cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Gambaran ketepatan diagnosis dan keakuratan kodefikasi pada rekam medis rawat inap Astuti, Ni Komang Nita Yuli; Purwanti, Ika Setya; Devhy, Ni Luh Putu
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1163

Abstract

Kegiatan penetapan kode penyakit dan penulisan diagnosis harus sesuai dengan bahasa terminologi medis yang benar dan aturan klasifikasi yang berlaku di Indonesia yaitu ICD-10 agar mendapatkan kode yang tepat dan akurat. Kesalahan dalam penulisan diagnosis dan keakuratan kode diagnosis dianalisis masih sering terjadi. Ketidakakuratan kode diagnosis akan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit baik secara finansial maupun pengambilan kebijakan. Penelitian ini untuk mengetahui ketepatan pencatatan diagnosis dan keakuaratan kodefikasi rekam medis rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pengambilan data secara simple random sampling, jumlah sampel 126. Hasil penelitian didapatkan 89,7% data yang memiliki ketepatan penulisan diagnosis, dan 10,3% data yang memiliki salah penulisan diagnosis. Selanjutnya 60,3% kode diagnosis yang akurat, 39,7% kode diagnosis yang tidakakurat. Sebaiknya tenaga coder dalam menentukan kode berpedoman menggunakan buku ICD-10, dan menggunakan buku terminologi untuk mentukan diagnosis yang sesuai dengan terminologi medisnya serta diadakan pelatihan tentang kodefikasi kepada petugas pemberi kode diagnosis di Rumah sakit Umum Dharma Yadnya.
Tantangan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) berdasarkan regulasi Permenkes No. 24 Tahun 2022 Damayanti, Putu Sri; Adiputra, I Made Sudarma; Pradnyantara, I Gusti Agung Ngurah Putra
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1164

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) kini diwajibkan bagi semua fasilitas kesehatan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022, yang bertujuan untuk menstandarisasi pengelolaan rekam medis dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai tantangan dalam penerapan RME, namun hambatan spesifik di bawah regulasi baru, terutama di rumah sakit daerah, belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Kota Denpasar dalam mengimplementasikan RME sesuai dengan regulasi baru tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima tenaga kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Fokus utama adalah mengidentifikasi tantangan yang berkaitan dengan kesiapan staf, kepatuhan hukum, manajemen rumah sakit, dan infrastruktur teknologi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan signifikan seperti pelatihan internal yang terbatas untuk staf, pemahaman yang kurang terhadap regulasi RME, dan gangguan teknis yang sering mengganggu pelayanan pasien. Temuan juga mengidentifikasi kesenjangan dalam kesiapan staf dan dukungan teknologi yang tidak memadai sebagai hambatan utama dalam implementasi RME yang efektif. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan di beberapa area kritis, termasuk memperbaiki program pelatihan staf, meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat praktik manajemen rumah sakit, dan memperbarui infrastruktur teknologi untuk mendukung implementasi RME. Peningkatan ini sangat penting untuk mengoptimalkan layanan pasien dan mencapai manfaat yang diinginkan dari adopsi RME.
Faktor komunikasi dalam pelaksanaan discharge planning dengan kepatuhan pasien konsumsi obat Faturrahman, Wazhia; Basit, Mohammad; Wijaksono, M. Arief; Tasalim, Rian
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1169

Abstract

Kepatuhan konsumsi obat menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Discharge planning dengan komunikasi yang jelas memainkan peran perawatan dan kepatuhan konsumsi obat. Komunikasi discharge planning yang baik membuat pasien memahami dan patuh terhadap konsumsi obat. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui faktor komunikasi dalam pelaksanaan discharge planning dengan kepatuhan pasien konsumsi obat di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan korelasional, mengeksplorasi bagaimana faktor komunikasi mempengaruhi kepatuhan pasien mengonsumsi obat. Jumlah sampel yang ditetapkan yaitu sebanyak 88 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner faktor komunikasi dischare planning dan kuesioner MGLS untuk kepatuhan mengonsumsi obat. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Chi Square. Sebagian besar berada pada umur 19-30 tahun dengan pendidikan terakhir SMA dengan pekerjaan paling banyak adalah swasta. Kategori indikator faktor komunikasi dalam pelaksanaan discharge planning yang paling tinggi adalah Kejelasan (Clarity) sebanyak 99,71% dan Kapasitas atau Kemampuan Audiens (Capability of the Audiens) sebanyak 100%. Indikator yang paling rendah yaitu Saluran (Channel) hanya sebanyak 57,19%. Mayoritas pasien dalam kepatuhan konsumsi obat kategori tinggi mendapatkan komunikasi dengan kategori baik 76 responden (86,4%). Hasil Analisa uji didapatkan nilai p 0,000 yang artinya ada hubungan faktor komunikasi dalam pelaksanaan discharge planning dengan kepatuhan pasien konsumsi obat pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh.
Evaluasi kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi sesuai kartu kontrol obat Yanti, Dessy Yulisda; Wijaksono, Muhammad Arief
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1170

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tanpa gejala yang menyumbang kematian secara global. Keberhasilan terapi antihipertensi sangat bergantung pada kepatuhan yang dapat ditingkatkan dengan media pengingat berupa kartu kontrol obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan pasien penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi sesuai dengan kartu kontrol obat (KKO) di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan pada 30 penderita hipertensi di Puskesmas Pekauman yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan pengukuran kepatuhan menggunakan metode pill count yang dianalisa dengan teknik univariat. Hasil penelitian menyatakan mayoritas responden teridentifikasi memiliki karakteristik yang tergolong usia dewasa (76,7%); berjenis kelamin perempuan (63,3%); berpendidikan SD (56,7%); dan menderita hipertensi derajat 1 (46,7%). Kepatuhan responden dalam mengkonsumsi antihipertensi tergolong patuh (80%). Maka disimpulkan setelah pemberian kartu kontrol obat, penderita hipertensi teridentifikasi patuh dalam mengkonsumsi obat antihipertensi.
Efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien Fadillah, Andrian; Mohtar, M. Sobirin; Riduansyah, Muhammad
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1181

Abstract

Kondisi gawat darurat pada pasien di IGD dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien sehingga pemberian edukasi tentang sistem IGD diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang alur triase perawatan pasien dan untuk menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Teknologi QR code dapat memuat beberapa media dalam satu folder digital sehingga bermanfaat untuk memberikan informasi yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian ini merupakan pre eksperimental dengan rancangan pretest-posttest group pada 15 keluarga pasien IGD yang dipilih dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner kecemasan HARS dan hipotesis dianalisa dengan uji wilcoxon. Dari hasil yang didapatkan selama penelitian responden terbanyak mengalami panik sebelum intervensi (80%) dan mengalami kecemasan ringan setelah pemberian intervensi (46,7%). Hasil uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,002 < 0,05 ? 0,05 sehingga Ha diterima yang berarti triage health education QR code efektif terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. QR code tentang triase dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien sehingga dapat diterapkan dalam pemberian informasi di IGD
Faktor yang mempengaruhi hipotermia postoperatif pada pasien pembedahan elektif general anestesi Ibrahim, Rikhap; Sebayang, Septian Mixrova; Yanti, Linda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1190

Abstract

Hipotermia pascaoperasi merupakan masalah klinis yang dapat memperburuk kondisi pasien, memperpanjang masa rawat inap, meningkatkan risiko komplikasi, dan menambah biaya perawatan. Meskipun prevalensinya cukup tinggi, masih terbatas penelitian yang meneliti faktor-faktor penyebabnya, terutama dalam konteks lokal dan operasi elektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipotermia pascaoperasi di RSUD Jatiwinangun Purwokerto, ditinjau dari variabel usia, jenis kelamin, lama operasi, indeks massa tubuh (IMT), status fisik ASA, jenis operasi, suhu ruangan, dan waktu transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum pada periode 2–27 Agustus 2023, dengan teknik total sampling sebanyak 65 pasien. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan pengukuran suhu tubuh di ruang pemulihan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama operasi, waktu transisi, status ASA, dan jenis operasi memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian hipotermia (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa keempat faktor tersebut berpengaruh terhadap terjadinya hipotermia pascaoperasi di RSUD Jatiwinangun.
Analisis ketepatan kode hipertensi pasien BPJS rawat jalan berdasarkan ICD-10 di RS Bhakti Mulia Febriyani, Madinah; Iqbal, Muhammad Fuad; Putra, Daniel Happy; Sonia, Dina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1220

Abstract

Ketepatan kode diagnosis sangat bergantung pada informasi yang ditulis dan diverifikasi oleh dokter dan petugas medis. Ketidakakuratan dalam pengodean diagnosis dapat berdampak serius terhadap kualitas pelaporan rumah sakit, khususnya pada laporan RL4B, yaitu laporan yang mencatat 10 besar penyakit terbanyak yang diderita pasien rawat inap berdasarkan klasifikasi ICD-10. Laporan RL4B ini merupakan bagian dari sistem pelaporan rutin rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan dan digunakan sebagai salah satu indikator utama dalam menilai kinerja rumah sakit. Selain itu, data dalam RL4B sangat penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan, perencanaan program pelayanan, serta pengalokasian sumber daya kesehatan di tingkat nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan pengodean diagnosis penyakit hipertensi pasien rawat jalan berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling atau purposive sampling, yaitu rekam medis pasien rawat jalan yang terdiagnosis hipertensi. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 86 rekam medis sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53 rekam medis (62%) memiliki ketepatan dalam penentuan kode diagnosis hipertensi, sedangkan 33 rekam medis (38%) tidak tepat. Ketidaktepatan tersebut terutama terjadi pada pemberian kode gabungan (kombinasi) dan pengurutan kode diagnosis. Oleh karena itu, disarankan agar petugas coder rawat jalan meningkatkan ketepatan dalam pengodean diagnosis. Pelatihan berkala mengenai penggunaan ICD-10, khususnya terkait penerapan kode gabungan, direkomendasikan sebagai upaya perbaikan.
Gambaran pengunaan obat dan drug related problems (DRPs) pasien rawat inap dengan hipertensi Pratiwi, Dyah Anggraeni Budhi; Fatihah, Nur; Murti, Daniek Yulia Setya; Fitriati, Retno
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1235

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang dapat dicegah di seluruh dunia, yang merupakan faktor risiko signifikan terhadap berkembangnya penyakit kardiovaskular (CVD) dan penyakit ginjal. Data profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan prevalensi hipertensi yaitu 11,01 % atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional yaitu sebanyak 8,8% dan prevalensi ini menempatkan DIY pada urutan ke-4 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi yang tinggi. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diharapkan dari pengalaman pasien atau diduga akibat terapi obat sehingga potensial mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. Terjadinya DRPs dapat mencegah atau menunda pasien dari pencapaian terapi yang diinginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran penggunaan obat serta DRP’s pada pasien rawat inap yang memiliki diagnose hipertensi di rumah sakit Nur Hidayah Bantul, selama bulan Januari-Juli 2023. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif evaluatif melalui penelusuran dan pengumpulan data retrospektif dari rekam medis pasien rawat inap dengan Hipertensi di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder, yakni berupa catatan rekam medis pasien Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penggunaan obat didapatkan hasil penggunaan terapi obat kombinasi sebanyak 80,4 % dan obat tunggal terbanyak digunakan adalah candesartan. Terdapat 11 pasien (26,83%) yang tidak mengalami drug related problems, sisanya 30 pasien (73,17%) mengalami dengan berbagai kategori
Analisis kebutuhan sistem informasi kesehatan santri (studi kasus pada pondok pesantren di Kabupaten Bantul) Setyowati, Rustiana; Astuti, Bariana Widitia; Widayanti, Tri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i2.1295

Abstract

Perkembangan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan taraf kesehatan para penghuninya, khususnya di kalangan santri. Padahal, pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan dapat menjadi solusi strategis dalam mendukung pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia aplikasi yang secara khusus menyediakan sistem informasi kesehatan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem informasi kesehatan di pondok pesantren sebagai upaya peningkatan kesehatan santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan delapan kepala sekolah dan petugas kesehatan dari beberapa pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bantul. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, ditranskrip secara verbatim, dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kesehatan santri masih sangat bervariasi, dengan sejumlah hambatan seperti tingginya beban kerja guru, kurang optimalnya kolaborasi lintas sektor, serta minimnya keterlibatan orang tua. Dari FGD, muncul empat tema utama: pentingnya pengelolaan kesehatan santri, belum optimalnya pelaksanaan pengelolaan kesehatan, perlunya dukungan dalam pengambilan keputusan, dan kebutuhan akan sistem informasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kendala dan peluang perbaikan dalam pemantauan kesehatan santri-seperti integrasi pencatatan, pelaporan, keterlibatan berbagai pihak, dan pendampingan-berpotensi diatasi melalui pengembangan sistem informasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di lingkungan pondok pesantren.
Profil penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan pneumonia yang dirawat di RSUD Wonosari Al Madury, Shalahuddin; Sugiyono, Sugiyono; Fitrianti, Meidina; Kurniawati, Siska Putri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1296

Abstract

Pneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme, telah menyebabkan kematian 808.694 anak pada tahun 2017, dengan total mortalitas meningkat 15% pada tahun 2015 dan 16% pada tahun 2016. Meningkatnya prevalensi pneumonia menyebabkan pemberian antibiotik sebagai terapi juga meningkat, sehingga pemberian antibiotik harus terus dipantau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran penggunaan antibiotik empiris pada pasien anak yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis pneumonia. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif terhadap pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 100 orang dengan time limited sampling. Pengambilan data dilakukan melalui rekam medis pasien anak yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis pneumonia pada bulan Januari-Desember 2023. Pasien pneumonia anak terbanyak yang dirawat di instalasi rawat inap berjenis kelamin laki-laki 52%, berusia <59 bulan 82%, pasien terbanyak mengalami leukositosis 51%, dan didukung dengan gambaran pneumonia rontgen toraks 94%. Lama rawat inap pasien terbanyak pada kategori 4-6 hari yaitu 52%. Penggunaan antibiotik monoterapi sebanyak 57,86%. Kelompok antibiotik yang paling sering digunakan adalah kelompok sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson sebanyak 32,23%. Penggunaan antibiotik kombinasi pada pasien pneumonia sebanyak 42,14% dengan kelompok antibiotik kombinasi yang paling sering digunakan yaitu antibiotik penisilin-aminoglikosida dengan pilihan antibiotik ampisilin + gentamisin sebanyak 10,74%. Sebagian besar antibiotik berada pada kategori Watch yaitu 68,60%. Pasien mayoritas mendapatkan monoterapi dengan seftriakson sebagai antibiotik yang paling sering dipilih dan sebagian besar masuk dalam kategori Watch.