cover
Contact Name
Didiharyono
Contact Email
muh.didih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muh.didih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 26226332     EISSN : 26226340     DOI : -
Core Subject : Education,
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Andi Djemma. Jurnal ini adalah jurnal nasional yang mencakup banyak masalah umum atau masalah yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari publikasi ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual dan ide-ide yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Kebakaran pada Siswa SD Negeri 07 Palmerah Decy Situngkir; Ira Marti Ayu; Mayumi Nitami
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2914

Abstract

Kebakaran adalah api yang tidak terkendali yang menghasilkan panas yang tidak berhenti. Kebakaran dapat terjadi di mana saja, seperti di rumah, sekolah, taman bermain, mall, dan tempat lain. Tidak jarang bahwa semua orang tersebut memiliki anak. Sebagai contoh, dapat terjadi arus pendek dan kebakaran di rumah jika kita menggunakan stekker dengan beban yang berlebihan. Tujuan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan anak-anak untuk siap dalam menghadapi kebakaran yang dapat terjadi dimana mereka berada. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan menggunakan powerpoint kepada 29 siswa/i kelas 3 SD N 07 Palmerah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai kebakaran dan pencegahannya. Pihak sekolah diharapkan menjaga poster yang ditempelkan pada mading sekolah dapat membantu siswa/i tetap mengingat mengenai kebakaran. Selain itu, melakukan pelatihan tanggap darurat terhadap kebakaran sehingga siswa/i tanggap menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran baik di sekolah maupun di rumah.
Optimalisasi Pengolahan Mangrove Agroforestri dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Ketahanan Green Economy Rumah Tangga Kelompok Perempuan Pesisir Kampung Sungai Rawa, Riau Prima Wahyu Titisari; Elfis Elfis; Fiki Hidayat; Ari Prasetyo; Indry Chahyana; Tika Permatasari; Ramadan Ramadan; Mohammad Yossy Febrian
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2912

Abstract

Kampung Sungai Rawa mempunyai hutan mangrove yang cukup luas dengan keragaman spesiesnya yang sebagian besar potensial sebagai sumber makanan, namun pemanfaatannya hanya terbatas dalam skala kecil, dan sebagian lain masyarakat mengkonversi lahan tersebut menjadi lahan perkebunan sawit sehingga mengancam keberlanjutan masyarakat Kampung Sungai Rawa secara ekologis maupun secara ekonomis. Tujuan kegiatan ini adalah penguatan potensi ketahanan green economy melalui penerapan teknologi tepat guna terpadu pengolahan mangrove agroforestri berfokus pada: (1) diversitas produk, (2) pemanfaatan teknologi tepat guna dan efisien, (3) manajemen UKM yang lebih profesional (4) pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup beberapa tahap mulai dari sosialisasi, pemberian bantuan, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi, hingga keberlanjutan program. Kegiatan ini menghasilkan dampak positif yang terbukti dari hasil evaluasi kepuasan pelaksanaan pengabdian dan pemahaman materi yang meningkat dari dari 38,50 menjadi 92,75.
Edukasi dan Implementasi Pemasaran Digital serta Pencatatan Keuangan pada UMKM Desa Trawas Ninuk Riswandari; Dian Fatimatuz Zuhro; Mochamad Dicky Firmansyah; Silvia Dwi Lestari; Mukhammad Nur Kholis
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2878

Abstract

Desa Trawas terkenal dengan produk olahan keripik, samiler, jalepak, jemblem, kopi, minuman herbal dan jamur yang dikelola warga desa. Produk olahan UMKM yang dihasilkan merupakan inovasi olahan yang berasal dari hasil panen desa.UMKM di Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Minimnya pemahaman tentang pencatatan keuangan dan penggunaan teknologi pemasaran menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha mereka. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan dan memanfaatkan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Pelatihan dan pendampingan secara mandiri ke masing-masing pelaku UMKM dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan yang dilakukan yakni: pelatihan teknik pembuatan konten media sosial dan pelatihan pencatatan keuangan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu kepada lima UMKM, yaitu produsen keripik pisang, keripik jalepak, keripik pare, jamur crispy, dan samiler serta minuman herbal biotelang, mulai dari tanggal 1 Juli sampai dengan 30 Juli 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan UMKM dalam pencatatan keuangan dan pemasaran digital. Namun, terdapat kendala dalam menarik partisipasi UMKM lainnya. Kesimpulannya, meskipun pendampingan berhasil pada UMKM yang berpartisipasi, tantangan masih ada dalam perluasan program ke seluruh UMKM di desa Trawa, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Pada Usaha Kerajinan Bambu di Kelurahan Pabuaran Kota Serang Sahrupi Sahrupi; Muhammad Nurhaula Huddin; Mohamad Jihan Shofa; Mohammad Dimas Adhitya; Mochammad Lingga Ramadhani
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2890

Abstract

KIM Warga Peduli adalah kelompok usaha masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Pabuaran. Kelurahan Pabuaran memiliki sumber daya alam berupa pohon bambu yang sangat melimpah dan mudah ditemui hampir disemua pelosok desa. Pada tahun 2019 dilakukan pengembangan tanaman bambu menjadi produk kerajinan lampu hias. Namun karena keterbatasan alat-alat produksi dan juga sarana pemasaran menyebabkan usaha kerajinan bambu pada daerah tersebut menjadi tersendat-sendar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kemudian dilakukan program pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat. Metode penyelesaian masalah pada kegiatan pengabdian meliputi koordinasi pendahuluan, sosialisasi program dan serah terima alat produksi dan pemasaran, melakukan instalasi alat produksi dan pemasaran, melaksanakan pelatihan, penyusunan dokumen  standarisasi, penerapan teknologi dan pendampingan. Adapun hasil kegiatan pengabdian diperoleh hasil perbaikan yang dilakukan meliputi 2 aspek yaitu pada bidang produksi dan bidang pemasaran. Solusi perbaikan pada bidang produksi yaitu tersedianya alat produksi dan pemasaran, tersedianya rancangan alur proses produksi dan layout area produksi, tersedianya standar kualitas produk dan desain produk baru, serta terlaksananya pelatihan penggunaan alat produksi dan pemasaran digital. Sedangkan perbaikan pada bidang pemasaran yaitu terciptanya merek produk kwaci, tersedianya website perusahaan dan akun promosi di media social, pelatihan foto produk, dan standar pengemasan produk
Penerapan Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) Sistem Bioflok pada Kelompok Tani Mandiri Fish Darmawati Darmawati; Rosanna Rosanna; Asriyanti Syarif; M. Awal Syawal; Abdul Rahman Ratuloli
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2906

Abstract

Kelompok Tani Mandiri fish merupakan kelompok yang membudidayakan ikan dengan pengelolaan sederhana sehingga jaminan keamanan produksi dan besaran pendapatan yang diperoleh tergolong rendah. Hal ini karena kurangnya pemahaman mereka terhadap konsep penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), sehingga diperlukan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang merupakan suatu proses memelihara dan/atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol dengan memperhatikan keseluruhan elemen dalam budidaya ikan yang dapat memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudidaya. Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat pembudidaya ikan yang tergabung di Kelompok Tani Mandiri Fish dapat menerapkan budidaya ikan khususnya pada sistem bioflok dengan konsep Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) pada ikan nila yang meliputi: pengelolaan kualitas air, pemilihan benih yang baik dan pakan ikan. Pengabdian ini didesign dengan mekanisme penyuluhan dan pelatihan. Hasilnya menunjukkan adanya Tingkat pemahaman dan pengetahuan dari anggota kelompok tentang cara budidaya ikan yang baik yang dibuktikan dari hasil Pretest dan posttest. Adanya pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan, setiap anggota kelompok tani dapat memahami pentingnya Cara Budidaya Ikan yang Baik dalam proses pemeliharaan ikan konsumsi. Dampak adanya pelatihan, anggota Kelompok Tani Mandiri Fish dapat menerapkan konsep Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sehingga jaminan keamanan dan produksi ikan meningkat dan layak dikonsumsi.Perlu pendampingan setelah pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan untuk membantu kelompok ini meningkatkan produksi dan pendapatan.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Digital Melalui Kegiatan Lesson Study Rahmawati Upa; Hafirah Patang; Rosmiati Rosmiati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2905

Abstract

Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini menjadi kebutuhan mendesak khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru untuk merancang dan menerapkan pembelajaran yang lebih efektif dan bervariasi. Namun ditemukan beberapa permasalahan mitra dalam hal ini, diantaranya: 1)mitra belum melakukan pembelajaran diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang bervariasi, 2) belum mampu mendesain multimedia interaktif, dan 3) kolaborasi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran masih sangat jarang dilaksanakan. Salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan Lesson Study, oleh karena itu PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran diferensiasi berbasis multimedia interaktif yang dilakukan melalui LS.  Mitra yang dilibatkan adalah guru Bahasa Inggris dari dua sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Berdasarkan pelaksanakan kegiatan ditemukan bahwa kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran diferensiasi dapat meningkat begitupun dengan kemamuan membuat multimedia interaktif. Selain itu kolaborasi guru dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran meningkat. Guru mampu merespon kebutuhan siswa dengan lebih baik, serta meningkatkan keterampilan teknologi mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan inklusif. Para guru mitra dasarankan untuk melakukan pengembangan berkelanjutan melalui komunitas belajar yang sudah dimiliki.
Penerapan Model Discovery Learning: Solusi Inovatif Pembelajaran 3D Basic Modelling Blender Pada MAN 10 Jakarta Barat Reva Ragam Santika; Ratna Ujiandari; Ari Saputro; Dolly Virgian Shaka Yudha Sakti
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2904

Abstract

Keterampilan 3D modeling semakin relevan dalam era digital, terutama di bidang kreatif dan desain. Pelatihan 3D modeling sejak dini dapat membekali pelajar dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan 3D modeling dasar menggunakan perangkat lunak Blender pada siswa [sekolah/tingkat]. Metode pembelajaran Discovery Learning yang melibatkan tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi dan evaluasi Countenance Evaluation Model untuk menilai pemahaman siswa secara holistik dari aspek konteks, proses, dan hasil. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil menarik minat peserta dan memberikan pemahaman dasar tentang 3D modeling. Siswa mampu membuat model sederhana, memahami konsep dasar pemodelan. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang membutuhkan bantuan tambahan. Pelatihan 3D modeling dasar menggunakan Blender terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Metode pembelajaran dan evaluasi yang digunakan dianggap relevan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan. Perlu adanya dukungan yang lebih intensif bagi siswa yang mengalami kesulitan. Integrasi materi 3D modeling ke dalam kurikulum sekolah dapat memperkaya pembelajaran siswa
Peningkatan Nilai Tambah Bawang Merah melalui Kegiatan ReFORm pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Warga Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan Nurlela Machmuddin; Eka Merdekawati; Made Gayatri; Andini T. Tunggadewi
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2877

Abstract

There is an increase in red onions production in Enrekang Regency every year. However, the current abundant red onion production is not balanced by an increase in the selling price of red onions which continues to fluctuate. Efforts are needed to increase the added value of red onions which are expected to provide new job opportunities that can increase community income. Efforts to achieve this goal are carried out through community service activities that carry the term reFORm. Reform activities consist of processing red onions products (re-change), processing red onions waste (re-cycle), calculating cost or sales prices (re-account), and marketing processed red onions (re-market). Service activities are carried out with a program implementation scheme through socialization and education, providing training, mentoring and evaluation. The implementation of activities carried out at the KWT Supplir production house with participants from KWT Supplir, and KWT Mekar Jujur Pararuk. The results of activities ranging from socialization to evaluation produced output in the form of improved packaging, the formation of a social media account for KWT Supplir as a forum to market their products and for KWT Meker Jujur, they have added to their KWT activities by starting to produce fried red onoins that are ready and suitable for the market
Implementasi Gerakan TOSS TBC melalui Program Intervensi Desa di Kabupaten Maros Hendra Gunawan; M. Fahrul Husni; Wahriyadi Wahriyadi; Ilham Putra Utama; Rahayu Marajabessy; Besse Qur'ani
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2837

Abstract

Gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC melalui Program Intervensi Desa di Kabupaten Maros bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus, pendampingan pasien, dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pemberdayaan masyarakat. Intervensi desa dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, petugas kesehatan, dan kelompok masyarakat peduli TBC. Program ini mencakup kegiatan penyuluhan, investigasi kontak, dan pendekatan ketuk pintu yang dirancang untuk mengidentifikasi, mendeteksi, dan mengobati TBC secara komprehensif. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan TBC, peningkatan kapasitas kader dalam pendampingan pengobatan, serta penurunan stigma terhadap pasien TBC. Program ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain untuk mendukung upaya eliminasi TBC yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Teknologi Digital Marketing Dalam Upaya Promosi Desa Wisata Imam Husni Al Amin; Dewi Handayani Untari Ningsih; Joko Handoyo; Muhammad Lutfi Mahasinul Akhlak; Veronica Lusiana; Budi Hartono
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2862

Abstract

Pengembangan potensi wilayah dapat mendorong kesadaran masyarakat desa yang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata. Namun tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun dan mengelola potensi wisata tersebut. Tujuan pegabdian Masyarkat ini adalah untuk mengidentifikasi peran tokoh pelopor dan penggerak masyarakat, khususnya pemuda, dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan Desa Wisata Wonolopo melalui strategi digital marketing. Metode deskriptif dan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi peran masyarakat dan pemuda dalam pengembangan desa wisata, serta bagaimana digital marketing diterapkan sebagai alat utama untuk mempromosikan potensi desa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil pengabdian ini menunjukkan keterlibatan aktif pemuda sebagai inisiator dan penggerak dalam memanfaatkan teknologi informasi, terutama media sosial dan platform digital  berdampak positif pada peningkatan kunjungan wisata dan revitalisasi ekonomi lokal, sehingga dapat disimpulkan bahwa digital marketing merupakan strategi yang efektif dalam mempromosikan desa wisata, dengan peran aktif pemuda sebagai kunci suksesnya implementasi strategi tersebut. Selanjutnya dapat dikembangkan model pelatihan digital marketing bagi masyarakat desa lain yang memiliki potensi wisata serupa, serta melakukan evaluasi terhadap dampak jangka panjang.