cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS EFISIENSI KONSUMSI DAYA LISTRIK DAN BIAYA OPERASIONAL LAMPU TL-LED TERHADAP LAMPU TL-T8 Candra, Henry; Setyaningsih, Endah; Beng, Jap Tji
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1682

Abstract

Lampu TL-LED sebagai lampu penerangan dalam ruang memiliki banyak kelebihan dibanding lampu TL-T8, antara lain dalam hal efikasi lampu, yang menunjukkan efisiensi lampu TL-LED, akan tetapi seberapa besar efisiensi yang dapat diberikan oleh lampu TL LED lebih sering hanya dinyatakan secara kualitatif. Melalui tulisan ini dipaparkan hasil penelitian dengan membandingkan kinerja dari lampu TL-LED terhadap lampu TL-T8 dengan mengukur dan menganalisis konsumsi daya listrik dan perhitungan perkiraan biaya operasional dari kedua jenis lampu tersebut. Pengukuran juga dilakukan terhadap parameter lainnya meliputi iluminansi dan daya beban listrik terpasang sebagai pendukung analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lampu TL-LED memiliki efisiensi konsumsi daya terhadap lampu TL-T8 sebesar 33,3%. Sedangkan perhitungan biaya operasional dengan menggunakan tarif dasar listrik dari PLN menunjukkan bahwa lampu TL LED dapat memberikan penghematan biaya sebesar Rp. 204.300,- sampai dengan Rp. 413.100,- untuk setiap 100 kWh konsumsi daya listrik. Analisis lebih lanjut terhadap iluminansi menunjukkan bahwa lampu TL LED memiliki keterbatasan beamwidth sedangkan daya beban lampu TL-T8 lebih besar bila dibanding dengan daya beban yang tertera pada lampu tersebut karena masih ditambah dengan daya beban rangkaian balas. Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi pemilik bangunan untuk mengganti penggunaan lampu TL-T8 dengan lampu TL-LED, tanpa perlu mengganti luminernya, kecuali dengan sedikit mengubah sistem pengkabelannya.
KAJIAN BESARNYA TAMBAHAN BIAYA PADA BANGUNAN TINGGI YANG MENGALAMI CHANGE ORDER Lubis, Rotua Rohayana
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1314

Abstract

Change order adalah usulan perubahan secara tertulis antara owner dan kontraktor untuk mengubah beberapa kondisi dari dokumen kontrak awal. Perubahan tersebut bisa berupa penambahan atau pengurangan ruang lingkup pekerjaan. Change order akan selalu berpengaruh terhadap biaya dan waktu pekerjaan. Change order sering terjadi, hampir di semua proyek konstruksi. Dari sampel data yang dikumpulkan diperoleh persentase kenaikan biaya konstruksi dari nilai kontrak awal sebesar 2,52-24,96%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan variabel yang paling signifikan yang mempengaruhi kenaikan biaya kontruksi, berapa besar persentase kenaikan biaya pada konstruksi bangunan gedung bertingkat tinggi, dan langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi penambahan biaya yang diakibatkan adanya change order. Penelitian ini mengambil 200 sampel dari 30 proyek bangunan gedung bertingkat tinggi dimana masa konstruksi sudah selesai di Jakarta. Berdasarkan basis data yang dikumpulkan ada 4 variabel yang diuji untuk mengetahui selisih mean persentase kenaikan pada bangunan gedung bertingkat tinggi yang mengalami change order. Didapati bahwa untuk fungsi bangunan perkantoran rata-rata persentase kenaikan sebesar 9,615% sedangkan untuk non perkantoran 11,658%, rata-rata persentase kenaikan biaya berdasarkan paket pekerjaan M/E service sebesar 10,443% dan paket pekerjaan sipil sebesar 10,213%, rata-rata persentase kenaikan kategori jenis pekerjaan adalah pekerjaan tambah/kurang sebesar 7,760% dan rework sebesar 14,371% rata-rata persentase kenaikan biaya berdasarkan pihak yang mengerjakan kontraktor sebesar 10,030% dan sub kontraktor 10,284% dari total nilai kontrak.
EFISIENSI ENERGI RUANG RAWAT INAP BANGUNAN RUMAH SAKIT ISLAM YARSIS SURAKARTA Kurniawati, Ria; Syafi’i, Syafi’i; Suprapto, Mamok
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.446

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengkonsumsi energi cukup besar. Strategi menentukan cara mengurangi penggunaan energi dan mengurangi biaya operasional rumah sakit seperti ruang rawat inap dilakukan supaya dapat meningkatkan energi terutama energi listrik menjadi lebih efisien, yaitu dengan melaksanakan audit energi. Penggunaan energi gedung terbesar salah satunya yaitu sistem AC sebesar 60% dan sistem pencahayaan 20%. Evaluasi efisiensi energi diarahkan ke sistem AC kemudian pencahayaan untuk penghematan energi gedung. Tahapan awal dengan mengevaluasi penggunaan energi menggunakan Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Ruang rawat inap gedung Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta yang menggunakan pencahayaan terbatas dengan hasil IKE yaitu 36,13 kwh/m2/bulan termasuk kategori sangat boros. Tahapan selanjutnya menggunakan Software Autodesk Ecotect dengan pemodelan dari simulasi pencahayaan ruangan. Tiga skenario energi bangunan seperti penambahan ventilasi, jendela, dan lampu kemudian dilakukan simulasi. Hasil simulasi ecotect yang sesuai dengan SNI 02-6575-2001 standar pencahayaan yaitu skenario tiga yang menggunakan penambahan ventilasi, jendela, dan lampu yang mendapatkan hasil rata-rata 250 Lux. Menghemat energi tidak dengan cara mematikan semua lampu pada saat siang hari, namun membatasi tingkat pencahayaan dengan minimal standar ruang rawat inap yaitu 250 Lux. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk menentukan efisiensi energi bangunan, selain pencahayaan konsumsi energi bangunan harus di perbaiki supaya bangunan RSI Yarsis Surakarta lebih efisien dari segi konsumsi energi dan pencahayaan.Kata kunci: Efisiensi Energi, Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Pencahayaan
IMPLIKASI E-NIAGA TERHADAP REAL ESTATE RETAIL Azhar, Intan Al
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.853

Abstract

Perkembangan e-niaga (e-commerce) di Indonesia sangat pesat dan diproyeksikan akan mengalami lonjakan yang signifikan dikarenakan pesatnya pertumbuhan kalangan menengah, infrastruktur IT, dan perilaku konsumen terhadap e-niaga. Dalam penelitian-penelitian lain di negara yang telah maju e-niaga-nya, terjadi berbagai implikasi terhadap perubahan kebutuhan space, supply chain, perubahan struktur organisasi, interaksi virtual dan fisik, perilaku konsumen serta strategi real estate. Real estate komersial berkaitan erat dengan space yang disediakan untuk retail sesuai dengan kebutuhan konsumen, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya retail yang telah menerapkan e-niaga, mengetahui bagaimana supply chain bergerak dibelakang e-niaga, bagaimana interaksi virtual dan fisik, mengetahui peran space support system, mengetahui perilaku belanja online terhadap pengunjung mall sehingga memudahkan pemahaman terhadap fenomena e-niaga yang terjadi dalam kacamata urban dan real estate.
MODEL SYSTEMS DYNAMICS UNTUK MEMINIMALKAN PENYIMPANGAN BIAYA MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI INDUSTRI Insja, Davied; Alisjahbana, Sofia W.; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.437

Abstract

Penyimpangan biaya adalah fenomena yang sangat sering terjadi dan terkait dengan hampir semua proyek dalam industri konstruksi. Kecenderungan ini semakin meningkat pada proyek-proyek konstruksi yang terletak di daerah dengan aksesibilitas yang relatif sulit. Dalam rangka untuk mencegah dan mengurangi penyimpangan biaya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang mempengaruhi penyimpangan biaya dan termasuk tindakan perbaikan, tindakan pencegahan atau mitigasi penyimpangan biaya pada proyek konstruksi industri. Kuesioner survei dibagikan kepada para profesional dan data dianalisis melalui metode statistik. Dari 74 faktor yang diidentifikasi melalui studi literatur kemudian diklasifikasikan menjadi 13 peristiwa risiko dan 61 sumber risiko. Dengan memanfaatkan metode Delphi dan analisis faktor akhirnya diperoleh 9 peristiwa risiko dan 25 sumber risiko. Selanjutnya, melalui evaluasi risiko, diperoleh rekomendasi untuk pencegahan dan mitigasi dampak dari penyimpangan biaya material dalam proyek konstruksi. Tindakan pencegahan dan mitigasi diperlukan untuk mengurangi penyimpangan biaya. Namun, pada saat yang sama, diperlukan biaya untuk menjalankan tindakan pencegahan dan mitigasi itu sendiri. Sehubungan dengan itu, untuk mengetahui lebih lanjut tentang biaya aktual akhir, digunakan  metode simulasi seperti metoda system dynamics dengan pendekatan kuantitatif dalam bentuk implementasi alokasi biaya dan sumberdaya.Pemilihan metode system dynamics juga disebabkan oleh faktor risiko yang saling berinteraksi satu sama lain dan berubah-ubah menurut waktu tertentu. Hasil dari simulasi model system dynamics menunjukkan bahwa biaya penyimpangan material dapat dikurangi apabila dilakukan intervensi.Kata kunci: cost overrun, proyek konstruksi industri, peristiwa risiko, sumber risiko
PENGARUH ASUPAN PROTEIN DAN ASUPAN GARAM TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN OBESITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATUMBAK TAHUN 2017 Ginting, Wira Maria; Sudaryati, Etti; Sarumpaet, Sorimuda
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1024

Abstract

Hipertensi bisa disebabkan oleh tubuh orang yang gemuk, jantungnya bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini bisa disingkat naiknya tekanan darah. Obesitas dan hipertensi adalah masalah kesehatan yang ada di Indonesia bahkan di kalangan wanita usia produktif. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi pada obesitas adalah diet dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh diet dan aktivitas fisik pada kejadian obesitas dengan hipertensi pada WUS. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini adalah 104 WUS obesitas (52 kasus dan 52 kontrol). Pengambilan data menggunakan penimbangan, tinggi badan, dan tekanan darah. Analisis bariariat (regresi logistik sederhana) asupan protein (0,003) dan asupan garam (0,000). Multivariat (regresi logistik berganda) terdapat pengaruh yang signifikan antara asupan protein (p = 0,009, OR = 27,66, CI 95% = 0,762-73,65), dan asupan garam (p = 0,000, OR = 977, CI 95 % = 41,58-22965). Disarankan bagi WUS untuk mengontrol berat badan dan memeriksa tekanan darah secara teratur juga mengikuti edukasi tentang diet.Hypertension might be the result of obesity, where the heart works harder to pump blood. This condition is also known as high blood pressure. Obesity and hypertension are health problems that exist in Indonesia even among women of childbearing age. One of the risk factors that can cause hypertension in obesity is diet and physical activity. The purpose of this study is to determine the effect of diet and physical activity on the incidence of obesity with hypertension in women of childbearing age. This study uses case control design. The sample in this study were 104 obese women of childbearing age (52 cases and 52 controls). Data collection methods include measuring weight, height, and blood pressure. Bariatric analysis (simple logistic regression) protein intake (0.003) and salt intake (0,000). Multivariate (multiple logistic regression) there was a significant effect between protein intake (p = 0.009, OR = 27.66, 95% CI = 0.762-73.65), and salt intake (p = 0.000, OR = 977, 95% CI = 41.58-22965). It is recommended for women of childbearing age to control body weight and check blood pressure regularly as well as to attend education on diet. 
PENERAPAN METODE LINEAR PROGRAMMING UNTUK ANALISIS PEMOTONGAN BESI TULANGAN PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI JAKARTA Margaretta, Jennyfer; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1029

Abstract

Material besi tulangan merupakan komponen yang penting dalam sebuah proyek konstruksi gedung bertingkat. Pada proyek di lapangan tidak dapat dihindari munculnya sisa material besi tulangan yang menyebabkan pengeluaran anggaran biaya yang sia-sia. Pemotongan besi tulangan yang tidak optimal di lapangan merupakan penyebab terjadinya waste besi yang cukup tinggi, sehingga diperlukan solusi untuk mengurangi waste besi. Metode Linear Programming merupakan salah satu solusi untuk mengurangi waste besi dan jumlah besi tulangan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pemotongan besi tulangan yang optimal dengan waste besi dan biaya yang kecil. Selain itu juga mengetahui perbedaan sisa pemotongan besi tulangan di lapangan dengan sisa pemotongan besi tulangan menggunakan Metode Linear Programming. Untuk menghasilkan nilai waste besi dan jumlah besi tulangan dari model Linear Programming diperlukan bantuan program LINDO. Penelitian ini dilakukan pada dua proyek konstruksi gedung bertingkat di Jakarta. Dalam penelitian ini terdapat dua cara yang digunakan dalam menghasilkan persentase penghematan, yaitu cara pertama, mengerjakan berdasarkan diameter pada pekerjaan masing-masing dan cara kedua, mengerjakan berdasarkan diameter yang digabungkan. Untuk cara pertama didapatkan 3,6% untuk proyek X dan 3,9% untuk proyek Y, sedangkan untuk cara kedua didapatkan 4% untuk proyek X dan 4,51% untuk proyek Y. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa cara pertama yang lebih layak untuk dilaksanakan di lapangan karena tidak membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.Kata kunci: waste besi, Linear Programming, program LINDO, besi tulangan, Bar Bending Schedule
PENGGUNAAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI DINDING PENAHAN GALIAN PADA KONDISI TANAH NON KOHESIF Wahyudianto, Kurniadi; Purwana, Yusep Muslih; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.428

Abstract

Pembangunan konstruksi di lokasi yang sempit dan lahan kerja yang terbatas seringkali menyebabkan galian struktur harus dilaksanakan secara tegak lurus, sehingga dibutuhkan dinding penahan untuk mengamankan galian agar tidak terjadi longsor. Bambu dipilih sebagai salah satu material kombinasi dinding penahan galian sementara karena memiliki sifat-sifat mekanika yang baik dan relatif murah.  Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi keamanan dan kelayakan bambu petung sebagai material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif, pada konstruksi dinding penahan galian tanah dengan menggunakan kombinasi baja IWF dan bambu petung, sebagai alternatif  desain dinding penahan tanah bagi pelaksana pekerjaan. Data yang diambil adalah data sekunder tanah non kohesif.  Analisis data yang dilakukan  meliputi analisis pembebanan, analisis tekanan tanah pada dinding penahan, dan analisis dimensi bambu (check kekuatan bahan). Hasil analisis menunjukkan  bahwa material bambu petung layak dan aman digunakan  sebagai alternatif material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat  menjadi referensi bagi proyek-proyek yang memerlukan pelindung galian tegak.Kata kunci: galian tegak,  konstruksi dinding penahan tanah, kombinasi baja IWF dengan bambu
Daftar Isi JMSTKIK Vol. 2, No. 2, Oktober 2018 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.3356

Abstract

Daftar Isi JMSTKIK Vol. 2/ No. 2/ Oktober 2018
PENGARUH KEKUATAN TANAH DASAR DAN KOEFISIEN DRAINASE LAPISAN TERHADAP TEBAL PERKERASAN LENTUR Tajudin, Anissa Noor; Setyarini, Niluh Putu Shinta Eka; Khalik, Januar; Darmawati, Devy Sonia
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1696

Abstract

Dalam merencanakan suatu perkerasan jalan raya dibutuhkan pengetahuan yang baik dalam merencanakannya, baik dalam segi material pengisi bahan-bahan tiap lapisan perkerasan dan juga proses pengerjaan struktur perkerasan jalan raya tersebut. Karakteristik lingkungan seperti curah hujan dan kondisi tanah dasar yang berbeda-beda pada setiap daerah juga penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Bina Marga Pt-T-01-2002-B digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung tebal perkerasan lentur dengan variasi nilai California Bearing Ratio (CBR) dan Koefisien Drainase Lapisan (m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai variasi CBR maka tebal lapis perkerasan semakin tipis. Hal tersebut dikarenakan nilai CBR yang kecil menandakan kekuatan tanah dasar yang buruk, sehingga tebal lapis perkerasan yang berada di atasnya harus lebih baik atau lebih tebal dibandingkan tanah dasar, agar tanah dasar menerima tegangan yang tidak begitu besar karena tegangan telah didistribusikan pada lapisan di atasnya. Semakin besar nilai koefisien drainase maka tebal lapisan perkerasan pondasi atas dan atau lapisan pondasi bawah akan semakin tipis. Semakin kecil nilai koefisien drainase maka tebal lapisan perkerasan pondasi atas dana tau akan semakin tebal. Pada lapis permukaan tidak ada variasi tebal, dikarenakan pada rumus SN / ITP nilai koefisien drainase (m) hanya berpengaruh ke lapisan pondasi atas dan atau lapisan pondasi bawah yang memiliki material granular tidak terawat (granular untreated base and or subbase).

Page 3 of 38 | Total Record : 373