cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Kesantunan Berbahasa dalam Film Keluarga Cemara Sutradara Yandy Laurens Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas Alawiyah, Siti Aisah; Sumarno, Sumarno; Ningsih, Nur Mei
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12490

Abstract

Politness Strategies in The Keluarga Cemara Movie Directed By Yandy Laurens As Alternative Teaching Materials in High School ABSTRAKBertutur tidak hanya sekadar menggunakan bahasa dalam berkomunikasi, tetapi juga berkaitan dengan kesantunan berbahasa. Kesantunan berbahasa adalah wujud penghormatan dan penghargaan kepada mitra tutur. Apalagi dalam lingkungan pendidikan, kemampuan berbahasa peserta didik harus didukung oleh kecakapan kesantunan berbahasa. Namun, dewasa ini, tingkat penghormatan peserta didik terhadap guru semakin berkurang dengan indikasi peserta didik cenderung berbicara kepada guru layaknya kepada teman sebaya. Dekadensi kesantunan di lingkungan peserta didik menjadi masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dalam film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens.  Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kesantunan berbahasa yang digunakan sesuai dengan maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahatian, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens memenuhi kesantunan berbahasa sebagaimana yang dikemukakan oleh Leech dan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas.Kata kunci: bahan ajar, film “Keluarga Cemara”, kesantunan berbahasa.ABSTRACTSpeaking is not just using language in communication, but also related to politeness strategies. Politeness strategies are forms of respect and appreciation for the speech partner. Moreover, in an educational environment, students' language skills must be supported by politeness strategies skills. However, nowadays, the students level of respect towards teachers is decreasing, with indications that students tend to talk to teachers similar to talk with peers. Decadence of politeness in the students environment is a problem in this study. The purpose of this study was to describe the form of adherence to the politeness strategies in the Keluarga Cemara movie directed by Yandy Laurens. The method which is used is a qualitative research method. The politeness strategies which is applied in this study in accordance with the maxim of wisdom, the maxim of acceptance, the maxim of generosity, the maxim of humility, the maxim of compatibility, and the maxim of sympathy. Based on the results of the research conducted, the Keluarga Cemara movie directed by Yandy Laurens fulfills the politeness strategies as proposed by Leech and can be used as an alternative material for learning Indonesian in high school.Keyword: Politeness Strategies, The “Keluarga Cemara” Movie, Teaching Materials
Analisis Makna Nyanyian Tradisi Diadi Dialek Daya Desa Gedung Wani Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Erwanto, Erwanto; Contessa, Emilia; Agustina, Aryanti
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12763

Abstract

Meaning Analysis of Diadi Daya Gedung Wani Village South Ogan Komering Ulu District Dialect Song TraditionABSTRAKDiadi merupakan salah satu warisan budaya lokal yang berasal dari desa Gedung Wani OKU Selatan. Diadi merupakan ritme musik dengan senar gitar tunggal yang berkembang di daerah Ogan Komering Ulu Selatan Desa Gedung Wani Kecamatan Runjung Agung. Lirik dari Diadi ini berupa pantun dengan kata lainnya disebut canggut yang dinyanyikan sedemikian rupa dengan irama gitar tunggal. Pelaksanaan Diadi ini biasanya diadakan pada saat pesta pernikahan Ningkuk’an (bahasa daerah setempat) dan acara sukuran. Peneliti menganggap perlu meneliti heuristik dan hermeneutik dengan harapan supaya setelah diadakan penelitian ini warisan budaya Diadi bisa dilestarikan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui makna heuristik dan hermeneutik nyanyian diadi dalam dialek Daya desa Gedung Wani  kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik dan struktural. Sumber data  penelitian adalah nyanyian tradisi diadi desa Gedung Wani. Berdasarkan hasil penelitian struktur diadi pembacaan tingkat heuristik dari sepuluh bait diadi terdapat struktur atau susunan, fungsi atau arti dari bait-bait tersebut yang dianalisis berdasarkan susunan yang terdapat dalam diadi tersebut yang disesuaikan  dengan bahasa Indonesia. Selanjutnya analisis berdasarkan pembacaan hermeneutik isi nyanyian tradisi diadi ini menceritakan tentang kisah antara dua insan yang ingin menjalin kasih dengan saling menerima segala kekurangan untuk mencapai kehidupan bahagia sampai hidup mati mereka bersama.Kata kunci: Makna Heuristik, Makna HermeneutikABSTRACTDiadi is one of the local cultural heritage originating from the village of Gedung Wani South OKU. Diadi is a musical rhythm with a single guitar string that developed in the South Ogan Komering Ulu area, Gedung Wani Village, Runjung Agung District. Diadi's lyrics are in the form of rhymes with other words called canggut which are sung in such a way with a single guitar rhythm. The implementation of Diadi is usually held at the Ningkuk'an wedding party (local language) and the sukur ceremony. Researchers consider it necessary to examine heuristics and hermeneutics in the hope that after this research, Diadi's cultural heritage can be preserved. The purpose of this study was to determine the heuristic and hermeneutic meaning of Diadi's song in the Daya dialect of Gedung Wani village, South Ogan Komering Ulu district. The method applied in this study is a qualitative descriptive method which  used a semiotic and structural approach. The source of the research data is the song Diadi, Gedung Wani village. Based on the research results on the structure of the Diadi, readings Diadi heuristic ten level stanzas consist a structure or arrangement, function or meaning of these verses which are analyzed based on the arrangement contained in the Diadi which is adapted to the Indonesian language. Furthermore, the analysis based on the hermeneutic reading of the Diadi song contents tells that the story of two people who want to make love by accepting each other's weakness to achieve a happy life until they live and die together.Keyword:  Heuristic Meaning, Hermeneutic Meaning
Analisis Reseptif Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia Muhri, Muhri; Yuliati, Ana
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12795

Abstract

Receptive Analysis Of Angkatan 2000 in Indonesian Literature ABSTRAK Angkatan 2000 sebagai bagian dari sejarah sastra pada mulanya ditolak oleh banyak sastrawan. Melalui perjalanan waktu, Angkatan 2000 tercantum dalam beberapa tulisan ilmiah. Dengan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerimaan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia dan usia sastrawan dan karya sebagai indikator klasifikasi sejarah sastra. Pada dasarnya penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Data kuantitatif tersebut dideskripsikan sehingga hanya menjadi data awal saja. Sumber data utama berupa satu buku usulan Angkatan dan dua buku dan dua penelitian yang menanggapi. Metode analisis menggunakan metode analisis-deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa 1) Angkatan 2000 diterima sebagai bagian dari sejarah sastra indonesia dan 2) inklusi sastrawan dalam angkatan tidak mempertimbangkan usia sastrawan dan karya.Kata kunci: sejarah, sastra, Angkatan ABSTRACT Angkatan 2000 as part of literary history was initially rejected by many writers. After a few year, Angkatan 2000 was listed in several scientific writings. With this background, the purpose of this study is to describe the acceptance of Angkatan 2000 in Indonesian literature and the age of writers and works as a classification indicator of literary history. Basically this research includes quantitative research. The quantitative data are then described. As a result, they are only preliminary data. The main data sources are one book as proposal and two books and two research articles as responses. The descriptive-analytic is used as primary method. Based on the analysis, it can be concluded that 1) Angkatan 2000 is accepted as part of the history of Indonesian literature and 2) the inclusion of writers in the batch did not consider the age of the writers and works Keyword: history, literature, generation 
Budaya Patani Berwujud Hasil Karya dalam Novel Ratu-Ratu Patani Karya Isma Ae Mohamad: Kajian Antropologi Sastra Islahuddin, Islahuddin; Tawandorloh, Ku-Ares
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12796

Abstract

Patani Culture in The Form of Works in The Novel of Ratu-Ratu Patani By Isma Ae Mohamad: A Study of Literature Antropology ABSTRAKNovel Ratu-ratu Patani karya Isma Ae Mohamad merupakan novel yang menceritakan tentang Ratu-ratu yang memerintahkan kerajaan Patani dan budaya yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks-teks yang membicarakan tentang budaya Patani berwujud hasil karya dalam novel Ratu-ratu Patani dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Ratu-ratu Patani. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan dan pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan referensi keilmuan teori antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Patani berwujud hasil karya yang terdapat dalam novel Ratu-ratu Patani, di antaranya, yaitu: a) berbentuk bangunan dan tempat tinggal, di antaranya: 1) istana; 2) Masjid Kerisek; dan 3) pondok pesantren; b) berbentuk daerah maritim, yaitu pelabuhan; c) berbentuk senjata dan peralatan hidup, di antaranya: 1) keris; 2) meriam; dan 3) perahu kolek; dan d) berbentuk naskah, yaitu Tarikh Patani. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Patani berwujud hasil karya dalam novel Ratu-ratu Patani keberadaannya masih diyakini oleh sebagian besar masyarakat Melayu Patani dan masih dipertahankan hingga saat ini.Kata kunci: budaya Patani, wujud hasil karya, novel, Ratu-ratu Patani, antropologi sastraABSTRACTNovel Ratu-ratu Patani written by Isma Ae Mohamad is a novel that tells of a queens who commands the kingdom of Patani and the culture in it. This study aims to describe the texts which discuss about Patani culture in the novel Ratu-ratu Patani by using literary anthropology approach. The source of the data in this research is the novel Ratu-ratu Patani. The data are collected through reading and noting. Technique analysis data which is applied is the qualitative descriptive technique with reference theory of anthropology literature. The results of the research show that Patani culture was in the form of works in the novel Ratu-ratu Patani, as follows: a) in the form of buildings and residences, including: 1) palaces; 2) Kerisek Mosque; and 3) Islamic boarding schools; b) in the form of a maritime area, namely a port; c) in the form of weapons and live equipment, including: 1) keris; 2) cannon; and 3) kolek boat; and d) in the form of a manuscript, namely the Tarikh Patani. In addition, the result of the study indicates that the Patani culture in the form of works in the novel Ratu-ratu Patani. The existance of Ratu-ratu Patani  is still believed by most of the Patani Malay community and is still maintained until today.Keyword: Patani Culture, Form of Work, Novel, Ratu-ratu Patani, Anthropology Literature
Wisata Literasi Siswa (WLS) SDN Sukorambi 01 Jember untuk Meningkatkan Kepedulian dan Percaya Diri Sudarwati, Sudarwati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12825

Abstract

Student Literacy Tour in SDN Sukorambi 01 Jember for Improving Awarness and ConfidenceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kepercayaan diri siswa SDN Sukorambi 01 Jember dalam menulis pantun melalui Program Wisata Literasi Siswa (WLS). Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilakukan berdasarkan analisis masalah dari ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) di SDN Sukorambi 01 Jember. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis, S. & Mc. Taggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan/monitoring dan 4) refleksi. Dari hasil penelitian, ditunjukkan bahwa program WLS dapat meningkatkan kepedulian dan kepercayaan diri siswa melalui menulis pantun. WLS dilakukan dengan mengajak siswa mengunjungi lingkungan sekitar untuk mengapresiasi lingkungan yang dijadikan objek. Peningkatan hasil program WLS ditunjukkan pada kenaikan skor ketercapaian program WLS pada siklus I dari rata-rata skor 70 naik menjadi rata-rata skor 90 pada siklus II. Kata kunci: Wisata Literasi Siswa, Pantun, Tingkat Kepedulian Siswa, Tingkat Kepercayaan Diri Siswa, Penelitian Tindakan Sekolah ABSTRACTThis study aims to increase the awareness and confidence of SDN Sukorambi 01 Jember students in writing poems through Wisata Literasi Siswa (WLS) Programs. This research is a school action research which was conducted based on problems analysis of the graduate competence standard achievement in SDN Sukorambi 01 Jember. This study uses an action research model developed by Kemmis, S. & Mc. Taggart consists of four stages, namely 1) planning, 2) implementation, 3) monitoring, and 4) reflection. Based on the research results, it is revealed that the WLS program can increase students' awareness and confidence through writing poems. WLS is held by inviting students to visit the surrounding environment to appreciate the environment which is used as an object. The increase in the WLS program results is shown in the increase in the WLS program achievement score. In the first cycle, it achieved from an average score of 70 increase to an average score of 90 in the second cycle. Keyword: Student Literacy Tour, Pantun, Student Awareness, Student Confidence, School Action Research
Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden? Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Tyas, Debora Korining; Olang, Yusuf; Agustina, Rosita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13017

Abstract

Icon Signed Meaning Analysis, Indexs and Semiotics Symbol in Charles Sanders Peirce in 2014 Siapa di Atas Presiden? Movie ABSTRAKFilm 2014 Siapa di Atas Presiden? bertemakan konflik politik dengan mengangkat latar belakang pemilihan presiden pada tahun 2014 periode 2014-2019. Film ini memberikan gambaran tentang dunia politik. Penelitian ini mengkaji tentang analisis semiotika pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden?.  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?, untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol, serta mendeskripsikan makna dari tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?. Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif, metode   deskriptif, teknik   pengumpulan   data melalui baca catat dan teknik dokumentasi. Temuan yang diperoleh yaitu: 1) Ikon yang menunjukan adanya hubungan persamaan  antara tanda dengan objek manusia (tokoh dalam novel) dan benda 2) Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan tanda dengan objek bersifat diperkirakan, atau hubungannya menunjukkan sifat hubungan kasual (sebab-akibat), arbitrer dan diperkirakan 3) Makna tanda ikon berdasarkan hubungan tanda dengan objek pada tipe ikon maka hubungan tanda dan objek dalam gambar  yaitu  sama  antara gambar dan tanda ikon.Kata kunci: Semiotika; Film 2014 Siapa di Atas Presiden?ABSTRACT2014 siapa di atas presiden? movie has political conflict theme by taking the background of the 2014 presidential election in 2014-2019 period. This movie provides an overview of the politics world. This study examines the semiotic analysis in the 2014 siapa di atas presiden? movie. The purpose of this study is to describe the meaning of the sign in the 2014 siapa di atas presiden? movie, in order to show icon sign, index sign and symbols, and also to describe the meaning of icon sign, index sign and symbols in the 2014 siapa di atas presiden? movie. This research used a qualitative descriptive method, data collection techniques were through reading notes and technical documentation.  Based  on  research  results as follows: 1) Icons that show a similar relationship between signs and human objects (characters in novels and objects, 2) Index is a sign that revealed the relationship between signs and objects is predictable or the relationship shows the nature of casual (cause and effect), arbitrary and predictable relationships, 3) Icon sign meaning is based on sign and object relationship in icon type. It is therefore the relationship of sign and object in image is similar to image and icon sign.Keyword: Semiotics, Movie 2014 Siapa di Atas Presiden
Analisis Bahasa Kasar yang Ditirukan Anak Remaja dari Media Sosial Tiktok di Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Jadmiko, Rahmad Setyo; Damariswara, Rian
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13162

Abstract

Analysis of Abusive Language Imitated By Adolescents From Tiktok Social Media in Mojoarum Village, Gondang District, Tulungagung RegencyABSTRAKSelama masa pandemi, eksistensi aplikasi Tiktok semakin kuat. Aplikasi Tiktok mempermudah para konten kreator pemula untuk membuat video singkat yang menarik perhatian. Banyak isi dari video tersebut yang berisi ujaran-ujaran tidak pantas, salah satunya bahasa kasar. Anak remaja yang melihat isi konten tersebut, tentu saja belum bisa mempertimbangkan apakah ujaran tersebut layak jika diucapkan di khalayak umum. Banyak dari mereka menirukan bahasa kasar dari konten aplikasi Tiktok. Fokus penelitian ini adalah, mengetahui jenis-jenis bahasa kasar apa saja yang mereka tirukan dari konten aplikasi Tiktok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek sekumpulan anak remaja di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Dari hasil penelitian, banyak ditemukan jenis-jenis bahasa kasar yang mereka ucapkan. Jenis bahasa kasar tersebut dapat digolongkan menjadi lima jenis yaitu kondisi, nama hewan, makhluk astral, sebuah objek, dan bagian organ tubuh manusia. Mereka mengaku bahwa, dari konten Tiktok mereka menirukan dan ikut memviralkan ujaran-ujaran bahasa kasar tersebut. Anak-anak remaja tersebut mengaku wajar dan lumrah jika mengucapkan bahasa kasar tersebut.Kata kunci: aplikasi Tiktok, anak remaja, bahasa kasarABSTRACTDuring the pandemic, the existence of the Tiktok application is getting stronger. The Tiktok app makes it easy for beginner content creators to create short, eye-catching videos. Many of the contents of the video contain inappropriate utterances, one of which is abusive language. Teenagers who see the contents of the content, certainly, cannot consider whether the utterance is appropriate if it is uttered in the general public. Many of them imitate the abusive language of the content in the Tiktok application. The focus of this research is to find out what types of abusive language which they imitate from the content of the Tiktok application. The type of this research is qualitative, with the subject of a teenager group in Mojoarum Village, Gondang District, Tulungagung Regency. Based on the the study results, many types of abusive language were found. This type of abusive language can be classified into five types, namely conditions, names of animals, astral beings, an object, and parts of the human body. They admitted that, from their Tiktok content, they imitated and took part in the viral utterances of the abusive language. The teenagers admitted that it was natural and normal for them to say abusive language.Keyword: Tiktok app, teenager, abusive language 
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Analisis Sastra Ramadhana, Rizka Norsy; Elyani, Eka Puteri; Mu’in, Fatchul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13379

Abstract

Student Critical Thinking Skills Through Literary Analysis ABSTRAKMelalui analisis sastra, siswa dapat memperoleh keterampilan berpikir kritis. Sastra merupakan salah satu cabang seni yang mengalami proses pertumbuhan sejalan dengan perjalanan waktu dan perkembangan pikiran masyarakat. Literatur dalam proses belajar mengajar dapat menciptakan keterampilan berpikir kritis. Siswa akan berlatih mengungkapkan pendapat, menyimpulkan, menjelaskan hubungan sebab-akibat, membandingkan fakta, dan menerapkan ide-ide yang mereka peroleh dari literatur ke situasi baru. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar analisis sastra memicu keterampilan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2018 yang telah mengambil kelas literary analysis. Data penelitian diperoleh dari observasi pelaksanaan kelas literary analysis dan kuesioner berdasarkan indikator berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran literar analysis di kelas melalui lembar observasi telah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa siswa melakukan 80% dari indikator keterampilan berpikir kritis. Selain itu, menganalisis karya sastra dapat memicu siswa untuk berpikir kritis ke level HOTS (High Order Thinking Skills) karena siswa telah memasuki tahap keenam dalam urutan berpikir kritis yaitu “Creating” yang menghasilkan sebuah makalah terkait analisis karya sastra menggunakan berbagai pendekatan.Kata kunci: Kemampuan berfikir kritis, analisis sastra, pendekatanABSTRACTThrough literary analysis, students can obtain critical thinking skills. Literature is a branch of art that undergoes a growth process in line with the passage of time and the development of people's minds. Having literature in the teaching and learning process can create critical thinking skills. Students will practice expressing opinions, concluding, explaining cause-and-effect relationships, comparing facts, and applying the ideas they have gained from literature to new situations. This research applied descriptive quantitative. The objective of the study is to figure out whether the process of literary analysis teaching and learning triggers students’ critical thinking skills. The sample of this study is students of English Language Education Study Program batch 2018 that have taken literary analysis class. The research data was obtained from observation of implementation of literary analysis class and questioners based on critical thinking indicators. The research findings showed that the implementation of literary analysis learning in the classroom through observation sheets has been going well. Based on analysis results, it is found that students conduct 80% of the critical thinking skills indicators. In addition, analyzing literary works can trigger students to think critically to the level of HOTS (High Order Thinking Skills) because students have entered stage 6 in the critical thinking sequence, namely "Creating" which results in a paper related to the analysis of literary works using various approaches.Keyword: Critical Thinking Skills, Literary Analysis, Approach
Pembekalan Literasi Dasar Guru Sekolah Dasar Islam untuk Mencapai Sustainable Development Goal (SDGs): Pendidikan Berkualitas Ridlwan, Muhammad; Naila, Ishmatun; Nurdianah, Lutfiyan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13390

Abstract

Basic Literacy Training of Islamic Primary Teachers for Achieving Sustainable Development Goal: Quality Education ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan perangkat pembelajaran literasi kelas awal yang cocok digunakan untuk guru Sekolah Dasar Islam. Tingkat literasi dan keterampilan literasi dasar anak Sekolah Dasar telah menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Lebih dari setengah pemuda Indonesia yang menyelesaikan sekolah formal masih belum memahami apa itu literasi, termasuk tidak memahami apa yang dibaca serta banyaknya manfaat yang diperoleh seperti keterampilan tambahan, kekayaan pengetahuan, dan peningkatan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah pengembangan model ADDIE. Penelitian ini menggunakan teknis analisis kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pengembangan dan hasil evaluasi, serta analisis kuantitatif deskriptif untuk menjabarkan hasil implementasi. Hasil pengembangan berupa paket pembelajaran literasi dasar (early class literacy package). Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelatihan literasi pada guru Sekolah Dasar Islam ditandai dengan penguasaan paket pembelajaran literasi dasar. Paket pembelajaran literasi dasar dapat juga membantu guru dalam memberikan pendidikan yang berkualitas.Kata kunci: Guru pendidikan sekolah dasar Islam, literasi, sekolah dasar, SDGs, pendidikan berkualitasABSTRACTThis study aims to train and develop early grade literacy learning tools which is suitable for Islamic primary school teachers. The literacy level and basic literacy skills of primary school children have become a problem in the education field in Indonesia in recent years. More than half of Indonesian youth who finish formal education still do not understand what literacy is, including not understanding what to read and the many benefits that come with it, such as additional skills, a wealth of knowledge, and improved quality of life. The method used is the development of the ADDIE model. This study uses descriptive qualitative analysis techniques to describe the development and evaluation results and descriptive quantitative analysis to describe the implementation results. The result of the development is in the form of an early class literacy package. This study shows that the success of literacy training for Islamic primary School teachers is characterized by mastery of basic literacy learning packages. Basic literacy learning packages can also assist teachers in providing quality education.Keyword: Islamic teacher, literacy, primary schools, SDGs, quality education
Analisis Makna Konotatif pada Leksem “Kampret” dalam Grup Telegram Diskusi Skincare Jannah, Isnaini Qodriyatul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.13499

Abstract

 Analysis of Conotative Meaning on “Kampret” Lexeme in Skincare Discussion Telegram GroupABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh leksem kampret sering digunakan sebagai makna makian, keburukan, sehingga leksem ini dikatakan makna konotasi negatif. Leksem kampret sering muncul di berbagai macam media sosial, salah satunya telegram. Peneliti ingin membahas makna konotatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna konotatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini menemukan 32 data leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare, tetapi makna konotatifnya terdapat 42 makna konotatif negatif, di antaranya leksem kampret  pada makna konotatif negatif (tidak pantas) terdapat 11 data, makna konotatif negatif (keras) terdapat 17 data, dan makna konotatif negatif (kasar) terdapat 14 data, total keseluruhan terdapat 42 makna konotatif negatif. Dalam pembahasan tersebut, makna konotatif negatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare yang paling dominan muncul ialah makna konotatif negatif (keras) terdapat 17 data karena pemilik akun-akun telegram tersebut tidak dapat mengontrol diri dalam melakukan segala hal, jadi ia menggunakan leksem kampret yang bersifat mengeraskan makna.Kata kunci: Semantik, makna konotatif, leksem kampret, grup telegram diskusi skincareABSTRACTThe background of this research is the lexeme kampret is often used as a meaning of swearing, badness. Therefore, this lexeme is said to have a negative connotation. Lexeme Kampret often appears on various social media, one of which is telegram. Researchers want to discuss the connotative meaning of lexeme kampret in the skincare discussion telegram group. The method used in this research is descriptive qualitative method. The purpose of this study was to find out the connotative meaning of lexeme kampret in the skincare discussion telegram group. Based on the results and discussion in this study, it found 32 data on the skin care telegram discussion group, but there were 42 negative connotative meanings on the connotative meaning, including 11 data on the negative connotative meaning (inappropriate) and the negative (hard) connotative meaning. 17 data, and negative connotative meaning (rude) there are 14 data, in total there are 42 negative connotative meanings. In this discussion, the negative connotative meaning of lexeme in the skincare telegram discussion group that most dominantly appears is the negative connotative meaning (hard) there are 17 data because the owner of these telegram accounts cannot control himself in doing everything, so he uses lexeme kampret which is meaningful.Keyword: Semantic, connotative meaning, kampret lexeme, skincare discussion telegram group