cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Posisi Aktor dalam Novel Lusi Lindri Karya Y.B. Mangunwijaya Batari Fatimah, Andi Anugrah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.16049

Abstract

Actor's Position in The Novel Lusi LindriBy. Y.B. Mangunwijaya ABSTRAKNovel sebagai sebuah wacana dapat merepresentasikan fenomena dan posisi aktor dalam ceritanya. Novel Lusi Lindri memuat permasalahan gender, yakni sikap diskriminatif dan subordinasi patriarki terhadap posisi aktor perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan posisi aktor sebagai subjek maupun objek yang mengalami bentuk ketidakadilan gender, berdasarkan pandangan analisis wacana kritis Sara Mills, digunakan sebagai media literasi sastra berbasis gender di perguruan tinggi. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif-linguistik kritis bersifat deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, kalimat yang bersumber pada novel Lusi Lindri karya Y.B. Mangunwijaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, baca simak, dan pencatatan. Peneliti sebagai instrumen kunci penelitian. Teknik analisis data melalui prosedur mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan posisi aktor sebagai subjek terdominasi dan objek terodominasi yang mengalami (a) marginalisasi (b) subordinasi (c) stereotip (d) kekerasan verbal, fisik, dan psikis (e) beban ganda perempuan.Kata kunci:Analisis Wacana Kritis, Posisi Aktor, Ketidakdilan gender, Novel, Pembelajaran Literasi SastraABSTRACTThe novel as a discourse can represent the phenomena and positions of the actors in the story. Lusi Lindri's novel contains gender issues, namely discriminatory attitudes and patriarchal subordination to the position of female actors. This study aims to describe the position of actors as subjects and objects who experience forms of gender inequality, based on the views of Sara Mills' critical discourse analysis, used as a medium for gender-based literary literacy in tertiary institutions. This research utilizes a descriptive qualitative-critical linguistic method. The research data are in the form of words, phrases, clauses, sentences that originate from the novel Lusi Lindri by Y.B. Mangunwijaya. Data collection techniques were carried out using documentation, reading and recording techniques. Researchers as key research instruments. Data analysis techniques through identifying procedures, classifying, analyzing, and making conclusions. The results of the study found that the position of actors as dominated subjects and dominated objects experienced (a) marginalization (b) subordination (c) stereotypes (d) verbal, physical and psychological violence (e) the double burden of womenKeyword: Critical Discourse Analysis, Actor's Position, Gender Inequality, Novels, Literary Literacy Learning. 
Sistem Transitivitas dalam Wacana Berita Tragedi Kanjuruhan Malang Sukiman, Sukiman; Santoso, Anang; Taufiqurrahman, Febri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16184

Abstract

Transitivity System in The Kanjuruhan Malang Tragedy News Discourse ABSTRAKMedia massa menyajikan informasi dari sudut pandang penulis, sehingga cenderung menimbulkan persepsi yang berbeda dari pembaca. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketransitifan dalam wacana berita Tragedi Kanjuruhan dari tiga media massa online. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis wacana tentang ketransitifan dari Halliday. Data penelitian ini bersumber dari tiga media massa, yaitu Kompas, Detiknews, dan Tempo. Analisis data menggunakan model ketransitifan dari teori Linguistik Sistemik Fungsional. Dari hasil penelitian ditemukan jenis proses, yaitu material, perilaku, mental, dan relasional. Pada berita “Kontras Temukan Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan: Aparat Dimobilisasi Pertengahan Babak Ke-dua ” ditemukan 6 proses material, 5 proses perilaku, dan 1 proses mental. Berita “4 Hal Temuan Terkini TGIPF di Tragedi Kanjuruhan” ditemukan 14 proses material, 6 proses perilaku, 1 proses mental, dan 5 proses relasional. Pada berita “8 Fakta Temuan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang” ditemukan  4 proses material, 14 proses perilaku, dan 1 proses relasional. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyajian berita, penulis lebih dominan menggunakan proses material dan perilaku untuk membangun narasi kepada pembaca sedangkan sirkumstan yang ditemukan menunjukkan tempat, waktu, penyerta, penyebab, dan masalah.Kata kunci: Transitivitas, Wacana, Berita, Tragedi KanjuruhanABSTRACTThe mass media presents information from the author's point of view, so it tends to generate different perceptions from readers. Thus, this study aims to examine the form of transitivity in the Kanjuruhan Tragedy news discourse from three online mass media. The method used is qualitative with a discourse analysis approach on transitivity from Halliday. The research data comes from three mass media, namely Kompas, Detiknews, and Tempo. Data analysis used the transitivity model of Systemic Functional Linguistics theory. From the research results found the types of processes, namely material, behavioral, mental, and relational. In the news "Contrast Finds Awkwardness in the Kanjuruhan Tragedy: Officials are Mobilized in the Middle of the Second Half" found 6 material processes, 5 behavioral processes, and 1 mental process. The news "4 Things TGIPF's Latest Findings in the Kanjuruhan Tragedy" found 14 material processes, 6 behavioral processes, 1 mental process, and 5 relational processes. In the news "8 Facts of Police Findings in the Kanjuruhan Malang Tragedy" found 4 material processes, 14 behavioral processes, and 1 relational process. This shows that in presenting news, the author is more dominant in using material processes and behavior to build narratives for readers while the circumstance found shows place, time, accompaniment, causes, and problems.Keyword: Transitivity, Discourse, News, Kanjuruhan Tragedi
Penggunaan Konjungsi “Kecuali” dan “Selain” dalam Bahasa Buku Kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie) Asista, Aruna; Sari, Rafiqa
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.16211

Abstract

The Use Of The Conjunction "Except" And "Besides" In The Language Of The First Book Of The Civil Code (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie)ABSTRAKHukum dan bahasa adalah dua entitas yang terpisah, tetapi sangat erat hubungannya. Hukum bergantung pada bahasa, dan tanpa bahasa hukum tidak dapat memanifestasikan bentuknya sehingga dapat dipahami oleh mereka yang kepadanya hukum itu disampaikan. Penulisan yang dilakukan untuk memaknai konjungsi “kecuali” dan “selain” yang terdapat dalam buku kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) bersumber pada Burgerlijk Wetboek peninggalan kolonial Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diresmikan melalui Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847, BAB IV tentang Perkawinan. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah jenis analisis deskriptif. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa penggunaan konjungsi “kecuali” dan “selain” dalam buku kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bersumber pada Burgerlijk Wetboek, sudah sesuai dengan penempatannya, yaitu pasal 31 ayat 1, pasal 33, 34, 39, 45, 57, 69, 70 aline pertama, 99 dan 100. Sedangkan, satu pasal yang terdapat konjungsi “selain”, yaitu pasal 36.Kata kunci: undang-undang, bahasa, konjungsiABSTRACTLaw and language are two separate entities, but they are very closely related. The law depends on language, and without language the law cannot manifest its form so that it can be understood by those to whom it is delivered. The writing carried out to interpret the conjunction "except" and "besides" contained in the first book of the Civil Code (Civil Code) is sourced from Burgerlijk Wetboek of Dutch colonial heritage which was translated into Indonesian and inaugurated through the Staatsblad No. 23 of 1847, CHAPTER IV on Marriage. The approach used in this writing is a descriptive qualitative approach.  The type of research used by theauthor is a type of descriptive analysis.   The results of this paper show that the use of the conjunction "except" and "besides" in the first book of the Civil Code sourced from Burgerlijk Wetboek, is in accordance with its placement, namely article 31 paragraph 1, articles 33, 34, 39, 45, 57, 69, 70 first inline, 99 and 100. Meanwhile, one article that has a conjunction "besides", namely article 36.Keyword: legislation, language, and conjunctions
Nilai Tuturan dalam Tahapan Perkawinan Adat Masyarakat Desa Suelain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Fanggidae, Yessy Mervilen; Boimau, Sanhedri
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.16294

Abstract

Speech Value in The Stage of Marriage Custom of The Suelain Village Community, Lobalain Districts Rote Ndao Regency ABSTRAKPerkawinan merupakan suatu ikatan sosial/perjanjian hukum, baik secara adat maupun Agama bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk hidup berumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dan mendeskripsikan nilai budaya yang tergurat dalam tuturan adat perkawinan masyarakat Desa Suelain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote-Ndao. Penelitian ini menggunakan teori Linguistik Antropologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Tokoh-tokoh adat masyarakat Suelain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi; (2) wawancara; (3) perekaman dan pencatatan. Sementara pengolahan datanya dilakukan melalui (a) pengaksaran, (b) terjemahan, (c) analisis, dan (d) simpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perkawinan adat masyarakat Desa Suelain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote-Ndao terdiri atas 7 tahap yaitu : (1) Tahap peminangan disebut Hengga Mbotik; (2) Tahap perundingan belis; (3) Tahap pengumpulan belis (Tu’u belis); (4) Tahap penyerahan belis; (5) Tahap terang kampung disebut Nggani Eik’; (6)Tahap pengukuhan adat disebut Natudu sasao; dan (7) Tahap pengantaran mempelai perempuan diantara ke rumah mempelai laki-laki disebut Dode. Dari ketujuh tahap tuturan adat perkawinan ini, memiliki (1) Nilai Religius; (2)  Nilai kebersamaan; dan (3) Nilai Etika.Kata kunci: Masyarakat, Perkawinan, Tuturan,  Nilai ABSTRACTMarriage is a social bond/legal agreement, both according to custom and religion for a man and a woman to live as a household. The purpose of this research is to explain and describe the cultural values that are inscribed in the custom marriage speech of the people of Suelain Village, Lobalain District, Rote-Ndao Regency. This study uses the theory of Anthropological Linguistics. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data sources in this study were from traditional leaders of the Suelain community, Lobalain District, Rote Ndao Regency. Collecting data in this study used techniques (1) Observation; (2) Interview; (3) Recording and recording. While processing the data is done through (a) Recognizing, (b) Translation, (c) Analysis, and (d) Conclusion. The results of the research and discussion show that the custom marriage of the people of Suelain Village, Lobalain District, Rote-Ndao Regency consists of 7 stages, namely: (1) The proposal stage is called Hengga Mbotik; (2) Purchase negotiation stage; (3) Belis collection stage (Tu'u belis); (4) Purchase submission stage; (5) The bright stage of the village is called Nggani Eik'; (6) The customary confirmation stage is called Natudu sasao; and (7) The stage of delivering the bride to the groom's house is called Dode. Of the seven stages of traditional marriage speech, it has (1) religious values; (2) Togetherness values; and (3) Ethical Values. Keyword: Society, Marriage, Speech Values
Penampil dan Khalayak dalam Pertunjukan Sastra Lisan Bagurau Saluang Dendang Klasik di Kecamatan Lima Kaum Anugrah, Sufi; Ferdinal, Ferdinal; Sudarmoko, Sudarmoko
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.16329

Abstract

Performers and Audiences in The Classical Bagurau Saluang Dendang Oral Literary Performance at The District of Lima KaumABSTRAKDalam perkembangannya pertunjukan sastra lisan bagurau saluang dendang dikolaborasikan dengan kesenian modern. Sehingga memunculkan berbagai genre seperti saluang dangdut, saluang remix, saluang orgen, dan saluang joget. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan penampil dan khalayak dalam pertunjukan sastra lisan bagurau saluang dendang klasik. Data pada artikel ini dikumpulkan dengan metode wawancara dan perekaman. Untuk pembahasannya digunakan strategi pembacaan dekonstruksi Derida. Artikel ini menyimpulkan bahwa penampil dan khalayak berkolaborasi dalam mengemas pertunjukan sastra lisan bagurau saluang dendang klasik. Bentuk penampil dalam pertunjukan ini terdiri dari beberapa unsur yaitu;  juru mudi, tukang dendang, dan tukang saluang. Ketiganya memiliki peran yang sama dalam menciptakan teks dan membangun suasana pertunjukan. Sementara, khalayak merupakan masyarakat penikmat atau penonton sastra lisan bagurau yang juga memiliki peran dalam membangun suasana dan menciptakan teks dalam pertunjukan sastra lisan bagurau saluang dendang klasik.Kata kunci: Sastra Lisan, Bagurau, Saluang Dendang Klasik, Penampil, Khalayak, DekonstruksiABSTRACTIn its development, the performance of the Bagurau Saluang Dendang oral literature is collaborated with modern art. It leads to various genres such as Saluang Dangdut, Saluang Remix, Saluang Orgen, and Saluang Joget. It aims to describe the involvement of performers and spectators in the classical performance of bagurau saluang dendang oral literature. It collected data with interview and recording methods. For the discussion, Derida's deconstruction reading strategy is used. It concludes that actors and audiences are experts in packaging the classical performances of bagurau saluang dendang oral literature. The form of performers in this show consists of several elements, namely; helmsman, chanter, and saluang handyman. All three have the same role in creating the text and building the atmosphere of the show. While the audience is the connoisseurs or spectators of bagurau oral literature who also play a role in building the atmosphere and creating texts in the classical Bagurau Saluang Dendang oral literature performance.Keyword: Oral Literary, Bagurau Saluang Dendang Klasik,  Performers, Audiences, Deconstruction
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis Fawzani, Nurul; Hasaniyah, Nur; Sulfikar, Sulfikar
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.16590

Abstract

Homonyms of Bugis Language in Philosophy of Life of The Bugis People ABSTRAKFalsafah Bugis selain sarat dengan unsur etika dan moralitas juga mengandung nilai sastra yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk kosakata homonim pada falsafah Bugis dan memahami penggunaan kosakata homonim dalam interaksi masyarakat Bugis. Studi ini menerapkan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data utama yang digunakan adalah video-video di platform Youtube dan artikel-artikel yang berhubungan dengan kutipan-kutipan falsafah Bugis. Selain itu, data sekunder yang digunakan meliputi buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak-catat yang selanjutnya dianalis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menyimpulkan kosakata homonim pada falsafah hidup masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk kosakata homonim pada falsafah Bugis, yaitu berbentuk homograf dan homofon. Homograf adalah hubungan makna di mana terdapat dua kata atau lebih dengan pengejaan yang serupa namun memiliki arti yang berbeda. Sedangkan homofon adalah dua kata atau lebih yang dilafalkan secara serupa, tetapi memiliki penulisan dan makna yang berbeda. Kosakata homonim tersebut tidak hanya digunakan pada kalimat falsafah Bugis tetapi juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.Kata kunci: Filosofi Bugis, HomonimABSTRACTBesides being full of elements of ethics and morality, Bugis philosophy also contains the high literary value. This study aims to understand the forms of homonymous vocabulary in Bugis philosophy and to understand the use of homonymous vocabulary in the interaction of Bugis society. This study applies a descriptive research method with a qualitative approach. The main data sources used are videos on the Youtube platform and articles related to quotes on Bugis philosophy. In addition, the secondary data used includes books, journal articles, and previous studies that are relevant to this research topic. The data collection technique used was the note-taking technique which was then analyzed by identifying, classifying, describing, and concluding homonymous vocabulary in the philosophy of life of the Bugis people. The results of the study show that there are two forms of homonymous vocabulary in Bugis philosophy, namely homographs, and homophones. A homograph is a relationship of meaning where there are two or more words with similar spelling but different meanings. Whereas homophones are two or more words that are pronounced similarly, but have different writing and meanings. The homonym vocabulary is not only used in Bugis philosophical sentences but is also often used in daily conversation.Keyword: Bugis philosophy, HomonymFilosofi Bugis, Homonim
Miskonsepsi Warganet Terhadap Isu Feminisme dalam Unggahan Twitter @Magdalena syafi'i, Imam
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.17719

Abstract

Netizens' Misconceptions of Feminism Issues in @Magdalena's Twitter Uploads ABSTRAKMagdalene adalah akun edukasi yang berfokus pada feminisme. Penyebaran konten feminisme oleh Magdalene mendapat beragam respons, salah satunya adalah miskonsepsi warganet tentang paham feminisme. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan miskonsepsiwarganet terhadap isi dalam unggahan Magdalaene di Twitter. Data dikumpulkan dari komentar warganet di unggahan pada 18 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh  bahwa warganet miskonsepsi atau salah paham terhadap wacana feminisme dari unggahan Magdalene, yakni laki-laki harus kuat, laki-laki sebagai pencari nafkah utama, dan bapak rumah tangga. Hal ini mengindikasikan bahwa wacana tersebut belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat.Kata kunci: cerpen, teori resepsi sastra,tanggapan pembaca ABSTRACTMagdalene is an educational account focused on feminism. Magdalene's dissemination of feminist content received various responses, one of which was netizens' misconceptions about feminism. This study describes netizens' misconceptions about the content in Magdalaene's uploads on Twitter. Data was collected from netizen comments uploaded on November 18, 2022. This research uses a qualitative descriptive method. The results showed that netizens had misconceptions or misunderstood the discourse of feminism from Magdalene's uploads, namely that men must be strong and that men are the main breadwinners and fathers of the household. This indicates that the discourse has not been fully accepted by the public.Keyword: short stories, literary reception theory, reader responses
Youth Culture pada Novel Antariksa Karya Tresia Hayat, Hifdatul; Hadiansyah, Firman
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth Culture In Tresia's Space NovelABSTRAKAnak muda yang selalu berkelompok, memiliki nama tertentu dan mempunyai ketua kelompok merupakan fenomena yang terjadi di masyarakat. Kegiatan pemuda ini disebut “geng”. Selain geng, seperti nongkrong, tawuran, fashion, jajan, intimidasi, memberontak, dan lain sebagainya, fenomena ini bisa disebut fenomena youth culture dan dapat ditemukan dalam kehidupan nyata maupun dalam bentuk karya sastra seperti pada novel. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya youth culture (30 kutipan): klasifikasi kultural: 10; pembatasan kelas, ras, dan gender: 3; tentang budaya: 13; peran konsumsi masyarakat kapitalis: 2; dan perlawanan: 2.Kata kunci: Youth culture (budaya anak muda); fenomena youth culture; novelABSTRACTYoung people who are always in groups, have certain names and have group leaders are a phenomenon that occurs in society. These youth activities are called "gangs". In addition to gangs, such as hanging out, brawls, fashion, snacks, intimidation, rebellion, and so on, this phenomenon can be called the phenomenon of youth culture and can be found in real life and in the form of literary works such as novels. This research method is descriptive qualitative with data collection techniques using document analysis techniques with content analysis techniques. The results showed the existence of youth culture (30 quotations): cultural classification: 10; class, race, and gender restrictions: 3; about culture: 13; the role of consumption in capitalist society: 2; and resistance: 2.Keyword: Space, Boys Over Flowers, novels, films, comparative literature
Makna Kiasan dalam Judul FTV Suara Hati Istri pada Kanal TV Indosiar Putri, Selvia Parwati; Safitri, Lulu
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.17944

Abstract

Figure Meaning in The FTV Title of The Suara Hati Istri on Indosiar TV Channel ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran makna kiasan yang terdapat dalam judul FTV Suara Hati Istri yang ditayangkan di Indosiar dan untuk mengetahui makna secara terperinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan teknik simak, baca, dan catat, yakni peneliti menyimak judul-judul FTV Suara Hati Istri yang tersebar di laman internet dan menyimak cuplikan dari serial yang akan dianalisis melalui kanal YouTube lalu membaca secara saksama dan mencatat dari data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 judul FTV Suara Hati Istri yang mengandung makna kiasan. Di antaranya terdapat makna kiasan hiperbola sebanyak 1 judul, makna kiasan metafora sebanyak 19 judul, makna kiasan simile sebanyak 4 judul, dan makna kiasan personifikasi sebanyak 1 judul. Makna kiasan yang sering muncul dan dipakai oleh pihak tim produksi FTV Suara Hati Istri adalah makna kiasan metafora.Kata kunci: makna kiasan, FTV Suara Hati Istri, semantik ABSTRACTThis study aims to find out the distribution of figurative meanings contained in the title of the FTV Suara Hati Istri which is shown on Indosiar to find out the specific meaning according to the figurative meaning embedded in the title of the FTV Suara Hati Istri which is shown on Indosiar. The research method used in this study is descriptive qualitative method which explains the data according to the state of the natural data source. The data analysis technique used the listening, reading, and note-taking technique, namely the researcher listened to the titles of Suara Hati Istri FTV which were spread on internet pages and listened to footage from the series to be analyzed via YouTube and then read carefully and took notes from the data that had been collected. The results showed that there were 25 titles of Suara Hati Istri FTV which contained figurative meanings. Among them are 1 title of hyperbole figurative meaning, 19 figurative meaning of metaphor, 4 figurative meaning of simile, and 1 figurative meaning of personification. The figurative meaning that often appears and is used by the production team of Suara Hati Istri FTV is the figurative meaning of a metaphor.Keyword: figurative meaning, FTV Suara Hati Istri, semantic
Pengaruh Penggunaan Media Komik Terhadap Hasil dan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Teks Negosiasi Kurikulum Merdeka Agustin, Silvia Wanda; Kusmiyati, Kusmiyati; Faizin, Afan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18097

Abstract

The Influence Digital Comic Media on The Results and Interest Students in Learning The Negotiation Text The Independent Curriculum  ABSTRAKHasil dari pengamatan yang dilakukan di kelas X SMA Dr. Soetomo Surabaya, didapati permasalahan yang terjadi adalah rendahnya hasil belajar siswa, hal tersebut terjadi karena proses pembelajaran yang monoton, untuk itu diperlukan alternatif yang dapat mengubah proses pembelajaran agar lebih menarik, yaitu menggunakan media komik digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media pembelajaran komik digital dalam meningkatkan hasil serta minat belajar peserta didik kelas 10. Penelitian ini menerapkan metode quasi eksperimen, dengan dua kelas sampel yang di teliti yaitu kelas X-4 dan kelas X-2. Uji analisis menggunakan uji independent sample t-test dan analisis deskriptif kuesioner, hasil dari penelitian ini yaitu nilai rerata kelas eksperimen lebih tinggi 77,36 dan rerata kelas kontrol adalah 53,51, berdasarkan uji hipotesis terdapat perbedaan dengan nilai sig. 0,000<0,05 jadi H_1 diterima dan H_0 ditolak, sedangkan pada uji analisis statistik deskriptif mendapat nilai rerata 3,03 dengan kriteria setuju pada pernyataan kuesioner.Kata kunci: Media Komik, Hasil Belajar, Minat BelajarABSTRACTThe results of observations made in class X SMA Dr. Soetomo Surabaya, it was found that the problem that occurred was the low student learning outcomes, this occurred because the learning process was monotonous, for this reason an alternative was needed that could change the learning process to make it more interesting, namely using digital comic media. The purpose of this study was to see the effect of digital comic learning media in improving the learning outcomes and interest of grade 10 students. This study applied a quasi-experimental method, with two sample classes being studied, namely class X-4 and class X-2. The analytical test used is the independent sample t-test and questionnaire descriptive analysis. The results of this study are that the average value of the experimental class is 77.36 higher and the control class average is 53.51. Based on the hypothesis test, there is a difference with a significant value of 0.000 <0. .05 then  is accepted and  is rejected, while in the descriptive statistical analysis test it gets an average value of 3.03 with the criterion of agreeing on the questionnaire statement.Keyword: Comic Media, Learning Outcomes, Interest to learnÂ