cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ONKOLOGI SOLO Hilda Fanesa Putri; Lusia Murtisiwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.235

Abstract

High-alert medication (HAM) merupakan definisi suatu perobatan pada saat ketidak sengajaan penggunaannya. Kelompok obat high-alert meliputi obat yang terlihat mirip dan kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM, atau Look Alike Sound Alike/LASA), elektrolit konsentrasi tinggi (misalnya kalium klorida 2meq/ml atau yang lebih pekat, kalium fosfat, natrium klorida lebih pekat dari 0,9%, dan magnesium sulfat =50% atau lebih pekat), dan obat sitostatika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi secara langsung mengggunakan lembar checklist evaluasi kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Onkologi Solo diperoleh hasil sebesar 97,18% pada obat high alert kategori LASA, 100% pada obat high alert kategori eleketrolit konsentrat tinggi dan 66,67% pada obat high alert kategori sitostatika dengan indikator kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SNARS 2022 dan Standar Prosedur Operasional (SPO) Praktik Apoteker Indonesia Tahun 2013. 
EFEKTIVITAS TERAPI POST TRABEKULEKTOMI PADA PASIEN GLAUKOMA DI RUMAH SAKIT MATA SOLO Retnowati Adiningsih; Heni Setyoningsih
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.248

Abstract

Glaukoma merupakan penyakit yang mengakibatkan kerusakan saraf optik sehingga terjadinya gangguan sebagian atau seluruh lapang pandang diakibatkan oleh tingginya tekanan bola mata seseorang, apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan. Prevalensi glaukoma di Indonesia sebesar 0,46%. Salah satu penatalaksanaannya dengan tindakan trabekulektomi. Sebelum dilakukan trabekulektomi, pasien mendapatkan terapi pre trabekulektomi dan setelahnya mendapatkan terapi post trabekulektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi pre dan post trabekulektomi pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Mata Solo. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental deskriptif bersifat retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien glaukoma Rumah Sakit Mata Solo periode Januari - Oktober 2021. Efektivitas terapi post trabekulektomi dilihat dari kategori complete success bila TIO ? 21 mmHg tanpa obat antiglaukoma dan qualified success bila TIO ? 21 mmHg atau terjadi penurunan TIO ? 30% dengan obat antiglaukoma. Hasil penelitian ini didapatkan sampel post trabekulektomi sebanyak 73 pasien, 53 pasien (72,60%) efektif dalam terapi post trabekulektomi dan 20 pasien (27,40%) tidak efektif dalam terapi post trabekulektomi.
FORMULASI NANOEMULGEL MINYAK ATSIRI PALMAROSA (Cymbopogon martinii) DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASINYA Disa Andriani; Muhammad Saiful Amin
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.236

Abstract

 Palmarosa Essential Oil has the potential as an anti-inflammatory because it contains flavonoids, terpenoids, steroids. Nanotechnology can be used in dosage delivery systems, so that topical nanoemulgel preparations are made. This study aims to determine the physical quality of nanoemulgel and the effect of nanoemulgel preparations on anti-inflammatory effects in Wistar rats.The preparation of this nanoemulgel uses 3 formulas, with different ratios of Tween 80 and PEG 400, F1 tween 80 34% PEG 400 26%, F2 tween 80 36% PEG 400 24%, F3 tween 80 38% PEG 400 22%. The anti-inflammatory test method was carried out by subcutaneously inducing 2% carrageenin on the rat's back, resulting in edema formation. The data obtained was tested statistically with one-way ANOVA.The nanoemulsion characteristics test showed that all formulas were o/a type nanoemulsions, did not separate in the centrifugation test and the particle size was known to be F1 (149 nm), while F2 (136.6 nm) and F3 (132 nm). The physical quality test of nanoemulgel F1, F2, and F3 met all the requirements for a good physical quality test. The results of the F3 nanoemulgel anti-inflammatory test had the highest % inhibition of inflammation at 41.53% and based on statistical tests it was seen that the p-value 0.05 significance level which means not significantly different from the positive control
EVALUASI PERESEPAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL TIPE II DENGAN PENYAKIT PENYERTA PADA PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Rifda Naufa Lina; Aisha Ratna Nuringtyas
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.249

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein serta menghasilkan komplikasi kronik seperti mikrovaskular, makrovaskular, dan gangguan neuropati sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antidiabetik oral tipe II pada pasien BPJS rawat jalan dengan penyakit penyerta  berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, golongan obat dan jenis obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD RAA Soewondo Pati. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif secara retrospektif. Didentifikasi kriteria sampel, pencatatan data dan pengolahan data dengan microsoft excel berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, golongan obat dan jenis obat antidiabetik oral yang sering diresepkan. Pada penelitian ini diperoleh hasil untuk kelompok usia 40 tahun dengan persentase 98,76% dan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan diperoleh persentase sebesar 60,68% pada pasien BPJS rawat jalan dengan hasil penyakit penyerta tertinggi yaitu hipertensi sebesar 49,85%. Untuk golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan Sulfonilurea sebesar 49,39% serta jenis obat yang sering diresepkan adalah obat glimepiride dengan persentase 28,57%. Penggunaan obat Glimepiride dengan penyakit penyerta hipertensi paling banyak diresepkan di RSUD RAA Soewondo Pati.
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA ANAK DAN BALITA DI DESA KANDANGMAS KABUPATEN KUDUS Wildayanti Wildayanti; Yulia Pratiwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.242

Abstract

Pneumonia adalah  infeksi pada jaringan paru-paru, sehingga kantung udara di paru-paru dipenuhi mikroorganisme. Pneumonia merupakan penyakit infeksi penyebab kematian terbesar sebanyak (14,9%) dilaporkan per tahun, pneumonia dapat menyerang pasien dari segala usia mulai bayi, anak-anak hingga orang tua. Salah satu faktornya penyebab yaitu kurangnya pengetahuan orang tua terkait penyakit pneumian dan cara pencegahannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan pneumonia anak dan balita di Desa Kandangmas Kabupaten Kudus. Jenis penelitian kuantitatif non eskperimental dengan desain penelitian menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan prospektive cross-sectional dimana data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pendistribusian kuesionerr. Data kuantitatif akan dianalisis mengunakan SPSS 25 kemudian diolah menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa 10 responden (10%) meiliki pengetahuan yang baik tentang pneumonia, 46 responden (46%) memiliki pengetahuan yang kurang baik dan 44 responden (44%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang pneumonia. Prilaku pencegahan penyakit pneumonia dengan kategori kurang baik yaitu sebanyak 47 responden (47%), cukup 35 responden (53%) dan baik 18 responden (18%). Sedangkan hasil hubungan pendidikan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu 0,253, hubungan pekerjaan dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu 0,763 dan hubungan pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan pneumonia yaitu  0,975 dimana sign0,05 maka ada hubungan yang signifikan. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan orang tua ada hubungan terhadap perilaku pencegahan penyakit pneumonia pada anak dan balita, semakin tinggi pendidikn orang tua maka pengetahuan orang tua terhadap perilaku pencegahan penyakit pneumonia akan baik
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DAN OBESITAS TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Nur Islahuddin Aly; Annik Megawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.250

Abstract

Hypertension is the most common disease that affects around 40% of the adult population worldwide and is called the silent killer. Compliance with taking prescription drugs is very necessary to avoid the risk of complications and minimize medical expenses. Improved adherence will provide maximum benefit from the prescribed medication and this is one simple strategy in the management of hypertension. Non- compliance with the use of anti-hypertensive drugs and obesity will be detrimental to the patient itself and is a factor that causes the failure of therapy being undertaken. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of adherence to taking antihypertensive and obesity drugs to blood pressure in hypertensive patients. This type of research was observational analytic with cross sectional approach using total sampling of 67 respondents. The instruments used were questionnaires and calibrated instruments namely mercury sphygmomanometer, stethoscope and stature meter and digital scales. Statistical tests used Chi Square with a significance level of ? = 0.05 or 95%. Multivariate analysis using binary regression analysis. Obtained p value = 0,000 (p0.05) from the level of adherence to taking antihypertensive and obesity drugs to blood pressure in patients with hypertension. The magnitude of the influence of patients with hypertension who are obedient in taking high category drugs has a controlled blood pressure of 6,857 times compared to patients with obedient hypertension who take low medication. While the magnitude of the influence of patients with hypertension who are obese I have controlled blood pressure as much as 5,558 times compared to patients with obesity hypertension II. There is a significant relationship between the level of adherence to taking anti-hypertensive and obesity drugs to blood pressure in hypertensive patients
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM HIJAU (Amaranthus hybridus L) DENGAN PEREDAMAN DPPH Yanulia Handayani; Ricka Islamiyati; Kadar Ismah; Dwi Susiloningrum
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.244

Abstract

Bayam adalah tanaman yang termasuk dalam famili yang merupakan tanaman perdu dan semak.Manfaat dari daun bayam diantaranya dapat memperbaiki daya kerja ginjal, akarnya dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri dan mempercepat pertumbuhan sel. Bayam termasuk sayuran yang kaya nutrisi, dengan kandungan rendah kalori, namun sangat tinggi vitamin dan mineral.Bayam mengandung flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol daun bayam hijau. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan perbandingan 1:3. Penentuan kadar flavonoid total menggunakan pereaksi AICI3 dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikan bebas DPPH dengan menggunakan perbandingan kuersetin. Analis dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak etanol daun bayam mengandung kadar flavonoid total 6,893% dan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 69,34 ppm. Ekstrak etanol daun bayam (Amarantus hybridus L) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIKA PADA PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK X KABUPATEN JAYAPURA Pitasari, Nawang Wulan Nago; Risna, Risna
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.238

Abstract

The availability of Refer-Back Program (DRR) drugs is one of the factors in the success of DRR services in health facilities. The purpose of this study was to determine the quantity of use of antidiabetic drugs with the ATC / DDD and DU methods of 90% and the percentage of conformity of antidiabetic drugs with the National Formulary (Fornas). The method used is a type of cross-sectional observational research with a descriptive approach. Retrospective data collection for the period January-December 2022 at Apotek X BPJS Kesehatan Network in the Jayapura regency area. The results of this study showed that the most use of antidiabetic drugs was metformin (5,715.8 DDD / 1,000 / year). Antidiabetics included in the 90% DU segment are metformin, novorapid®, gliquidone and glimepiride and the level of prescribing compliance with Fornas reaches 100%.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN TURI (Sesbania grandiflora L)Poir DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Pratiwi, Rifka Septya; Pratimasari, Diah; Setiawan, Iwan
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.319

Abstract

Radikal bebas dapat berpotensi menimbulkan kerusakan sel dalam kulit. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan adalah daun turi (Sesbania grandiflora L)Poir. Penelitian ini bertujuan untuk memfomulasi eksrak daun turi menjaadi sediaan krim dan mengetahui aktivitas antioksidan krim ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L) Poir menggunakan metode DPPH. Daun turi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%,selanjutnya ekstrak dibuat sediaan krim dengan konsentrasi formula I (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 10:2), formula II (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 15:3) dan formula III (perbandingan asam stearat : TEA yaitu 20:4) dengan diuji kontrol kualitas fisik, ekstrak skrining fitokimia dan dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil pengujian didapatkan rendemen 8,36%, hasil kualitas fisik krim yang homogen, tipe krim minyak dalam air dengan nilai pH, daya sebar, daya lekat, viskositas yang memenuhi persyaratan dan memiliki stabilitas yang baik. Hasil pengujian ekstak skrining fitokimia daun turi positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid. Krim ekstrak daun turi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 Formula I 54,529 ppm, Formula II 54,450 ppm, dan Formula III 50,474 ppm memiliki kategori yang kuat dalam aktivitas antioksidan
VARIASI GUAR GUM DAN KARBOPOL 940 SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP UJI SIFAT FISIK DAN KIMIA SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUAH SALAK (Salacca Zalacca) Sari, Dessy Erliani Mugita; Yudanti, Gendis Purno; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Zahro, Dewi Fatimatuz
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.268

Abstract

Salak merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan dengan kandungan senyawa kimia meliputi senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, sesquiterpen dan asam askorbat. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam buah salak termasuk dalam aktivitas fotoprotektif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang mengakibatkan kerusakan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent guar gum dan karbopol 940 terhadap sifat fisik dan kimia sediaan gel ekstrak etanol 96% buah salak Pondoh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksprerimental dengan membuat sediaan gel ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dan melakukan uji sifat fisik dan kimia meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, cycling test dan SPF. Penambahan ekstrak etanol buah salak dapat mempengaruhi sifat fisik yaitu menurunkan organoleptis, pH, meningkatkan daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Parameter sifat fisik variasi gelling agent formulasi gel ekstrak etanol buah salak semua memenuhi syarat sediaan gel yang baik kecuali pada uji daya sebar formulasi basis gel F2 dan F3 serta uji pH formulasi basis gel F1. Pada perbedaan sifat kimia yang memiliki aktivitas tabir surya hanya formulasi gel F5 karena mengandung ekstrak buah salak dan karbopol 940 yang mampu melindungi zat aktif lebih baik, sedangkan nilai SPF pada guar gum bukan aktivitas tabir surya melainkan senyawa auksokrom yang memiliki serapan pada spektrofotometer. Penyimpanan sediaan gel terhadap suhu yang berbeda ternyata mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan terdapat perbedaan sifat fisik gel pada uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, sedangkan pada uji homogenitas dan daya lekat tidak terdapat perbedaan. Terdapat perbedaan sifat kimia pada sediaan gel ekstrak etanol buah salak yang mengandung variasi gelling agent.