cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Pengenalan Implementasi Mikrokontroler Arduino kepada Siswa SMK Pembangunan Nasional Purwodadi Grobogan Budisusila, Eka Nuryanto; Arifin, Bustanul
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.60-67

Abstract

Teknologi elektronika memanfaatkan Mikrokontroler sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat yang menekuni bidang teknik elektro, baik dalam bidang pendidikan maupun hanya sekedar menekuni hobi. Banyak jenis mikrokontroler yang ditawarkan oleh produsen, di antaranya adalah Arduino yang memiliki keunggulan berupa kemudahan dalam merangkainya dan kesederhanaan dalam pemrogramannya. Arduino juga memiliki banyak varian yang dapat dipilih sesuai kebutuhan jumlah port maupun daya tampung memory yang tersedia di dalamnya. Arduino sering digunakan sebaga unit pengolah data yang diambil dari sensor sebagai input, dan menghasilkan output berupa aktuator. Meskipun sudah mulai dikenal dan diimplementasikan, masih banyak masyarakat yang awam dengan mikrokontroler Arduino ini. Oleh karenanya perlu diupayakan pengenalan lebih mendalam mengenai mikrokontroler Arduino, disertai contoh-contoh rangkaian yang dapat dibentuk oleh perangkat mikrokontroler ini. Tim memilih siswa-siswi SMK di daerah Puwodadi Grobogan sebagai obyek pengenalan dan pelatihan, mengingat para siswa sudah mendapatkan pengenalan dasar tentang mikrokontroler, sehingga selanjutnya dapat dikembangkan dengan implementasi yang lebih luas. Metode yang digunakan berupa tutorial disertai beberapa contoh rangkaian nyata yang sudah jadi dan berfungsi untuk berbagai kebutuhan. Hasil dari program ini siswa SMK yang sebelumnya hanya mengenal satu jenis mikrokontroler Arduino menjadi lebih mengenal berbagai tipe Arduino dan implentasinya secara lebih luas.Electronic technology utilizing Microcontrollers has begun to be widely known by the public, especially for people who are studying electrical engineering, both in education and just pursuing a hobby. Many types of microcontrollers are offered by manufacturers, including Arduino which has the advantage of being easy to assemble and simple in programming. Arduino also has many variants that can be selected according to the number of ports and memory capacity available in it. Arduino is often used as a data processing unit taken from sensors as input, and produces output in the form of actuators. Although it has begun to be known and implemented, many people are still unfamiliar with this Arduino microcontroller. Therefore, it is necessary to make an effort to introduce Arduino microcontrollers more deeply, accompanied by examples of circuits that can be formed by this microcontroller device. The method used was a tutorial accompanied by several examples of real circuits that were finished and functioning for various needs. The result of this program is that vocational school students who previously only knew one type of Arduino microcontroller become more familiar with various types of Arduino and their implementation more widely.
Pemberdayaan Pemuda Tani Desa Sumanding melalui Implementasi Green Economy sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan Anam, A Khoirul; Arifin, Miftah; Widiastuti, Anna; Hastuti, Dewi
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.9-17

Abstract

Program pemberdayaan pemuda tani di Desa Sumanding melalui implementasi Green Economy bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan. Kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, penguatan potensi unggulan desa, serta penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaannya meliputi penguatan kelembagaan, pengembangan usaha pertanian, dan peningkatan kapasitas kelompok. Hasil yang dicapai meliputi inovasi teknologi berupa mesin Cultivator untuk pengolahan lahan pertanian holticultura dan greenhouse untuk pertanian hidroponik, serta peningkatan pemasaran melalui pembaruan branding, packaging, dan digitalisasi penjualan. Selain itu, program ini berdampak pada aspek sosial dengan peningkatan legalitas kelembagaan berbadan hukum, pendampingan manajemen keuangan berbasis aplikasi. Dengan demikian, program ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Desa Sumanding.The empowerment program for young farmers in Sumanding Village, through implementing the Green Economy, aims to improve community welfare while preserving the environment. This activity includes increasing knowledge and skills of partners, strengthening the village's superior potential, and implementing appropriate technology. The implementation method includes strengthening institutions, developing agricultural businesses, and increasing group capacity. The results achieved include technological innovations in the form of Cultivator machines for processing horticultural farm land and greenhouses for hydroponic farming, as well as increasing marketing through branding updates, packaging, and sales digitalizatifon. In addition, this program has an impact on the social aspect by increasing the legality of legal institutions, assistance in application-based financial management. Thus, this program has succeeded in encouraging sustainable economic growth and environmental preservation in Sumanding Village.Program pemberdayaan pemuda tani di Desa Sumanding melalui implementasi Green Economy bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan. Kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, penguatan potensi unggulan desa, serta penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaannya meliputi penguatan kelembagaan, pengembangan usaha pertanian, dan peningkatan kapasitas kelompok. Hasil yang dicapai meliputi inovasi teknologi berupa mesin Cultivator untuk pengolahan lahan pertanian holticulturadan greenhouse untuk pertanian hidroponik, serta peningkatan pemasaran melalui pembaruan branding, packaging, dan digitalisasi penjualan. Selain itu, program ini berdampak pada aspek sosial dengan peningkatan legalitas kelembagaan berbadan hukum, pendampingan manajemen keuangan berbasis aplikasi. Dengan demikian, program ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Desa Sumanding.
Penyuluhan Hukum Pembina Keluarga Sakinah Pengurus Ranting Muhammadiyah Desa Katonsari Kecamatan Demak, Kabupaten Demak Wahyudi, Trubus; Shalman, Shalman
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.142-148

Abstract

Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku melaksanakan pernikahan merupakan hak asasi setiap warga Negara; penegasan tersebut dapat dijumpai pada Pasal 28 B ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 hasil Amandemen kedua. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa: “Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah”. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 dinyatakan bahwa: “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dinyatakan bahwa: “Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah”. Untuk terwujudnya keluarga sakinah sebagaimana dimaksud dari beberapa ketentuan tersebut, maka dipandang perlu adanya penyuluhan hukum kepada masyarakat. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan hukum dengan topik “Penyuluhan Hukum Pembina Keluarga Sakinah Pengurus Ranting Muhammadiyah Desa Katonsari Kecamatan Demak, Kabupaten Demak”. Adapun untuk mengukur kadar pengetahuan masyarakat terhadap urgensi keluarga sakinah, dilakukan pre-test sebelum penyuluhan dan pos-test setelah penyuluhan.  Penyuluhan hukum dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga sakinah meliputi kewajiban dan hak antara suami dan istri, kewajiban bersama terhadap anak, juga pentingnya proses pembinaan menuju keluarga sakinah yang bukan datang secara tiba-tiba.Based on the applicable laws and regulations, carrying out a marriage is a human right of every citizen; This confirmation can be found in Article 28 B paragraph (1) of the 1945 Constitution as a result of the second amendment. In this article it is stated that: "Everyone has the right to form a family and continue their offspring through legal marriage." Article 1 of Law Number 1 of 1974 states that: "Marriage is a spiritual and physical bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the belief in the Almighty God." Article 3 of the Compilation of Islamic Law (KHI) states that: "Marriage aims to create a household life that is sakinah, mawaddah and rahmah". In order to realize a sakinah family as intended by several of these provisions, it is deemed necessary to provide legal education to the community. The method used was legal counseling with the topic "Legal Counseling for Family Sakinah Mentors of Muhammadiyah Branch Management in Katonsari Village, Demak District, Demak Regency". In order to measure the level of public knowledge regarding the urgency of family sakinah, a pre-test was conducted before the counseling and a post-test after the counseling. Legal counseling in the context of community service aims to increase public understanding of a harmonious family including the obligations and rights between husband and wife, joint obligations towards children, and the importance of the process of fostering a harmonious family that does not come suddenly.
Pengembangan Pemasaran Online pada Bisnis Usaha Mikro Kecil di Desa Pulosari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak Fuad, Khoirul; Hastuti, Erma Sri; Amilakhaq, Farikha; Santoso, Bedjo
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.106-113

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini penting dilaksanakan karena potensi ekonomi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Desa Pulosari belum diimbangi dengan kemampuan pemasaran digital yang memadai. Produk lokal seperti keripik singkong, opak, dan bekatul olahan memiliki nilai jual tinggi, namun masih dipasarkan secara tradisional tanpa kemasan menarik, tanpa merek, dan belum memanfaatkan platform digital. Hal ini menunjukkan adanya gap antara potensi produk dan strategi pemasaran yang digunakan, serta lemahnya literasi digital pelaku UMK. Sebagai solusi, PKM ini menawarkan pelatihan terpadu yang mencakup pemasaran digital, pembuatan kemasan produk, dan penguatan identitas merek (branding). Metode yang digunakan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, dimulai dari identifikasi kebutuhan, pelatihan interaktif berbasis praktik, hingga pendampingan pasca pelatihan. Materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelaku UMK setempat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar ±80% dalam penggunaan media sosial dan marketplace untuk promosi produk. Pelaku UMK mulai mampu membuat konten digital, menyusun kemasan yang lebih menarik, serta mengembangkan identitas merek yang membedakan produk mereka di pasar. Selain itu, muncul kesadaran kolektif untuk membentuk jaringan komunitas usaha dan mengadopsi pemasaran berbasis teknologi. PKM ini berhasil mendorong transformasi UMK dari pendekatan tradisional menuju pemasaran digital yang lebih kompetitif.This Community Service Program (PKM) is essential due to the untapped economic potential of MSEs (Micro, Small, Enterprises) in Pulosari Village, which has not been matched by adequate digital marketing capabilities. Local products such as cassava chips, opak, and processed rice bran have high market value but are still marketed traditionally—without appealing packaging, branding, or use of digital platforms. This reflects a gap between product potential and marketing strategy, as well as low digital literacy among MSEs actors. As a solution, this PKM implemented an integrated training program covering digital marketing, product packaging design, and brand development. The method applied was a community empowerment approach, involving needs assessment, hands-on interactive training, and post-training mentoring. The training materials were tailored to the local conditions and needs of MSEs participants. The training results indicated an approximate 80% improvement in participants’ understanding of how to use social media and marketplaces to promote their products. Participants began to create digital content, develop more attractive packaging, and build brand identities that distinguished their products in the market. Furthermore, there was a growing collective awareness to establish business networks and adopt technology-based marketing. This PKM successfully initiated a transformation of local MSEs from traditional approaches toward a more competitive digital marketing model.
Meningkatkan Kemampuan Vocabulary Siswa ECC SMA N Kaliwungu melalui Kompetisi Interaktif dengan Aplikasi Bamboozle Bakhtiar, Muhamad Rifqi; Auladi, Ifan Rikhza
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.52-59

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), namun seringkali dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya motivasi belajar dan kurangnya strategi pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata siswa SMA N 1 Kaliwungu melalui pendekatan interaktif berbasis teknologi dengan menggunakan aplikasi Bamboozle. Metode yang digunakan melibatkan kompetisi tim berbasis permainan edukatif, di mana siswa dibagi menjadi dua kelompok untuk saling berkompetisi menjawab pertanyaan terkait kosakata. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 10 dan 11 yang tergabung dalam English Conversation Club (ECC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bamboozle berhasil meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar kosakata. Siswa menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan percaya diri dalam menggunakan kosakata baru dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, 85% siswa menyatakan merasa lebih termotivasi, dan 78% siswa mengaku lebih mudah mengingat kosakata baru melalui metode ini. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran interaktif berbasis teknologi seperti Bamboozle dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris.Vocabulary mastery is a fundamental aspect of learning English as a foreign language (EFL), yet it often faces challenges such as low motivation and a lack of engaging learning strategies. This study aims to enhance the vocabulary skills of students at SMA N 1 Kaliwungu through an interactive, technology-based approach using the Bamboozle application. The method involves team-based educational games, where students were divided into two groups to compete in answering vocabulary-related questions. The activity involved 10th and 11th-grade students who are members of the English Conversation Club (ECC). The results showed that the use of Bamboozle successfully increased students' motivation and enthusiasm in learning vocabulary. Students became more active, collaborative, and confident in using new vocabulary in everyday conversations. Additionally, 85% of students reported feeling more motivated, and 78% found it easier to remember new vocabulary through this method. The implication of this study is that interactive, technology-based learning approaches like Bamboozle can be an effective solution for improving vocabulary mastery and student engagement in EFL learning.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendampingan Pendirian Bank Sampah di Kampung Juwono Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Suhendi, Chrisna; Setyawan, Hendri; Warsito, Budi; Sumiyati, Sri
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.18-25

Abstract

Pengelolaan sampah menjadi masalah kritis di Kampung Juwono, Kelurahan Mangunharjo, Kota Semarang, yang ditandai dengan peningkatan volume sampah dan kurangnya pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui pembentukan bank sampah sebagai solusi berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup tahapan pra-kegiatan untuk identifikasi masalah dan kesepakatan solusi dengan pemangku kepentingan, sosialisasi untuk menanamkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pentingnya bank sampah melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab, dan tahap tindak lanjut untuk mengevaluasi pemahaman peserta, pembentukan pengurus bank sampah, serta monitoring pelaksanaan pertama penimbangan sampah. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK/Dasawisma dan tokoh masyarakat di RT 2 RW 3 Kampung Juwono. Melalui pelatihan dan pembekalan, diharapkan masyarakat memiliki motivasi tinggi untuk memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Implementasi bank sampah diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui konsep 3R. Pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program ini.Waste management has become a critical issue in Kampung Juwono, Mangunharjo Village, Semarang City, characterized by increasing waste volume and inadequate management. This study aims to raise community awareness about the importance of waste management through the establishment of a waste bank as a sustainable solution. The methods employed include pre-activity stages for problem identification and agreement on solutions with stakeholders, socialization to instill the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) concept and the importance of a waste bank through material delivery, discussions, and Q&A sessions, and follow-up stages to evaluate participants' understanding, form the waste bank management, and monitor the initial waste weighing activity. The target of this activity is the PKK/Dasawisma members and community leaders in RT 2 RW 3 Kampung Juwono. Through training and provision of materials, the community is expected to have high motivation to sort and manage waste from its source. The activity results show an increase in awareness and active participation of the community in sustainable waste management. The implementation of the waste bank is expected not only to reduce the volume of waste disposed to the Final Disposal Site (TPA) but also to support environmental sustainability and provide economic benefits to residents through the 3R concept. A comprehensive and collaborative approach between the government, industry, and community is required to ensure the success and sustainability of this program.
Peningkatan Pengetahuan Komunitas Cat Lovers tentang Program Deworming pada Kucing Peliharaan Kusumarini, Shelly; Abror, Nuzula Ahmad; Janumurti, Rizkirana; Yesica, Reza
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.114-120

Abstract

Infeksi Helminthiasis atau cacingan pada kucing sangat umum terjadi. Kelompok nematoda seperti Toxocara cati paling umum ditemukan menginfeksi saluran pencernaan kucing. Disamping itu, potensi zoonosis dari beberapa jenis cacing menjadi alasan utama program deworming penting dilakukan. Tingginya prevalensi infeksi dapat berbahaya sehingga menimbulkan kondisi diare, lethargy, anemia, dan enteritis. Kondisi fatal dapat berakibat kematian pada kucing. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan peran Komunitas Pecinta Kucing dalam menekan kasus cacingan melalui optimalisasi program deworming di Kabupaten Lamongan. Kegiatan dilakukan dengan metode Sosialisasi dan Edukasi pada pemilik kucing terkait bahaya cacingan, gejala klinis, patogenesa, dan management pengobatan yang tepat. Pelayanan kesehatan dan pemberian obat cacing pada kucing dilakukan untuk mengetahui status Kesehatan kucing yang optimalisasi. Sebanyak 100 peserta hadir dan total 150 kucing memperoleh pengobatan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 44.5 % terkait program deworming yang tepat, pemilihan obat cacing spectrum luas dan waktu pemberian obat cacing setelah dilakukan sosialisasi. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya pecinta kucing akan pengobatan secara optimal dapat meminimalisir risiko infeksi helminthiasis pada kucing peliharaan.Helminthiasis or worm infections in cats are prevalent. Groups of nematodes, such as Toxocara cati, are most commonly found infecting the digestive tract of cats. Apart from that, the zoonotic potential of several types of worms is the main reason a worm eradication program is essential. The high prevalence of infection can be dangerous, leading to conditions such as diarrhea, lethargy, anemia, and enteritis, which, if fatal, can lead to the death of cats. Community service activities aim to increase the role of the Cat Lovers Community in suppressing cases of worms by optimizing the worm eradication program, specifically in the Lamongan Regency. Activities are carried out using socialization and education methods for cat owners regarding the dangers of worms, clinical symptoms, pathogenesis, and appropriate treatment management. Health services and deworming of cats are conducted to determine the cats' optimal health status. A total of 100 participants attended the event, where 150 cats received free treatment. The activity results showed an increase in participants' knowledge by 44.5% regarding appropriate worm eradication programs, the selection of broad-spectrum worm medicine, and the timing of worming after socialization. Increasing public awareness and knowledge regarding optimal treatment, especially among cat lovers, can minimize the risk of helminthiasis infection in pet cats.
Penyempurnaan Web Desa dan Penambahan Aplikasi Digital Pelayanan Mandiri Masyarakat (Pelayanan Online) Desa Manggihan Poetro, Bagus Satrio Waluyo; Kurniadi, Dedy; Haviana, Sam Farisa Chaerul
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.1.68-75

Abstract

Desa Manggihan memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi informasi, namun menghadapi berbagai kendala dalam penyediaan layanan publik yang efisien dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa melalui penyempurnaan situs web desa dan pengembangan aplikasi digital pelayanan mandiri masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi, perancangan, pengembangan, evaluasi, dan pelaporan. Hasilnya berupa situs web interaktif dengan fitur-fitur baru serta aplikasi digital yang memungkinkan warga melakukan layanan administrasi secara mandiri, seperti pembuatan surat keterangan dan pembayaran pajak. Transformasi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan seperti antrian panjang, keterlambatan pelayanan, dan ketidakpuasan masyarakat. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan kepada aparat desa dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi. Dengan pendekatan ini, Desa Manggihan dapat mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan transparan, sekaligus memberdayakan masyarakat dalam menghadapi era digital.Manggihan Village has significant potential for development through the utilization of information technology but faces various challenges in providing efficient and transparent public services. This study aims to improve the quality of village services by enhancing the village website and developing a digital self-service application for the community. The methods employed include observation, design, development, evaluation, and reporting. The results include an interactive website with new features and a digital application that enables residents to perform administrative services independently, such as certificate creation and tax payments. This transformation is expected to address issues such as long queues, service delays, and public dissatisfaction. Additionally, the program provides training for village officials and residents to enhance their understanding and skills in utilizing technology. Through this approach, Manggihan Village can achieve more modern, efficient, and transparent public services while empowering the community to thrive in the digital era.
Penguatan TPACK Guru melalui Lesson Study dan Pemanfaatan AI Syarifah, Eva Fitriani; Fakhruddin, Afief; Nurhidayat, Eka; Arifin, Nayla Alvia; Zahara, Najma Olfia; Riastriani, Memey Rahmi
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.2.173-180

Abstract

Penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 menjadi sangat krusial khususnya dalam mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.  Keterbatasan pemahaman guru terhadap integrasi teknologi dalam pembelajaran, minimnya pemanfaatan AI, serta kurangnya budaya kolaborasi merupakan permasalahan yang seringkali dihadapi oleh guru. Program pengabdian ini dilaksanakan di SDN Padahanten I Majalengka dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) guru, keterampilan dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan membangun budaya kolaborasi guru melalui kegiatan Lesson Study. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan dan refleksi, serta evaluasi. Program ini mengintegrasikan Lesson Study sebagai strategi kolaboratif, dimana guru berkolaborasi dalam merancang (plan), melaksanakan (do), dan merefleksikan (see) pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 17 guru kelas. Pada tahap perencanaan, guru dilatih menggunakan berbagai tools AI untuk menyusun modul ajar interaktif. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi. Selain itu, guru mampu membuat modul ajar berbasis AI. Pelaksanaan Lesson Study terbukti efektif dalam memfasilitasi kolaborasi dan pembelajaran antar sejawat. Dengan deminikian, sinergi antara Lesson Study dan pemanfaatan AI bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, menciptakan ekosistem inovatif, dan mendorong profesionalisme guru secara berkelanjutan.Strengthening teachers' competencies in facing the challenges of 21st century learning is crucial, especially in integrating technology into learning activities. Teachers' limited understanding of technology integration in learning, minimal use of AI, and lack of a culture of collaboration are problems that teachers often face. This community service program was implemented at SDN Padahanten I Majalengka with the aim of improving teachers' TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) competencies, skills in utilizing Artificial Intelligence (AI), and building a culture of collaboration among teachers through Lesson Study activities. The community service activities were carried out in five stages, namely socialization, training, implementation, mentoring and reflection, and evaluation. This program integrated Lesson Study as a collaborative strategy, where teachers collaborated in planning, implementing, and reflecting on learning. This activity involved 17 classroom teachers. In the planning stage, teachers were trained to use various AI tools to develop interactive teaching modules. The results of the program showed an increase in teachers' understanding and ability to utilize technology. In addition, teachers were able to create AI-based teaching modules. The implementation of Lesson Study proved to be effective in facilitating collaboration and peer learning. Thus, the synergy between Lesson Study and the use of AI can be an effective strategy to improve the quality of learning in elementary schools, create an innovative ecosystem, and encourage the continuous professionalism of teachers.
Answering the Call for Retail Sustainability with Participatory Action Research Zubaedah, Siti Yasmina; Tanuraharjo, Hans Harischandra; Yudi, Felicia
Indonesian Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.7.2.149-160

Abstract

Pandangan atas keberlanjutan mendorong adanya kebutuhan untuk memenuhi persyaratan element Environment, Social dan Goverance (ESG) sebagai standar global laporan perusahaan yang dipublikasikan. Artikel ini mencakup kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) di Alfamart, yang dikelola sebagai Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan kualitas pelaporan ESG yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2024. Tujuan utama dari studi ini adalah melakukan penelaahan atas proses pelaporan yang berlaku saat ini agar bisa merancang serangkaian langkah yang dibutuhkan untuk perbaikan. Setelah penelitian selesai dilakukan, artikel ini menjadi dokumentasi terpublikasi atas lokakarya yang dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2024 sebagai bagian dari abdimas ini. Metode kualitatif yang digunakan untuk PAR ini mencakup pengumpulan data dan analisis konten laporan-laporan ESG, konfirmasi melalui diskusi lokakarya, dan pelaporan atas rekomendasi perbaikan. Seperti yang telah didiskusikan saat lokakarya, terdapat perbedaan antara persepsi peneliti dan pembuat laporan karena cara penyajian yang berbeda dalam mengungkapkan informasi yang ada pada laporan. Laporan tahunan Alfamart dibuat dengan berbagai tampilan berdasarkan informasi apa dan seberapa banyak informasi yang dikumpulkan sehingga mengakibatkan adanya gaya pelaporan yang berbeda. Dengan demikian, lokakarya yang dilaksanakan memfasilitasi proses pembelajaran sehingga Alfamart dapat menentukan rencana aksi yang dibutuhkan untuk memperbaiki proses pelaporan, dan, pada akhirnya, mendorong tiap divisi untuk mengevaluasi kembali sistim informasi manajemen masing-masing. Pada akhirnya, PAR ini dibutuhkan intuk mengoptimalisasi representasi ESG Alfamart pada laporan-laporan yang terpublikasi.Current views on sustainability have led to the requirements for Environmental, Social, and Governance (ESG) elements in published company reports as the global standard. This article encompasses the community service at Alfamart, which was organized as a Participatory Action Research (PAR) on improving ESG reporting conducted from July to December 2024. The main objective of this study was to review the existing reporting process to design the course of action required for improvements. Upon completion of the research, this article serves as a published documentation of the workshop conducted on 14th October 2024 as part of this community service. The qualitative method designed for this PAR consisted of data collection and content analysis of the ESG reports, confirmations through workshop discussions, and reporting of recommended actions. As discussed during the workshop, there were discrepancies between the researchers’ and the report makers’ perceptions due to the inconsistent reporting style of the disclosed information in the reports. Alfamart’s annual reports were produced in different ways, based on what kind and how much information was collected, which led to the distinct reporting styles. Therefore, the workshop facilitated a learning process so that Alfamart was able to set action plans to improve the reporting process and, in turn, require each division to improve its own data and information management. Eventually, this PAR was necessary for optimizing Alfamart’s ESG representation in the published reports.