cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MENDORONG MINAT MEMBACA ANAK USIA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI ANAK Tarida Alvina Simanjuntak; Fransisko Timoti Siallagan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1263

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran krusial orang tua dalam menumbuhkan minat baca anak usia Sekolah Dasar (SD) guna meningkatkan prestasi akademik. Menggunakan metode studi literatur, hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran multifungsi sebagai teladan, motivator, pembimbing, dan penyedia fasilitas literasi di rumah. Keberhasilan penumbuhan minat baca bergantung pada penerapan empat prinsip pembiasaan: pemilihan materi berbasis minat, fokus pada pemahaman naratif, diskusi informal terjadwal, dan penciptaan suasana belajar yang positif. Temuan mengonfirmasi bahwa interaksi literasi berkualitas di rumah berkorelasi signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis, kapasitas membaca, dan motivasi intrinsik siswa. Disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam ekosistem literasi keluarga merupakan fondasi utama dalam mengoptimalkan capaian akademik anak.
REPRESENTASI WANITA DALAM DRAMA BALADA SUMARAH: KAJIAN KRITIS TEORI SARA MILLS Julailanajmi Hasiholanda Tanjung; Joeyakin Christo Manik; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1275

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam drama Balada Sumarah dengan menggunakan kerangka teori Sara Mills, yang berfokus pada tiga aspek utama: posisi subjek, posisi objek, dan pembaca yang dibayangkan. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis feminis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pembungkaman, objektifikasi, dan marginalisasi yang dialami tokoh Sumarah sebagai perempuan dalam struktur sosial, budaya, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumarah direpresentasikan sebagai perempuan yang kehilangan kendali atas identitasnya akibat wacana eksternal yang menindas, namun pada titik tertentu berupaya merebut kembali posisi sebagai subjek melalui tindakan resistif. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa drama tersebut menjadi cermin ketidaksetaraan gender sekaligus arena perlawanan simbolik terhadap hegemoni patriarki. Kajian ini menegaskan pentingnya analisis gender dalam membaca teks sastra Indonesia untuk mengungkap dinamika kekuasaan dan konstruksi identitas perempuan.
MAKNA SIMBOLIK KOTA DAN IDENTITAS DALAM SYI‘IR FI AL-QUDS KARYA MAHMOUD DARWISH: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Wulan Suci Novianti; Rohanda Rohanda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1330

Abstract

Syi‘ir fī al-Quds karya Mahmoud Darwish merupakan salah satu puisi yang merepresentasikan kota Jerusalem sebagai ruang simbolik yang sarat dengan sejarah, kesakralan, konflik, dan krisis identitas. Puisi ini tidak hanya menghadirkan kota sebagai latar geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda yang membentuk makna eksistensial subjek lirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik kota dan identitas dalam syi‘ir fī al-Quds dengan menggunakan kajian semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotik, yaitu mengidentifikasi dan menafsirkan relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam teks puisi. Data penelitian berupa teks syi‘ir في القدس berbahasa Arab yang dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama seperti القدس, السور القديم, الضوء, الحجر, serta ungkapan transformasi identitas seperti أصير غيري dan أنا لا أنا membangun makna kota sebagai ruang konflik simbolik dan membentuk identitas subjek lirik yang cair dan terfragmentasi. Kota Jerusalem dalam puisi ini berfungsi sebagai pusat makna yang mengorganisasi relasi antara kesucian dan kekerasan, luka dan harapan, serta individu dan memori kolektif. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam puisi Mahmoud Darwish dibangun secara struktural melalui relasi antartanda dalam sistem bahasa, sehingga puisi tidak dapat dipahami secara literal, melainkan sebagai konstruksi simbolik yang kompleks.
KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL DALAM KUPU-KUPU KERTAS KARYA EMIL HERADI (PENDEKATAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Haekal Maulana Zaki; Aida Zakiyah Munawaroh; Maman Abdul Djaliel; Rohanda Rohanda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1333

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi realitas sosial dalam film Kupu-Kupu Kertas karya Emil Heradi dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film tersebut menggambarkan konflik ideologi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 melalui kisah cinta tragis antara dua tokoh utama, Ihsan dan Ning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis denotasi, konotasi, dan mitologi terhadap tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini tidak hanya merepresentasikan peristiwa sejarah, tetapi juga membentuk mitos ideologis baru tentang cinta, pengorbanan, dan kemanusiaan di tengah pertentangan sosial-politik. Kupu-Kupu Kertas berfungsi sebagai teks budaya yang menegosiasikan ulang memori kolektif dan identitas sosial bangsa Indonesia pasca-1965.
REPRESENTASI KEKUASAAN DAN PERLAWANAN DALAM NOVEL GRANADA KARYA RADWA ASHOUR: KAJIAN HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI Muhammad Ikbal; Maman Abdul Djaliel; Siti Muslikah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi kekuasaan dan perlawanan dalam Granada karya Radwa Ashour melalui perspektif hegemoni Antonio Gramsci, khususnya untuk memahami bagaimana dominasi Castile dibangun dan bagaimana masyarakat Muslim Granada meresponsnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap teks novel, membaca unit-unit naratif yang memuat praktik dominasi, penerimaan, dan resistensi, kemudian menginterpretasikannya berdasarkan konsep hegemoni konsensual, hegemoni koersif, dan kontra-hegemoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan Castile direpresentasikan melalui dua mekanisme utama: pertama, hegemoni konsensual yang tercermin pada sikap pasrah tokoh-tokoh yang menerima kekalahan sebagai takdir atau konsekuensi logis dari ketimpangan kekuatan; kedua, hegemoni koersif yang tampak melalui penyerangan, penyitaan, perbudakan, dan intimidasi yang menciptakan rasa takut dan ketundukan. Di sisi lain, perlawanan dalam novel terwujud melalui tindakan heroik, keberanian simbolik, penolakan diskursif, dan gestur kecil yang mempertahankan martabat meskipun dominasi terus menekan. Representasi ini menegaskan bahwa Granada tidak hanya menggambarkan kehancuran suatu peradaban, tetapi juga menampilkan keberlanjutan spirit perlawanan yang tumbuh dari berbagai bentuk kesadaran, baik individu maupun kolektif. Novel ini menampilkan relasi kuasa yang dinamis, menunjukkan bahwa di balik dominasi yang tampak kokoh selalu hadir ruang resistensi yang menjaga identitas dan martabat komunitas tertindas.
AN OPERATIONAL MODEL OF SEMIOTIC-BASED TRANSLATION: INTEGRATING PEIRCE-BARTHES IN BIDIRECTIONAL TRANSLATION OF THE HUNGER GAMES Jepri Jepri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1408

Abstract

Semiotic techniques have historically influenced translation theory; however, they primarily focus on analytical interpretation rather than providing operational direction in the translation process. This work presents an operational semiotic translation model that integrates Peirce’s sign typology with Barthes’ multi-layered meaning theory to address this gap. The study employs a qualitative descriptive design and utilizes a six-stage translation procedure: sign mapping, denotative transfer, connotative adjustment, myth preservation, semiotic reformulation, and bidirectional testing, applied to selected textual units from The Hunger Games and its English-Indonesian translations. The results indicate that the proposed approach methodically directs translator decision-making and improves the retention of semiotic function, especially symbolic and ideological meaning, across translation orientations. Bidirectional testing elucidates persistent patterns of semiotic loss and gain, alongside differing levels of ideological stability and change, suggesting that translation functions as a process of systematic semiotic transformation rather than mere equivalence transfer. The study advances theory by redefining semiotics as a translation method rather than an interpretive framework, enhances methodology by presenting a clear and replicable operational model, and offers practical use through a structured framework relevant to translation practice and instruction. This study expands the operational reach of semiotic translation studies by integrating semiotic theory, methodological procedures, and translational applications.