cover
Contact Name
Maltha Kharisma
Contact Email
psrunp@gmail.com
Phone
+6282284572574
Journal Mail Official
maltha.kharisma@fbs.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang Fakultas Bahasa dan Seni Departemen Seni Rupa Jl. Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Serupa : The Journal of Art Education
ISSN : -     EISSN : 23023236     DOI : https://doi.org/10.24036/stjae
Core Subject : Education, Art,
Serupa: The Journal of Art Education menyambut baik kiriman yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini dan utama yang berhubungan dengan studi pendidikan maupun seni rupa. Jurnal ini menyediakan tempat bagi para peneliti dan praktisi pendidikan dan seni rupa untuk berdiskusi, mengejar dan mempromosikan pengetahuan di bidang yang muncul dan berkembang dalam studi pendidikan dan seni rupa. Bahasa naskah bisa dalam bahasa Indonesia. Harus ada diskusi kritis tentang masalah dan kontribusi baru dan signifikan untuk bidang terkait. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Pendidikan seni rupa, Seni Rupa, Kriya, Seni Grafis, Seni Patung, Seni Lukis, Seni Ukir Kayu,.
Articles 801 Documents
IMPLEMENTASI MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA OLEH GURU SENI RUPA DI KELAS VII MTSN 2 PADANG Fahilatul rahmi, Aulia; Ilal Khairi, Asra
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 2 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i2.135995

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru dalam pendidikan Indonesia yang menekankan fleksibilitas dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Namun, implementasinya sering menghadapi tantangan, terutama dalam penyusunan dan penerapan modul ajar oleh guru.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru seni rupa terhadap konsep dan komponen modul ajar Kurikulum Merdeka, mendeskripsikan penerapannya di kelas, serta mengidentifikasi bentuk adaptasi modul ajar yang dilakukan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru seni rupa memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap konsep dan tujuan modul ajar Kurikulum Merdeka, dengan penekanan pada capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas dan adaptasi awal guru terhadap kurikulum baru. Kata kunci : Kurikulum Merdeka, modul ajar, seni rupa, guru,implementasi.
ANALISIS KRITIK SENI PADA KARYA LUKIS “WASTRA” MELALUI TEORI EDMUND BURKE FELDMAN khairi, Asra ilal; b, yasrul sami
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.135945

Abstract

Karya lukis wastra merupakan bentuk seni yang menggabungkan seni murni melalui nilai estetika dan budaya tekstil tradisional, sehingga memerlukan analisis yang mendalam untuk memahami makna dan pesan yang terkandung didalamnya. Metode kritik seni yang digunakan meliputi tahapan deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi, sesuai dengan kerangka teori Edmund Burke Feldman, guna mengkaji unsur-unsur visual dan simbolik dalam karya lukis wastra secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kritik seni ini, karya lukis wastra tidak hanya dapat dinilai dari segi keindahan visual, tetapi juga dari aspek makna budaya dan nilai filosofis yang melekat pada setiap detailnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya kajian seni lukis wastra dan membantu melestarikan serta mengembangkan seni tersebut dengan pemahaman yang lebih holistik. Selain itu, hasil analisis ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan seni budaya wastra sebagai bagian dari warisan budaya nasional dan juga menjadi rujukan bagi mahasiswa dalam menelaah karya seni melalui teori kritik Feldman. Dengan demikian, penelitian ini menjadi landasan untuk studi kritik seni yang lebih luas dan mendalam pada karya-karya seni tradisional lainnya.
VISUALISASI KONSEPTUAL DALAM MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL: ANALISIS SEMIOTIKA ELEMEN DESAIN VIDEO ZENIUS EDUCATION TENTANG PERBEDAAN ALJABAR DAN ARITMATIKA Saputra, Defrizal; Octavia, Melysa; Ulya, Ridha Hasnul
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.136221

Abstract

Matematika sering dipandang sebagai mata pelajaran abstrak dan menantang, terutama dalam transisi dari aritmatika ke aljabar. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana elemen desain visual dalam video pembelajaran digital berkontribusi pada pemahaman konseptual melalui pendekatan semiotika dengan kerangka analisis Ferdinand de Saussure. Penelitian ini mengkaji video Zenius Education berjudul “Perbedaan Aljabar dengan Aritmatika” sebagai artefak visual. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital dan dianalisis berdasarkan hubungan antara penanda (signifier), seperti ilustrasi, warna, tipografi, dan komposisi dan petanda (signified), yaitu makna konseptual matematika yang dikonstruksi. Hasil menunjukkan bahwa elemen visual tidak bersifat dekoratif, melainkan berfungsi sebagai sistem tanda terstruktur: warna kuning melambangkan momen pencerahan kognitif, ungu merepresentasikan abstraksi aljabar, dan biru menggambarkan rasionalitas teknologis. Ilustrasi historis dan kontemporer digunakan sebagai metafora untuk membedakan aritmatika (konkret, repetitif) dan aljabar (simbolik, generalisasi). Desain visual ini selaras dengan prinsip multimedia learning dan teori representasi ganda, sehingga mengurangi beban kognitif sekaligus memperkuat koneksi antar register matematis. Simpulan penelitian menyatakan bahwa desain komunikasi visual dalam media pembelajaran digital berdasarkan landasan semiotik dan pedagogis, berpotensi menjadi mekanisme transformatif dalam menjadikan matematika lebih intuitif, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini berimplikasi penting bagi pengembangan media edukasi berbasis visual di era teknologi pendidikan.Kata kunci : Matematika, Video Zenius Education, Semiotika, Elemen Desain
Jamur Fly Agaric sebagai Cerminan Sifat Manusia dalam Karya Digital Painting Asiri, Lauren; Asa, Ferdian Ondira
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137135

Abstract

Karya akhir ini merupakan karya seni digital painting yang mengangkat jamur fly agaric sebagai metafora untuk merepresentasikan sifat manusia. Jamur fly agaric merupakan jamur beracun yang memiliki kontras antara penampilan dan kandungan di dalamnya sehingga relevan untuk merepresentasikan sifat manusia yang negatif seperti manipulatif, menipu, dan sulit ditebak. Karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan jamur fly agaric sebagai cerminan sifat manusia dalam karya digital painting. Metode penciptaan yang digunakan mengacu pada metode yang diusulkan dalam konsorsium seni terdiri atas lima tahapan penciptaan, meliputi tahapan persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Karya yang dihasilkan berjumlah sepuluh karya digital painting yang dicetak, terdiri atas tujuh karya berukuran 100 x 110 cm dan tiga karya berukuran 100 x 120 cm. Setiap karya merepresentasikan sifat-sifat manusia melalui judul “Morbus”, “Devour”, “Perangkap Mata”, “Venom”, “Tiran”, “Corrupta”, “Orbit”, “Mirage”, “Clarus”, “Dissolve”. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visualisasi jamur fly agaric melalui teknik digital painting mampu merepresentasikan sifat manusia ke dalam karya seni rupa.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERBASIS BUDAYA LOKAL MELALUI PEMELAJARAN KOLASE BATIK MODEL PJBL DI SEKOLAH DASAR Saiq, Muhammad; Azzahra, Sherin Himatussabrina; Wijayanto, Wasis
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137302

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas dan apresiasi budaya pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kreativitas serta pemahaman budaya lokal melalui kegiatan kolase batik berbasis Project-Based Learning (PjBL) di kelas IV SD 4 Gondang Manis. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya variasi media pembelajaran seni yang berbasis kearifan local. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolase batik berbasis PjBL mampu meningkatkan kreativitas visual siswa melalui perpaduan warna dan motif orisinal. Aktivitas ini secara efektif menumbuhkan apresiasi budaya melalui pengenalan makna filosofis batik, sehingga siswa memahami identitas budaya warisan bangsa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam model PjBL menciptakan pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Implementasi model ini terbukti memberikan dampak positif bagi karakter kreatif dan rasa bangga siswa terhadap budaya daerah sejak dini. Kata kunci : Apresiasi Budaya, Budaya Lokal, Kolase Batik, Kreativitas, PjBL
PENGGUNAAN BAHAN AJAR DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA MATERI MENDESAIN KELAS VII 4 SMP NEGERI 7 PADANG Aulia, Jusratul Erik; Wikarya, Yusron
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Seni Budaya materi mendesain melalui penggunaan bahan ajar digital di Kelas VII.4 SMP Negeri 7 Padang. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa, yang tampak dari partisipasi pasif, kebosanan, dan pencapaian nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa Kelas VII.4. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, tes hasil belajar (pengetahuan dan keterampilan), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar digital mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata skor motivasi siswa mencapai 64% (kategori sedang), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87% (kategori sangat tinggi). Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan: pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 59,37% dengan rata-rata nilai 78,96, dan pada siklus II ketuntasan meningkat menjadi 93,75% dengan rata-rata nilai 87,78. Uji hipotesis mengonfirmasi bahwa peningkatan tersebut signifikan. Dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan ajar digital efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi mendesain.
Studi Bentuk Fungsi dan Makna Pakaian Adat Bundo Kanduang Dalam Acara Batagak Penghulu di Nagari Kambang Timur Kabupaten Pesisir Selatan Nanda, Dasri Oser; Pebriyeni, Eliya Eliya
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 3 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i3.137460

Abstract

Abstrak This study aims to identify and describe the form, function, and meaning of the traditional clothing of Bundo Kanduang in the batagak penghulu event in Nagari Kambang Timur, Pesisir Selatan Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, through interview techniques with informants consisting of penghulu, bundo kanduang, wedding stage entrepreneurs. The results of the study show that this traditional clothing consists of several devices, namely tingkuluak tanduak, basiba clothes, songket cloth, shawl. Jewelry (kaluang, galang). Each piece of clothing has a physical function as a marker of social and individual status. The function of clothing is not only to support appearance but also a representation of the values of bundo kanduang, such as honor, responsibility, and exemplary. The philosophical meaning contained in the clothing bundo kanduang as a role model in Minang society. This finding shows that traditional clothing does not only play a role as a cultural heritage, but as a medium for inheriting the values and identity of the Minang indigenous community.Keywords: Form; Function; Meaning; Traditional Cloting; Bundo Kanduang Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna , pakaian adat Bundo Kanduang dalam acara batagak penghulu di Nagari Kambang Timur Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik wawancara terhadap informan yang terdiri atas penghulu, bundo kanduang, pengusaha pelaminan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pakaian adat ini terdiri dari beberapa perangkat yaitu tingkuluak tanduak, baju basiba, kain songket, salendang. Perhiasan (kaluang, galang). Setiap perangkat pakaian memiliki fungsi fisik sebagai penanda status sosial serta individual. Fungsi pakaian tidak hanya sebagai penunjang penampilan tetapi juga representasi nilai-nilai bundo kanduang, seperti, kehormatan, tanggungjawab, dan keteladanan. Makna filosofis yang terkandung dalam pakaian tersebut bundo kanduang sebagai suri tauladan dalam masyarakat minang. Temuan ini menunjukan bahwa pakaian adat tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi sebagai media pewarisan nilai dan identitas masyarakat adat minang.Kata Kunci: Bentuk; Fungsi; Makna; Pakaian Adat; Bundo Kanduang
REIMAJINASI WAYANG LIMBAH: MENANAMKAN LITERASI BUDAYA DAN EKOLOGIS BAGI ANAK MELALUI WORKSHOP DAN PENTAS BERBASIS KOLABORATIF DI PUNDEN SENTONO GRESIK Ruci, Wening Hesti Nawa; Titaley, Audrey Gabriella; Catya, Kanya; Anggalih, Nanda Nini; Qorie, Tiffany
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137627

Abstract

Permasalahan penelitian ini terletak pada melemahnya pengetahuan anak tentang tradisi lokal, khususnya seni wayang, akibat dominasi media digital, serta rendahnya literasi ekologis yang tercermin dari persoalan sampah dan minimnya praktik daur ulang. Tujuannya adalah mengkaji efektivitas reimajinasi wayang limbah sebagai aktivitas dalam menumbuhkan literasi budaya dan ekologis yang menyatu dengan praktik kreatif, ruang kultural lokal, dan kolaborasi komunitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif partisipatif melalui studi literatur sistematis (SLR), observasi lapangan, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test. Metode ini memungkinkan peneliti menelaah konsep reimajinasi wayang limbah, mengamati proses workshop dan pementasan, serta menilai peningkatan literasi budaya dan ekologis anak secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi reimajinasi—meliputi penciptaan makna baru melalui wayang limbah, pembacaan ulang tradisi, dan pembentukan identitas kultural dan ekologis—menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Anak mengalami peningkatan pemahaman terhadap simbol dan tokoh wayang, serta pemahaman nilai ekologis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), melalui implementasi workshop dan pementasan wayang limbah bersama Komunitas ASRI di Punden Sentono. Peningkatan signifikan dari skor pre-test ke post-test menegaskan bahwa aktivitas ini efektif dalam menanamkan literasi budaya dan ekologis secara simultan. Kesimpulannya adalah model reimajinasi wayang limbah terbukti imersif, partisipatif, dan dapat direplikasi sebagai pendekatan efektif untuk memperkuat literasi budaya dan ekologis anak melalui kolaborasi komunitas dan pemanfaatan ruang kultural.
DAMPAK NEGATIF GAME ONLINE SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS TEKNIK CUT OUT STENCIL Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Khairi, Asra Ilal
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137656

Abstract

Game online adalah permainan komputer yang melibatkan beberapa pelaku untuk saling terhubung diwaktu yang bersamaan di tempat yang berbeda. Meskipun game online telah menjadi perhatian dalam beberapa karya akhir sebelumnya, akan tetapi karya akhir yang secara khusus membahas dampak negatif game online masih terbatas terlebih pada karya stencil print. Pembuatan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan dampak negatif game online ke dalam bentuk karya seni grafis cut out stencil, juga untuk mengingatkan kembali tentang berbagai dampak buruk dalam bermain game berlebihan yang hendaknya dijauhi dari kehidupan. Penulis menggunakan metode tahapan berkarya berdasarkan teori yang ditawarkan konsorsium seni (Bandem, 2017:464) yakni persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Pembuatan karya dilakukan dengan teknik cut out stencil dengan menggunakan cat akrilik di atas kertas linen berukuran 65 x 75 cm. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan berkarya, terciptalah hasil 10 karya dengan judul : 1) Sampai Mati; 2) Ansos; 3) EMOSI; 4) Lemot; 5) Boncos; 6) Terjebak; 7) Obes; 8) Mata Merah; 9) Sindrom; dan 10) Tenggelam. Karya akhir ini menekankan pentingnya sadar akan dampak negatif dalam bermain game online secara berlebihan, serta menyarankan masyarakat untuk membatasi diri sendiri.
Eksotis Bangunan Bersejarah Di Kota Bengkulu Dalam Karya Lukis Surealistik Hawel, Barbyei; Asa, Ferdian Ondira
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 4 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i4.137703

Abstract

Kota Bengkulu memiliki beragam bangunan bersejarah dengan nilai estetika dan historis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menciptakan karya lukis yang mampu merepresentasikan nilai artistik dan nilai historis bangunan bersejarah secara imajinatif dan komunikatif dengan gaya surealistik. Metode yang digunakan mengacu pada metode yang diusulkan dalam konsorsium seni meliputi tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penelitian berupa sepuluh karya lukis berukuran 100 × 120 cm pada media kanvas yang merepresentasikan bangunan bersejarah di Kota Bengkulu dengan fokus pada lima objek utama, yaitu Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Soekarno, Rumah Fatmawati, Tugu Thomas Parr, dan Masjid Jamik. Karya yang dihasilkan menampilkan eksplorasi visual surealistik yang menonjolkan karakter arsitektur, nilai historis, serta makna simbolik bangunan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian bangunan bersejarah, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan bangunan bersejarah di Kota Bengkulu melalui media seni lukis.     

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): (In Press) Vol 14, No 3 (2025): (In Press) Vol 14, No 2 (2025): (In Press) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 4 (2024): (In Press) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2021): Seri D Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Seri B Vol 8, No 2 (2019): Seri B Vol 8, No 2 (2019): Seri A Vol 8, No 1 (2019): Seri B Vol 8, No 1 (2019): Seri A Vol 8, No 1 (2019): Seri C Vol 7, No 4 (2019): Seri A Vol 7, No 4 (2019): Seri B Vol 7, No 3 (2019): Seri C Vol 7, No 3 (2019): Seri A Vol 7, No 3 (2019): Seri B Vol 7, No 2 (2018): Seri B Vol 7, No 2 (2018): Seri A Vol 7, No 1 (2018): Seri A Vol 7, No 1 (2018): Seri B Vol 6, No 3 (2018): Seri A Vol 6, No 2 (2018): Seri D Vol 6, No 2 (2018): Seri E Vol 6, No 2 (2018): Seri B Vol 6, No 2 (2018): Seri A Vol 6, No 2 (2018): Seri C Vol 6, No 1 (2017): Seri A Vol 6, No 1 (2017): Seri B Vol 6, No 1 (2017): Seri D Vol 6, No 1 (2017): Seri C Vol 6, No 1 (2017): Seri F Vol 6, No 1 (2017): Seri E Vol 6, No 1 (2017): Seri G Vol 5, No 2 (2017): Seri B Vol 5, No 2 (2017): Seri D Vol 5, No 2 (2017): Seri C Vol 5, No 2 (2017): Seri A Vol 5, No 1 (2016): Seri B Vol 5, No 1 (2016): Seri C Vol 5, No 1 (2016): Seri A Vol 4, No 3 (2016): Seri A Vol 4, No 2 (2016): Seri A Vol 4, No 2 (2016): Seri B Vol 4, No 1 (2015): Seri B Vol 4, No 1 (2015): Seri A Vol 3, No 3 (2015): Seri A Vol 3, No 2 (2015): Seri B Vol 3, No 2 (2015): Seri C Vol 3, No 2 (2015): Seri A Vol 3, No 1 (2014): Seri C Vol 3, No 1 (2014): Seri B Vol 3, No 1 (2014): Seri E Vol 3, No 1 (2014): Seri D Vol 3, No 1 (2014): Seri A Vol 2, No 3 (2014): Seri A Vol 2, No 2 (2014): Seri C Vol 2, No 2 (2014): Seri A Vol 2, No 2 (2014): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri A Vol 2, No 1 (2013): Seri C Vol 2, No 1 (2013): Seri B Vol 1, No 3 (2013): Seri A Vol 1, No 3 (2013): Seri B Vol 1, No 2 (2013): Seri A Vol 1, No 1 (2012): Seri A Vol 1, No 1 (2012): Seri B More Issue