cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “HELLO” KARYA TERE LIYE Dina Dwi Ardila; Ita Kurnia; Renanda Yuniar; Pramudita Cahyaning Ratri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.784

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah guna menguraikan ragam dan bentuk penggunaan alih kode serta campur kode yang muncul dalam novel Hello karya Tere Liye. Penelitian ini didapatkan melalui pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari dialog dan narasi dalam novel yang mengandung unsur peralihan dan pencampuran bahasa, baik dari bahasa Indonesia ke bahasa asing (terutama bahasa Inggris) maupun ke bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda. Teknik pengumpulan data mencakup studi kepustakaan, pembacaan intensif, pencatatan, dan identifikasi elemen kebahasaan yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa bentuk campur kode melalui kata paling sering ditemukan ialah dalam bentuk kata dan frasa berbahasa Inggris, seperti sunset, live, finalis, dan video call. Sementara itu, alih kode tampak melalui pergeseran bahasa dalam ujaran tertentu. Campur kode ke dalam juga ditemukan melalui kata-kata dari bahasa Jawa dan Sunda, seperti jadah, mbak, duh Gusti, dan mang. Fenomena ini memperlihatkan bahwa variasi bahasa dalam novel tidak hanya memperindah gaya penceritaan, tetapi juga mencerminkan latar sosial, budaya, dan identitas karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian sosiolinguistik dalam memahami keragaman bahasa dalam karya sastra.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “SERIBU WAJAH AYAH” KARYA NURUN ALA Riska Nikmatul Mudawamah; Ita Kurnia; Nirmala Adinia Wirasti; Malya Luven Nafila
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.793

Abstract

Penelitian ini berfokus permasalahan yang diangkat adalah bagaimana terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel berjudul Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sejalan dengan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup objek alih kode dan campur kode yang meliputi penyerapan elemen berupa kata dan frasa yang muncul dalam konteks cerita. Dalam hal ini, konteks berarti keseluruhan isi dari novel Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sumber data adalah novel tersebut dalam bentuk utuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik transkripsi ortografis. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa tabulasi data. Teknik analisis data yang diterapkan adalah teknik dasar, yakni Teknik Pilah Unsur Penentu yang termasuk dalam metode padan. Untuk memastikan keabsahan temuan, dilakukan pengecekan melalui triangulasi dengan ahli sosiolinguistik, yaitu Ibu Diana Maulida R. , M. Li. Temuan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada alih kode terdapat tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu; pola yang bertujuan untuk memperkuat identitas; dan pola yang bertujuan untuk memberi perintah. Sementara itu, dalam data campur kode, yang melibatkan penyisipan elemen berupa kata dan frasa, ditemukan tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan; pola yang bertujuan untuk menegaskan informasi; dan pola yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi. Di sisi lain, data campur kode dengan penyisipan elemen berupa klausa hanya ditemukan satu pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau ajakan.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE NOVEL “MINORI MENGEJAR CINTA” KARYA VIERA FITANI Halyza Nadyatus Zahra; Ita Kurnia; Vega Putri Agustin; Ika Dewi Lathifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.794

Abstract

Artikel ini secara komprehensif mengkaji fenomena campur kode dan alih kode dalam novel Minori Mengejar Cinta karya Viera Fitani, dengan tujuan untuk mengungkap kontribusi kedua fenomena kebahasaan tersebut terhadap konstruksi karakter, pengembangan alur naratif, serta representasi realitas sosial dalam masyarakat. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis dengan sumber data utama berasal dari teks novel yang dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis isi terhadap bagian-bagian teks yang mengandung gejala campur kode (code-mixing) dan alih kode (code-switching). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kedua strategi kebahasaan tersebut cukup menonjol, terutama melibatkan bahasa Inggris serta bahasa daerah seperti Jawa, Sunda dan Betawi. Bahasa Inggris umumnya dimanfaatkan dalam penyampaian istilah-istilah modern serta elemen budaya global, sedangkan bahasa daerah digunakan untuk menegaskan latar budaya dan identitas lokal para tokohnya. Alih kode dipahami sebagai strategi komunikasi yang adaptif, yang mencerminkan realitas masyarakat Indonesia yang multibahasa sekaligus memperkaya karakterisasi dan struktur naratif dalam karya sastra tersebut. Berdasarkan temuan ini, artikel ini merekomendasikan dilakukannya penelitian lanjutan yang menelaah lebih dalam pengaruh konteks sosial dan budaya terhadap praktik campur kode dan alih kode dalam karya sastra Indonesia kontemporer.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “PADANG BULAN” KARYA ANDREA HINATA Ajib Rahayu Widodo; Ita Kurnia; Mohammad Irfan Afifurrohman; Riyan Dwi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata serta menganalisis maknanya dalam konteks sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data berupa kutipan teks yang mengandung campur kode diperoleh melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode dalam novel ini mencakup penggunaan bahasa Melayu lokal, bahasa Inggris, serta ragam bahasa Indonesia gaul. Makna campur kode dalam novel ini menunjukkan karakterisasi tokoh, hubungan sosial, identitas budaya, dan penekanan nilai estetika dalam narasi. Fenomena ini memperlihatkan dinamika sosial masyarakat Melayu dalam konteks lokal dan global.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “TEMPURUNG” KARYA OKA RUSMINI Ria Asti Ananta; Ita Kurnia; Nova Dwi Kumaroh
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai deskripsi dan penggunaan campur kode dan alih kode pada novel “Tempurung” karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka sebagai metode pengumpulan data. Data dianalisis dengan menganalisis penggunaan bahasa Bali yang disisipkan dalam struktur bahasa Indonesia mulai dari awal hingga akhir cerita novel. Hasil analisis membuktikan bahwa praktik campur kode dan alih kode tidak digunakan secara acak, namun memiliki peran penting dalam membangun identitas tokoh, memperkuat konteks budaya lokal, serta menegaskan konflik seosial yang dialami oleh karakter. Melalui penggunaan dua bahasa, novel “Tempurung” karya Oka Rusmini ini berhasil menggambarkan interaksi antara nilai-nilai tradisional dan modern, serta menjadi cerminan ideologi dan relitas sosial masyarakat Bali.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “MAAFKAN TUHAN, SAYA PERNAH PACARAN” Salsabila Triya Aura Cantika; Ita Kurnia; Yolanda Hikmah Pristika; Atsnia Yuladaa Syahira
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.848

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada karya sastra sebagai media penyampai nilai-nilai kehidupan yang signifikan. Campur kode tidak hanya muncul dalam percakapan lisan, tetapi juga muncul komunikasi tertulis, seperti dalam novel “Maafkan Tuhan, Saya Pernah Pacaran” karya Robi Afrizan Saputra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode pendekatan ilmiah yang bertujuan memahami fenomena sosial secara mendalam melalui uraian yang sistematis dan sesuai dengan fokus kajian dalam novel tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya campur kode yang melibatkan bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta bahasa daerah, yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Minangkabau. Dari total temuan, campur kode Bahasa Arab menjadi yang paling dominan dengan 43 kata, yang dapat dimaklumi karena novel ini berkarakter Islami, sehingga banyak menggunakan istilah keagamaan. Campur kode Bahasa Inggris ditemukan sebanyak 16 kata, umumnya berupa kosakata populer. Sementara itu, Bahasa Jawa muncul sebanyak 3 kata, dan Bahasa Minangkabau hanya 1 kata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa campur kode dalam (inside code-mixing) seperti penyisipan istilah religius taubat, istighfar, dan zina serta campur kode luar (outside code-mixing) seperti penggunaan istilah populer berbahasa Inggris money, drink, dan sex tidak hanya memperkuat pesan moral dalam novel, tetapi juga mencerminkan realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang bersifat multibahasa dan religius.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL SISWA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS Hasnah Faizah; Utari Wulandari; Kasrizal Kasrizal
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran PAKEM (Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) yang dapat meningkatkan kemampuan menulis teks berita bermuatan kearifan lokal siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap analisis, ditemukan bahwa pembelajaran menulis teks berita masih bersifat konvensional dan belum mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal. Tahap desain dan pengembangan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, dan instrumen penilaian yang tervalidasi oleh para ahli. Implementasi model dilakukan secara terbatas pada kelas XI di salah satu SMA di Riau. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 68,75 menjadi 83,5. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam aspek struktur teks, kebahasaan, kelengkapan unsur berita, serta pemahaman terhadap kearifan lokal. Evaluasi menunjukkan bahwa model ini valid, praktis, dan efektif. Dengan demikian, model pembelajaran PAKEM berbasis kearifan lokal terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis teks berita sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah.
REPRESENTASI FASHION INSTAGRAM IRISH BELLA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Chandri Febri Santi; Dewi Purnama Sari; Cut Tarisa Tarisa; Nur Azizah Siregar; Nabila Amanda Harahap
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fashion pada akun Instagram @_irishbella_ melalui pendekatan semiotik Roland Barthes, yang meliputi tiga tingkatan signifikansi: denotasi, konotasi, dan mitos. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali makna mendalam dari elemen-elemen visual yang diunggah Iris Bella, meliputi busana, jilbab, aksesori, dan latar belakang visual. Analisis mengungkap bahwa pada tingkat denotasi, gambar-gambar tersebut menggambarkan elemen-elemen visual secara harfiah. Pada tingkat konotasi, muncul makna tambahan yang terkait dengan keanggunan, kemewahan, kesederhanaan, dan identitas budaya. Pada tingkat mitos, gambar-gambar tersebut mengungkap ideologi budaya yang lebih luas, seperti kehidupan glamor, kesuksesan, dan nilai-nilai sosial. Sebagai kesimpulan, fesyen pada akun Instagram Iris Bella digunakan sebagai media untuk mengomunikasikan identitas, nilai-nilai budaya, dan ideologi sosial, berfungsi sebagai tanda-tanda yang kaya makna dalam presentasi diri dan partisipasi dalam narasi budaya.
ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM UMPASA BATAK TOBA Citra Dewi Sinaga; Ningrum Melati Butar-Butar; Roberta Veronika Situmorang; Najwah Laras Celia; Yuni Astika Sinaga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam umpasa Batak Toba, sastra lisan yang digunakan dalam berbagai ritual adat (seperti pernikahan, manulangi, dan mangokkar holi) sebagai media pewarisan nilai-nilai luhur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Pendekatan ini dipilih karena peneliti bertujuan meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu teks umpasa Batak Toba. Sesuai dengan sifat kualitatifnya, data yang dianalisis adalah data verbal berupa kata-kata dari teks-teks umpasa tersebut.  Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data dilakukan secara induktif melalui teknik semantik dan semiotik. Teknik ini krusial untuk mengungkap secara mendalam dan interpretatif arti simbol-simbol budaya yang terkandung dalam umpasa. Hasil analisis menunjukkan umpasa berfungsi sebagai fondasi penanaman nilai kelembutan hati, harmoni, tanggung jawab, dan penghormatan leluhur. Dengan fokus pada metode kualitatif, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya lisan Batak Toba.
POLA KESANTUNAN BERBAHASA BUGIS DALAM TINDAK TUTUR MEMERINTAH DI SAMARINDA SEBERANG KALIMANTAN TIMUR Irwanto Irwanto; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.947

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu mengetahui strategi kesantunan bahasa Bugis dalam tindak tutur memerintah, serta bentuk pemarkah kesantunan yang digunakan dalam bahasa Bugis di Samarinda Seberang Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan bentuk pemarkah kesantunan bahasa Bugis dalam tindak tutur memerintah di Samarinda Seberang Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang menekankan pada penggunaan data yang diperoleh dari lapangan. Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari masyarakat yang diamati. Data penelitian ini adalah data bahasa Bugis di Samarinda Seberang Kalimantan Timur baik yang berupa lisan atau tuturan maupun tulisan atau teks kesantunan dalam tindak tutur memerintah. Teknik analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: observasi data, identifikasi data, klasifikasi data dan pengkategorian strategi dan pemarkah kesantunan berdasarkan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Kesantunan Bahasa Bugis Dalam Tindak Tutur Memerintah Di Samarinda Seberang Kalimantan Timur yaitu strategi secara eksplisit yang meliputi: menyuruh, meminta, melarang, mengizinkan, mengimbau, menganjurkan, mengharapkan, mengajukan pilihan, mempersilakan, mengajak dan mendesak. Serta strategi secara implisit yang meliputi: melaran, menyuruh, meminta bantuan, mengimbau/mengajak, mendesak, dan memohon/permisi.