cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
KATA PENGANTAR JMISHS VOL 6 NO 1 Carla Olyvia Doaly
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.18473.2022

Abstract

KATA PENGANTAR JMISHS VOL 6 NO 1
REDAKSI JMISHS VOL 6 NO 1 Carla Olyvia Doaly
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.18474.2022

Abstract

REDAKSI JMISHS VOL 6 NO 1
DAFTAR ISI JMISHS VOL 6 NO 1 Carla Olyvia Doaly
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.18497.2022

Abstract

DAFTAR ISI JMISHS VOL 6 NO 1
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA YANG SUDAH MENJALANI MAGANG Winata, Vincentius David Indra; D.H. Saraswati, Kiky
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18678.2022

Abstract

One of the problems faced by university graduates is the difficulty of getting a job. Apart from limited job opportunities, the high number of new graduates also plays a role in increasing competition among job seekers. With the large number of job seekers, companies are becoming more selective in recruiting employees by only choosing candidates who are able to adapt in the workplace. Universities attempt to bridge this gap by implementing internship program. This program is a solution to promote the work readiness. Work readiness is the attitude, behavior and abilities possessed to obtain and maintain employment. The social environment, such as friends, family, and partners can help provide the necessary needs to increase work readiness. This support can be in the form of emotional support, information support, or instrumental support. Therefore, this research aims to determine the correlation of social support and work readiness in students who have undergone an internship program. The current research recruited 180 students of University X in Jakarta. This research is a quantitative study using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support to measure social support and the Work Readiness Inventory to measure work readiness. The analysis result showed that there is a significant relationship between social support and work readiness in students who have undergone internship (r = 0.363 and p = 0.000 < 0.05). It can be concluded that the higher the social support, the higher the work readiness.   Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi adalah sulitnya untuk memperoleh pekerjaan. Selain karena terbatasnya lapangan pekerjaan, tingginya jumlah lulusan baru juga berperan dalam meningkatkan kompetisi di antara para pencari kerja. Dengan banyaknya jumlah pencari kerja, perusahaan pun semakin selektif dalam merekrut karyawannya dengan hanya memilih kandidat yang mudah untuk beradaptasi dengan dunia kerja. Untuk menjembatani hal tersebut, banyak perguruan tinggi yang menyelenggarakan program magang. Program ini merupakan solusi untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusannya. Kesiapan kerja adalah sikap, perilaku, dan kemampuan yang dimiliki guna mendapat serta mempertahankan pekerjaan. Lingkungan sosial, seperti pertemanan, keluarga, dan pasangan dapat membantu memberikan kebutuhan yang diperlukan guna meningkatkan kesiapan kerja. Bantuan tersebut dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasi, atau dukungan instrumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kesiapan kerja pada mahasiswa yang sudah menjalani program magang. Penelitian ini melibatkan 180 mahasiswa Universitas X di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Multidimesional Scale of Perceived Social Support untuk mengukur dukungan sosial serta Work Readiness Inventory untuk mengukur kesiapan kerja. Hasil analis menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan kesiapan kerja pada mahasiswa yang sudah menjalani magang (r = 0,363 dan p = 0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin  tinggi juga kesiapan kerja.
HUBUNGAN DIMENSI KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PENGGUNAAN PONSEL PINTAR BERMASALAH PADA MAHASISWA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Putri, Monica Tri; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18749.2022

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dimensi komunikasi keluarga dengan penggunaan ponsel pintar yang bermasalah (PSU) pada mahasiswa selama masa pandemi COVID-19. Komunikasi keluarga terbagi menjadi dua dimensi, yaitu dimensi orientasi diskusi dan dimensi orientasi konformitas. Penelitian ini melibatkan 202 mahasiswa aktif yang melakukan pembelajaran secara daring, bertempat tinggal di Provinsi DKI Jakarta, tinggal bersama salah satu atau kedua orang tua, dan memiliki sekurang-kurangnya satu buah smartphone. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif noneksperimental yang menggunakan uji korelasi Pearson. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur The Revised Family Communication Pattern Instrument (RFCP) yang dikembangkan oleh Ritchie dan Fitzpatrick (1990) dan Smartphone Addiction Inventory-Short Form (SPAI-SF) yang dikembangkan oleh Lin et al. (2016). Diperoleh hasil uji korelasi antara dimensi orientasi diskusi dengan PSU, yaitu r (200) = 0.33 dan p < .001 serta hasil uji korelasi antara dimensi konformitas dengan PSU, yaitu r (200) = 0.45 dan p < .001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara kedua dimensi komunikasi keluarga dengan penggunaan ponsel pintar yang bermasalah. ABSTRACTThe purpose of this study is to examine the correlation of the dimension of family communication and problematic smartphone use (PSU) in college student during pandemic COVID-19. Family communication consist of two dimensions, which are conversation orientation and conformity orientation. This study involved 202 active college students who are learning remotely, living in DKI Jakarta Province, living with one or two parents, and having at least one smartphone. This is a quantitative nonexperimental research which is using Pearson Correlation to examine the correlation between two variables. The Revised Family Communication Pattern Instrument (RFCP) developed by Ritchie and Fitzpatrick (1990) and Smartphone Addiction Inventory-Short Form developed by Lin et al. (2016) are used as measuring instrument. The analysis results reveal that the correlation between conversational orientation and PSU is r (200) = 0.33 and p < .001 and the correlation between conformity orientation and PSU is r (200) = 0.45 and p < .001. These results show that there is positive and significant correlation between the dimensions of family communication and problematic smartphone use.
TINJAUAN HUKUM TERHADAP TINDAKAN EUTHANASIA DI INDONESIA Wijaya, Hanna; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; S, Michelle Angelika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.9454.2022

Abstract

Euthanasia merupakan permasalahan medis yang masih menjadi perdebatan yang ada di setiap negara, khususnya Indonesia melarang secara eksplisit dan khusus tindakan euthanasia. Permintaan tindakan euthanasia di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah membahas aspek kepastian hukum terhadap tindakan euthanasia di Indonesia Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian yang meninjau yuridis normatif yang dilakukan telaah secara sintesis kesimpulan deduktif dari pernyataan yang ada di dalam sumber data seperti bahan pustaka meliputi jurnal, buku, dokumen, dan literature atau hukum sekunder seperti Undang-Undang, teori hukum, putusan pengadilan, pendapat ahli yang relevan dan berkaitan dengan pembahasan pada jurnal ini. Penelitian ini merupakan preskriptif analitis yang sintesis data, pembahasan dan kesimpulan secara kualitatif. Hasil penelusuran literatur mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada hukum positif yang mengatur Euthanasia di Indonesia, tetapi tindakan euthanasia melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Tindakan euthanasia dianggap sebagai tindakan pidana. Hukum positif Indonesia seharusnya mengatur tindakan euthanasia secara eksplisit sehingga dokter dapat menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan kepada pasiennya. Karena tindakan euthanasia tidak dapat diberlakukan sama dengan perbuatan pidana. Adapun pelanggaran hukum yang memenuhi adalah  pasal 338 KUHP, euthanasia aktif masih dianggap pembunuhan atau sebagai pembunuhan berencana menurut pasal 340 KUHP, pembunuhan yang dilakukan dengan permintaan korban menurut pasal 344 KUHP.  
INTERDEPENDENSI SUAMI-ISTRI DALAM MENGHADAPI PERSELINGKUHAN ISTRI Alfaruqy, Muhammad Zulfa; Indrawati, Endang Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.9780.2022

Abstract

Relasi suami-istri yang tidak stabil membuka peluang lahirnya aktivitas perselingkuhan. Tujuan penelitian ini adalah memahami dinamika interdependensi suami-istri yang menghadapi perselingkuhan pihak istri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Kriteria subjek adalah seorang istri yang pernah melakukan perselingkuhan dan masih mempunyai ikatan pernikahan. Tiga orang subjek terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan istri dilatarbelakangi multi faktor. Relasi interdependensi suami-istri bersifat dinamis karena kehadiran orang ketiga. Relasi berbentuk actor control saat perselingkuhan. Relasi bertransformasi bentuk menjadi partner control pasca perselingkuhan. Relasi nonmutual yang termanifestasi dalam perilaku permisif terhadap suami justru diinisiasi oleh istri sebagai upaya menebus rasa bersalah dan mempertahankan pernikahan. Penelitian berimplikasi teoretis mendukung efek norma sosial dalam membaca interdependensi.
KEABSAHAN KLAUSULA PENGESAMPINGAN PASAL 1266 KUHPERDATA SEBAGAI DASAR PEMUTUSAN KONTRAK SECARA SEPIHAK (STUDI TERHADAP DOKTRIN HUKUM DAN PUTUSAN PENGADILAN) sugiastuti, natasya yunita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.9956.2022

Abstract

Pemutusan kontrak senantiasa dikaitkan dengan pelaksanaan kontrak yang mengalami masalah, yaitu merupakan akibat hukum lanjutan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pelaksanaan pemenuhan kewajiban kontraktual. Peristiwa tersebut pada umumnya dikaitkan dengan pelanggaran kontraktual di mana salah satu pihak mengakibatkan kegagalan pelaksanaan kontrak atau wanprestasi. Menurut Pasal 1266 KUHPerdata dalam hal terjadi wanprestasi, kontrak tidak batal demi hukum, tetapi pemutusan harus  dimintakan kepada Pengadilan. Permasalahannya, dalam praktek tidak sedikit kontrak-kontrak yang di dalamnya mencantumkan klausula yang mengesampingkan berlakunya Pasal 1266 KUHPerdata dengan maksud agar kontrak tersebut dapat diputus sendiri oleh salah satu pihak tanpa campur tangan pengadilan jika pihak lainnya melakukan wanprestasi. Fokus tujuan penelitian ini, pertama berkenaan dengan pandangan sarjana (doktrin hukum) mengenai sifat norma yang diatur dalam Pasal 1266 KUHPerdata; ke-dua, berkenaan dengan sikap hakim atau pengadilan mengenai pencantuman syarat putus dengan mengesampingkan Pasal 1266 KUHPerdata di dalam kontrak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dianalisis secara kualitatif, disimpulkan melalui metode berpikir deduktif. Hasil studi menunjukkan bahwa doktrin-doktrin ahli hukum (yang diteliti) hampir seluruhnya berpendirian bahwa ketentuan Pasal 1266 KUHPerdata merupakan norma hukum yang sifatnya memaksa, sedangkan sikap hakim (berdasarkan putusan yang diteliti), ada yang memandang pencantuman syarat putus dengan mengesampingkan Pasal 1266 KUHPerdata berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak; sebagian hakim lain berpendapat bahwa hal tersebut merupakan perbuatan yang melawan atau mengesampingkan hukum.  
PERAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP INTENSI KELUAR KERJA MELALUI KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIATOR PADA KARYAWAN PT X Violany, Refacha; Zamralita, Zamralita; Markus Idulfilastri, Rita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.10074.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan komitmen organisasi sebagai mediator hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan intensi keluar kerja pada karyawan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan pabrik gula. Penelitian ini mengambil data dengan menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang melibatkan 102 karyawan. Terdapat tiga buah kuisioner yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu alat ukur variabel intensi keluar kerja, kualitas kehidupan kerja, dan komitmen organisasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan menggunakan metode uji korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kualitas kehidupan kerja terbukti mempunyai peran terhadap intensi keluar kerja melalui komitmen organisasi sebagai mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja berkorelasi dengan komitmen organisasi (t = .5359 sig = .000). Kualitas kehidupan kerja juga berkorelasi dengan intensi keluar kerja (t = -17.166, sig = 0.000). Komitmen organisasi berkorelasi dengan intensi keluar kerja (t = -5.844, sig = .000). Hasil uji sobel tes didapat bahwa komitmen organisasi terbukti dapat sebagai mediator antara kualitas kehidupan kerja dengan intensi keluar kerja ( t = 2.047, p = 0.040 < 0.05).
KONTRIBUSI MULI MEKHANAI DALAM MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL TRADISI BELANGIRAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Perdana, Yusuf; Oktavia, Mia; Istiqomah, Istiqomah; Sari, Novita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.12279.2022

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki keanekaragaman tradisi dan latar belakang kearifan lokal yang berbeda. Kebudayaan daerah yang dimiliki Bangsa Indonesia harus dijaga dan dilestarikan oleh semua warga negara terutama generasi muda yang dalam Bahasa Lampung disebut Muli Mekhanai. Muli Mekhanai harus memiliki nilai-nilai luhur, cinta tanah air, dan harus mempertahankan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Salah satu kearifan lokal yang dapat yang harus tetap dilestarikan yakni Tradisi Belangiran yang terdapat di Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui studi pustaka, kemudian metode yang digunakan yaitu metode wawancara, metode yang digunakan juga berupa metode dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung Pada Bulan Juni hingga Juli Tahun 2020. Subjek penelitian ini adalah ibu Helina selaku Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Indina Khansa dan Tri Wulandari selaku muli mekhanai yang turut melestarikan Tradisi Belangiran di Desa Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Masyarakat dan pemerintah dalam pelestarian Tradisi Belangiran, salah satu bentuk upaya pelestarian yang dilakukan yaitu menjadikan Tradisi Belangiran sebagai event tahunan, 2. Adanya kontribusi Muli Mekhanai dalam upaya pelestarian Tradisi Belangiran, salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan oleh Muli Mekhanai yaitu dengan berkontribusi langsung dalam acara Tradisi Belangiran, 3. Tradisi Belangiran memberikan dampak kepada kehidupan masyarakat diantaranya dalam bidang religi, sosial budaya dan ekonomi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue