cover
Contact Name
Sefriyono
Contact Email
sefriyono@uinib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@uinib.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Gedung Rektorat Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian
ISSN : 23546735     EISSN : 26853329     DOI : https://doi.org/10.15548/turast
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, is published by the Institute for Research and Community Service, Imam Bonjol Padang State Islamic University. This journal is published twice a year January-June and July-December. Turast publishes the results of research and community service in various fields of science such as Sociology, Anthropology, Education, Psychology, Islamic Studies, Economics, Law, Politics, Mathematics, Physics, Chemistry, Sharia, Religious Studies, and others.
Articles 192 Documents
Universalitas Syariat: Nilai-Nilai Transedental Dalam Eksistensi Manusia Siregar, Muhammad Habibi; Amri, Mufti Ulil; Andy.N, Nofri
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.5818

Abstract

This research article describes how the understanding of relation between all elements tis world which reflect of God’s law (sunnatullah). Due if a person begins to realize that he is part of the cosmic world, of course he tries to find the essence of this life in another dimension. It seems that heaven, which is described as a place of pleasure when Allah first created a human named Adam, is on a certain side of that part of the cosmic world. It is assumed that there is a planet that is perfect for supporting human life in other parts of that part of the cosmic world. This is very different from the heaven promised by Allah in the hereafter, giving rise to another interpretation that there is a very perfect planet to support human life. Then the words came down when Allah ordered the Prophet Adam after breaking His command to describe that the location of the promised heaven was above its meaning in the cosmic part itself. Because it is necessary to broaden the horizons of thinking that is more careful in capturing God's messages that are depicted in the qauniyah and qauliyah verses. For the reason, this article shows that many things are not explored in discussing the essence of the creation of Allah's creatures in this world.Artikel penelitian ini menguraikan tentang bagaimana pemahaman tentang hubungan antar seluruh unsur alam semesta yang merupakan refleksi dari hukum Tuhan (sunnatullah). Karena jika seseorang mulai menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari alam semesta, tentu ia akan berusaha mencari hakikat kehidupan tersebut pada dimensi yang lain. Tampaknya surga yang digambarkan sebagai tempat kenikmatan saat pertama kali Allah menciptakan manusia bernama Adam berada pada sisi tertentu dari bagian alam semesta tersebut. Diduga terdapat planet yang sangat sempurna untuk menopang kehidupan manusia di bagian lain dari bagian alam semesta tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan surga yang dijanjikan Allah di akhirat, sehingga memunculkan penafsiran lain bahwa terdapat planet yang sangat sempurna untuk menopang kehidupan manusia. Kemudian turunlah firman tersebut ketika Allah memerintahkan Nabi Adam setelah berbuka untuk menguraikan bahwa letak surga yang dijanjikan tersebut berada di atas maknanya pada bagian alam semesta itu sendiri. Karena itu perlu adanya perluasan cakrawala berpikir yang lebih cermat dalam menangkap pesan-pesan Tuhan yang tergambar dalam ayat-ayat qauniyah dan qauliyah. Oleh karena itu, tulisan ini menunjukkan bahwa banyak hal yang belum tereksplorasi dalam membahas hakikat penciptaan makhluk Allah di dunia ini.
Penguatan Manajemen Organisasi Pesantren Sabilul Jannah untuk Peningkatan Kualitas Lembaga di Pesisir Selatan Putra, Rido
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i2.10191

Abstract

Pondok Pesantren Sabilul Jannah tengah menghadapi masalah manajemen, hal itu ditandai dengan munculnya berbagai persoalan, di antaranya: terjadinya kekosongan pimpinan, pengelolaan keuangan yang tidak transparan, hingga proses perekrutan tenaga pengajar yang tidak terbuka. Permasalahan di atas merupakan tugas urgen untuk dicarikan jalan keluarnya agar proses pembelajaran di pondok pesantren Sabilul Jannah berjalan dengan lancar. Pondok Pesantren Sabilul Jannah berlokasi di Kampung Timbulun, Kenagarian Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini berupaya membantu mitra keluar dari masalah-masalah tersebut. Metode pendekatan yang digunakan untuk mencapai target luaran yaitu: Survey, Focus Group Discussion, Pelatihan, dan Pendampingan. Selain itu tim pengabdian juga menentukan prosedur dan langkah-langkah solutif dalam pemecahan masalah. Dalam pelaksanaan program melibatkan unsur pimpinan, guru-guru, serta pakar-pakar dalam bidangnya yang berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, yakni pakar dalam manajemen organisasi pesantren. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini  adalah: Pertama,  mitra mampu menyusun Statuta Pesantren. Kedua, mitra mampu menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP). Ketiga, mitra mampu menyusun Struktur Organisasi dan Tata Kelola dengan baik.
Pembinaan Makna Toleransi Beragama bagi Jama’ah Masjid Isa Al-Masih Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah Prayogo, Tonny Ilham
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i2.6178

Abstract

In the current situation and conditions, Indonesia has a pluralistic population from various religions, nations, tribes, and others. So, it impacts various cases of religious-based intolerance in Indonesian society, which are also increasingly prevalent during the digitalization era. Tolerance is related to religious harmony and is related to mutual respect. This study aims to foster the meaning of tolerance at the Isa al-Masih Mosque in Gentan Village, Gantiwarno, Klaten, by emphasizing the importance of dialogue, exemplary and mutual respect between religions. This type of research is grounded research with qualitative data collection types. This research method uses the perspective of Bodgan and Tylor with a sociological approach. To strengthen this method, the researcher used holistic data collection. The results of this study are that learning and coaching are divided into 2, formal and informal, with the stages of fostering religious tolerance and moderation values, namely verbal communication related to the teachings of each religion by informing good and bad values in religious tolerance and moderation. Keywords: tolerance, development, Jama'ah Isa al-Masih, and religious moderation. Pada situasi dan kondisi saat ini, Negara Indonesia memiliki penduduk yang pluralistik dari berbagai agama, bangsa, suku dan lain-lain tentunya. Sehingga berdampak pada beragam kasus intoleransi berbasis agama di masyarakat Indonesia juga semakin marak pada masa era digitalisasi. Toleransi berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan berhubungan dengan saling menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk membina makna toleransi di Masjid Isa al-Masih di Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten dengan menekankan pada pentingnya berdialog, keteladanan dan saling menghargai antar agama. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (grounded research) dengan jenis pengmpulan data kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan perspektif Bodgan dan Tylor dengan pendekatan sosiologi. Untuk memperkuat metode tersebut peneliti menggunakan pengumpulan data secara holistik. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran serta pembinaan dibagi menjadi 2 yaitu formal dan informal dengan tahapan pembinaan nilai toleransi dan moderasi beragama yaitu komunikasi secara verbal terkait ajaran agama masing-masing dengan menginformasikan nilai-nilai yang baik dan buruk dalam bertoleransi dan bermoderasi beragama. Kata kunci: toleransi, pembinaan, Jama’ah Isa al-Masih, dan moderasi beragama.
Implementation of Android-Based Application Media in Sharia Stock Investment for Millennial Generation Hidayati, Amalia Nuril; Warsitasari, Wahyu Dwi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.5979

Abstract

In the last two years, the millennial generation has been aggressively investing in stocks, including the millennial generation in Trenggalek District. One form of stock investment option is Sharia stocks. Education and training are needed to equip the millennial generation with knowledge about legal and safe Islamic stock investment and skills to use Android-based applications in analyzing financial statements, knowing the JCI (Composite Stock Price Index), and buying and selling shares. For this reason, education and training on investment and the use of android-based application media in Islamic stock investment for millennials in Trenggalek District was conducted with 32 participants aged between 25 and 40 years. Based on the posttest and pretest results, it is known that there is an increase in understanding of Islamic stocks and the ability to invest in Islamic stocks with an increase in score of 24.18%. The results of the pretest and posttest are supported by the results of interviews and observations showing that initially, the participants who did not know at all became more knowledgeable, while those who had learned before gained additional knowledge including in choosing mobile or android applications that can be easily used in investing in Islamic stocks.Dalam dua tahun terakhir, generasi milenial semakin gencar berinvestasi saham termasuk generasi milenial di Kecamatan Trenggalek. Salah satu bentuk pilihan invesatasi saham yaitu saham syariah. Edukasi dan pelatihan dibutuhkan untuk membekali generasi milenial tersebut dengan pengetahuan tentang investasi saham syariah yang legal dan aman serta keterampilan menggunakan aplikasi berbasis android dalam melakukan analisis laporan keuangan, mengetahui IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan melakukan jual beli saham. Untuk itu, dilakukan edukasi dan pelatihan tentang investasi dan penggunaan media aplikasi berbasis android dalam investasi saham syariah untuk generasi milenial di Kecamatan Trenggalek dengan peserta pelatihan sebanyak 32 peserta yang berusia antara 25 s.d 40 tahun. Berdasarkan hasil postes dan pretes diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang saham syariah dan kemampuan investasi saham syariah dengan peningkatan skor sebesar 24.18%. Hasil pretes dan postes tersebut didukung dengan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa yang semula peserta sama sekali belum mengetahui menjadi bertambah wawasan, sedangkan yang sudah pernah belajar sebelumnya mendapatkan pengetahuan tambahan termasuk dalam memilih aplikasi mobile atau android yang dapat dengan mudah untuk digunakan dalam melakukan investasi saham syariah.
Edukasi Perubahan Iklim (EPI) Pelajar Sekolah Menengah: Perubahan Pengetahuan dan Sikap Mulyanti, Heri
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i2.7139

Abstract

Global warming is a problem that will be faced by all young generations. The younger generation is expected to be the vanguard of a resilient society in the face of climate change, which is a result of global warming. The service is aimed at senior high school students (middle school age) at MTs Muhammadiyah Banjarnyar, Baureno, Bojonegoro Regency in April 2023. The activities take the form of socialization, discussions, and comparisons between pre-tests and post-tests. Pre- and post-event tests encompass aspects of knowledge and attitude. The service is expected to provide an understanding for students regarding the phenomena, actions, and reactions to climate change. The knowledge aspect shows an increase, while the attitude aspect does not exhibit a significant positive change. An educational program is needed to guide students to witness the effects of climate change firsthand, thereby transforming it into tangible actions.
Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) guna Meningkatkan Kesadaran Keamanan Data Pribadi Masyarakat di Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok Situmeang, Nurmasari; Salam, Syahrul; Setiadarma, Aan; Talmullah, Ali Zhafir; Utami, Rahmadini Agung Ayu
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.6616

Abstract

Digital transformation is one of the priority programs during Joko Widodo's administration. Digital transformation brings the government bureaucratic governance system into the e-government era. This digital transformation in the bureaucratic sector makes public services easier and is a means of data transparency. The digitalization of bureaucracy also facilitates government performance in certain fields, especially administration. However, bureaucratic digitalization efforts are faced with challenges in the form of data breach crimes. As a result, there are still doubts in society regarding the bureaucratic digitalization system. Socialization regarding understanding the PDP Law is an effort contributed by educational staff which aims to spread awareness about the law itself and the importance of maintaining the security of personal data. The aim is to increase people's caution in handing over their personal data in the digital realm. This socialization was carried out in Serua Village, Depok City involving members of the Healthy Village Working Group. The results of the outreach activities showed an increase in participants' understanding and awareness of the benefits of the PDP Law and the importance of protecting personal data. After receiving socialization, the participants became knowledgeable about what features are useful for protecting their data on their respective devices. Apart from that, participants also viewed that the PDP Law could protect their personal data because the law reflected law enforcement efforts for people's personal data.Transformasi digital adalah salah satu program prioritas di masa pemerintahan Joko Widodo. Transformasi digital membawa sistem tata kelola birokrasi pemerintahan ke era e-government. Transformasi digital di sektor birokrasi ini mempermudah pelayanan publik serta sebagai sarana transparansi data. Digitalisasi birokrasi juga memudahkan kinerja pemerintah di bidang tertentu, khususnya administrasi. Namun, upaya digitalisasi birokrasi dihadapkan pada tantangan berupa kejahatan pembobolan data. Dampaknya, masih terdapat keraguan dalam masyarakat terhadap sistem digitalisasi  birokrasi. Sosialisasi mengenai pemahaman UU PDP merupakan upaya kontribusi dari tenaga pendidik yang bertujuan untuk menyebarkan kesadaran mengenai undang-undang itu sendiri serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kehati-hatian masyarakat dalam menyerahkan data pribadi mereka di ranah digital. Sosialisasi ini dilakukan di Kelurahan Serua, Kota Depok dengan melibatkan anggota Pokja Kelurahan Sehat. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap manfaat UU PDP serta pentingnya melindungi data pribadi. Setelah mendapatkan sosialisasi, para peserta menjadi memiliki pengetahuan terkait fitur apa saja yang bermanfaat bagi perlindungan data mereka di gawai masing-masing. Selain itu, peserta juga memandang bahwa UU PDP dapat melindungi data pribadi mereka adalah karena undang-undang tersebut mencerminkan upaya penegakan hukum bagi data pribadi masyarakat.
Agroforestry Melalui Penanaman Pohon Kenanga (Cananga odorata) dan Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Upaya Akselerasi Income Masyarakat Dusun Babaan Nabilah, Nafa; Ma'rufi, Abi Lazkar Amar; Hidayah, Rosa; Zainuri, Balgis Salsabila; Aini, Lathifatul Vina Nur; Wusqo, Berliana Asa Urwatul; Hermawan, Bagus; Choirie, Achmad Affandi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.5735

Abstract

The community service promotes tourism potentials in Kabupaten Bener Meriah, particularly the waterfall in Desa Pulo Intan, Dusun Emun Berkune. This service activity inspired ecotourism in two ways: 1). help the community manage and develop the Pulo Intan waterfall eco-tourism area, 2) help people and communities identify assets, monitor, and evaluate waterfall ecotourism development. The Asset Based Community Development (ABCD) approach—discovery (find), dream (dream), design (design), define (determine), destiny—is used in this service activity. The University Community Engagement (UCE) theory underpins this service by emphasizing community participation in higher education concepts and practice design. The capacity-building theory is in favor of this service. This service includes 1) AI (Appreciative Inquiry) and asset mapping. 2) ABCD method sharing and core team FGD. 3). Sharing ABCD methods with assisted communities. 4). Workshop on improving tourism village marketing, management, and entrepreneurial motivation to strengthen human resources. 5). A productive and sustainable economic empowerment workshop. 6). Focus group discussion (FGD), evaluation, and community service output recommendations. Tourism will grow and progress if it is managed properly and sustainably. To develop the Pulo Intan waterfall eco-tourism area, 1) the regional government of Bener Meriah Regency should develop human resources for the village community. 2). Creating a tourist attraction requires collaboration with many parties, especially the local government.Pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat potensi pariwisata di Kabupaten Bener Meriah, khususnya air terjun di Desa Pulo Intan, Dusun Emun Berkune. Kegiatan pengabdian ini menginspirasi ekowisata dalam dua hal: 1). membantu masyarakat mengelola dan mengembangkan kawasan ekowisata air terjun Pulo Intan, 2) membantu masyarakat dan komunitas mengidentifikasi aset, memantau, dan mengevaluasi pengembangan ekowisata air terjun. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)—menemukan, mengimpikan, merancang, mendefinisikan, takdir—digunakan dalam kegiatan pengabdian ini. Teori University Community Engagement (UCE) mendasari kegiatan ini dengan menekankan partisipasi masyarakat dalam konsep dan desain praktik pendidikan tinggi. Didukung dengan teori peningkatan kapasitas, kegiatan ini mencakup 1) AI (Appreciative Inquiry) dan pemetaan aset. 2) Sharing metode ABCD dan FGD tim inti. 3). Berbagi metode ABCD dengan masyarakat binaan. 4). Lokakarya peningkatan pemasaran, pengelolaan, dan motivasi kewirausahaan desa wisata untuk penguatan sumber daya manusia. 5). Lokakarya pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. 6). Focus Group Discussion (FGD), evaluasi, dan rekomendasi keluaran pengabdian kepada masyarakat. Pariwisata akan tumbuh dan maju jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Untuk mengembangkan kawasan ekowisata air terjun Pulo Intan, 1). pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah harus mengembangkan sumber daya manusia bagi masyarakat desa. 2). Membuat suatu objek wisata memerlukan kerjasama dengan banyak pihak terutama pemerintah daerah.
Edukasi Metode Pembayaran QRIS untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Digital bagi UMKM Dusun Mojo Sholihah, Rifani; Wibawa, Eka Ary
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i2.7246

Abstract

Abstract Mojo Hamlet becomes one of the Hamlet in Gunungkidul Regency that has high potential in the MSMEs (Micro, Small, Medium Enterprise). However, Mojo Hamlet still needs to upgrade its digital knowledge, especially in the field of commerce. Therefore, the researcher initiated a community service program about Socialization and Facilitation of Digital Payments Through QRIS for MSMEs in Mojo Hamlet. This program was done by five members of community service from July until September using the Socialization and Facilitation method through QRIS. The aim of this program is to increase awareness of technology, increase competitiveness among other business actors who are starting to use digital technologies, and advance the people of Mojo Hamlet's economy. The socialization method consists of 2 steps, create the learning materials and outreach processes to MSMEs actors. The QRIS production in the facilitation method implemented the following steps: 1) Data collection on MSMEs that will receive QRIS facilitation, 2) QRIS production for MSMEs actors, 3) QRIS printing process in hard file form, 4) QRIS distribution to MSMEs actors. From 69 MSMEs in Mojo Hamlet, there are seven MSMEs that are qualified to received QRIS facilitation. Keywords: Digital Payments, MSMEs, QRIS, Socialization Abstrak Dusun Mojo menjadi salah satu dusun di Gunungkidul yang memiliki potensi UMKM, namun masih belum diimbangi digitalisasi. Untuk itu peneliti menginisiasi program pengabdian masyarakat Sosialisasi dan Fasilitasi Pembayaran Digital Melalui QRIS Bagi UMKM di Dusun Mojo. Program ini dilaksanakan oleh lima orang anggota pengabdian masyarakat dari bulan Juli hingga September menggunakan metode sosialisasi dan fasilitasi QRIS. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk meningkatkan kepekaan terhadap teknologi, meningkatkan daya saing antarpelaku usaha lain yang mulai merambah di dunia digital, dan memajukan perekonomian. Pelaksanaan sosialisasi terdiri dari dua tahap, yaitu pembuatan materi dan proses sosialisasi kepada pelaku UMKM. Fasilitasi pembuatan QRIS dilaksanakan melalui tahapan berikut: 1) Pendataan UMKM yang akan menerima fasilitasi QRIS, 2) Pembuatan QRIS bagi UMKM, 3) Proses pencetakan QRIS secara hardfile, dan 4) Pendistribusian QRIS cetak kepada UMKM. Dari 69 UMKM yang ada di Dusun Mojo, tujuh diantaranya memenuhi kriteria dan mendapatkan fasilitasi pembuatan QRIS. Kata Kunci: Pembayaran Digital, QRIS, Sosialisasi, UMKM
Pelatihan Durasi di Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus Autisme Al-Achsaniyyah Kudus Sholihah, Kholifah Umi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.6993

Abstract

Al-Achsaniyyah Islamic Boarding School is one of the boarding schools that handles children with disabilities, especially autism. This cottage has a companion who must accompany children with disabilities at all times. The behavior of children with special needs that is difficult to control and demands extra attention in their daily lives is one of the sources of stress experienced by caregivers. On the other hand, some companions who are young mothers often find it difficult to divide their roles and time as mothers and wives, while remaining professional in carrying out their duties as companions for children with special needs. The role conflict experienced by these companions also triggers stress, because they feel required to complete all their obligations well. Not all companions have the ability to handle stress and regulate emotions well when experiencing stress, so they become more sensitive, irritable and less enthusiastic about working when experiencing stress. Therefore, the aim of this service is to conduct DURASI training or emotional regulation training for companions of children with disabilities so that they have good emotional regulation skills when dealing with stressful conditions. Emotion regulation is an individual's ability to assess, overcome, manage and express appropriate emotions in order to achieve emotional balance. The steps taken in this mentoring process are: preparation, filling out the consent form as a training participant, training duration, coaching (strengthening emotional regulation abilities), and evaluating the results of the service. The number of training participants was 30 people. This training was held on August 5 2023 in Building R, Faculty of Psychology. DURASI Training consists of 3 sessions and lasts 3 hours. During the training, the facilitators involved looked very enthusiastic because some of them were active in the discussion process. The results of this service showed that the ABK companions had insight into the importance of emotional regulation to maintain mental health and work enthusiasm, and had the basic ability to manage their negative emotions.Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah merupakan salah satu pondok yang menangani anak-anak disabilitas, khususnya autisme. Pondok ini memiliki pendamping yang harus mendampingi anak disabilitas setiap waktu. Perilaku anak berkebutuhan khusus yang sulit untuk dikontrol dan menuntut perhatian ekstra dalam kesehariannya menjadi salah satu sumber stres yang dialami para pendamping. Disisi lain, sebagian pendamping yang merupakan ibu-ibu muda, sering merasakan kesulitan antara membagi peran dan waktu sebagai ibu dan istri, sekaligus tetap profesional dalam menjalankan perannya sebagai pendamping bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Konflik peran yang dialami para pendamping ini juga memicu terjadinya stres, karena mereka merasa dituntut untuk menyelesaikan semua kewajibannya tersebut dengan baik. Belum semua pendamping memiliki kemampuan koping stres dan regulasi emosi yang baik ketika mengalami stres, sehingga menjadi lebih sensitif, mudah marah, dan kurang bersemangat dalam bekerja ketika mengalami stres. Oleh karena itu, [Editor1] .[W12] tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan Pelatihan DURASI atau pelatihan regulasi emosi kepada para pendamping anak disabilitas agar memiliki ketrampilan regulasi emosi yang baik saat menghadapi kondisi stres. Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk menilai, mengatasi, mengelola, dan mengungkapkan emosi yang tepat guna mencapai keseimbangan emosional. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pendampingan ini yaitu: persiapan, pengisian form persetujuan sebagai peserta pelatihan, pelatihan durasi, coaching (Penguatan kemampuan regulasi emosi), serta evaluasi hasil pengabdian. Jumlah partisipan pelatihan sebanyak 30 orang. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023 di Gedung R Fakultas Psikologi. Pelatihan DURASI terdiri atas 3 sesi dan berlangsung selama 3 jam. Selama pelatihan, pendamping yang terlibat terlihat sangat antusias karena beberapa diantaranya aktif dalam proses diskusi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa pendamping ABK sudah memiliki wawasan tentang pentingnya regulasi emosi untuk menjaga kesehatan jiwa dan semangat kerja, serta memiliki kemampuan dasar untuk mengelola emosi negatifnya.
Komodifikasi Pacu Jawi di Luhak Nan Tuo Tanah Datar Yanfirman, Yanfirman; Syafril, Syafril; Hasanuddin, Hasanuddin
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v12i1.3500

Abstract

The community service promotes tourism potentials in Kabupaten Bener Meriah, particularly the waterfall in Desa Pulo Intan, Dusun Emun Berkune. This service activity inspired ecotourism in two ways: 1). help the community manage and develop the Pulo Intan waterfall eco-tourism area, 2) help people and communities identify assets, monitor, and evaluate waterfall ecotourism development. The Asset Based Community Development (ABCD) approach—discovery (find), dream (dream), design (design), define (determine), destiny—is used in this service activity. The University Community Engagement (UCE) theory underpins this service by emphasizing community participation in higher education concepts and practice design. The capacity-building theory is in favor of this service. This service includes 1) AI (Appreciative Inquiry) and asset mapping. 2) ABCD method sharing and core team FGD. 3). Sharing ABCD methods with assisted communities. 4). Workshop on improving tourism village marketing, management, and entrepreneurial motivation to strengthen human resources. 5). A productive and sustainable economic empowerment workshop. 6). Focus group discussion (FGD), evaluation, and community service output recommendations. Tourism will grow and progress if it is managed properly and sustainably. To develop the Pulo Intan waterfall eco-tourism area, 1) the regional government of Bener Meriah Regency should develop human resources for the village community. 2). Creating a tourist attraction requires collaboration with many parties, especially the local government.Pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat potensi pariwisata di Kabupaten Bener Meriah, khususnya air terjun di Desa Pulo Intan, Dusun Emun Berkune. Kegiatan pengabdian ini menginspirasi ekowisata dalam dua hal: 1). membantu masyarakat mengelola dan mengembangkan kawasan ekowisata air terjun Pulo Intan, 2) membantu masyarakat dan komunitas mengidentifikasi aset, memantau, dan mengevaluasi pengembangan ekowisata air terjun. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)—menemukan, mengimpikan, merancang, mendefinisikan, takdir—digunakan dalam kegiatan pengabdian ini. Teori University Community Engagement (UCE) mendasari kegiatan ini dengan menekankan partisipasi masyarakat dalam konsep dan desain praktik pendidikan tinggi. Didukung dengan teori peningkatan kapasitas, kegiatan ini mencakup 1) AI (Appreciative Inquiry) dan pemetaan aset. 2) Sharing metode ABCD dan FGD tim inti. 3). Berbagi metode ABCD dengan masyarakat binaan. 4). Lokakarya peningkatan pemasaran, pengelolaan, dan motivasi kewirausahaan desa wisata untuk penguatan sumber daya manusia. 5). Lokakarya pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. 6). Focus Group Discussion (FGD), evaluasi, dan rekomendasi keluaran pengabdian kepada masyarakat. Pariwisata akan tumbuh dan maju jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Untuk mengembangkan kawasan ekowisata air terjun Pulo Intan, 1). pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah harus mengembangkan sumber daya manusia bagi masyarakat desa. 2). Membuat suatu objek wisata memerlukan kerjasama dengan banyak pihak terutama pemerintah daerah.