cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2026)" : 8 Documents clear
Kesesuaian Karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung Jakarta Timur terhadap Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Isanjaya, Alfanto Kurneryo; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.90918.26-40

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Jakarta sebagai ibu kota negara menyebabkan meningkatnya permintaan lahan untuk tempat tinggal, sementara ketersediaan lahan terbatas dan mahal. Hal ini menjadikan sulit bagi penduduk yang berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak dan menyebabkan banyaknya permukiman kumuh yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Jakarta membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terhadap preferensi MBR. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengumpulkan data melalui survei dan wawancara terhadap penghuni empat Rusunawa di Cakung, Jakarta Timur, yaitu Rusunawa Rawa Bebek, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung secara keseluruhan sesuai dengan preferensi MBR, dengan rata-rata persentase kesesuaian sebesar 97%. Aksesibilitas dan keamanan mendapat nilai sempurna, sementara kenyamanan dan fasilitas juga mendapat nilai tinggi meskipun terdapat sedikit perbedaan dengan preferensi MBR. Di sisi lain, harga sewa menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung telah berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi MBR dalam banyak aspek penting meskipun perlu evaluasi kebijakan harga untuk memastikan kesesuaian dapat maksimal.
Skema Land Value Capture sebagai Alternatif Pembiayaan Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus: Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang) Pasha, Arga Hijrian; Setyono, Jawoto Sih
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.109422.1-14

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Kota Semarang mendorong meluasnya kawasan permukiman kumuh, sementara kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan layak huni masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Land Value Capture (LVC) sebagai alternatif pembiayaan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis regulasi, sistem kelembagaan, serta perhitungan nilai lahan dan skema sewa berbasis Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lahan di Kelurahan Kaligawe meningkat rata-rata 10,2% per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Proyeksi NJOP tahun 2027 sebesar ±Rp2,24 juta/m² memungkinkan penerapan instrumen development-based berupa sewa lahan melalui pembentukan badan usaha kerja sama pemerintah dan swasta. Skema tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp2,9 miliar per tahun yang dapat digunakan untuk pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) serta pembiayaan infrastruktur lanjutan. Secara regulatif, model ini kompatibel dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang dan ketentuan pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah, meskipun pada saat penelitian dilakukan belum terdapat regulasi nasional yang secara khusus mengatur LVC. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi nasional yang mengatur prinsip dan mekanisme LVC, serta Peraturan Wali Kota yang mengatur tata kelola sewa lahan, subsidi silang unit, dan pengalokasian pendapatan secara khusus untuk penanganan kumuh. Kelurahan Kaligawe dapat dijadikan proyek percontohan implementasi LVC yang berkelanjutan dan replikatif.
Kesesuaian Amenitas di Sekitar Kawasan Stadion Manahan terhadap Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Fitrianto, Dito Suryo; Yudana, Galing; Miladan, Nur
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91171.41-50

Abstract

Stadion Manahan merupakan pusat kawasan pariwisata olahraga yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya pengembangkan Kota Surakarta yang menerapkan prinsip berkelanjutan, maka aspek-aspek di dalam kota juga perlu menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, termasuk pariwisata. Pariwisata berkelanjutan memiliki beberapa aspek utama yang diperhatikan, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Di sekitar kawasan Stadion Manahan, terdapat berbagai amenitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, dan toko cenderamata yang tersebar di sekitar kawasan. Meskipun demikian, belum diketahui mengenai penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut untuk mendukung kawasan Stadion Manahan sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan. Dalam rangka untuk mengetahui penerapan prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut, maka dilakukan penelitian terkait daya dukung lingkungan pada bangunan-bangunan amenitas tersebut. Ketentuan yang harus dicapai untuk memiliki daya dukung lingkungan yang baik adalah hasil perhitungan Koefisien Dasar Bangunan berada di bawah 80%. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis skoring untuk menilai kesesuaian kondisi amenitas dengan prinsip berkelanjutan pada tiap-tiap parameter variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan memiliki nilai perhitungan Koefisien Dasar Bangunan seluruhnya di bawah 80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan telah menerapkan daya dukung lingkungan yang baik dalam rangka mendukung penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di kawasan Stadion Manahan.
Pemetaan Keterkaitan Spasial dan Interaksi Wilayah sebagai Dasar Penataan Pusat Pertumbuhan di Kabupaten Bogor Vidriza, Ullya; Ghania, Sarah; Khatimah, Khusnul
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.110765.51-61

Abstract

Kerangka ekonomi Kabupaten Bogor menunjukkan saling ketergantungan yang kompleks antara berbagai sektor dan wilayah geografis. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan analisis terhadap komponen penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor di samping faktor-faktor penentu yang intrinsik terhadap dinamika ekonomi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa hubungan spasial dan interaksi antardaerah antar kabupaten di Kabupaten Bogor, dengan tujuan mengidentifikasi hub/simpul pertumbuhan, pedalaman, dan dinamika konektivitas antardaerah. Pendekatan metodologis yang digunakan meliputi hibrida teknik kuantitatif dan kualitatif, memanfaatkan analisis skalogram dan model gravitasi, bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang difasilitasi oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor. Data kuantitatif, yang mencakup jumlah fasilitas, statistik demografis, dan jarak antar wilayah, diproses melalui Microsoft Excel dan direpresentasikan secara visual di Tableau, sementara data kualitatif menjadi sasaran analisis melalui metodologi analisis konten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konektivitas spasial di Kabupaten Bogor tetap tidak merata. Kecamatan-kecamatan seperti Kecamatan Cibinong, Kecamatan Citeureup, dan Kecamatan Gunung Putri telah muncul sebagai pusat pertumbuhan terkemuka, menunjukkan tingkat sentralitas dan interaksi regional tertinggi. Sebaliknya, wilayah barat dan selatan, termasuk Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Sukajaya, menunjukkan tingkat interaksi yang rendah karena keterbatasan infrastruktur dan jaraknya dari pusat kota. Wawasan yang diperoleh dari FGD memperkuat temuan kuantitatif, menunjukkan bahwa pembangunan terus terkonsentrasi dalam area inti. Penelitian ini menganjurkan strategi pembangunan yang didasarkan pada interkonektivitas spasial, menekankan peningkatan sub-pusat pertumbuhan, konektivitas regional, dan perencanaan berbasis bukti.
Penilaian Kualitas Permukiman Perkotaan Berdasarkan Konsep Livable Settlement (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Danukusuman) Rifiona, Frinka Salma Nanda; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91906.62-74

Abstract

Kota Surakarta dinobatkan menjadi Kota Paling Layak Huni atau the Most Livable City berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index (MLCI) pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Namun, sesungguhnya masih banyak dapat ditemui permukiman-permukiman kumuh atau tidak layak huni di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta juga masih menetapkan sejumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan. Salah satu kawasan kumuh perkotaan yang mempunyai aktivitas pergerakan yang tinggi di Kota Surakarta adalah permukiman kumuh kawasan Danukusuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas permukiman pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman berdasarkan konsep livablesettlement dengan menggunakan analisis skoring dan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas permukiman berdasarkan konsep livable settlement pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman mempunyai skor sebesar 82,4% yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Kategori yang sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Danukusuman tidak termasuk ke dalam permukiman kumuh jika dinilai berdasarkan konsep livable settlement.
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Rachmadita, Sri Oka; Ramadhani, Anindita; Sitawati, Anita; Taki, Herika
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan
Tingkat Kesesuaian Lokasi Shelter Pedagang Kaki Lima di Kawasan Perkotaan Madiun Rahmadhani, Choirun Nisa Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.96591.75-89

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL), memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan peluang pendapatan. Namun, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada sektor ini, termasuk pada penurunan pendapatan. Pemerintah Kota Madiun merespons permasalahan dengan membangun shelter bagi PKL untuk meningkatkan ekonomi lokal juga estetika kota, meskipun terdapat tantangan seperti kesesuaian lokasi dan minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi shelter PKL dengan karakteristik lokasi berdagang PKL di Kawasan Perkotaan Madiun. Di antara empat lokasi shelter PKL yang menjadi wilayah penelitian, Shelter Kembulsari, Shelter Rejomulyo, dan Shelter Kampir termasuk dalam kategori cukup sesuai sebagai lokasi shelter PKL, sementara Shelter Banjarejo termasuk dalam kategori kurang sesuai sebagai lokasi shelter PKL. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya kedekatan dengan aktivitas utama yang produktif dan aksesibilitas transportasi umum dalam menentukan kesesuaian lokasi shelter PKL. Fasilitas dasar yang memadai tidak cukup untuk menjamin keberhasilan jika lokasi tidak strategis dan sulit dijangkau oleh pelanggan. Oleh karena itu, perbaikan aksesibilitas dan pemilihan lokasi strategis menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik pengunjung, memastikan keberlanjutan usaha, serta mendorong stabilitas ekonomi PKL di Kawasan Perkotaan Madiun.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar Yulianti, Rachma Wulan Dwi; Aliyah, Istijabatul; Werdiningtyas, Ratri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.94775.90-105

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang dinamis dalam menangkap berbagai kecenderungan perkembangan global. Saat ini, sektor pariwisata menunjukkan kecenderungan pergeseran dari pariwisata massal menuju pariwisata alternatif. Salah satu jenis pariwisata alternatif yang muncul adalah desa wisata. Pada tahun 2020, Kabupaten Karanganyar menetapkan 23 desa sebagai desa wisata. Dalam perkembangannya, desa-desa tersebut memiliki proses dan pencapaian yang berbeda-beda. Sebagian desa berkembang menjadi semakin baik, sebagian berubah secara dinamis, sebagian kurang berkembang atau bahkan mengalami stagnasi. Desa Wisata Sumberbulu merupakan salah satu desa wisata yang memiliki perkembangan paling baik berdasarkan data perkembangan klasifikasi desa wisata dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar selama tahun 2021-2023. Desa Wisata Sumberbulu terus berkembang semakin baik setiap tahunnya hingga berhasil meraih nilai tertinggi pada klasifikasi desa wisata maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan Desa Wisata Sumberbulu hingga menjadi desa wisata maju. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan teknik analisis content analysis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu, serta analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis faktor yang paling mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Desa Wisata Sumberbulu dipengaruhi oleh faktor internal yang terdiri dari faktor potensi sumberdaya alam dan budaya, faktor aman dari risiko bencana alam, faktor kerja sama komunitas masyarakat dalam lingkup internal, faktor ketersediaan infrastruktur pariwisata dan faktor promosi dan pemasaran, dan juga faktor eksternal yang terdiri dari faktor kerja sama pentahelix, faktor minat wisatawan dan faktor aksesibilitas eksternal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu berdasarkan analisis adalah kerja sama komunitas masyarakat dalam lingkup internal, potensi sumberdaya alam dan budaya, serta kerja sama pentahelix.

Page 1 of 1 | Total Record : 8