cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENERAPAN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN ANAK USIA 5-6 TAHUN Herman, Novita T; Rakhman, Anita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

Early stimulation is needed by children to develop their potential. The use of the right method helps the stimulation process. The Ummi method is used to improve the ability to read the Qur'an at school and can be used in early childhood. The research method used is descriptive qualitative, with the research subject, namely students in the Melon class in the 2019-2020 school year. Data analysis was carried out by steps; data reduction, data display, and conclusion or verification. Interviews were conducted with Ummi teachers and school principals to complete the validity of the data. The number of students in the Melon class is 23 children. Of these, 16 children are already at the ummi 2 levels, 3 children with a reading speed of 9-12 letters per minute, and 13 children have a speed of 12 letters per minute. This reading speed is influenced by children's understanding and routine exercises both at home and at school. This reading speed assessment is very important to measure the reading speed of each child. And by teachers who have been certified in the Ummi method, activities can be carried out well, are skilled in implementing them in class, and in assessing the results that are carried out every day so that they are accurate and by the child's daily conditions The Ummi method that is used can develop the ability to read the Qur'an for children aged 5-6 years in the Melon class.Stimulasi sejak dini diperlukan anak untuk mengembangkan potensi dirinya. Penggunaan metode yang tepat membantu proses stimulasi tersebut. Metode Ummi digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an di sekolah, dan dapat digunakan pada anak usia dini.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian yaitu anak didik di kelas Melon pada tahun ajaran 2019-2020. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah; reduksi data, display data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Dilakukan wawancara dengan guru Ummi serta kepala sekolah untuk melengkapi keabsahan data. Jumlah murid kelas Melon adalah 23 anak. Dari jumlah tersebut tersebut, 16 anak sudah berada di tingkat ummi 2, sebanyak 3 orang anak dengan kecepatan membaca 9-12 huruf per menit, dan 13 anak memiliki kecepatan 12 huruf per menit. Kecepatan membaca ini dipengaruhi oleh pemahaman anak dan latihan rutin baik di rumah maupun di sekolah. Penilaian kecepatan membaca ini sangat penting untuk mengukkur kecepatsn menbaca tiap anak. Dan oleh guru yang sudah tersertifikasi dalam metode Ummi kegiatan dapat dilakukan dengan baik, terampil dalam pelaksanaanya di kelas, serta dalam melakukan penilaian hasil yang dilakukan setiap hari sehingga akurat dan sesuai kondisi harian anak. Metode Ummi yang dilakukan dapat mengenbangksn kemanpuan mebaca Al Qur’an anak usia 5-6 tahundi kelas Melon.
Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Lompat Tali Karet Nurul Sinta Fauziah; Taopik Rahman; Heri Yusuf Muslihin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

Gross motor skills are related to the use of large muscles. Children's gross motor skills must be stimulated from an early age so that there is no delay in children's gross motor development. One of the causes of not developing gross motor skills in children is the absence of activities in the classroom or school environment that stimulate children's gross motor development. Childhood is a time of play, for that it is necessary to apply a play method to stimulate every child's development. One of them is the traditional game of rubber jump rope to develop gross motor development in children. This study aims to determine the gross motoric improvement of early childhood in Nuurul Muttaqiin 02 Kindergarten after the implementation of traditional rubber jumping game playing activities in group B children in Nuurul Muttaqiin 02 Kindergarten in the 2020/2021 academic year. The method used in this research is a case study. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. The research sources used in this study were principals, teachers, children and documentation related to this research and supporting this research. The data analysis process carried out is data reduction, data display and verification. The results showed that there was an increase in children's gross motor development after playing the traditional game of jumping rope.Motorik kasar merupakan hal yang berkaitan dengan penggunaan otot-otot besar. Motorik kasar anak harus distimulus sejak anak usia dini agar tidak terjadi keterlambatan terhadap perkembangan motorik kasar anak. Salah satu penyebab tidak berkembangnya motorik kasar pada anak yaitu tidak terjadinya kegiatan di lingkungan kelas ataupun sekolah yang menstimulus perkembangan motorik kasar anak. Masa kanak-kanak merupakan masa bermain, untuk itu perlu diaplikasikan metode bermain untuk menstimulus setiap perkembangan anak. Salah satunya yaitu dengan permainan tradisional lompat tali karet untuk mengembangkan perkembangan motorik kasar pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik kasar anak usia dini TK Nuurul Muttaqiin 02 setelah diterapkan kegiatan bermain permainan tradisional lompat tali karet pada anak kelompok B TK Nuurul Muttaqiin 02 Tahun ajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, anak dan dokumentasi-dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini dan mendukung penelitian ini. Proses analisis data yang dilakukan adalah reduksi data (Data Reduction), display data dan verifikasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kenaikan perkembangan motorik kasar anak setelah melakukan permainan tradisional lompat tali karet.
PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM MELALUI METODE PROYEK DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DI TK PELITA Nurinayah, Astri Yansyah; Nurhayati, Sri; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

This research was motivated by the low creativity of children in Pelita Kindergarten, this is because the variety of playing in learning is still monotonous using children's worksheets. In finding solutions to problem-solving teachers apply STEAM learning through the project method. The purpose of this study was to determine the description of the application of STEM learning in improving children's creativity in TK Pelita. This research uses a qualitative approach with descriptive statistical methods. The data collection technique used in this study was through triangulation, namely through observation, interviews, and documentation studies. The research subjects were the principal, teachers, and children in group B. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data grouping, data presentation, and concluding. The application of STEAM learning through the project method in TK Pelita is carried out through the following stages: 1) preparing a project plan. 2). Create a project implementation schedule. 3) carry out the project. 4). monitor child and project progress. 5) assessment of results. The results of research on the application of Engineering Science and Engineering Mathematical Science learning through the project method at Pelita Kindergarten can develop children's learning activities and increase children's creativity.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kreativitas anak di TK Pelita, hal ini disebabkan ragam main dalam pembelajaran masih monoton menggunakan lembar kerja anak. Dalam mencari solusi pemecahan permasalahan guru menerapkan pembelajaran STEAMmelalui metode proyek. Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran tentang penerapan pembelajaran STEAMdalam meningkatkan kreativitas anak di TK Pelita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode statistik deskriptif. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui tri angulasiyaitu melalui kegiatan observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, guru-guru dan anak-anak di kelompok B. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, pengelompokan data,penyajian data serta penarikan kesimpulan. Penerapan pembelajaran STEAMmelalui metode proyek diTK Pelitadilakukan melalui tahapan: 1) menyusun perencanaan proyek. 2). Membuat jadwal pelaksanaan proyek. 3) melaksanakan proyek. 4). memantau anak dan kemajuan proyek. 5) penilaian hasil.Hasil penelitian tentang Penerapan pembelajaran Sains Technologi Engineering Art Matematicmelalui metode proyek di TK Pelita dapat mengembangkan aktifitas pembelajaran anak sertakreativitas anak meningkat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI SENI TARI Hermawati, Tati; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p596-600

Abstract

Physical motor development is one of the important aspects of early childhood development. The art of dance in early childhood is an effort to stimulate gross motor development. In this study, the objective of this research is to improve the gross motor development of children aged 4-5 years through learning the art of dance at PAUD Melati 04 Jalan Kebon Manggu Padasuka Cimahi. This type of research is classroom action research using Kemmis McTaggart's research model. This research was conducted in two cycles, the subjects in this study were children of group A, with a total of 10 children consisting of 5 boys and 5 girls. Data collection techniques use observation and documentation. The data analysis technique used descriptive qualitative and quantitative. The results showed that in the first cycle, which was categorized as developing according to the expectation, got a percentage of 25% as many as 2 children, and in the second cycle there was an increase of up to 55% as many as 7 children. With this, the gross motor skills of children aged 4-5 years through learning dance have succeeded in reaching the expected percentage.Perkembangan fisik motorik menjadi salah satu aspek penting bagi perkembangan anak usia dini. Seni gerak tari pada Anak Usia Dini merupakan salah satu upaya untuk menstimulus perkembangan motorik kasar. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui pembelajaran seni tari di PAUD Melati 04 jalan kebon Manggu Padasuka Cimahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan model penelitian kemmis McTaggart. Penelitian ini dilakukan dua siklus, subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A, dengan jumlah 10 orang anak yang terdiri dari 5 anak laki- laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data meggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I yang termasuk kategori berkembang sesuai harapan mendapatkan persentase  25% sebanyak 2 orang anak, dan pada siklus II mendapat peningkatan mencapai 55% sebanyak 7 orang anak. Dengan hal ini kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui pembelajaran seni tari berhasil mencapai persentase yang diharapkan. 
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Wahyuni, Nunung; Sirodjudin, Muhammad Kosim; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

The purpose of this research is to describe the role of teachers in developing the independence of children aged 5-6 years. The research method used is a literature study using secondary data. The data sources used are relevant sources from research that has been done previously in the form of theses, scientific papers, and books related to the title of this scientific work. In making the planning the teacher races on the candy and the curriculum that has been determined by the educational institution. The method used by the teacher in developing children’s independence is not only one method, but two or more suitable methods that are combined. The teacher also provides media that will be used during the implementation of learning activities as means of conveying learning messages to children so that they are easier for children to accept. The teacher also conducts evaluations during the learning process and at the end of learning activities. There are obstacles that teachers encounter in developing children's independence when they first enter school because they have to meet new people and have to interact with new environments.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dalam pengembangan kemandirian anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literaturedengan menggunakan data sekunder. Sumber data yang digunakan berupa sumber-sumber yang relevan dari penelitian yang telah dilakukan terdahulu berupa hasil skripsi, karya ilmiah dan buku-buku yang berkaitan dengan judul karya ilmiah ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan serta analisis  data yang digunakan oleh peneliti berupa analisis anotasi bibliografi yang berupa kesimpulan dari berbagai sumber yang peneliti baca. Dalam pembuatan perencanaan pengembangan kemandirian guru berpacu pada permen dan kurikulum yang sudah di tentukan oleh lembaga pendidikan tersebut. Metode yang digunakan guru dalam pengembangan kemandirian anak tidak hanya satu metode, akan tetapi dua atau beberapa metode yang dapat disesuaikan dandikombinasikan. Guru juga menyediakan media yang akan digunakan pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai sarana penyampaian pesan pembelajaran kepada anak agar lebih mudah diterima oleh anak. Guru juga melakukan evaluasi pada saat proses pembelajaran berlangsung dan di akhir kegiatan pembelajaran. Adapun hambatan yang ditemui guru dalam pengembangan kemandirian anak ada pada saat anak baru pertama kali masuk sekolah, karena ia harus menemui orang-orang baru dan harus berinteraksi dengan lingkungan baru.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA ANAK USIA DINI DENGAN PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA KALENG WARNA Mulyati, Ade; Mugara, Ronny; Sumitra, Agus
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

This study aims to analyze the understanding of balanced nutrition in early childhood through parenting activities. Ineffective parenting styles lead to a lack of understanding of balanced nutrition in early childhood. The study population was PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. The research subjects were group A with 13 children consisting of 6 boys and 7 girls. The method used is Classroom Action Research (PTK). Data analysis using quantitative descriptive. Data collection techniques used observation, interviews and documentation carried out in the field during the study using the steps of data reduction, presentation, and verification. The results showed an increase in understanding of balanced nutrition in children through parenting activities with the category of BSB, the results of pre-cycle 0% (0 people), cycle I 15% (2 people), cycle II 77% (10 people). From these data, it can be concluded that parenting activities can increase understanding of children's balanced nutrition, they can distinguish which foods contain nutrition and which are not, and cooperation appears to be seen between parents and children in every activity.Aspek perkembangan yang ada dalam perkembangan anak salah satunya kognitif. Kognitif yaitu kemampuan intelektual anak dalam berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah, kemampuan simbol yang melambangkan banyaknya benda. Adapun salah satu pembelajaran kognitif yaitu matematika yakni kemampuan dasar pada anak usia dini melalui konsep berhitung sederhana. Berhitung merupakan bagian dari matematika, anak belajar membilang, mengenal angka dan berhitung. Dalam pembelajaran berhitung pada anak usia dini, yakni menghubungkan objek nyata dengan simbol matematis salah satu objek nyata tersebut yakni melalui media kaleng warna. Berdasarkan hasil pengamatan karena kurangnya stimulus dan pembelajaran yang lebih mengandalkan lembar kerja, kurangnya pembelajaran dengan objek nyata dan menarik, sehingga peneliti melakukan penelitian melalui media kaleng warna untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yakni 10 orang anak kelompok usia 4-5 tahun di PAUD Al Jihad. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, untuk teknis analisis menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan selama kurun waktu tiga bulan,  maka diperoleh hasil  bahwa kemampuan minat berhitung anak dapat meningkat. 
Kebutuhan Dasar Pengembangan Permainan Sains Gunung Meletus untuk Memfasilitasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Risna Mardalena; Edi Hendri Mulyana; Sumardi Sumardi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

As one of the developmental aspects, social emotional need to be developed so that children achieve optimal development and in accordance with estabilished developmental standards. Education for early childhood is one of the institutions taked with helping children achieve optimal development. So, educators are emphasized to facilitate the development of children. This research was conucted to determine the basic need of science games for social emotional development for young children. The research methode used is the development method, the mix method approach model, with the Educational design Research trchnique, refering to the model according to McKenney and Reeves. This article only describes the Educatioal Design Researchtechnique research in the fisrt stage, namely exploration and analisys of research problem. Data wasa collected by means of preliminary study, namely a field studi with interviews conducted with Group B PAUD AT-Taqwa teachers having their adress at Geresik, Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, and observation made in Group B at the same school. Literature study was conducted by rewiewing journals and the result of previous research as well as books related to the problem. The data analysis technique used is descriptive qualitative. So that the result of the study show various basic needs for developing science games, which will later be used as reference or guidelines for designing development product.Sebagai salah satu dari aspek perkembangan, sosial emosional perlu dikembangkan agar anak mencapai perkembangan yang optimal dan sesuai dengan standar perkembangan yang telah ditetapkan. Pendidikan bagi anak usia dini menjadi salah satu lembaga yag bertugas untuk membantu anak mencapai perkembangan yang optimal. Maka pendidik ditekankan untuk memfasilitasi perkembangan-perkembangan anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dasar kebutuhan permainan sains untuk perkembangan sosial emosional bagi anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, model pendekatan mix method, dengan teknik Educational Design Research, mengacu pada model menurut McKenney dan Revees. Artikel ini hanya menjelaskan penelitian teknik Educational Design Research pada tahap pertama yaitu eksplorasi dan analisis masalah penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pendahuluan yaitu studi lapangan dengan wawancara yang dilakukan pada guru kelompok B PAUD AT-Taqwa yang beralamat di Desa Geresik Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya,  dan observasi dilakukan pada kelompok B di sekolah yang sama. Studi literatur dilakukan dengan mengkaji jurnal dan hasil penelitian terdahulu serta buku-buku yang terkait dengan permasalahan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan berbagai kebutuhan dasar untuk mengembangkan permaianan sains, yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan atau pedoman untuk perancangan produk pengembangan.
UPAYA PENINGKATAN PERMAINAN TRADISIONAL MENJALA IKAN MELALUI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI Ai Nurhaeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

Based on the observations obtained rough motor ability of children still does not appear well because of monotonous learning and lack of stimulus for learners through games. So that the atmosphere of teaching and learning is monotonous, the ability of learners is less well explored. The rough motor is a child's ability to do activities using his big muscles. To develop the ability of rough motor needs have stimuli done to stimulate the development of rough motor, one of which is the game of fishing. This game of fishing is done in an open space or field without using the media and safely, this game is likened to a fisherman who is fishing in a pond. This research method uses the class action research method, the subjects studied are 20 children, men numbering 10 people, and women numbering 10 people in the age group 4-5 years in PAUD Almuqsith. The data collection technique in this research is observation. Data analysis techniques using qualitative data analysis. After the implementation of the study, some children have developed good motor rough as researchers hope. Based on the research obtained results 1) Pre-action reached 25%, 2) Cycle I reached 50%, 3) Cycle II managed to reach 80%. It can be said that traditional games of fishing given with a pleasant atmosphere and performed in the outdoors can affect the ability of rough motor in early childhood. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kemampuan motorik kasar anak masih belum muncul dengan baik karena pembelajaran yang monoton  dan kurangnya stimulus untuk peserta didik melalui permainan. Sehingga suasana belajar mengajar monoton, kemampuan peserta didik kurang tereksplor dengan baik. Motorik kasar merupakan kemampuan anak beraktivitas dengan menggunakan otot-otot besarnya. Untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar perlu adanya rangsangan yang dilakukan untuk menstimulus perkembangan  motorik kasar salah satunya yaitu permainan menjala ikan. Permainan menjala ikan ini dilakukan diruang terbuka atau lapangan tanpa menggunakan media dan aman, permainan ini diibaratkan  seorang nelayan yang sedang menjala ikan di kolam. Metode penelitian ini menggunakan   metode penelitian tindakan kelas, subjek yang diteliti yaitu 20 anak, laki-laki berjumlah 10 orang dan perempuan berjumlah 10 orang pada kelompok usia 4-5 tahun di PAUD Almuqsith. Adapun teknik pengumpulan data  dalam penelitian ini yaitu observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Setelah dilaksanankannya penelitian ada beberapa anak telah berkembang baik motorik kasarnya sebagaimana harapan peneliti. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil 1) Pra tindakan mencapai  25%, 2)  Siklus I mencapai  50%, 3) Siklus II berhasil mencapai  80%. Dapat dikatakan dengan permainan tradisional menjala ikan yang diberikan dengan suasana yang menyenangkan dan dilakukan di alam terbuka dapat berpengaruh  pada kemampuan motorik kasar pada anak usia dini.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA KELOMPOK B Eri Kaswati; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

The gross motor development of children is very important for early childhood development. This study aims to apply the traditional gobak Sodor game in building gross motor skills in children. This study uses descriptive qualitative methods and data collection techniques, namely, interviews, observation, and documentation. The subjects in this study were 15 class B students consisting of 10 boys and 5 girls, but only 6 students were taken according to observations when using the qualitative description method. And the data analysis technique used in this study is a thematic analysis model which is one way to analyze data. The research steps were carried out in three stages, namely introduction, giving examples than the practice of playing Gobak Sodor. Based on the results of the study it can be concluded that the Gobak Sodor game can develop gross motor skills in early childhood. activities carried out by children.Perkembangan motorik kasar anak sangatlah penting untuk pertumbuhan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan permainan tradisional gobak sodor dalam membangun kemampuan motorik kasar pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan datanya yaitu, wawancara, observasi dan dokumentas . Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas B berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 anak laki-laki, dan 5 anak perempuan, namun yang diambil hanya 6 orang peserta didik sesuai dengan pengamatan pada saat menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dan teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisa tematik yang merupakan salah satu cara untuk menganalisa data. Langkah penelitiannya dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengenalan, pemberian contoh kemudian praktik bermain gobak sodor.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan gobak sodor dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini Dengan begitu juga guru dapat menerapkan permainan gobak sodor untuk mengembangkan motorik kasar anak dari kegiatan- kegiatan yang di lakukan oleh anak. 
MENINGKATKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK USIA DINI DENGAN PENERAPAN METODE PROYEK MELALUI KEGIATAN MENANAM BUNGA Yulia Fatimah; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p577-585

Abstract

This research was conducted on early childhood in the background with many children who do not know the needs of themselves or others due to a lack of communication and socialization to children, their families, and their environment. So learning activities are needed that can improve intrapersonal intelligence in children from an early age because at an early age it is very good to apply learning that stimulates intrapersonal intelligence to make a good child's personality. This research method is the Classroom Action Research (PTK). The research subjects were group B students at RA Al Hikmah Cisarua. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Analysis of data collection using descriptive qualitative analysis methods. The learning method using the project method in flower planting activities carried out at the RA Al Hikmah Cisarua school aims to determine the development of children in increasing the ability of Intrapersonal intelligence. The results of the study 25% developed as expected, 50% began to develop but there were still 25% who had not developed in cycle I. Meanwhile, in cycle II 58.3% of children developed according to expectations, and 41.7% of children developed very well on their intrapersonal intelligence. So the conclusion is that learning project methods by planting flowers can improve intrapersonal intelligence in children.Penelitian ini dilakukan pada anak usia dini di latar belakangi dengan masih banyak anak yang belum mengetahui kebutuhan dirinya maupun orang lain yang diakibatkan kurangnya komunikasi dan sosialisasi pada anak, keluarga dan lingkungannya. Maka dibutuhkan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kecerdasan Intrapersonal pada anak sejak dini karena pada usia dini sangat baik menerapkan pembelajaran yang menstimulus kecerdasan Intrapersonal untuk menjadikan pribadi anak yang baik. Metode penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok B di RA Al Hikmah Cisarua. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis pengumpulan data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Metode pembelajaran dengan menggunakan metode proyek pada kegiatan menanam bunga yang dilakukan di sekolah RA Al Hikmah Cisarua, bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak dalam meningkatkan kemampuan kecerdasan Intrapersonal. Hasil penelitian  25% berkembang sesuai harapan, 50% mulai berkembang tetapi masih ada 25% yang belum berkembang pada siklus I. Sedangkan pada siklus II 58,3% anak berkembang sesuai harapan dan 41,7% anak berkembang sangat baik pada kecerdasan Intrapersonalnya. Sehingga kesimpulannya bahwa melalui pembelajaran metode proyek dengan menanam bunga dapat meningkatkan kecerdasan intrapersonal pada anak. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue