cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2025)" : 12 Documents clear
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Industri menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Kendal Nabila, Faizal Fahrun; Juhadi, Juhadi; Hardati, Puji; Aji, Ananto
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93048.%p

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten dengan pembangunan yang paling masif di provinsi Jawa Tengah. Pembangunan industri banyak terjadi di Kabupaten Kendal, khususnya pada wilayah yang berbatasan dengan Kota Semarang. Perkembangan industri di Kabupaten Kendal ditandai dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berkembang sejak 2016. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kesesuaian lahan peruntukan kawasan industri dan melakukan klasifikasi kesesuaian lahan yang akan didiskusikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kendal Tahun 2011-2031. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan kawasan industri dengan menggunakan lima parameter, yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap sungai, serta jarak terhadap jalan utama. Penelitian ini menunjukkan tiga kelas kesesuaian lahan yang didistribusi ke dalam luasan lahan sangat sesuai sebesar 12,55%, cukup sesuai sebesar 63,79% dan tidak sesuai sebesar 23,66%. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa empat kecamatan yang masuk ke dalam wilayah pengembangan ekonomi menurut RTRW daerah yang meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal dan Patebon masuk ke dalam klasifikasi cukup sesuai. Hal tersebut dikarenakan lokasi yang cukup strategis dari variabel kesesuaian lahan untuk kawasan industri terutama penggunaan lahan dan aksesibilitas.
Aksesibilitas Ruang Publik bagi Penyandang Disabilitas di Kawasan Alun-Alun Demak Sari, Adityas Purnama; Miladan, Nur; Pujantiyo, Bambang Slamet
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84978.%p

Abstract

Ruang publik merupakan area yang digunakan secara bersama-sama untuk menjalankan berbagai aktivitas fungsional yang seharusnya dapat dinikmati dan ramah bagi semua kalangan, termasuk kalangan penyandang disabilitas. Aksesibilitas menuju ruang publik bagi para penyandang disabilitas menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar penyandang disabilitas mendapatkan kemudahan dan tidak lagi menghadapi hambatan saat melakukan aktivitas di ruang publik. Kabupaten Demak memiliki visi Kabupaten Demak 2021-2026, yaitu peningkatan keberdayaan, perlindungan dan rehabilitasi sosial pada bantuan sosial untuk masyarakat penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Kabupaten Demak direncanakan ramah disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian aksesibilitas pada ruang publik bagi penyandang disabilitas di kawasan Alun-alun Demak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif untuk menghitung nilai aksesibilitas pada kawasan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, kuesioner, dan studi literatur. Tingkat aksesibilitas dalam penelitian ini dilihat dari kemudahan akses dan moda transportasi bagi responden yang merupakan penyandang disabilitas fisik dan sensorik. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa masih terdapat kekurangan untuk pemenuhan kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, seperti ketidaktersediaan jalur pejalan kaki yang cukup lebar, serta ketidaktersediaan akses fisik, seperti tidak tersedia tempat parkir dan jalur pemandu bagi tunanetra.
Pola dan Pemodelan Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman Sebagai Wilayah Peri-Urban Kamal, Mohammad Rizqi Safirul; Satria, Reyvaldi Aji; Pasha, Fabian Gusti; Way, Basillia
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.86128.44-58

Abstract

Sebagai wilayah peri-urban, Kabupaten Sleman memiliki perubahan penggunaan lahan yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkait dengan pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi serta upaya keberlanjutannya untuk mengawal Rencana Tata Ruang. Penelitian ini melakukan pemodelan prediksi penggunaan lahan dengan menggunakan model Artificial Neural Network dan Cellular Automata Simulation yang digunakan untuk menghasilkan prediksi penggunaan lahan pada tahun 2041 yang kemudian didiskusikan terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 13 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041. Hasil penelitian ini menunjukkan pola perubahan penggunaan lahan dari tahun 2011 hingga tahun 2016 bertipe radial/terpusat. Pemodelan prediksi menggunakan data penggunaan lahan tahun 2011, 2016, dan 2021 serta variabel bebas seperti jalan dan bangunan dan uji akurasi Kappa menunjukkan nilai correctness sebesar 91,77% yang dapat diklasifikasikan “bagus sekali sehingga dari data tersebut dapat dilakukan pemodelan prediksi penggunaan lahan tahun 2041. Analisis model terhadap RTRW Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041 menunjukkan peningkatan penggunaan lahan permukiman sejalan dengan tujuan dalam salah satu pencapaian utama dalam penataan ruang, yakni pengembangan kawasan permukiman. Namun, peningkatan tersebut masih belum signifikan apabila dibandingkan dengan prediksi penggunaan lahan ladang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan evaluasi lebih lanjut bagi pemerintah dalam pengawasan alih fungsi dari penggunaan lahan khususnya pada cakupan wilayah yang menunjukkan indikasi pola perubahan penggunaan lahan secara radial. Selain itu, perlunya dilakukan upaya pengendalian alih fungsi lahan guna pengawalan dari rencana tata ruang yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan RTRW) Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041.
Dampak Industri PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban terhadap Kondisi Permukiman di Sekitarnya Sari, Rahma Novita; Astuti, Winny; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.90054.%p

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur yang memiliki kawasan peruntukkan industri berskala internasional, yaitu PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban yang berdiri sejak tahun 1994. Pada tahun 2023, industri semen ini memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta ton/hari. Namun, lokasi industri ini tidak sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri yang menjelaskan bahwa jarak industri dengan kawasan permukiman minimal 2.000 m untuk menghindari dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Pada kenyataannya, lokasi industri semen ini memiliki jarak kurang dari 2.000 m. Kondisi eksisting dan perkembangan industri tersebut tiap tahunnya akan berdampak pada kawasan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan oleh industri semen terhadap kawasan permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah skoring dengan jenis penelitian cross-sectional. Terdapat kelompok target, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 0-2.000 m, dan kelompok kontrol, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 2000-4000 m. Dari hasil analisis, diketahui bahwa industri semen pabrik Tuban memberikan dampak terhadap kawasan permukiman pada radius 0-2.000 m, baik dampak negatif maupun dampak positif. Industri semen ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan, kondisi sosial, dan kondisi tata guna lahan. Di sisi lain, dampak positif ditimbulkan industri semen ini terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekitarnya.
Daya Hidup pada Solo City Walk Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta Irfanda, Mohamad Ashraf; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Pujantiyo, Bambang S
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.80696.59-69

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat menimbulkan tantangan serius terhadap kualitas ruang publik. Solo City Walk merupakan jalur pedestrian yang terletak di koridor Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, yang dibangun dengan tujuan menyediakan ruang publik sebagai ajang interaksi sosial bagi masyarakat dan wisatawan khususnya di koridor Jalan Slamet Riyadi. Selain itu, Solo City Walk merupakan program pemerintah Kota Surakarta dalam mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Huni. Solo City Walk mengalami beberapa permasalahan yang mengurangi tingkat daya hidup pada ruang jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi daya hidup pada ruang jalan Solo City Walk. Kajian daya hidup pada penelitian ini menganalisis tingkat daya hidup dan persebaran daya hidup pada ruang jalan pada Solo City Walk, Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang diikuti dengan wawancara dan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi sistemik, behaviour mapping, traffic-counting, dan studi literatur. Data kemudian diolah dengan analisis skoring dan spasial overlay. Temuan penelitian ini adalah tingkat daya hidup pada lokasi studi tergolong tinggi pada pagi dan sore hari. Temuan lainnya adalah persebaran daya hidup pada pagi hari bersifat menyebar merata dengan jumlah mengikuti jenis fungsi bangunan dan skala pelayanan dari bangunan tersebut. Sementara untuk sore hari, persebaran daya hidup yang terkonsentrasi pada aktivitas pokok yang bersifat informal dan fungsi bangunan yang bersifat hiburan sehingga tidak terlalu menyebar seperti saat pagi hari.
Pengaruh Sosio-Demografi Masyarakat terhadap Akses Sanitasi di Kediri, Indonesia Sofiyah, Evi Siti; Suhardono, Sapta; Sari, Mega Mutiara; Suryawan, I Wayan Koko
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83375.162-174

Abstract

Di Kota Kediri, kondisi sosio-ekonomi yang beragam berpengaruh signifikan terhadap akses layanan sanitasi dan sering kali terkait dengan tantangan di kawasan yang berpenduduk padat dan kurang mampu secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor-faktor sosio-demografi terhadap penggunaan tangki septik dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menggunakan data sekunder yang diolah melalui model regresi linier berganda, penelitian ini meneliti hubungan antara lama sekolah, kondisi ekonomi, dan metode pengelolaan air limbah oleh penduduk. Variabel yang digunakan meliputi durasi pendidikan (X1), kondisi ekonomi (X2), serta metode pembuangan air limbah ke perairan terbuka atau ke dalam tanah (X3 dan X4). Temuan menunjukkan bahwa panjang pendidikan, status ekonomi, dan metode pembuangan signifikan mempengaruhi keputusan menggunakan tangki septik atau IPAL. Hasil penelitian ini menekankan perlunya Pemerintah Kota Kediri untuk meningkatkan infrastruktur sanitasi sebagai komponen krusial dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan publik. Dianjurkan penerapan analisis biaya-manfaat secara sistematis untuk membenarkan alokasi dana terhadap peningkatan sanitasi.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Permukiman Pesisir dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob di Pantai Utara Kota Pekalongan Husna, Tsabita Aqila; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83737.70-88

Abstract

Kebertahanan permukiman pesisir merupakan kapasitas adaptasi yang dimiliki kawasan permukiman di wilayah pesisir. Kebertahanan pada permukiman pesisir menjadi pertimbangan dalam merencanakan pembangunan di suatu wilayah pesisir yang terkena dampak perubahan iklim. Kawasan permukiman di pesisir Kota Pekalongan yang berlokasi di pantai utara pulau Jawa ditetapkan menjadi salah satu kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki potensi sumber daya kelautan dan sarana prasarana penunjang wilayah pesisir yang memadai. Namun demikian, kawasan permukiman pesisir Kota Pekalongan menjadi salah satu kota di pesisir yang kerap mengalami bencana banjir rob setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob di pantai utara Kota Pekalongan memiliki klasifikasi kebertahanan tingkat sedang. Nilai klasifikasi kebertahanan tingkat sedang dapat diartikan bahwa karakteristik pada kawasan permukiman pesisir di pantai utara Kota Pekalongan belum sepenuhnya memenuhi kriteria dari beberapa indikator.
Kriteria Permukiman berdasarkan Aspek Keberlanjutan di Kawasan Kumuh Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Fitriani, Marita Infia; Utoyo, Bambang; Persada, Citra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84615.%p

Abstract

Kecamatan Pringsewu merupakan kecamatan dengan luasan kumuh paling tinggi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B/361/KPTS/D.03/2022 tentang Penetapan Lokasi Permukiman Kumuh di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria permukiman di kawasan kumuh Kecamatan Pringsewu berdasarkan aspek keberlanjutan, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil pada kriteria sosial menyatakan bahwa indikator kepadatan bangunan, status kepemilikan bangunan, dan fasilitas pendidikan sudah baik, sedangkan indikator tingkat pendidikan dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar penanganan kumuh lebih mudah dilaksanakan untuk menuju permukiman dan perumahan yang berkelanjutan. Kriteria ekonomi yang perlu diperbaiki adalah indikator tingkat pendapatan penduduk dan pemanfaatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar penduduk dapat lebih produktif dalam usahanya. Indikator pada kriteria lingkungan yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kondisi persampahan, air minum, jalan lingkungan, dan drainase sehingga permukiman dapat terhindar dari kekumuhan dan mendorong permukiman menjadi permukiman layak huni dan berkelanjutan. Kriteria kelembagaan di Kecamatan Pringsewu sudah cukup baik, hanya indikator penerapan sanksi dan peran kelompok masyarakat perlu ditingkatkan. Perlu adanya penerapan sanksi tertulis dalam pemeliharaan lingkungan agar masyarakat tidak lagi sewenang-wenang dalam menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum karena sejauh ini sanksi yang berlaku hanya verbal reprimand untuk masyarakat.
Kajian Daya Serap Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Tol Jagorawi dalam Menurunkan Emisi CO2 dari Kendaraan Yahya, Wisely; Sitawati, Anita; Fitri, Rini; Andajani, Rezkia Dewi; Siswanto, Aji Nugra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93910.1-13

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi ekologis untuk menangkap karbon dioksida (CO2) melalui penyerapan alami oleh vegetasi. Namun, perencanaan lanskap jalan tol di Indonesia masih menekankan aspek ekonomi terkait efisiensi biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan tol. Aspek konservasi lingkungan dan ekosistem diperlukan dalam pengembangan RTH, diantaranya dalam hal menyerap emisi CO2. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan RTH dalam menyerap emisi karbon (CO2) dari kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi jenis dan jumlah vegetasi eksisting pada koridor Jalan Tol Jagorawi dan data rata-rata lalu lintas harian kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Data sekunder digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik wilayah penelitian. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan perhitungan emisi dari kendaraan bermotor serta daya serap CO2 dari berbagai jenis vegetasi. Pada wilayah penelitian saat ini terdapat 9.590 vegetasi dari 24 spesies, sehingga total CO2 yang diserap oleh vegetasi pada wilayah penelitian mencapai 56.393,397 kg/hari. Total emisi CO2 yang dihasilkan dari 235.328 kendaraan yang melintasi wilayah penelitian mencapai 416.435 kg/hari. Dibandingkan dengan total emisi CO2 kendaraan yang melintasi area penelitian, RTH pada koridor Jalan Tol Jagorawi saat ini hanya menyerap 13,54% dari total emisi kendaraan bermotor. Penelitian ini mengindikasikan belum optimalnya RTH eksisting pada Jalan Tol Jagorawi dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan RTH pada koridor jalan tol yang mengedepankan fungsi ekologis sebagai upaya mewujudkan penurunan GRK dari transportasi darat dan berkontribusi pada penurunan GRK nasional.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan pada Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Suburban Selatan Kota Surakarta Menggunakan Pemodelan Spasial Ayuningtias, Grafirati Mutiara; Istanabi, Tendra; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.91166.175-187

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memprediksi perubahan penggunaan lahan di kawasan suburban selatan Kota Surakarta menggunakan model Cellular Automata - Artificial Neural Network (CA-ANN). Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan, seperti kepadatan penduduk, faktor kegiatan, aksesibilitas, nilai tanah, dan topografi. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, dengan penurunan lahan pertanian dan peningkatan kawasan permukiman dan industri. Studi ini menyoroti dampak pembangunan perkotaan terhadap penggunaan lahan pertanian dan perlunya perencanaan perkotaan yang berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan. Proses pemodelan spasial memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa depan, sejalan dengan kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Pengendalian dan pemanfaatan penggunaan lahan penting untuk menjaga stabilitas pertanian dan mencegah konversi ke penggunaan nonpertanian.

Page 1 of 2 | Total Record : 12