cover
Contact Name
Benny Prasetiya
Contact Email
imtiyazstaimp@gmail.com
Phone
+6285333337069
Journal Mail Official
imtiyazstaimp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sukarno Hatta 94 B Probolinggo
Location
Kota probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 25500627     EISSN : 26569442     DOI : https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v4i1
Jurnal Ilmu Keislaman adalah Jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh LP2M STAI Muhammadiyah Probolinggo. Jurnal ini Mengkhususkan diri pada pengkajian ilmu Keislaman baik itu artikel ilmiah maupun hasil penelitian.
Articles 199 Documents
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN AL-ATTAS MENJAWAB PROBLEMATIKA SEKULARISME TERHADAP ILMU PENGETAHUAN Amir Sahidin
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.354

Abstract

Secularism is a thought born of Western perspectives and experiences, which has had a negative impact on contemporary science. The bad impact is based on the conception of secularism itself, in the form of disenchantment of nature, or the emptying of the universe from religious and spiritual values; desacralization of politics or political exclusion from religious and spiritual elements; also deconsecration of false or relativizing human values, so that there are no absolutes in a truth. For this reason, Syed Naquib al-Attas sees the need for the Islamization of knowledge to answer the problem of secularism. Through a library research type study with a descriptive-analytical approach, it can be concluded that al-Attas' Islamization of knowledge answers the problem of secularism in science with three things. First, it frees people from the ideology and perspective of secularism. Second, dewesternization or separating important concepts and elements that make up Western civilization and culture. Third, integration or incorporating important concepts and elements of Islam into science that has been sterilized from important Western concepts and elements. These three things are an attempt to answer the problems of secularism in science.
PERKEMBANGAN ILMU BALAGHAH Fayyad Jidan
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.355

Abstract

Ilmu balaghah merupakan disiplin ilmu bahasa Arab yang selalu mengalami perkembangan dan pembaruan dari para ulama, dengan adanya ilmu balaghah kita bisa mengetahui dan memahami bagaimana cara berkomunikasi dengan seseorang menggunakan bahasa yang indah, efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi maupun situasi. Para Ulama telah banyak melakukan kajian ilmu balaghah dan menghasilkan karya terbaiknya yang bahkan digunakan hingga saat ini. Dalam artikel ini penulis akan membahas tentang fase-fase perkembangan ilmu balaghah. Artikel ini menggunakan metodologi penulisan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu mengumpulkan data, menyusun atau mengklarifikasi, menyusun dan menginterpretasinya. Hasil penelitian ini adalah balaghoh pada dasarnya sudah melekat pada bangsa-bangsa Arab Jahiliyah akan tetapi pada segi keilmuannya masih belum tertata rapi sampai datangnya para ulama yang mengkaji lebih dalam tentang kajian balaghah kemudian dari kajian tersebut ditemukan 3 tema besar yakni ilmu bayan, maani, dan badi’. Adapun banyak sekali faktor-faktor yang menjadikan kajian ilmu balaghoh mengalami perkembangan yang besar yakni dari khitabah yang dilakukan para khatib, pembuatan syair-syair oleh para penyair yang memiliki jiwa kompetitif, serta karya-karya ulama yang membahas kemukjizatan al-Quran.
IMPLEMENTING SIGMUND FREUD’S PSYCHOANALYSIS THEORY IN THE ACADEMIC ARENA: A CRITICAL STUDY Evita Yuliatul Wahidah; Yuminah Yuminah; Moh In'ami; Ulfa Ulfa
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.359

Abstract

Sigmund Freud’s Psychoanalysis continuously develops as it also does in the academic arena. The theory explains humans’ personality structure which covers three aspects: id, ego, and superego. Freud has successfully developed a personality theory that divides the structure of the mind into three: consciousness, preconsciousness, and unconsciousness. From the above three, consciousness can be said to be the most dominant and important to determine humans’ behavior (analogy with an iceberg). In the academic arena, psychoanalysis has correlations that are complex and modificative. How far the implementation of psychoanalysis in the academic arena can be served as the main discussion of this article, which will be initiated on the theory in-depth and its critical analysis.Keywords: implementation, psychoanalysis, Sigmund Freud, education
HUBUNGAN PAMAHAMAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PERILAKU PENYEBARAN HOAKS DI MEDIA SOSIAL SISWA Farda Afrina; Ainul Yaqin; Saifuddin Saifuddin
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.365

Abstract

Pemahaman terhadap materi PAI yang diajarkan di sekolah penting bagi siswa karena melalui pemahaman itu akan muda bagi siswa untuk menerapkan ilmu kedalam kegiatan sehari. Sehingga perilakunya akan berubah kearah yang lebih baik. Namun, kecanggihan teknologi tidak dipungkiri cukup mempengaruhi perilaku seseorang. Efek negatif dari kemajuan teknologi ini adalah terjadi penyimpangan dalam dunia sosial media yakni penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa ada hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif antara Pemahaman Pendidikan Agama Islam terhadap Perilaku Penyebaran Hoaks di Media Sosial Siswa Kelas VIII SMPN 2 Ngoro. Hal tersebut terlihat pada hasil korelasi sebasar 0,399 dengan nilai dignifikan sebesar 0,002 dengan taraf signifikan 0,05 sehingga 0,002 < 0,05, dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Interpretasi hasil hitung korelasi menunjukkan bahwa nilai 0,399 berada pada 0,200 - 0,400 yang berarti korelasi antar variabel X dan variabel Y adalah rendah.
STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AL-QUR’AN IQRO’ DAN KITABI DI MAJELIS TA’LIM SYIFAUN BIL QUR’AN DRIYOREJO GRESIK Heri Rifhan Halili; A Rafiq Zainul Mun'im
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.401

Abstract

Kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar baru akan bisa dikuasai oleh seseorang dengan melalui proses belajar, di antaranya dengan melalui sarana model pembelajaran yang ada. Dari banyaknya model pembelajaran membaca al-Qur’an yang ada di Indonesia saat ini, didapati efektivitas yang berbeda-beda setelah diterapkan dalam proses pembelajaran membaca al-Qur’an kepada siswa. Hal ini karena setiap model pembelajaran memiliki kekeruangan dan kelebihannya masing-masing. Selain itu efektivitas penerapan suatu model pembelajaran al-Qur’an juga dipengaruhi oleh kemampuan dan kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. Penelitian ini mengkaji tentang perbandingan penerapan dua model pembelajaran al-Qur’an yaitu Iqro’ dan Kitabi. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi experimental design, dengan membentuk dua kelompok yang akan diperbandingkan. Kelompok pertama disebut kelompok kontrol, yang kedua disebut kelompok eksperimen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Kitabi lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Iqro’ saat diterapkan dalam pembelajaran membaca al-Qur’an di Majelis Ta’lim Syifaun Bil Qur’an Driyorejo GresikKata Kunci: Pembelajaran Membaca al-Qur’an, Iqro’, Kitabi
PENDIDIKAN RELIGIUS TERINSPIRASI DARI NOVEL “MERINDU CAHAYA DE AMSTEL” KARYA ARUMI EKOWATI Azizatul Ilmi; Benny Prasetiya
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja nilai religius yang terkandung dalam novel dan film Merindu Cahaya De Amstel karya Arumi Ekowati. Karena dalam Film ini banyak sekali nilai religius yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita. Peneliti memilih Film Merindu Cahaya De Amstel ini karena didalam film ini ada salah satu cuplikan yang sangat berkesan dan membuat peneliti yakin untuk meneliti film ini. Penelitian ini bersifat kualitatif karena dalam meneliti ini sudah cukup dengan menonton atau membaca novel dan juga mengumpulkan data-data yang bisa dikatakan berkaitan dengan nilai religius yang terkandung didalamnya. Dari sekian banyak nilai religius yang terkandung, peneliti hanya memilih dua nilai religius saja untuk diteliti yaitu bagaimana pentingnya mengetahui hukum pernikahan beda agama dan yang kedua adalah pentingnya menanamkan sikap toleransi antar umat beragama.Kata Kunci: Makna Religius, Pernikahan Beda Agama, Toleransi
PERAN GURU PAI DAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN IBADAH PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 21 SINJAI Mardania Mardania; Suriyati Suriyati; Nurhasanah Nurhasanah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dan orang tua dalam membentuk kedisiplinan ibadah peserta didik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi berjumlah 24 orang dan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data yaitu melalui Observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan  hasil penelitian diperoleh  hasil analisis Peran guru dalam membentuk kedisiplinan ibadah yaitu menyampaikan kepada peserta diidk bahwa shalat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan, memberikan pengetahuan bahwa shalat itu bentuk kepribadian mereka, menyiapkan saran dan prasarana dan mengarahkan kepada peserta didik melaksanakan shalat berjamaah di mushollah ketika sudah waktunya. Peran orang tua dalam membentuk kedisiplinan ibadah yaitu menjadikan shalat sebagai tiang agama, menjadi contoh bagi anak-anaknya, memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi, mengontrol bacaan dan gerkan shalat diwaktu kosong, menghimbau untuk shalat berjamaah di Masjid. Faktor Pendukung dalam membentuk kedisiplinan ibadah yaitu motivasi, keinginan yang kuat dari anak itu sendiri, orang tua, lingkungan, guru di sekolah, guru mengaji, dan anak-anak seusianya. Adapun Faktor penghambat yaitu adanya
HUBUNGAN PENAMPILAN DAN GAYA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPN 23 SINJAI Rosmani Rosmani; Jamaluddin Jamaluddin; Fitriani Fitriani; Sudirman P
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya: (1) Hubungan penampilan guru PAI terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 23 Sinjai. (2) Hubungan gaya mengajar guru PAI terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 23 Sinjai. (3) Hubungan simultan antara penampilan dan gaya mengajar guru PAI terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 23 Sinjai. Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 23 Sinjai yang berjumlah 107 Siswa   dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 siswa. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis korelasi sederhana dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan antara Variabel Penampilan (X1) terhadap Variabel Motivasi Belajar (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai rhirung   0,538 > rtabel 0,213 dengan N= 87 pada tara signifikansi 5%. (2) Terdapat hubungan antara variabel Gaya Mengajar (X2) terhadap variabel Motivasi Belajar (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai rhirung   0,455 > rtabel 0,213 dengan N= 87 pada tara signifikansi 5%. (3) Terdapat hubungan simultan antara Variabel penampilan (X1) dan variabel Gaya Mengajar (X2) terhadap variabel Motivasi Belajar (Y) dimana nilai sig. F change 0,000 < 0,05, dan kontribusi secara simultan antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y sebesar 0,366 atau 36,6%, sedangkan 63,4% ditentukan oleh variabel lain
KONTRIBUSI MAJELIS DA’I MUDA SEBAGAI PELOPOR JALUR TERANG STUDI ISLAM DI KABUPATEN SINJAI Ardianti Ardianti; Arisa Arisa; Fitriani Fitriani; Irmayanti Irmayanti
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.445

Abstract

Majelis Da’i Muda merupakan salah satu organisasi pemuda di Kabupaten Sinjai yang bergerak di bidang keagamaan. MDM   terbentuk karena dilatarbelakangi oleh para pemuda yang merasa geram melihat perkembangan zaman yang semakin merosot dan mengkhawatirkan. MDM   secara umum dibentuk untuk memberikan peluang kepada pemuda untuk melakukan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat kota atau bahkan pelosok desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Majelis Da’i Mudas sebagai pelopor jalur terang studi islam di Kabupaten Sinjai dan   faktor pendukung dan penghambat kegiatan Majelis Da’i Muda di Kabupaten Sinjai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deksriptif dan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kontribusi Majelis Da’i Muda sebagai pelopor jalur terang studi Islam di Kabupaten Sinjai banyak bergerak dibidang soaial dan keagamaan, banyak kegiatan yang dilakukan sebagi bentuk dedikasi dan kontribusi mereka, diantaranya melakukan berbagai kegiatan keagamaan di daerah kota dan pelosok desa (safari ramadhan, menjadi khatib khutbah Jum’at, Idul Fitri, Idul adha), menyantuni kaum duafa, mengadakan pelatihan keagamaan serta bekerja sama dengan berbagai kembaga untuk mempermudah pergerakan mereka. Faktor pendukung dan penghambat dalam setiap kegiatan akan selalu sejalan, sehingga dibalik adanya dukungan yang memberikan peluang terhadap kegiatan MDM tentunya ada juga faktor penghambat yang menjadi tantangan bagi MDM.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEGIATAN TAHLIL DI MASYARAKAT DESA KERPANGAN Cik Na'imah; Moh. Khakim; Benny Prasetiya
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.475

Abstract

Salah satu metode dakwah walisongo adalah mengaitakan tradisi yang sudah ada  dengan ajaran agama islam sehingga masyarakat jawa pada zaman itu menerima islam dengan baik. Salah satu hasil tradisi yg tetap dipertahankan saat ini adalah tahlilan. Dan Salah satu desa yang tetap melestarikan tradisi ini adalah desa kerpangan yang berada di kecamatan leces kabupaten probolinggo. Desa ini menarik untuk menjadi tempat penelitian karena tempat ini terdapat 6 pondok pesantren sehingga dijuluki desa santri yang tentunya daerah ini bisa dikatakan lingkungan pendidikan. Terdapat banyak kandungan pendidikan islam yang ada didalam kegiatan masyarakat tersebut, diantaranya: mengirimkan doa kepada orang yang sudah meninggal dunia, bersedekah, meyambung silaturahmi dan lain-lain sebagainya.Kata kunci: pendidikan, pendidikan islam, Tradisi walisongo, Tahlilan,

Page 6 of 20 | Total Record : 199