cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 353 Documents
Analisis Hubungan Patient Boarding (Lama Tinggal Pasien Di IGD) Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rsud Dr. Adjidarmo Dianahan, Dianahan; Aminingsih, Purwanti; Pandjaitan, Costy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8263

Abstract

Latar belakang: Patient boarding atau lama tinggal pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah keputusan rawat inap ditetapkan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu alur pelayanan rumah sakit. RSUD Dr. Adjidarmo sebagai rumah sakit umum daerah menghadapi tantangan tingginya kunjungan IGD yang berpotensi menyebabkan patient boarding berkepanjangan dan berdampak pada kepuasan pasien rawat inap. Tujuan penelitian: untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor patient boarding (ketersediaan tempat tidur, overcrowding, proses administrasi, dan ketersediaan tenaga kesehatan) terhadap kepuasan pasien rawat inap. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain explanatory cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap yang masuk melalui IGD tahun 2025. Sampel dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan rumus Slovin (margin error 10%) berjumlah 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan di analisis menggunakan uji korelasi serta regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian: terdapat korelasi positif antara faktor ketersediaan tempat tidur, proses administrasi dan ketersediaan tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien, dan terdapat korelasi negatif antara faktor overcrowding dengan kepuasan pasien. Secara parsial, overcrowding dan proses administrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p > 0,05). Sebaliknya, ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan, dengan tenaga kesehatan sebagai faktor dominan (t = 8,320; p < 0,05). Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F = 76,098; R² = 0,752). Kesimpulan: Overcrowding mempunyai korelasi negatif terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien rawat inap dipengaruhi oleh ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.Kata Kunci: Patient Boarding, Overcrowding, IGD, Kepuasan Pasien, Tempat Tidur, Tenaga Kesehatan
Analisis Faktor Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) Perawat pada Rawat Inap terhadap Policy Brief RSUD Balaraja Tahun 2025 Rohmah, Siti Mulyatul
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.7544

Abstract

The Integrated Patient Progress Notes (CPPT) are a crucial component of medical records because they support continuity of care, ensure patient safety, and improve the quality of hospital services. This study was conducted to identify various factors contributing to the incomplete filling of CPPT by nurses in the inpatient ward of Balaraja Regional General Hospital, which will then form the basis for the preparation of a policy brief related to improving the quality of nursing documentation. This study used a qualitative approach with in-depth interviews with nurses, ward heads, medical record unit heads, and hospital management, as well as document observation. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of this study indicate that the main factors contributing to incompleteness are high workloads, time constraints, lack of training, weak supervision, and the absence of strict sanctions. The implementation of electronic medical records (EMR) has improved readability and consistency, but has not yet fully improved the content of records such as SOAP and nursing plans. The conclusion of this study emphasizes the importance of policy interventions based on training, supervision, and optimization of electronic systems to improve the quality of CPPT documentation. Keywords: Integrated Patient Progress Notes (CPPT), Incomplete Documentation, Inpatient Nurses, Policy Brief, Balaraja Regional General Hospital.
Pengaruh Brand Image Dan Social Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Electronic Word Of Mouth Sebagai Variabel Intervening Andriana Putri, Irene Shilvy; Prabowo, Heri; Indiworo, Hawik Ervina
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8503

Abstract

Abstrak Studi ini diarahkan untuk mengkaji hubungan antara citra merek serta aktivitas pemasaran melalui media sosial terhadap Keputusan Pembelian melalui komunikasi elektronik antar konsumen sebagai variabel perantara pada pelanggan Fore Coffee di Semarang. Penelitian menerapkan metode numerik melalui rancangan penelitian penjelasan berbasis pengumpulan kuesioner cross-sectional. Sampel berjumlah 97 partisipan penelitian ditentukan berdasarkan kriteria tertentu. Informasi diperoleh melalui survei daring berskala lima dan diolah menggunakan SEM-PLS. Temuan mengungkapkan bahwa citra merek serta pemasaran media sosial memiliki pengaruh bermakna terhadap e-WOM. Selain itu, e-WOM dan Social Media Marketing memberikan dampak yang menguntungkan dan bermakna terhadap keputusan konsumen. Akan tetapi, citra merek tidak menunjukkan pengaruh langsung yang memiliki pengaruh bermakna terhadap keputusan konsumen, serta analisis mediasi mengonfirmasi bahwa e-WOM tidak mampu memediasi pengaruh Brand Image maupun pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan konsumen. Hasil ini menunjukkan bahwa praktik pemasaran digital yang menarik dan interaktif lebih efektif dalam mendorong keputusan pembelian dibandingkan citra merek semata. Penelitian ini memperkaya kerangka kerangka teoretis pemasaran berbasis digital yang juga menawarkan kegunaan aplikatif organisasi dalam merancang strategi media sosial guna mendorong keputusan pembelian. Kata kunci: Brand Image, Social Media Marketing, Electronic Word of Mouth, Keputusan Pembelian, SEM-PLS
Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Yang Fimediasi Oleh Perilaku Disiplin (Studi Pada Karyawan Kontrak Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Pusdikkes) Mahastuti, Made Astintya Sinta; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8261

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan kontrak sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan kerja, dengan perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (path coefficient 0,373; p-value 0,000) serta terhadap perilaku disiplin (0,584; p-value 0,000). Lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (0,641; p-value 0,000) dan perilaku disiplin karyawan (0,376; p-value 0,000). Selain itu, perilaku disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (0,298; p-value 0,000). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa perilaku disiplin memediasi secara signifikan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja (0,174; p-value 0,000) serta memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (0,112; p-value 0,001). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi dan lingkungan kerja yang baik tidak hanya meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui penguatan perilaku disiplin karyawan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi dalam meningkatkan kinerja melalui pengembangan budaya kerja dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung perilaku disiplin. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan, Perilaku Disiplin, Rumah Sakit Militer
Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien BPJS di Puskesmas Kota Ratu Kabupaten Ende Sengadji, Muhamad Ibrahim; Wiliyanarti, Pipit Festi; Nurida, Annisa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.7336

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak dasar manusia yang dijamin oleh negara melalui program BPJS Kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan dan minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang pasien BPJS di Puskesmas Kota Ratu Kabupaten Ende. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study dan melibatkan 102 responden pasien rawat jalan peserta BPJS yang dipilih melalui teknik Accidental Sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara dimensi mutu pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) dengan minat kunjungan ulang. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan memiliki hubungan signifikan dengan minat kunjungan ulang pasien (p < 0,05), dengan dimensi responsiveness sebagai faktor paling berpengaruh (p = 0,000). Sebagian besar responden (59,8%) menyatakan melakukan kunjungan ulang, yang menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan Puskesmas. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan, khususnya aspek daya tanggap dan keandalan, berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang pasien BPJS. Peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan penting dilakukan untuk menjaga kepuasan pasien dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dasar.
ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK RESTU BUNDA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Effenmeita, Regina; Indrawati, Lili; Suratmi, Tri
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8467

Abstract

Perawat merupakan salah satu elemen penting SDM Kesehatan dengan populasi terbanyak di setiap Rumah Sakit. Diperlukan perhitungan beban kerja objektif berbasis data untuk menentukan jumlah SDM perawat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai pengelolaan SDM yang efektif dan efisien. Beban kerja merupakan suatu kegiatan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemegang tanggung jawab yaitu pekerja dalam jangka waktu tertentu WHO mengembangkan pendekatan untuk memperkirakan kebutuhan tenaga perawat yang dikenal sebagai Workload Indicator of Staffing Need (WISN).Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beban kerja perawat di unit rawat inap RSIA Restu Bunda Bandar Lampung tahun 2024 dan membuat proyeksi kebutuhan tenaga perawat di tahun 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan jenis operational research yang dilakukan pada bulan December 2024 – Januari 2025 dengan pendekatan mixed method. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan komponen beban kerja melalui wawancara terstruktur dan mendalam pada informan kunci, dilanjutkan dengan metode kuantitatif (Time- Study) untuk menghitung waktu tiap kegiatan yang dilakukan oleh perawat di unit rawat inap RSIA Restu Bunda Bandar Lampung. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan software NVIVO 12 dan data kuantitatif digunakan dalam perhitungan analisis beban kerja WISN. Hasil penelitian didapatkan beban kerja pada ruang rawat inap ibu dalam kondisi Fit (Rasio WISN = 1) dan Underload pada ruang rawat inap anak (Rasio WISN = 1,125). Kebutuhan perawat di tahun 2025 dihitung dengan menggunakan ekstrapolasi data tahun sebelumnya dan didapatkan kebutuhan perawat pelaksana sebanyak 25 orang.
Peran Komitmen Manajemen Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Sari Widjaja, Trees Nia; Astuti, Tri; Samsu, Ridha Aprillah; Hening Bumi, Ahimsa Sanggya; Mandala, Nesha Adelina; Paramarta, Vip
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.7633

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit merupakan indikator utama kinerja organisasi pelayanan kesehatan dan menjadi fokus penting dalam pengelolaan rumah sakit modern. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan mutu pelayanan adalah komitmen manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komitmen manajemen dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 120 tenaga kesehatan dan staf manajerial rumah sakit, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen manajemen berada pada kategori tinggi, sedangkan mutu pelayanan rumah sakit berada pada kategori baik. Analisis regresi menunjukkan bahwa komitmen manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pelayanan rumah sakit (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa komitmen manajemen memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Penguatan komitmen manajemen perlu menjadi prioritas strategis dalam pengelolaan rumah sakit untuk mewujudkan pelayanan yang bermutu dan berkelanjutan. Kata kunci: Komitmen Manajemen, Mutu Pelayanan, Rumah Sakit, Manajemen Kesehatan.
Analisis Pengaruh Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Sosial terhadap Penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah (UGB) Di Mamuju Sulawesi Barat Aras, Aras; Hakim, Hamka; Nohong, Mursalim
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8525

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Sosial terhadap penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah (UGB) di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya penyelenggaraan UGB yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait perizinan dan transparansi pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk mengetahui pengaruh variabel pengawasan terhadap penyelenggaraan UGB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan PPNS berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyelenggaraan UGB, yang tercermin dari meningkatnya kepatuhan penyelenggara terhadap ketentuan perizinan, transparansi proses undian, serta perlindungan kepentingan masyarakat. Namun demikian, efektivitas pengawasan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan kurang optimalnya pemahaman penyelenggara terhadap sistem perizinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pengawasan PPNS sangat diperlukan guna mewujudkan penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah yang tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.Kata kunci: Pengawasan, PPNS, Undian Gratis Berhadiah, Dinas Sosial, Tata Kelola Pemerintahan.
Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Triani, Sylvia Muthia; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap
Pengaruh Inpatient Experience Terhadap Patient’s Well-Being: Studi Terhadap Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Di Jakarta Hutapea, Ruth Normalianti; Antonio, Ferdi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.7456

Abstract

ABSTRAK Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana inpatient experience memengaruhi kesejahteraan pasien tuberkulosis (TB) di rumah sakit umum daerah di Indonesia, dengan menguji pemberdayaan pasien sebagai faktor mediasi. Studi ini menekankan pentingnya pelayanan berpusat pada pasien yang tidak hanya fokus pada kebutuhan medis, tetapi juga kebutuhan psikososial. Metode: Survei potong lintang dilakukan pada 154 pasien TB paru rawat inap di satu rumah sakit umum daerah di Jakarta antara bulan Januari hingga Juni 2025. Kuesioner Picker Patient Experience diadaptasi untuk konteks perawatan TB, mencakup tujuh domain pengalaman pasien. Pemberdayaan pasien dan kesejahteraan diukur menggunakan instrumen terstandarisasi. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menilai pengaruh langsung dan mediasi. Hasil: Responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (52%), berada pada usia produktif (18–59 tahun: 89,3%), dan berpendidikan SMA (57,8%). Inpatient experience berpengaruh kuat terhadap kesejahteraan (β = 0,779; p < 0,01), sementara pemberdayaan menunjukkan efek mediasi yang lebih lemah (β = 0,076). Dimensi kontinuitas dan transisi merupakan aspek yang paling berpengaruh, sedangkan informasi dan edukasi menjadi area yang memerlukan peningkatan. Model ini menjelaskan 73,8% varians kesejahteraan. Kesimpulan: Inpatient experience merupakan tujuan utama kesejahteraan pasien TB. Optimalisasi proses perawatan selama rawat inap, khususnya melalui penguatan komunikasi, edukasi pasien, dan dukungan emosional dapat meningkatkan pemberdayaan, mempercepat pemulihan, dan mendukung strategi nasional pengendalian TB. Kata kunci: Tuberkulosis; Inpatient experience; Pemberdayaan; Kesejahteraan; Rumah sakit umum daerah; PLS-SEM. ABSTRACT Objectives: This study examined how inpatient experience influences the well-being of tuberculosis (TB) patients in Indonesian public hospitals, with patient empowerment tested as a mediating factor. The research highlights the importance of patient-centered care that addresses psychosocial as well as medical needs. Methods: A cross-sectional survey was conducted among 161 pulmonary TB inpatients in three Jakarta public hospitals between January and June 2025. The Picker Patient Experience questionnaire was adapted for TB care, covering seven domains. Patient empowerment and well-being were measured using validated scales. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was employed to analyze direct and mediating effects. Results: Respondents were mainly female (52%), in productive age (18–59 years: 89.3%), and high school graduates (57.8%). Inpatient experience strongly predicted well-being (β=0.779, p

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue