cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
HUBUNGAN ANTARA LEADER POLITICAL SKILL DENGAN READINESS FOR ORGANIZATIONAL CHANGE PADA MANAJER PEMERINTAHAN PROVINSI X Setyorini, Theresia Dewi; Abidin, Zainal; Sulastiana, Marina; Agustiani, Hendriati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.12514.2024

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah pola kerja dari work from office menjadi work from home. Hal ini terjadi pada banyak organisasi tak terkecuali di birokrasi pemerintah. Perubahan demi perubahan terus terjadi untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada dengan tetap berpedoman pada tujuan memberikan pelayanan kepada public. Namun implementasi di lapangan mengalami banyak kendala. Hal ini menjadi satu pertanyaan apakah para birokrat memiliki kesiapan untuk berubah.  Dalam konteks perubahan, peran leader menjadi penting karena ia membawa misi mencapai tujuan perubahan. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara leader political skill dengan readiness for organizational change pada manajer Pemerintahan Provinsi X. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara  leader political skill dengan  readiness for organizational change. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sebanyak 407 responden di level pimpinan menjadi subjek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Political Skill Inventory dan Organizational Change Recipients’ Belief Scale. Analisis regresi digunakan untuk mengolah data yang ada. Hasil menunjukkan bahwa hipotesis terbukti. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa leader political skill berkorelasi dengan readiness for organizational change. artinya bahwa seorang leader yang memiliki political skill yang tinggi memiliki kesiapan yang tinggi pula terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintahan Daerah setempat untuk menerapkan strategi kebijakan menyiapkan para leader agar lebih siap menghadapi perubahan.
KELAPARAN TERSEMBUNYI PADA ANAK DENGAN BERAT BADAN KURANG DI PEDESAAN PESISIR Darubekti, Nurhayati; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.13285.2023

Abstract

Data UNICEF menunjukkan bahwa 50-59 persen anak Indonesia di bawah lima tahun (balita) pertumbuhannya tidak baik. Anak-anak yang pertumbuhannya tidak baik adalah korban dari kelaparan tersembunyi. Kelaparan tersembunyi menunjukkan kekurangan mikronutrien kronis yang pengaruhnya tidak langsung terlihat dan yang konsekuensinya bersifat jangka panjang dan mendalam. Banyak penelitian terobosan tentang masalah kelaparan tersembunyi telah dilakukan dalam dua dekade terakhir, namun tetap banyak pertanyaan mengenai fenomena ini dan cara terbaik untuk mengatasinya. Dibandingkan dengan wilayah non-pesisir, angka kematian jauh lebih tinggi di wilayah pesisir. Oleh karena itu, kajian ini penting dilakukan, untuk mengetahui bagaimana kelaparan tersembunyi pada anak dengan berat badan kurang di wilayah pesisir. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan kepada lima keluarga dengan anak yang berat badannya kurang (Kartu Menuju Sehat di area warna kuning), tentang karakteristik sosio-demografis, praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MPAS), dan tanda umum kekurangan vitamin dan mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor sosio demografis berhubungan dengan berat badan anak kurang, dari 5 orang anak, 1 orang anak memiliki semua gejala defisiensi mikronutrien yang terjadi bersamaan (stunting), 4 orang anak memiliki tiga-empat gejala defisiensi mikronutrien. Kekurangan vitamin dan mineral yang paling umum adalah seng, folat, vitamin A, dan vitamin D.  Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) masih belum memenuhi 4 syarat, yaitu: kurang tepat waktu, tidak adekuat, kurang higienis, dan kurang memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak. Dari penelitian ini disarankan adanya program untuk memperbaiki defisiensi mikronutrien dan mencegah terjadinya, penyebaran informasi gizi dan ASI, serta pendekatan berbasis pangan berkelanjutan lainnya.    
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS PRAKTIK PUNGUTAN LIAR DI KANTOR PELAYANAN PUBLIK Syahril, Shintamy Nesyicha; Herning Sitabuana, Tundjung
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.13354.2022

Abstract

Pungutan liar masih menjadi tradisi di Indonesia sejak jaman kolonial Belanda. Pungutan liar (pungli) adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau pegawai pemerintahan dengan meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut. Pungli biasanya sering terjadi di kantor pelayanan publik. Hal ini tentu melanggar hak warga negara untuk mendapatkan perlindungan hukum. Indonesia sebagai negara yang berlandaskan hukum, tentu saja telah menjamin perlindungan hukum di dalam konstitusi. Pungli merupakan merupakan suatu tindak pidana, pungli sering terjadi karena rendahnya tingkat kesadaran hukum pegawai kantor pelayanan publik. Dengan terjadinya praktik pungli tentu saja bertentangan dengan apa yang diharapkan dalam tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pungutan liar merupakan suatu perbuatan pegawai pemerintah yang menghambat kesejahteraan masyarakat serta menyebabkan timbulnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara. Kebijakan pidana terkait pungutan liar terdapat di dalam Pasal 348 ayat (1) dan Pasal 432 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pungutan liar dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemerasan. Pungutan liar kerap terjadi karena kurangnya pengawasan dari lembaga pemerintah yang berwenang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Untuk menjamin terlaksananya pelayanan publik yang bebas dari pungutan liar, maka dibutuhkan pengaturan yang lebih rinci serta pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah. Semakin tinggi tingkat budaya hukum pegawai pelayanan publik, maka akan menjamin hak perlindungan hukum warga negara sehingga negara yang sejahtera dapat terwujud.
PEMANGKASAN HUKUMAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN GENDER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM Syahril, Shintamy Nesyicha; Rasji
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.13355.2022

Abstract

Korupsi merupakan suatu kejahatan luar biasa yang merugikan keuangan negara serta melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas. Kasus korupsi di Indonesia semakin meningkat sehingga diperlukannya hukuman yang membuat efek jera bagi para pelaku sehingga dapat mencegah tindak pidana korupsi kedepannya. Namun, terdapat putusan pengadilan yang memangkas hukuman pidana pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan gender. Jika dilihat dari perspektif filsafat hukum, maka seharusnya di dalam hukum terdapat suatu keadilan. Keadilan menurut Aristoteles menekankan pada prinsip kesamaan serta proporsionalitas, sedangkan menurut Bentham, keadilan harus mencapai kebahagiaan sebesar-besarnya kepada masyarakat. Pada dasarnya keadilan adalah suatu konsep penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proporsional dan tidak melanggar hukum. Atas pertimbangan hakim tersebut, menimbulkan banyak pertanyaan tentang apakah keadilan yang menjadi tujuan hukum tersebut telah tercapai. Keadilan memang harus mempertimbangkan hak perlindungan hukum serta hak perlakuan yang sama di hadapaan hukum. Namun, dengan adanya bias gender tersebut, maka keadilan tidak tercapai. Putusan terkait pemangkasan hukuman terhadap pidana pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan gender tersebut secara tidak langsung telah mendiskriminasi gender lainnya. Putusan tersebut di satu sisi terlihat mementingkan hak asasi manusia yang dimiliki terdakwa, namun di sisi lain justru mengabaikan hak warga negara yang telah dirampas. Hakim dalam membuat suatu putusan perlu memahami konsep keadilan, sehingga akan menghasilkan produk hukum yang baik.
THE ROLE OF VISUAL COMMUNICATION AS TOURISM IDENTITY Utoyo, Arsa Widitiarsa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.15238.2022

Abstract

This brief study aims to acquaint the reader with a promising but underutilized scientific inquiry tool in tourism research, namely visual communication analysis. What is the identity of the tourist spot? The role of visual communication in tourist attractions? While the use of visual communication analysis employed by tourism researchers is not new, particularly in terms of tourism representation, the full potential of this research method can still be better utilized. The method used is a qualitative analysis where the data sources used are from books, previous journals to the website, the data that has been collected are then analyzed using the literature method. Interesting design artworks will be seen and even responded to by the audience because creating a work of art is strongly influenced by emotions so that connoisseurs of the work will be moved and the message implied in the design can reach their brains, so that it can boost sales or promotion of goods or services advertised. In designing a visual identity there should be a lot of previous studies and observations about the design field to be worked on. This study provides a brief overview of tourism representations and the literature on visual communication, underlines the importance of this question, and poses a few research questions worthy of future consideration.
PENERAPAN TEKNIK ZERO WASTE PATTERN DAN POLA KONSTRUKSI UNTUK BUSANA READY TO WEAR Gadi, Alicia Christy Zvereva
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18207.2022

Abstract

Industri kreatif sendiri merupakan sebuah usaha yang menekankan pada kreativitas, ide, inovasi, dari sumber daya manusia dalam menyajikan produk dan dapat membuka pasar persaingan produk yang inovatif dan dapat bersaing di pasar. Teknik zero waste fashion bisa menjadi solusi dalam merancang busana yang hanya menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah yang sedikit atau mengurangi sisa-sisa pembuangan bahan bahkan tidak menghasilkan limbah bahan sama sekali. Bahkan limbah bahan tersebut bisa dipertimbangkan menjadi bagian sustainable movement yang lebih besar. Konsep kerja zero waste fashion untuk menghilangkan pembuangan limbah tekstil dari hasil produksi busana adalah melalui desain. Langkah dasar untuk konsep zero waste fashion yaitu harus memikirkan rancangan desain yang sesuai sehingga penerapan garis pola teknik zero waste bisa maksimal. Dalam pembuatan busana ready to wear, tidak semua desain busana bisa langsung menerapkan konsep zero waste saja dikarenakan tuntutan permintaan pasar. Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan pasar akan busana ready to wear yang ramah lingkungan, dan juga tetap fashionable, maka teknik zero waste pattern cutting juga bisa dikombinasikan dengan pola konstruksi, yaitu flat pattern.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kombinasi teknik zero waste pattern cutting dan flat pattern yang mudah diterapkan pada busana ready to wear. Selain itu juga untuk mengetahui tingkat ketertarikan calon pengguna, baik industri maupun konsumen terhadap kombinasi teknik zero waste pattern cutting dan flat pattern yang diaplikasikan pada busana ready to wear.
GAMBARAN WORK-LIFE BALANCE PADA PEKERJA DI SEBUAH PERUSAHAAN FAST MOVING CONSUMER GOODS Timesela, Jennifer Jacqualine Putri; Idulfilastri, Rita Markus; Putri, Dhindayanti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18266.2022

Abstract

Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk mengurangi penyebaran kasus positif COVID-19 di Indonesia, pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai kebijakan atau aturan. Di awal tahun 2021 hingga awal tahun 2022, kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada saat ini aturan PPKM yang diterapkan adalah perkantoran sektor non-esensial diizinkan untuk Work From Office (WFO) maksimal sebesar 75% bagi pekerja yang telah mendapatkan vaksin dan memakai aplikasi PeduliLindungi. Pemberlakuan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memunculkan perubahan kebiasaan dan pola baru di dunia kerja, di mana perubahan tersebut disadari atau bahkan tanpa disadari membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi samar. Padahal Work-Life Balance (WLB) sangatlah penting. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran WLB pekerja di sebuah perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Pengumpulan data menggunakan studi kuantitatif dengan menggunakan teknik Quota Sampling, dengan jumlah partisipan yang bersedia berpartisipasi dan mengisi kuesioner sebanyak 100 pekerja. Untuk mengukur tingkat WLB pekerja, penelitian ini menggunakan WLB Questionnaire yang dikembangkan oleh Fisher-McAuley, et. al. (2003) dan divalidasi oleh Hayman (2005). Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 22. Hasil analisis menemukan bahwa WLB pekerja di PT GXXI berada pada tingkat sedang (M= 50.82, n= 63). Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi perusahaan untuk meningkatkan WLB pekerja.
KEBUTUHAN RUANG SESUAI PRINSIP PENYELENGGARAAN DAYCARE TIPE MONTESSORI Nugrahati, Annisa Dina; Fatimah, Titin; Siwi, Samsu Hendra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18333.2022

Abstract

Daycare di Indonesia masih banyak yang belum memadai dari segi fasilitas, infrastruktur bahkan proses pembelajarannya. Padahal tingkat kebutuhan tiap tahunnya terus meningkat dikarenakan semakin meningkatnya jumlah orangtua, khususnya ibu yang bekerja. Daycare sendiri merupakan tempat penitipan bagi bayi, balita, anak-anak pra sekolah dan usia sekolah mulai dari usia 0-36 bulan. Prinsip Daycare sendiri terdiri dari 4 (empat), yaitu Tempa, Asah, Asih dan Asuh. Keempat  aspek tersebut merupakan pertimbangan utama dalam penyelenggaraan tempat penitipan anak, dan tentu saja masing-masing diantaranya memiliki kebutuhan arsitektural yang spesifik untuk mendukung pelaksanaan prinsip itu. Tempa memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas fisik dan upaya pemeliharan kesehatan anak. Asah merupakan pengembangan seluruh potensi anak melalui belajar dan bermain. Asih memiliki tujuan untuk pemenuhan kebutuhan anak terhadap perlindungan diri, dan yang terakhir asuh yang memiliki tujuan pembentuk kualitas kepribadian sang anak. Diantara banyaknya penerapan metode penyelenggaraan Daycare, terdapat salah satu metode pendidikan yang banyak diterapkan ialah metode Montessori. Metode Montessori sendiri merupakan sebuah metode pendidikan yang terbentuk oleh lingkungan sang anak dan anak mendapat kebebasan untuk menentukan materi pembelajarannya. Lingkungan tersebut kemudian menciptakan ruang yang sesuai dengan kebutuhan anak. Adapun terdapat 5 (lima) fokus sistem pendidikan metode montessori, yaitu latihan Practical life, pembelajaran melalui sensori, bahasa, kultur dan matematika. Penelitian ini menggabungkan keempat prinsip penerapan Daycare dan penerapan metode Montessori untuk menghasilkan kajian kebutuhan ruang yang sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Daycare tipe Montessori.
HUBUNGAN FAMILY COMMUNICATION PATTERNS (FCP) DENGAN POTENSI DEPRESI PADA MAHASISWA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Candra, Rizech; Risnawaty, Widya
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18724.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap sebagian besar aspek kehidupan, tidak terkecuali kondisi kesehatan mental. Salah satu gangguan kesehatan mental yang meningkat selama masa pandemi ini adalah Depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Family Communication Patterns (FCP) dengan potensi depresi pada mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Partisipan penelitian ini berjumlah 304 partisipan yang terdiri dari 211 partisipan perempuan, dan 93 partisipan laki-laki. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revised Family Communication Patterns (RFCP) yang dikemukakan oleh Ritchie & Fitzpatrick pada tahun 1990 digunakan untuk mengukur pola komunikasi keluarga dan Center for Epidemiological Studies-Depression (CES-D) yang dikembangan oleh Lenore Sawyer Radloff tahun 1977 digunakan untuk mengukur potensi depresi partisipan. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian (H1) diterima. Analisis penelitian menggunakan teknik analisis Spearman Correlation, hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara dimensi conversation orientation (CV) dengan potensi depresi yang menghasilkan r (304) = - 0.001, dengan nilai sig = 0.990 (p > 0.05). Sedangkan korelasi antara conformity orientation (CF) dengan potensi depresi menunjukkan r (304) = + 0.447 dan nilai sig = 0.001 (p < 0.005), yang berarti terdapat korelasi positif signifikan antara dimensi CF dengan potensi depresi mahasiswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola komunikasi keluarga memiliki hubungan terhadap potensi depresi pada mahasiswa.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN COPING STRATEGY PADA MAHASISWA BARU DI JAKARTA (STUDI PADA MASA PANDEMI COVID-19) Novel, Shakira; Monika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19139.2022

Abstract

Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada aspek pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi hal baru yang disertai kendala bagi sebagian orang, kondisi ini harus dirasakan oleh mahasiswa baru yang mengalami perubahan dan permasalahan pada tingkat awal perkuliahan, hal tersebut menjadi pemicu kecemasan. Beberapa penelitian sebelumnya diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan coping strategy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan coping strategy pada mahasiswa baru di Jakarta pada masa pandemi COVID-19. Partisipan penelitian ini terdiri dari 391 mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun yang aktif menjalani perkuliahan jarak jauh. Alat ukur yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dan Brief-COPE Scale. Pengambilan data menggunakan teknik sampling non-probability sampling dengan jenis penelitian yaitu kuantitatif non-eksperimental. Pengujian analisis menghasilkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan problem focused coping, (2) terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan emotional focused coping, dan (3) terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan avoidant coping. Ditemukan hasil terkait adanya perbedaan kecemasan berdasarkan jenis kelamin dan usia pada mahasiswa baru, hal tersebut dikarenakan mahasiswa baru berjenis kelamin perempuan lebih menekankan perasaan, beban, serta pandangan yang berasal dari orang sekitar dalam menghadapi permasalahan, sedangkan laki-laki dapat berpikir lebih logis, bersikap lebih tenang, dan tidak terlalu terpengaruh oleh pandangan orang sekitar. Kemudian, mahasiswa baru yang berusia lebih dewasa menunjukkan kematangan proses berpikir yang memungkinkan untuk menghadapi kecemasan.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue