cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 3 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.326

Abstract

EVALUASI IMPLEMENTASI PERSYARATAN HALAL PRODUKSI PRODUK TABLET VITAMIN C DI PT. X Sabiti, Farroh Bintang; Wijaya, Gabriell Angela Monique; Sholeh, Aries Badrus; Rakhmaningsih, Haninta
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.256

Abstract

Indonesia is a country with a Muslim-majority population reaching up to 87.18%. therefore, the government guarantees that citizens consume halal products as stated in UU No. 33 Th. 2014 about the guarantee of halal products as a halal regulation of food products, including pharmaceutical preparation. As a pharmaceutical industry, PT. X evaluates the criteria of halal products. This research evaluated the implementation of the halal production requirement of Vitamin C tablet at PT. X. This observational, practical research and interview method evaluated the data by analyzing and checking the halal requirement components. Evaluation is carried out by analysis using the checklist method. The researchers adjusted the 12 indicators of halal production of Vitamin C tablet at PT. X. Data collection was carried out by filling out a checklist from The Indonesian Council of Ulama (MUI) regarding halal criteria at the production stage of pharmaceutical products at PT. X. Based on the research results, it is known that the production process doesn't fulfill all the indicators for halal production implementation for Vitamin C tablet at PT. X with a percentage of 75%. However, PT. X has made efforts to ensure that the products produced are not contaminated with haram/unclean materials. Therefore, it can be concluded that the vitamin C products from PT. X are guaranteed to be halal.Keywords: Pharmaceutical Industry, Production, Halal
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR COTRIMOXAZOLE SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI SERTA APLIKASINYA DALAM SEDIAAN SUSPENSI Destarina, Selvianda Rohma; Anwar, Khoirul
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.313

Abstract

Cotrimoxazole adalah antibiotik spektrum luas untuk mengatasi infeksi bakteri gram positif maupun negatif yang mengandung kombinasi dari sulfamethoxazole dan trimethoprim. Metode analisis Sulfamethoxazole dan trimethoprim dapat dilakukan  menggunakan KCKT yang dapat mengukur berbagai zat secara sensitif dan selektif. Metode analisis harus divalidasi untuk memastikan bahwa parameter kinerjanya memadai dalam mengatasi permasalahan analisis. Validasi metode dilakukan untuk memastikan bahwa metode tersebut akurat, spesifik dan tahan untuk kisaran analit yang akan dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) untuk analisis kadar Sulfamethoxazole dan Trimethoprim dalam sediaan suspensi. Sistem KCKT yang dikembangkan adalah tipe fase terbalik dengan kolom C?? dan fase gerak berupa campuran metanol: aquabidest (30:70, v/v) dengan kecepatan alir 1,0 mL/menit dan panjang gelombang deteksi 254 nm. Uji validasi metode analisis meliputi parameter linearitas, sensitivitas (LOD dan LOQ), selektivitas, presisi, dan akurasi. Hasil penelitian  uji linieritas Sulfamethoxazole dengan nilai r = 0,9992; LOD Sulfamethoxazole 1,624 µg/mL; LOQ 5,414 µg/mL dan Trimethoprim nilai r = 0,9996; LOD trimethoprim 0,241 µg/mL; LOQ 0,803 µg/mL sensitivitas dan selektivitas baik, presisi Sulfamethoxazole dan Trimethoprim diperoleh %RSD ? 2%. Akurasi sulfamethoxazole diperoleh 100,040-100,679%; dan trimethoprim 100,456-100,891%. Kadar rata-rata sulfamethoxazole 100,581%, dan trimethoprim 100,210%. Hasil penelitian menunjukkn bahwa semua hasil uji validasi memenuhi persyaratan parameter validasi dan hasil analisis kandungan sulfamethoxazole dan trimethoprim  dalam sedediaan suspensi dan aplikasinya.
UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTI JAMUR EKTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP JAMUR Candida albicans PENYEBAB PENYAKIT KEPUTIHAN Rokhana, Rokhana; Nadia, R.A
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.243

Abstract

Daun sirih merah( Piper Crocatum) merupakan salah satu herbal medicine yang mengandung  senyawa alkaloid, flavonoid,  dan minyak atsiri. Senyawa tersebut memiliki potensi sebagai antifungi yang bisa digunakan untuk mengatasi kandidiasis seperti keputihan yang disebabkan oleh Candida albicans.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak  etanol daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap Candida albicans. Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode  post test control group design only. Uji aktivitas antifungi ektrak sirih merah terhadap Candida albicans  menggunakan pengujian metode difusi cakram yaitu dengan mengoleskan kultur fungi  pada permukaan medium Muller Hinton agar menggunakan lidi kapas steril. Disk cakram yang telah diberi ektrak sirih merah dengan variasi konsentrasi 20% v/v, 40% v/v, 80%v/v, 100%v/v sebagai kontrol negatif adalah air garam fisiolgis dan ketokonazol sebagai kontro positif. Media isolat diinkubasi pada suhu 250C selama 3 hari kemudian diukur diameter zona jernih yang terbentuk. Data penelitian di analisis secara statistik menggunakan uji Mann Whitney. Hasil didapatkan Ektrak etanol daun sirih merah mempunyai aktivitas antifungi  terhadap Candidia albicans  pada konsentrasi 20%,(12 mm), 40% (12,75 mm) , 60% (13,38 mm), 80%  (14,5 mm) 100% (15,4mm). Pada konsentrasi 100%  mempunyai daya bunuh antifungi lebih besar dan hampir sama dengan ketokonazol. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan diameter zona jernih pada konsentrasi 80% dan 100%. Konsentrasi ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum) yang paling efektif  menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans  pada konsentrasi 80%.
ANALISIS PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 DOSIS 1 DAN 2 DI KALANGAN MASYARAKAT UMUM KABUPATEN NABIRE DENGAN TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) Jariati, Ainin; Wijoyo, Yosef
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.289

Abstract

COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 menjadi pandemi global sejak tahun 2020. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat Covid-19 adalah dengan program vaksinasi, namun harus didukung dengan penerimaan vaksinasi dikalangan masyarakat agar tujuan program ini berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi penerimaan masyarakat Kabupaten Nabire untuk melakukan vaksinasi Covid-19 ditinjau berdasarkan teori perilaku Health Belief Model (HBM) yang memiliki 6 konstruk teori. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis secara deskriptif menunjukkan penerimaan vaksinasi COVID-19 pada sebagian besar responden (54 responden atau 54%) tinggi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok penerimaan vaksin tinggi dan rendah (p value 0,05). Hasil uji statistik Chi-square menunjukkan semua konstruk mempunyai hubungan signifikan dengan penerimaan vaksinasi (p value 0,05). Hasil uji regresi logistik menunjukkan semua konstruk berkontribusi pada variabel penerimaan vaksin (OR: 1,174). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerimaan vaksinasi COVID-19 pada sebagian besar masyarakat Kabupaten Nabire tergolong tinggi. Keseluruhan konstruk berkontribusi terhadap penerimaan vaksinasi COVID-19 di kalangan masyarakat Kabupaten Nabire.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SPRAYABLE HYDROGEL YANG MENGANDUNG LENDIR SIPUT (Achatina fulica) TERHADAP Staphylococcus aureus Purwanto, Ungsari Rizki Eka; Ikasari, Endang Diyah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.274

Abstract

Lendir siput (Achatina fulica) kaya akan protein achasin yang memiliki sifat antibakteri. Kandungan achasin tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri termasuk bakteri penyebab jerawat Staphylococcus aureus, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai kosmetik antijerawat. Salah satu pengembangan sediaan kosmetik adalah sediaan kosmetik sparyable hydrogel. Bentuk sediaan sprayable hidrogel yang dapat disemprotkan dapat memberi keuntungan lebih dari sediaan gel karena mengandung pelembab yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan kelembapan kulit pada kondisi peradangan karena jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat sediaan gel terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Lendir siput diformulasikan dalam sediaan sprayable hidrogel dengan variasi konsentrasi lendir yaitu 10%, 20%, dan 30% menggunakan alginat rumput laut cokelat dan aloe vera gel base sebagai basisnya. Metode aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan cara sumuran. Evaluasi karakteristik fisik sediaan gel meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan sparyable hydrogel lendir siput dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas penghambatan tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yaitu 0,94+0,01 mm.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera L.) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT PADA HEWAN UJI KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Wijaya, Hasty Martha; Setyaningrum, Eka; Lina, Rifda Naufa; Setyoningsih, Heni
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.293

Abstract

Kerontokan rambut merupakan salah satu   masalah yang sangat dikhawatirkan karena dapat mengakibatkan kebotakan. Penyebab kerontokan rambut dipengaruhi oleh   faktor depresi dan stres yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas sosial, polusi udara dan air, ketidakseimbangan gizi, dan lain-lain. Ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang memiliki potensi menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian The Postest Only Control Group Design. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) dengan variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 20%. Pengukuran panjang rambut dilakukan setiap tiga hari sekali pada hari ke 3,6,9,12,15,18. Pengukuran dilakukan menggunakan jangka sorong 0.02 mm. Pada hari ke 18 dilakukan pencukuran kembali bobot rambut untuk menghitung bobot rambut. Data yang dihasilkan dari uji Games-Howell menunjukan bahwa konsentrasi 10% dan 20% tidak berbeda nyata dengan kontrol positif yang artinya ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) memiliki aktivitas   yang   optimal   terhadap   pertumbuhan   rambut   kelinci   jantan   (Oryctolagus cuniculus). Konsentrasi optimal yang mampu menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus) terjadi pada konsentrasi 20%.
FORMULASI NANOPARTIKEL FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) dan UJI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus YANG DIISOLASI DARI JERAWAT Fadhila, Zulfa Nur; Andriani, Disa; Wahyudi, Didik
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.295

Abstract

Jerawat merupakan penyakit peradangan kronik kelenjar pilosebasea dengan meningkatnya produksi sebum, peluruhan keratinosit, tumbuh bakteri dan inflamasi. Bahan alam terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan efek samping yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan obat sintesis. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu bunga telang (Clitoria ternatea L.). Efisiensi penggunaan bahan alam dapat ditingkatkan kemampuan fungsi obat jerawat dengan membuat sediaan dalam bentuk nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kitosan terhadap karakteristik fisik nanopartikel fraksi etil asetat ekstrak etanol bunga telang dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Pembuatan nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik dengan polimer kitosan dan natrium tripolifosfat dengan variasi konsentrasi kitosan (0,1%, 0,2%, 0,3%). Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode sumuran. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Hasil karakteristik nanopartikel F1, F2 dan F3 menunjukkan ukuran partikel 69,58±6,90 nm, 166,47±37,06 nm, 539,63±105,40 nm dan zeta potensial +46,5±0,5 mV, +44,1±1,1 mV dan +37,7±0,8 mV. Hasil uji aktivitas antibakteri Formula 1, Formula 2 dan Formula 3 menunjukkan diameter zona hambat yaitu 11,38±0,71 mm, 11,82±0,81 mm dan 13,14±0,66 mm. Semua formula memenuhi sifat fisik nanopartikel dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. 
HUBUNGAN KONTROL HBA1C TERHADAP PROFIL LIPID PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SALAH SATU KECAMATAN, YOGYAKARTA Pramono, Zita Dhirani; Virginia, Dita Maria; Hendra, Phebe
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.298

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang memiliki tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. HbA1c menjadi prediktor pada kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus. Nilai HbA1c yang tinggi menyebabkan kondisi peningkatan profil lipid baik trigliserida, LDL (Lipoprotein Kepadatan Rendah) , total kolesterol maupun penurunan kadar HDL (lipoprotein kepadatan tinggi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kadar HbA1c terhadap profil lipid pada pasien diabetes melitus di Puskesmas salah satu kecamatan di Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional, dengan subjek penelitian sebanyak 36 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.  Analisis statistika dilakukan secara univariat dan uji korelasi pearson antar variabel. Penelitian ini menunjukkan 26 pasien (72,2%) berjenis kelamin perempuan yang mengalami diabetes dan hipertensi pada kelompok peserta prolanis. Selain itu, 22 pasien memiliki umur berkisar antara 60-75 tahun, juga diketahui rata-rata pasien memiliki nilai sistolik yang didominasi sebesar 140-159 mmHg (33,3%) dan diastolik sebesar 85 mmHg (44,4%). Adanya 28 pasien (77,8%) memiliki nilai LDL ?100 mg/dL, 20 pasien (55,6%) memiliki nilai  HDL 50 mg/dL, 20 pasien (55,6%) memiliki nilai kolesterol total ?200 mg/dL, dan trigliserida. Kontrol glikemik yang ditunjukkan dengan kadar HbA1c pada subjek penelitian belum terkontrol dengan kadar ?7% sebanyak 23 orang (63,9%).  Hasil uji korelasi antar variabel diketahui bahwa terdapat korelasi kadar HbA1c terhadap profil lipid trigliserida, dengan nilai korelasi sebesar 0,480 (p0,05), dan tidak adanya korelasi antara kadar HbA1c terhadap profil lipid lainnya seperti LDL -0,057 (p0,05); HDL -0,290 (p0,05); Kolesterol Total   0,007 (p0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terhadap hubungan kontrol HbA1c terhadap profil trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2. 
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.281

Abstract