cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
GAMBARAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI X PADA MASA PANDEMI COVID-19 Patrick Nugroho Nicktow; Zamralita Zamralita; Rita Markus Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.15310.2022

Abstract

Perguruan tinggi merupakan salah satu institusi pendidikan yang saat ini dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan industri dalam masa pandemi COVID-19. Khususnya di Indonesia banyak kebijakan baru terkait proses belajar mengajar selama masa pandemi. Kinerja perguruan tinggi dapat memiliki hasil yang baik dengan sumber daya yang mendukung. Salah satunya adalah tenaga kependidikan yang ikut membantu dalam proses administrasi kegiatan belajar mengajar dosen dan mahasiswa. Kualitas kehidupan kerja adalah salah satu faktor yang memberikan pengaruh terhadap kinerja. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran kualitas kehidupan kerja dari para tenaga kependidikan. Kualitas Kehidupan Kerja mengacu pada perubahan yang meningkatkan pengalaman terkait pekerjaan seseorang atau menurunkan harga yang harus dibayar dalam bentuk psikologis atau sosial dalam menghasilkan barang dan jasa (Walton, 1980) Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020, menggunakan alat ukur kualitas kehidupan kerja dan pengolahan data statistik deskriptif. Wawancara dan observasi juga dilakukan untuk memperoleh data pendukung. Partisipan penelitian sebanyak 115 tenaga kependidikan PT X yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukan tenaga kependidikan memiliki kualitas kehidupan kerja yang tinggi >3.8 (skala 1 – 5). Seluruh dimensi kualitas kehidupan kerja juga memiliki skor yang tinggi, antara lain (tertinggi – terendah) coworker; work culture; work condition; supervisor; job characteristics; pay benefits; social relevance of employer; personal development; work life balance; dan promotion. Melalui dimensi-dimensi ini kondisi kualitas kehidupan kerja karyawan dapat dipertahankan dalam kondisi yang baik.
PERAN KOLABORASI SEBAGAI MEDIATOR PADA HUBUNGAN KNOWLEDGE SHARING DENGAN EFEKTIVITAS TIM VIRTUAL William Liman; Rita Markus Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.15436.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 merubah banyak sekali hal dalam perusahaan khususnya dalam cara bekerja. Salah satunya dengan terbentuknya tim virtual. Penelitian ini disusun untuk mencari tahu apakah ada pengaruh knowledge sharing terhadap tim virtual tersebut yang dimediasi oleh kolaborasi dengan mempertimbangkan kepercayaan anggota tim sebagai mediator pada hubungan knowledge sharing terhadap kolaborasi. Responden dalam penelitian ini adalah 60 karwayan PT X yang berlokasi di Jakarta. Data diperoleh dengan kuesioner. Pengolahan data menggunakan metode korelasi dan regresi dengan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis menemukan bahwa H1 penelitian diterima, dibuktikan dengan adanya pengaruh knowledge sharing terhadap tim virtual yang dimediasi oleh kolaborasi dengan mempertimbangkan kepercayaan anggota tim sebagai mediator pada hubungan knowledge sharing terhadap kolaborasi (R=0,818, p=0,00, Sig. R2= 65,2%). Kesimpulan penelitian adalah knowledge sharing mempengaruhi tim virtual yang dimoderasi oleh kolaborasi dengan mempertimbangkan kepercayaan sebagai mediator hubungan knowledge sharing terhadap kolaborasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan untuk membangun tim virtual perlu mempertimbangkan aspek kolaborasi dan kepercayaan yang berperan sebagai mediator.
KESEPIAN, KECERDASAN SOSIAL DAN HARGA DIRI PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Abigail Theodora Tanzil; Monty P Satiadarma; Roswiyani Roswiyani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.15819.2022

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has affected almost every aspect of life, including people's daily activities, especially groups of children and adolescents due to the implementation of physical distancing, which also affects the social life of adolescents, where many activities are carried out online, include online learning. Due the pandemic, adolescents cannot socialize normally, and makes them feel a social shackles and feel alone. This study aims to see the effect of self-esteem on the relationship between social intelligence and loneliness in adolescents during online learning in Covid-19 pandemic. This research is a non-experimental descriptive quantitative research. Participants in this study were adolescents in Indonesia, age 15-21 years old, 68 participants. The measuring instruments used in this study were the UCLA Loneliness scale Version 3, the Tromso Social Intelligence Scale, and the Modified Rosenberg Self Esteem scale. This study uses correlation analysis and linear regression analysis. The results showed that there was a relationship between social intelligence and loneliness sig <0.01, then in the regression test, the results showed p = 0.245> 0.05, which means that self-esteem did not affect the relationship between social intelligence and loneliness. In this study, it was found that research participants had high scores of loneliness, but also high scores of social intelligence and high scores of self-esteem. this could happen because they experience distance separation from their social environment which makes participants feel lonely, feel alone, bored, feel that their social relationships are not as expected which is then perceived as lonely.Keywords: Adolescents, Loneliness, Self-Esteem, Social Intelligence ABSTRAKPandemi COVID-19 telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama kelompok anak-anak dan remaja akibat penerapan physical distancing, yang juga berdampak pada kehidupan sosial remaja, dimana banyak aktivitas dilakukan secara online, salah satunya yaitu pembelajaran online. Akibat pandemi, remaja tidak dapat bersosialisasi secara normal, dan membuat mereka merasa terbelenggu secara sosial dan merasa sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh harga diri terhadap hubungan kecerdasan sosial dengan kesepian pada remaja selama pembelajaran online di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif non eksperimental. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15-21 tahun, 68 partisipan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah UCLA Loneliness scale Version 3, Tromso Social Intelligence Scale, dan Modified Rosenberg Self Esteem scale. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan sosial dengan kesepian sig < 0,01, kemudian pada uji regresi diperoleh hasil p = 0,245 > 0,05 yang artinya harga diri tidak berpengaruh terhadap hubungan antara kecerdasan sosial dengan kesepian. Dalam studi ini, ditemukan bahwa peserta penelitian memiliki skor kesepian yang tinggi, tetapi juga skor kecerdasan sosial dan harga diri yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena mereka mengalami pemisahan jarak dari lingkungan sosialnya yang membuat partisipan merasa sepi, merasa sendiri, bosan, merasa bahwa hubungan sosialnya tidak seperti yang diharapkan yang kemudian dirasakan sebagai kesepian. Kata Kunci: Harga Diri, Kecerdasan Sosial, Kesepian, Remaja
PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA TINGKAT FAKULTAS DI UNIVERSITAS Riris Loisa; Sinta Paramita; Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16052.2022

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dilaksanakan di Universitas Tarumanagara sejak tahun 2020. Pelaksaan program MBKM ini telah dituangkan dalam Kurikulum Operasional MBKM di masing-masing Prodi. Pada dasarnya MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi di dalam Perguruan Tinggi selama 1 (satu) semester dengan bobot 20 sks. Selain itu mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti program MBKM di luar Perguruan Tinggi selama 2 semester dengan bobot 40 sks. Permasalahan muncul ketika masing-masing Fakultas memiliki berbagai variasi model untuk melaksanakan MBKM, sehingga teknis pelaksanaan kegiatan MBKM menjadi beragam. Atas permasalahan penelitian ini berupaya untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan MBKM ditingkat Fakultas. Serta mengetahui upaya dan perbaikan apa saja yang telah dilakukan untuk mendukung MBKM. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode survei kepada mahasiswa Universitas Tarumanagara dan focus group discussion kepada para pengelola Fakultas di Universitas Tarumanagara. Hasil survei menunjukan herja sebanyak 2.199 atau 58.21 % mahasiswa Universitas Tarumanagara lebih memili Magang/Praktik Kerja dalam Program MBKM. Sebanyak 1.620 mahasiswa atau 42.88% peningkatan soft-skill dari kegiatan MBKM sebagai bekal bekerja setelah lulus. Sebanyak  2.044 mahasiwa atau 54.10% mahasiswa meraih manfaat mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompetensi/ketarambil sebagai bekal bekerja setelah lulus. Hasil FGD memaparkan bahwa secara umum Fakultas sudah menerapkan kegiatan MBKM di dalam Kurikulum seperti melakukan pembelajaran Lintas Prodi pada semester 5 sebanyak 20 sks. Kedua, memberikan ruang melaksanakan MBKM berupa magang, wirausaha, proyek kemanusiaan, penelitian, proyek independent, membangun desa, pertukan pelajar, dan asistensi mengajar di satuan Pendidikan pada semester 6 sebanyak 20 sks. Ketiga, melakukan konversi atau penyetaraan nilai atas kegiatan kemahasiswaan yang mendukung MBKM dengan bobot sks sesuai dengan capaian pembelajaran yang diperoleh mahasiswa. Namun kendala yang dihadapi lebih banyak mengarah kepada kesiapan mitra industri dalam mengakomodir kegiatan MBKM sesuai dengan capaian pembelajaran yang harus diraih mahasiswa.  The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) has been implemented at Tarumanagara University since 2020. The implementation of this MBKM program has been stated in the MBKM Operational Curriculum in each Study Program. MBKM provides an opportunity for students to take learning outside the study program within the University for 1 (one) semester with a weight of 20 credits. In addition, students also have the opportunity to take part in the MBKM program outside of Higher Education for two semesters with a weight of 40 credits. Problems arise when each Faculty has a variety of models for implementing MBKM, so the technical implementation of MBKM activities varies. This research seeks to discover the obstacles faced in implementing MBKM at the Faculty level and know what efforts and improvements have been made to support MBKM. The research approach is qualitative with a survey method to Tarumanagara University students and focuses group discussions to Faculty managers at Tarumanagara University. The survey results show that as many as 2,199 or 58.21% of Tarumanagara University students prefer Internships/Work Practices in the MBKM Program. There were 1,620 students or a 42.88% increase in soft skills from MBKM activities to work after graduation. A total of 2,044 students, or 54.10%, benefited from participating in MBKM activities in developing competencies/skills as a provision for work after graduation. The results of the FGD explained that, in general, the Faculty had implemented MBKM activities in the curriculum, such as conducting cross-study learning in semester five as many as 20 credits. Second, providing space for implementing MBKM in internships, entrepreneurship, humanitarian projects, research, independent projects, village building, student exchanges, and teaching assistance in the Education unit in semester six as many as 20 credits. Third, convert or equalize the value of student activities that support MBKM with credits weighted according to the learning achievement obtained by students. However, the obstacles faced are more directed to industrial partners' readiness to accommodate MBKM activities by the learning achievements that students must achieve.
PERSPEKTIF DOSEN, MAHASISWA, TENDIK MENGENAI IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA Sri Tiatri; Keni Keni; Rasji Rasji; Rita Markus Idulfilastri; Nafiah Solikhah; Fransisca I. R. Dewi; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16072.2022

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah disosialisasikan terutama kepada dosen dan mahasiswa Universitas Tarumanagara, sejak ditetapkan oleh Kemendikbudristek pada bulan Januari 2020.  Kurikulum MBKM ini juga telah diimplementasikan selama lebih dari 1,5 tahun di Universitas Tarumanagara sejak semester ganjil 2020/2021.  Pada akhir tahun 2021, Ditjen Diktiristek menugaskan 110 Perguruan Tinggi Swasta termasuk Universitas Tarumanagara, untuk melaksanakan penelitian mengenai kebijakan MBKM. Satu Tim Peneliti ditugaskan oleh Universitas Tarumanagara melaksanakan tugas dari Ditjen Diktiristek tersebut. Dalam pelaksanaan tugas ini, penelitian juga ditujukan untuk memahami perspektif dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik) terhadap kebijakan dan implementasi MBKM tersebut.  Partisipan penelitian adalah dosen, mahasiswa, dan tendik Universitas Tarumanagara. Data dikumpulkan melalui survei elektronik yang dirancang, dan disebarluaskan oleh Ditjen Diktiristek melalui SPADA (Sistem Pembelajaran Daring). Data yang digunakan dalam tulisan ini adalah data pada tanggal 23 Desember 2021 yang diberikan oleh Ditjen Diktiristek kepada LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Tarumanagara, terdiri atas 298 dosen, 3.994 mahasiswa, dan 136 tendik Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik mengetahui sebagian besar isi kebijakan MBKM, terutama melalui sosialisasi yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Lebih dari 50% partisipan memilih Sosialisasi Kemendikbud, Kanal Perguruan Tinggi, dan Sosialisasi Perguruan Tinggi sebagai tiga media informasi yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai MBKM. Partisipan menyatakan bahwa kedelapan kegiatan MBKM sudah ada sebelumnya.  Lebih dari 50% partisipan menjawab dua semester untuk melaksanakan kegiatan MBKM di luar perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa sekitar 50% dosen, mahasiswa, dan tendik di Universitas Tarumanagara telah memiliki perspektif yang sejalan dengan Kebijakan MBKM yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Diskusi-diskusi di tingkat dosen merekomendasikan kemandirian dalam menjalankan MBKM bagi perguruan tinggi yang dinilai mampu oleh Kemendikbudristek.The Kampus Merdeka Independent Learning Curriculum (MBKM) has been socialized, specifically to lecturers and students of Universitas Tarumanagara since its stipulation by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology in 2020. This curriculum was also implemented for more than 1.5 years at Universitas Tarumanagara, from the beginning of semester 2020/2021.  At the end of 2021, the Directorate General of Higher Education assigned 110 private universities, including Tarumanagara University, to conduct research regarding MBKM policies. One Research Team was assigned by Universitas Tarumanagara to fulfill the task assigned by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology, as well as to understand the perspectives of lecturers, students, and education staff on the MBKM policy and implementation. Research participants include lecturers, students, and staff at Tarumanagara University. Data was collected through an electronic survey designed and administered by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology through SPADA (Online Learning System). The data used in this paper is from December 23, 2021 which was handed by the Directorate General of Higher Education and Research and Technology to the LPPM (Institute for Research and Community Service) of Universitas Tarumanagara, consisting of 298 lecturers, 3,994 students, and 136 staff of Universitas Tarumanagara. The result shows that about 50% of lecturers, students, and staff knew most of the contents of the MBKM policy, especially through socialization carried out by the university. More than 50% of participants chose Socialization by the Ministry of Education and Culture, University Channel, and Socialization by the University as the three information media that can improve the understanding of MBKM. Participants stated that the eight MBKM activities had existed before. More than 50% of participants chose to dedicate 2 semesters to carry out MBKM activities outside university activities. Based on the results of this study, it can be stated that about 50% of the lecturers, students, and staff at Universitas Tarumanagara already possess a perspective that is in line with the MBKM Policy that has been set by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology. Discussions among the lecturers recommended independence in implementing MBKM for universities deemed capable by the Ministry of Education and Culture and Research and Technology.
DAMPAK PSIKOLOGIS MAHASISWA PADA IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN PARTISIPATIF DI KABUPATEN BELITUNG Rita Markus Idulfilastri; Sri Tiatri; Keni Keni; Nafiah Solikhah; Fransisca I. R. Dewi; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16074.2022

Abstract

Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif merupakan salah satu indikator keberhasilan utama (IKU) yang dipersyaratkan untuk menilai ketercapaian pelaksanaan MBKM. Kegiatan penelitian ini berbasis projek (team-based project) yaitu kegiatan proyek lapangan yang dilakukan sesuai setting sebenarnya, bukan kegiatan di dalam kelas. Tujuan penelitian untuk melihat dampak psikologis pembelajaran kolaboratif dan partisipatif berpengaruh sebelum dan setelah melaksanakan proyek. Konsep teori yaitu kesiapan berubah (readiess to change) dan passion. Dimensi kesiapan berubah terdiri change of efficacy, ketepatan berubah, dukungan manajemen, manfaat pribadi dan dimensi passion terdiri dari harmony passion dan obsessive passion. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan jumlah sampel 6 mahasiswa UNTAR dan diambil data pre-test, post-test dan wawancara. Pengolahan data menggunakan korelasi dan compare mean t-test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi hubungan kuat dan signifikan antara pre-test, post-test pada kesiapan berubah dan passion. khususnya pada dimensi-dimensi ketepatan melakukan perubahan, change of efficacy dan harmony passion. Namun hasil perbedaan rata-rata menunjukkan signifikan hanya pada change of efficacy. Kesimpulan penelitian memperlihatkan dampak psikologis change of efficacy terjadi pada mahasiswa yang melakukan implementasi pembelajaran kolaboratif dan partisipatif di kabupaten Belitung. Mahasiswa meyakini proyek yang dilakukannya memberikan dampak perubahan pada masyarakat. Keyakinan diri mahasiswa yang relatif kuat sebelum dilaksanakan proyek dan menjadi semakin bertambah kuat setelah selesai proyek dilaksanakan. Saran penelitian selanjutnya dilakukan beberapa kali proyek kegiatan untuk mempertahankan konsistensi data.Collaborative and participatory learning is one of the main success indicators (IKU) required to assess the achievement of MBKM implementation. This research activity is project-based (team-based project), namely field project activities carried out according to the actual setting, not activities in the classroom. The aim of the research is to see the psychological impact of collaborative and participatory learning before and after implementing the project. The theoretical concepts used are readiness to change and passion. The changing dimension consists of changes in efficacy, changes in accuracy, management support, personal benefits and the passion dimension consists of harmony passion and obsessive passion. The research method used a quasi-experimental with a sample of 6 UNTAR students and pre-test, post-test and interview data were taken. Processing of data using correlation and comparing the mean t-test. The results showed that there was a strong and significant relationship between pre-test, post-test on readiness to change and passion. especially on the dimensions of accuracy in making changes, changes in efficacy and passion for harmony. However, the results of the mean difference showed significant only in the change in success. The conclusion of this research is the impact of psychological impact on efficacy changes that occur in students who implement collaborative and participatory learning in Belitung district. Students believe in projects that have a changing impact on society. Students' self-confidence is relatively strong before the project is implemented and becomes stronger after the project is completed. Subsequent research suggests several project activities to maintain data.
DAMPAK IMPLEMENTASI MBKM PADA KOGNITIF MAHASISWA UNIVERSITAS X: REKOMENDASI PENINGKATAN MBKM DI PTS Jap Tji Beng; Keni Keni; Nafiah Solikhah; Rita Markus Idulfilastri; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Mira Bella; Nina Perlita; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16077.2022

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah suatu program yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) sejak tahun 2020. Universitas Tarumanagara telah berkomitmen dalam menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai bagian dari kurikulum sejak tahun 2020. Sejalan dengan kebijakan MBKM, upaya Kemendikbudristek menjaga mutu Perguruan Tinggi adalah dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu sub indikator yang keberhasilan terdapat pada IKU-7, yaitu mahasiswa terlibat dalam kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan melihat dampak implementasi kelas kolaboratif dan partisipatif pada mahasiswa yang teribat dalam MBKM, khususnya dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Belitung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu qualitative descriptive dengan pendekatan participatory ethnography. Peneliti terdiri atas 7 dosen dan 6 mahasiswa pelaksana 3 PKM di Kabupaten Belitung. Partisipan yang menjadi sasaran  penelitian ini adalah  6 Mahasiswa MBKM yang terlibat dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan acara PKM di Kabupaten Belitung. Penelitian menghasilkan tiga temuan dalam aspek kognitif yaitu: (a) kegiatan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif meningkatkan pengetahuan mahasiswa MKBM mengenai pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; (b) meningkatkan kemampuan analisis pada mahasiswa; dan (c) meningkatkan kemampuan dalam hal problem solving pada mahasiswa. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai gambaran dampak pelaksanaan MBKM, dan selanjutnya dapat menjadi rekomendasi untuk peningkatan MBKM di perguruan tinggi swasta.
DAMPAK KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MAGANG DAN STUDI INDEPENDEN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Desi Arisandi; Maitri Widya Mutiara; Viny Christanti Mawardi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16163.2022

Abstract

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Pada program studi Teknik Informatika dan Desain Interior, kegiatan magang/praktik kerja telah dilaksanakan mahasiswa, dalam kurun waktu 6 – 12 bulan pada perusahaan atau organisasi yang menjadi mitra program studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan magang dan studi independen dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Responden yang telah mengisi kuesioner berjumlah 227 mahasiswa, terdiri dari 158 mahasiswa peserta magang dan studi independen dan 69 mahasiswa yang belum mengikuti magang dan studi independent. Kegiatan magang dan studi independen sangat membantu meningkatkan kompetensi mahasiswa baik secara hard skill maupun soft skill. Kegiatan magang dan studi independen juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa belajar secara langsung (experiential learning) di tempat kerja/industri yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.
PENGARUH INTERIOR RUMAH TINGGAL TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Fivanda Fivanda; Adi Ismanto; Hafidh Indrawan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.17326.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah mewabah seluruh dunia termasuk Indonesia sejak awal tahun 2020 telah memberikan tantangan sendiri bagi dunia pendidikan secara umum dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan parameter desain tata ruang dalam pada area belajar atau ruang belajar yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran daring mahasiswa di rumah tinggal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan metode kuantitatif melalui kuesioner Evaluasi Post Occupancy Evaluation. Jumlah sampel yang ditentukan adalah 20 responden dengan subjek penelitian mahasiswa usia 18-23 tahun jurusan desain yang melakukan pembelajaran daring di rumah tinggal masing-masing. Mahasiswa yang menempati suatu ruang tertentu dengan variabel desain ruang belajar dan privasi dalam melakukan kegiatannya. Parameter dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran interior dan pengaruh suasana ruang terhadap proses belajar yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa fungsi dan desain dari ruang belajar tidak mengalami perubahan yang signifikan dari sistem pembelajaran luring menjadi daring. Tetapi proses perubahan yang mempengaruhi aktivitas dan perilaku mahasiswa sebagai pengguna. Desain interior yang memiliki pencahayaan, penghawaan dan penataan furnitur akan memberikan perilaku yang baik. Furnitur yang telah ada dalam area dan ruang belajar mahasiswa dapat tetap digunakan dengan penunjang furnitur belajar yang memiliki warna primer yang menarik dan dapat meningkatkan konsentrasi serta semangat dalam belajar. Bagi mahasiswa jurusan desain, apabila mood dan semangat belajar sudah didapatkan kreativitas dan konsentrasi dalam menghasilkan ide. Furnitur ‘Tawa Cabinet’ sebagai salah satu solusi desain dalam meningkatkan kreativitas belajar mahasiswa.
COVER JMISHS VOL 6 NO 1 Carla Olyvia Doaly
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.18472.2022

Abstract

COVER JMISHS VOL 6 NO 1

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue