cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
KEBAHAGIAAN WIRAUSAHA: MEMAHAMI PERANAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DAN WORK-LIFE BALANCE Florensia, Michelle; Ie, Mei
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30026

Abstract

Wirausaha yang bertahan dan akhirnya berhasil hanya sedikit, yang dapat terjadi karena wirausaha tidak memiliki kebahagiaan dalam dirinya padahal kebahagiaan merupakan emosi positif yang diinginkan oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berwirausaha, work life balance, dan dukungan keluarga terhadap kebahagiaan wirausaha UMKM F&B di Jakarta Utara, serta menganalisis efek dukungan keluarga sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 57 responden pemilik UMKM F&B (Food & Beverage) di Jakarta Utara dengan teknik purposive sampling. Di dalam penelitian ini menggunakan analisis data dengan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi atau software SmartPLS 4. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan kuesioner melalui google form yang disebarkan kepada responden penelitian sesuai dengan kriteria sampel. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berwirausaha dan dukungan keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebahagiaan wirausaha UMKM F&B di Jakarta Utara, work life balance memiliki pengaruh yang positif namun hampir tidak terasa dan tidak signifikan terhadap kebahagiaan wirausaha UMKM F&B di Jakarta Utara, lalu kemampuan berwirausaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebahagiaan wirausaha UMKM F&B di Jakarta Utara dengan dimoderasi oleh dukungan keluarga dan work life balance berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebahagiaan wirausaha UMKM F&B di Jakarta Utara dengan dimoderasi oleh dukungan keluarga. Jenis variabel moderasi pada penelitian ini adalah moderasi semu (quasi moderasi) dan moderasi prediktor (predictor moderasi).   Entrepreneurs who survive and eventually succeed are only a few, which can happen because entrepreneurs do not have happiness in them even though happiness is a positive emotion that everyone wants. This study aims to determine the influence of entrepreneurial ability, work-life balance, and family support on the entrepreneurial happiness of F&B MSMEs in North Jakarta, as well as to analyze the effect of family support as a moderation variable. The sample used in this study was 57 respondents who owned F&B (Food & Beverage) MSMEs in North Jakarta using purposive sampling techniques. In this study, data analysis was used with Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the SmartPLS 4 application or software. The research instrument used in this study is a questionnaire through a google form which is distributed to research respondents in accordance with the sample criteria. The results of the study showed that entrepreneurial ability and family support had a positive and significant effect on the happiness of F&B MSME entrepreneurs in North Jakarta, work-life balance had a positive but almost imperceptible and insignificant influence on the happiness of F&B MSME entrepreneurs in North Jakarta, then entrepreneurial ability had a positive and significant effect on the happiness of F&B MSME entrepreneurs in North Jakarta by moderating by family support and work-life balance have a negative and insignificant effect on the happiness of F&B MSME entrepreneurs in North Jakarta by being moderated by family support. The types of moderation variables in this study are pseudo-moderation (quasi moderation) and predictor moderation (moderation predictor).
PERAN MODERASI MANAJEMEN LABA PADA PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN Larasati, Reiza Aulia; Hersugondo
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30096

Abstract

Aktivitas CSR adalah bagian dari tanggung jawab etis serta penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan suatu perusahaan. Tujuan dari studi ini ialah mengukur pengaruh CSR pada kinerja perusahaan, dengan melibatkan manajemen laba sebagai moderator. Sampel studi ini yaitu 59 perusahaan yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022, sehingga menghasilkan sejumlah 354 observasi penelitian. Variabel terikat penelitian yaitu kinerja perusahaan digambarkan menggunakan tiga jenis kinerja yang meliputi kinerja operasional (ROA), kinerja keuangan (ROE), serta kinerja pasar (Tobin’s Q). Variabel bebas CSR diproksikan melalui ESG Disclosure Score, sedangkan peran moderator diukur dengan proksi nilai discretionary accrual dari modifikasi Model Jones. Olah data dilakukan dengan menerapkan Moderated Regression Analysis data panel melalui peranti lunak Eviews 12. Hasil temuan menyatakan CSR tidak signifikan pada kinerja operasional dan keuangan. Namun menunjukkan nilai negatif serta signifikan pada kinerja pasar. Selanjutnya, manajemen laba berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan operasional. Terakhir, variabel moderasi manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi hubungan CSR terhadap kinerja pasar.   Activities related to CSR contribute to a firm's ethical obligation and value generation for its stakeholders. This research uses earnings management as a moderator to assess the impact of CSR on businesses. A total of 354 research observations were made from the sample of 59 publicly traded firms that listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2022. The study's dependent variables are the firm's performance as measured by three different performance metrics: market performance (Tobin's Q), financial performance (ROE), and operational performance (ROA). The modified Jones Model’s proxy value for discretionary accruals is used to evaluate the moderating role, while the independent variable, CSR, is proxied by the ESG Disclosure Score. Using Eviews 12 software, Moderated Regression Analysis was applied to panel data analysis. The findings show that, whereas CSR significantly and negatively affects market performance, it has no appreciable effect on operational or financial performance. Furthermore, there exists a positive influence between earnings management and both Financial also Opereational Performance. Lastly, the relation among CSR and market performance is significantly and favorably moderated by the earnings management moderation variable.
MODEL PERSONAL BRANDING NANO-INFLUENCERS GENERASI Z DI INSTAGRAM Sari, Wulan Purnama; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30308

Abstract

Generasi Z yang juga dikenal sebagai generasi digital native merupakan pengguna dominan media sosial secara global. Generasi ini memegang peranan yang signifikan dalam evolusi masyarakat ke depan, terutama sebagai generasi penerus di Indonesia. Bersamaan dengan itu media sosial telah menjadi alat yang sangat berguna bagi bisnis kecil, terutama dalam pemasaran digital dengan menggunakan orang-orang yang disebut sebagai influencer. Dalam penelitian pasar, bisnis dan organisasi semakin mempertimbangkan untuk menggunakan nano-influencers, yang memiliki kemampuan untuk mencapai dan memengaruhi pemangku kepentingan sulit dijangkau seperti kelompok yang ingin mempromosikan produk atau layanan tertentu. Oleh karena itu, personal branding menjadi bagian integral dalam membangun media sosial Instagram nano-influencers. Personal branding melalui Instagram merujuk pada usaha seseorang dalam membangun citra dan reputasi mereka sendiri di mata orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggambarkan model personal branding nano-influencers Generasi Z di media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengalaman yang dimiliki oleh nano-influencers generasi Z yang merupakan pengguna media sosial Instagram dalam melakukan personal branding. Sedangkan objek penelitian ini adalah nano-influencers generasi Z. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara focus group discussion dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano-influencers generasi Z membuat konten yang relevan dan informasi untuk interaksi dengan audiens. Secara konsisten, mereka menampilkan kepribadian yang otentik, karakteristik yang unik, dan keahlian pribadi yang akhirnya menjadi personal branding. Branding tersebut pada akhirnya menghasilkan respons positif dari audiens followers maupun non-followers berupa labelling (cap) positif yang kuat serta konversi penjualan atas produk yang mereka promosikan.   Globally, Generation Z—also referred to as the generation of digital natives—is the majority social media user. As the next generation in Indonesia, in particular, they will have a big impact on how society develops in the future. Simultaneously, social media has developed into a very helpful tool for small businesses, particularly when it comes to employing influencers for digital marketing. Businesses and organizations are increasingly thinking about utilizing nano-influencers in market research because they can reach and influence hard-to-reach stakeholders, like those that want to promote a specific commodity or service. Thus, developing personal branding is essential to creating Instagram nano-influencers on social media. Using Instagram, personal branding describes a person's efforts to develop their own reputation and image in the eyes of others. The purpose of this study is to examine and characterize the personal branding strategy used by Generation Z nano-influencers on Instagram. Qualitative research methodologies were used in this study. This study focuses on the experiences of Instagram users who are generation Z nano-influencers in terms of personal branding. In the meanwhile, the focus of this study is nano-influencers from generation Z. This study's data collection method includes both observation and focus group talks. The research results show that generation Z nano-influencers create relevant content and information for interaction with the audience. Consistently, they display authentic personalities, unique characteristics, and personal skills which ultimately become personal branding. This branding ultimately produces a positive response from the audience of followers and non-followers in the form of strong positive labelling as well as sales conversions for the products they promote.
DETERMINAN CONSPICUOUS ONLINE CONSUMPTION GENERASI Y Djaruma, Juwita; Celline, Aprilia; Sutini, Sandra; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30855

Abstract

Keamanan finansial telah menjadi perhatian utama masyarakat karena fluktuasi perekonomian nasional, terutama bagi angkatan kerja generasi Y yang dikenal memiliki gaya hidup hedonisme. Perilaku membeli dan memamerkan barang mewah (conspicuous consumption) merupakan karakteristik gaya hidup tersebut, terlebih ketika mereka melihat barang mewah tersebut di media sosial. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial dan simbolisme kemewahan (luxury symbolism) mempengaruhi perilaku conspicuous online consumption pada generasi Y, serta peran moderasi pengungkapan diri (self-disclosure) terhadap pengaruh tersebut. Media sosial, seperti YouTube dan TikTok, menjadi platform utama untuk membandingkan diri dan memamerkan kemewahan kepada lingkungan sosial, sementara produk yang memiliki simbolisme kemewahan dapat memotivasi generasi Y untuk membeli produk tersebut. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat generasi Y yang berumur 22 sampai dengan 42 tahun, sementara sampel penelitian ini adalah generasi Y yang menggunakan media sosial. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 179 responden yang dipilih dengan metode convenience sampling lalu data tersebut dianalisis dengan metode PLS-SEM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa luxury symbolism dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap conspicuous online consumption, sementara self-disclosure dapat memoderasi pengaruh media sosial terhadap conspicuous online consumption secara signifikan, tetapi variabel tersebut tidak memoderasi pengaruh luxury symbolism terhadap conspicuous online consumption secara signifikan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan barang mewah untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di media sosial dengan menonjolkan simbolisme kemewahan produk mereka. Perusahaan harus memanfaatkan platform media sosial untuk menciptakan narasi yang menarik dan autentik tentang produk mereka, serta mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka secara online. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan pengungkapan diri konsumen sebagai alat untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas merek. Penyediaan informasi yang jelas mengenai nilai tambah dan manfaat produk juga penting untuk membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang lebih terinformasi dan bijak. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengurangi fokus pada conspicuous consumption dengan menekankan nilai fungsional dan praktis dari produk, yang dapat membantu dalam membangun reputasi merek yang lebih positif dan berkelanjutan di mata konsumen generasi Y.   Financial security has become a major concern because of the national economic fluctuations, especially for the workforce of generation Y who are known for their hedonism lifestyle. The behavior of purchasing and showing luxury products (conspicuous consumption) has become a proof of the lifestyle, with the lifestyle being even more common when they see the products in social media. Therefore, this study aims to investigate how social media and luxury symbolism influence conspicuous online consumption among generation Y, as well as the moderating role of self-disclosure toward those influences. Social media, such as YouTube and TikTok, has been a primary platform for peer-comparison and showing off luxury to social environment, while products with luxury symbolism may motivate generation Y to purchase the product. The population of this research is all generation Y aged 22 to 42 years, while the sample of this study is the Y-generation who use social media. The amount of collected sample was 179 respondents who were selected by using convenience sampling method and the data was analyzed by using PLS-SEM method. This study concluded that luxury symbolism and social media influence conspicuous online consumption significantly, while self-disclosure moderates the influence of social media toward conspicuous online consumption, but it doesn’t moderate the influence of luxury symbolism toward conspicuous online consumption. The results of this study have practical implications for luxury goods companies in designing more effective marketing strategies on social media by highlighting the luxury symbolism of their products. Companies should leverage social media platforms to create engaging and authentic narratives about their products and encourage consumers to share their experiences online. Additionally, companies can utilize consumer self-disclosure as a tool to strengthen customer relationships and increase brand loyalty. Providing clear information about the added value and benefits of the products is also important to help consumers make more informed and wise purchasing decisions. This study also emphasizes the importance of reducing the focus on conspicuous consumption by highlighting the functional and practical value of the products, which can help in building a more positive and sustainable brand reputation in the eyes of Generation Y consumers.
ORGANIZATIONAL CULTURE AND LECTURER PERFORMANCE: MEDIATION OF ORGANIZATIONAL COMMITMENT Permadi, I Komang Oka; Landra, Nengah; Usadi, Made Pradnyan Permana
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.31236

Abstract

Kinerja mencakup hasil atau pencapaian komprehensif yang ditunjukkan oleh seorang individu dalam memenuhi tanggung jawabnya selama jangka waktu tertentu, yang mencakup berbagai hasil seperti pencapaian kerja, pencapaian target, sasaran yang ditetapkan, atau tolok ukur kinerja yang ditentukan bersama. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana kinerja dosen dan budaya organisasi berhubungan satu sama lain, dengan dimasukkannya komitmen organisasi sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan data primer yang dikumpulkan dari 61 dosen, khususnya memanfaatkan analisis rute dengan software SmartPLS versi 4.0.9.9. Pemilihan sampel yang relevan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Temuan mengindikasikan bahwa budaya organisasi memberikan impresi yang besar dan menguntungkan secara substansial meningkatkan komitmen dosen terhadap organisasi serta memperbaiki kinerja mereka. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak mempunyai dampak langsung terhadap kinerja dosen, dan tidak menjadi mediator antara budaya perusahaan dengan kinerja dosen yang menunjukkan bahwa meskipun budaya organisasi secara langsung berdampak pada kinerja dosen, pengaruhnya melalui komitmen organisasi terbatas. Hasil penelitian ini berkontribusi pada wacana yang sedang berlangsung tentang pentingnya budaya organisasi yang kuat dan komitmen dalam meningkatkan kinerja akademik di perguruan tinggi. Temuan ini juga menawarkan wawasan berharga bagi manajemen organisasi dalam memahami aspek rumit yang berdampak pada kinerja dosen, menekankan perlunya mengadopsi pendekatan komprehensif untuk menumbuhkan budaya kerja yang suportif dan efisien.   Performance encompasses the comprehensive outcomes or accomplishments demonstrated by an individual in fulfilling their responsibilities during a specific timeframe, encompassing multiple outcomes such as work achievements, target accomplishments, established goals, or jointly determined performance benchmarks. One of the objectives of this study was to determine how lecturer performance and corporate culture relate to each other, with the inclusion of commitment from the organization as a mediator variable. For the purpose of this study, quantitative research methods and primary data were gathered from 61 different instructors, specifically utilizing route analysis with the SmartPLS software version 4.0.9.9. The selection of relevant samples was done using the purposive sampling method. The results suggest that the corporate culture has a large and beneficial impact on substantially increasing lecturers' commitment to the organization and improving their performance. Nevertheless, the end outcome indicates that commitment from the organization does not have an effect directly on lecturer performance, and it makes no attempt to mediate between corporate culture and lecturer performance. It demonstrates that although the culture of a business has a direct impact on the performance of lecturers, the significance of its influence through corporate commitment is minimal. The findings of this research make a contribution to the ongoing discussion regarding the significance of robust religious groups and the commitments that these organizations have made in order to enhance the quality of academic work that is produced within the context of a university setting. These findings offer valuable insights for organizational management in comprehending the intricate aspects that impact lecturer performance, emphasizing the necessity of adopting a comprehensive approach to cultivate a supportive and efficient workplace culture.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN INFLASI SEBAGAI MODERASI Viriany, Viriany; Wirianata, Henny; Imanuel, Steven; Salim, Monica
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.31471

Abstract

Return saham merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan. Return saham juga menunjukkan para investor berapa keuntungan atau kerungian yang diperolehnya dalam menginvestasi saham. Untuk mendapatkan return saham yang maksimal, para investor harus mempertimbangkan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi return saham. Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas serta struktur modal terhadap return saham dengan inflasi selaku variabel moderasi pada perusahaan-perusahaan di industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023 menurut klasifikasi Indonesia Stock Exchange Industrial Classification (IDX-IC). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Total sampel yang didapatkan adalah 20 perusahaan sub industri makanan olahan dengan observasi 60 data sampel dari tahun 2021- 2023. Data panel dalam penelitian ini akan dianalisa menggunakan moderated regression analysis (MRA) dan software Eviews 12 SV. Hasil menampilkan bahwa profitabilitas serta struktur modal mempengaruhi return saham secara negatif dan signifikan. Inflasi bisa memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap return saham namun tidak bisa memperkuat pengaruh struktur modal terhadap return saham. Perusahaan perlu mengevaluasi pengelolaan keuntungan perusahaan untuk dibagikan kepada investor atau sebagai modal operasi, memperhitungkan sumber pendanaan yang optimal yang akan menguntungkan perusahaan, serta melalukan persiapan dan menetapkan strategi yang tepat dalam menghadapi inflasi.   Stock return is one of the most important indicators in valuating company’s performance and prospect. The amount of stock returns shows investors how much gain or loss that they received in investing. To get maximized stock return, investors need to consider many factors that can influence stock return. This research’s objective is to get empirical evidence in regards to the effect of profitability and capital structure on stock return with inflation as the moderating variable on companies in the foods and beverages industry that are listed in the Bursa Efek Indonesia period 2021- 2023 based on the classification provided by Indonesia Stock Exchange Industrial Classification (IDX-IC). Purposive sampling method is used to gather 20 sub-industry processed foods with a total of 60 observations across the year 2021- 2023. Analyses method used in this research is moderated regression analysis (MRA). Results showed that profitability and capital structure has negative and significant effect upon stock return. Inflation can moderate the effect of profitability upon stock return however it cannot moderate the effect of capital structure upon stock return. Companies need to evaluate the management of companies’ profit to be shared upon investors or to be reinvested back to the company, calculate the optimal ratio for company’s capital structure that will benefit the company most, and prepare strategies to face the unknowing inflation.
DETERMINANTS OF REPURCHASE INTENTIONS FOR LAZADA CUSTOMERS IN JAKARTA: MEDIATING EFFECTS OF E-SATISFACTION Evert, Ferenc Devlin; Ruslim, Tommy Setiawan
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.31679

Abstract

Banyak perubahan yang terjadi akibat kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada aktivitas berbelanja yang awalnya dilakukan secara offline kemudian berubah menjadi online dengan menggunakan e-commerce. Lazada merupakan salah satu e-commerce terkemuka yang turut meramaikan perkembangan e-commerce di Indonesia, namun Lazada mengalami penurunan pengguna yang cukup signifikan dibandingkan e-commerce lainnya. Lazada harus meningkatkan repurchase intention pada konsumen dan meningkatkan kepuasan pelanggannya sehingga konsumen mau membeli ulang kembali. Penelitian ini menerapkan teknik pemilihan sampel non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling yang berupa judgemental sampling, menetapkan sampel responden yang berusia 18 tahun ke atas yang pernah bertransaksi menggunakan Lazada di Jakarta. Sampel yang diperoleh berjumlah 181 responden yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan teknik SEM yang diolah menggunakan SmartPLS versi 4.0. Hasil yang diperoleh menunjukan perceived security dan web design quality memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap repurchase intention dan e-satisfaction. Di sisi lain, ease of use tidak berpengaruh secara langsung terhadap repurchase intention namun harus dimediasi terlebih dahulu oleh e-satisfaction. Selain itu, e-satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention dan mampu memediasi seluruh variabel yang terdapat pada penelitian ini. Implikasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan repurchase intention pada Lazada, perusahaan harus fokus pada security dan web design quality, serta meningkatkan ease of use agar dapat meningkatkan e-satisfaction yang berperan sebagai mediator utama dalam mempengaruhi repurchase intention.   Numerous changes have been brought about by the scientific and technology fields rapid progress, especially in shopping activities which were originally carried out offline.  Lazada is one of the leading e-commerce that has enlivened the development of e-commerce in Indonesia, but Lazada has experienced a significant decrease in users compared to other e-commerce. Lazada must increase repurchase intention in consumers and increase e-satisfaction to drive the customers to use the app to shop online. This study applies a non-probability sampling technique using a purposive sampling method in the form of judgmental sampling, determining a sample of respondents aged 18 years and over who have shopped with Lazada in Jakarta. This research managed to obtain 181 respondents by distributing questionnaires. Data processing was carried out using SEM techniques which were processed using SmartPLS version 4.0. Based on the results obtained, perceived security and web design quality have positive and significant effect on repurchase intention and e-satisfaction. However, ease of use does not directly affect repurchase intention if not mediated by e-satisfaction. In addition, e-satisfaction has a positive and significant effect on repurchase intention and mediates the relationships among all variables in this research. The implications of this research show that to increase repurchase intention on Lazada, companies should focus on security and web design quality, and improve ease of use to increase e-satisfaction which acts as a key mediator in affecting repurchase intention.
PERANAN SISTEM REWARD DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Dani, Furry Elzana Dani; Suwarno, Henky Lisan
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30596

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengetahui dan menjelaskan peranan sistem reward dalam meningkatkan loyalitas pegawai melalui kepuasan kerja dan pengaruhnya pada kinerja pegawai pada salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Bandung. Sampel pada riset ini merupakan karyawan yang berkarya di rumah sakit tersebut dengan teknik pengambilan sampel memakai probability sampling dengan tipe sampel sederhana, jumlah sampel dalam penelitian ini 192 responden. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini adalah kuesioner online. Jenis riset ini menggunakan metode kuantitatif dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Melalui riset ini diperoleh hasil sistem reward berpengaruh signifikan dan positif pada kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas pegawai, sistem reward yang dimediasi kepuasan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas pegawai dan loyalitas pegawai berpengaruh signifikan dan positif pada kinerja pegawai. Riset ini dapat berkontribusi bagi pembenahan maupun perkembangan terkait sumber daya manusia yang nantinya akan dilakukan oleh manajemen rumah sakit tempat riset ini dilakukan maupun bagi masyarakat umum yang memerlukan referensi bagi penulisan karya ilmiah berikutnya.   The purpose of this research is to understand and explain the role of the reward system in enhancing employee loyalty through job satisfaction and its impact on employee performance in one of the private hospitals in the Bandung Regency. The sample for this study consists of employees working in the hospital, selected using probability sampling with simple random sampling method, with sample size in this research 192 respondents. Data collection method employed in this research is an online questionnaire. This type of research employs a quantitative method and is analyzed using SmartPLS. Through this research, it was found that the reward system has a significant and positive effect on job satisfaction, job satisfaction has a positive and significant effect on employee loyalty, the reward system mediated by job satisfaction has a significant and positive effect on employee loyalty, and employee loyalty has a significant and positive effect on employee performance. This research can contribute to the improvement and development of human resources that will later be carried out by the management of the hospital where this research is carried out as well as for the general public who need references for the writing of the next scientific paper.
THE FACTORS OF WILLNGNESS TO BUY SUSTAINABLE FASHION IN INDONESIA Nida, Intan Syafinatun; Rahmiati, Filda; Chairy, Chairy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.31412

Abstract

Sektor aplikasi fesyen mendominasi pasar dan menguasai lebih dari 73% bagi hasil dunia pada tahun 2021. 2% PDB dunia dihabiskan untuk fesyen. Meski berkontribusi terhadap PDB dan lapangan kerja, sektor fesyen merusak lingkungan. Sektor fesyen menghasilkan 92 juta ton limbah tekstil setiap tahunnya, atau satu truk pakaian setiap detiknya. Sekitar 72% dari seluruh pakaian terbuat dari serat sintetis yang tidak dapat terurai secara hayati, seperti poliester, yang memiliki waktu penguraian yang sangat lama, yaitu 200 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pengetahuan, sikap, dan kemauan harga terhadap kesadaran lingkungan terhadap pembelian fashion berkelanjutan di Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa pengetahuan, sikap, dan harga mempunyai hubungan positif terhadap kesadaran lingkungan.   The fashion application sector dominated the market and controlled over 73% of the worldwide revenue share in 2021. Two percents of world GDP is spent on fashion. Despite contributing to GDP and employment, the fashion sector damages the environment. The fashion sector produces 92 million tons of textile waste annually, or one truck of clothing every second. Approximately 72% of all apparel is made of synthetic fibers that are not biodegradable, such as polyester, which has a shockingly long breakdown time of 200 years. The purpose of this research is to examine the impact of environmental awareness knowledge, attitude, and price willingness to buy sustainable fashion in Indonesia. The result of this study found that knowledge, attitude, and price had a positive relationship toward environmental awareness.
PENGARUH TINGKAT SIKLUS DIVIDEN PERUSAHAAN TERHADAP KEMUNGKINAN PEMBAYARAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI PADA PERIODE KRISIS ENERGI GLOBAL TAHUN 2021-2023 Alim, Farhan Andhika; Rofi, M Akhsanur
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.31671

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh tingkat siklus dividen perusahaan terhadap kemungkinan pembayaran dividen pada perusahaan sektor energi selama periode krisis energi global tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variabel Return on Equity to Total Equity (RE/TE) sebagai variabel independen yang dibantu Return on Assets (ROA), pertumbuhan penjualan (SGR), dan ukuran perusahaan (SIZE) sebagai variabel kontrol terhadap kebijakan dividen sebagai variabel dependen pada perusahaan energi. Pada penelitian, sektor energi dibagi menjadi sektor energi siklis dan non siklis berdasarkan komoditas energinya. Variabel kebijakan dividen digunakan sebagai variabel kategorikal untuk perusahaan yang membayar dividen dan perusahaan yang tidak membayar dividen. Metode penelitian menggunakan regresi logistik logit. Pengolahan data menggunakan bantuan aplikasi E-views dan Microsoft Excel. Sebelum diuji, sampel akan diklasifikasikan kedalam beberapa siklus hidup perusahaan, yaitu pengenalan, pertumbuhan, matang, goncangan, dan penurunan. Data akan diolah dan diuji pada semua siklus hidup perusahaan selama periode krisis energi global tahun 2021-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel RE/TE yang merupakan proksi siklus hidup dividen berpengaruh positif dan signifikan pada perusahaan tahap mature sektor energi siklis tetapi berpengaruh positif dan tidak signifikan pada tahapan lainnya. Sedangkan pada sektor energi non siklis variabel RE/TE mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan pada setiap tahapan siklus perusahaan periode krisis energi global tahun 2021-2023.   This research discusses the impact of a company's dividend cycle stage on the likelihood of dividend payments in the energy sector during the global energy crisis period from 2021 to 2023. The study aims to identify the influence of the Return on Equity to Total Equity (RE/TE) variable as an independent variable, supported by Return on Assets (ROA), Sales Growth (SGR), and firm size (SIZE) as control variables, on dividend policy as the dependent variable in energy companies. In this study, the energy sector is divided into cyclical and non-cyclical energy sectors based on their energy commodities. Dividend policy is used as a categorical variable to distinguish between companies that pay dividends and those that do not. The research method employs logistic regression (logit). Data processing was conducted using EViews and Microsoft Excel. Before testing, the sample will be classified into several company life cycles: introduction, growth, maturity, shake-out, and decline. The data will be processed and tested at all stages of the company life cycle during the global energy crisis period from 2021 to 2023. The results of this study indicate that the RE/TE variable, which serves as a proxy for the dividend life cycle, has a positive and significant effect on mature-stage cyclical energy companies but a positive and non-significant effect on other stages. Meanwhile, in the non-cyclical energy sector, the RE/TE variable has a positive but non-significant effect at every stage of the company's life cycle during the global energy crisis period from 2021 to 2023.