cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
duniafarmasi@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Farmasi
ISSN : -     EISSN : 25483560     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Dunia Farmasi secara resmi yang dikelola oleh Program Studi S1 Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal review nasional, yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Desember, April dan Agustus dengan topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada tema meliputi Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmakognosi, Fitokimia.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Pengaruh Basis CMC-Na terhadap Formulasi Sifat Fisik dan Stabilitas Sabun Nanopartikel AgNO3 Ekstrak Daun Turi (Sesbania grandiflora) Zulfa, Hayyinatuz
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6067

Abstract

Pendahuluan: Efektivitas pembuatan sabun dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknologi Nano. Daun Turi mengandung senyawa yang mendukung sabun nanoteknologi dengan metode green synthesis Penambahan CMC-Na pada sediaan sabun dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan sabun. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh basis CMC-Na terhadap sifat fisik dan stabilitas sabun nano ag-ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora) Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96% dengan 1 formulasi sabun, Ag-Ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora) didapat menggunakan metode green synthesis untuk membuat nanopartikel koloid, kemudian dilakukan pengamatan sifat dan fisik menggunakan beberapa uji diantara nya uji organoleptik, uji pH, uji Viskositas, uji homogenitas, cycling test dan uji aktifitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi sumuran. Hasil: Sabun ekstrak daun turi dapat diformulasikan kedalam sabun nanopartikel dengan hasil uji organoleptik berwarna putih berbentuk cream yang lembut dan berbau khas. Didapatkan pH yang stabil nilai pH 6. Uji viskositas meghasilkan nilai 3970 cPs selama pengujian cycling test dan tidak terjadi perubahan pada sediaan sabun sehingga sabun masih sama, serta uji aktivitas antibakteri didapatkan zona hambat kategori sedang  Kesimpulan: CMC-Na berpengaruh terhadap sifat dan fisik sediaan sabun karena konsistensi dan kestabilan sediaan sabun terjaga
Formulasi dan Evaluasi Sabun Cair Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes sebagai Antiacne Yanti, Irma
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i1.5809

Abstract

Pendahuluan: Jerawat dapat dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis. Persediaan sabun cair yang beredar dipasaran kebanyakan masih mengandung bahan sintetik seperti sodium lauryl sulphate (SLS) dan triclosan (TCS) yang dapat mengiritasi kulit. Jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat dikembangkan sebagai sabun cair antiacne. Tujuan: Menganalisis aktivitas sabun cair ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.). Metode: Eksperimental laboratorium. Formula sabun cair konsentrasi 6, 8 dan 10% dilakukan uji mutu dan stabilitas fisik dengan metode room test (23-32˚C) selama 28 hari. Formula sabun yang paling stabil dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan kontrol positif sabun cair yang mengandung triclosan yang beredar dipasaran dan kontrol negatif basis sabun cair tanpa ekstrak. Hasil: Uji stabilitas selama 28 hari menunjukan bahwa sabun cair yang memiliki stabilitas fisik paling baik yaitu formulasi dengan konsentrasi 10% yaitu sesuai dengan persyratan SNI (06-4085-1996). Pada uji aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes memiliki daya hambat rata-rata 16,25 mm dengan kategori zona hambat sedang yang bersifat bakteriostatik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis aktivitas sabun cair ekstrak daun Jarak pagar (Jatropha curcas L.) dapat diformulasikan menjadi sabun cair antiacne.
Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Sikkam (Bischofia javanica Blume) dan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) terhadap Mencit (Mus musculus) Barus, Ester Julianti Karolina; Ritonga, Ahmad Hafizullah; Herlina, Herlina
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i3.6125

Abstract

Pendahuluan: Pengobatan inflamasi umumnya melibatkan penggunaan obat antiinflamasi golongan steroid maupun non-steroid. Namun, obat antiinflamasi non-steroid seringkali menimbulkan efek samping berupa iritasi lambung. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan terapi inflamasi alternatif yang lebih aman, salah satunya dengan menggunakan ekstrak etanol daun sikkam (Bischofia javanica Blume) dan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antiinflamasi ekstrak etanol daun sikkam dan PCC pada mencit (Mus musculus). Metode: Hewan uji diinjeksi dengan karagenan 1% untuk menginduksi inflamasi, lalu diobati dengan Na-CMC 1%, diklofenak, EEDS (0.5 g, 1.0 g, 1.5 g), PCC (0.5 g, 1.0 g, 1.5 g), dan kombinasi EEDS dan PCC (0.25 g, 0.5 g, 0.75 g). Persen inflamasi dan persen inhibisi inflamasi diukur setiap jam selama 6 jam. Data aktivitas antiinflamasi dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk memastikan distribusi normal. Data yang terdistribusi normal dan homogen (p 0,05) kemudian dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dengan α sebesar 0,05, diikuti oleh uji Tukey sebagai post hoc. Hasil: Semua kelompok perlakuan menunjukkan efek antiinflamasi dari jam pertama hingga jam keenam. Kombinasi EEDS dan PCC menunjukkan efek antiinflamasi yang lebih kuat dibandingkan dengan Na-CMC. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun sikkam (Bischofia javanica Blume) dan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi yang efektif pada mencit.
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Tepung Kacang Gude (Cajanus cajan) sebagai Bahan Pembuatan Bioenkapsulasi Lactobacillus Casei Rahayu, Lina Oktavia
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.5481

Abstract

Pendahuluan: Lactobacillus casei merupakan salah satu jenis bakteri yang berfungsi sebagai bakteri probiotik. Idealnya probiotik harus mampu bertahan dan memiliki kemampuan berkembang biak dalam saluran pencernaan. Cara yang perlu dilakukan adalah penambahan prebiotik dan perlindungan probiotik dengan cara bioenkapsulasi. Salah satu jenis bahan alami yang dapat digunakan sebagai prebiotik sekaligus bahan bioenkapsulasi adalah tepung kacang gude (Cajanus cajan), karena mengandung antioksidan dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan tepung kacang gude dan kemampuan biokapsul tepung kacang gude dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Metode: Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pembuatan tepung kacang gude, ekstraksi tepung kacang gude dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, pembuatan biokapsul, dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran terhadap E. coli. Hasil: Ekstrak tepung kacang gude memiliki nilai IC50 sebesar 850,47 ppm. Ekstrak tepung kacang gude dan biokapsul tepung kacang gude dapat menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona bening sebesar 11,01 ± 1,84 mm dan 13,68 ± 2,25 mm. Kesimpulan: Tepung kacang gude memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori yang lemah, namun berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan bioenkapsulasi bakteri probiotik karena kemampuannya dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Uji Potensi Antioksidan Formula Gel Ekstrak Buah Apel Manalagi (Malus sylveltris Mill) menggunakan CMC-Na sebagai Gelling Agent Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6071

Abstract

Pendahuluan: Tanaman buah apel manalagi (Malus sylvestris Mill) mengandung senyawa flavonoid golongan quercetin yang efektif sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji karakter fisik dan potensi antioksidan  sediaan gel ekstrak buah apel manalagi. Metode: Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak di formulasi menjadi bentuk sediaan gel pada konsentrasi 3,5%, 8,5% dan 10% . Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH uji daya sebar dan uji daya lekat serta uji aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak buah apel manalagi menggunakan metode DPPH .  Hasil: Hasil uji karakter fisik pada sediaan gel uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogenitas memenuhi syarat, terdapat sediaan yang tidak memenuhi syarat yaitu pada uji pH Formulasi I didapatkan hasil pH 7,92 serta hasil aktivitas antioksidan didapatkan nilai rata-rata IC50±SD secara berturut-turut formulasi I 34,690±0,00 ppm, formulasi II 30,017±5,22 ppm dan formulasi III 30,009±0,02 ppm yang di kategorikan semua formula memiliki daya antioksidan kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis anova  dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya antioksidan pada sediaan gel ekstrak buah apel manalagi dimana ketiga formulasi masuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.
Karakteristik, Penapisan Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides (L.) Audy Lumbantoruan, Ruth Grace; Sari, Melia
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i1.5837

Abstract

Pendahuluan: Tumbuhan sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L.) adalah jenis paku yang termasuk dalam keluarga Polypodiaceae. Tumbuhan ini berkhasiat untuk mengobati kanker dan memiliki efek antioksidan oleh suku Dayak di Kalimantan yang digunakan sebagai obat gondongan, TBC, penyakit kuning. Tujuan: Untuk menguji toksisitas ekstrak metanol daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L.) terhadap Artemia salina Leach. Metode: Penelitian eksperimental, ekstrak dibuat menggunakan metanol sebagai pelarut, serta uji karakteristik simplisia, uji skrining fitokimia dan uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT menggunakan hewan uji berupa larva udang dan penentuan nilai LC50. Hasil: Uji skrining fitokimia mengandung flavonoid, saponin dan tanin, untuk uji toksisitas ekstrak metanol daun sisik naga dengan metode BSLT berpengaruh toksisitas pada larva udang dengan konsentrasi 50, 100, 250 dan 500 ppm dengan nilai LC50 ekstrak metanol sebesar 57,855 ppm. Ekstrak metanol dari daun sisik naga termasuk dalam kategori toksik. Kesimpulan: Hasil uji toksisitas ekstrak metanol daun sisik naga menggunakan metode BSLT menggunakan larva udang adalah toksik, karena nilai LC50 kurang dari 1.000 ppm.
Formulasi Sediaan Gel Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menggunakan Iota Karaginan sebagai Gelling Agent dan Uji Aktivitas terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis Silvyana, Annysa Ellycornia; Octaviani, Adinda Tri; Reubun, Yonathan Tri Atmodjo
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i3.6127

Abstract

Pendahuluan: Buah belimbing wuluh mengandung zat nutrisi yang banyak seperti fenol dan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai antijerawat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan gel sari buah belimbing wuluh dan aktivitasnya terhadap bakteri penyebab jerawat. Pada penelitian ini terdapat 3 formula gel dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluh yang berbeda yaitu 50%, 25%, dan 10%. Metode: Pada penelitian ini sari buah belimbing wuluh diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan iota karaginan sebagai gelling agent. Tiap formula gel di evaluasi meliputi pengamatan organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, dan uji stabilitas fisik dengan metode shelf-life dan sentrifugasi, serta uji aktivitas antibakteri. Hasil: Berdasarkan hasil, semakin besar konsentrasi sari buah belimbing wuluh warna gel semakin tua, pH semakin asam dan viskositas semakin besar. Dan pada hasil uji statistik LSD aktivitas antibakteri didapatkan hasil KHM terbaik yaitu pada formula 1 (50%) dengan luas diameter zona hambat rata-rata 8,68 mm terhadap bakteri Propionibacterium acne dan 9,34 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yang mendekati kontrol positif. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi sari buah belimbing wuluh semakin besar dimeter zona hambat yang terbentuk. Ketiga formula dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis
Identifikasi Komponen Atsiri Daun dan Kulit Buah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis blanco X Sinensis Osbeck) menggunakan GC-MS Rahmawati, Suci
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6026

Abstract

Pendahuluan: Jeruk gerga atau jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) merupakan komoditas jeruk unggulan Provinsi Bengkulu yang memiliki aroma khas dari kandungan minyak atsirinya. Bagian kulit buah jeruk dan daun merupakan bagian paling banyak menghasilkan minyak atsiri pada tanaman dengan genus Citrus. Tujuan: Mengidentifikasi komponen minyak atsiri dari daun dan kulit buah jeruk RGL menggunakan GC-MS (Gas chromatography–mass spectrometry). Metode: Sampel secara terpisah didistilasi dengan metode distilasi vakum untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri dievaluasi rendemen serta komponen kimia penyusunnya menggunakan GC-MS. Hasil: Minyak atsiri pada daun dan kulit buah jeruk RGL dengan rendemen masing-masingnya adalah 0,07% dan 0,34%. Identifikasi GC-MS dari minyak atsiri sampel daun diperoleh 9 senyawa utama yaitu Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; Bicyclo [2.2.1] heptane,7,7-dimethyl-2-methylene; D-limonene; 5-isopropyl-2-methylbicyclo [3.1.0] hexan-2-ol; Isopulegol; Cis-Chrysanthenol; p-Cymen-7-ol; Alloaromadendrene oxide-(1); Longifolenaldehyde. Sedangkan, hasil identifikasi pada kulit buah diperoleh 10 senyawa utama yaitu 3-Carene; Cyclopentene,3-ethylidene-1-methyl-; Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; alpha-Phellandrene; L-alpha-Terpineol; Citronellol; D-Carvone; Caryophyllene; Epizonarene; dan Cis-alpha-Bergamotene. Kesimpulan: Terdapat 9 dan 10 senyawa utama minyak atsiri daun dan kulit buah jeruk RGL.
Pembuatan Mikroemulsi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus) dan Penentuan Kadar Total Fenol Rosiyati, Mei
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i3.6060

Abstract

Buah merah merupakan tanaman khas dari papua yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan makanan, minuman, dan obat tradisional oleh masyarakat papua. Buah merah kaya akan senyawa bioaktif, seperti vitamin dan mineral, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid dan fenolat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total mikroemulsi minyak buah merah dengan konsentrasi surfaktan 20%, 30%,dan 40%. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Folin-Ciocalteu, metode ini didasarkan pada oksidasi senyawa fenol oleh reagen Folin-Ciocalteu, yang menghasilkan warna biru. Tujuan: Pembuatan mikroemulsi minyak buah merah dengan perbedaan konsentrasi surfaktan 20%, 30%, dan 40%. Mikroemulsi buah merah kemudian dilakukan proses analisis kualitatif meliputi uji identifikasi senyawa fenol dan  analisis kuantitatif dengan metode spektrofotomoteri UV-Vis. Hasil dan Kesimpulan: berdasarkan hasil uji kualitatif mikroemulsi minyak buah merah dengan konsentrasi surfaktan berbeda 20%, 30%, 40% menunjukkan semua sampel memiliki kandungan senyawa fenol. Kemudian untuk hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar total fenol yang diperoleh secara berturut-turut yaitu 1,274%, 2,902%, 2,902%.Kata Kunci: Buah Merah Papua, Fenol Total, Mikroemulsi, Spektrofotometri UV-Vis
Formulasi dan Evaluasi Fisik Lip Balm Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D. C) dengan Variasi Konsentrasi Beeswax dan Lanolin Hidayah, Nur
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i1.5910

Abstract

Pendahuluan: Minyak atsiri daun jeruk purut sebagai antioksidan yang mampu melindungi kulit dari serangan radikal bebas. Lip balm adalah sediaan kosmetika yang serupa dengan lipstik yang digunakan untuk mencegah kekeringan pada kulit bibir juga melindungi dari dampak negatif radikal bebas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beeswax dan lanolin terhadap formula optimum lip balm minyak atsiri daun jeruk purut. Metode: Menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental laboratorium menggunakan kombinasi beeswax dan lanolin sebagai stiffening agent terhadap sifat fisik lip balm meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji viskositas.  Data yang diperoleh dari hasil penelitian di laboratorium diolah dengan statistik yaitu uji Analysis of Varians (ANOVA). Hasil:  Menunjukkan peningkatan konsentrasi lanolin memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai pH, daya sebar dan viskositas sediaan dengan nilai kofisiensi masing-masing 0,5233, 0,7492, dan 0,0107. Konsentrasi beeswax lebih berpengaruh dalam meningkatkan nilai daya lekat sediaan dengan nilai koefisiensi 0,9616. Nilai desirability yang diperoleh SLD adalah 1 dari formula optimum dengan variasi komponen yaitu 6,5% dan 3,5%. Kesimpulan: Formula optimum lip balm daun jeruk purut diperoleh pada komposisi beeswax dan lanolin sebesar 6,5%:3,5%. Cycling Test formula optimum menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai pH, viskositas, dan daya sebar sebelum ataupun sesudah cycling test dengan nilai signifikansi masing-masing respon 0,05.