cover
Contact Name
Asep Purwo Yudi Utomo
Contact Email
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
ISSN : 22526315     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Sastra Indonesia menerbitkan artikel penelitian atau artikel konseptual mengenai bahasa dan sastra Indonesia. Diterbikan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang dan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta pengajarnya.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 3 (2021): November" : 12 Documents clear
Kepribadian Tokoh Utama Alyssa dalam Novel Fireflies In The Midnight Sky Karya Francisca Todi Fitri Ekiwardani, Dyah Ayu; Sumartini, Sumartini
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.45324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian dan faktor-faktor penyebab munculnya emosi pada tokoh utama Alyssa dalam novel Fireflies In The Midnight Sky karya Francisca Tody. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melakukan kajian terhadap novel Fireflies In The Midnight Sky karya Francisca Todi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini berupa kepribadian id pada tokoh utama Alyssa dalam novel Fireflies In The Midnight Sky karya Francisca Todi bahwa Alyssa adalah gadis yang pemberani, berpikir logis, dan suka menolong. id pada tokoh utama Alyssa dalam novel Fireflies In The Midnight Sky karya Francisca Todi bahwa Alyssa mewujudkan kenikmatannya dengan cara membayangkan. Dalam novel Fireflies In The Midnight Sky karya Francisca Todi, ego pada tokoh utama Alyssa bahwa Alyssa adalah orang yang logis dan berpikir sebelum melakukan sesuatu. Superego pada tokoh utama Alyssa dalam kehidupan sehari-hari berperilaku baik sesuai aturan atau norma yang ada dimasyarakat. Munculnya emosi tokoh Alyssa saat berinteraksi tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah makhluk biologis, materi dan energi, suara dan getaran, sikap dan tingkah laku, situasi dan kondisi. Dalam hal ini menunjukkan yang paling berpengaruh penyebab munculnya emosi adalah faktor dari makhluk biologis. Makhluk biologis disini yaitu tokoh bawahan. Emosi yang ditimbulkan dari faktor ini adalah senang dan sedih. Kata kunci: Tokoh Utama, Psikoanalisis, Sigmund Frued. This study aims to describing and the factors that cause the appearance of emotions in the main character Alyssa in the novel Fireflies In The Midnight Sky by Francisca Todi. Thys study uses a literary psychology approach. This research is a qualitative research that studies novel Fireflies in the Midnight Sky by Francisca Todi. The method used in thi research is descriptive qualitative metohod. The result of this study shows that the id personality of the main character Alyssa in the novel Fireflies In The Midnight Sky by Francisca Todi is a brave girl, logical thinking, and helpful.The id of the main character Alyssa in the novel Fireflies In The Midnight Sky by Francisca Todi is reflected when Alyssa realize its pleasures by imagining. In novel Fireflies In The Midnight Sky by Francisca the ego in the main character Alyssa is alogical person and thinks before doing something. The superego in the main character Alyssa in everyday life behave well according to the rules or norms that exist in society. The emotional appearance of Alyssa's character when interacting can not be separated from the factors that affect her. These factors are biological beings, matter and energy, sound and vibration, attitudes and behaviors, situations and conditions. In this case, the most influential cause of the appearance of the emotions is the biological beings factor. Biological beings here are subordinates character. The emotions that result from this factor are happy and sad.
Implementasi Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Wijayanti, Wenny; Saputra, Ardi Wina
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.47207

Abstract

Keberadaan virus corona telah menjadi pandemi global sejak Maret 2020. Semua sektor terdisrupsi secara masif, termasuk sektor pendidikan. Pendidik yang dalam hal ini guru dan dosen, berbondong-bondong untuk mengganti strategi pembelajaranya menjadi strategi pembelajaran daring. Bahasa merupakan instrumen dalam komunikasi. Melalui bahasa, simbol dan konsesus bersusun-susun menjadi pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dalam berbahasa diperlukan kesantunan berbahasa. Kesantunan berbahasa merupakan prasayarat utama dalam proses komunikasi. Ketika pembelajaran daring berlangsung, kesantunan berbahasa merupakan hal utama yang patut untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsi pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa yang terjadi selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis dan teoretis. Data penelitian ini berupa tuturan (tulis) yang diungkapkan mahasiswa melalui LMS (Bella), sumber data penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Kampus Kota Madiun) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa mahasiswa telah memahami prinsip kesantunan berbahasa pada saat berkomunikasi terutama dalam ranah formal (pembelajaran). Hal itu terbukti dari interaksi belajar mengajar, penutur (mahasiswa) telah banyak menerapkan prinsip kesantunan berbahasa, terutama mematuhi bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal kesetujuan, dan bidal keperkenaan. Dalam interaksi pembelajaran juga terjadi pelanggaran kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh mahasiswa (penutur) yaitu pelanggaran bidal ketimbangrasaan dan bidal kesetujuan. Jumlah pelanggaran kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh penutur (mahasiswa) lebih sedikit dibandingkan jumlah pemenuhan (pematuhan) prinsip kesantunan berbahasa. Adapun bentuk pematuhan kesantunan berbahasa yang dilakukan mahasiswa yaitu pemanfaatan penanda kesantunan berbahasa “selamat pagi, selamagt siang, mohon maaf, terima kasih, dan Ibu”.
Sosiokultural Masyarakat Sasak dalam Novel “Merpati Kembar di Lombok” Karya Nuriadi Wijaya, Herman; Nazri, M. Adib; Supratmi, Nunung; Gani, Ramlah H.A.
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.47945

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripskan sosiokultural masyarakat sasak dalam novel “Merpati Kembar di Lombok” karya Nuriadi. Penelitian ini termasuk deskripsi kualitatif karena mendeskripsikan sosiokultural masyarakat sasak yang masih berlaku sampai sekarang dalam novel tersebut. Sumber data penelitian ini kutipan dalam novel “Merpati Kembar di Lombok” karya Nuriadi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian ini yaitu Kultural masyarakat sasak yang mencakup budaya dan adat, pendidikan, agama dan kepercayaan, bahasa, dan suku. Novel ini merupakan kritik sosial atas satu adat tradisi yang sampai kini masih berlaku di Lombok, suku Sasak. Selain itu, novel ini mengkritisi perbedaan status sosial yang sangat mencolok. Pertentangan itu ditampilkan melalui perjalanan hidup sepasang saudara kembar asal suku Sasak yang tinggal jauh di negeri rantau. Tokoh dalam novel ini tidak hanya disuguhkan manusia yang super hero tetapi tokoh dimunculkan sebagai manusia yang multi dimensi hadir dengan segala kekuatan dan kelemahan.
Satuan Lingual Pada Tradisi Meron di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Karina, Alfa Zulia Dwi; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.48268

Abstract

Meron merupakan salah satu tradisi tahunan untuk menyambut Maulid Nabi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Makna kultural dalam satuan lingual pada tradisi Meron menunjukkan pandangan hidup masyarakat Sukolilo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk satuan lingual dan makna kultural yang terdapat dalam tradisi Meron di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan etnolinguistik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Metode penyediaan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode agih dan padan. Hasil penelitian berupa satuan lingual bentuk kata terbagi menjadi dua kategori, yaitu kata monomorfemis dan kata polimorfemis, frasa yan terdiri atas frasa lugas dan frasa idiomatis, klausa berupa klausa bebas, kalimat berupa kalimat deklaratif, serta wacana bersifat padu. Makna kultural dari tradisi Meron bagi masyarakat Sukolilo sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas rezeki yang dilimpahkan, penghormatan terhadap leluhur, dan bentuk cinta terhadap tanah kelahiran.
Demokratisasi di Ruang Virtual: Teks Tanggapan di Media Pemberitaan Daring Purwaningrum, Prapti Wigati; Nurmalia, Lia; Pangestu, Maulani
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.48842

Abstract

Masa pandemi covid 19 telah menjadi bencana global yang cukup menyita perhatian dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan sebagai bentuk pennaganan wabah tersebut, termasuk adanya larangan mudik lebaran yang sudah kali kedua terjadi. Mudik lebaran merupakan tradisi umat Islam setelah selama satu bulan berpuasa. Dengan demikian adanya larangan mudik memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Kajian ini mencoba membedah tanda dan makna yang ada dalam pemberitaan daring tentang larangan mudik, dimana tanda tersebut menunjukan adanya perkembangan demokratisasi di ruang virtual. Kajian ini menggunakan semiotic-pragmatic Peirce yang telah dikembangkan melalui semiosis getok tular oleh Hoed. Selain itu untuk melihat perkembangan demokrasi, kajian ini menggunakan konsep demokratisasti dari Huntington. Hasil kajian ini menunjukan adanya interaksi antara media dan penanggap (dialog) namun tidak berlanjut, interaksi antar warganet dan sumber informasi (dialog) juga tidak berlanjut karena difasilitasi oleh media, dan interaksi antar penanggap yang dapat meluas dan tak terbatas, bahkan diskusi ini dapat memicu perdebatan antar penanggap dan topikpun dapat meluas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media berita siber dan tanggapan warganet dapat dijadikan salah satu indikator perkembangan demokrasi di ruang virtual yang memiliki karakteristik ramah, siapapun dapat terlibat dan bebas berkomentar.
Kritik Mimetik Puisi "Barangkali Karena Bulan" Karya W.S. Rendra Afham, Muhammad Naufal; Qomariyah, U’um
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.49507

Abstract

Puisi merupakan sebuah karya sastra yang memiliki keunikan dan pembeda dengan karya sastra lainnya. Selain itu, puisi juga dapat memiliki ciri khas yang dibuat oleh penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Dimana penerapan simbol dan makna berperan besar dalam proses interpretasi makna dalam puisi. Maka dari itu, sebuah analisis mengenai puisi diperlukan untuk mengerti mengenai simbolik, makna, atau bahkan peniruan yang ada dalam puisi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami proses ini adalah pendekatan kritik sastra mimetika yang merupakan sebuah pendekatan untuk memaknai peniruan, personifikasi, pemaknaan, dan simbolis dari sebuah karya puisi dengan penggambaran menggunakan realitas yang ada pada alam semesta. Penelitian ini menggunakan puisi Barangkali Karena Bulan karya W.S Rendra. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna-makna dan simbol-simbol mimesis dalam puisi tersebut melihat sudut pandang lain dalam sebuah analisis puisi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa W.S Rendra menggunakan pengungkapan simbol dan tiruan alam semesta untuk mengungkapkan rasa cinta dan rindu terhadap seseorang.
Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis dalam Skripsi Mahasiswa Universitas Islam Riau Saputra, Mulyadi; Alber, Alber
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.49607

Abstract

A thesis written by students of the Islamic University of Riau, especially the Indonesian Language and Literature Education Study Program, still contains language errors, even though these students have gained in-depth knowledge and knowledge related to language, both oral and written. These errors occur at the syntactic level, especially the use of the phrase and sentence fields. Based on this, the purpose of this study is to describe the syntactic errors contained in the thesis of students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Islamic University of Riau. This study uses the content analysis method with data collection techniques in the form of reading and recording techniques and data analysis techniques through data identification, data classification, data analysis, and concluding research results. The data source in this study is the thesis of students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Islamic University of Riau who graduated in the first period of 2021. Based on the results and discussion, there are several language errors at the syntactic level in the phrase and sentence fields. Language errors in the phrase field include errors in using inappropriate prepositions, incorrect wording, excessive use of elements, and excessive use of superlatives. Meanwhile, the errors in the sentence fields include unsubjected sentences, unsubjected and unpredicated sentences, unnecessary use of question words, illogical sentences, and inserted between subjects and predicates.
Freedom and Restriction of Opinion and Expression in Modern Indonesian Poem Seen from Levinson’s Pragmatics Irsyadi, Achmad Naufal; Anoegrajekti, Novi; Kusumayanti, Dina Dyah; Dzulqarnain, M. Iskandar
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.50069

Abstract

We revisited Wiji Thukul’s poetry from normative and constructivist theories to find the scope of freedom and restriction of opinion and expression through various forms of literary works. We applied stylistic perspective of Jeffries and McIntyre (2010) by involving three of Wiji Thukul's poems, namely Aku Menuntut Perubahan, Sajak Suara, and Puisi Sikap. In their stylistic concept, Jeffries and McIntyre (2010) also have a tendency towards the fields of Pragmatics and Sociolinguistics which emphasized more on speech. Levinson’s Pragmatic approach (1983) connected pragmatics with human aspects, namely psychology, biology, and sociology that were inherent in sign. Therefore, as a symbol (sign) in a literary work, every word and speech were identical and closely related to these three aspects. We perceived that the choice of words in WIji Thukul's poetry aimed to create a threat to the power by the New Order, carried out a protest against the policies and actions of the New Order, made an allusion about the power of the New Order, and denigrated and isolated the New Order. Thus, Wiji Thukul's poetry was a combination and communication between psychological and biological aspects of the author as well as the sociology of society.
Empat Wajah Topeng Indonesia: Karakteristik Tradisi Pada Budaya Jakarta, Cirebon, Malang, dan Bali Wiradharma, Gunawan; Soewardjo, B. Kristiono; Sediyaningsih, Sri; Rachman, Ace Sriati; Sopandi, Agus Tatang
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.51652

Abstract

Indonesian as a country rich in cultural values has a myriad of unique and distinctive traditional cultural arts relics in each region. Art, whatever form it takes, can be a place to accommodate all the aspirations of its people. So that art itself is not only considered a form of “beauty”, but also a representation of the characteristics of a society in question. With the variety of arts in Indonesian, this research focuses on mask arts, especially in performing arts and mask carving art. The interesting thing about the art of this mask is only seen when there is a connection between the masks on the island of Java, especially the Malang, Cirebon, and Jakarta areas with masks in Bali. Therefore, through research with a qualitative descriptive approach has identified the characteristics of tradition in mask art in Bali, Cirebon, Jakarta, and Malang. It is called mask art because there are characters and stories in these masks. This study received a discussion about the position of the four mask-producing areas as an effort to document the oral traditions that developed in the area concerned. This research ultimately resulted in the result that there is homologism and coherence of structures between the masks in Bali, Malang, Cirebon, and Jakarta, both in term of the historical spread of the mask itself, the color symbols used, musical instruments played, the stories of the shows raised, to the characteristics of the mask carving itself.
Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Madura dalam Metafora pada Lagu-Lagu Daerah Madura Mukminin, Amirul; Busri, Hasan
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.51953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk, fungsi, dan makna metafora sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Madura pada lagu-lagu daerah Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lagu-lagu daerah Madura menjadi sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari frase atau klause berbentuk metafora dalam lagu-lagu daerah Madura tersebut. Adapun hasil penelitian ini ditemukan bentuk metafora sebagai representasi dari kearifan lokal masyarakat Madura pada lagu-lagu daerah Madura, yang terdiri atas: bentuk (1) laut (terrestrial), (2) angin dan api (energy), (5) tumbuhan (flora), (6) keadaan (being). Adapun fungsi metafora sebagai representasi kearifan lokal Madura terdiri atas, fungsi (1) Kecantikan, (2) pendidikan, (3) kesopanan (4) penakut, dan (5) percintaan. Sedangkan makna metafora sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Madura terdiri atas (1) makna stilistika, (2) makna afektif, (3) makna konotatif, Seperti halnya tentang motivasi, ide, semangat hidup, pandangan hidup, percintaan, serta nasihat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12