cover
Contact Name
Sonezza Ladyanna
Contact Email
ladyannasonezza@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puitikaunand@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Puitika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 0854817X     EISSN : 25806009     DOI : -
Core Subject : Education,
PUITIKA merupakan jurnal ilmiah humaniora yang menyajikan artikel orisinal tentang penelitian di bidang bahasa, sastra, dan budaya. Artikel yang dimuat telah melalui proses seleksi oleh redaksi, penyuntingan oleh dewan editor, dan penilaian layak muat oleh dewan bestari. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September) dan sedang dipersiapkan untuk terakreditasi secara nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Metafiksi, Memori, dan Otoritas Moral dalam Novel Atonement karya Ian McEwan Prabowo, Bayu Ade; Saniro, Roma Kyo Kae
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.746

Abstract

Novel Atonement karya Ian McEwan menempati posisi penting dalam diskursus sastra kontemporer karena mempertanyakan hubungan antara fiksi, memori, dan tanggung jawab moral melalui strategi metafiksional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana metafiksi, memori, dan otoritas moral berinteraksi dalam novel serta mengkaji implikasi etis dari konstruksi naratif sebagai bentuk penebusan. Penelitian menggunakan desain kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, mengintegrasikan teori metafiksi (Waugh, Hutcheon), studi memori (Erll, Nora), dan etika naratif. Analisis dilakukan melalui pembacaan tertutup terhadap enam kutipan inti yang merepresentasikan tiga dimensi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi metafiksional mengonstruksi memori bukan sebagai representasi objektif melainkan sebagai produk dari hasrat untuk menguasai; Briony mengklaim otoritas moral secara sepihak dan totaliter melalui mekanisme miniaturisasi; dan novel secara eksplisit mengkritik legitimasi etis penebusan naratif dengan mengidentifikasi paradoks fundamental bahwa kekuasaan absolut penulis justru menghilangkan kemungkinan penebusan autentik. Signifikansi penelitian ini terletak pada integrasi komprehensif tiga dimensi—metafiksi, memori, dan otoritas moral—yang belum dilakukan penelitian sebelumnya. Implikasinya adalah pemahaman bahwa kemampuan mengontrol narasi tidak sama dengan legitimasi moral, dan penebusan autentik memerlukan dialog dengan perspektif orang lain, bukan konstruksi naratif sepihak.