cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
EFEKTIVITAS PROGRAM PSIKOEDUKASI PENGEMBANGAN SELF-ESTEEM UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM REMAJA KELAS 1 DI SMP X Beta Oktalia; Sri Tiatri; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2301

Abstract

The transition period of adolescents from elementary school to junior high school is a stage of development full of changes and challenges. During this transition period, adolescents become vulnerable and the level of self-esteem tends to decrease. The transition period to junior high school is the right period of development for primary low self-esteem preventive interventions, and to improve self-esteem of adolescents with low self-esteem. Self-esteem is an individual's positive or negative attitude in assessing and accepting him/herself holisitically which describes an individual's belief in his/her own sense of worth. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the psychoeducation program for the development of self-esteem to improve self-esteem of first grade adolescent students in junior high school X. The participants of this research are eight first grade junior high school students ranging from 12-13 years old at X school Jakarta who had self-esteem issues. The method used is quantitative research that is quasi-experimental with one group pre-post-test research design. The result of the participants' pre- test and post-test paired sample T-Test shows (Z = 0.17, p> 0.05). The result shows that despite an increase in the Self-Esteem score after intervention, this increase is not statistically significant. Thus, the psychoeducation program for the development of self-esteem carried out in this study is ineffective in improving self-esteem of first-grade adolescent students in X junior high school.  Masa transisi remaja dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama adalah tahap perkembangan yang penuh dengan perubahan dan tantangan. Selama masa transisi ini, remaja menjadi rentan dan tingkat self-esteem cenderung menurun drastis. Masa transisi ke sekolah menengah pertama merupakan periode perkembangan yang tepat untuk intervensi pencegahan primer dan upaya untuk meningkatkan self-esteem remaja yang memiliki low self-esteem (Bos, Muris, Mulkens & Schaalma, 2006). Terbatasnya penelitian sebelumnya yang mengekplorasi psikoedukasi self-esteem pada mahasiswa namun, belum adanya penelitian ini terhadap remaja, maka hal ini mendasari penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program psikoedukasi pengembangan self-esteem untuk meningkatkan self-esteem remaja kelas 1 SMP di SMP X. Self-esteem merupakan sikap positif atau negatif individu dalam menilai dan menerima dirinya secara holisitik yang menggambarkan keyakinan individu akan rasa berharga diri sendiri. Partisipan penelitian adalah 8 orang siswa kelas 1 SMP berusia 12-13 tahun di sekolah X Jakarta yang memiliki masalah self-esteem. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen dengan desain penelitian one group pre test-post test. Hasil pre-test dan post-test partisipan dengan Paired Sample T-Test menunjukkan (Z=0.17, p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi pengembangan self-esteem tidak efektif untuk meningkatkan self-esteem remaja kelas 1 SMP di SMP X. Penelitian memperlihatkan bahwa meskipun mean skor partisipan meningkatkan setelah diberikan intervensi psikoedukasi, namun tidak ada perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi.
GAMBARAN KEDUKAAN PADA PEREMPUAN DEWASA MADYA YANG PERNAH MENGALAMI KEGAGALAN PROGRAM IN VITRO FERTILIZATION Giovanni Patricia; Riana Sahrani; Agustina Agustina
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1670

Abstract

Kedukaan merupakan suatu respon yang dialami oleh manusia ketika mereka kehilangan orang yang dikasihi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ketika seorang perempuan mengalami kegagalan pada program IVF-nya, mereka akan mengalami kedukaan yang cukup dalam. Menurut Kübler-Ross (2009), respon kedukaan memiliki lima tahapan di antaranya denial, anger, bargaining, depression dan acceptance. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kedukaan perempuan yang mengalami kegagalan program IVF. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampling yaitu purpose criterion sampling, yang melibatkan empat subyek yang pernah mengalami kegagalan program IVF. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tiga dari empat subyek melewati semua tahapan kedukaan yang telah dikemukakan oleh Kübler-Ross. Selain itu, dua dari empat subyek memiliki faktor hubungan dengan calon bayi dalam rahim mereka sehingga mempengaruhi proses kedukaan mereka. Tiga dari empat subyek memiliki faktor proses kematian pada calon bayi mereka. Semua subyek mendapat dukungan sosial dari orang-orang terdekat mereka sehingga mereka dapat melewati proses kedukaan mereka. Selain itu berdasarkan hasil penelitian, faktor kepribadian, usia dan jenis kelamin tidak mempengaruhi kedukaan perempuan yang mengalami kegagalan program IVF.
Pengaruh Pelatihan Social Skills terhadap Peningkatan Komunikasi dan Kerjasama pada Anak-Anak di RPTRA Anggrek Bintaro Meitya, Benita Ratih; Adelia, Della; Stephanie, Ni Luh Putu; Ajrina Tirzi, Rania Pingky; Lita, Rita Ria
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.337

Abstract

Kerjasama dan komunikasi adalah salah satu aspek dari sosial emosional yang berguna bagi anak usia 7-12 tahun untuk menunjang kemampuan sosial mereka. Kerjasama merupakan suatu aktivitas dalam kelompok kecil dimana terdapat kegiatan saling berbagi dan bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan sesuatu sedangkan komunikasi adalah proses menyampaikan informasi dari satu orang ke orang lain baik mereka individual, grup, atau organisasi, dan mengubah opini, attitude, dan perilaku. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan social skills anak-anak usia sekolah (7-12 tahun), khususnya kemampuan dalam komunikasi dan bekerjasama. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari di RPTRA Angrek, Bintaro pada tanggal 2 dan 3 Desember 2016. Peneliti menggunakan berbagai macam metode dalam menyampaikan materi tentang kerjasama dan komunikasi kepada subjek, antara lain: ceramah, presentasi, bercerita, games/permainan, bermain peran (role play), menonton film, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Hasil dari pelatihan ini adalah kemampuan social skills (komunikasi dan kerjasama) anak-anak RPTRA Anggrek Bintaro mengalami peningkatan.  Kata kunci: kerjasama, komunikasi, social skill, pelatihan
KEBERLAKUAN PUTUSAN PRAPERADILAN DALAM MEMERINTAHKAN PENYIDIK UNTUK MENETAPKAN STATUS TERSANGKA (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 24/Pid/Pra/2018/PN.Jkt.Sel.) Hutabarat, Rugun Romaida; Martono, Jeffri Pri; Tunggawan, Edwin; Kenny, Kennedy
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2482

Abstract

Berdasarkan Pasal 77 Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau Hukum Acara Pidana Indonesia menyatakan bahwa pengadilan negeri dapat melakukan persidangan praperadilan apakah penangkapan atau penahanan dilakukan secara legal. Pengadilan juga mengadili putusan eksklusif investigasi penuntutan. Keputusan sidang praperadilan nomor 24 / Pid / Pre / 2018 / PN.Jkt.Sel adalah terobosan, karena untuk pertama kalinya di Indonesia, hakim sidang praperadilan memutuskan bahwa untuk memerintahkan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengukuhkan status tersangka kepada Boediono, Muliawan D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan dalam kasus korupsi Bank of Century. Berdasarkan prinsip hukum, res judicata pro veritate habetur, keputusan hakim ditentukan benar, keputusan ini harus dilakukan tanpa kecualiUnder Article 77 of Law of The Republic Indonesia Number 8 of 1981 Concerning Criminal Procedure Law or Indonesia’s Code of Criminal Procedure stated that a district court can conduct pretrial hearing to determine whether an arrest or detention carried out legally. The court also adjudicate the proprietry of the cessation of an investigation prosecution. The pretrial hearing decision number 24/Pid/Pra/2018/PN.Jkt.Sel was the breakthrough, because for the first time in Indonesia, judge of the pretrial hearing decided that to order the investigator of the Corruption Eradication Commision to firm the suspect status to Boediono, Muliawan D Hadad, Raden Pardede and friends in the corruption case of the Bank of Century. Based on the law principal, res judicata pro veritate habetur, means that the judge decision is determined to be right, this decision has to be conducted with no exception.
PERAN PSYCHOLOGICAL DETACHMENT SEBAGAI MODERATOR HUBUNGAN STRES KERJA DAN KINERJA Sari, Abi Dinda Permata; Rostiana, Rostiana Rostiana; Lie, Daniel Sugianto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psychological detachment sebagai moderator hubungan antara stres kerja dan kinerja. Penelitian ini melibatkan 100 partisipan yang terdiri dari 39 yang sudah menikah, dan 61 partisipan belum menikah. Partisipan berasal dari berbagai macam jenis perusahaan yang bergerak dalam keuangan, media, makanan minuman, dan yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji interaksi dari metode korelasi Pearson hasilnya, didapatkan pada kelompok psychological detachment rendah, hubungan stres kerja dan kinerja menunjukan angka negatif r = -0,422 dan p = 0,023 < 0,05. Hal serupa juga terjadi pada kelompok partisipan dengan psychological detachment tinggi, hubungan stres kerja dan kinerja adalah negatif r = -0,443 dan p = 0,013 < 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa psychological detachment tidak berfungsi sebagai moderator dalam hubungan stres kerja dengan kinerja.
Identifikasi Kelayakan Kawasan Pecinan Lasem sebagai Kawasan Konservasi Sintia Dewi Wulanningrum
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.365

Abstract

Kawasan Pecinan Lasem merupakan kawasan cagar budaya  yang memiliki keunikan dilihat dari sejarah, budaya dan arsitekturnya. Keistimewaan di kawasan Pecinan Lasem antara lain: kawasan yang dihuni oleh orang-orang Cina dengan budaya Cina yang kental, di kawasan tersebut terdapat pemukiman atau rumah tinggal dan rumah persembahan (Klenteng). Dilihat dari nilai sejarah Lasem yang merupakan Pecinan tertua di Indonesia, serta banyaknya kelenteng yang digunakan sebagai pusat religi masyarakat Pecinan Lasem. Selain itu, peninggalan bersejarah di kawasan Pecinan menunjukkan bahwa pada jaman dahulu Lasem adalah salah satu kota pelabuhan yang besar, dimana pelabuhan Lasem merupakan pintu gerbang masuknya pendatang asing terutama orang-orang Cina, oleh sebab itu kawasan Pecinan Lasem dikenal sebagai "Petit Chinois". Akan tetapi,  seiring dengan perkembangan yang terjadi saat ini, pembangunan yang mengarah pada hal yang lebih bersifat modern telah mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan. Salah satu perubahan yang nampak adalah adanya perubahan terhadap zoning dan tata guna lahan, serta perubahan bentuk fisik bangunan.Masalah peningkatan jumlah penduduk yang disertai masalah dalam bidang transportasi juga telah terjadi pada struktur eksisting di Rembang yang juga mempengaruhi Kawasan Pecinan Lasem. Penelitian  bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan Pecinan sebagai kawasan konservasi serta penentuan zonasi berdasarkan kelayakan kawasan konservasi. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan berdasarkan zona prioritas sebagai kawasan konservasi yang mengacu pada evaluasi kelayakan konservasi.  Hasil penelitian yaitu terdapat tiga Zona Kawasan yang memiliki prioritas untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan kawasan konservasi  menunjukkan bahwa Kawasan Soditan dan kawasan Karang Turi  merupakan kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.Kata kunci: pecinan lasem, identifikasi kelayakan, konservasi, zona prioritas
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF EMPLOYEES IN JAVA, INDONESIA Saraswati, Kiky Dwi Hapsari; Teja, Jeannyver
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1704

Abstract

Performance is the main indicator for the company to measure productivity. Only productive employees will be retained by the company. Therefore competition in the professional world forces employees to work hard. They often neglect their Psychological Well-Being (PWB), whereas PWB is proved to correlate with work performance and organization’s effectiveness (Wright and Cropanzo in Robertson and Cooper, 2009). PWB is when a person shows that he is healthy, well, functions optimally and succeed despite life’s existential challenges (Ryff and Keyes, 1995). Ryff (1995) mentioned several factors that affect PWB, including age, gender, and culture. This study aims to obtain an overview of PWB of employees working in Java, Indonesia. A quantitative approach is done by distributing the PWB Scale to 544 employees in six provinces. The result shows that the PWB is above average (mean= 3.49). According to gender, there is a significant difference between the PWB of male and female employees (p<0.05). Also, employees who are in the range of 26-30 years old show better PWB (mean = 3.56) than older employees. We concluded that the PWB of employees in Java Island, Indonesia, is high. Male employees show better PWB than female (mean = 3.50). It indicates that male employees perceive that the opportunity to be more well-being are given more than female in their work place. Furthermore, PWB increases until when employees are 30 years and decreases as they grow older.  It indicates that the younger ones perceive more opportunity to be well-being than older employees. Kinerja adalah indikator utama bagi perusahaan untuk mengukur produktivitas. Hanya karyawan yang produktif yang akan dipertahankan oleh perusahaan. Maka, persaingan di dunia profesional memaksa karyawan untuk bekerja keras. Mereka sering mengabaikan Kesejahteraan Psikologi (PWB) mereka, meskipun PWB terbukti berkorelasi dengan kinerja kerja dan efektivitas organisasi (Wright dan Cropanzo dalam Robertson dan Cooper, 2009). PWB adalah ketika seseorang menunjukkan bahwa dia sehat, baik, berfungsi secara optimal dan berhasil meskipun ada tantangan existensial hidup (Ryff dan Keyes, 1995). Ryff (1995) menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi PWB, termasuk usia, jenis kelamin, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang PWB karyawan yang bekerja di Jawa, Indonesia. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mendistribusikan Skala PWB kepada 544 karyawan di enam provinsi. Hasilnya menunjukkan bahwa PWB di atas rata-rata (rata-rata = 3,49). Menurut jenis kelamin, ada perbedaan yang signifikan antara PWB karyawan pria dan wanita (p <0,05). Selain itu, karyawan yang berada dalam kisaran umur 26-30 tahun menunjukkan PWB yang lebih baik (rata-rata = 3,56) daripada karyawan yang lebih tua. Kami menyimpulkan bahwa PWB karyawan di Pulau Jawa, Indonesia, tinggi. Karyawan laki-laki menunjukkan PWB yang lebih baik daripada perempuan (rata-rata = 3,50). Ini menunjukkan bahwa karyawan laki-laki menganggap bahwa kesempatan untuk menjadi lebih sejahtera diberikan lebih banyak daripada perempuan di tempat kerja mereka. Selain itu, PWB meningkat hingga saat karyawan berusia 30 tahun dan menurun seiring bertambahnya usia. Ini menunjukkan bahwa karyawan yang lebih muda menganggap lebih banyak peluang untuk menjadi lebih sejahtera daripada karyawan yang lebih tua.Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis; Para karyawan; Kerja; Jawa; Indonesia
FRAMING PORTAL BERITA DALAM ISU AKULTURASI KAMPUNG KNG BOGOR Paramita, Sinta
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.2057

Abstract

Berita tidak dipandang lagi hanya sebagai sebuah informasi, tetapi berita juga merupakan bentuk kritik atau kontruksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji cara berita membingkai kasus pada masyarakat Kampung KNG Bogor. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ks.com dan TsBr.com. Berdasarkan analisis keseluruhan, dalam memberitakan isu akulturasi Kampung KNG Bogor Ks.com terlihat lebih menekankan kepada personalisasi dari individu yang terlibat. Framing personalisasi merupakan pandangan atau perspektif dari personal atau individu yang terlibat. Ks.com kurang menonjolkan tentang moral, etika, atau hukum dalam berita yang mengandung akulturasi tersebut. Namun demikian Ks.com juga menggambarkan bahwa untuk masuk kedalam masyarakat akulturasi tersebut harus melewati beberapa konflik dalam kehidupan sosial. Sementara itu, framing TsBr.com dalam memberitakan isu akulturasi Kampung KNG Bogor terlihat lebih menonjolkan sisi moral, etika, dan hukum. Berita TsBr.com lebih menggambarkan bahwa untuk masuk ke dalam masyarakat akulturasi tersebut harus melewati beberapa masalah tentang moral, etika, dan hukum.
GAMBARAN TUNTUTAN PEKERJAAN (JOB DEMANDS) DAN DUKUNGAN PEKERJAAN (JOB RESOURCES) PADA PEGAWAI INSTITUSI X DKI JAKARTA Lestari, Wistrianti; Zamralita, Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.983

Abstract

Institusi X di DKI Jakarta merupakan ujung tombak pengelolaan pendapatan daerah dalam pemungutan pajak dan retribusi di Jakarta. Pembangunan dapat terhambat jika pendapatan daerah tidak optimal. Tuntutan Insitusi X semakin meningkat dan dukungan pekerjaannya semakin beragam sehingga dapat mempengaruhi efektifitas dalam bekerja. Bakker dan Demerouti (2008) mengembangkan model mengenai tuntutan pekerjaan (job demands) dan dukungan pekerjaan (job resources) dalam The Job Demands Resources Model (JD-R Model).The JD-R Model, menyatakan bahwa asumsi pertama dari teori JD-R adalah karakteristik pekerjaan dapat dibagi dalam 2 kategori yang berbeda, yaitu job demands dan job resources. Asumsi kedua adalah Job demands dapat mengakibatkan kelelahan. Sebaliknya, job resources berkaitan dengan hal-hal yang memotivasi karyawan (Bakker & Demerouti, 2014). Penelitian mengenai JD-R sejauh ini lebih banyak dilakukan pada perusahaan swasta dan masih sedikit pada populasi di Indonesia. Oleh karena itu, Peneliti tertarik untuk mengkaji gambaran job demands dan job resources pada pegawai Institusi X di DKI Jakarta yang merupakan institusi pemerintah di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai JD-R di Indonesia serta membantu Institusi X dalam memahami aspek-aspek yang dapat memotivasi dan yang menjadi tekanan bagi pegawainya sehingga dapat memberikan intervensi yang sesuai agar dapat bekerja lebih efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive demand merupakan dimensi job demands yang paling sering dialami pegawai Institusi X di DKI Jakarta dan yang tidak sering dialami adalah dimensi role conflict. Sedangkan dimensi job resources yang sering dialami adalah coaching dan yang paling tidak sering dialami adalah autonomy.
KAJIAN HUKUM ADAT TERHADAP KONFLIK ANTAR NEGERI DI MALUKU TENGAH (STUDI DI KECAMATAN JAZIRAH LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH) Judy Marria Saimima
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1679

Abstract

Pembangunan hukum yang berkarakter sesuai ciri kehidupan masyarakat Maluku yang plural dan dinamis, membutuhkan perhatian serius dari pembentuknya. Artinya aturan hukum yang dibentuk bukan sekedar memenuhi target dan mengindikasikan sebuah prestise dan prestasi dari pembentuknya namun hukum harus merupakan cerminan dari kebutuhan kehidupan masyarakat. Pengendalian hukum adat merupakan cara berdasarkan norma-norma hukum adat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk konflik antar negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membahas upaya pengendalian hukum adat di Maluku dalam mengatasi berbagai bentuk perkelahian antar negeri, khususnya di Kecamatan Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini adalah sebuah penelitian hukum yuridis sosiologis dengan metode deskripsi analisis. Sumber data adalah data kepustakaan dan wawancara kolektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikatan genealogis memegang peranan penting dalam memelihara nilai kebersamaan dan kesetiaan. Fungsi Raja sebagai pengendali hukum adat antar negeri belum sepenuhnya berfungsi dengan baik dan maksimal. Sistem pengendalian hukum adat tidak dapat berfungsi dengan baik disebabkan oleh karena ketidakmampuan Raja Negeri untuk mengendalikan suatu kondisi yang dapat memicu terjadinya perkelahian yang kemungkinan berdampak menjadi luas serta pemahaman tentang soal-soal penegakan hukum adat yang sistematik tidak dipahami dengan baik oleh Raja-Raja Negeri. Sangat dibutuhkan dukungan politik dari Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Daerah Maluku Tengah karena sesungguhnya pengendalian hukum adat sendiri tidak berfungsi tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah sebagai sebuah sistem pengendalian hukum adat itu sendiri. Jadi, dalam mengatasi konflik antar negeri di Kecamatan Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah dibutuhkan sinergi dari seluruh stakeholder di tingkat provinsi dan kabupaten.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue