cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Measuring Training Contribution: Organization Design on a Training Evaluation System based on Return of Training Investment Indrayati, Nafia Kusuma; Suhariadi, Fendy
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10003

Abstract

Competition that occurs in the port service industry makes companies strive to create superior and professional quality human resources. To increase the capacity and capability of employees, PT. X was quite determined during the HR development process with the aim that employees have the potential to become a talent company, through work program plans, one of which is education and training. However, these human resource development efforts were not followed up with training evaluations resulting in the uncertainty of the effectiveness and contribution of the program to individual and company performance. This study aims to develop an evaluation process to determine the effectiveness and contribution of education and training programs. This study refers to the Phillips Return of Investment Model to develop a training evaluation design. The results of the study show that the Training Return-of-Investment (ROTI) intervention in the form of a standard operating procedure (SOP) is accepted by users and can be used as a reference for implementing HR development through training evaluations for companies. Meanwhile, the evaluators can provide evaluation guidelines and assignments during the training evaluation session. The results of training programs cannot always be measured in monetary terms, so this training evaluation activity can also measure intangible benefits.Persaingan yang terjadi pada industri pelayanan kepelabuhan membuat perusahaan berupaya menciptakan kualitas SDM yang unggul dan professional. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan, PT. X cukup bertekad selama proses pengembangan SDM dengan tujuan karyawan berpotensi tersebut menjadi talent perusahaan, melalui rencana program kerja salah satunya pendidikan dan pelatihan. Namun upaya pengembangan SDM tersebut tidak diikuti dengan evaluasi pelatihan mengakibatkan tidak diketahui secara pasti efektivitas dan kontribusi program tersebut terhadap kinerja individu hingga perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun proses pelaksanaan evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan kontribusi program pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini mengacu pada Phillips Return Of Investment Model untuk menyusun rancangan evaluasi pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi Training Return-of-Investment (ROTI) dalam bentuk standard Operating Procedure (SOP) diterima oleh user dan dapat menjadi referensi acuan pelaksanaan pengembangan SDM melalui evaluasi pelatihan ke perusahaan. Sedangkan kepada para evaluator dapat memberikan panduan dan penugasan evaluasi selama sesi evaluasi pelatihan berlangsung. Hasil program pelatihan tidak selalu dapat diukur ke nilai uang/moneter sehingga kegiatan evaluasi pelatihan ini juga dapat mengukur manfaat yang bersifat intangible (tidak terlihat).
The Role of PERMA+4 in Increasing Happiness at Work in BUMN X Atmawijaya, I Gde Arya Raditya; Fajrianthi, Fajrianthi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10222

Abstract

Prioritizing happiness at work is a phenomenon in every company. In the fast-paced digital era, work demands are getting higher, and workloads are always arriving. This makes companies and employees required to quickly and be ready to adapt. PT X is a BUMN that has a large responsibility and workload related to energy generation and distribution, where this is prone to making employees easily burn out and stressed. To prevent and reduce the impact of high job demands, PT X issued a PerDir to implement a life balance program that aims to increase employee Happiness at Work. PERMA+4 can be used as a framework in compiling programs to increase employee Happiness at Work. The aim is to increase Happiness at Work at PT X so that employees are better prepared to face all changes and are ready to contribute more to PT X. The Research & Development method is used to produce programs that are right on target and test the effectiveness of the program. The results of the research are that the Happiness at Work program with the PERMA framework makes it possible to increase employee happiness at work, where the program is in the form of four types of programs, namely two programs that are carried out in companies, and two programs that can be carried out independently. The subjects of this study were all employees at PT X.Memprioritaskan kebahagiaan dalam bekerja menjadi sebuah fenomena di setiap perusahaan. Di era digital yang serba cepat membuat tuntutan pekerjaan semakin tinggi dan workload yang selalu berdatangan. Hal tersebut membuat perusahaan dan karyawan dituntut untuk secara cepat dan siap beradaptasi. PT X merupakan BUMN yang memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang besar terkait pembangkit dan distribusi energi, dimana hal tersebut rentan membuat pegawai menjadi mudah burnout dan stress. Untuk mencegah dan mengurangi dampak dari tuntutan pekerjaan yang tinggi, maka PT X mengeluarkan PerDir untuk menerapkan program keseimbangan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. PERMA+4 dapat digunakan sebagai sebuah framework dalam menyusun program untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. Tujuan meningkatkan Happiness at Work pada PT X agar pegawai semakin siap untuk menghadapi segala perubahan dan siap berkontribusi lebih untuk PT X. Metode Research & Development digunakan untuk menghasilkan program-program yang tepat sasaran, dan menguji keefektifan program tersebut. Hasil dari penelitian adalah bahwa program Happiness at Work dengan framework PERMA memungkinkan untuk meningkatkan kebahagiaan pegawai dalam bekerja, dimana program tersebut berupa empat jenis program yaitu dua program yang dilakukan di perusahaan, dan dua program yang dapat dilakukan secara mandiri. Subjek penelitian ini adalah seluruh pegawai pada PT X.
Indonesian Version of DREEM Short Form Construct Validity Test in Measuring Student Perception of Distance Learning Environment Lutfiana, Aviva; Salim, Rose Mini Agoes
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.11049

Abstract

English: The learning environment is very important to support student achievement. During the COVID-19 pandemic until the new normal transition, students are faced with a changing learning environment, starting from online, hybrid, to full offline. Dundee Ready Education Environment Measure (DREEM) is an instrument that measures students' perceptions of their learning environment in medical institutions developed by Roff, et.al. (1997). DREEM initially consist of 50-item to measure five domains, it was later developed into a 12-item short version by Jeyashree, Shewade, and Kathrivel (2018). There is no adapted version of DREEM short-form for non-medical institutions in Indonesia. Therefore, this study aims to adapt and validate the DREEM short-form measurement tool for a wider range of institutions. The population of this instrument testing are students in Indonesia with a sample of 160 people. The results show that the instrument has good internal consistency (α= 0.896), able to distinguish individuals in groups based on discrimination items, and valid in measuring constructs (Model Fit CFI = 0.922; GFI = 0.901; SRMR = 0.055, and have a good factor loading). Thus, Indonesian version of DREEM short-form is a valid and reliable tool for use in research in the field of education in a wider range of institutions.Indonesian: Lingkungan pembelajaran sangatlah penting untuk mendukung prestasi mahasiswa. Pada masa pandemi COVID-19 hingga transisi new normal, mahasiswa dihadapkan dengan lingkungan pembelajaran yang berubah-ubah, dimulai dari daring, hybrid, hingga full luring. Dundee Ready Education Environment Measure (DREEM) merupakan instrumen yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajarannya dalam institusi medis yang dikembangkan oleh Roff, et.al. (1997). Awalnya DREEM berjumlah 50-item untuk mengukur lima domain, kemudian dikembangkan dalam versi singkat (short-form) 12-item oleh Jeyashree, Shewade, dan Kathrivel (2018). Selama ini belum ada alat ukur dalam Bahasa Indonesia untuk DREEM short version 12-item untuk institusi di luar medis. Maka penelitian ini bertujuan untuk membuat adaptasi dan validasi alat ukur DREEM Short-Form 12-item untuk institusi yang lebih luas. Populasi dari pengujian alat ukur ini adalah mahasiswa di Indonesia dengan sampel sebanyak 160 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa alat ukur yang telah diadaptasi memiliki konsistensi internal yang baik (reliabilitas α= 0.896), mampu membedakan individu dalam kelompok berdasarkan item discrimination, dan valid dalam mengukur konstruk (Model Fit CFI = 0,922; GFI = 0,901; SRMR = 0,055, dan memiliki muatan faktor yang baik). Dengan begitu, DREEM-12 Bahasa Indonesia merupakan alat ukur yang valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian di bidang pendidikan pada setting yang lebih luas.
Can the intensity of playing online games affect interest in learning? Iqlimah, Siti Nur Faizatul; Hazim, Hazim
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11515

Abstract

The different levels of student interest in learning and also the influencing factors, including of playing online games. How often the students spend their time playing online games and whether or not they have high interest in learning. This research aims to determine the relationship between the intensity of playing online games and students interest in learning at MI Darul Fikri Wonoayu. The hypothesis of this research is that there is a relationship between the intensity of playing online games and students interest in learning at MI Darul Fikri Wonoayu. This research uses a quantitative approach with product moment correlation approach. The sample in this research was 31 students and the data was taken by using purposive sampling technique. This research consists of 35 scale items uses an intensity scale for playing online games and a scale for the students learning interest. The results of the research show that there is a significant relationship between the intensity of playing online games and students learning interest in MI DArul Fikri Wonoayu, with a coefficient value of 0,3044. Thus, the hhigher the intensity of the students plaing online games, the lower the students interest in learning. In contrast, the lowerthe intensity of playing online games, the higher the students interest in learning. Tingkatan minat belajar siswa yang berbeda-beda dan juga factor-faktor yang mempengaruhiinya, sebagai contoh intensitas bermain game online. Seberapa sering siswa ini menghabiskan waktunya untuk bermain game online dan seberapa tinggi minat belajar yang dimiliki siswa. Penelitian ini emiliki tujua untuk mengetahui adanya hubungan antara intensitas bermain game online terhadap minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu. Hipotesis penelitian yaitu adanya hubungan antara intensitas bermain game online dengan minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan korelasi product moment. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang siswa, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model skala likert, dengan jumlah 35 butir soal yang menggunakan skala intensitas bermain game online dan skala minat belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubngan signifikan antara intensitas bermain game online dengan minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu, dengan nilai koefisien 0,3044. Maka semakin tinggi intensitas bermain game online maka semakin rendah minat belajar siswa, begitupun sebaliknya semakin rendah intensitas bermain game online maka semakin tinggi minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu.
The Effectiveness of a Combined Intervention Approach for Improving Reading Fluency in Elementary School Students Kuswardani, Hasna Pratiwi; Suprapti, Veronika; Paramita, Pramesti Pradna
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11033

Abstract

The ability to read plays a crucial role in the academic success and overall development of elementary school children. Unfortunately, many children in elementary school experience difficulties in reading, including issues with fluency, accuracy, and comprehension. These difficulties can lead to challenges in understanding the curriculum and result in lower academic achievement. To address this issue, a combined intervention approach was implemented, which combined repeated reading, listening while reading, error correction, and performance feedback methods. The aim of this intervention was to improve the accuracy aspect of reading fluency in elementary school children. This study used a single case experimental design with second-grade students as the research subjects. The development of children's reading abilities was measured using the Informal Reading Inventory. The results of the study indicate that the intervention provided was effective in improving the ability and fluency of reading in the research subjects.Kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan akademik dan perkembangan secara keseluruhan pada anak-anak sekolah dasar. Sayangnya, banyak anak di sekolah dasar mengalami kesulitan dalam membaca, termasuk dalam hal kelancaran, akurasi, dan pemahaman bacaan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami kurikulum dan berakibat pada pencapaian akademik yang rendah. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan pendekatan intervensi gabungan dengan menggabungkan metode repeated reading, listening while reading, error correction, dan performance feedback. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk meningkatkan aspek akurasi dari kelancaran membaca pada anak-anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kasus tunggal dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 2 sekolah dasar. Perkembangan kemampuan anak diukur menggunakan Informal Reading Inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kelancaran membaca pada subjek penelitian.
Behavior Modification Intervention with Antecedent Control Technique to Improve Toilet Training in Toilet-Resistant Children Karimah, Isqi; Tedjasaputra, Mayke S.
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.12018

Abstract

Toilet training represents a crucial yet challenging stage in a child's development of independence (Setiawati & Putriana, 2019). Therefore, intervention becomes essential when a child encounters obstacles in completing toilet training, particularly when the child exhibits significant resistance to using the toilet. This study aims to enhance urination behavior in children resistant to toilet training (e.g., exhibiting tantrums when prompted to use the toilet) and experiencing setbacks in the toilet training process. The research employed a single-subject A-B with follow-up design, involving a sole participant (N=1). The intervention techniques utilized included antecedent control procedures and reinforcement, packaged in the form of games tailored to the child's interests. The intervention spanned 24 days, comprising 3 days for baseline assessment and measurement sessions, 14 days for intervention sessions, and 7 days for follow-up sessions. The study's findings reveal an increase in the frequency of children urinating in the toilet without refusal or tantrums, achieved through behavior modification interventions utilizing antecedent control procedures.Toilet training merupakan tahapan penting sekaligus menantang bagi perkembangan kemandirian anak (Setiawati & Putriana, 2019). Oleh sebab itu, intervensi sangat dibutuhkan jika anak memiliki hambatan dalam menyelesaikan toilet training, khususnya jika anak cukup resisten untuk diajak ke toilet. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku buang air kecil di toilet pada anak yang resisten (misalnya, selalu tantrum saat diajak ke toilet) dan mengalami kemunduran dalam proses toilet training. Penelitian ini menggunakan desain penelitian single subject A-B with follow-up design, yaitu hanya melibatkan satu partisipan (N=1). Teknik intervensi yang digunakan adalah teknik antecedent control procedure dan reinforcement yang dikemas dalam bentuk permainan yang disesuaikan dengan minat anak. Intervensi berlangsung selama 24 hari, yaitu 3 hari untuk sesi asesmen dan pengukuran baseline, 14 hari untuk sesi intervensi, dan 7 hari untuk sesi follow up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan frekuensi anak untuk buang air kecil di toilet tanpa disertai dengan penolakan dan juga tantrum melalui intervensi modifikasi perilaku dengan teknik antecedent control procedure. 
A Challenge for Parents? Understanding The Needs of a Psychoeducational Program for Parents of Children with Autism Spectrum Disorder Saputri, Nanda Erfani; Abidin, Zainal
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11175

Abstract

Autism spectrum disorder (ASD) is a disorder with a high prevalence and continues to increase from time to time. ASD is still considered a taboo and a scourge. Whereas ASD is not a disease, but a disorder characterized by a decrease in the quality of individuals in social interactions, communication skills, and repetitive interests and behaviors. Due to the increasing prevalence of ASD and the lack of available information, this study seeks to explore the need for whether a parental assistance program is needed when dealing with a diagnosis of ASD in their child. The research method used in this research is qualitative. Researchers involved 6 participants consisting of 2 parents of children diagnosed with ASD, 2 parents of children with typical development, and 2 therapists who have treated children with special. The sampling technique used is purposive sampling. The findings in this study indicate that not much is known about ASD by parents. Parents do a lot of searching independently but the information obtained is generally limited. Parents are also often still confused about understanding ASD and what actions can be taken to help their child. One of the main problems parents face when dealing with an ASD diagnosis is acceptance. Autism spectrum disorder (ASD) menjadi gangguan dengan prevalensi yang cukup tinggi dan terus meningkat dari waktu ke waktu. ASD masih dianggap tabu dan menjadi momok. Padahal ASD bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gangguan yang ditandai dengan penurunan kualitas individu dalam interaksi sosial, kemampuan komunikasi, serta minat dan perilaku yang berulang. Dengan prevalensi ASD yang terus meningkat dan kurangnya informasi yang tersedia, penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan apakah suatu program psikoedukasi bagi orang tua dibutuhkan ketika menghadapi diagnosa ASD pada anaknya. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti melibatkan 6 orang partisipan yang terdiri dari 2 orang tua dengan anak terdiagnosa ASD, 2 orang tua dari anak dengan perkembangan tipikal, dan 2 orang terapis yang menangani anak berkebutuhan khusus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai ASD belum banyak diketahui oleh para orang tua. Orang tua banyak melakukan pencarian secara mandiri namun informasi yang didapat umumnya terbatas. Orang tua juga seringkali masih mengalami kebingungan dalam memahami ASD dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak mereka. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi orang tua ketika menghadapi diagnosa ASD adalah penerimaan.
Scoping Review: Involvement of Parents of Children with Special Needs in Home Based Education During the Covid-19 Pandemic Fakhriya, Siti Dini; Zain, Tsurayya Syarif
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.9334

Abstract

During the Covid-19 pandemic the learning process shifted from school-based education to home-based education, so parents need to be involved in children's learning in schools especially on home-based learning systems. The transition of this learning process involves parents to add roles and involvement especially parents with children with special needs. This study is a literary study using the scooping review method. Scooping reviews are used in this study to find out the involvement of parents with children with special needs in home-based education. A scoping review is structured based on a framework by Arksey and O'Malley (2005) that consists of five stages namely identifying research questions, identifying relevant studies, selecting data mapping studies, compiling, summarizing, and reporting results. The study search was conducted through several databases such as Science Direct, sage publications, and Proquest and 8 articles met the criteria. Eight studies were used, consisting of six qualitative studies, one quantitative study, and one mixed-method study. The study came from several countries such as Indonesia, Filipina, Mexico, Germany, Israel, Zimbabwe, Spain, Turkey, and the USA. The results of the research show that there are three identified themes: as a teacher, as a therapist, and as a search for information. In this case, parents with children with special needs need to work with professionals to maximize learning at school or home.Selama pandemic covid-19 proses pembelajaran beralih dari school-based education menjadi home based education, sehingga orang tua perlu terlibat dalam pembelajaran anak di sekolah terutama pada sistem pembelajaran berbasis rumah. Peralihan proses pembelajaran ini, menutun orang tua untuk menambah peran dan keterlibatan khususnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan metode scoping review. Scoping review digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keterlibatan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus dalam home based education. Scoping review disusun berdasarkan kerangka oleh Arksey dan O’Malley (2005) yang terdiri atas 5 tahap yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, identifkasi studi yang revelan, pemilihan studi pemetaan data, menyusun, meringkas dan melaporkan hasil. Pencarian studi dilakukan melalui beberapa database seperti science direct, sage publication dan proquest dan terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria. Adapun 8 studi digunakan yang terdiri dari 6 studi kualitatif, 1 studi kuantitatif dan 1 studi menggunakan mixed method. Studi tersebut berasal dari beberapa negara seperti, Indonesia, Filpina, Mexico, German, Israel, Zimbabwe, Spanyol, Turki dan USA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 tema yang teridentifikasi yaitu, sebagai pengajar, sebagai therapist dan pencarian informasi. Dalam hal ini orang tua dengan anak berkebutuhan khusus perlu bekerja sama dengan professional untuk dapat memaksimalkan pembelajaran di sekolah atau dirumah.
'Being a Great Speaker' Training to Improve Student Public Speaking Skills Eunike, Prisca
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11778

Abstract

The term “preacher” refers to individuals who serve as religious or belief system speakers. The core of this role is the responsibility to communicate the principles and teachings of faith to the community. To perform this task effectively, speakers must have a comprehensive understanding and comprehension of public speaking, which includes the art of conveying oracles and the broader concepts of communication in public places. In public speaking, understanding oneself, building confidence, and overcoming anxiety are essential skills to master. The training aims to equip students to become skilled and impactful preachers by learning about public speaking, managing anxiety, and developing self-confidence. This study was designed using a quasi-experiment, one-group pretest-posttest design. The participants that accomplished the entire training series were 21 students. The data were analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test by SPSS 16 program. The result showed a significance value of 0,000 (< 0.05) for knowledge and 0.001 (<0.05) for skills. The significance value of 0.001 indicated differences in knowledge and skills of public speaking before and after the training. Public speaking training performed periodically can be a good alternative to help students develop public communication skills. Istilah “pengkotbah” mengacu pada individu yang berfungsi sebagai pembicara dalam sistem agama atau kepercayaan. Inti dari peran ini adalah tanggung jawab untuk mengkomunikasikan prinsip dan ajaram iman kepada umat/jemaat.  Untuk memenuhi tugas ini secara efektif, pengkotbah harus memiliki pemahaman dan keterampulan komprehensif mengenai public speaking, yang mencakup seni menyampaikan kotbah dan konsep komunikasi yang lebih luas di tempat umum. Dalam public speaking, pemahaman akan diri sendiri, membangun rasa percaya diri dan mengatasi cemas juga merupakan aspek yang penting untuk dikuasai. Pelatihan ini dilakukan untuk melatih mahasiswa menjadi pembicara yang baik dan efektif, melalui pembekalan terkait public speaking, kecemasan dan kepercayaan diri. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen melalui one group pretest-posttest design. Subjek penelitian yang mengikuti keseluruhan rangkaian pelatihan ini adalah sebanyak 21 mahasiswa.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test melalui program SPSS 16. Hasil uji beda menunjukkan signifikansi sig. 0.000 (< 0.05) untuk pemahaman dan sig. 0.001 (<0.05) untuk keterampilan. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pemahaman dan keterampilan public speaking setelah dilakukan pelatihan. Maka pelatihan public speaking yang dilakukan secara berkala dapat menjadi alternatif baik untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi di depan umum.
Employee Development in Bank Sector based on Potential Review Assessment with 9 Box Model Talent Management Purbasari, Rafika Nirmala; Syarifah, Dewi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11063

Abstract

This research about potential review assessment is carried out to provide an overview of the competencies possessed by Bank X employees. Potential review is known to provide competency profiles and become the basis of employee development strategies. This assessment is a part of talent management. The existence of the right talent management system within organization can increase employee retention. Researcher has been able to get the information of employee’s KPI score and gave psychological assessment, to be able to do the employee mapping. The two dimensions, potential competencies and KPI score are known to be the basis in determining the nine-box model. The subject in this research is a junior staff financial institution in Bank X. Based on the assessment that has been carried out, she is included in “rising star” category, because he has “moderate” work performance and “high” potential competency profile. The result of this assessment will be used by organization as talent pooling information.Asesmen potential review ini dilakukan untuk memberikan gambaran kompetensi yang dimiliki oleh karyawan Bank X. Potential review diketahui dapat memberikan profil kompetensi karyawan dan menjadi dasar strategi pengembangan karyawan. Adanya penilaian potensi kompetensi pada karyawan dapat membantunya bersiap untuk melakukan pengembangan diri. Asesmen ini termasuk dalam bagian talent management. Adanya pengelolaan talenta yang tepat di dalam organisasi dapat meningkatkan retensi karyawan. Selain memberikan pengukuran psikologis untuk dapat memetakan profil karyawan, organisasi juga perlu memperhatikan penilaian kinerja. Kedua dimensi tersebut, potensi kompetensi serta performansi kerja karyawan secara riil adalah dasar dalam menentukan posisi karyawan melalui model nine-box. Subjek penelitian ini menduduki jabatan junior staff financial institution. Berdasarkan asesmen yang telah dijalankan, ia termasuk ke dalam kategori “rising star”, karena berada pada performansi kerja “moderate” dan profil potensi kompetensi “high”.  Hasil asesmen ini akan digunakan organisasi sebagai dasar talent pooling.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue