cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Assertiveness and Its Relation to Dating Violence on Female Victims in Late Adolescence Kumalah, Annisa Nursada; Herdiana, Ike
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11189

Abstract

This study was conducted to determine the relationship between assertiveness and dating violence on female victims in late adolescence. Dating violence in this study refers to the victim’s experience, there are the use of negotiation, psychological aggression, physical assault, sexual coercion, and injury. There where 108 female respondents aged 17-20 years who had experienced dating violence participated in this study. Researchers conducted a survey as a data collection method that had been arranged through an online questionnaire, uses the Assertiveness scale to measure assertiveness and The Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) to measure dating violence. In this study, the entire process of data analysis will be carried out by Jamovi for Windows 2.3.21. The researcher conducted an assumption test and correlation tes between assertiveness and 5 dimensions of dating violence in CTS2. From the results of data analysis, it is known that the assertiveness is negatively correlated with 5 dimensions of dating violence with a significance value <0.05. Thus, the lower the assertiveness, the more it spurs dating violence. Vice versa, the higher the assertiveness, the lower dating violence.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara asertivitas dengan kekerasan dalam pacaran pada korban perempuan remaja akhir. Kekerasan dalam pacaran pada penelitian ini mengacu pada pengalaman korban, yaitu penggunaan negosiasi, agresi psikologis, serangan fisik, pemaksaan, dan cedera. Sebanyak 108 responden remaja akhir berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 17-20 tahun dan pernah mengalami kekerasan dalam pacaran telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Peneliti melakukan survei sebagai metode pengumpulan data, yaitu dalam bentuk kuesioner daring dengan menggunakan skala Asertivitas untuk mengukur asertivitas dan The Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) untuk mengukur kekerasan dalam pacaran. Pada penelitian ini seluruh proses analisis data akan dilakukan dengan bantuan software Jamovi for Windows 2.3.21. Pada penelitian ini seluruh proses analisis data akan dilakukan dengan software Jamovi for Windows 2.3.21. Peneliti melakukan uji asumsi dan uji korelasi antara variabel asertivitas dan 5 dimensi kekerasan dalam pacaran pada CTS2. Dari hasil analisis data penelitian, diketahui bahwa variabel asertivitas berkorelasi secara negatif dengan 5 dimensi kekerasan dalam pacaran dengan nilai signifikansi <0,05. Artinya, semakin rendah asertivitas individu maka semakin tinggi kekerasan dalam pacaran yang dialami. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi asertivitas individu maka semakin rendah kekerasan dalam pacaran yang dialami.
The Effectiveness of Expressive Art Therapy in Reducing Anxiety in Young Women in Islamic Boarding Schools Murnitamia, Rahmi; Urbayatun, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10097

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood. During this period, growth and development experienced rapid changes both physically and mentally. In this transition period, teenagers are very vulnerable to experiencing anxiety disorders. This research aims to determine the effectiveness of applying expressive arts therapy to reduce anxiety in adolescent girls at the Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses quantitative methods. The subjects in this research were 5 students in grades 7-10, aged 13-15 years who experienced anxiety, residing at Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses the DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale) measuring instrument, to measure anxiety levels. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the analysis show a value of Z= -2.032, with a significance of p= 0.042 (p˂0.05). This shows that there is a significant difference between the anxiety experienced by participants before and after participating in the group therapy process.Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan mengalami perubahan pesat baik secara fisik maupun mental. Dalam masa peralihan ini, remaja sangat rentan mengalami gangguan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan expressive art therapy untuk menurunkan kecemasan pada remaja putri di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah santri-santri kelas 7-10 yang berjumlah 5 orang dengan rentang usia 13-15 yang mengalami kecemasan, bertempat tinggal di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale), untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.  Hasil analisis menunjukkan nilai Z= -2.032, dengan signifikansi p= 0,042 (p˂0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kecemasan yang dialami oleh peserta sebelum dan setelah mengikuti proses terapi kelompok.
The Effectiveness of K3S Psychoeducation on Changes Community Habits in Managing Waste Shaviratri, Aninditya Maria; Pramadi, Andrian
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11813

Abstract

Garbage is a biopsychosocial issue faced by most communities in Indonesia. This condition is thought to be caused by the absence of implementing regulations in the community, the lack of awareness and understanding of every member of the community in managing waste. As a result, there is accumulation and burning of waste which triggers further problems such as health problems. This issue has been going on for years, one of which is in the community of residents of RW027, Sumbersari District, Jember Regency. Analyze the causes and provide appropriate interventions to help the community of RW 027 residents in overcoming waste problems. Data was collected using a questionnaire to obtain prevalence related to the level of awareness of waste management and physical complaints arising from burning and/or waste accumulation. Observations and interviews were also carried out with the authorities, waste officials and several residents who were randomly selected to obtain supporting data related to the causes of the problem. The collected data is analyzed using the theory of planned behavior framework. As the researchers suspected, the cause of the waste problem occurred due to the lack of awareness of community members about the waste problem, the lack of knowledge about the impact of poor waste management and the right way to manage waste. A comprehensive psychoeducational intervention entitled K3S Counseling (Health, Awareness and Waste Management) for 15 people from selected community members using the purposive sampling method effectively had an impact on changing waste management behavior. It was shown that there was a change in the level of knowledge (sig 0.00) and attitude (sig 0.00) and behavior which was followed up one week after the counseling.Sampah merupakan isu biopsikososial yang dihadapi mayoritas komunitas di Indonesia. Kondisi ini diduga disebabkan oleh absennya penerapan regulasi di komunitas, minimnya kesadaran dan pemahaman setiap anggota komunitas dalam mengelola sampah. Akibatnya terjadi penumpukan dan pembakaran sampah yang memicu masalah lanjutan seperti masalah kesehatan. Isu ini terjadi bertahun-tahun, salah satunya di komunitas warga RW027 Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Menganalisa penyebab dan memberikan intervensi yang sesuai untuk membantu komunitas warga RW 027 dalam mengatasi masalah sampah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk memperoleh prevalensi terkait tingkat kesadaran pengelolaan sampah dan keluhan fisik yang timbul akibat pembakaran dan/atau penumpukan sampah. Observasi dan wawancara juga dilakukan terhadap pihak otoritas, petugas sampah dan beberapa warga yang terpilih secara acak, untuk mendapatkan data penunjang terkait penyebab masalah. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan kerangka berpikir theory planned behaviour. Sesuai dugaan peneliti, penyebab masalah sampah terjadi karena ketiadaan kesadaran anggota komunitas terhadap masalah sampah, minimnya pengetahuan tentang dampak dari buruknya pengelolaan sampah dan cara yang tepat untuk mengelola sampah. Intervensi psikoedukasi komprehensif berjudul Psikoedukasi K3S (Kesehatan, Kesadaran dan Kelola Sampah) terhadap 15 orang dari anggota komunitas terpilih dengan metode purposive sampling secara efektif berdampak pada perubahan perilaku mengelola sampah. Ditunjukkan adanya perubahan pada level pengetahuan (sig 0.00) dan sikap (sig 0.00) dan perilaku yang di tindaklanjuti satu minggu setelah intervensi.
Emotional Maturity and Resilience with Adjustment: Correlational study in Blind Adolescent Musavira, Mettavantya El; Suparmi, Suparmi; Rahayu, Esthi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11076

Abstract

Adjustment is a process of dealing with stress, tension, and conflict so that there is a balance between the needs and conditions of the environment. The maturity factor, especially emotional maturity is one that affects adjustment. In addition, the ability of resilience is also needed to adjust to new conditions or situations so as not to cause stress, sadness, and even depression. The purpose of this study was to determine the relationship between resilience and emotional maturity in the adjustment of blind adolescents. The population of this study was blind adolescents in the Sahabat Mata Semarang community with a sample used as many as 30 blind adolescents aged 12 to 17 years. The results of the study obtained emotional maturity, and resilience with self-adjustment has an R-value of 0.755 with a significance value of 0.000 (p < 0.01) which means that there is a significant relationship between emotional maturity and resilience with adjustment. The value of the coefficient of determination of 0.571 shows the percentage of contribution of emotional maturity and resilience to the adjustment of blind adolescents, which is 57.1%, while the remaining 42.9% is the influence of other factors. The results of the partial correlation test showed that between emotional maturity and self-adjustment had a partial value of 0.645 with a Sig. value of 0.000 (p < 0.01); and between resilience and self-adjustment has a partial value of 0.708 with a Sig. value of 0.000 (p < 0.01) which means that between the two correlations has a very significant relationship. The partial correlation value obtained shows that there is a strong correlation between the independent variable (emotional maturity, and resilience) and the dependent variable (adjustment). Penyesuaian.diri merupakan proses menghadapi stres, ketegangan, dan konflik sehingga terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan keadaan lingkungannya. Faktor kematangan, khususnya kematangan emosi merupakan salah satu yang mempengaruhi penyesuaian diri. Selain itu, kemampuan resiliensi juga sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi atau situasi baru sehingga tidak menimbulkan stres, sedih bahkan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara resiliensi dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra. Populasi penelitian ini adalah remaja tunanetra yang berada di komunitas Sahabat Mata Semarang dengan sampel yang digunakan sebanyak 30 remaja tunanetra berusia 12 sampai 17 tahun. Hasil penelitian diperoleh kematangan emosi, dan resiliensi dengan penyesuaian diri memiliki nilai R sebesar 0,755 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01) yang artinya terdapat hubungan signifikan antara kematangan emosi dan resiliensi dengan penyesuaian diri. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,571 menunjukkan persentase sumbangan kematangan emosi dan resiliensi terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra yaitu sebesar 57,1%, sedangkan sisanya sebesar 42,9% merupakan pengaruh dari faktor lain. Hasil uji korelasi parsial menunjukkan bahwa antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri memiliki nilai parsial sebesar 0,645 dengan nilai Sig. sebesar 0,000 (p < 0,01); dan antara resiliensi dengan penyesuaian diri memiliki nilai parsial sebesar 0,708 dengan nilai Sig. sebesar 0,000 (p < 0,01) yang berarti bahwa diantara kedua korelasi tersebut memiliki hubungan yang sangat signifikan. Nilai korelasi parsial yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat korelasi kuat di antara variable independent (kematangan emosi, dan resiliensi) dengan variable dependent (penyesuaian diri).
Job Analysis and Employee Competency Mapping Based on Job Description Kartika, Firlia Candra; Damaika, Yonathan Alfapri
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11202

Abstract

Job description is important for a company. On division APU & PPT in one of the private banks in Surabaya, there is a gap between the job descriptions written in the documents and those carried out by office holders in the field, causing office holders to feel confused in carrying out work, which affects the productivity of office holders, and there is no competency standards for each position in the APU&PPT division. The purpose of this research is to reduce the gap between written job descriptions and job descriptions in the field and to provide competency standards for each position. This research is qualitative research with a variety of case studies. The methods used to gather data in conducting job analysis are interviews, observation, and literature studies. The results of this study indicate an improvement in job descriptions and competency mapping required by each position in the APU & PPT division. The results of this study can be used by companies as job description documents and job competency standards.Uraian pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan. Pada divisi APU & PPT di salah satu Bank swasta yang ada di Surabaya, terdapat kesenjangan antara uraian pekerjaan yang tertulis di dokumen dan yang dilakukan pemangku jabatan di lapangan sehingga menyebabkan para pemangku jabatan merasa kebingungan dalam melaksanakan pekerjaan, dimana  hal tersebut mempengaruhi produktivitas dari para pemegang jabatan, serta belum adanya standar kompetensi pada masing-masing jabatan pada divisi APU&PPT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi adanya kesenjangan antara job description yang tertulis dengan job description yang ada di lapangan dan dapat memberikan standar kompetensi bagi masing-masing jabatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan ragam studi kasus. Metode yang dipergunakan untuk menggali data dalam melakukan analisa jabatan adalah wawancara, observasi, dan studi literatur.  Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbaikan uraian pekerjaan serta pemetaan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing jabatan pada divisi APU & PPT. Hasil pada penelitian ini dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai dokumen uraian pekerjaan dan standar kompetensi jabatan.
Person-Job Fit and Psychological Meaningfullness as A Predictor of Work Engagement In Call Center Employees PT. X Mardiyanti, Ressy; Chafsah, Berliana Nur; Maharani, Diandra
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10468

Abstract

The rate of turnover for employees in a company will be of particular concern because it involves the company's expenses which are not cheap. When recruiting employees, it is hoped that individuals will be compatible with their jobs, and this compatibility will make employees psychologically meaningful at work and be able to immerse themselves in or be attached to their work, so that employees can last a long time in the company and reduce the budget for the recruitment, selection, and training processes. This study aims to determine the effect of Person Job Fit and Psychological meaningfulness in looking at work engagement in employees. The subject is a call center employee of PT. X aged 20-45 years. This research uses quantitative methods, uses a measuring instrument with a questionnaire model on the variable person job fit, psychological meaningfullness and work engagement. The results of this study indicate that Person Job Fit and psychological meaningfulness affect work engagement in call center employees at PT. X. Variable Person Job Fit and psychological meaningfulness together contribute 71% to work engagement. There needs to be matching between individuals and jobs at the beginning, to reduce the turnover of employees.Laju keluar-masuk karyawan pada suatu perusahaan akan menjadi perhatian khusus, karena menyangkut pengeluaran biaya perusahaan yang tidak sedikit. Saat penerimaan karyawan diharapkan individu memiliki kecocokan dengan pekerjaannya, dan kecocokan itu membuat karyawan memiliki makna secara psikologi dalam bekerja dan mampu tenggelam atau memiliki keterikatan dengan pekerjaannya, sehingga karyawan pun dapat bertahan lama diperusahaan dan menekan anggaran proses rekrutmen, seleksi serta training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Person Job Fit, Psychological meaningfulness dalam melihat work engagement pada karyawan. Subjek merupakan karyawan call center PT. X yang berusia 20-45 tahun. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, menggunakan alat ukur dengan model kuisioner pada variabel person job fit, psychological meaningfullness dan work engagement. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Person Job Fit dan psychological meaningfulness mempengaruhi work engagement pada karyawan call center PT. X. Variable Person Job Fit dan psychological meaningfulness secara bersama-sama memberikan kontribusi pengaruh sebesar 71% terhadap work engagement. Perlu adanya pencocokan antara individu dengan pekerjaan diawal, untuk menekan keluar-masukknya karyawan.
Religiousity and Psychological Well-Being of the Parmalim Community Simarmata, Nenny Ika Putri; Pasaribu, Ronald P; Tambunan, Joshua Sahat P; Aritonang, Christofel Martua
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11843

Abstract

Parmalim is a belief in the Mulajadi Debate of Na Bolon, and this doctrine has existed since ancient times. As adherents of religious beliefs, parmalim adherents often receive different treatment from the society.  The study aims to understand and describe the influence of religiousity on the psychological well-being of the Parmalin community in North Sumatra. This research uses quantitative research methods. Sampling techniques in this study are non-random sampling with purposive sampling techniques. The research sample consisted of 78 people from the Parmalim Community in North Sumatra who had adhered to the Parmalim belief system for at least 11 years. Data collection was directly to the participants at Parmalim’s place of worship in Medan, and by online. Data analysis using a double linear regression test with the help of SPSS for Windows 17 The method of data collection using a psychological scale is the scale of Religiousness and the psychological well-being scale.  The psychological scale used is the Religiosity scale and the Psychological Well-Being scale. In this study, religiosity was measured using The Centrality of Religiosity Scale-15 (CRS-15) while Psychological well-being used The Scales of Psychological Well-being. The results of this study found that there was a positive influence of religion on psychological well-being among Parmalim believers, the contribution is 25.9%. Religiosity in the Parmalim Community is in the high category (85.9%).  Psychological well-being in supporters of parmalim beliefs is mostly in the high category of 68%, where individuals with high psychological wellness are able to be warm in relationships with others, have empathy, have a purpose in life and understand the principle of giving and receiving in a relationship.Parmalim merupakan sebuah  aliran kepercayaan terhadap Debata Mulajadi Na Bolon dan ajaran ini sudah ada sejak dahulu kala. Sebagai penganut aliran kepercayaan, para penganut parmalim seringkali mendapatkan perlakuan yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh religiusitas terhadap Psychological Well-Being Komunitas Parmalin di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non random sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 78 orang dari Komunitas Parmalim di Sumatera Utara yang telah menganut aliran kepercayaan Parmalim minimal 11 tahun.  Pengumpulan data dilakukan secara langsung di 2 rumah ibadat Parmalim di Medan dan melalui online. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda bantuan SPSS for Windows 17. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, Skala psikologi yang digunakan adalah skala Religiusitas dan skala Psychological Well-Being. Dalam penelitian ini Religiusitas diukur menggunakan The Centrality of Religiosity Scale-15 (CRS-15) sementara Psychological well-being menggunakan skala The Scales of Psychological Well-being. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ada pengaruh positif religiusitas terhadap psychological well -being pada penganut kepercayaan parmalim yaitu sebesar 25.9%. Religiusitas pada Komunitas Parmalim berada pada kategori tinggi (85.9 %). Psychological well-being pada penganut kepercayaan parmalim kebanyakan berada pada kategori tinggi yaitu 68%, dimana individu dengan psychological well-being tinggi mampu bersikap hangat dalam berhubungan dengan orang lain, memiliki empati, memiliki tujuan hidup dan memahami prinsip memberi dan menerima di dalam suatu hubungan.
Social Support and Academic Stress for Overseas Students : Case Study of Students from Outside Java Island Nugroho, Michael Agung; Soetjiningsih, Christiana Hari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11121

Abstract

As overseas students, of course, they have different demands, in addition to carrying out their duties and responsibilities as overseas students, of course, they must be able to adapt to new circumstances and surroundings. Internal and external factors can affect the smoothness and capability of overseas students in getting education at the university level. The responsibilities and demands faced by overseas students are seen to affect education and cause academic stress. The research method used in this study is a quantitative approach, the data analysis technique used in this study is descriptive analysis using descriptive statistics and the participants who acted as subjects in this study amounted to 100 students of Satya Wacana Christian University So, researchers conducted this study with the aim of knowing the correlation between social support and academic stress levels in students who came from outside Java. The results obtained from this study were that there was no correlation between social support and academic stress. The implications of this study highlight the importance of looking at other factors that can affect the academic stress of overseas students and identifying effective strategies to cope with such stress.Sebagai mahasiswa rantau tentu saja memiliki tuntutan yang berbeda, selain melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa rantau tentunya harus dapat beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan sekitarnya yang baru. Faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi kelancaran dan kapabilitas mahasiswa rantau dalam mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Tanggung jawab dan tuntutan yang dihadapi mahasiswa rantau dipandang dapat mempengaruhi pendidikan dan menyebabkan stres akademik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggunakan statistik deskriptif dan partisipan yang berperan sebagai subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Maka, peneliti melakukan studi ini dengan tujuan untuk  mengetahui korelasi antara dukungan sosial dengan tingkat stres akademik pada mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tidak ada korelasi antara dukungan sosial dengan stres akademik. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya melihat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stres akademik mahasiswa rantau dan mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mengatasi stres tersebut.
Assertive Communication Skills Group Intervention for Adolescents with Social Anxiety Hayya, Rahmah Nurul; Savitri, Luh Surini Yulia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11264

Abstract

National surveys show that most adolescents experience anxiety problems and anxiety disorders, but only a few seek professional help. Anxiety, especially social anxiety, can be detrimental to adolescents because of its impact on social success. If it persists, social anxiety can develop into social anxiety disorder as an adult. Thus, it is necessary to intervene in adolescents with high social anxiety. Adolescents with social anxiety often experience social situations that they cannot cope with due to a lack of social skills, especially assertive communication skills. This study aimed to see whether assertive communication skill interventions carried out in groups can improve adolescents' assertive communication skills and reduce social anxiety levels. Group interventions conducted in schools provide easy access for youth and efficiency in terms of time and cost. Group interventions also allow adolescents to voice their experiences, finding similarities and connect with others. The study participants were six teenagers aged 13-15 years with high levels of social anxiety. This study consisted of a pre-test, four intervention sessions, post-test, and follow-up. The Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) and Skala Tingkah Laku Asertif (STLA) were used to describe the participants' social anxiety and assertiveness before, after, and two weeks after the intervention. The results showed an increase in the STLA score and a decrease in the SAS-A score in most participants quantitatively and an increase in assertive communication skills and a decrease in social anxiety qualitatively in all participants. The implication of this study is that assertive communication skills intervention programs carried out in groups are beneficial in increasing assertive communication skills and reducing the level of social anxiety in adolescents, these results can be used as reference material in the intervention of adolescents with social anxiety. Survei nasional menunjukkan bahwa mayoritas remaja mengalami masalah kecemasan dan gangguan kecemasan, namun sedikit yang mencari bantuan profesional. Kecemasan, terutama kecemasan sosial, bisa merugikan karena dampaknya terhadap kesuksesan sosial. Jika berlanjut, kecemasan sosial dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan sosial saat dewasa. Dengan demikian, perlu dilakukan intervensi pada remaja dengan kecemasan sosial tinggi. Remaja dengan kecemasan sosial seringkali mengalami situasi sosial yang tidak bisa mereka atasi karena kurangnya keterampilan sosial, terutama keterampilan komunikasi asertif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah intervensi keterampilan komunikasi asertif yang dilakukan secara berkelompok dapat meningkatkan keterampilan komunikasi asertif dan menurunkan tingkat kecemasan sosial remaja. Intervensi kelompok yang diadakan di sekolah memberikan kemudahan akses bagi remaja dan efisiensi dari segi waktu serta biaya. Intervensi kelompok juga memungkinkan remaja menyuarakan pengalaman, menemukan kesamaan, dan berkoneksi dengan orang lain. Partisipan penelitian merupakan enam remaja berusia 13-15 tahun dengan tingkat kecemasan sosial tinggi. Penelitian ini terdiri dari pre-test, empat sesi intervensi, post-test, dan follow-up. Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) dan Skala Tingkah Laku Asertif (STLA) digunakan untuk mengetahui gambaran kecemasan sosial dan asertivitas partisipan sebelum, sesudah, dan dua minggu sesudah intervensi. Hasilnya, terdapat peningkatan skor STLA dan penurunan skor SAS-A pada mayoritas partisipan secara kuantitatif dan peningkatan keterampilan komunikasi asertif serta penurunan kecemasan sosial secara kualitatif pada seluruh partisipan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa program intervensi keterampilan komunikasi asertif yang dilakukan secara berkelompok bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi asertif dan menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja sehingga dapat menjadi bahan rujukan dalam intervensi remaja dengan kecemasan sosial.
Resiliensi Remaja Korban Bencana Alam Likuifaksi Di Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru Provinsi Sulawesi Tengah Tresya, Ribi; Kaunang, Sinta Elisa Jelita; Mandang, Jofie Hilda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10952

Abstract

Liquefaction natural disasters have an effect on the psychological condition of individuals, especially in adolescents, resilience becomes a very important part when a teenager is in a developmental stage, namely the existence of a state of happiness, satisfaction, low stress levels, physically and mentally healthy living life. With resilience after going through a traumatic event in their life, adolescents can rise to live aspects of their lives as teenagers. This study aims to determine and describe the resilience of adolescent victims of liquefaction natural disasters in Jono Oge Village, Sigi Biromaru District, Central Sulawesi Province. The participants in this study were two teenagers who survived a natural liquefaction disaster. The method in this study is a qualitative case study type method with data collection using observation, interviews and documentation. The results of the research on the two participants show that they are resilient individuals who are able to go through tough conditions so that they can recover from any events that cause stress and are able to adapt positively and survive these severe traumatic conditions. This is evidenced by the characteristics of the resilience aspects, namely emotion regulation, empathy, reaching out, impulse control, optimism, causal analysis, self-efficacy.Bencana alam likuifaksi memberikan pengaruh pada kondisi psikologis individu terlebih khusus pada remaja, resiliensi menjadi bagian amat penting ketika seorang remaja dalam masa tahap perkembangan yakni adanya suatu keadaan rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental menjalani kehidupan. Dengan adanya resiliensi setelah melalui peristiwa traumatis dalam hidupnya, remaja dapat bangkit untuk menjalani aspek-aspek kehidupannya sebagai seorang remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan resiliensi pada remaja korban bencana alam likuifaksi di desa jono oge kecamatan sigi biromaru provinsi sulawesi tengah. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua remaja yang selamat dari bencana alam likuifaksi. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis studi kasus dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pada kedua partisipan menunjukkan mereka merupakan individu resilen yang mampu melewati kondisi yang berat sehingga bisa kembali pulih dari segala peristiwa yang menyebabkan tekanan dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan positif dan bertahan dari kondisi traumatis yang berat tersebut. Sehingga penting untuk menjadi perhatian dalam meningkatkan kemampuan resiliensi bagi setiap orang untuk dapat bertahan disegala situasi yang sulit.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue