers is a qualitative descriptive. The steps of the researcher are: 1) observation, 2) action, 3) reflection. Results of observation of children's language proficiency before pre-action by using the singing method of obtaining a pre-percentage of cycle with a result of 10%, on cycle I with the resulting start increased gain 19% and in cycle II get very results. Greatly increased results with 62% equivalent to 7 children. The subjects studied consisted of 11 learners consisting of 5 boys and 6 girls with 1 teacher. In this case the ability to speak children with the method of singing succeeded and improved with the process already done.Terdapat hasil penelitian bahwa di kelompok A TK Al- Muawanah masih rendah dalam kemampuan berbahasa khususnya pada anak usia 4-5 tahun. Untuk  mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa peneliti menggunakan metode bernyanyi dengan cara  menebak lagu, menebak suara / bunyi agar anak dapat mengungkapkan bahasa melalui lagu tersebut. Maka, peneliti disini mengambil tindakan dengan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Peneliti menggunakan pengumpulan data observasi, tes wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu secara deskriptif kualitatif. Adapun  langkah- langkah yang dilakukan peneliti yaitu : 1) Observasi, 2) tindakan, 3) refleksi. Hasil observasi kemampuan berbahasa anak sebelum pra tindakan dengan menggunakan metode bernyanyi mendapatkan prosentase pra siklus dengan hasil 10%, pada siklus I dengan hasil yang mulai meningkat mendapatkan 19% dan pada siklus II mendapatkan hasil yang sangat meningkat dengan 62% setara dengan 7 orang anak. Subjek yang diteliti terdiri dari 11 peserta didik yang terdiri dari 5 orang anak laki- laki dan 6 orang anak perempuan dengan 1 orang guru. Dengan hal ini kemampuan berbahasa anak dengan metode bernyanyi berhasil dan meningkat dengan proses yang sudah dilakukan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN PADA ANAK KELOMPOK B DI TK MIFTAHUSSHOLIHIN Wulan Supriyatiningsih; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Based on the problems that researchers found in the field, children aged 5-6 years in Miftahussholihin kindergarten have fine motor skills that have not yet developed because children gain learning through writing, folding, and others. This makes the child experience boredom and unpleasant for the child. Researchers do the best way to improve fine motor skills through batik jumputan activities. This study uses classroom action research (PTK) conducted in 2 cycles. Subjects in this study were 15 children with a vulnerable age of 5-6 years. During the research, the data collection was carried out using research techniques in the form of interviews, observation, and documentation, while the data analysis used is descriptive qualitative and quantitative. The results of the first cycle analysis obtained the results of observing fine motor skills through batik jumping activities in group B children by 68.6% and in the second cycle increased to 77.6%. Based on these studies it can be concluded that batik jump activities can improve the fine motor skills of group B children in Miftahussholihin kindergarten.Berdasarkan masalah yang peneliti temukan dilapangan, anak umur 5-6 tahun di TK Miftahussholihin kemampuan motorik halusnya rata-rata belum berkembang karena anak memperoleh pembelajarannya melalui kegiatan menulis, melipat dan lain-lain. Hal tersebut membuat anak mengalami kejenuhan dan tidak menyenangkan bagi anak. Peneliti melakukan cara yang terbaik dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan membatik jumputan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan rentan usia 5-6 tahun. Selama penelitian berlangsung pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis siklus I diperoleh hasil observasi kemampuan motorik halus melalui kegiatan membatik jumputan pada anak kelompok B sebesar 68,6% dan pada siklus II meningkat menjadi 77,6%. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan membatik jumputan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Miftahussholihin.
PENERAPAN PEMBIASAAN DAN KETELADANAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN NILAI-NILAI MORAL SOPAN SANTUN PADA ANAK USIA DINI Eli Solihati; Asep Samsudin; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Today there are still children who are unfamiliar with good and bad behavior, especially in courtesy, such as saying rude things, borrowing things without permission, not saying and answering greetings, kissing the teacher's hand when meeting, passing without permission. Likewise, in Kober Awanta there are still children who do not understand what good and bad deeds are, therefore the purpose of this study is to improve children's moral values through the application of habituation and exemplary behavior, especially in being kind to teachers, parents and his age friends. The method used in conducting this research is the Class Action or Action Research where the research is carried out with 2 cycles, namely the first cycle and the second cycle. Data collection techniques used are observation and documentation techniques after the data collected and then analyzed using qualitative descriptive analysis. Before the study was conducted there were children who were still undeveloped, as much as 30%, but after the first cycle, there was an increase to 50%. Then the second cycle is carried out and the results are even more increasing, namely to 80%, this is certainly in accordance with the desired expectations. Thus it can be concluded that the application of habituation and example can actually improve the moral values of children, especially in courtesy.Dewasa ini masih ada anak-anak yang belum mengenal perilaku baik dan buruk,terutama dalam sopan santun,  seperti berkata kasar, meminjam barang tanpa izin,, tidak mengucap dan menjawab salam, mencium tangan guru ketika bertemu, lewat tanpa permisi. Begitu juga di Kober Awanta masih ada anak yang belum faham apa itu perbuatan baik dan buruk,  maka dari  itu tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai-nilai moral anak melalui penerapan pembiasaan dan keteladanan dalam bersikap , terutama dalam bersikap baik itu kepada guru, orang tua maupun teman seusianya. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah Tindakan Kelas atau Action Research dimana penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus yaitu tindakan siklus I dan tindakan siklus II. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi, setelah data terkumpul lalu di analisis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Sebelum dilakukan penelitian terdapat anak yang masih belum berkembang, sebanyak 30 %, tetapi setelah adanya tindakan siklus I ada peningkatan menjadi 50 %. Selanjutnya dilakukan tindakan siklus II dan ternyata hasilnya lebih meningkat lagi  yaitu menjadi 80% , ini tentunya sesuai dengan harapan yang diinginkan.  Dengan demikian  dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan  pembiasaan dan keteladanan ternyata dapat  meningkatkan nilai-nilai moral anak teutama dalam sopan santun.
PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA Nurlailly Badriah; Fifiet Dwi Tersna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

This study aims to improve mathematical logic intelligence through learning to play snakes and ladders, early childhood is in a golden age  in its growth and development and needs to be facilitated and stimulated with various things to support the six aspects of development in early childhood. Early childhood can be stimulated through creativity with the support of teachers and parents at home. Researchers carry out activities to stimulate children to improve mathematical logic intelligence by playing snakes and ladders, with this can help children in introducing the symbols of numbers with fun play, so that children do not feel bored and bored when learning is taking place in counting. This study uses a qualitative descriptive method that this method is carried out directly with various natural contexts, then the researcher describes and describes the events in the field like the learning process, and the focus of research is assisted by using a camera, children are understood as a whole as individuals who interact with the environment, and researchers describe everything that happens in the field. The data analysis techniques used were data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of research in the field show that there is an increase in mathematical logic intelligence. Based on the results of the study, it can be concluded that learning the game of snakes and ladders can develop mathematical logic intelligence in early childhood.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan logika matematika melalui pembelajaran permain ular tangga, anak usia diniberada pada masa keemasan (Golden Age) dalam pertumbuhan dan perkemangannya serta perlu difasilitasi dan distimulus dengan berbagai hal untuk mendukung enam aspek perkembangan pada anak usia dini. Pada dasarnya anak usia dini dapat dirangsang melalui kreativitasnya dengan dukungan dari guru dan orang tua dirumah.Penelitimelakukan kegiatan untuk menstimulus anak dalam meningkatkan kecerdasan logika matematika dengan permainan ular tangga, dengan  ini  dapat membantu anak dalam mengenalkan lambang bilangan dengan bermain yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa bosan dan jenuh saat pembelajaran sedang berlangsung dalam berhitung, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bahwasannya metode ini dilakukan secara langsung dengan berbagai konteksalamiah, maka peneliti mendeskripsikan dan menggambarkan kejadian yang ada dilapangan seperti apa proses pembelajarannya, dan fokus penelitian yang dibantu menggunakan kamera, anak dipahami secara utuh sebagai pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan, dan peneliti menuangkan semua yang terjadi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dilpangan menunjukan bahwa adanya peningkatan kecerdasan logika matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran permainan ular tangga dapat meumbuh kembangkankecerdasan logika matematika pada anak usia dini.
HUBUNGAN KELEKATAN IBU DAN ANAK TERHADAP KEMANDIRIAN DI KELOMPOK A Hetty Rochmawati; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

From birth, children are very dependent on other people, mothers, fathers, and other adults. With increasing age and physical and psychological growth, children are expected to develop independently. A child who gets affection and loving care has a great provision for his future life. If someone can do something by themselves with all the knowledge they have without burdening others as an independent person. This researcher used a qualitative descriptive research method that aims to determine the relationship between child-mother attachment and independence. Data collection techniques using observation and interviews. Data analysis was carried out from the beginning before, during, and after the completion of the activity, the researcher researched the field by reducing and presenting the data. The results showed that the child's attachment to the mother was closely related to independence and would determine future life. This research concludes that the relationship between the attachment of the child to the mother and the independence is very much determined by the attitude of the parents who give freedom and trust so that the child has the readiness to face his future life.Sejak lahir  anak sangat bergantung pada orang lain, ibu, ayah dan orang dewasa lainnya.Semakin bertambahnya umur dan pertumbuhan   fisik serta psikologisnya, anak-anak diharapkan dapat berkembang secara mandiri.Seorang anak yang memperoleh kasih sayang serta pengasuhan yang penuh cinta memiliki bekal yang besar untuk kehidupannya kelak. Bila seseorang mampu melakukan sesuatu sendiri dengan segala pengetahuan yang dimiliki tanpa membebani oranglain sebagai pribadi yang mandiri. Peneliti ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kelekatan antara anak pada ibu dengan kemandirian. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan sejak awal sebelum, selama dan setelah selesai kegiatan, peneliti melakukan penelitian di lapangan  dengan mereduksi dan menyajikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kelekatan anak  pada ibu  berkaitan erat dengan kemandirian serta akan menentukan kehidupan kelak. Kesimpulan penelitian ini adalah hubungan kelekatan anak pada ibu dengan kemandirian sangat ditentukan oleh sikap orangtua yang memberi kebebasan dan kepercayaan sehingga anak memiliki kesiapan dalam menghadapi kehidupannya kelak.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue