cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
Hubungan antara School Well-Being dengan Rumination Kartasasmita, Sandi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.358

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara School Well-being dengan rumination. Teori School Well-being dikemukakan oleh Konu dan Rimpela dan teori rumination dikemukakan oleh  Susan Nolen-Hoeksema. School well-being adalah penilaian individu berkaitan dengan keadaan lingkungan sekolah tempat belajar, sedangkan rumination adalah pola pikir yang berulang yang berakar pada mood negatif (seperti kesedihan) dan tidak memotivasi seseorang untuk menyusun rencana untuk menghilangkan pemikiran tersebut. Penelitian ini melibatkan 126 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan  bahwa tidak terdapat hubungan (r = -0.016, p >0.05). Namun, dari hasil penelitian pada dimensi ruminasi indikator depresi, terdapat hubungan dengan School Well-Being (r = -0.191, p < 0.05). Demikian pula dengan perhitungan untuk indikator Brooding dalam ruminasi dengan indikator health dalam School Well-Being terdapat hubungan yang signifikan (r = 0.211, p <0.05).Kata kunci: School Well-being, Rumination, Depresi, Brooding, Health
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEKERASAN TERAHADAP ANAK DI KOTA AMBON Salamor, Yonna Beatrix; Saimima, Judy Marria
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1683

Abstract

At present, crime frequently occurs in the community. One of the most common crimes are criminal acts of violence towards children. Common acts of violence towards children are often in the form of physical, psychological, and sexual violence. Various known cases of violence towards children are not limited to major cities in Indonesia, but also to other smaller cities and areas with major eastern culture influence. One area with high level of violence towards children is in the Maluku Province, specifically Ambon City. The purpose of this study is to study the forms of countermeasure against violence towards children that occurs in Ambon City. The method used in this study is Juridical Empirical, in which data is obtained not only from field research but also through various literature. Based on research, according to data from Ambon Island and Lease Islands Police from 2017 it was found that the forms of violence include violence towards children, sexual abuse of children, sexual intercourse with children and abortion amounting to106 cases. Keywords: Policy for Countermeasures, Violence, Children, Ambon CityDewasa  ini  banyak tindak  pidana  yang  terjadi  di  kalangan masyarakat. Salah satu tindak pidana yang sering terjadi, yaitu tindak pidana kekerasan terhadap anak. Tindak kekerasan terhadap anak  saat  ini  kerap  terjadi  baik  merupakan  kekerasan  secara  fisik, psikis maupun seksual. Berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang muncul kepermukaan, ternyata tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia tetapi banyak juga terjadi di kota-kota kecil atau daerah yang mash kental dengan budaya ketimuran. Salah satu daerah yang termasuk banyak terjadi kekerasan terhadap anak adalah di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentu-bentuk penanggulangan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Empiris, dimana data yang didapat tidak hanya dari penelitian lapangan tetapi juga melalui berbagai literatur. Berdasarkan penelitian, maka ditemukan dalam tahun 2017 menurut data unit PPA Polres P. Ambon & P.P. Lease bentuk kekerasan yang terjadi antara lain kekerasan terhadap anak, percabulan terhadap anak, persetubuhan terhadap anak dan aborsi dengan jumlah kasus 106 kasus. 
KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG PAMERAN TETAP DI MUSEUM NASIONAL INDONESIA – JAKARTA Kusuma, Heru Budi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1475

Abstract

Pada bulan Oktober dan November 2013, pengelola Museum Nasional melakukan “Kajian – Monitoring dan Evaluasi – Tata Pameran Museum Nasional. Ada 20 aspek yang dikaji, dua diantaranya adalah tentang “Suasana Ruang Pameran dan Kondisi Umum Museum Nasional”. Metode kajian yang dilakukan menggunakan Metode Kuantitaf dengan teknik analisis menggunakan pendekatan model CIPO (Context, Input, Process, Output). Adapun hasil akhirnya menyimpulkan bahwa, kajian mengenai“Suasana Ruang Pameran” menghasilkan skor 2,41 yang berarti Kurang Baik, dan kajian terhadap “Kondisi Umum Museum Nasional” menghasilkan skor 2,9 yang berarti Cukup Baik. Berdasar dari hasil kajian tersebut,peneliti berupaya melakukan Penelitian Kualitatif guna menganalisis “Kenyamanan Termal pada Ruang Pameran Tetap di Museum Nasional Indonesia”. Setiap ruang pameran pada museum pasti membutuhkan penghawaan buatan untuk pengkondisian udara di dalam ruang pameran. Suhu udara yang diatur, kecepatan daya semburnya, dan kelembaban udara dalam ruang merupakan aspek penting di ruang pameran karena berbagai masalah akan timbul ketika kualitas udara dan tingkat kelembaban di tempat tersebut tidak memenuhi standard, karena kondisi suhu dan kelembaban yang tidak sesuai standard akan mempengaruhi materi koleksi dan kenyamanan termal terhadap pengunjungnya. Kajian terhadap “Kenyamanan Termal pada Ruang Pameran Tetap” menggunakan Metode Kualitatif. Variabel data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah:hasil angket dari penelitian pengelola museum terhadap “Suasana Ruang Pameran dan Kondisi Umum Museum Nasional”, data referensi tentang Standar Kenyamanan Termal dalam ruangan, dan pengambilan data empiris di ruang pamerantetap Museum Nasional dengan menggunakan alat ukur Thermo Hygrometer, Laser Thermometer dan Laser Length Meter. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis dan diverifikasi dengan menggunakan metode Triangulasi.Sebagai simpulan dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa kondisi suhu udara dan tingkat kelembaban udara dalam ruang pameran tetap pada umumnya berada pada kondisi “Hangat Nyaman” dan kondisi suhu udara dan tingkat kelembaban di area sekitar void escalator dalam kondisi “Nyaman Optimal”.
HUBUNGAN KECERDASAN SOSIAL DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA Garvin Garvin
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1005

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk meneliti hubungan antara kecerdasan sosial dan kesepian pada remaja. Diketahui bahwa remaja mudah mengalami kesepian sebagai akibat dari proses perkembangan secara fisik, kognitif, maupun psikososial. Kesepian memiliki dampak yang negatif baik untuk perkembangan serta kesehatan mental remaja seperti perilaku delinkuen, depresi, hingga kecanduan dengan permainan online; sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu penyebab remaja mengalami kesepian adalah perasaan tidak diterima, tidak dipahami, dan kesulitan dalam berinteraksi secara sosial (Bruno dalam Tiska, 2012). Remaja dengan harga diri yang rendah juga rentan mengalami kesepian (Nurmina, 2008), sedangkan dalam penelitian sebelumnya diketahui bahwa kecerdasan sosial berhubungan secara positif dengan harga diri (Alfiasari, Latifah, dan Wulandari, 2011). Penelitian ini melibatkan 165 partisipan yang berada pada rentang remaja dan berdomisili di Jakarta, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tromso Social Intelligence Scale dan UCLA Loneliness Scale versi 3. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan sosial dengan kesepian pada remaja (rs = -0,332, p = 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kecerdasan sosial pada remaja, maka akan semakin rendah kesepian yang dialami oleh remaja, demikian pula dengan sebaliknya. Peneliti kemudian menyarankan agar orangtua maupun pendidik juga perlu memerhatikan dan melatih kecerdasan sosial remaja agar tidak mudah mengalami kesepian.Kata kunci: Kecerdasan sosial, kesepian, remaja 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN COPING DENGAN MAKNA HIDUP REMAJA PENYANDANG KANKER Yuliana Yuliana; Yenni Anna Ampulembang; Roswiyani Roswiyani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1700

Abstract

Makna hidup itu penting terutama pada remaja penyandang kanker karena motivasi utama manusia dalam hidup adalah menemukan makna hidup. Adanya coping dan dukungan sosial membantu mengembalikan rasa kontrol pribadi terhadap remaja penyandang kanker sehingga mendorong adanya keharmonisan dan kedamaian. Subyek penelitian ini terdiri dari 30 remaja penderita kanker di Jakarta Barat. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan jenis penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan coping dengan makna hidup penderita kanker remaja, dengan r = 0,842 dan p = 0,000 (dukungan sosial dengan makna hidup), r = 0,324 dan p = 0,080 (ways of coping dengan makna hidup), dan r = 0,529 serta p = 0,003 (religious coping dengan makna hidup). Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan coping, maka semakin tinggi makna hidup seseorang, dan sebaliknya
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Olga Patricia Ritung; Naomi Soetikno
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.930

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan perilaku agresi pada remaja di sekolah menengah pertama. Perilaku agresi merupakan suatu perilaku yang disadari atau disengaja oleh seseorang yang dilakukan dalam bentuk verbal maupun fisik serta bertujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain sehingga menyebabkan rasa sakit dan trauma, baik secara fisik maupun psikis. Penerimaan diri merupakan gambaran diri seseorang secara positif dan mengakui kelebihan maupun kekurangannya, serta memahami keinginan dan kemauan dalam dirinya dalam bentuk pandangan yang objektif. Subyek penelitian adalah remaja awal berusia 12 sampai dengan 15 tahun. Penelitian dilakukan pada 370 subyek yang bersekolah di SMP yang berada di wilayah Jabotabek. Setelah dilakukan uji normalitas dan didapatkan distribusi data kedua variabel, baik penerimaan diri maupun perilaku agresi tidak normal maka untuk mencari ada atau tidaknya hubungan tersebut penelitian ini menggunakan metode uji korelasi Chi Square. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square menunjukkan bahwa agresi emosional/hostile memiliki nilai Chi Square = 611.440 dan p = .000. Agresi fisik memiliki nilai Chi Square = 1266.656 dan p = .000. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan perilaku agresi, baik indikator agresi emosional/hostile dan agresi fisik pada remaja. Kata Kunci: Perilaku agresi, penerimaan diri, dan remaja.
PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENGURANGI GEJALA DEPRESI PADA NARAPIDANA Andy Saputra; Sandi Kartasasmita; Untung Subroto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1599

Abstract

Narapidana yang menjalani hukuman pertama kali memiliki perasaan takut dan kekhawatiran akan kekerasan dibandingkan dengan narapidana yang telah berulangkali dipenjara, narapidana yang menjalani hukuman di atas lima tahun memiliki beban yang besar yang dapat memicu tingkat kecemasan, depresi dan psikosomatis. Salah satu dampak yang dialami narapidana adalah depresi yang merupakan gangguan dengan ciri-ciri perasaan sedih yang berkelanjutan hampir setiap hari, tidak tertarik untuk melakukan aktivitas apapun dan bahkan keinginan untuk membunuh diri. Art therapy ditemukan dapat mengurangi keparahan simptom depresi secara signifikan. Dengan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan art therapy dapat mengurangi gejala depresi pada narapidana yang dihukum pertama kali dengan hukuman di atas lima tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dilakukan dengan memberikan alat ukur Patient Health Questionnaire – 9 (PHQ-9) untuk melihat tingkat depresi dan partisipan diseleksi apabila termasuk dalam golongan mild atau moderate. Lima dari dua puluh partisipan terpilih (2 partisipan dengan tingkat moderate dan 3 partisipan dengan tingkat mild) dan peneliti mengambil data individual menggunakan wawancara, Draw a Person Test, Baum, House-tree-person, dan Wartegg test untuk membantu peneliti berinteraksi dalam kelompok. Setelah enam sesi intervensi, ditemukan bahwa terdapat pengurangan pada tingkat gejala depresi, lima partisipan hanya memiliki simtom minimal.
Branding yang Dilakukan Humas pada Perguruan Tinggi Swasta Setyanto, Yugih; Anggarina, Paula T.; Valentina, Anny
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.347

Abstract

Branding sering diidentikkan dengan keberadaan sebuah institusi bisnis yang berorientasi profit.  Namun dalam perkembangannya sudah banyak institusi non profit seperti organisasi pemerintah,  LSM dan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi  merasa perlu melakukan upaya branding.  Dalam upaya melakukan branding, humas sebagai sebuah unit kerja yang berada di lembaga perguruan tinggi juga sering mendukung upaya ini.    Hal ini menandakan bahwa perguruan tinggi pun memiliki kesadaran bahwa branding dan keberadaan humas bukanlah sekedar trend namun didasari pada kebutuhan pentingnya sebuah identitas yang dapat menunjukkan eksistensi perguruan tinggi di mata masyarakat.    Namun pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi swasta juga berdampak adanya persaingan dalam menarik calon mahasiswa.  Untuk menarik calon mahasiswa ini perguruan tinggi swasta menggunakan cara-cara diantaranya dengan melakukan komunikasi yang intensif serta mengedepankan identitas perguruan tinggi agar lebih dikenal oleh masyarakat.  Brand sebuah perguruan tinggi menjadi salah satu identitas institusi yang dikedepankan.  Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi literatur.  Penelitian ini akan melihat dari sudut pandang ilmu komunikasi yang menganalisis berbagai aspek yang dilakukan Humas  dalam mendukung branding termasuk manajemen humas yang mengelolanya.  Kesimpulan yang didapat adalah branding pada perguruan tinggi swasta perlu dilakukan dalam rangka memperkuat reputasi.  Reputasi harus dibentuk melalui kinerja yang baik.   Humas berperan dalam upaya branding tersebut.Kata kunci:  humas, branding, perguruan tinggi swasta
UJI PERAN ABUSIVE SUPERVISION SEBAGAI MEDIATOR : HUBUNGAN MACHIAVELLIANISM DENGAN PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF Yuliana, Yuliana; Suyasa, P. Tommy, Y. S.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2226

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran abusive supervision sebagai mediator hubungan machiavellianism dengan perilaku kerja kontraproduktif (PKK). PKK merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu secara sengaja yang bertentangan dengan tujuan, aturan, dan norma organisasi serta dapat memberikan efek negatif bagi organisasi dan anggota di dalamnya. Machiavellianism merupakan sifat kepribadian yang dikarekteristikan dengan kecenderungan keyakinan sinis terhadap orang lain dan tindakan manipulatif untuk mencapai keuntungan pribadi (seperti uang, kekuasaan, dan status). Abusive supervision adalah persepsi subyektif dari bawahan mengenai sejauh mana perilaku atasan dinilai tidak menyenangkan baik perilaku verbal maupun non verbal, namun tidak melibatkan kontak fisik. Penelitian ini melibatkan 337 partisipan yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan manufaktur kasur pegas. Analisis data dilakukan dengan metode path analysis dengan software Smart-PLS versi 3.2.7. Hasil penelitian menunjukkan abusive supervision berperan sebagai mediator secara penuh hubungan machiavellianism dengan PKK. The purpose of this study is to examine the role of abusive supervision as the mediator between machiavellianism and counterproductive work behavior (PKK). PKK is a behavior carried out intentionally by individuals that conflicts with the goals, rules, and norms of the organization which negatively affects the organization and its members. Machiavellianism is a personality trait that is characterized by the tendency of cynical beliefs towards others and manipulative actions for personal gain (such as money, power, and status). Abusive supervision is the subjective perception of the subordinates regarding the extent to which the behavior of the supervisor is deemed unpleasant both verbally and nonverbally, but does not involve physical contact. This study involves 337 participants who worked as employees at a spring bed manufacturing company. Data analysis was performed using path analysis method with Smart-PLS software version 3.2.7. The result of the study shows that abusive supervision acts as a full mediator between machiavellianism and PKK.Keywords: Machiavellianism, counterproductive work behavior, abusive supervision .
INTERVENSI SELF-REGULATION EMPOWERMENT PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA NON REGULER DI JURUSAN X UNIVERSITAS X Sulaeman, Budi; Sahrani, Riana; Monika, Sesilia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi pada mahasiswa non reguler melalui SelfRegulation Empowerment Program (SREP). Subyek penelitian ini adalah 16 mahasiswa non reguler dari Jurusan X, Universitas X yang sedang menempuh jenjang semester 3. Subyek terbagi dalam dua kelompok yakni 8 mahasiswa pada kelompok eksperimen dan 8 mahasiswa lainnya pada kelompok kontrol dengan jumlah 6 perempuan dan 2 laki-laki pada masing-masing kelompok. Desain pada penelitian ini yakni kuasi eksperimen dengan desain pre-test-post-test non equivalent control group. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan alat ukur motivasi berprestasi yang dikembangkan berdasarkan teori McClellandmengenai ciri-ciri individu yang mempunyai motivasi berprestasi. Teknik analisis data menggunakan perhitungan uji beda 2 kelompok dengan kriteria statistik non parametrik yakni Mann-Whitney. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil data post-test motivasi berprestasi kelompok kontrol dan eksperimen. Berdasarkan perhitungan uji beda, didapatkan skor sig (2-tailed) sebesar 0,027 < 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya intervensi Self-Regulation Empowerment Program dapat meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa non reguler Jurusan X, Universitas X.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue