cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Memberikan Penyuluhan HIV-AIDS di Puskemas Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Papua Manik, Inggrit Rita Uli; Ruslan, Ruslan; Kakiyai, Wihelmina
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.131-138

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS sedangkan AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. Infeksi HIV pada ibu hamil dapat mengancam kehidupan ibu, serta ibu dapat menularkan virus bagi bayinya. Program PMTC mencegah terjadinya penularan pada perempuan usia produktif. Wilayah Puskemas Biak Kota menyumbang 58 penderita baru dari 124 penderita baru di kabupaten Biak Numfor (Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, 2020). Kader Posyandu adalah kader kesehatan yang dapat menyampaikan pendidikan kesehatan di tengah-tengah masyarakat dan selalu ada bersama ibu dan anak dalam kegiatan Posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang HIV-AIDS dan ketrampilan kader dalam memberikan penyuluhan HIV-AIDS di Posyandu. Sasaran kegiatan adalah kader Posyandu di wilayah Puskemas Biak Kota. Puskemas Biak Kota mempunyai 21 Posyandu dimana 1 Posyandu di wakili oleh 1 orang. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada kader Posyandu dengan metode ceramah diskusi, brain strorming, pembagian leaflet, simulasi, role play dan pendampingan kader. Hasil kegiatan sebelum pelatihan dilakukan tes pengetahuan didapatkan 4,8% pengetahuan kader dalam kategori baik setelah pelatihan 23,8% pengetahuan kader dalam kategori baik sedangkan dalam pendampingan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan 38,1% dalam kategori baik. Disarankan kepada mitra untuk melakukan kegiatan pelatihan juga penyegaran secara berkala dan kader yang telah mampu memberikan penyuluhan membantu kader lainnya.HIV or Human Immunodeficiency Virus is the virus that causes AIDS while AIDS is an advanced form of HIV infection. HIV infection in pregnant women can threaten the mother's life, and the mother can transmit the virus to her baby. The PMTC program prevents transmission to women of reproductive age. The Biak City Public Health Center area contributed 58 new patients out of 124 new patients in the Biak Numfor district (Biak Numfor District Health Office, 2020). Posyandu cadres are health cadres who can deliver health education in the midst of the community and are always with mothers and children in Posyandu activities. The purpose of this community service is to increase the knowledge of cadres about HIV-AIDS and the skills of cadres in providing HIV-AIDS counseling at Posyandu. The target of the activity is Posyandu cadres in the Biak City Health Center area. The Biak City Health Center has 21 Posyandu where 1 Posyandu is represented by 1 person. Activities are carried out by providing training to Posyandu cadres using lecture discussion methods, brainstorming, distribution of leaflets, simulations, role play and mentoring of cadres. The results of the activities before the training carried out a knowledge test obtained 4.8% of cadres' knowledge in the good category after training 23.8% of cadres' knowledge was in the good category while in mentoring the ability of cadres to provide counseling 38.1% in the good category. It is suggested to partners to carry out training activities as well as periodic refreshments and cadres who have been able to provide counseling to help other cadres.
Meningkatkan Penjualan Online UMKM Desa Temuroso Demak dengan Digital Marketing Anik, Sri; Wasitowati, Wasitowati; Gulnoria, Revy Amyneva
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.39-49

Abstract

Temuroso is a village in Guntur, Demak, Central Java. Several community members in Temuroso have created entrepreneurs with different types of businesses, namely: fashion, culinary, trade, handicrafts, food, and drinks. Since Covid-19, many domestic and global economic sectors have been affected. The impact of this pandemic is being felt by MSMEs sector. The decline in MSME and cooperative turnover due to COVID-19 is very significant. Therefore, MSME actors in Temuroso need to be given training related to digital marketing so they can market their products online so as to further improve sales performance. The implementation of community service for digital market training in Temuroso was carried out comprehensively, starting from introducing digital marketing through the Shopee marketplace, uploading products, and registering for free shipping. This training was attended by 20 out of 79 UMKM actors, especially those who were very familiar with gadgets and digitalization, guided by competent resource persons. In the digital marketing training, only 20% succeeded in creating an account on the Shopee marketplace and uploading their products, this showed that digital marketing training for business actors (MSMEs) is able to improve sales performance because MSME products are better known to the wider community. Furthermore, this digital marketing training is expected to improve the welfare of MSMEs in Temuroso, Guntur, Demak, Central Java. This digital market training can have an impact on increasing sales and will further improve sales performance and welfare of MSMEs in Temuroso village, Guntur, Demak, Central Java.
Pelatihan Design dan Komunikasi Visual untuk Peningkatan Digital Skill UMKM Kelurahan Pandean Lamper Latifah, Khoiriya; Hardiyanti, Marzelllina; Saputro, Nugroho Dwi
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.1-7

Abstract

UMKM adalah tulang punggung perekonomian di Indonesia. Saat ini pemerentah melalui visi Presiden Jokowi sedang mencanangkan program UMKM GO Digital. UMKM memerlukan literasi digital dan peningkatan kompetensi digital untuk mendukung program tersebut. Salah satu kompetensi yang perlu UMKM kuasai adalah bagaimana menghasilkan content yang sesuai dan menarik sehingga bisa meningkatkan ketertarikan customer terhadap produk UMKM tersebut. Untuk menghasilkan content yang menarik maka UMKM perlu mempunyai kompetensi digital yang sesuai antara lain kemampuan untuk mendesain kemasan produk, mengkomunikasikan produk mereka melalui design dan content yang mereka buat. Dengan meningkatnya skill digital UMKM maka UMKM akan mampu melakukan branding terhadap produknya sehingga bisa meningkatkan penjualan dan meningkatkan mutu dan kulitas promosi. UMKM akan mampu membuat content digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari pelatihan design dan komunikasi visual ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan skill digital UMKM Desa Pandean Lamper. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu Ceramah, Pelatihan dan Praktikum, serta Evaluasi. Hasil pelatihan dan praktikum menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan hard skill peserta sebanyak 40%. Pengukuran hasil pemahaman dan kompetensi peserta dilakukan dengan mengadakan pre-test sebelum pelatihan dan post-test setelah mengikuti pelatihan. Dengan adanya pelatihan ini peserta mempunyai pemahaman dan skill di bidang design dan komunikasi visual sehingga mampu menghasilkan content-content yang sesuai untuk meningkatkan penjualan dan branding produk.MSMEs was one pillar of the Indonesian economy. Currently, the government, through President Jokowi's vision, is launching the MSMEs GO digital program. MSMEs require digital literacy and enhanced digital competencies to support this program. One of the competencies that MSMEs need to master is how to produce relevant and engaging content to increase customer interest in their products. To create compelling content, MSMEs need appropriate digital competencies, including the ability to design product packaging and communicate their products through the designs and content they create. With the enhancement of digital skills, MSMEs will be able to brand their products, thereby increasing sales and improving the quality and effectiveness of promotions. MSMEs will be capable of producing digital marketing content that meets the needs of the community. The purpose of this design and visual communication training is to empower the community and enhance the digital skills of MSMEs the Pandean Lamper Village. The implementation methods of community service are carried out through several stages, namely Lectures, Training and Practicum, and Evaluation. The results of the training show that there was a 40% increase in participants' understanding and hard skills. Measurement of participants' comprehension and competencies was done through pre-tests before the training and post-tests after participating in the training. With this training, participants gain comprehension and skills in the field of design and visual communication, enabling them to produce relevant content to increase sales and brand their products.
Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan melalui Webinar Online untuk Pekerja Outsourcing PT PKSS Banjarmasin Widyati, Listina; Salehah, Muthia; Nasihah, Rofiatun; Komalasari, Shanty; Musfichin, Musfichin
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.201-209

Abstract

Tujuan Webinar ini untuk memberikan edukasi dan solusi kepada para karyawan dan pekerja outsourcing yang bekerja di PT PKSS Banjarmasin tentang bagaimana memaksimalkan motivasi dalam bekerja. Webinar ini dapat mengedukasi para karyawan bagaimana cara menjaga motivasi itu agar tetap stabil dan bahkan terus termotivasi untuk bekerja lebih giat dan memberikan yang terbaik untuk pekerjaannya disamping tujuan pribadinya, bahkan bisa meningkatkan karir dan prestasi masing-masing, tentunya hal ini juga berasal dari dalam diri individu masing-masing. Motivasi yang paling baik adalah berasal dari diri sendiri bagaimana caranya untuk terus termotivasi untuk melakukan sesuatu, menjaga semangat itu, bekerja secara maksimal melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati sehingga hal ini akan mendekatkan pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Metode dalam pelaksanaan acara Webinar ini agar menarik minat sasaran adalah dengan cara mengundang beberapa narasumber yang dinilai memiliki berbagai pengalaman di bidang Psikologi terutama motivasi kerja, serta mampu memberikan motivasi kepada peserta Webinar untuk meningkatkan semangat dalam bekerja walaupun di era persaingan dunia kerja yang semakin tinggi. Webinar dilaksanakan pada Sabtu, 20 Agustus 2022, pukul 09.00-11.00 WITA dengan melibatkan pekerja outsourcing PKSS Banjarmasin. Peserta dalam Webinar ini terdiri 86 orang pekerja outsourcing dari berbagai daerah di Banjarmasin, turut pula karyawan di PT PKSS Banjaramasin. Berdasarkan hasil daripada pengabdian masyarakat dalam bentuk Webinar online ini para pekerja outsourcing lebih aktif dan komunikatif terhadap pemateri, para peserta Webinar sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan untuk pemecahan masalah yang dihadapinya, dalam Webinar ini tidak hanya memberikan edukasi saja tetapi para peserta dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Dan setelah Webinar ini pekerja outsourcing dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan nyata.The purpose of this Webinar is to provide education and solutions to outsourced employees and workers working at PT PKSS Banjarmasin on how to maximize motivation at work. This Webinar can educate employees on how to maintain that motivation to remain stable and even continue to be motivated to work harder and give the best for their work in addition to their personal goals, and can even improve their respective careers and achievements, of course this also comes from within. each individual. The best motivation is coming from yourself how to keep motivated to do something, keep that spirit, work optimally to do the job with all your heart so that this will bring you closer to the goals you want to achieve. The method in implementing this Webinar event to attract the target's interest is by inviting several resource persons who are considered to have various experiences in the field of Psychology, especially work motivation, and are able to motivate Webinar participants to increase their enthusiasm for work even in the era of increasingly high competition in the world of work. The Webinar will be held on Saturday, August 20, 2022, at 09.00-11.00 WITA by involving outsourced workers from PKSS Banjarmasin. Participants in this Webinar consisted of 86 outsourced workers from various regions in Banjarmasin, as well as employees at PT PKSS Banjarmasin. Based on the results of community service in the form of this online Webinar, outsourcing workers are more active and communicative towards presenters, the Webinar participants are very enthusiastic in asking questions to solve the problems they face, in this Webinar not only providing education but participants can consult directly with experts. And after this Webinar outsourced workers can immediately apply it in real life.
Public Speaking untuk Santri Gerakan Sedekah Sampah di Panti Asuhan Dewi Masyithoh Sabrina, Arini; Pamungkas, Saktiyono Sigit Tri; Tur, Ajar Pradika Ananta
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.139-146

Abstract

Public speaking adalah salah satu kunci keberhasilan dalam mempromosikan atau menggerakkan masyarakat, dalam hal ini adalah para santri Panti Asuhan Dewi Masyithoh (PADIMAS), Kabupaten Pemalang. PADIMAS memiliki program Gerakan Sedekah Sampah yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Meksipun demikian, para santri menghadapi kendala dalam mengomunikasikan program tersebut kepada masyarakat. Pelatihan public speaking ini berfokus pada penyampaian materi tentang bagaimana cara mempersiapkan mental serta tips lainnya saat berbicara di depan umum yang salah satunya adalah berpidato, serta pengayaan ungkapan-ungkapan dalam komunikasi sehari-hari serta pidato menggunakan Bahasa Inggris. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 21 orang baik laki-laki maupun perempuan yang aktif bersekolah mulai dari SMP hingga universitas. Hasilnya adalah peningkatan pengetahuan santri terkait strategi menarik perhatian audiens pada saat public speaking meskipun beberapa pada aspek kepercayaan diri masih belum menunjukkan peningatan yang signifikan dan memerlukan pengamatan lebih mendalam.Public Speaking is one of the keys to success in promoting or organizing the community, in this case, the Dewi Masyithoh Orphanage (PADIMAS), Pemalang Regency. The student of PADIMAS has a program, Garbage Alms Movement (Gerakan Sedekah Sampah), which has an excellent environmental impact. Despite this, the students needed help communicating the program effectively to the community. This training focused on delivering materials like how to prepare mentally and other tips when conducting public speaking, one of which is giving a speech, as well as enriching expressions in daily communication and speech using English. The result is a rise in students' knowledge of techniques for attracting an audience's attention during public speaking; some aspects of self-confidence have yet to improve significantly and require more investigation.
Peningkatan Pengetahuan tentang Bakterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Kanker Serviks pada Wanita Usia Reproduktif Rahayu, Rahayu; Masfiyah, Masfiyah; Dina, Fatmawati; Stefani, Harumsari
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.50-56

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker keempat terbanyak pada wanita di seluruh dunia. Infeksi persisten HPV merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya kanker serviks. Tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia disebabkan karena 95% wanita tidak menjalani pemeriksaan secara dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks dan menurunkan harapan hidup wanita. Kasus kanker serviks di Kota Semarang masih menunjukan angka yang cukup tinggi yaitu sebagai kanker terbesar kedua setelah kanker payudara serta merupakan wilayah dengan kasus kanker serviks tertinggi di provinsi Jawa tengah yaitu sebanyak 406 kasus. Sejauh ini program pencegahan kanker serviks terbatas pada pencegahan penyakit menular seksual, belum banyak yang menghubungkan dengan bakterial vaginosis. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Bakterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Kanker Serviks pada wanita usia reproduktif. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan terjadinya kanker serviks di Kota Semarang. Metode dari pengabdian ini adalah dengan penyuluhan dengan sasaran pasien wanita usia subur di Puskesmas Pandanaran dan Halmahera. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan responden yang di tandai dengan 95% peserta memiliki nilai diatas 50 setelah mendapatkan penyuluhan. Cervical cancer is the world's fourth most common malignancy among women. Cervical cancer is greatly increased by persistent HPV infection. The high death rate from cervical cancer in Indonesia is caused by 95% of women failing to get early inspection, resulting in cervical cancer detection delays and a reduction in women's life expectancy. Cervical cancer cases remain quite high in Semarang City, namely as the second most common cancer after breast cancer and as the area with the highest cervical cancer cases in Central Java province. Cervical cancer prevention initiatives have thus far been focused to avoiding sexually transmitted illnesses, with little focusing on bacterial vaginosis. The purpose of this service is to raise awareness of Bacterial Vaginosis as a Risk Factor for Cervical Cancer among women of reproductive age. It is hoped that these measures will help to strengthen efforts to prevent cervical cancer in Semarang. This treatment is provided through counseling to female suburban patients at the Pandanaran and Halmahera Community Health Centers. This community service activity resulted in an increase in respondents' knowledge, as seen by 95% of participants rating above 50 after getting counseling.
Pemberdayaan Kelompok Tani Green House Desa Manggihan Getasan melalui Penerapan Smart Farming Menggunakan Energi Terbarukan Ismail, Munaf; Arifin, Bustanul; Nugroho, Agus Adi; Jati, Budi Pramono; Hapsari, Jenny Putri
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.8-15

Abstract

Mendasarkan kondisi objektif di daerah dan desa masih menunjukan banyaknya masalah dan tantangan dalam pelaksanaan pembangunan Desa Manggihan. Isue startegis yang harus segera diatasi adalah rendahnya produktivitas pertanian, infrastruktur desa belum memadai salah satunya penerangan listrik jalan umum belum menerangi semua jalan utama. Pendampingan dan penerapan teknologi smart green house perlu di disosialisaikan kepada masyarakat setempat, khususnya kelompok petani diberikan dalam bentuk workshop yang dilakukan bersama dosen dan mahasiswa untuk memberikan penjelasan lebih detil. Pendampingan dan penerapan teknologi  penyiraman otomatis dan sumber tenaga listrik dari energi terbarukan matahari (photovoltaic) akan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan Desa Manggihan masyarakat umum, masyarakat yang bergerak dalam bidang pertanian. Tim pengabdian masyarakat UNISSULA bekerjasama dengan mitra kelompok tani Mulyo Langgeng Desa Manggihan kabupaten Semarang, telah berhasil mengurangi pengeluaran operasional kelompok tani sebesar 50%. Selain itu juga meningkatkan hasil pertanian masyarakat Desa Manggihan dengan penerapan teknologi photovoltaic.Based on objective conditions in the regions and villages, there are still many problems and challenges in implementing the development of Manggihan village. Strategic problems that must be addressed immediately include low agricultural productivity, inadequate village infrastructure, one of which is that electric lighting on public roads does not illuminate all main roads. Assistance and application of smart green-house technology needs to be socialized to the local community, especially farmer groups in the form of workshops conducted with lecturers and students to provide more detailed explanations. Assistance and application of automatic watering technology and electrical power sources from renewable solar energy (photovoltaic) will increase the independence and welfare of the Manggihan village community in general, communities engaged in agriculture. The UNISSULA community service team in collaboration with partner farmer group Mulyo Langgeng, Manggihan village, Semarang district, succeeded in reducing the farmer group's operational costs by 50%. Apart from that, it also increases the agricultural output of the Manggihan village community by implementing photovoltaic technology.
Pelatihan Penetapan Harga Produk dan Jasa Sesuai dengan Persepsi Konsumen Pratomo, Luki Adiati; Sari, Wahyuni Rusliyana; Mayasari, Mayasari; Ibrahim, Harsha Danya
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.210-219

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia selama dua tahun terakhir, menyebabkan banyak kerugian. Salah satunya adalah usaha kecil dan mikro yang harus bertahan hidup. Walaupun biasanya UKM merupakan salah satu usaha yang paling tahan banting, tetapi COVID-19 lebih sulit dihadapi.  Setelah varian Delta yang mematikan, akhirnya bulan September 2021, penularan COVID-19 mulai menurun, sehingga level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai menurun. Kondisi ini yang menjadi latar belakang dibuatnya kegiatan ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penetapan harga produk dan jasa sesuai dengan persepsi konsumen. Metode pelatihan ini adalah penyuluhan yang diikuti oleh 16 mahasiswa yang kuliah di Sekolah Kewirausahaan Bina Amanah Cordova (SKBAC) terdiri dari lulusan SMA dan pengusaha UKM. Hasil dari pelatihan ini terdiri dari tiga hal, yaitu dari peserta, komunitas, dan pelaksana. Peserta mendapatkan ilmu bagaimana caranya menetapkan harga produk dan jasa. Komunitas sebagai wadah untuk transfer ilmu dari institusi kepada mahasiswa di acara yang tepat. Pelaksana mampu merealisasikan salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi. The COVID-19 pandemic that has swept across the world over the past two years has caused a lot of losses. One of them is SMEs that have to survive. Although SMEs are usually one of the most resilient businesses, COVID-19 is more difficult to deal with. After the deadly Delta variant, finally, in September 2021, the transmission of COVID-19 began to decline, so the PPKM level began to fall, and business activities began to show. This condition inspired this activity. This community service aims to provide training in determining product and service prices according to consumer perceptions. This training method is counseling which was attended by 16 students studying at the Bina Amanah Cordova Entrepreneurship School (SKBAC), consisting of high school graduates and SME entrepreneurs. The results of this training consist of three things, namely from participants, community and implementers. Participants gain knowledge on how to set prices for products and services. Community as a forum for transferring knowledge from institutions to students at the right time. The implementer is able to realize one of the tasks of the Tridharma of Higher Education.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Biofilter Septic Tank di Desa Pecuk, Demak Poedjiastoeti, Hermin; Wibowo, Kartono; Setiyawan, Prabowo
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.164-172

Abstract

Desa Pecuk merupakan salah satu desa di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak yang  saat ini tidak luput mengalami permasalahan sampah terutama sampah plastik yang semakin meningkat dan belum dikelola dengan baik. Selain permasalahan sampah, Desa Pecuk berdasarkan data yang ada juga dihadapkan pada pemrmasalahan pengelolaan air limbah. Langkah mereduksi atau pengurangan dampak negatif dari sampah plastik khususnya botol plastik bekas yaitu dengan mengembangkan berbagai jenis teknologi pemanfaatan botol plastik, diantaranya adalah penggunaan botol plastik sebagai media biofilter dalam pengolahan air limbah domestik. Terdapat penelitian terdahulu terkait pemanfaatan botol plastik sebagai biofilter. Botol plastik bekas dapat digunakan sebagai media biofilter dan memiliki kemampuan penyisihan TSS (total padatan tersuspensi), COD (jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan limbah yang terkandung dalam air)  dan BOD (oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi senyawa – senyawa kimia) yang baik. Studi tersebut dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Pecuk melalui tahapan persiapan dan pelaksanaan. Sosialisasi dilakukan di Desa Pecuk Kecamatan Mijen Kabupaten Demak menggunakan sampel dan penjelasan tentang pentingnya pengelolaan sampah dan limbah, nilai guna botol plastik bekas sebagai biofilter septic tank serta diakhiri dengan diskusi antara tim pengabdian masyarakat dan warga Desa Pecuk. Melalui kegiatan sosialisasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan warga tentang daur ulang sampah botol plastik melalui pembuatan biofilter tanki septic.Pecuk Village is one of the villages in Mijen District, Demak Regency which is currently experiencing waste problems, especially plastic waste, which is increasing and has not been managed well. Apart from the waste problem, Pecuk Village, based on existing data, is also faced with waste water management problems. Steps are being taken to decrease or mitigate the negative impact of plastic waste, particularly used plastic bottles, by creating various forms of technologies for using plastic bottles, such as the use of plastic bottles as biofilter material in household wastewater treatment. There has been previous study on the use of plastic bottles as biofilters. Used plastic bottles can be used as biofilter medium, removing TSS (total suspended solids), COD (the amount of oxygen needed to decompose all waste materials contained in water), and BOD (oxygen required by microorganisms to oxidize chemical compounds). Through the preparation and execution stages, this study was used to empower the people in Pecuk Village. The socialization took place in Pecuk Village, Mijen District, Demak Regency, and included samples and explanations about the importance of waste management, as well as the value of using used plastic bottles as septic tank biofilters. It concluded with a discussion between the community service team and Pecuk Village residents. Residents can gain more insight and understanding about recycling plastic bottle waste by creating septic tank biofilters through this outreach program.
Pengembangan Soal Matematika Kontekstual Berbasis Local Environment Berbantuan Aplikasi MathCityMap untuk Guru Matematika SMP Wulandari, Enika; Himmah, Wulan Izzatul; Diamudrika, Eka Safira; Lu’luah, Zaharah
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.57-65

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi pentingnya guru Matematika SMP/MTs mengembangkan soal berbasis local environment dalam pembelajaran matematika. Pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan soal matematika berbasis local environment. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus tahun 2022. Sasaran pengabdian adalah guru-guru dari wilayah Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Salatiga yang berjumlah 20 orang. Spesifikasi peserta merupakan guru matematika yang mengajar di tingkat SMP/MTs yang relevan dengan pembelajaran menggunakan aplikasi MathCityMap. Kegiatan pengabdian Pelatihan Pengembangan Soal Berbasis Local environment untuk Guru SMP/MTs telah dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu pendefinisian masalah dalam pengembangan soal berbasis local environment, perencanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, observasi pelaksanaan, refleksi, perencanaan berdasarkan hasil refleksi, dan perencanaan kegiatan (perbaikan). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian yaitu 100% peserta memahami materi pelatihan dan sebagian telah mampu menyusun soal matematika berbasis local environment menggunakan aplikasi MathCityMap. Adapun 95% peserta merasa senang mengikuti pelatihan. Hal tersebut juga didukung dengan antusiasme peserta mengikuti materi dan melaksanakan praktik menyusun soal matematika berbasis local environment menggunakan aplikasi MathCityMap.The background for this dedication is that SMP/MTs Mathematics teachers are not used to developing questions based on the local environment in learning mathematics. This service is carried out to improve teachers' abilities in developing local environment-based math problems. The community service method used is Participatory Action Research (PAR). This community service was carried out from May to August 2022. The target of the community service was teachers from the Semarang Regency, Semarang City, and Salatiga City areas, totaling 20 people. The specifications of the participants are mathematics teachers who teach at the SMP/MTs level which are relevant to learning using the MathCityMap application. Community-Based Question Development Training activities for SMP/MTs teachers have been carried out through several stages, namely defining problems in developing local environment-based questions, planning training for developing questions based on local environment, conducting training on developing questions based on local environment, observing the implementation of question-based development training local environment, reflection on the implementation of local environment-based question development training, planning based on the results of reflection, and activity planning (improvement). The result of the service activity is that the service target can develop questions using the local environment, especially using the MathCityMap application.