cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses" : 52 Documents clear
Internasionalisasi Bahasa Indonesia Berbasis Budaya: Potensi Kuliner  "Serabi" dalam Pengajaran BIPA Pandoyo, Muhammad Hilmy; Proborini, Alethea Laksmita; Rosita, Luthfia Asmi; Handika, Mohammad Matin Erca; Habibah, Salsabila Nurul; Saddhono, Kundharu
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/btrr5116

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran potensi kuliner tradisional "Serabi" sebagai materi ajar berbasis budaya dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Data dikumpulkan melalui studi literatur dengan meringkas berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku, dan publikasi akademik terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui Serabi efektif sebagai strategi pengajaran yang tidak hanya fokus pada aspek linguistik, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya. Meskipun terdapat tantangan dalam internasionalisasi bahasa, penggunaan materi kuliner autentik mampu meningkatkan partisipasi, minat, dan motivasi belajar pemelajar asing dengan menghubungkan bahasa pada konteks sosial-budaya yang nyata. Pemelajar menunjukkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui pengenalan kosakata teknis, prosedur pembuatan, hingga nilai filosofis di balik kuliner tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya bahan ajar berbasis budaya sebagai alat strategis untuk mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di kancah global.
Analisis Nilai-nilai Pendidikan Karakter Tokoh Utama dalam Novel Tuoi Tho Du Doi Karya Phung Quan Tran Thanh Vy; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cm9tfn13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai pendidikan karakter pada tokoh utama, Mung, dalam novel Tuoi Tho Du Doi karya Phung Quan, serta keterkaitannya dengan konteks sosio-historis perang kemerdekaan Vietnam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood dan Sapardi Djoko Damono. Data berupa satuan lingual (kata, frasa, dan kalimat) dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) menggunakan kerangka teori pendidikan karakter Thomas Lickona yang mencakup komponen pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Mung merepresentasikan enam nilai karakter utama: bakti kepada orang tua, keberanian, ketekunan, ketangguhan, disiplin, dan cinta tanah air. Secara spesifik, pembentukan karakter ini bukan sekadar atribut personal, melainkan hasil dialektika antara individu dengan situasi ekstrem perang melawan kolonialisme Prancis. Nilai keberanian dan ketangguhan Mung terwujud melalui keterlibatannya dalam misi spionase berisiko tinggi dan keteguhan menjaga rahasia militer di bawah tekanan fisik. Studi ini menegaskan bahwa novel tersebut berfungsi sebagai medium pendidikan karakter yang merepresentasikan idealisme manusia Vietnam, sekaligus menunjukkan bahwa sastra anak mampu memotret realitas perang secara kompleks untuk menumbuhkan kesadaran moral generasi muda.
Suaraku Bahasaku: Dinamika Kesulitan Berbahasa Bali dalam Dunia Siswa SMA Negeri 2 Mengwi Ni Made Ani Arsita; I Nyoman Temon Astawa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/khw7f008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesulitan berbicara Bahasa Bali pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Mengwi, Bali. Bahasa Bali sebagai bagian penting dari identitas budaya lokal menghadapi tantangan dalam penggunaannya di kalangan generasi muda, khususnya dalam konteks formal yang menuntut penguasaan tingkat tutur (sor singgih). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan nilai rapor Bahasa Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa berada pada kategori sedang, dengan kesulitan utama terletak pada penggunaan tingkat tutur (sor singgih) sebesar 75%, diikuti oleh kesulitan dalam tata bahasa (46,9%) dan keterbatasan kosakata (28,1%). Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara kemampuan akademik dan kemampuan berbicara, di mana nilai rapor siswa tergolong tinggi, namun belum sepenuhnya mencerminkan keterampilan komunikasi lisan secara optimal. Faktor internal seperti rendahnya kepercayaan diri serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan kurangnya praktik berbahasa turut mempengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesulitan berbicara Bahasa Bali pada siswa dengan menunjukkan bahwa hambatan tersebut tidak hanya disebabkan oleh rendahnya penguasaan bahasa, tetapi merupakan hasil interaksi berbagai faktor. Faktor linguistik meliputi keterbatasan kosakata, kesulitan menyusun struktur kalimat, pengucapan, dan rendahnya penguasaan tata bahasa. Faktor sosiolinguistik terlihat pada kesulitan siswa dalam menyesuaikan penggunaan tingkat tutur seperti sor singgih (alus, madia, kasar) sesuai lawan bicara, situasi formal, usia, dan status sosial. Faktor psikologis mencakup rasa kurang percaya diri, gugup, malu, serta takut melakukan kesalahan saat berbicara. Sementara itu, faktor lingkungan berkaitan dengan minimnya penggunaan Bahasa Bali dalam keluarga, pergaulan sebaya, dan kurangnya kesempatan praktik di sekolah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan terpadu yang menganalisis secara bersamaan aspek linguistik, sosiolinguistik, psikologis, dan lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Bali, yang selama ini umumnya dikaji secara terpisah.
Cultural Sustenance in Language Education: Student Responses to Indigenous Knowledge Integration in Indonesian EFL Classrooms Markus Lesa; P. Pongsapan, Nehru; Baka, Charlie
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bsqn2951

Abstract

The marginalization of Indigenous Knowledge Systems (IKS) in formal education perpetuates colonial paradigms in postcolonial classrooms, yet empirical research on integrating local epistemologies into English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia's culturally distinct regions remains severely limited. This study aims to investigate the lived experiences of eighth-grade students at SMPN 6 Sa'dan, Tana Toraja Regency, who engaged with Toraja Indigenous Knowledge Systems within EFL vocabulary instruction across an eight-week pedagogical intervention. Employing a qualitative critical phenomenological design grounded in culturally sustaining pedagogy, decolonial language education, and critical language awareness, data were generated through triangulated multimodal methods: two phenomenological interviews per participant (60–90 minutes each), 32 hours of participant observation, weekly reflexive journals, and student-produced visual artifacts. Analysis followed Braun and Clarke's (2021) reflexive thematic analysis within a critical realist framework using NVivo 14. Findings revealed five interrelated dimensions of student experience: (1) epistemological reorientation, wherein English was reconceptualized from a symbol of Western dominance to a vehicle for indigenous meaning-making through 'reverse translation' practices; (2) heritage-positive identity reconstitution, documented in 11 of 12 participants; (3) affective transformation evidenced reduction in anxiety-related lexical items in student journals; (4) emergent critical language-culture consciousness concerning linguistic imperialism and cultural untranslatability; and (5) an unanticipated intergenerational knowledge exchange, wherein students became cultural mediators initiating bilingual documentation of elder knowledge. The study contributes a transferable heritage-sustaining language pedagogy framework, challenging Western-centric pedagogies in postcolonial Indonesian classrooms and offering practical implications for curriculum design, teacher education, and language policy in Indigenous and minoritized language contexts globally.
Antara Kagum dan Rintihan Alam pada Antologi Puisi Sajak dari Bumi dalam Perspektif Sad Kerthi I Ketut Budiarta
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/kzmry562

Abstract

Lingkungan dan alam merintih kesakitan karena ulah manusia. Lingkungan telah dicabik-cabik hingga bencana kian terjadi. Manusia terus melakukan ekploitasi tanpa melihat dan mendengar keluhan alam. Terjadinya banjir bandang dan efek rumah kaca yang kian meluas. Pencemaran air, udara, dan laut semakin merajalela. Bencana telah terjadi. Entah siapa yang salah? Ataukah ada yang keliru? Perlu dicermati melalui penelitian yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji antologi puisi Sajak dari Bumi dalam perspektif sad kerthi, serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran, dan untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya lingkungan dan alam. Adapun teori yang digunakan adalah teori sad kerthi, yakni jagat kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, giri kerthi, serta swi kerthi yang terdapat pada Lontar Kuttara Kanda Purana Dewa Bangsul dan teori pemilihan bahan pembelajaran sastra oleh Rahamanto. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan kuesioner. Teknik yang digunakan adalah teknik baca, catat, dan kartu data. Dalam analisis data digunakan metode deskriptif analisis. Ada dua teknik analisis data yang digunakan. Pertama, teknik analisis isi model Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kedua, teknik analisis statistik deskriptif. Pada penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antologi puisi Sajak dari Bumi mengandung ekokritik dalam upaya menjaga alam seperti lingkungan, hutan, air tawar, laut, gunung, dan sawah. Selain itu, antologi puisi ini memiliki relevansi apabila dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil responden diperoleh persentase pakar sebesar 95%, guru bahasa Indonesia sebesar 92%, dan siswa sebesar 89%. Hasil responden menunjukkan bahwa antologi puisi Sajak dari Bumi karya Ni Luh Putu Ayu Nitasasri dkk sangat relevan bila dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra.
Kecemasan Tokoh Layla dan Majnun dalam Novel Layla dan Majnun: Kajian Psikologi Sastra Sulistiawati, Sulistiawati; Anshari, Anshari; Hajrah, Hajrah; Usman, Usman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/8wypjs66

Abstract

Penelitian ini mengkaji kecemasan neurotik tokoh Layla dan Majnun dalam novel Layla dan Majnun karya Nizami Ganjavi melalui perspektif psikologi sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kecemasan tokoh berdasarkan teori Sigmund Freud dan Karen Horney serta menjelaskan relasi integrasi kedua teori tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data berupa narasi, dialog, monolog, deskripsi perilaku, dan simbol naratif yang menunjukkan kecemasan, represi, obsesi, keterasingan, dan strategi relasional neurotik. Sumber data penelitian adalah novel terjemahan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Layla cenderung menginternalisasi kecemasan melalui kecemasan moral, represi, kepatuhan, pengorbanan diri, dan pembentukan diri ideal, sedangkan Majnun mengeksternalisasi kecemasan melalui obsesi, kecemasan realistis, disorganisasi perilaku, penarikan diri sosial, pelarian, sublimasi, dan fiksasi identitas. Temuan ini menegaskan bahwa neurosis tokoh dibentuk oleh konflik intrapsikis dan tekanan sosiokultural yang represif secara simultan.
Efektivitas Media KURAWA dalam Kemampuan Membaca Aksara Jawa Siswa SMP Negeri 1 Jatiroto Fitri Nurhayati; Suwardi, Suwardi; Doni Dwi Hartanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/522fx612

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakang dari kesulitan peserta didik dalam baca tulis huruf Jawa pada matapelajaran Bahasa Jawa. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui kevalidan dan sejauh mana media KURAWA (Kartu Aksara Jawa) sebagai alat belajar baca tulis huruf Jawa, pada siswa SMP kelas VII. Siswa kelas VII-C di SMP Negeri 1 Jatiroto kabupaten Lumajang sebanyak 32, dilakukan eksperimen memakai teknik purposive sampling dan pendekatan onegroup pretest posttest. Diterapkan pretest dan posttest kemampuan siswa membaca Aksara Jawa melalui media KURAWA. Belajar dengan media Kurawa dialokasikan selama 2 kali pertemuan. Analisis statistik  dilakukan dengan cara pengujian paired sample t-test serta analisis normalized Gain (N-Gain). Nilai rata-rata yang secara statistik signifikan dari 64,94 (pretest) menjadi 85,25 (posttest). Sedangkan Hasil yang didapatkan dari paired sample t-test memperkuat temuan ini dengan nilai t = -20,791 dari signifikansi p =0,000 (p ≤ 0,05). Lebih lanjut perhitungan N-Gain menghasilkan skor 0,63 atau 62, 94%, termasuk kategori efektivitas sedang. Studi ini mengindikasikan bahwa media Kartu Aksara Jawa (Kurawa) disebut efektif dan termasuk pada kategori sedang guna pengembangan kompetensi membaca Aksara Jawa oleh siswa SMP kelas VII. 
Deixis  in The Novel Fathers and Sons by Ivan Turgenev And Relevance to English Language Learning Ferlina Putri Kinanti Wandani; Rochmat Budi Santoso; Giyoto, Giyoto; Nestiani Hutami
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/sttstj16

Abstract

This study investigates the forms of deixis found in the novel Fathers and Sons by Ivan Turgenev and examines their relevance to English language learning among junior high school students. The primary aim is to identify and describe the various deixis forms present in the novel and explore their potential application in the context of English language education within the framework of the Independent Curriculum. Employing a descriptive qualitative methodology, the research utilizes data documentation techniques by reading the novel and noting relevant dialogues. The data were collected through purposive sampling, resulting in the identification of 12 deixis forms in the novel Fathers and Sons by Ivan Turgenev. The findings highlight the diversity of deixis expressions used in the novel, which can serve as valuable linguistic resources for enhancing students’ understanding of deictic terms and their contextual usage in English. This research contributes to the development of teaching materials and strategies that incorporate authentic literary sources to improve language proficiency and pragmatic competence in junior high school learners.
Konflik Ideologi Adat, Agama dan Kapitalisme dalam Cerpen Bahagia: Kajian Ekokritik Idiologis Ni Nengah Hediani; Ida Ayu Agung Ekasriadi; I Wayan Gunartha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0qpwab96

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik ideologi adat, agama, dan kapitalisme dalam cerpen “Bahagia” dengan menggunakan pendekatan ekokritik ideologis. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pertarungan ideologi membentuk relasi manusia dengan alam serta memicu krisis ekologis dalam teks sastra. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis teks sastra dengan memadukan teori ideologi sastra, teori hegemoni Antonio Gramsci, dan ekokritik ideologis. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam (close reading) terhadap cerpen “Bahagia” yang dipublikasikan di harian Republika pada 19 Januari 2020, dengan fokus pada kata, kalimat, dialog, dan bagian naratif yang merepresentasikan nilai ideologis dan relasi ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi adat dan agama berfungsi sebagai sistem etika ekologis yang memposisikan alam sebagai entitas sakral dan bernilai intrinsik, sedangkan ideologi kapitalisme tampil dominan dengan mengonstruksi alam sebagai komoditas ekonomi. Dominasi kapitalisme bekerja melalui mekanisme hegemoni yang mendelegitimasi nilai adat dan agama melalui stigmatisasi, normalisasi logika pasar, dan persetujuan sosial. Akibatnya, krisis ekologis direpresentasikan sebagai konsekuensi ideologis, bukan sekadar fenomena alamiah. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai arena kritik ideologis dan ekologis.
Metafora Konseptual dan Pelanggaran Maksim dalam Album Berdamai Karya Ghea Indrawari: Kajian Semantik dan Pragmatik Ade Rahma Yunita Siregar; Pratomo Widodo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/wcvpfs18

Abstract

Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dan pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Dilatarbelakangi oleh penggunaan metafora dalam lirik lagu yang secara literal melanggar prinsip komunikasi (maksim Grice), namun secara kognitif merupakan strategi untuk menyampaikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis dan makna ungkapan metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. 2) menginterpretasikan pelanggaran maksim pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual berbentuk kata dan frasa yang mengandung metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Peneliti sebagai instrumen utama (human instrument) dengan keabsahan data menggunakan teknik intra rater dan inter rater (triangulasi sumber). Teknik analisis data dilakukan melalui dua tahap utama. Pertama, menggunakan metode padan referensial untuk menghubungkan unsur bahasa dengan kenyataan di luar bahasa (ranah sumber ke ranah sasaran) berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Kedua, menggunakan metode agih dengan teknik ganti untuk menguji konstansi makna metafora dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian mengenai jenis dan makna ungkapan metafora konseptual serta bentuk pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) jenis dan makna ungkapan metafora konseptual yang ditemukan ialah 16 data metafora struktural, 15 data metafora orientasional, serta 22 data metafora ontologis. Mekanisme pemetaan ranah dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari didominasi oleh metafora ontologis dan struktural yang memetakan entitas fisik pada ranah sasaran emosi. (2) pelanggaran maksim pada ungkapan metafora konseptual ditemukan kuantitas, kualitas, dan pelaksanaan secara konsisten menghasilkan beberapa makna yang tersirat seperti; bahagia, sedih, lelah, empati, motivasi, optimis, kerinduan, dan keterpurukan. Makna yang dihasilkan bukan sekadar estetika puitis, melainkan sebuah strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan keberterimaan diri (self-aceptance). Maksim kualitas paling signifikan dilanggar dalam lirik lagu.