cover
Contact Name
Sefriyono
Contact Email
sefriyono@uinib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@uinib.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Gedung Rektorat Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian
ISSN : 23546735     EISSN : 26853329     DOI : https://doi.org/10.15548/turast
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, is published by the Institute for Research and Community Service, Imam Bonjol Padang State Islamic University. This journal is published twice a year January-June and July-December. Turast publishes the results of research and community service in various fields of science such as Sociology, Anthropology, Education, Psychology, Islamic Studies, Economics, Law, Politics, Mathematics, Physics, Chemistry, Sharia, Religious Studies, and others.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 8 Documents clear
Efektifitas Metode Sahal Dalam Menjaga Kualitas Hafalan al-Qur’an di STIQ al-Multazam Kuningan Jawa Barat Devi Imron Rosadi; Septi Gumiandari
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5887

Abstract

This study aims to explain the historicity of the emergence of the SaHal method, the advantages and disadvantages of applying the SaHal method in learning the Qur'an, and the effectiveness of applying the SaHal method in maintaining Al-Qur'an memorization. The method in this study uses a qualitative descriptive method. Data obtained by the method of observation, interviews and documentation. The research results obtained: The history of the founding and emergence of the SaHal method was inspired by a founding figure of the 2 largest Islamic boarding schools in Kuningan, namely the Husnul Khotimah and al-Multazam Islamic Boarding Schools, namely Mr. KH. Sahal Suhana, S.H. The advantages of the SaHal method: (1) the SaHal method is easy to practice, (2) the SaHal method increases the ability to memorize the Qur'an (3) the SaHal method has a standardized curriculum (4) the SaHal method is arranged systematically. The disadvantages of the SaHal method :(1) Get bored quickly because of monotonous learning. (2) Not yet familiar in society. (3) For children who are not active will be increasingly left behind. (4) Not yet standard ISBN. (5). Students with low IQ take a very long time to complete memorizing the Koran. The effectiveness of the SaHal method in maintaining Al-Qur'an memorization at STIQ al-Multazam Kuningan, West Java, is with time consistency in repeating deposits (murojaah) and limiting organizational agendas, especially external organizations. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah munculnya metode SaHal, kelebihan dan kekurangan penerapan metode SaHal dalam pembelajaran al-Qur'an, dan efektifitas penerapan metode SaHal dalam menjaga hafalan al-Qur'an. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh: Sejarah berdirinya dan munculnya metode SaHal diilhami oleh seorang tokoh pendiri 2 pondok pesantren terbesar di Kuningan yaitu Pondok Pesantren Husnul Khotimah dan al-Multazam yaitu Bapak KH. Sahal Suhana, S.H. Kelebihan metode SaHal: (1) metode SaHal mudah dipraktikkan, (2) metode SaHal meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an (3) metode SaHal memiliki kurikulum yang terstandar (4) metode SaHal disusun secara sistematis. Kelemahan metode SaHal: (1) Cepat bosan karena pembelajaran yang monoton. (2) Belum akrab di masyarakat. (3) Bagi anak yang tidak aktif akan semakin tertinggal. (4) Belum standar ISBN. (5). Siswa dengan IQ rendah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan hafalan al-Qur'an. Menghafal al-Qur’an dengan metode SaHal sangat membantu proses pencapaian target dan peningkatan kualitas hafalan bagi siswa. Metode SaHal menggunakan skema 212, artinya setiap diperoleh 2 halaman hafalan, sebelum menambah 1 halaman setoran baru, otomatis 2 halaman hafalan sebelumnya disimpan kembali. Hal inilah yang membuat siswa tidak terburu-buru dalam mencapai 30 juz tetapi lebih mengutamakan kualitas hafalan daripada kuantitas hafalan itu sendiri. Beberapa upaya agar hafalan siswa tetap efektif adalah (1) manajemen waktu, (2) konsistensi (Istiqamah), (3) motivasi diri; (4) tidak terlibat dalam kegiatan organisasi, dan (5) mengurangi penggunaan gadget.
Islamic Financial Management Student Skill Development Training in Developing a Profit and Loss Information System Mashudi Mashudi; Nadia Roosmalita Sari
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5713

Abstract

Students of the Sharia Financial Management Study Program still use the manual calculation method in financial management, such as bookkeeping. This model is less effective when used in financial management because students have to think about entering several formulas to produce output in each calculation operation. This will be done repeatedly by students. This method will make students bored and even reduce the level of concentration in the learning process. The use of the internet as a means of supporting learning on campus is still not optimal because once again learning in this course uses conventional methods. The purpose of the service is to provide education about the importance of financial management by utilizing internet-connected technology and providing additional skills to students through training in developing a website-based financial management information system. The service implementation method used is by briefing on the importance of information systems for financial management as well as practices in developing simple information systems. The result of this activity is students are able to develop a simple information system such as for profit and loss calculation system.
Peran Layanan Informasi dalam Menanggulangi Pelecehan Seksual Pada Anak di Bawah Umur Meri Susanti; Arifah Yenni Gustia
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5884

Abstract

The cases of child sexual abuse in Pariaman tend to increase from year to year. In 2017 and 2018 there were 14 and 9 cases of sexual violence in Pariaman, while in Padang Pariaman there were 29 and 32 cases. To overcome this case is by increasing public awareness through the implementation of information services to the community of Nagari Lareh Nan panjang, Kecamatan VII koto Sungai sariak, Kabupaten Padang Pariaman. This activity aims to increase public awareness by providing knowledge, as well as fostering the concern of families, neighbors and government for acts of sexual abuse in children. The strategy used is Community Based Research (CBR), by providing information through seminars, explanations and questions and answers about sexual abuse. The outcome of this activity is the creation of anti-child sexual abuse community that will pass on information in an effort to prevent and overcome cases of sexual abuse. As well as with follow-up from the government to make village regulations that can minimize and overcome the occurrence of cases. Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Pariaman Cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2017 dan 2018 kasus kekerasan seksual di Kota Pariaman ada sebanyak 14 dan 9 kasus, sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman sejumlah 29 dan 32 kasus. Untuk mengatasi kasus ini, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pelaksanaan layanan informasi kepada masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara memberikan pengetahuan, serta menumbuhkan kepedulian keluarga, tetangga dan juga aparatur pemerintahan nagari terhadap tindakan pelecehan seksual pada anak. Strategi pendampingan yang digunakan bersifat Community Based Research (CBR), dengan pemberian informasi melalui kegiatan seminar, penjelasan serta tanya jawab tentang pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya komunitas anti pelecehan seksual terhadap anak, yang akan meneruskan informasi dalam upaya pencegahan, dan penanggulangan terjadinya kasus pelecehan seksual kepada anak di bawah umur. Serta dengan tindak lanjut dari aparatur pemerintahan nagari untuk membuat peraturan nagari yang dapat meminimalkan dan mengatasi terjadinya kasus.
Keluarga Muslim, Perempuan dan Radikalisme di Sumatera Utara Sakti Ritonga; Faisal Riza; Muhammad Jailani; Ahmed Fernanda Desky
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5730

Abstract

The development of the ideology of radicalism in Muslim families has increasingly shown an increase which has led to acts of terrorism involving women. This case tends to increase in recent years. This is because the active role of militant women in carrying out acts of terrorism shows that it turns out that women also have the potential to have gender equality in carrying out radicalism movements in Indonesia. This study aims to explore the views of women in the Muslim family environment towards radicalism in North Sumatra and explore the role of women in the Muslim family environment in efforts to overcome radicalism in North Sumatra. This research method uses qualitative research with a contemporary sharia maqasid approach. This research was conducted in Medan City and Sibolga City with 8 informants. The research data analysis technique used the Snow Ball and FGD techniques. This paper reveals that the perpetrators of husband and wife in the terrorism case in Sibolga and Medan did not indicate that they were children of a family of terrorists or former terrorists. The power of women in their involvement in acts of terrorism is in the space of mastery of patriarchal culture, where men are in charge of instilling doctrine and determining practical actions, by positioning women as actors who execute at the forefront. The important role of the family, namely the father and mother, is related to the potential for the reproduction of violence through family institutions. Because, from radical fathers and mothers, children who have radical views develop. Perkembangan ideologi radikalisme di keluarga muslim semakin menunjukkan peningkatan yang menimbulkan aksi tindakan terorisme yang melibatkan kaum perempuan. Kasus ini cenderung meningkat di beberapa tahun terakhir. Sebab, peran aktif perempuan yang militan dalam melakukan tidakan terorisme menujukkan bahwa ternyata perempuan juga berpotensi memiliki kesetaraan gender dalam melakukan gerakan radikalisme di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan perempuan di lingkungan keluarga muslim terhadap paham radikalisme di Sumatera Utara dan mengeksplorasi peran perempuan di lingkungan keluarga muslim dalam upaya penanggulangan radikalisme di Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan maqasid syariah kontemporer. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan dan Kota Sibolga dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik Snow Ball dan FGD. Tulisan ini mengungkapkan bahwa pelaku pasangan suami istri dalam kasus terorisme di kota Sibolga dan kota Medan ternyata tidak mengindikasikan mereka merupakan anak-anak dari keluarga teroris atau mantan teroris. Kuasa perempuan dalam keterlibatannya dalam aksi terorisme berada dalam ruang penguasaan kultur patriarkhi, dimana kaum laki-laki bertugas menanamkan doktrin dan menetukan aksi-aksi praktis, dengan memposisikan kaum perempuan sebagai actor yang mengeksekusi di garda terdepan. Peran penting keluarga yaitu ayah dan ibu, kaitannya dengan potensi reproduksi kekerasan melalui pranata keluarga. Sebab, dari ayah dan ibu yang radikal maka berkembanglah anak yang memiliki paham radikal.
Dampak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata dalam Meningkatkan Kegiatan Literasi Anak di Lingkungan Sekolah Desa Kertaraharja Trisna Taufik Darmawansyah; Yani Aguspriyani; Rezky Mehta Setiadi; Siti Marfu'ah; Miko Polindi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.4714

Abstract

The significant problem in the Kertaraharja region is the lack of educational systems, one of which is the lack of interest in reading or literacy among school-aged children, as well as a lack of understanding. Reading has a significant impact on an individual's knowledge and perspective. The purpose of this research is to increase children's interest in reading and build motivation and willingness by adding library collections. The Participatory Action Research (PAR) method was used for this study. The results of this research indicate that encouragement, motivation, library collection enrichment, as well as initiation and development of children's intuition, can significantly increase children's interest in reading and learning. Permasalahan yang ada di daerah kertaraharja yang lebih signifikan yaitu kurangnya sistem pendidikannya, salah satunya yaitu kurang minat membaca atau literasi di kalangan anak-anak yang masih menjenjang pendidikan sekolah, dan juga kurangnya pemahaman. Karena membaca akan mempengaruhi pengetahuan dan wawasan terhadap seseorang. Tujuan penelitian ini Upaya meningkatkan minat baca anak-anak dan membangun motivasi serta kemauan dengan mengadakannya penmbahan koleksi pustaka. Dengan menggunakan Metode (Kualitatif) khususnya menggunakan metode participatory action research (PAR). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dorongan, motivasi, pengayaan koleksi pustaka, serta inisiasi dan pengembangan intuisi anak, dapat secara signifikan meningkatkan minat membaca dan minat belajar pada anak.
Membangun Moderasi Beragama di Kalangan Santri Melalui Peran Pengelolaan Lembaga Pendidikan Dayah di Aceh Razali Mahmud; Yustizar Yustizar; Yusaini Yusaini; Adelina Nasution
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5928

Abstract

This article aims to describe the role of Ulama as Dayah managers in building an attitude of moderation and providing an ideal concept of religious moderation among students at Dayah Education institutions in Aceh. The service is carried out by mentoring which is carried out jointly with the Dayah manager. In mentoring the servant observes the application and understanding of the concept of moderation that occurs among the santri, and ends by providing material and the concept of religious moderation to the santri through presentation of the material and through group communication in the activities of the santri at the Dayah Education Institute. Prior to the introduction of the concept of religious moderation at Daya, it was found that the students had errors in understanding or interpreting the teachings of the sciences given and this had a serious impact on their practice in social and state life, such as giving birth to students who were anti-tolerant, radical so that they fell into religious organizations. terrorism organization. The results of the dedication obtained a belief that Dayah in Aceh as an Islamic education has a great responsibility in equipping his students to be moderate. Thus teachers, administrators to the head of the Islamic boarding school are expected to first have the character of religious moderation. Not a few students who are at the Aceh Dayah educational institution have been contaminated with radical mindsets because there are still many teachers or religious teachers who guide these students to instill anti-tolerant concepts due to certain interests. So that the role of Islamic education institutions is appropriate in collaborating on curriculum or SOPs for students to form the character of religious moderation. This service uses the Participation Action Research (PAR) method, namely acting as a facilitator or companion. So that the Management of the Dayah educational institution can echo and invite its students and alumni to have a moderate Muslim mindset. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ulama sebagai pengelola Dayah dalam membangun sikap moderasi dan memberikan konsep moderasi beragama secara ideal di kalangan santri pada lembaga Pendidikan Dayah di Aceh. Pengabdian dilakukan dengan cara pendampingan yang dilakukan secara bersama dengan pengeloala Dayah. Dalam pendampingan pengabdi mengobservasi penerapan dan pemahaman konsep moderasi yang terjadi di kalangan santri, dan akhiri dengan pemberian materi dan konsep moderasi beragama kepada para santri melalaui pemaparan materi dan melalui komunikasi kelompok dalam aktivitas santri di Lembaga Pendidikan dayah. Sebelum pemberian konsep moderasi beragama dilaksanakan di Daya, para santri ditemukan adanya kesalahan dalam memahami atau memaknai ajaran ilmu yang diberikan dan hal ini berdampak serius pada pengamalanya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seperti melahirkan santri-santri yang anti toleran, Radikal hingga terjerumus kedalam organisasi-organisasi terorisme. Hasil pengabdian diperoleh satu keyakinan bahwa Dayah di Aceh sebagai pendidikan islam memiliki tanggung jawab besar dalam membekali satri-santrinya agar bersikap moderat. Dengan demikian pengajar, pengelola hingga kepala dayah diharapkan terlebih dahulu memiliki karakter moderasi beragama. Tidak sedikit santri-santri yang berada di Lembaga pendidikan Dayah Aceh sudah terkontaminasi dengan pola pikir radikal dikarenakan masih banyak pengajar atau ustad-ustad yang membimbing santri-santri tersebut menanamkan konsep-konsep anti toleran dikarenakan kepentingan tertentu. Sehingga dengan demikian sudah sepantasnya peran Lembaga pendidikan dayah mengkolaborasikan kurikulum atau SOP pembelajarnya pembentukan karakter moderasi beragama. Pengabdian ini Menggunakan metode dalam Partisipation Action Reasearch (PAR) yaitu berperan sebagai fasilitator atau pendamping. Sehingga Pengelolaan Lembaga pendidikan Dayah ini dapat menggaungkan dan mengajak santri-santri dan alumninya memiliki pola pikir muslim yang moderat.
Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Madrasah di Kota Singkawang Sukino Sukino; Ajat Sudarjat; Uyung Yuliza; M Amin; Rohmawati Rohmawati; Sri Lestari; Ahmad Yani
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5870

Abstract

The problem of developing professional competency among teachers through scientific works is still a major issue in Indonesia. The difficulty in writing academic papers has not yet found a proper solution in every educational institution. The purpose of this activity is to provide assistance in the form of Scientific Writing training to the teachers of State Madrasah Tsanawiyah and State Madrasah Ibtidaiyah in Singkawang City. The methods used are lectures, demonstrations, discussions, and writing practices. The training was conducted offline at the Ministry of Religious Affairs Hall in Singkawang, with 25 participants from State Madrasah Tsanawiyah and Ibtidaiyah in Singkawang City. The results showed that after the training, 100% of the madrasah teachers had conceptual knowledge of writing scientific papers well. Their writing ability improved by 70% after understanding the concept of academic writing, with a writing completion rate of 85%, and further follow-up is needed in online mentoring sessions. There are seven articles from teachers ready for review and publication, and two articles are ready for publication. Masalah pengembangan kompetensi profesional guru melalui karya ilmiah masih menjadi isu utama di Indonesia. Kesulitan penulisan karya ilmiah belum menemukan solusi yang tepat di setiap lembaga pendidikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bantuan berupa pelatihan Karya Tulis Ilmiah kepada para guru Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Singkawang. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik menulis. Pelatihan dilakukan secara luring di Aula Kementerian Agama Singkawang, dengan peserta 25 orang dari Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Ibtidaiyah Kota Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pelatihan, 100% guru madrasah memiliki pengetahuan konseptual menulis karya ilmiah dengan baik. Kemampuan menulis mereka meningkat 70% setelah memahami konsep penulisan akademik, dengan tingkat penyelesaian menulis 85%, dan tindak lanjut lebih lanjut diperlukan dalam sesi pendampingan online. Ada tujuh artikel dari guru yang siap direview dan dipublikasikan, dan dua artikel siap dipublikasikan.
Penguatan Moral Melalui Pendidikan Agama Terinteragrasi Desa Sembungjambu Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Mochammad Najmul Afad; Aris Priyanto; Abdul Basid; Nur Fajariyah; Milda Irbayani
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5922

Abstract

Sembungjambu Village has local potential and needs to develop including community traditions that are still being carried out and there are two tombs of the guardian Mbah Kyai Gede Ceper and Mbah Datuk. Nevertheless, Sembungjambu Village has social problems, one of which is a moral decline marked by promiscuity, alcoholism, and a community that is considered deviant or deviates from the norms of the local community. One effort to overcome moral degradation is through religious education. This community empowerment activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, a participatory empowerment model implemented in the village. This activity was carried out in three stages, namely first planning, second, implementation, and third evaluation. These empowerment activities include organizing community leaders from Sembungjambu Village from all elements who have concerns over the issue of moral decline, mapping community potential that can be used for the Moral Strengthening process through Focus Group Discussions, Mapping formal, non-formal and informal educational institutions in Sembungjambu Village which will later produce a Model of Strengthening Morale Through Integrated Religious Education. Holding Inspiration Class activities in the form of sharing sessions by presenting successful practitioners and local youth so that the Village community remains enthusiastic about carrying out knowledge and religion. Storytelling Training for Parents as a form of re-socializing Fairy Tales as a means of character and religious education. Digital marketing training to increase the entrepreneurial capacity of the Sembungjambu Village community, and create working groups as follow-up activities. Evaluation and control of the process of implementing empowerment activities. It is hoped that this program can also be implemented in other villages in the context of strengthening morale. Desa Sembungjambu menyimpan potensi lokal yang perlu dikembangkan diantaranya tradisi masyarakat yang masih dijalankan dan terdapat dua makam wali Mbah Kyai Gede Ceper dan makam wali Mbah Datuk. Kendati demikian Desa Sembungjambu mempunyai problem sosial salah satunya kemerosotan moral yang ditandai dengan pergaulan bebas, alkoholisme dan komunitas yang dianggap deviant atau menyimpang dari norma masyarakat setempat. Salah satu upaya untuk menanggulangi degradasi moral ialah melalui pendidikan agama. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) model pemberdayaan partisipatif yang dilaksanakan di desa. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu Pertama perencanaan, Kedua, pelaksanaan dan Ketiga evaluasi. Kegiatan pemberdayaan ini diantaranya mengorganisir tokoh masyarakat Desa Sembungjambu dari semua elemen yang mempunyai keresahan atas isu kemerosotan moral, melakukan pemetaan potensi masyarakat yang bisa digunakan untuk proses Penguatan Moral melalui Focus Group Discussion, Melakukan pemetaan lembaga pendidikan formal, non formal dan informal di Desa Sembungjambu yang nantinya akan menghasilkan Model Penguatan Moral Melalui Pendidikan Agama Terinteragrasi. Mengadakan kegiatan Kelas Inspirasi berupa sharing session dengan menghadirkan praktisi dan local youth yang sukes agar masyarakat Desa tetap bersemangat mengemban ilmu pengetahuan dan agama. Pelatihan mendongeng untuk orang tua sebagai bentuk memasyarakatkan kembali Dongeng sebagai sarana pendidikan karakter dan agama. Pelatihan digital marketing dalam rangka peningkatan kapasitas wirausaha masyarakat, dan membuat kelompok kerja sebagai follow up kegiatan. Evalusi dan kontrol proses pelaksanaan kegiatan pemberdayaan. Harapannya program ini bisa juga dilaksanakan di desa lainnya dalam rangka penguatan moral.

Page 1 of 1 | Total Record : 8