cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
INFLATION AS A MODERATOR OF FINANCIAL RATIOS AND CAPITAL STRUCTURE IN MANUFACTURING COMPANIES Lasar, Hilary; Jonnardi, Jonnardi
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.28476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio keuangan, seperti tangibility, likuiditas, pertumbuhan aset, dan volatilitas laba terhadap struktur modal dengan tingkat inflasi industri sebagai pemoderasi. Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014 sampai dengan 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 122 perusahaan yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji regresi linier berganda dengan menggunakan E-Views versi 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tangibility, likuiditas, pertumbuhan aset, volatilitas laba dan tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan tingkat inflasi sebagai pemoderasi memperlemah hubungan likuiditas terhadap struktur modal. Hal tersebut dikarenakan jika terjadi inflasi pada suatu negara, maka akan berdampak pada melemahnya ekonomi suatu negara dan dapat menyebabkan naiknya tingkat suku bunga. Oleh karena itu, perusahaan cenderung menghindari hutang karena tingginya bunga yang harus dibayarkan.   This research aims to analyze the influence of financial ratios, such as tangibility, liquidity, assets growth, and earnings volatility on capital structure with inflation rate as the moderation variable. The research object is manufacturing companies listed on Indonesian Stock Exchange from 2014 to 2019. The number of samples in this research was 122 companies selected with purposive sampling. Data analysis in this research used multiple regression linear analysis processed using E-Views version 10. The result of this research shows that tangibility, liquidity, assets growth, earnings volatility and inflation rate have no significant effect on capital structure. The results of this study also show that the inflation rate as a moderator weakens the relationship between liquidity and capital structure. This is because if inflation occurs in a country, it will have an impact on the weakening of a country's economy and can cause an increase in interest rates. Therefore, companies tend to avoid debt because of the high interest that must be paid.  
Cover JMIEB vol 7 no 2 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMIEB vol 7 no 2
Kata Pengantar JMIEB Vol 7 No 2 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMIEB Vol 7 No 2
Redaksi JMIEB Vol 7 No 2 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi JMIEB Vol 7 No 2
AFFORDABLE LOSS OF SMEs FRANCHISEE: THE ROLE OF PERCEIVED UNCERTAINTY AND LEARNING FROM CRISIS EXPERIENCE Selamat, Frangky; Maupa, Haris; Taba, Muhammad Idrus
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.28676

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh attitudes, subjective norms dan perceived behavioral control terhadap perilaku affordable loss melalui intensi dan efek moderasi dari persepsi ketidakpastian dan pembelajaran dari pengalaman krisis dalam hubungan antara intensi dengan perilaku affordable loss dari terwaralaba usaha kecil dan menengah (UKM) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Kemampuan intensi untuk memprediksi perilaku, bergantung pada kestabilan kondisi dalam rentang waktu antara intensi dengan perilaku yang terjadi. Faktor yang dapat memengaruhi adalah persepsi ketidakpastian dan pembelajaran dari pengalaman krisis. Sejumlah peneliti menyarankan tindakan efektual yang salah satunya adalah perilaku affordable loss sebagai langkah yang dapat dijalankan oleh wirausaha ketika menghadapi situasi lingkungan bisnis yang tidak stabil. Penelitian mengenai perilaku affordable loss dari terwaralaba UKM belum banyak dilakukan. Populasi dari penelitian ini adalah terwaralaba yang merupakan pemilik UKM di Jabodetabek. Ukuran sampel ditentukan sebesar 200 responden yang dipilih secara purposif dan data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa attitudes dan perceived behavioral control memengaruhi perilaku affordable loss melalui intensi, sementara subjective norms tidak demikian. Perceived behavioral control tidak memengaruhi perilaku affordable loss secara langsung. Efek moderasi dari persepsi ketidakpastian dan pembelajaran dari pengalaman krisis dalam hubungan antara intensi dengan perilaku affordable loss bersifat positif namun lemah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dalam hal aplikasi Theory of Planned Behavior yang dikaitkan dengan perilaku affordable loss terwaralaba UKM. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan masukan bagi regulator mengenai strategi dan program bagi terwaralaba usaha kecil yang berbasis pada perilaku wirausaha.   This study explores how attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control affect the affordable loss behavior of small and medium-sized enterprise (SME) franchisees in Jakarta Greater Area, Indonesia. The research examines the relationship between intention and affordable loss behavior and how perceived uncertainty and learning from crisis experiences impact this relationship. The stability of conditions in the period between intention and behavior determines the ability of intention to predict the behavior. Factors such as perceived uncertainty and learning from crisis experiences can influence the perceptions. While affordable loss behavior is suggested as a step that entrepreneurs can take when facing an unstable business environment, not much research has been done on SME franchisees' affordable loss behavior. The sample size for this research comprised 200 respondents who were selected purposively, and the data was analyzed using Partial Least Square (PLS). The findings indicate that attitudes and perceived behavioral control significantly influence affordable loss behavior through intention, while subjective norms do not. Perceived behavioral control does not directly impact affordable loss behavior. Finally, the moderating effect of perceived uncertainty and learning from crisis experiences on the relationship between intention and affordable loss behavior is positive but weak. The results of this research can add references in terms of the application of the Theory of Planned Behavior which is related to the affordable loss behavior of SME franchisees. Apart from that, it is also hoped that it can provide input to regulators regarding strategies and programs for small business franchisees based on entrepreneurial behavior.
PERAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA GENERASI Z MELALUI EFIKASI DIRI DAN POLA PIKIR ENTREPRENEURIAL Mu Minah, Tatu; Soelaiman, Lydiawati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.28703

Abstract

Generasi Z memiliki kontribusi yang cukup penting untuk meningkatkan rasio wirausaha untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran dari pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, pola pikir entrepreneurial sebagai variabel prediktor untuk memprediksi intensi berwirausaha Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan deksriptif dengan teknik pengambilan sampel melalui pendekatan metode purposive sampling. Sebanyak 139 responden Generasi Z yang diwakili oleh siswa SMK dan mahasiswa di Perguruan Tinggi Jakarta berhasil dikumpulkan untuk penelitian ini. Hipotesis penelitian diolah dengan menggunakan Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis data menunjukkan terdapat dua hipotesis yang ditolak yaitu pendidikan kewirausahaan serta efikasi diri terhadap intensi berwirausaha. Sedangkan hipotesis lainnya yang mengukur pengaruh antara pendidikan kewirausahaan terhadap efikasi diri dan pola pikir entrepreneurial dapat diterima. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan pola pikir entrepreneurial mampu memprediksi secara positif intensi berwirausaha. Dalam penelitian ini efikasi diri tidak mampu menjadi variabel mediator, namun pola pikir entrepreneurial mampu menjadi variabel mediasi pendidikan kewirausahaan dengan intensi berwirausaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pembelajaran kewirausahaan di Perguruan Tinggi dan SMK sehingga dapat dirancang kurikulum yang mampu membentuk efikasi diri dan pola pikir entrepreneurial.   Generation Z significantly contributes to increasing the entrepreneurship ratio to contribute to Indonesia's economic growth. This purpose of this study is to investigate how entrepreneurship education, self-efficacy, and entrepreneurial mindset affect the entrepreneurial intentions on Generation Z. The research used a descriptive approach through the purposive sampling method. The sample obtained for this study consisted of 139 Generation Z respondents represented by vocational high school students and university students in Jakarta. The research hypotheses were processed using PLS-SEM. From the data analysis, it was found that two hypotheses were rejected, namely entrepreneurship education and self-efficacy on entrepreneurial intentions. Meanwhile, other hypotheses examining the influence of entrepreneurship education on self-efficacy and entrepreneurial mindset were accepted. Furthermore, this study revealed that entrepreneurial mindset could predict the entrepreneurial intentions of Generation Z. In this study, self-efficacy did not serve as a mediating variable, but entrepreneurial mindset could mediate relationship between entrepreneurship education and entrepreneurial intentions. The findings of this research are expected to support higher education institutions and vocational schools in designing appropriate curricula to shape self-efficacy and entrepreneurial mindset.
STUDI FAKTOR PENENTU RISKY CREDIT BEHAVIOR DALAM PENGGUNAAN PAY LATER GENERASI Z Veronica, M. Sienly; Indrawan, Dava R.
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29012

Abstract

Pay later merupakan salah satu metode pembayaran yang sedang mengalami pertumbuhan pada beberapa periode terakhir ini. Salah satu pengguna utama dari pay later yaitu Generasi Z atau masyarakat dengan umur 17-25 tahun. Hal ini menjadi suatu kekhawatiran karena penggunaan pay later berlebih dapat menimbulkan perilaku kredit berisiko yang dapat mempengaruhi finansial Generasi Z. Oleh karena itu, dibutuhkan ilmu yang dapat membantu mereka agar terhindar dari perilaku kredit berisiko (risky credit behavior) seperti literasi keuangan, financial self-efficacy, dan financial stress. Tujuan dilakukannya studi yaitu untuk menganalisis pengaruh antara literasi keuangan, financial self-efficacy, dan financial stress pada perilaku kredit berisiko pada penggunaan pay later pada Generasi Z Kota Bandung. Untuk mengumpulkan data, peneliti menyebarkan kuesioner kepada Generasi Z sebagai pengguna pay later di Kota Bandung dan terkumpul sebanyak 320 responden sebagai sampel penelitian. Data yang terkumpul kemudian peneliti analisis menggunakan SEM-PLS yang diolah dengan SmartPLS versi 4. Hasil analisis menginformasikan literasi keuangan merupakan faktor yang dapat memengaruhi risky credit behavior, financial self-efficacy tidak memberikan pengaruh pada perilaku tersebut, dan financial stress bukan variable moderasi pada risky credit behavior Generasi Z di Kota Bandung. Oleh karena itu, studi ini memiliki saran kepada Generasi Z di Kota Bandung untuk menambah literasi keuangan dengan tetap memperhatikan financial self-efficacy dan mengurangi financial stress agar dapat terhindari dari risky credit behavior.   Pay later is a payment method that is experiencing growth in recent periods. One of the primary users of pay later is Generation Z or individuals aged 17-25. This raises concerns because excessive use of pay later can lead to risky credit behavior that may affect the financial well-being of Generation Z. Therefore, knowledge is needed to help them avoid risky credit behavior, such as financial literacy, financial self-efficacy, and financial stress. The purpose of the study is to analyze the influence of financial literacy, financial self-efficacy, and financial stress on risky credit behavior on the use of pay later in Generation Z in Bandung City. To collect data, researchers distributed questionnaires to Generation Z as pay later users in the city of Bandung and collected 320 respondents as the research sample. The data collected was then analyzed by researchers using SEM-PLS which was processed with SmartPLS version 4. The results of the analysis indicate that financial literacy is a factor that can influence risky credit behavior, financial self-efficacy does not have an influence on this behavior, and financial stress is not a moderating variable on the risky credit behavior of Generation Z in Bandung City. Therefore, this study has suggestions for Generation Z in Bandung City to increase financial literacy while still paying attention to financial self-efficacy and reducing financial stress to avoid risky credit behavior.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIAAN PELANGGAN RESTORAN CEPAT SAJI DI JAKARTA: KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Pratamaputra, Dennis; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29103

Abstract

Waralaba (franchise) merupakan sebuah strategi bisnis yang populer di Indonesia. Salah satu bisnis tersebut di Indonesia adalah salah satu restoran cepat saji berskala internasional yang menawarkan makanan cepat saji, seperti ayam goreng dan kentang. Namun, walaupun restoran tersebut sudah dikenal oleh masyarakat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, bisnis franchise di bidang makanan meningkat dengan pesat, sehingga menyebabkan tingginya persaingan. Oleh sebab itu, kesetiaan pelanggan menjadi sebuah faktor yang esensial untuk mempertahankan keberlangsungan franchise tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh citra merek dan pengalaman pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan restoran cepat saji di Jakarta, serta menguji kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pelanggan salah satu restoran cepat saji di Jakarta. Metode pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode nonprobabilitas dengan teknik convenience sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 150 orang. Kemudian, data diolah menggunakan aplikasi SmartPLS dengan teknik analisis data SEM (structural equation model). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra merek dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, citra merek dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan pelanggan, dan kepuasan pelanggan dapat memediasi secara positif dan signifikan pengaruh citra merek dan pengalaman pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan.   Franchising is a popular business strategy in Indonesia. One of the popular franchise businesses in Indonesia is an international fast-food restaurant, which offers fast food, such as fried chicken and potato.  However, although the restaurant is well known to the public, in recent years, the franchise business in the food sector has increased rapidly, resulting in high competition. Therefore, customer loyalty is an essential factor for the franchise’s sustainability. This research aims to examine the influence of brand image and customer experience on fast-food restaurant customer loyalty in Jakarta and the mediating role of customer satisfaction. The research design used is descriptive research with a cross-sectional approach. The research population used in this research is all customers of a fast-food restaurant in Jakarta. The sample selection method used in this research is non-probability methods and convenience sampling techniques. The number of samples taken in this research was 150 people. Then, the data collected was processed by using the SmartPLS software with SEM (structural equation model) data analysis techniques. This result of this research showed that brand image and customer experience have a positive and significant effect on customer satisfaction, brand image and customer experience have a positive and significant effect on customer loyalty, customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty, and customer satisfaction can significantly mediate the influence of brand image and customer experience on customer loyalty.
PENGARUH ORGANIZATIONAL COMMITMENT TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE MELALUI MEDIASI JOB SATISFACTION Safa'Atturrizky, Muhammad; Ekhsan, Muhamad
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29106

Abstract

Penelitian ini menggunakan kepuasan kerja (JS) sebagai variabel mediasi untuk menguji hubungan antara komitmen organisasi (OC) dan kinerja karyawan (EP). Enam puluh enam pekerja dari tiga perusahaan manufaktur di Kawasan Industri EJIP menjadi sampel penelitian. SmartPLS 3 digunakan untuk analisis data Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian. Temuan menunjukkan korelasi positif antara peningkatan kinerja karyawan dan komitmen organisasi yang tinggi. Di sisi lain, kinerja karyawan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kepuasan kerja. Terlepas dari kenyataan bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi berkorelasi positif, kepuasan kerja tidak berperan sebagai faktor mediasi dalam dampak komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, rasa loyalitas yang kuat terhadap perusahaan dapat meningkatkan produktivitas karyawan tanpa memerlukan peningkatan kepuasan kerja. Tidak ada variabel mediasi yang signifikan antara kinerja karyawan dan komitmen organisasi yang berhubungan dengan kepuasan kerja. Pemahaman bahwa organisasi harus berkonsentrasi pada upaya mengembangkan komitmen organisasi yang kuat dari karyawan daripada hanya meningkatkan kepuasan kerja adalah kontribusi penelitian ini untuk meningkatkan kinerja karyawan.   This study uses job satisfaction (JS) as a mediating variable to examine the relationship between organizational commitment (OC) and employee performance (EP). Sixty-six workers from three manufacturing companies in the EJIP Industrial Estate made up the research sample. SmartPLS 3 was utilized for variant-based Structural Equation Modeling (SEM) data analysis. The findings demonstrated a positive correlation between increased employee performance and high organizational commitment. On the other hand, employee performance is not significantly impacted by job satisfaction. Despite the fact that job satisfaction and organizational commitment are positively correlated, job satisfaction does not act as a mediating factor in the impact of organizational commitment on employee performance. Put another way, a strong sense of loyalty to the company can enhance worker productivity without requiring a rise in job satisfaction. There is no significant mediating variable between employee performance and organizational commitment that is related to job satisfaction. The understanding that organizations should concentrate on efforts to develop strong organizational commitment from employees rather than just increasing job satisfaction is the research's contribution to improving employee performance.
MAXIMIZING EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. OAJ CARTON BOX: EXPLORING THE INFLUENCE OF TALENT MANAGEMENT, KNOWLEDGE MANAGEMENT, AND EMPLOYEE ENGAGEMENT Andini, Serly; Ekhsan, Muhamad
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29504

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak talent management dan knowledge management terhadap kinerja karyawan dengan employee engagement sebagai perantara di PT Oriental Asahi JP (OAJ) Carton Box. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh dan diperoleh sampel yang terdiri dari 84 karyawan yang mengisi kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa talent management tidak secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan, sementara knowledge management memiliki dampak positif yang signifikan. Baik talent management maupun knowledge management berpengaruh positif terhadap employee engagement, yang selanjutnya memengaruhi kinerja karyawan secara positif. Employee engagement berperan sebagai mediator antara talent management, knowledge management, dan kinerja karyawan. Meskipun talent management tidak langsung berdampak pada kinerja karyawan, namun melalui employee engagement, pengaruhnya dapat terwujud. Oleh karena itu, perusahaan perlu fokus pada peningkatan employee engagement selain manajemen talenta dan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja karyawan.   This study aims to analyze the impact of talent management and knowledge management on employee performance, with employee engagement serving as a mediating variable, in the context of PT Oriental Asahi JP (OAJ) Carton Box. The sampling technique used was saturated sampling and obtained a sample consisting of 84 employees who filled out the questionnaire. The data was analyzed quantitatively using the SmartPLS 3.0 software. The results of the analysis reveal that talent management does not have a significant effect on employee performance, while knowledge management has a significant positive impact. Both talent management and knowledge management positively influence employee engagement, which in turn positively affects employee performance. Employee engagement acts as a mediator between talent management, knowledge management, and employee performance. Although talent management does not directly impact employee performance, its influence can be realized through employee engagement. Therefore, companies need to focus on improving employee engagement, in addition to effective talent and knowledge management, in order to enhance employee performance.