cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Penggunaan Ragam Bahasa Indonesia Pada Judul-Judul Podcast Youtube Deddy Corbuzier Agus Mulyanto; Isnaeni Ina Nur Aina
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18530

Abstract

The Use of Various Indonesian Languages in Deddy Corbuzier’s Youtube Podcast TitlesABSTRAKPenggunaan ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube dapat bervariasi tergantung pada audiensi yang dituju dan konteks pembicaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan variasi ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari judul-judul podcast pada platform media sosial youtube. Hasil dari penelitian ini ditemukan penggunaan ragam bahasa informal pada judul-judul podcast yaitu ragam bahasa santai (kasual) dan dapat diklasifikasikan menjadi (1) penghilangan fonem awal atau suku kata awal, (2) penghilangan fonem tengah atau suku kata tengah, (3) perubahan grafi, (4) penambahan grafi, (5) penggunaan bahasa daerah, (6) penggunaan istilah bahasa asing, (7) penggunaan singkatan, (8) penggunaan simbol, (9) perubahan semantis, (10) proses morfologi yang belum baku, (11) angka yang menggantikan huruf, (12) penggunaan emoji. Ragam bahasa yang digunakan dalam judul-judul podcast menggunakan bahasa yang lebih santai dan informal untuk menarik perhatian penonton serta menghadirkan suasana yang lebih santai. Penggunaan ragam bahasa pada judul-judul podcast di youtube harus disesuaikan dengan audiensi yang dituju dan konteks pembicaraan agar dapat mencapai tujuan dari podcast tersebut. Bahasa Indonesia memanglah beragam, hal ini disebabkan bahasa Indonesia dituturkan oleh banyak orang dan suka atau tidak suka harus tunduk pada hukum perubahan.Kata kunci: Ragam Bahasa, Judul Podcast, Deddy CorbuzierABSTRACTThe use of various languages in podcast titles on YouTube can vary depending on the intended audience and the context of the conversation. This study aims to describe the use of language variations in podcast titles on YouTube. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The data source in this study was taken from podcast titles on the YouTube social media platform. The results of this study found the use of informal language varieties in podcast titles, namely casual language varieties and can be classified into (1) omission of the initial phoneme or initial syllable, (2) omission of the middle phoneme or middle syllable, (3) changes in graphics, (4) adding graphics, (5) using local languages, (6) using foreign language terms, (7) using abbreviations, (8) using symbols, (9) semantic changes, (10) morphological processes that are not standard , (11) numbers that replace letters, (12) use of emojis. The variety of language used in the podcast titles uses more relaxed and informal language to attract the attention of the audience and create a more relaxed atmosphere. The use of various languages in podcast titles on YouTube must be adjusted to the intended audience and the context of the conversation in order to achieve the goals of the podcast. Indonesian is indeed diverse, this is because Indonesian is spoken by many people and whether they like it or not, they must be subject to the law of changeKeyword: Variety of Languages, Podcast Titles, Deddy Corbuzier
Pemerolehan Bahasa Kedua (Bahasa Indonesia) Youtuber Asal Jepang Haura Zahra Salsabila; Ekaning Krisnawati; Dewi Ratnasari
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18653

Abstract

Second Language Acquisition (Indonesian Language) of A Japanese YoutuberABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemerolehan bahasa kedua pada YouTuber asal Jepang Genki Sadamatsu yang sudah mulai fasih berbahasa Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pemerolehan B2 pada tataran fonologi dan morfologi, Sumber data berasal dari kanal YouTube milik Genki Sadamatsu yang diperoleh dari tiga video. Metode penelitian ini menggunakan metode deksriptif-kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat. Penelitian ini menggunakan teori Chomsky mengenai pemerolehan bahasa. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut, pemerolehan bahasa kedua merupakan pemerolehan bahasa yang sebelumnya mutlak harus memperoleh bahasa pertama terlebih dahulu. Penelitian ini ditunjang dengan adanya data-data yang bersumber dari kanal YouTube Genki Banget kemudian dapat disimpulkan apabila seseorang memperoleh bahasa kedua, seorang penutur pasti akan melewati tahapan yang sama seperti saat seseorang memperoleh bahasa pertama. Terdapat tuturan yang menunjukkan adanya pemerolehan bahasa kedua pada data yang diperoleh, diantaranya terdapat dua belas data pada tataran fonologi dan delapan data pada tataran morfologi. YouTuber Genki Sadamatsu kini sedang berproses dalam memperoleh bahasa Indonesia sebagai bahasa keduanya, yang dapat di tengah berproses memperoleh bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, hal tersebut ditandai dengan adanya proses awal dalam pemerolehan bahasa kedua yaitu pada tataran fonologi dan morfologi. Kata kunci: pemerolehan bahasa, youtuber, fonologi dan morfologiABSTRACTThis study aims to see how the acquisition of a second language in Japanese YouTuber Genki Sadamatsu who has begun to be fluent in Indonesian. The focus of this research is the acquisition of B2 at the phonological and morphological levels, The source of the data comes from three videos. This research method uses descriptive-qualitative methods. In collecting data, researchers use the free listening method with advanced recording techniques. The results of the research obtained are as follows, g6 second language acquisition is language acquisition that previously absolutely had to obtain the first language first. This research is supported by data sourced from the Genki Banget YouTube channel then it can be concluded that if someone acquires a second language, a speaker will definitely go through the same stage like when a person acquires a first language. There are utterances that indicate the acquisition of a second language in the data obtained, including twelve data at the phonological level and eight data at the morphological level. YouTuber Genki Sadamatsu is currently in the process of obtaining Indonesian as his second language, which can be in the process of obtaining Indonesian as a second language, this is marked by the initial process of acquiring a second language, namely at the phonological and morphological levels.Keyword: language acquisition, youtuber, phonology and morphology.
Bahasa Tulis pada Anak Disleksia di SMP Negeri 2 Gunungsindur Firdha Rachmawati; Odien Rosidin; Dede Irpan Nawawi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18843

Abstract

Written Language In Children With Dyslexia At Smp Negeri 2 GunungsindurABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memeriksa variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia. Penelitian ini layak untuk dilakukan karena fenomena variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia memiliki potensi untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa tulis pada kondisi disleksia, sehingga dapat memberikan wawasan baru dan solusi efektif dalam upaya membantu anak-anak dengan disleksia dalam mengatasi hambatan komunikasi tertulis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga anak: NA (13 tahun), NAl (13 tahun), dan DAM (14 tahun). Data dikumpulkan melalui dokumentasi bahasa tulis yang dihasilkan oleh subjek penelitian. Proses pengambilan data melibatkan peneliti yang mendiktekan kalimat-kalimat kepada subjek penelitian. Kalimat yang telah disiapkan tersebut disesuaikan dengan kemampuan menulis anak-anak tersebut. Subjek penelitian diberikan kebebasan untuk mengucapkan kata-kata secara verbal sebelum menulisnya. Hal ini membantu subjek penelitian dalam mengorganisir dan melatih keterampilan mengeja kata-kata sebelum menulisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan disleksia cenderung menulis huruf secara terbalik, mengurangi penulisan huruf dalam kata, menambahkan huruf pada kata tertentu, dan mengganti huruf ketika mereka lupa atau tidak tahu huruf yang harus ditulis.Kata kunci: Bahasa tulis, disleksiaABSTRACTThis study aims to examine variations in written language forms in children with dyslexia. This research is feasible to do because the phenomenon of variations in forms of written language in children who experience dyslexia has the potential to uncover factors that influence the development of written language in dyslexic conditions, so that it can provide new insights and effective solutions in efforts to help children with dyslexia. in overcoming written communication barriers. The research method used in this study is descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of three children: NA (13 years), NAl (13 years), and DAM (14 years). Data was collected through written language documentation produced by research subjects. The data collection process involves the researcher dictating sentences to the research subject. The sentences are adapted to the children's writing ability. Research subjects are given the freedom to say the words verbally before writing them. This helps the research subjects organize and practice their spelling skills before writing them. The results showed that children with dyslexia tend to write letters backwards, write less letters in words, add letters to certain words, and replace letters when they forget or don't know which letters to write.Keyword: Written language, dyslexia
Khazanah Ekoleksikon Kesungaian Bahasa Banjar Fahra Auliani Rahmah; Ismatul Khasanah; Roosi Rusmawati; Sony Sukmawan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19025

Abstract

Vocabulary of River Eco-Lexicon in Banjarese LanguageABSTRAKMasyarakat Banjar hidup sejak dahulu di sekitaran sungai. Hampir seluruh kegiatan masyarakat Banjar yang dilakukan di sungai tentu membentuk orientasi dan kebudayaan masyarakat maritim. Kebudayaan akan memengaruhi bahasa masyarakat tersebut. Dengan kajian ekolinguistik, bisa ditemukan bahwa erat kaitan antara bahasa dan lingkungan tempat tinggal manusia. Bahasa merupakan salah satu identitas masyarakat yang mencerminkan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Namun, seiring berjalannya zaman, arus globalisasi sedikit demi sedikit mulai menggeser orientasi masyarakat sungai. Ini akan berdampak pada krisis jati diri dan berdampak pada pemertahanan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa leksikon kesungaian didadapatkan melalui penelitian lapangan dan kajian pustaka. Ditemukan hasil bahwa masyarakat usia 40-60 tahun, mengetahui lebih banyak leksikon kesungaian dibandingkan dengan masyarakat usia 20-40 tahun. Hal ini membuktikan bahwa leksikon kesungaian pada masyarakat Banjar mulai mengalami penurunan daya tahan.Kata kunci: Ekoleksikon, Identitas Maritim, Masyarakat Banjar, Sungai.ABSTRACTThe Banjar people have lived around the river for a long time. Almost all the activities of the Banjar people which are carried out on the river certainly shape the orientation and culture of the maritime community. Culture will influence the language of the community. With ecolinguistic studies, it can be found that there is a close relationship between language and the environment in which humans live. Language is one of society's identities that reflects society's culture. However, as time goes by, the flow of globalization gradually begins to shift the orientation of the river community. This will have an impact on the crisis of identity and impact on the maintenance of local languages. This study used descriptive qualitative method. Research data in the form of a river lexicon were obtained through field research and literature review. The results found that people aged 40-60 years, know more river lexicon than people aged 20-40 years. This proves that the lexicon of rivers in the Banjar community begins to experience a decrease in resistance.Keyword: Eco-Lexicon, Maritime Identity, Banjar Society, River
Penerapan Metode Karyawisata dalam Pembelajaran Menulis Teks Narasi Inspiratif di Kelas IX Awan Kristiyanto Putra; Muhammad Sholeh; Ahmad Maskur Subaweh
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19064

Abstract

Application of The Field Trip Method In Learning To Write Inspirational Narrative Texts in The Ninth ClassABSTRAKGaya naratif adalah tipikal tulisan inspirasional. Emosi pembaca akan tergugah oleh pesan dan kesan mendalam yang termuat dalam literatur ini. Banyak siswa kesulitan mempelajari cara menulis teks narasi inspiratif  karena model atau metode yang digunakan di kelas tidak kondusif untuk gaya belajar mereka. Tujuan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan, "Seberapa bermanfaatkah metode kunjungan lapangan dalam mengajar siswa menulis narasi motivasi?". Metode yang diambil di sini bersifat eksperimental. Data skor probabilitas Sig dikumpulkan pada tes terakhir. (2 tailed) sebesar 0,007 yang berarti < 0,05, maka dinyatakan terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengandengan derajat kebebasan (df) = n1+ n2-2 = 19+18-2 = 35, nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,05 didapat t hitung = 2,832 dan t tabel = 1,689, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 2,832 > 1,689.Kata kunci: karyawisata, metode pembelajaran, outdoor learning, teks cerita inspiratifABSTRACTNarrative style is typical of inspirational writing. Readers' emotions will be stirred by the profound messages and impressions included in this literature. Many students struggle to learn how to write motivational narrative texts because the model or method employed in class is not conducive to their learning style. The research group behind this study set out to answer the question, "How useful is the field trip method in teaching students to write motivational narratives?" The approach taken here is experimental in nature. The Sig probability score data was collected in the last test. (2 tailed) of 0.007 which means < 0.05, it is stated that there is a significant difference between the experimental class and the control class with degrees of freedom (df) = n1+ n2-2 = 19+18-2 = 35, probability value (sig.) of 0.05 obtained t count = 2.832 and T table = 1.689, thus t count > t Table is 2.832 > 1.689.Keyword: inspirational story texts, field trips, learning methods, outdoor learning
Validitas Modul Proyek “Legenda Surabaya” Berbantukan Qr Code Kurikulum Merdeka Fase B Ahmad Mahmudi; Setya Yuwana; Titik Indarti; Hendratno Hendratno
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19243

Abstract

Validity of "Legend of Surabaya" Project Module Using Qr Code of Kurikulum Merdeka Phase B  ABSTRAKModul proyek “Legenda Surabaya” berbantukan QR Code dibuat untuk memberikan panduan teknis pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas modul proyek untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila siswa kelas IV Sekolah Dasar dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan metode penelitian kombinasi. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui kevalidan modul proyek. Penelitian ini masuk dalam kuantitatif. Kevalidan modul proyek ini mencakup empat aspek yaitu kevalidan kelayakan isi, kevalidan kelayakan bahasa, kevalidan kelayakan penyajian dan kevalidan kelayakan kegrafikaan. Hasil validasi kelayakan isi dengan skor rata-rata 4, kelayakan bahasa dengan skor rata-rata 3, kelayakan peyajian dengan skor rata-rata 4, dan kelayakan kegrafikaan dengan skor rata-rata 4. Persentase hasil validasi 88%, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul proyek “Legenda Surabaya” berbantukan QR Code yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan.Kata kunci: Validitas Modul Proyek, Legenda Surabaya, QR Code, Kurikulum MerdekaABSTRACTThe QR Code-supported "Legenda Surabaya" project module was created to provide technical guidance for the implementation of project activities to strengthen the profile of Pancasila students. This study aims to determine the quality of the project module to increase the profile of Pancasila students in grade IV elementary schools in implementing the Kurikulum Merdeka. This research is part of development research with a combination research method. The research focus is to determine the validity of the project module. This research is included in quantitative. The validity of this project module includes four aspects, namely content feasibility validity, language feasibility validity, presentation feasibility validity and graphic feasibility validity. The validation results of content eligibility with an average score of 4, language eligibility with an average score of 3, presentation feasibility with an average score of 4, and graphic feasibility with an average score of 4. The percentage of validation results is 88%, so it can be concluded that the module the “Legenda Surabaya” project with the help of the QR Code that was developed is very feasible to use.Keyword: Project Module Validity, Legend of Surabaya, QR Code, Kurikulum Merdeka
Konotasi dalam Roasting Stand-Up Comedy Kiky Saputri Terhadap Pejabat Indonesia Athiyyah Nur Roihanah; Anisah Rahmayanti; Neneng Nurjanah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.18683

Abstract

Stand-up comedy merupakan lawakan cerdas yang berisikan materi orisinal. Biasanya stand-up comedy menggunakan ungkapan satire yang bersifat kritik dan bertujuan untuk menyindir orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui maksud satire yang diungkapkan oleh Kiky saputri dalam roasting-nya serta untuk memahami makna konotasi yang terkandung dalam ungkapan satire tersebut. Metode yang digunakan penelitian ini merupakan metode deskriptif analisis dengan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka ditemukan 26 satire yang mengandung makna konotasi, yaitu 4 arti konotasi positif dan 22 arti konotasi negatif. Sehingga dapat dikatakan bahwa konotasi positif merupakan konotasi yang paling sedikit ditemukan dalam penelitian ini, sedangkan konotasi negatif merupakan konotasi yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini, hal tersebut karena dalam roasting pada umumnya memang banyak digunakan ungkapan satire yang mengandung konotasi negatif, jarang sekali ditemukan roasting yang banyak menggunakan ungkapan satire berkonotasi positif, karena tujuan roasting adalah untuk mengkritik. Selain itu, juga didapatkan 11 kritik sosial yang terkandung di dalam roasting tersebut.
Kekerasan Simbolik dalam Struktur Wacana Kelas Fransisca Dwi Harjanti; Roely Ardiansyah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.19445

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan kekerasan simbolik yang terjadi dalam struktur wacana di dalam kelas. Struktur wacana kelas terdiri atas bagian pembuka oleh guru, respon siswa, dan tanggapan atau kelanjutan dari guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis sebagai penelitian kualitatif. Data diambil dari rekaman video pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru peserta Pendidikan Profesi Guru di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Analisis data menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang melibatkan teks, praktik wacana, dan konteks sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik sering terjadi secara tidak sadar dalam struktur wacana kelas, terutama pada bagian pembuka, respon, dan kelanjutan. Dalam bagian pembuka, guru sering menggunakan kalimat perintah atau suruhan dengan kata-kata seperti "silakan", "harapkan", "mohon", atau menggunakan akhiran "-kan" pada kata kerja untuk memberikan stimulus kepada siswa. Siswa merespon pertanyaan atau perintah guru dengan menggunakan pengulangan dalam bagian respon. Sedangkan dalam bagian kelanjutan, guru menggunakan kata-kata penghargaan seperti "terima kasih" atau "baik" sebagai tanggapan terhadap jawaban siswa.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Argumentasi dengan Metode Four Square pada Siswa Kelas XI Febrisa Dwisaptarida; Suhendra; Iis Wiati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20325

Abstract

Writing argumentative texts is essential to learning because students can express their opinions and views. This research aims to review the implementation of lesson study-based learning of argumentative text writing skills and the improvement of argumentative text writing skills using the four square method for class XI students. This research is included in Collaborative Classroom Action Research based on lesson study. The PTKK implementation was carried out in two cycles using data collection techniques in the form of tests and non-tests. The subjects in this research were 34 students in class XI A at SMAN 5 Bogor City. In this research, data was obtained on improving the writing skills of class XI students from cycle 1 to cycle 2. The average score obtained by students in cycle one reached 73.11, while in cycle two, they got an average score of 89,5. This data shows that the four square methods improve argumentative text writing skills of class XI A students at SMAN 5 Bogor City.
Analisis Fungsi Bahasa Geoffrey Leech dalam Indang Nagari Muaro Paneh Fadly AS
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20535

Abstract

The objective of this article is to identify the linguistic forms and meanings of language in indang lyrics in Muaro Paneh village and to determine their function. This study employs descriptive qualitative research methods using observation and documentation as the data collection techniques. The manuscript of the indang lyrics collection in Muaro Paneh village is the primary source for the data. The analysis method utilises Wijana's speech act type theory, incorporating seven kinds of meaning and five language functions as per Leech. The types of speech acts identified are: direct literal, direct non-literal, indirect literal, and indirect non-literal. The types of meaning identified include conceptual, connotative, social, affective, and reflective. The language functions identified are: informational, expressive, directive, aesthetic, and phatic. Non-literal connotative meanings with a directive function are found in most of the texts of the indang Muaro Paneh village. It serves as an instrument of social control over people's lives as oral literature.