cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MENINGKATKAN MINAT SAINS PADA ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Siti Aisyah; Ifat Fatimah Zahro
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

The goal of science in early childhood is to increase curiosity and problem-solving. Through science, children get knowledge and scientific information in the environment. The findings of researchers found that science is less attractive to children, lack of simple science experiments to know an increase in interest in science through contextual learning models. Classroom action research is the method in this study with the subject of children consisting of 3 boys and 8 girls in RA NURUL HUDA with data collection techniques of researchers through observation and documentation based on the Kemmis and McTaggart models consisting from the first cycle consisting of the plan, action, observation, reflection. Then the data analysis is made using reduction to focus on the data in the rough field, then the data display is made where the data is arranged pulled conclusions so that it can explain important data as the end of the study. The data obtained after the study are the data of children who have not yet developed 9.0%, the data of children who began to develop 18.1%, the data of children who developed according to expectations 36.3%, the data of children who developed very well 27.2%. Tujuan sains pada anak adalah untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan pemecahan masalah. Melalui  sains anak mendapatkan pengetahuan serta informasi ilmiah dialam sekitar. Temuan peneliti yang didapat bahwa sains kurang diminati anak kurangnya percobaan sains sederhana mengetahui peningkatan minat sains melalui model pembelajaran kontekstual. Penelitian tindakan kelas (classroom action reseach) menjadi metode dalam penelitian ini dengan subjek anak terdiri dari 3 anak laki- laki dan 8 anak perempuan di RA NURUL HUDA dengan teknik pengumpulan data peneliti melalui observasi dan dokumentasi yang didasarkan pada model Kemmis dan McTanggart yang terdiri dari siklus I yang terdiri dari : rencana, aksi, observasi, refleksi. Kemudian dibuat analisis data dengan cara reduksi untuk memusatkan perhatian pada data dilapangan yang bersifat kasar, kemudian dibuatlah display data dimana data tersebut disusun ditarik kesimpulam sehingga dapat menjelaskan data penting sebagai akhir penelitian. Data yang didapat setelah dilakukan penelitian yakni data anak yang belum berkembang 9,0%, data anak yang mulai berkembang 18,1%, data anak yang berkembang sesuai harapan 36,3%, data anak yang berkembang sangat baik 27,2%. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL Asliatie Oktavia; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early literacy in early childhood is very important to be developed in children because it supports their needs in the future. This allows children to be able to absorb various information so that it makes it easier for children's knowledge to continue to develop through good communication and language skills. Appropriate media and in accordance with current developments are needed to facilitate the learning and learning process. Audiovisual media is a means of supporting learning that is right for this because it is in accordance with the principles of learning paud which is interesting and fun so that it is from that sense of fun that children can easily understand the information conveyed. The research of this article uses the library research method with a descriptive analytical approach in collecting and describing the data obtained. Existing data were analyzed with several stages starting from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of audiovisual media can improve early childhood literacy skills.Keaksaraan awal pada anak usia dini merupakan hal sangat penting untuk dikembangkan dalam diri anak karena menunjang kebutuhannya di masa mendatang. Hal ini memungkinkan anak untuk dapat menyerap berbagai informasi sehingga memudahkan pengetahuan anak terus berkembang  melalui kemmapuan berkomunikasu dan berbahasa yang baik. Media yang tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini diperlukan untuk memudahkan proses belajar dan pembelajaran. Media audiovisual adalah salah satu sarana penunjang pembelajaran yang tepat untuk hal tersebut karena sesuai dengan prinsip pembelajaran paud yakni menarik dan menyenangkan sehingga dari rasa menyenangkan itulah anak dapat mudah memahami informasi yang disampaikan. Penelitian artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan deskriptif analitis dalam mengumpulkan dan menguraikan data yang diperoleh. Data yang ada kemudian dianalisis dengan beberapa tahap mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa melalui penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak usia dini. 
UPAYA GURU DALAM MENANGANI KASUS BULLYING VERBAL ANAK USIA DINI Afina Latifah Fauziyah; Ronny Mugara; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood education is education that is given at the age of 0-6 years. At that time, children also often experienced difficulties during their growth and development. This difficulty occurs because every child has a different development process and a different environment. Child development is influenced by several factors, including environmental factors. The environment can shape children's social-emotional development. Problems that usually arise in children's emotional social development can be seen in the presence of inappropriate children's behavior, both at home and school, one of which is bullying. Bullying is now starting to appear in kindergarten. Children at an early age are indicated and involved in verbal bullying behavior, usually have trigger factors that make the child do this. In this case, verbal bullying occurs in schools due to a lack of supervision from the teacher, lax in applying rules, and environmental factors that affect the quality of language and result in verbal bullying. This study aims to determine Kindergarten teachers' knowledge about verbal bullying. The technique used is thematic data analysis by collecting data such as observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate the importance of handling cases of verbal bullying in early childhood, to be precise in kindergarten.Pendidikan Anak Usia dini adalah pendidikan yang diberikan pada masa usia 0-6 tahun. Di masa itu, anak juga seringkali mengalami kesulitan di masatumbuh kembangnya. Kesulitan ini terjadikarena setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda serta lingkungan yang berbeda. Tumbuh kembang anak dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah faktor lingkungan.Lingkungan dapat membentuk perkembangan sosial emosional anak. Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosialemosinal anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik dirumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullyingkini mulai muncul di TK. Anak yang diusia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying verbal, biasanya memiliki faktor pemicu yang membuat anak melakukan hal tersebut. Dalam hal ini Perilaku bullyingverbal terjadi di sekolah karena kurangnya  pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan,serta faktor lingkungan yang mempengaruhi kualitas bahasa dan berakibat timbulnya bullyingverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengetahuan guru TK tentang bullyingverbal. Adapun teknik yang digunakan adalah analisis data tematik  dengan mengumpulkan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini bahwa betapa pentingnya penanganan kasus bullyingverbal ini di kalangan usai dini tepatnya di taman kanak-kanak.
EFEKTIVITAS TEKNIK MODIFIKASI PERILAKU TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA DINI Putri Agustina; Tsali Tsatul Mukarromah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Perilaku disiplin merupakan perilaku baik yang diharapkan untuk dimiliki oleh setiap anak. Perilaku disiplin penting untuk ditanamkan oleh guru atau orangtua pada anak sejak dini melalui sebuah pembiasaan dan pemberian penguatan baik secara verbal atau non verbal. Token economy adalah salah satu bentuk penguatan non verbal yang dapat diberikan dalam proses modifikasi perilaku disiplin pada anak usia dini. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, yakni dengan melakukan kajian analisis teori terhadap buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya sebagai sumber referensi. Token economy merupakan sebuah penguatan non verbal yang diberikan pada anak untuk meningkatkan perilaku yang diharapkan sebagai bentuk penghargaan dan stimulus positif untuk anak. Pemberian token economy untuk anak usia dini dapat berupa pemberian bintang, stiker, koin, dan lain sebagainya agar dapat dijadikan sebagai motivasi ekstrinsik anak untuk berperilaku disiplin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa token ecomony sebagai salah satu bentuk teknik modifikasi perilaku pada anak terbukti mampu memiliki efektivitas dalam usaha untuk meningkatkan perilaku disiplin pada anak usia dini.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI OUTDOOR ACTIVITY Suci Lia Halimah; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Interpersonal intelligence is also known as social intelligence, one of the multiple intelligences (Multiple Intelligence). This research is motivated by the many parents who only pay attention to intellectual intelligence problems only or only on the cognitive aspects. Therefore we need an activity that stimulates interpersonal intelligence in terms of communication skills, empathy, and difficulty children make friends with peers because Interpersonal intelligence is very important when living socializing in a social environment. Therefore we need activities to stimulate intelligence. The purpose of this study is to describe the stimulation of interpersonal intelligence with outdoor activity. This research is a qualitative descriptive method with the subject of early childhood research 5-6 years, amounting to 23 male students of class B4 in Ra. Daarul jihad Rancaekek with data collection techniques such as interviews, observation, and documentation with data analysis including data reduction, data display, and verification. Research results show that through outdoor activity interpersonal intelligence can develop with a variety of traditional game activities, or daily habituation.Kecerdasan Interpersonal dikenal juga dengan kecerdasan sosial salah satu dari kecerdasan ganda (Multiple Intellegence). Penelitian ini dilakukan karena banyaknya orangtua yang hanya memperhatikan  masalah kecerdasan intelektualnya saja atau hanya pada aspek kognitifnya. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan yang menstimulus kecerdasan interpersonal dalam hal keterampilan berkomunikasi, berempati, dan sulitnya anak berteman dengan teman sebaya karena kecerdasan Interpersonal sangat penting saat hidup bersosialisasi di lingkungan bermasyarakat. Oleh karena itu diperlukan kegiatan untuk menstimulasi kecerdasan tersebut. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan menstimulus kecerdasan interpersonal dengan outdoor activity. Penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian peserta didk usia 5-6 tahun yang berjumlah 23 peserta didik laki-laki kelas B4 di Ra. Daarul jihad rancaekek dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data meliputi data reduction, data display, dan verification. Hasil penlitian menunjukkan bahwa melaui outdoor activitykecerdasan interpersonal dapat berkembang dengan berbagai ragam kegiatan permainan tradisional, ataupun pembiasaan sehari- hari
PENERAPAN METODE HYPNOTEACHING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Nurjanah, Lisna; Sumitra, Agus
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Independence is a behavior that must be instilled in children from an early age so that in the future they are ready to face change in the world that occurs at any time. Observations made in group B1 (banana class) in Kober al-jihad showed that there were still some children aged 5-6 years who were less independent, therefore researchers researched to develop the character of early childhood independence using the hypnoteaching method. Concrete, unique, and highly imaginative children’s characters are deemed suitable with the hypnoteaching method which prioritizes interest and comfort for children to reach the child’s subconscious. This study uses a qualitative descriptive with research subjects consisted of 5 boys and 5 girls than data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis used refers to the Miler and Huberman model which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This research was conducted in the even semester of the 2019-2020 school year. The results of observations show the development at each meeting because without realizing the suggestions given by the teacher have been embedded in the child’s subconscious, which shows that the hypnoteaching method can be used to develop the character of children’s independence. Kemandirian merupakan perilaku yang harus di tanamkan sejak dini pada anak agar di masa depan anak siap menghadapi perubahan pada dunia yang terjadi di setiap waktu. Observasi yang di lakukan pada kelompok B1 (banana class) di Kober Al-Jihad menunjukan masih ada beberapa anak usia 5-6 tahun yang kurang mandiri, karena itu peneliti melakukan penelitian untuk mengembangkan karakter kemandirian anak usia dini menggunakan metode hypnoteaching. Karakter anak yang konkrit, unik dan berdaya imajinasi tinggi dirasa cocok dengan metode hypnoteachingyang mengutamakan ketertarikan dan kenyamanan terhadap anak untuk mencapai alam bawah sadar anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan serta teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang di gunakan mengacu pada modelMiler dan Hubermanyang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini di lakukan pada semester genap tahun ajaran 2019-2020. Hasil observasi menunjukan perkembangan di setiap pertemuannya karena tanpa sadar sugesti yang di berikan guru telah tertanam di alam bawah sadar anak yang menunjukan bahwa metode hypnoteachingdapat di gunakan untuk mengembangkan karakter kemandirian anak.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH Windi Windya Ningrum; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

Beginning reading for children is very important because the ability to read the beginning includes one aspect of child development that must be stimulated. The purpose of this study is to describe the development of children's early reading skills. Based on findings in the field, to stimulate children's early reading skills is through the make a match type cooperative learning model. Where this learning model is done by the technique of children matching the cards obtained with a partner which is a problem or answer. This research uses descriptive qualitative research methods. Qualitative descriptive research is research that uses facts as an object of research. The study involved 22 vulnerable children aged 5-6 years and educators in TK Plus Al-Karomah. This study uses data collection techniques such as observation, interviews, and documentation, and data analysis techniques used in this study are thematic analysis. The results of the study estimate the development of the beginning reading skills of children aged 5-6 years through the type of making a match cooperative learning model increased.Membaca permulaan untuk anak sangat penting karena kemampuan membaca permulaan termasuk kedalam salah satu aspek perkembangan anak yang harus distimulus. Tujuan dari penelitian ini yakni menggambarkan pengembangan kemampuan membaca permulaan anak. Berdasarkan temuan di lapangan, bahwa untuk menstimulus kemampuan membaca permulaan anak yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Dimana model pembelajaran ini dilakukan dengan teknik anak mencocokan kartu yang didapatkan dengan pasangannya yang merupakan soal atau jawaban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif ialah penelitian yang menggunakan fakta sebagai suatu objek penelitian. Penelitian ini melibatkan 22 orang anak dengan rentan usia 5-6 tahun dan pendidik di TK Plus Al-Karomah. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik. Hasil dari penelitian mendeskirpsikan perkembangan kemampuan membaca permulaan anak berusia 5-6 tahun melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match lebih meningkat. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI MEDIA PERMAINAN KOTAK HURUF PADA KELOMPOK B Ai Yati Sumiati; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

The introduction of letters is an aspect that needs to be developed in children because it is the basis for developing reading, writing, and literacy. The background of this research was because there are some children in class B did not know the symbols of the letter. In this research, the child was instructed to make the letters in the letters media into a word that corresponded to the image. This research was looking to find the motif of the letters media box against the increase in class B at Al-Khoiriyah Bani Yusuf Kindergarten, Batujajar, West Bandung Regency. As for the subjects of this study were 20 students, consisting of 13 male students, and 7 female students. This type of research is Classroom Action Research (CAR) Kemmis and Mc Taggart model, with research steps including planning, actions, observation, and reflection. This research was conducted in 2 cycles, every three meetings. The data analysis used is descriptive quantitative, with data collection techniques by means of observation, interview, and documentation. The results of the study explained that the increase in recognizing letters in class B experienced an increase seen from the pre-cycle percentage of 25%, after holding the first cycle increased to 40%, and the second cycle increased to 75%. Letterbox games are an alternative for teaching children to recognize letters.Pengenalan huruf adalah aspek yang perlu dikembangkan pada anak, karena merupakan dasar dalam mengembangkan baca, tulis atau keaksaraan. Latar belakang penelitian ini karena ada sebagian anak pada kelompok B yang belum mengenal simbol-simbol huruf, pada penelitian ini  anak diintruksikan untuk menyusun huruf yang terdapat dalam media kotak huruf menjadi sebuah kata sesuai dengan gambar, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan media kotak huruf terhadap peningkatan mengenal huruf pada kelompok B di Tk Al Khoiriyah Bani Yusuf, kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, adapun subjek penelitian ini sebanyak 20 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki, dan 7 siswa  perempuan.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart dengan langkah-langkah penelitian meliputi, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing 3 kali pertemuan. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan datanya dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peningkatan mengenal huruf pada anak kelompok  B mengalami peningkatan yang dilihat dari persentase pra siklus sebesar 25%, setelah diadakan siklus I meningkat menjadi 40%, dan siklus II meningkat menjadi 75%. Permainan kotak huruf menjadi alternatif mengajarkan mengenal huruf untuk anak. 
STIMULASI KECERDASAN SPIRITUAL DAN PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK MELALUI MEDIA ANIMASI NUSSA DAN RARRA Sri Wulan; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Spiritual intelligence in children is no less important than intellectual intelligence and emotional intelligence, spiritual intelligence has an important role in a child's life, spiritual intelligence is a person's ability to behave based on God, spiritual intelligence is closely related to the way children behave or have children's morals. In the era of technological development, the use of sophisticated media can be utilized in stimulating children related to spiritual intelligence and moral education, Nussa and Rarra's animated media can be a medium for giving educational messages about spiritual values and moral education. The research of this article uses a qualitative approach with the library research method (Qualitative approach with Library research methods), while the data collection techniques in this study use documentation and data research in published articles, the data analysis used is the bibliographic annotation analysis method. This research will be used in an effort to find and collect data, compile, use, and interpret existing data. From the results of this study, data or findings obtained that there are many spiritual values and moral education contained in the animated film Nussa and Rarra.Kecerdasan Spiritual pada anak tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan intlektual serta kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual memiliki peranan yang penting dalam kehidupan anak, kecerdasan sipiritual merupakan kemampuan seseorang dalam berprilaku yang didasarkan Tuhan, kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan cara anak dalam berprilaku atau akhlak anak. Di era perkembangan teknologi penggunaan media yang canggih dapat dimanfaatkan dalam pemberian stimulasi pada anak terkait kecerdasan spiritual serta pendidikan akhlak, media animasi Nussa dan Rarra dapat menjadi media pemberi pesan edukasi mengenai nilai-nilai spiritual dan pendidikan akhlak. Penelitian artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (Qualitative approach with Library research methods) adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi serta riset data pada artikel yang telah di publikasi, analisis data yang di gunakan yaitu dengan metode analisis anotasi bibliografi. Penelitian ini akan digunakan dalam usaha mencari dan mengumpulkan data, menyusun, menggunakan serta menafsirkan data yang sudah ada. Dari hasil penelitian ini diproleh data atau temuan bahwa banyak nilai spiritual dan pendidikan akhlak yang terkandung dalam film animasi Nussa dan Rarra.
PEMBELAJARAN SENI MENGGAMBAR BEBAS DALAM RANGKA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 4-5 TAHUN Lina Herlina; Enceng Mulyana; Rita Nurunnisa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

This research is motivated when learning takes place, educators in developing children's creativity are still lacking. Therefore we need learning that can increase this creativity. The purpose of this research is to describe free drawing learning activities to improve children's creativity. In the implementation of free drawing activities, children can show their seriousness in drawing to foster a different mindset and foster a creative spirit in children. The method in this research uses a qualitative descriptive method. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The subjects in this study consisted of three students who were randomly selected. Data analysis includes data reduction activities, data display, and concluding. The results show that free drawing learning activities can increase children's creativity in general, with different changes compared to the previous one, meaningful results are marked by indicators of creativity such as curiosity, in which children actively ask, investigate, and observe a miniature house. . In the indicator of imagination, children can already form a house by combining vertical, flat, curved lines, and adding parts in the house such as doors, windows, and other variations such as trees and roads. In innovative indicators, children can combine colors so that the resulting colors vary.Penelitian ini dilatar belakangi ketika pembelajaran berlangsung, pendidik dalam mengembangkan kreativitas anak dirasa masih sangat kurang. Oleh karena itu diperlukan suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas tersebut.  Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran menggambar bebas dalam rangka meningkatkan kreativitas anak. Pada pelaksanaan kegiatan menggambar bebas, anak dapat menunjukkan kesungguhannya dalam menggambar sehingga menumbuhkan pola pikir yang berbeda dan menumbuhkan jiwa kreatif pada diri anak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang peserta didik yang dipilih secara acak. Analisis data meliputi aktivitas reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran menggambar bebas dapat meningkatkan kreativitas anak pada umumnya, dengan perubahan yang berbeda dibandingkan dengan sebelumnya, hasil yang berarti ditandai oleh indikator kreativitas seperti rasa ingin tahu, yang mana anak aktif untuk bertanya, menyelidiki, dan mengamati sebuah bentuk miniatur rumah. Pada indikator imajinasi, anak sudah dapat membentuk rumah dengan menggabungkan garis tegak, datar, lengkung, dan menambahkan bagian yang ada di rumah seperti pintu, jendela, serta variasi yang lainnya seperti pohon dan jalan. Pada indikator inovatif, anak sudah dapat memadukkan warna sehingga warna yang dihasilkan menjadi beragam. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue