cover
Contact Name
Lutfi Sauqi Faznur
Contact Email
lutfisyauki@umj.ac.id
Phone
+628569008300
Journal Mail Official
penaliterasi@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Pena Literasi
ISSN : -     EISSN : 26148226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pena literasi merupakan jurnal nasional yang berbasis penelitian di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
INTERJEKSI SEBAGAI STRATEGI TUTURAN IMPERATIF DALAM TAYANGAN YOUTUBE “UMAY SHAHAB KARIRNYA HANCUR DAN JUGA SUKSES SEMUA KARENA IQBAAL!”: KAJIAN SINTAKSIS PRAGMATIK Libriananda Antika Lumban Tobing, Renata Margareth; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
Pena Literasi Vol 6, No 1 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.1.65-77

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebahasaan, interjeksi tidak lagi menyesuaikan antara makna dan bentuk yang diusungnya. Hubungan kedekatan antarpenutur menjadi komponen utama terjadinya bentuk interjeksi. Bentuk “sialan” yang awalnya hanya untuk mengungkapkan perasaan kesal atau kecewa, tidak lagi hanya berkonotasi negatif. Seperti pada kalimat “Sialan, keren banget mobil itu, gue harus punya.” Kalimat tersebut beralih menjadi bentuk keinginan. Kata “sialan” dalam kalimat itu menjadi interjeksi harapan. Itulah sebabnya kajian pragmatik dan sintaksis pada penelitian ini dilebur, karena konteks tuturan menjadi penting dalam menyampaikan perasaan pembicara atau penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interjeksi dalam tayangan digital video Youtube “Umay Shahab Karirnya Hancur dan juga Sukses Semua karena Iqbaal!” dengan durasi penayangan 26 menit 13 detik. Penelitian ini menghasilkan 26 interjeksi, kemudian diklasifikasikan berdasarkan teori Interjeksi Hasan Alwi pada buku “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia” dan menemukan 1 interjeksi kejijikan, 2 interjeksi kekesalan, 6 interjeksi kekaguman, 2 interjeksi kesyukuran, 1 interjeksi harapan, 5 interjeksi keheranan, 4 interjeksi kekagetan, 1 interjeksi ajakan, 1 interjeksi panggilan, dan 3 interjeksi simpulan.
PRAKTIK SOSIAL NORMAN FAIRCLOUGH DALAM KUMPULAN CERPEN LELUCON PARA KORUPTOR KARYA AGUS NOOR Indayani, Indayani; Izzal, Fitriatul
Pena Literasi Vol 6, No 1 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.1.92-100

Abstract

Dalam kumpulan cerpennya, praktik sosial Lelucon Para Koruptor karya Agus Noor. Norman Fairclough, seorang analis wacana kritis, menyelubungi analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Fokus peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian praktik sosial. Meskipun analisis wacana deskriptif menganggap wacana sebagai realitas teks bahasa, analisis wacana kritis sering dianggap bertentangan dengannya. Alasan peneliti memilih untuk menggunakan cerpen ini adalah karena mengangkat isu korupsi di bangsa ini, bercerita dengan cara yang unik, dan menunjukkan bagaimana kelompok sosial yang berbeda berjuang mempertahankan ideologi mereka, menegakkan hukum supremasi ketika itu dilanggar, dan memulihkan kekuatan yang telah lama diterima sebagai fakta kehidupan sosial sehari-hari. Analisis wacana kritis adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan ini berfokus pada detail linguistik dan situasi yang terkait dengan detail yang berkaitan dengan konten cerita pendek. Interpretasi gramatikal dan interpretasi psikologis adalah dua gagasan utama dalam studi hermeneutika. Kumpulan cerpen Lelucon Para Koruptor karya Agus Noor dijadikan sebagai sumber data penelitian. Dokumentasi melengkapi data penelitian. Komponen praktik sosial dipisahkan menjadi tiga bagian: situasional, institusional, dan sosial, yang menilai kesesuaian situasi dan hubungan antara lingkungan tertentu, pengaruh institusional, dan cita-cita yang berlaku di masyarakat. Sesuai temuan studi yang dimuat dalam kumpulan cerpen Lelucon Para Koruptor, yang meliputi kemiskinan (kekurangan akses terhadap pangan, sandang, dan kasih sayang orang tua), kriminalitas, disfungsi keluarga, politik, dan korupsi. Kumpulan cerpen ini menggunakan cara pencarian yang sinis, interpretatif, dan kocak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA PADA TUTURAN BERBAHASA SUNDA DALAM FILM “AMBU” KARYA FARID DERMAWAN Novianti, Isnaini; Riadi, Sugeng
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.124-131

Abstract

Tujuan menganalisis bahasa yang digunakan dalam film “Ambu” karya Farid Dermawan dengan campur kode. Menganalisis bentuk campur kode dalam dialog film “Ambu” Karya Farid Dermawan. Bahasa merupakan ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh sesama manusia dalam berinteraksi melalui pertukaran simbol linguistik baik secara verbal maupun nonverbal, oleh karena itu bahasa diartikan sebagai alat komunikasi antar manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, artinya penelitian ini menganalisis data dan hasil datanya berupa analisis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Abdul Chaer yang berfokus pada jenis campur kode dalam film berupa kata dan kalimat dalam dialog. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik studi kepustakaan.  Adapun manfaat dalam artikel ini yaitu manfaat teoritis hasil penelitina diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan khusunya tentang campur kode. Dan manfaat praktis yaitu hasil penelitian diharpkan seabagi informasi pemahaman bagi pembaca dan penonton film tersebut. Dari analisis tersebut, ditemukan jenis campur kode dalam kata dan kalimat dalam film. Dalam film ini menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Film ini menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda. 
PENGARUH METODE SUGESTOPEDIA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PUISI BERBANTUAN MEDIA SPOTIFY PADA PESERTA DIDIK KELAS X Luthfiani, Luthfiani; Sumardi, Aida
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.176-185

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya mendidik untuk terampil memahami jenis-jenis teks, tetapi juga memahami karya sastra, salah satunya melalui puisi. Dalam kurikulum merdeka terdapat kemampuan literasi yang harus dikuasai peserta didik, salah satunya keterampilan membaca. Dalam hal karya sastra puisi, maka peserta didik diharuskan terampil membacakan puisi. Dibutuhkan metode yang tepat supaya peserta didik antusias, maka peneliti menggunakan metode suggestopedia berbantuan media spotify. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode suggestopedia terhadap keterampilan membaca puisi berbantuan media spotify pada peserta didik kelas X. Metode penelitian yang digunakan ialah true experimental design menggunakan posttest-only control design. Hasil yang diperoleh terhadap pembelajaran membaca puisi dengan metode suggestopedia berbantuan media spotify memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan membaca puisi. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui hasil uji t menggunakan SPSS 27, diperoleh nilai sig. < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Tingkat keberhasilan membaca puisi pada kelas eksperimen sebesar 64%, sementara tingkat keberhasilan pada kelas kontrol sebesar 27%.
ANALISIS KAJIAN FONOLOGI PADA ANAK USIA 0-1 TAHUN DALAM PEMEROLEHAN BAHASA Ismiati, Mia
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.228-236

Abstract

Bayi dalam beberapa bulan akan mengalami perkembangan berbicara mulai dari menangis, berteriak, pengucapan satu kata hingga satu kalimat bahkan satu paragraf. Jika melihat realita saat ini menunjukan kemampuan anak dalam memperoleh bahasa masih lemah. Untuk itulah, peneliti bertujuan untuk mengetahui pemahaman yang mendalam terkait dengan panggilan pertama dari anak untuk orang tuanya dalam kajian fonologi dan psikologi. Dalam tahapan perkembangan bicaranya, kira-kira panggilan apakah yang lebih dulu terucap dari bibir kecilnya itu? Apakah ayah atau ibu yang menjadi kata pertamanya? Apakah benar bahwa anak lebih dulu bisa memanggil “Ayah” dibanding “Ibu”? dan apakah hal itu terjadi begitu saja, atau adakah faktor yang mempengaruhi di balik pengalaman pertama si kecil dalam memanggil orang tuanya. Juga apakah orang tua berperan dalam menentukan perbedaan kemampuan anak untuk memanggil orang tuanya. Walaupun seiring berjalannya waktu, nantinya anak juga bisa memanggil orang tuanya dengan panggilan lengkap. Orang tua seharusnya memahami tahap-tahap berkembangan bahasa anak sepenuhnya dan mengetahui perannya dalam memberi stimulus perkembangan bahasa anak.
CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN VERBAL DALAM FILM DEAR DAVID: PENELITIAN SEMIOTIKA JOHN FISKE Hanifah, Wanda; Atikurrahman, Moh.
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.132-140

Abstract

AbstrakMeski membawa dampak buruk bagi mentalitas seseorang, nyatanya pelaku pelecehan seksual makin merajalela. Alih-alih memikirkan kondisi korban yang amat terpuruk dengan beberapa kemungkinan bisa saja terjadi: trauma, introver bahkan bunuh diri. Artikel ini membahas fenomena catcalling dalam Dear David yang mengangkat isu orientasi seksual tiga remaja sekolah. Peran usia remaja mendominasi adanya berbagai tindakan seksual serta pengeksplorannya. Dalam perkembangannya, film juga menjadi cermin realita kehidupan bermasyarakat seperti Dear David memberikan wajah bahwa pelecehan tidak hanya berupa sentuhan fisik. Selain itu, Lucky Kuswandi juga mengangkat karakter laki-laki yang bisa menjadi korban pelecehan. Film tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis untuk mengetahui catcalling sebagai bentuk pelecehan verbal menggunakan teori semiotika John Fiske. Rumusan masalah yang diangkat peneliti adalah bagaimana bentuk penerapan level semiotika yang diungkapkan Fiske dalam objek visual film Dear David. Fiske menyebutkan tanda terdiri dari tiga level: level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian dengan teknik dokumentasi dan observasi menunjukkan bahwa film yang rilis pada Februari 2023 ini merepresentasikan bentuk catcalling sebagai pelecehan verbal berupa bercanda, tatapan mata menggoda, menyampaikan atau menanyakan, mengkritik atau mengomentari fisik lawan maupun sesama jenis yang mengarah pada seksualitas sehingga membuat orang tidak nyaman di depan publik. 
INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MAHASISWA PRODI PBSI IKTL MELALUI LITERASI BUDAYA Wissang, Imelda Oliva
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.186-198

Abstract

Artikel ini mengkaji inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mahasiswa prodi PBSI IKTL melalui literasi budaya. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian, bagaimanakah wujud inovasi literasi budaya dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada mahasiswa prodi PBSI IKTL (Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka). Penelitian bertujuan mendeskripsikan wujud inovasi literasi budaya dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada mahasiswa prodi PBSI IKTL. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa data verbal, dan nonverbal melalui teknik observasi, catatan langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan,  dan verifikasi. Dalam aktivitas literasi budaya sebagai inovasi pembelajaran, secara tidak langsung ditumbuhkembangkan karakter dan nilai-nilai kearifan lokal Lamaholot. Karakter lokal Lamaholot, seperti gemohing (kerja sama), gelekat (saling membantu), gewayan (keikhlasan) yang menjadi landasan aktivitas dan kreativitas mahaiswa prodi PBSI IKTL. Sedangkan nilai kearifan lokal Lamaholot, seperti nilai kedisplinan, nilai kerendahan hati dan kesederhanaan; nilai hormat sesama dan kasih sayang; nilai kejujuran; nilai tanggung jawab; nilai ketakwaan dan toleransi. Nilai-nilai ini menjadi pengikat yang memperkuat komitmen dalam mewujudkan inovasi pembelajaran  melalui literasi budaya.  Adapun hasil temuan penelitian berkaitan dengan wujud inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mahasiswa prodi PBSI IKTL melalui literasi budaya, antara lain (1) integrasi pembelajaran melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan luaran artikel jurnal dan laporan tertulis; (2) forum ilmiah melalui diskusi dan penelusuran jejak budaya, dan (3) kegiatan kreatif  melalui aktivitas membaca dan menulis, pengelolaan majalah dinding, buletin prodi, kegiatan perlombaan, pentas seni serta produk berupa hasil karya mahasiswa, dosen serta hasil pendampingan di sekolah-sekolah.
POLIGAMI DAN PERSELINGKUHAN: POTRET RUMAH TANGGA DALAM POSTER TAYANGAN INDONESIA (STUDI IKONITAS DIAGRAMMATIK PIERCE) Wardani, Fitri Rahma; Abdullah, Asep Abbas
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.141-153

Abstract

Komposisi pada poster tayangan di Indonesia selalu memiliki pakem yang menjadi cara bagi (calon) penonton untuk mengintip fiksi dari filem atau serial yang bakal ditontonnya. Sebuah poster dari tayangan memang merangkum keseluruhan cerita yang disajikan. Penempatan tokoh, ekspresi, gestur, pakaian bahkan latar pada sebuah poster dapat menjadi potongan-potongan enigmatik yang menjadi bekal bagi (calon) penonton untuk memahami keseluruhan tayangan yang ditontonnya. Artikel ini hendak mengkaji poster serial bertema selingkuh dan poligami. Dibandingkan dengan poster tayangan bergenre lain, tontonan yang mengangkat isu dinamika keluarga tersebut memiliki kekhasan tersendiri. Seolah terdapat sebuah formula yang pakem dan disepakati antara satu poster dengan poster lain. Hasil penelitian ditemukan berbagai tanda yang memiliki keselarasan antara satu sama lain sehingga mendukung tersampainya pesan yang ingin disampaikan dalam poster film. Visualisasi pendukung yang ditampilkan pada poster serial yang berkembang di Indonesia memberikan gambaran tersirat tentang konflik yang terdapat dalam setiap tayangan dan mempengaruhi tanda visual yang tergambar dalam poster.
POLA DERET KONSONAN BAHASA SUNDA DIALEK TASIK Zakiyah, Salma; Rahmah, Annisa; Putra, Dona Aji Karunia
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.199-208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola deret konsonan dalam bahasa Sunda dialek Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah bahasa Sunda dialek Tasikmalaya. Data dalam penelitian ini berupa kosakata dalam bahasa Sunda dialek Tasikmalaya. Sumberdata dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dengan narasumber dan daftar kosakata bahasa Sunda dialek Tasikmalaya.. Pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, dokumentasi, simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deret konsonan dalam bahasa Sunda dialek Tasikmalaya dapat terjadi pada dua konsonan dan tiga konsonan. Selain itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat deret konsonan bahasa Sunda dialek Tasikmalaya, tetapi tidak ada di dalam deret konsonan bahasa Indonesia
SKEMA AKTAN DAN STRUKTUR FUNGSIONAL A.J. GREIMAS DALAM CERITA RAKYAT “PUTRI BUNGSU DAN ULAR N’DAUNG” DARI BENGKULU Sudaryani, Rina Ratih; Diana, Purwati Zisca; Suwartini, Iis
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.154-162

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan skema aktan dan fungsi struktural cerita rakyat dari provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dengan pencarian data sumber tertulis. Sumber data adalah cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pengeran Ular N’Daung”. Data mencakup satuan cerita berupa dialog, monolog, wacana, sekuan cerita, dan narasi tokoh. Tahap pertama, analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi stuktur aktan dalam keseluruhan cerita. Tahap kedua, menentukan struktur aktan dengan cara menganalisis tindakan tokoh dari perannya sebagai subjek, objek, pengirim, penentang, penolong, dan penerima. Tahap ketiga, menganalisis struktur fungsional melalui tiga bagian, yaitu situasi awal, transformasi, dan situasi akhir. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pangeran Ulang N’daung” memenuhi 6 aktan meliputi: pengirim (tabib), subjek (Putri Bungsu), objek (Bara Abadi), penolong (Ular N’Daung), penentang (Putri Sulung dan Putri Kedua), dan penerima (Ibu), (2) Cerita rakyat “Putri Bungsu dan Pangeran Ular N’Daung” memenuhi 3 tahap struktur fungsional: (a) situasi awal, (b) transformasi: tahap uji kecakapan, tahap uji utama, dan tahap kegemilangan dan (c) situasi akhir

Page 10 of 14 | Total Record : 140