cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
FORMULASI SEDIAAN REPELLENT SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DAN EKSTRAK SEREH (Cymbopogon nardus L Rendle.) Ida Kristianingsih; Ika Nur Febriana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i2.177

Abstract

Nyamuk merupakan vektor yang menyebabkan berbagai  penyakit  antara lain DBD, penyakit kaki gajah, dan malaria. Hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dan berbahaya sehingga perlu upaya untuk mencegahnya. Salah satunya dengan perlindungan yang berasal dari diri sendiri misalnya dengan menggunakan lotion antinyamuk. Minyak atsiri (linalool, estragol, geraniol, eugenol dan sineol) yang terkandung dalam kemangi dan citronellal yang terkandung dalam sereh merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai penolak nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik dan efektivitas repellent sediaan lotion kombinasi ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dan ekstrak sereh (Cymbopogon nardus L Rendle.). Repellent sediaan lotion diformulasikan dengan perbandingan konsentrasi ekstrak F1 10% dan F2 15%.  Ekstraksi kemangi dan sereh menggunakan metode maserasi dengan pelarut N-heksan dan didapat rendemen sebesar 6,258% untuk ekstrak kemangi dan 8,842% untuk ekstrak sereh. Repellent sediaan lotion dilakukan uji stabilitas dengan metode freeze and thaw pada parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, daya lekat, daya sebar, dan efektivitas. Hasil setelah uji stabilitas menunjukkan perubahan organoleptis dari betuknya karena pengaruh suhu, perubahan nilai pH, perubahan daya lekat dan daya sebar, serta menurunnya efektivitas repellent. Kesimpulan penelitian ini adalah repellent sediaan lotion yang dibuat memenuhi persyaratan uji karakteristik yang ditetapkan dan efektif dalam menolak nyamuk
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 2 Tahun 2022 Sri Fitrianingsih
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i2.218

Abstract

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METFORMIN-GLIMEPIRID VERSUS METFORMIN-VILDAGLIPTIN TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2022 willi wahyu timur; Amalia Ayu Rizkiani; Naniek Widyaningrum
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i2.215

Abstract

Gangguan metabolisme tubuh yang sering dialami oleh penduduk Indonesia yaitu Diabetes Melitus. Penyebab diabetes melitus yakni kegagalan sekresi insulin yang menimbulkan tingginya kadar gula dalam darah sehingga metabolisme protein, lipid dan karbohidrat ikut terganggu. Terdapat dua teknik yang diimplementasikan untuk mengobati penyakit diabetes melitus yakni terapi non-farmakologi dan farmakologi. Di beberapa negara, dua obat antidiabetik (OAD) yang paling terkenal sebagai obat penurun kadar gula darah sebagai lini kedua untuk pengobatan pasien DM tipe 2 adalah sulfonilurea (SUs) dan dipeptidyl peptidase 4 inhibitor (DPP4i). Sampel dalam riset yakni penderita diabetes melitus tipe 2 dan tujuan riset yakni memahami rasio tingkat keefektivan pengimplementasian obat antidiabetik oral kombinasi glimepirid dan meformin dengan kombinasi vildagliptin dan metformin terhadap terhadap penurunan kadar gula darah. Riset ini mengimplementasikan rancangan cohort analysis berteknik observasional dengan sifat prospektif. Teknik purposive sampling diimplementasikan untuk mengumpulkan data dan harus memenuhi kategori ekslusi dan inklusi. Untuk menganalisis data mengimplementasikan pengujian mann whitney beserta t-independent. Kemudian untuk mempermudah penganalisaan menggunakan bantuan software SPSS. Jumlah subjek dalam riset yakni 35 pasien. Hasil data diperoleh penggunaan metformin-glimepirid 54,3%, sedangkan metformin-vildagliptin 45,7%. Berdasarkan pengujian t-independent pada penderita diabetes melitus tipe 2 didapatkan nilai p melebihi 0,05 yakni 0,815, sehingga tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan HbA1C. Begitu juga dari hasil pengujian mann whitney pada penderita diabetes melitus tipe 2 didapatkan nilai p melebihi 0,05 yakni 0,778, sehingga tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan GDS. Maka dari itu, kesimpulan dari riset yang dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Islam Sultan Agung periode 2022 yakni tidak ditemukan signifikansi perbedaan tingkat efektivitas pada penggunaan kombinasi metaformin-vildagliptin dan metaformin glimepirid dengan GDS dan HbA1C.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEDIAAN KRIM MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) Dessy Erliani Mugita Sari; Ricka Islamiyati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.205

Abstract

Minyak biji kelor mengandung asam lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Moringa Seed Oil atau minyak biji kelor merupakan minyak yang berasal dari ekstrak biji kelor (Moringa oleifera L.) yang banyak mendapatkan perhatian industri obat, kosmetik dan pangan, sebagai Sun Protection Factor atau SPF. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik dan nilai SPF minyak biji kelor (Moringa oleifera L.). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Minyak biji kelor yang diformulasikan dalam sediaan vanishing cream dengan variasi perbedaan konsentrasi minyak biji kelor yaitu F1 basis, F2 2%, F3 4% dan F4 6%. Sediaan vanishing cream dievaluasi sifat fisiknya seperti organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sifat fisik krim minyak biji kelor yang meliputi homogenitas meliputi F1,F2,F3 dan F4 krim memenuhi syarat homogen tidak adanya butiran kasar. Organoleptis meliputi F1,F2,F3 dan F4 krim berwarna putih tulang, bau khas oleum rosae, bentuknya semi padat, lembut,tidak lengket dan sedikit berminyak. pH meliputi F1,dengan rata-rata 6, F2,F3,F4 dan F5 dengan rata-rata 5 memenuhi syarat pH yang baik yaitu antara 4,5-8. Daya sebar meliputi F1 dengan rata-rata 6,3 cm, F2 dengan rata-rata 6,5 cm, F3 dengan rata-rata 6,6 cm dan F4 dengan rata-rata 6,6 cm memenuhi syarat daya sebar yang baik yaitu antara 5-7 cm. Daya lekat meliputi F1 dengan rata-rata 4,85 detik, F2 dengan rata-rata 5,27 detik, F3 dengan rata-rata 6,69 detik dan F4 dengan rata-rata 8,17 detik memenuhi syarat daya lekat yang baik yaitu 4 detik. Viskositas meliputi F1 dengan rata-rata 20221,2 cPs, F2 dengan rata-rata 20230,6 cPs, F3 dengan rata-rata 20237,5 cPs, dan F4 dengan rata-rata 20241,1 cPs memenuhi syarat viskositas yang baik yaitu antara 4000-40.000 cPs. Sedangkan klasifikasi kekuatan dari nilai SPF krim minyak biji kelor termasuk dalam penggolongan SPF sedang (medium) yaitu antara 12-19
ANALISIS POTENSI FRAUD PADA PELAYANAN FARMASI RAWAT INAP Eny Rahayu; Sutopo Patria Jati; Suhartono Suhartono
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.197

Abstract

Manajemen pelayanan farmasi terkait dengan potensi fraud pada saat pemberian perbekalan farmasi yang dibutuhkan untuk pelayanan pasien rawat inap. Salah satunya retur perbekalan farmasi pada pasien rawat inap setelah close billing yang tinggi kemudian terjadi penurunan, hal ini berpotensi menjadi bagian dari tindakan fraud. Kejadian fraud pada permasalahan retur perbekalan farmasi di rumah sakit ini dapat menyebabkan berbagai kerugian baik pada rumah sakit sendiri, terhadap pasien ataupun pada negara, sehingga potensi fraud ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor tekanan, kesempatan, rasionalisasi apakah menjadi penyebab potensi fraud pada pelayanan farmasi rawat inap dan upaya pencegahannya. Menggunakan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian sebanyak 10 informan dari Instalasi Farmasi dan Instalasi Rawat Inap Kelas III Unit Stroke. Subjek penelitian merupakan staf dari Instalasi Farmasi dan Instalasi Rawat Inap Kelas III Unit Stroke. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) faktor tekanan, yaitu tekanan keuangan dan tekanan pekerjaan tidak menjadi penyebab untuk melakukan tindakan fraud. 2) faktor kesempatan, yaitu kesempatan dengan pengendalian internal dan pengawasan eksternal tidak menjadi penyebab untuk melakukan tindakan fraud. 3) faktor rasionalisasi, yaitu pembenaran terhadap tindakan yang dilakukan oleh sebagian besar informan terjadinya tindakan fraud untuk perbekalan farmasi close billing tidak dilakukan retur dengan alasan jumlahnya sedikit, digunakan untuk pasien lainnya yang membutuhkan cito, obat sudah di handling/diracik, obat dengan penggunaan multidose, obat/alat kesehatan yang sudah terbuka segelnya, penyimpanan yang tidak sesuai persyaratan, 4) upaya pencegahannya dengan sosialisasi tentang tindakan fraud yang mungkin terjadi di pelayanan rawat inap oleh tim pencegahan kecurangan (fraud). Simpulan dari penelitian ini faktor tekanan dan kesempatan tidak menjadi penyebab untuk melakukan tindakan fraud sedangkan faktor rasionalisasi sebagian informan menyampaikan menjadi penyebab terjadinya potensi fraud pada pelayanan farmasi rawat inap.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DI DESA SEMIREJO KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI Wildayanti Wildayanti; Yulia Pratiwi; Mera Putri Pratitis; Hesti Fatmawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.223

Abstract

Covid-19 merupakan virus yang ditularkan secara zoonosis antara manusia dan hewan. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya pencegahan dalam menangani masalah Covid-19 yang mana dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk vaksinasi covid-19 ditentukan dari pengetahuan masyarakat. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Pengetahuan mendasari seseorang dalam mengambil sebuah keputusan dan menentukan tindakan dalam menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat prospektif, dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu acidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Dengan sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data dari dari penelitian ini menggunakan Rank Spearman. Hasil karakteristik responden paling banyak yaitu untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 61 responden (55,5%), untuk usia remaja (17-25 tahun) sebanyak 53 responden (48,2%), untuk pendidikan SMA/SMK sebanyak 67 responden (60,9%), untuk pekerjaan buruh sebanyak 31 responden (28,2%). Hasil analisis didapatkan pengetahuan cukup dan hasil penelitian dari kesadaran yaitu baik. Hasil analisa Rank Spearman mendapatkan nilai sig (0,014) pvalue (0,05) dengan tingkat keeratan 0,226 yang positif. Yang berarti tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 memiliki hubungan yang lemah terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati tahun 2022.  Sedangkan arti positif yaitu searah sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 maka semakin baik pula kesadaran yang dimiliki masyarakat. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 terhadap kesadaran masyarakat di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dengan tingkat keeratan yang lemah.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA SUPPLY CHAIN PERSEDIAAN FARMASI SAAT PANDEMI COVID-19 Kusreni Kusreni; Sutopo Patria Jati; Suhartono Suhartono
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.196

Abstract

Manajemen risiko rantai pasok dalam persediaan farmasi di Rumah sakit memerlukan perhatian serius dari para manajer, selain karena risiko itu sering terjadi, juga dampak signifikan dari potensi kejadian risiko terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.Umumnya kinerja rantai pasok, berhubungan dengan keandalan, kecepatan dalam merespon, ketepatan dalam pengadaan, ketepatan dalam  pemenuhan  fulfilment, fleksibilitas, biaya, dan ketepatan lead time dari aktivitas logistik.Potensi kejadian risiko-risiko tersebut bisa terjadi, dan bila benar - benar terjadi, tentu akan berdampak pada kinerja manajemen rantai pasok persediaan Farmasi di Rumah sakit. Manajemen risiko juga perlu dipertimbangkan dalam kondisi tidak normal misalnya kondisi bencana. Seperti pada sekarang ini yaitu sedang mewabahnya pandemi covid-19. Penelitiaan ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Focus Group Disscussion (FGD) kepada informan yang terdiri dari penanggung jawab logistik instalasi farmasi, petugas Gudang farmasi, kepala Unit Layanan Pengadaan dan staf Unit Layanan pengadaan .Hasil yang diperoleh pada identifikasi risiko dan analisis manajemen risiko pada supply Chain persediaan farmasi saat pandemic covid-19 asesmen risiko sudah dapat menghasilkan daftar risiko, perlakuan risiko sudah benar namun belum menurunkan tingkat kegawatan risiko dikarenakan kompleksitas dari rencana perlakuan tersebut. Karena banyak faktor eksternal yang terlibat. Komunikasi masih tergolong kurang berjalan baik, bagi internal Instalasi Farmasi maupun dari unit kerja terhadap ekternal Rumah Sakit, namun  konsultasi sudah berjalan dan menghasilkan solusi, walaupun tidak punya daya ungkit yang berarti. Integrasi pengelolaan supply dan demand yang saling berhubungan dengan pergerakan antara produk maupun pelayanan jasa dari pemasok ke pelanggan. Kinerja dan kualifikasi dari pemasok harus menjadi Analisa risiko dalam proses rantai pasok persediaan farmasi rumah Sakit, pemasok yang buruk merupakan salah satu resiko yang dihadapi pembeli ( rumah sakit), sehingga pembeli harus memperhatikan hal tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN PEPAYA(Carica papaya L.) DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT DIABETES MELITUS TIPE II Dian Arsanti Palupi; Irsha Intan Armita; Lilis Sugiarti
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.226

Abstract

Diabetes Melitus tipe II terjadi akibat adanya kerusakan atau gangguan sekresi insulin. Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, tanin dan saponin. Aktivitas fisik secara teratur dapat memperbaiki kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan glukosa darah pada mencit diabetes melitus tipe II dengan desain pre and post test control group dsign, menggunakan 30 ekor mencit jantan Swiss Webster dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif CMC Na (K1), kelompok kontrol positif Glibenklamid (K2), kelompok ekstrak daun pepaya (K3), kelompok aktifitas fisik (K4) dan kelompok kombinasi ekstrak daun pepaya dan aktivitas fisik (K5). Diinduksi aloksan kemudian dipuasakan 12 jam diukur kadar glukosa (pre test) 126 mg/dL. Pemberian ekstrak diberikan p.o 1 kali sehari selama 12 hari dan aktivitas fisik dilakukan 3 hari sekali, pada hari ke 12 dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah (Post test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun pepaya dan aktivitas fisik berenang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif nilai p.0.093. Kesimpulan, ekstrak daun pepaya mengandung flavonoid, tanin dan saponin dikombinasi dengan aktivitas fisik berenang mampu menurunkan kadar glukoksa darah sebear 45,81%.
EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN DAUN PARE (Momordica charantia L.) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON 5% Hasty Martha Wijaya; Rifda Naufa Lina
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.224

Abstract

Demam merupakan kondisi terjadinya kenaikan suhu diatas suhu normal tubuh. Demam terjadi sebagai pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, bakteri, dan virus. Pada penelitian sebelumnya, daun kelor (Moringa charantia Lam.) dan daun pare (Momordica charantia L.) mengandung flavonoid dan secara ilmiah ekstrak tunggal kedua tanaman tersebut memiliki aktivitas sebagai antipiretik. Flavonoid dapat menghambat enzim siklosigenase khususnya siklooksigenase 2 yang berperan dalam biosintesis prostaglandin yang merupakan mediator demam sehingga dapat menurunkan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antipiretik kombinasi ekstrak daun kelor dan daun pare pada mencit yang diinduksi pepton 5% dan untuk membandingkan dengan ekstrak tunggalnya. Jenis penelitian ini  bersifat true eksperimental. Sampel menggunakan mencit jantan berjumlah 28 mencit dan terbagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (Parasetamol 1,3 mg/20 gram BB mencit), kontrol negatif (CMC-Na), ekstrak daun kelor (EDK) mengandung 400 mg/kg (100%), ekstrak daun pare (EDP) mengandung 2,268 mg ekstrak/100 g BB/2 mlBB (100%); EDK 75% : EDP 25%; EDK 50% : EDP 50%; dan EDK 25% : EDP 75% yang diinjeksikan secara intraperitoneal pada mencit. Pengukuran suhu dilakukan dengan interval waktu 1 jam selama 5 jam. Hasil penelitian dianalisis dengan SPSS menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil menunjukkan kombinasi EDK dan EDP tidak ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif, sehingga dosis kombinasi EDK dan EDP mempunyai efektivitas terhadap antipiretik, dibandingkan dosis tunggal ekstrak.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 Sri Fitrianingsih
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.234

Abstract