cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Pengaruh Edukasi Latihan Pasien Paska Stroke dan Kemandirian Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Rosdiana, Ika; Jannah, Durrotul
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.147-155

Abstract

Stroke akan mengubah hidup secara fisik dan emosional. Kondisi tersebut diakibatkan karena kelemahan anggota badan, mati rasa atau kelumpuhan, gangguan komunikasi, gangguan penglihatan, dan gangguan pengabaian satu sisi yang terdampak. Modified Rankin Scale (mRS) adalah skala peringkat hasil global untuk pasien pasca stroke. Digunakan untuk mengkategorikan tingkat disabilitas seseorang dengan mengacu pada kegiatan sebelum mengalami stroke dalam melakukan aktivitas tertentu. Indeks Barthel adalah skala yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari hari. Latihan fisik setelah stroke dapat meningkatkan kemandirian dan memperbaiki kapasitas fungsional umum setelah stroke. Latihan fisik juga berpotensi memberikan manfaat psikososial, terutama melalui aktivitas kelompok. karena latihan fisik dan kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Latihan fisik dan olahraga memiliki peran mengurangi kemungkinan stroke berulang dan memperbaiki kondisi komorbiditas lainnya. Tujuan dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) ini adalah memberikan edukasi dan latihan fisik pada penderita paska stroke. Hasilnya, didapatkan bahwa edukasi dan latihan rutin penderita post stroke meningkatkan tingkat kemandirian fungsional dan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari hari. Terjadi perubahan mRS di awal rawat jalan 47.37% mengalami disabilitas sedang – berat dan 2.11% mengalami disabilitas berat, setelah menjalani latihan fisik terjadi peningkatan 36.84% menjadi disabilitas ringan dan tidak ada lagi yang mengalami disabilitas berat. Dari penilaian Indeks Barthel didapatkan pada awal rawat jalan 47.37% ketergantungan berat, 47.37% ketergantungan total, setelah melakukan Latihan fisik terjadi peningkatan kemandirian 36.84% menjadi mandiri dan 57.89% menjadi kemandirian sedang, tidak ada lagi yang mengalami ketergantungan total.A stroke will change your life physically and emotionally. This condition is caused by weakness of the limbs, numbness or paralysis, communication disorders, vision problems, and neglect of one affected side. Modified Rankin Scale (mRS) is a global outcome rating scale for post-stroke patients. Used to categorize a person's level of disability by referring to activities before experiencing a stroke in carrying out certain activities. The Barthel Index is a scale that shows the ability to carry out daily life activities. Physical exercise after stroke can increase independence and improve general functional capacity after stroke. Physical exercise also has the potential to provide psychosocial benefits, especially through group activities because physical exercise and cardiorespiratory fitness are risk factors for stroke. Physical exercise and exercise have a role in reducing the possibility of recurrent stroke and improving other comorbid conditions. The aim of this Regional Partnership Program is to provide education and physical exercise to post-stroke sufferers. As a result, it was found that education and routine exercise for post-stroke sufferers increased the level of functional independence and independence in carrying out daily activities. There was a change in mRS at the beginning of the outpatient treatment, 47.37% experienced moderate - severe disability and 2.11% experienced severe disability, after undergoing physical exercise there was an increase of 36.84% to mild disability and no one else experienced severe disability. From the Barthel Index assessment, it was found that at the start of outpatient care, 47.37% were severely dependent, 47.37% were totally dependent, after doing physical exercise there was an increase in independence, 36.84% became independent and 57.89% became moderately independent, no one experienced total dependence anymore.
PKM Kelompok Ibu Sadar Gizi (Budarzi) melalui Metode Peer Group sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Luthfa, Iskim; Khasanah, Nopi Nur
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.24-29

Abstract

Kelurahan Bangetayu Wetan di bawah pembinaan Puskesmas Bangetayu, dalam kurun waktu 1 tahun terdapat Balita dengan stunting sebanyak 85 kasus. Puskesmas sudah melakukan upaya pencegahan stunting dengan membuat program pembangunan status gizi, memberikan informasi tentang stunting kepada masyarakat, melakukan kunjungan ke rumah dan memberikan makanan tambahan untuk anak yang mengalami stunting. Namun belum ada kelompok khusus yang dibentuk untuk konsentrasi dan fokus menangani masalah stunting, sehingga kejadian stunting di Puskesmas Bangetayu masih cukup tinggi. Solusi yang ditawarkan yaitu Pemberdayaan Kelompok Ibu Sadar Gizi (BuDarZi) melalui metode peer group. Salah satu fungsi Kelompok Ibu Sadar Gizi (BuDarZi) adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat khususnya para ibu untuk dapat bertukar informasi dan pengetahuan untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan anak dan keluarga melalui pemenuhan asupan gizi yang sesuai. Pembentukan kelompok BuDarZi diikuti sebanyak 25 ibu yang memiliki bayi dan Balita. Hasil kegiatan PKM menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi, pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak dan keterampilan ibu membuat MPASI sebalum dan sesudah pembentukan Kelompok BuDarzi. Kesimpulan, pembentukan kelompok BuDarZi dinilai efektif sebagai upaya pencegahan stunting yang terjadi di masyarakat.Bangetayu Wetan Subdistrict under the guidance of the Bangetayu Community Health Center, within a period of 1 year there were 85 cases of stunting in toddlers. The Community Health Center has made efforts to prevent stunting by creating nutritional status development programs, providing information about stunting to the community, conducting home visits and providing additional food to children who are stunted. However, there has not been a special group formed to concentrate and focus on dealing with the problem of stunting, so the incidence of stunting at the Bangetayu Community Health Center is still quite high. The solution offered is the Empowerment of the Nutrition Aware Mothers Group (BuDarZi) through the peergroup method. One of the functions of the Nutrition Aware Mothers Group (BuDarZi) is as a forum for community empowerment, especially mothers, to be able to exchange information and knowledge in order to improve the health status of children and families through fulfilling appropriate nutritional intake. The formation of the BuDarZi group was attended by 25 mothers who had babies and toddlers. The results of PKM activities show an increase in mothers' knowledge about nutrition, mothers' knowledge about children's growth and development and mothers' skills in making MPASI before and after the formation of the BuDarzi Group. In conclusion, the formation of the BuDarZi group is considered effective as an effort to prevent stunting that occurs in the community.
Incorporating Thinking Skills and ICT-Competence to Optimize Teachers' Professional Competence in the 21st Century Shopia, Khilda; Sudarmaji, Imam; Purnawati, Purnawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.228-238

Abstract

Cara Berpikir dan Kompetensi TIK merupakan bagian dari keterampilan abad 21 yang menjadi kebutuhan bagi guru dan siswa saat ini. Perkembangan era informasi yang sangat pesat melalui kemajuan teknologi mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam mengakses, menyerap, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi dengan baik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membekali para guru dengan keterampilan abad 21 yaitu Cara Berpikir dan Kompetensi TIK serta bagaimana mengintegrasikan keduanya dalam perangkat pembelajaran seperti Rencana Proses Pembelajaran (RPS) dan kegiatan pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan guru dengan peserta sebanyak 21 orang guru. Mitra kegiatan pengabdian ini yaitu Yayasan Pendidikan Daarul Hikmah Al-Madani Kota Tangerang yang mencakup dua sekolah yakni MI Darul Hikmah dan SMP Garuda. Hasil kegiatan menggambarkan bahwa para guru setuju cara berpikir dan Kompetensi TIK penting bagi siswa di masa sekarang. Selain itu, untuk menghadapi tantangan abad 21 saat ini, mengharuskan guru untuk meningkatkan professionalisme guru abad 21. Kegiatan pengabdian ini memfasilitasi guru mendapatkan pelatihan terkait bagaimana merumuskan dan mengintegrasikan indicator cara berfikir dan kompetensi TIK dalam perangkat pembelajaran. Dengan demikian diharapkan guru dapat merumuskan indikator cara berpikir dan Kompetensi TIK secara mandiri di kemudian hari dan mengetahui bagaimana mengintegrasikan dalam perangkat pembelajaran yang dapat membantu mereka untuk mendorong siswa dalam tantangan saat ini di abad ke-21.Thinking skills and ICT-Competences as the skills in 21st century become a necessity for teachers and students nowadays because the information age is currently developing rapidly through the advancement of technology. Today's society must have the ability to access, absorb, interpret, and evaluate information properly. This community service is conducted to equip the teachers with 21st-century skills; Thinking skills and ICT-Competences and how to integrate both of them in learning tools such as Rencana Proses Pembelajaran (RPS) and learning activities in the classroom. The method used in conducting the activity is a socialization and teachers’ training with 21 teachers participating. The partner of this PKM activity is Daarul Hikmah Al-Madani Education Foundation which includes the teachers from Garuda Junior High School and MI Darul Hikmah in Tangerang Municipality. The result of the activity illustrated that teachers agree that thinking skills and ICT Competence is important for students in the present and this community service facilitate the teachers to improve their professionalism to face 21st century challenges in education. In improving the professionalism of 21st-century teachers, several ways can be done, one of them is participating this socialization and training about formulating and incorporating thinking skills and ICT-Competences in teaching and learning. Teachers are expected that in comprehending how to formulate indicators of thinking skills and ICT Competence and how to integrate in learning tools can help them to encourage the student in the current challenges in 21st century.
Dampak Penggunaan Video Tutorial terhadap Kemampuan Akhir Siswa Jurusan Animasi SMK Komputama Majenang Yudhanto, Sigied Himawan; Setyawan, Alfan
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.180-190

Abstract

Tujuan Pengkajian ini sebagai bahan evaluasi dengan mengetahui dampak pembelajaran dengan penggunaan video tutorial (audio visual) terhadap kemampuan akhir dari proses pembelajaran animasi di teaching factory pada jurusan Animasi SMK Komputama Majenang. Metode yang di gunakan adalah kuantitif dengan skala likert, Populasi yang di gunakan adalah siswa jurusan SMK Komputama Majenang angkatan 2020 dan 2021 yang berjumlah 4 kelas dengan komposisi dua kelas A 10 dan A 11 dan 2 kelas B kelas B 10 dan B11, yang ada di SMK Komputama. Rentang usia siswa berkisar 15 sampai 16 tahun yang berjumlah 127 siswa. Sample dari lokasi menggunakan metode cluster sampling. Jawaban responden didapatkan dari google form yang disebar selama 2 pekan, dimana mengandung 18 butir kuesioner. output hipotesis, merupakan hasil dari perhitungan likert scale Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran materi animasi pada video tutorial, terhadap siswa di Jurusan animasi SMK Komputama dilakukan observasi selama pembelajaran jarak jauh di lakukan. Hasil yang didapat adalah, bahwa pembelajaran dengan menggunakan video tutorial memberi dampak peningkatan hard skill kepada siswa di 4 kelas, persentase yang didapat adalah: 4839 : 4572 = 1,0 = 100%.yang berarti “sangat kuat” dalam memberikan dampak, sehingga efek kemampuan akhir siswa dapat terpenuhi, Kesimpulannya adalah rentang skala 81% - 100% = Sangat kuat yang berada pada kisaran 100% secara intrepretasi hasil dari pembahasan memiliki dampak yang cukup mempengaruhi outcome pembelajaran siswa selama pembelajaran jarak jauh.The purpose of this study is to evaluate material by knowing the impact of learning with the use of video tutorials (audio visual) on the final ability of the animation learning process in the teaching factory in the Animation Department of SMK Komputama Majenang. The method used is quantitative with a Likert scale. The population used is students majoring in SMK Komputama Majenang class of 2020 and 2021, which totals four classes with a composition of two classes, A 10 and A 11, and 2 classes B classes B 10 and B11, which are at SMK Komputama. The age range of students ranges from 15 to 16 years, totaling 127 students. Sample from location using a cluster sampling method. Respondents' answers were obtained from a Google form that was distributed for two weeks, which contained 18 questionnaire items. Hypothesis output is the result of Likert scale calculations. To find out the effect of learning animation material on video tutorials on students in the animation department of SMK Komputama, observations were made during distance learning were carried out. The results obtained are that learning by using video tutorials has an impact on increasing the hard skills of students in 4 classes; the percentage obtained is 4839: 4572 = 1.0 = 100%. Which means "very strong" in providing impact so that the effect of students' final abilities can be fulfilled; the conclusion is that the scale range of 81% - 100% = very strong, which is in the range of 100% in the interpretation of the results of the discussion has a sufficient impact on student learning outcomes during distance learning.
Perlindungan Hukum bagi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Prayitno, Ahmad Hadi; Ridwan, Masrur; Puspasari, Ratih Mega
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.74-87

Abstract

elecehan seksual yang terjadi dalam dunia pendidikan menjadi suatu hal yang sangat disorot belakangan ini, seperti kasus yang baru-baru ini telah terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Suatu institusi pendidikan yang sejatinya merupakan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya peserta didik dalam urusan literasi dan juga pengembangan soft skill harusnya menjadi suatu tempat atau ruang yang aman dan nyaman bagi mereka. Akan tetapi, nampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi para penyitas kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan. Kasus seperti ini benar-benar nyata dan banya terjadi, baik di sekolah maupun di lingkungan perguruan tinggi dan sudah menjadi rahasia umum yang sengaja di lupakan oleh sebagian besar pihak didalamnya. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang kerap sekali terjadi di lingkungan perguruan tinggi tersebut yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) mengeluarkan Peraturan Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi. Peran pihak kepolisian terkhusus pada Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) ini juga dapat dioptimalkan membantu proses pelaporan/ aduan dari korban yang mengalami kekerasan seksual di lingkungan kampus setelah mendapatkan pendampingan dari pihak perguruan tinggi. Hal ini merupakan upaya yang dapat dilakukan pihak kepolisian melalui upaya pencegahan, penanggulangan, sehingga dapat mewujudkan keamanan bagi korban tindak pidana kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Peran Unit PPA merupakan bagian dari kepolisian yang dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Unit PPA diharapkan dapat memberikan konstribusi yang signifikan dalam menjalankan tugas fungsinya sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam melindungi tindak pidana kekerasan seksual yang saat ini terjadi di lingkungan perguruan tinggi.Sexual harassment that occurs in the world of education has become a very highlighted thing lately, such as a case that has recently occurred in the college environment. An educational institution that is actually a place for the growth and development of students in matters of literacy and also the development of soft skills should be a place or space that is safe and comfortable for them. However, it seems that this does not apply to survivors of cases of violence against women. Cases like this are really real and many happen, both in schools and in college environments and have become an open secret that is deliberately forgotten by most parties in it. Efforts to prevent and handle sexual violence that often occurs in the university environment are the Minister of Education, Culture, Research, and Technology (Permendikbudristek) issued Regulation Number 30 of 2021 concerning the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS) in the university environment. The role of the police, especially in the PPA (Women and Children Services) Unit, can also be optimized to help the process of reporting / complaints from victims who experience sexual violence in the campus environment after receiving assistance from the university. This is an effort that can be done by the police through prevention, countermeasures, so as to realize security for victims of sexual violence crimes in the university environment. The role of the PPA Unit is part of the police force formed to provide protection to women and children. The PPA unit is expected to make a significant contribution in carrying out its function duties as an institution responsible for protecting sexual violence crimes that currently occur in the university environment.
Peningkatan Pengetahuan tentang Keputihan dan Pemeriksaan Sekret Vagina sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Bakterial Vaginosis pada Wanita Usia Produktif Rahayu, Rahayu; Masfiyah, Masfiyah; Soraya, Yulice; Hapsari Putri, Indri; Intisari, Dewi
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.156-163

Abstract

Mikroflora normal vagina merupakan faktor kesehatan yang penting bagi wanita. Penurunan jumlah Lactobacillus spp berhubungan dengan perubahan flora vagina dan pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga menyebakan infeksi pada vagina. Bakterial Vaginosis merupakan gangguan pada mikoflora vagina dimana secara normal didominasi oleh Lactobacillus spp. Pada studi cross sectional, terdapat hubungan yang signifikan antara bakterial vaginosis dengan banyak infeksi menular seksual termasuk Gonore, infeksi Chlamydia, Trichomoniasis dan HIV. Data pada kelompok pekerja wanita cleaning service di RS Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan sebagian besar berusia 20– 40 tahun. Pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA (68,9%). Usia pernikahan terbanyak adalah > 5 tahun – 10 tahun (37,9). Sebanyak 48,2 % peserta belum pernah mendapatkan informasi tentang keputihan sebelumnya. Pengetahuan tentang keputihan fisiologis dan patologis belum banyak dimengerti oleh masyarakat khususnya dalam hal ini adalah pekerja cleaning service. Kegiatan yang diusulkan sebagai solusi adalah pemberian penyuluhan tentang keputihan dan pemeriksaan sekret vagina untuk deteksi awal bakterial vaginosis. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat sebanyak 25 dari 29 peserta (86,2%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang keputihan. Dari hasil pemeriksaan sekret vagina didapatkan hasil sebanyak 26 peserta memiliki pH normal (3-4), sedangkan sebanyak 3 peserta memiliki hasil pH > 4,5 dan mengalami bakterial vaginosis. Normal vaginal microflora is an important health factor for women. The decrease in the number of Lactobacillus spp is associated with changes in the vaginal flora and the growth of pathogenic microorganisms that cause vaginal infections. Bacterial Vaginosis is a disorder of the vaginal microflora which is normally dominated by Lactobacillus species. In a cross-sectional study, there was a significant association between bacterial vaginosis and many sexually transmitted infections including Gonorrhea, Chlamydia infection, Trichomoniasis and HIV. Data on the group of cleaning service workers at the Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang shows that most are 20–40 years old. Most recent education is high school (68.9%). The most age of marriage is > 5 years – 10 years (37.9). As many as 48.2% of participants had never received information about vaginal discharge before. Knowledge about physiological and pathological leucorrhoea is not widely understood by the public, especially in this case cleaning service workers. Activities proposed as a solution are the provision of counseling about vaginal discharge and examination of vaginal secretions to detect early bacterial vaginosis. The result of this community service activity was that 25 of the 29 participants (86.2%) experienced an increase in knowledge about vaginal discharge. From the results of vaginal secretion examination, it was found that 26 participants had a normal pH (3 -4), while 3 participants had a pH > 4.5 and experienced bacterial vaginosis.
Pelatihan Pengelolaan dan Proses Transaksi Usaha Bisnis UMKM Berbasis Digital Indriastuti, Maya; Mutamimah, Mutamimah; Riansyah, Andi
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.30-38

Abstract

UMKM Rahmat Semesta Foundation merupakan salah satu UMKM yang berada di Desa Rowosari, Kec. Rowosari, Kab. Kendal yang masih sedikit melakukan pengelolaan dan proses transaksi bisnis berbasis digital, mereka masih berfokus pada sistem manual. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada maysrakat FE dan FTI UNISSULA untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan pengelolaan dan proses transaksi usaha bisnis UMKM berbasis digital pada mereka; dan meningkatkan kompetensi terkait pelaporan keuangan yang handal. Mitra pengabdian ini adalah ibu-ibu pengusaha UMKM Rahmat Semesta Foundation. Metode pengabdian masyarakat, yaitu: a) mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman mereka terkait pengelolaan dan proses transaksi usaha bisnis berbasis digital; b) memberi stimulus pelatihan pengelolaan dan proses transaksi usaha bisnis berbasis digital berupa pencatatan, pengelolaan, dan pemrosesan transaksinya; c) monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa: a) UMKM Rahmat Semesta Foundation mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan dan proses transaksi usaha bisnis berbasis digital; b) UMKM Rahmat Semesta Foundation memiliki kompetensi mulai dari berupa pencatatan, pengelolaan, sampai pada pemrosesan transaksinya. Urgensi kegiatan pengabdian ini terletak pada pentingnya pengelolaan dan proses transaksi usaha bisnis berbasis digital dalam menghasilkan laporan keuangan yang tercatat dengan baik dan sesuai sistematika, sehingga pelaku UMKM dapat melakukan evaluasi terhadap efektivitas bisnis dan perolehan laba mereka selama satu periode.Rahmat Semesta Foundation is one of the MSMEs located in Rowosari, Kendal. They still need to do more to manage and process digital-based business transactions and only focus on manual systems. Therefore, the aim of community service activities by FE and FTI UNISSULA is to provide them with knowledge as well as training in the management and transaction processes of digital-based businesses and increase competence related to reliable financial reporting. The partners of this service are MSME entrepreneurs from the Rahmat Semesta Foundation. The methods used in the community service are a) identifying their level of knowledge and understanding regarding the management and process of digital-based business transactions; b) providing stimulus for training in the management and processing of digital-based business transactions in the form of recording, managing and processing transactions; c) monitoring and evaluation. The community service activity resulted: a) Rahmat Semesta Foundation MSMEs gained additional knowledge and understanding about the management and transaction processes of digital-based business transactions; b) Rahmat Semesta Foundation MSMEs have competencies ranging from recording management to transaction processing. The urgency of this community service activity lies in the importance of managing and processing digital-based business transactions in producing financial reports that are well-recorded and systematic so that MSME players can evaluate the effectiveness of their business and profit generation throughout one period.
Pelatihan Manajemen Modal Qordhul Hasan Pendekatan Spiritual community pada Usaha Mikro Desa Rowosari, Kendal Mutamimah, Mutamimah; kartikasari, Lisa; Kartika, Indri
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.239-246

Abstract

Potensi ekonomi Desa Rowosari tinggi, namun akses permodalan terbatas, tidak ada agunan, dan risiko kredit tinggi. Oleh karena itu, mendesak untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan Qordhul Hasan Pengelolaan Modal Pendekatan Spiritual Komunitas pada Usaha Mikro di Desa Rowosari Kecamatan Rowosari Kab. Kendal. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan modal qordhul hasan, sehingga dapat meningkatkan kinerja usaha mikronya, dan tidak ada lagi risiko kredit. Qordhul hasan sangat tepat diberikan kepada usaha mikro non bankable, tidak mempunyai agunan dan tidak dikenakan bunga. Metode pengabdian masyarakat ini adalah: a). Survei awal untuk menggali potensi ekonomi dan permasalahan masyarakat di Desa Rowosari, Kecamatan. Rowosari, Kabupaten Kendal. B). Pelatihan Manajemen Modal Qordhul Hasan Menggunakan Pendekatan Spiritual Komunitas pada Usaha Mikro di Desa Rowosari Kecamatan Rowosari Kab. Kendal. C). Pemantauan dan evaluasi Qordhul. Pelatihan pengelolaan modal Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan qordhul hasan pengelolaan modal pelaku usaha mikro di Desa Rowosari Kec. Rowosari, Kab. Kendal meningkat, sehingga kinerja usaha usaha mikro meningkat.The economic potential of Rowosari village is high, but it has limited capital acces, no collateral, and high credit risk. So, it is urgent to carry out community service by providing Qordhul Hasan Capital Management training with a Spiritual community Approach to Micro Business in Rowosari Village, Rowosari District, Kab. Kendal. The aim of this community service is to increase insight, knowledge and skills regarding qordhul hasan capital management, so that they can improve the performance of their micro businesses, and there will be no more credit risk. Qordhul hasan is very appropriate to be given to non-bankable micro businesses, do not have collateral and no interest. This community service method is: a). Initial survey to explore the economic potential and problems of the community in Rowosari Village, District. Rowosari, Kendal District. b). Qordhul Hasan Capital Management Training Using a Spiritual community Approach for Micro Business in Rowosari Village, Rowosari District, Kab. Kendal. c). Monitoring and evaluating of Qordhul Hasan capital management training. The results show that the level of knowledge and skills of qordhul hasan capital management of micro business actors in Rowosari Village, Kec. Rowosari, Kab. Kendal increases, so that the business performance of micro businesses increases.
Penyuluhan Kemandirian Belajar pada Siswa SMPN 259 Jakarta Oktaviani, Maya; Hasanah, Uswatun; Elmanora, Elmanora
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.191-200

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap siswa di rumahnya membuat pembelajaran virtual synchronous menjadinya sulit dilakukan secara penuh. Sehingga kemungkinan yang terjadi adalah siswa mengikuti pembelajaran asynchronous yang terdiri dari pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Dengan demikian diperlukan kemampuan siswa untuk mau belajar sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan belajarnya. Sikap tersebut disebut kemandirian belajar. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memunculkan kesadaran pada diri siswa mengenai pentingnya memiliki sikap kemandirian belajar. Bentuk kegiatan ini adalah perencanaan dan penyuluhan. Perencanaan kegiatan meliputi pembuatan buku saku kemandirian belajar dan uji kelayakan buku. Penyuluhan diikuti oleh 43 orang yang terdiri dari siswa dan guru SMPN 259 Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, siswa masih belum memiliki sikap percaya diri, inisiatif, dan motivasi yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa, masih banyak siswa yang belum mandiri dalam belajar. Dengan demikian, perlu adanya intervensi dari keluarga dan sekolah untuk menumbuhkan kemandirian belajar pada diri siswa.The Covid-19 pandemic in Indonesia has forced the government to implement a distance learning policy. However, the limited facilities and infrastructure owned by each student at home make virtual synchronous learning challenging. So that the possibility that occurs is that students take part in asynchronous learning, which consists of independent and collaborative learning. Thus, it requires the ability of students to want to learn on their own and be responsible for their learning choices, called self-directed learning. The purpose of implementing this community service activity is to raise awareness in students about the importance of having self-directed learning. The form of this activity is planning and counseling. Planning activities include making a pocketbook about self-directed learning and a book feasibility test. The counseling was attended by 43 people consisting of students and teachers of JHS 259 Jakarta. This activity was carried out in October 2021. Based on observations during the activity, students still did not have the attitude of self-confidence, initiative, and high motivation. Based on the results of interviews conducted with students, many students are still not independent in learning. Thus, there is a need for intervention from families and schools to foster self-directed learning in students.
Peatland Water Processing at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Kubu Raya: An Exploration Kadaria, Ulli; Nugraheni, Putranty Widha; Pramadita, Suci; Aprillia, Ricka; Asbanu, Govira Christiadora
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.88-95

Abstract

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kubu Raya is an education facility in Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. The soil type is peat soil, so the kind of soil also influences the quality of water in the surrounding area. The physical quality of peat water is brown and has sediment. Using peat water for bathing, washing, and toileting purposes will result in a brownish color of the kitchen eating utensils and the bathroom tub. Rasau Jaya District has no water supply from the Regional Public Drinking Water Company, so people use peat water for toilets and rainwater for drinking. The research shows that peat water quality exceeds the required standards, so it must be processed before use. Community Service Activities were conducted at MAN 1 Kubu Raya to educate students in processing peat water. The activities carried out were socialization and simulation of peat water processing with simple processing methods such as coagulation and filtration. Students are expected to apply peat water treatment in school and at home with this simple treatment

Page 11 of 18 | Total Record : 175